• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. KEBIJAKAN UMUM PERADILAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. KEBIJAKAN UMUM PERADILAN"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. KEBIJAKAN UMUM PERADILAN

Negara RI adalah Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan mewujudkan tata kehidupan Bangsa yang aman, tertib dan tentram.

Untuk mewujudkan tata kehidupan tersebut diperlukan upaya untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan ketertiban yang dilakukan oleh kekuasaan kehakiman.

Pengadilan Agama Sarolangun sebagai sub sistem pelaksana kekuasaan kehakiman yang merupakan lingkungan tersendiri disamping lingkungan Peradilan lain ( Umum, Militer dan TUN ), Peradilan Agama dalam eksistensinya sekarang berdasarkan UU No. 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3 tahun 2006 dan UU No. 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama merupakan Lembaga Peradilan yang untuk hal ini mengandung Konsekwensi yang luas yaitu semua aparat Peradilan Agama yang terdiri dari Hakim, Pejabat Kepaniteraan, Kesekretariatan, Panitera Pengganti, Jurusita dan Jurusita Pengganti dan dituntut memiliki profesionalisme yang tinggi, oleh karenanya ilmu pengetahuan yang cukup dan arah kerja yang jelas yang mengarah kepada Visi dan Misi Lembaga Peradilan itu sendiri.

Lembaga Peradilan yang mandiri ( Court of law ) mempunyai ciri antara lain (1). Tertibnya Administrasi Peradilan, baik administrasi Umum maupun administrasi Teknis Yustisial, (2). Penerapan Hukum Acara dalam proses berperkara dilaksanakan dengan baik dan benar, (3). Putusan yang telah dijatuhkan oleh Hakim terhadap suatu perkara dapat di Eksekusi oleh Lembaga Peradilan yang memutuskan perkara tersebut. Ketiga hal ini harus berjalan secara simulasi, seiring dan sejalan dengan gerak lajunya proses berperkara di Lembaga Peradilan tersebut, sehingga setiap putusan yang dijatuhkan mempunyai nilai Keadilan, Kemamfaatan dan Kepastian Hukum.

Berdasarkan uraian di atas Pengadilan Agama Sarolangun menentukan arah kebijakan umum Peradilan sebagai berikut :

1. Penertiban Administrasi Peradilan.

a. Adimistrasi Umum dan bidang Kesekretariatan.

b. Administrasi Teknis Yustisial sesuai dengan ketentuan pasal 54 UU No. 7 tahun 1989 sebagaimana telah di ubah dengan UU No. 3 tahun 2006 dan diamandemenkan dengan UU No. 50 tahun 2009.

(2)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 2 2. Pelayanan Prima kepada pencari Keadilan.

Memberi Informasi yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan tentang Peradilan.

B. Visi dan Misi

Visi

“Mewujudkan Badan Peradilan Indonesia yang Agung.”

Misi

1. Menjaga kemandirian badan peradilan.

2. Memberikan pelayana hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan. 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan.

4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.

C. RENSTRA

A. BIDANG YUSTISIAL

1. Menyelesaikan tunggakan perkara tahun 2011 dan menerima serta menyelesaikan perkara tahun 2012.

2. Memantapkan pembinaan dan pengawasan Administrasi, Organisasi Peradilan.

3. Penguatan management penunjang suksesnya tugas dan fungsi administrasi Peradilan secara menyeluruh.

4. Mengadakan sidang keliling.

B. BIDANG NON YUSTISIAL

1. Meningkatkan kualitas kinerja sumua aparat secara menyeluruh. 2. Meningkatkan Sumber Daya Manusia aparat Peradilan.

3. Memantapkan pelaksanaan Waskat. 4. Meningkatkan Disiplin Pegawai.

5. Merencanakan alokasi dana DIPA tahun 2012. 6. Peningkatan Sarana/Prasarana Kantor.

(3)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 3

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN PENGADILAN AGMA SAROLANGUN

A. PENYUSUNAN ALUR TUPOKSI.

Pegawai Pengadilan Agama Sarolangun keseluruhannya berjumlah 22 orang, terdiri dari 6 orang Hakim termasuk pimpinan, 1 orang Panitera/Sekretaris, 6 orang Pejabat Kepaniteraan, 4 Pejabat Kesekretariatan, 3 orang staf yang ditunjuk sebagai Bendaharawan Pengeluaran, Kasir dan Pegawai Perpustakaan serta 2 orang Calon Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan untuk membantu Kepala Urusan Kepegawaian dan Kepala Urusan Keuangan. Di samping itu, di Pengadilan Agama Sarolangun terdapat 11 orang pegawai honorer yaitu 6 orang Clening Service, 4 orang Satpam, 1 orang sopir. Adapun tugas Kejurusitaan dirangkap oleh Wakil Sekretaris, Kepala Urusan Umum, Kepala Urusan Keuangan, Kepala Urusan Kepegawaian, dan 3 orang staf lainnya.

Adapun Struktur Organisasi Pengadilan Agama Sarolangun adalah sebagai berikut:

Struktur Organisasi Pengadilan Agama Sarolangun Klas II

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi badan Peradilan baik itu pelaksana fungsi teknis maupun pendukung, maka Struktur Organisasi Pengadilan Agama Sarolangun telah tersusun sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang

(4)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 4 nomor 50 tahun 2009 sebagai perubahan kedua atas Undang-undang nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama serta Keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: KMA/004/SK/I/1992 tentang susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.

Sesuai dengan ketentuan tersebut di atas, struktur Organisasi Pengadilan Agama Sarolangun adalah sebagai berikut:

Ketua:

Ketua Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Drs. Abdul Manaf, M.E.I. mulai dari tanggal 28 Oktober 2010 sampai dengan sekarang. Secara umum Ketua Pengadilan Agama Sarolangun bertugas merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Dirjen Pembinaan Pengadilan Agama Islam serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Ketua Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi Antara lain :

1. Memimpin pelaksanaan tugas Pengadilan Agama Sarolangun;

2. Membuat perencanaan/program kerja, menetapkan sasaran dan menjadwalkan rencana kegiatan setiap tahun serta melakukan pengawasan atas pelaksanaannya dengan baik, serasi dan selaras;

3. Membagi tugas dan menentukan penanggungjawab secara jelas dalam rangka mewujudkan keserasian dan kerja sama antar sesama pejabat, menggerakan dan mengarahkan pelaksanaannya dilingkungan Pengadilan Agama Sarolangun; 4. Menyelenggarakan administrasi peradilan baik administrasi perkara maupun

umum dan mengawasi keuangan perkara maupun rutin(DIPA);

5. Melaksanakan pertemuan berkala setidak-tidaknya sekali dalam sebulan dengan para hakim serta dengan para pejabat lainnya baik struktural maupun fungsional dan sekurang-kurangnya 3 bulan sekali dengan seluruh karyawan;

6. Memberi petunjuk dan bimbingan yang diperlukan baik bagi para hakim, pejabat lainnya maupun seluruh karyawan;

7. Mempersiapkan kader dalam rangka menghadapi alih generasi;

8. Melakukan koordinasi antar sesama intansi penegak hukum dan kerja sama dengan instansi-instansi lain serta dapat memberikan keterangan-keterangan, pertimbangan, nasihat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah apabila diminta;

(5)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 5 9. Memperhatikan keluhan-keluhan dari masyarakat dan menaggapinya bila

dipandang perlu;

10.Mempelajari berkas perkara dan atau surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan dan membagikan kepada Majelis Hakim untuk diselesaikan;

11.Menetapkan perkara yang harus diadili berdasarkan nomor urut kecuali untuk perkara tertentu yang karena menyangkut kepentingan umum harus segera diadili, maka perkara itu didahulukan

12.Memimpin dan mengawasi kesempurnaan pelaksanaan penetapan atau putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

13.Memantau dan mengawasi pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera Sekretaris dan Jurusita;

14.Melaksanakan pembagian tugas dengan Wakil Ketua serta bekerja sama dengan baik;

15.Melaksanakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan; 16.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan;

17.Mengevaluasi prestasi kerja para aparat dilingkungan Pengadilan Agama Sarolangun;

18.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada ketua ke PTA. Jambi.

Wakil Ketua:

Wakil Ketua Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Drs. Abdan Khubban,

S.H, M.H mulai dari tanggal 29 Oktober 2009 sampai dengan sekarang, Secara umum

Wakil Ketua Pengadilan Agama Sarolangun bertugas mewakili Ketua Pengadilan Agama Sarolangun dalam hal : Merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Direktur Jendral Badan Peradilan Agama (BADILAG) berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Wakil Ketua Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi Antara lain :

1. Melaksanakan tugas-tugas Ketua apabila Ketua berhalangan;

2. Membantu Ketua dalam menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaan dan pengorganisasian;

3. Melaksanakan tugas kepemimpinan yang didelegasikan Ketua kepadanya dalam hal melakukan pengawasan interen untuk mengawasi apakah pelaksanaan tugas telah dikerjakan sesuai dengan rencana kerja dan ketentuan yang berlaku

(6)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 6 terutama jalannya tugas Peradilan yang dilakukan oleh Hakim, Panitera, Panitera Pengganti dengan Juru Sita/Juru Sita Pengganti maupun tugas-tugas administrasi umum yang dilaksanakan oleh Wakil Sekertaris, Kepala Urusan Kepegawaian, Kepala Urusan Keuangan & Kepala Urusan umum yang dilaporkan kepada Ketua;

4. Mengkoordinir pelaksanaan pengawasan peningkatan disiplin kerja;

5. Memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diberikan Ketua untuk diselesaikan secara sederhana, cepat dengan biaya ringan;

6. Memimpin sidang-sidang ,dan meneliti perkara yang ditanganinya sebelum perkara di sidangkan serta memasukkannya dalam buku kalender persidangan; 7. Menetapkan hari sidang, menetapkan sita jaminan dan memerintahkan Juru Sita

Pengganti untuk melakukan pemanggilan dan peletakan sita;

8. Membuat penetapan atau keputusan atas perkara yang ditanganinya dan menelitinya secermat mungkin sebelum penetapan atau putusan tersebut ditanda tanganinya;

9. Memonitoring perkara-perkara yang ditanganinya untuk diproses lebih lanjut sehingga proses penanganannya dapat dilakukan secara sederhana dengan biaya ringan;

10.Menandatangani berita acara persidangan dengan bertanggung jawab atas kebenarannya;

11.Membuat jadwal persidangan (court callender);

12.Meningkatkan kemampuan dibidang penanganan perkara untuk meningkatkan mutu penetapan atau putusan;

13.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua;

14.Mengkoordinir pelaksanaan penerimaan pengaduan dan pelaporannya serta melaksanakan pemeriksaan pengaduan atas perintah dari pimpinan pengadilan (Ketua) atau pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia sesuai dengan KMA 076/SK/VI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang pedoman pelaksanaan pengaduan lembaga peradilan.

Hakim:

Pada akhir tahun 2011 Hakim di Pengadilan Agama Sarolangun berjumlah 4 orang :

1. Mashudi, S.Ag. menjabat dari tanggal 01 Juni 2008 sampai dengan sekarang;

2. Sulistianingtias Wibawanty, S.H. menjabat dari tanggal 03 Agustus 2009 sampai

(7)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 7 3. Yengkie Hirawan, S.Ag, M.Ag. menjabat dari tanggal 29 Juni 2010 sampai dengan

sekarang;

4. Ana Efandari Sulistyowati, S.H.I. menjabat dari tanggal 31 Januari 2011 sampai

dengan sekarang.

Secara detail Hakim Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Menerima dan meneliti berkas perkara yang akan disidangkan dan memasukkan dalam buku kalender persidangan;

2. Memimpin/mengikuti sidang-sidang sebagai ketua majelis/anggota; 3. Selaku Ketua Majelis menetapkan Hari Sidang;

4. Menetapkan Sita Jaminan atas perkara yang ditangani; 5. Mengonsep Putusan/Penetapan dan memarafnya; 6. Meneliti ketikan Putusan/Penetapan dan memarafnya;

7. Memonitoring perkara-perkara tundaan yang menjadi wewenangnya untuk diproses lebih lanjut dengan dibantu oleh Panitera Pengganti;

8. Bertanggung jawab atas pembuatan dan kebenaran berita acara persidangan dan menanda tanganinya bersama Panitera Pengganti sebelum sidang berikutnya; 9. Menandatangani Putusan/Penetapan bersama Panitera Pengganti;

10.Membantu/membuat gugatan lisan bagi pencari keadilan yang tidak bisa baca tulis;

11.Membuat jadwal persidangan (Court Calender);

12.Secara berkala Melaporkan perkara yang ditanganinya kepada Ketua Pengadilan Agama;

13.Memerintahkan kepada Juru Sita atau Juru Sita Pengganti untuk melakukan pemanggilan para pihak;

14.Melakukan pengawasan terhadap Panitera Pengganti dan Juru Sita atau Juru Sita Pengganti berkaitan dengan perkara yang ditanganinya;

15.Menganalisa putusan/Penetapan untuk meningkatkan mutu Putusan/Penetapan; 16.Membantu Ketua Pengadilan Agama Sarolangun dalam upaya untuk

meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan; 17.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan.

Panitera Sekertaris (PANSEK):

Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Hamdi MS, S.Ag mulai dari tanggal 30 September 2010 sampai dengan sekarang, Secara umum Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun bertugas merencanakan dan melaksanakan

(8)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 8 pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara, dan administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi Antara lain :

1. Membantu pimpinan dalam menyelenggarakan administrasi perkara dengan administrasi umum;

2. Memimpin pelaksanaan tugas Kepaniteraan dan Kesekretariatan;

3. Menetapkan sasaran kegiatan Kepaniteraan dan Kesekretariatan setiap tahun kegiatan;

4. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan;

5. Membantu Hakim dengan menghadiri dan mencatat jalanya sidang pengadilan 6. Mengurus berkas perkara, penetapan atau putusan, dokumen, akte, buku daftar, biaya perkara uang titipan pihak ketiga, dan surat-surat lain yang disimpan di Kepaniteraan;

7. Membagi tugas pada Wapan, Panmud, Wasek, Kaur, Panitera Pengganti dan Juru sita;

8. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan kepaniteraan/kesekretariatan;

9. Memantau pelaksanaan tugas bawahan; 10.Mengadakan rapat dinas;

11.Membuat akte yang berkaitan dengan Permohonan Banding, Kasasi, Penijauan Kembali, dan yang menurut undang-undang/peraturan diharuskan dibuat oleh Panitera;

12.Sebagai Sekretaris, mengatur tugas Wakil Sekretaris dan Kepala Urusan; 13.Sebagai ketua tim pengelola dana Kepaiteraan tugas;

14.Menyusun proyeksi penerimaan biaya Kepaniteraan dan rencana penggunaanya,dan menyampaikannya kepada tim pengelola;

15.Menyusun proyeksi penerimaan biaya Kepaniteraan dan rencana penggunaannya, dan menyampaikannya kepada Tim Pengelola setingkat lebih tinggi sebagai bahan penyusunan RKAKL;

16.Menyusun Petunjuk Operasional (PO) dan rencana kerja tahunan; 17.Melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja yang telah disusun; 18.Menyampaikan laporan sesuai ketentuan yang berlaku;

(9)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 9 19.Sebagai Koordinator pelaksanaan tugas terpadu antara Tim Pengelola,

Bendaharawan dan Atasan Langsung Bendaharawan dalam hal; 20.Mencairkan dana Kepaniteraan pada KPPN Jambi setempat;

21.Mendistribusikan dana kepaniteraan yang telah dicairkan tersebut kepada Tim Pengelola pada semua tingkat;

22.Melaksanakan putusan atau penetapan pengadilan; 23.Mengevaluasikan prestasi kerja para aparat dilingkungan

Kepaniteraan/Kesekretariatan;

24.Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya dilingkungan Paniteraan/Kesekretariatan pada setiap akhir tahun;

25.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Pengadilan Agama Sarolangun; 26.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan.

Wakil Sekertaris:

Wakil Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Raden

Muhammad Syafi’I, S.Ag. mulai dari tanggal 04 Mei 2005 sampai sekarang. Secara

umum Wakil Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun bertugas mewakili Sekretaris dalam merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Wakil Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Memimpin pelaksanaan tugas kesekretariatan;

2. Menetapkan sasaran kegiatan kesekretariatan setiap tahun kegiatan; 3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan;

4. Membagi tugas kepada bawahan dan menetapkan penanggung jawab kegiatan Kesekretariatan;

5. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan kesekretariatan;

6. Memantau pelaksanaan tugas bawahan; 7. Mengadakan rapat dinas;

8. Menyiapkan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang kesekretariatan; 9. Meningkatkan koordinasi dengan instansi-instansi terkait;

(10)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 10 10.Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul dibidang kesekretariatan ; 11.Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan ;

12.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan;

13.Sebagai Pejabat pembuat Komitmen / Penanggung Jawab Kegiatan; 14.Bersama Tim Pengelola, menyusun PO dan rencana kerja tahunan; 15.Mengawasi pelaksanaan realisasi keuangan pada Bendaharawan; 16.Menyampaikan laporan sesuai ketentuan yang berlaku;

17.Mengevaluasi prestasi kerja bawahan dilingkungan kesekretariatan;

18.Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya dilingkungan sekretariat pada setiap akhir tahun;

19.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Pengadilan Agama dan Panitera/ Sekretaris Pengadilan Agama Sarolangun.

Wakil Panitera:

Wakil Panitera Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Anita Kirana, S.H.I. mulai dari tanggal 01 Maret 2011 sampai dengan sekarang. Secara umum Wakil Panitera Pengadilan Agama Sarolangun bertugas mewakili Panitera dalam hal : merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara dan peradilan di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Wakil Panitera Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu panitera menyelenggarakan administrasi perkara dan memimpin pelaksanaan tugas kepaniteraan

2. Menetapkan sasaran kegiatan kepaniteraan setiap tahun kegiatan

3. Menyelenggarakan buku daftar, mengurus berkas perkara, penetapan atau keputusan, dokumen, akte biaya perkara uang titipan pihak ketiga, surat-surat berharga, barang-barang bukti dan surat-surat lainnya yang disimpan dikepaniteraan

4. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan

5. Membagi tugas pada bawahan dan menetapakan penanggungjawab kegiatan kepaniteraan

6. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan kepaniteraan 7. Memantau pelaksanaan tugas bawahan

(11)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 11 9. Membuat akte yang berkaitan dengan permohonan banding, kasasi, peninjauan

kembali, dan yang menurut Undang-Undang/peraturan diharuskan dibuat panitera

10.Menyiapkan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang kepaniteraan 11.Meningkatkan koordinasi dengan para panitera muda

12.Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul

13.Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan

14.Menyusun konsep pembinaan hukum agama dan melaksanakan hisab rukyat 15.Mengevaluasi prestasi kerja bawahan dilingkungan kepaniteraan

16.Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya pada setiap akhir tahun 17.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan

18.Melaporkan pelaksaan tugas kepada panitera atau ketua pengadilan agama 19.Membantu hakim dengan menghadiri dan mencatat jalannya sidang pengadilan

Panitera Muda Gugatan:

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Dra. Hj.

Zainunah mulai dari tanggal 04 Mei 2005. Secara umum Panitera Muda Gugatan

Pengadilan Agama Sarolangun merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan gugatan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan gugatan di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu tugas-tugas wakil panitera dalam penyelenggarakan administrasi kepaniteraan gugatan;

2. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan Pengadilan Agama Sarlangun;

3. Memberi nomor register pada setiap perkara gugatan yang diterima di Kepaniteraan;

4. Mencatat setiap perkara gugatan yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya;

(12)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 12 6. Membagi tugas kepada bawahan dan menentukan penanggung jawab kegiatan; 7. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan;

8. Memantau pelaksanaan tugas bawahan;

9. Menerima dan meneliti pengajuan perkara gugatan sesuai dengan persyaratan yang berlaku;

10.Membukukan dalam buku register tentang Penunjukan Majelis Hakim (PMH) oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun;

11.Membuat SKUM perkara gugatan untuk pembayaran panjar perkara kepada bagian keuangan perkara/Bendahara Penerima;

12.Mendaftarkan perkara kedalam buku register perkara berdasarkan nomor urut kwitansi pembayaran;

13.Menyerahkan berkas perkara gugatan yang telah memenuhi syarat kepada Wakil Panitera untuk diteliti dan diteruskan kepada Ketua Majelis setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Agama Sarolangun;

14.Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait; 15.Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul;

16.Mengevaluasi prestasi kerja bawahannya;

17.Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya pada setiap akhir tahun; 18.Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan;

19.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan; 20.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan;

21.Melaksanakan administrasi perkara gugatan, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara gugatan.

Panitera Muda Permohonan:

Panitera Muda Permohonan Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Ibnu

Hajar, BA. mulai dari tanggal 30 September 2009. Seraca umum Panitera Muda

Permohonan Pengadilan Agama Sarolangun bertugas merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan permohonan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang ada hubungannya dengan perkara perdata di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(13)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 13 Secara detail Panitera Muda Permohonan Pengadilan Agama Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu Wakil Panitera dalam penyelengaran administrasi kepaniteraan permohonan;

2. Melaksanakan administrasi perkara permohonan, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara permohonan;

3. Memberi nomor register pada setiap perkara permohonan yang diterima di Kepaniteraan;

4. Mencatat setiap perkara permohonan yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya;

5. Memimpin satuan kerja bagian Kepaniteraan Permohonan;

6. Membagi tugas kepada bawahan dan menentukan penanggung jawab kegiatan; 7. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan;

8. Memantau pelaksanaan tugas bawahan;

9. Menerima dan meneliti pengajuan perkara permohonan sesuai dengan persyaratan yang berlaku;

10. Membukukan dalam buku register tentang penunjukan majelis hakim (PMH) oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun;

11. Membuat SKUM perkara permohonan untuk membayar panjar perkara kepada bagian keuangan perkara/bendahara penerima;

12. Mendaftarkan perkara kedalam buku register perkara berdasarkan nomor urut kwitansi pembayaran;

13. Menyerahkan berkas perkara permohonan yang telah memenuhi syarat kepada Wakil Panitera untuk diteliti dan diteruskan kepada ketua majelis setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Agama Sarolangun;

14. Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait; 15. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul;

16. Mengevaluasi prestasi kerja bawahannya;

17. Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya;

18. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan; 19. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan; 20. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan;

21. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persindangan Pengadilan Agama Sarolangun.

(14)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 14

Panitera Muda Hukum:

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Arsad, Lc. mulai dari tanggal 04 Januari 2010 sampai dengan sekarang. Secara umum Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan hukum, mengumpulkan, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Sarolangun bertugas mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyimpan arsip berkas perkara yang masih berlaku, melakukan administrasi pembinaan hukum agama, melaksanakan hisab rukyat dan tugas lain di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu wakil panitera dalam penyelenggarakan administrasi kepaniteraan hakim;

2. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan; 3. Memimpin satuan kerja Kepaniteraan Hukum;

4. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun; 5. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan;

6. Membagi tugas kepada bawahan dan menentukan penanggung jawab kegiatan; 7. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan;

8. Memantau pelaksanaan tugas bawahan;

9. Menerima, mencatat, mengolah, menyalurkan dan menyelesaikan surat-surat masuk/keluar bagian Kepaniteraan;

10.Mengumpulkan bahan pembinaan Hukum Agama Islam tentang Peradilan Agama dan Hisab Rukyat;

11.Mengkoordinir pelaksanaan Hisab dan Rukyat serta pelaksanaan syahadah Rukyatulhilal berdasarkan petunjuk atasan;

12.Memberikan pelayanan tenaga Rohaniwan Islam sesuai dengan petunjuk atasan; 13.Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait;

14.Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul; 15.Mengevaluasi prestasi kerja bawahannya;

16.Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya pada setiap akhir tahun; 17.Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan;

(15)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 15 19.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan;

20.Mengumpulkan, mengelola dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyusun laporan perkara, menyimpan arsip berkas perkara, daftar notaris, nasehat hukum serta tugas lain yang diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan;

21.Mengkoordinir pelaksanaan penerimaan pengaduan dan pelaporannya serta melaksanakan pemeriksaan pengaduan atas perintah dari pimpinan pengadilan (ketua) atau pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia sesuai dengan KMA 076/SK/VI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang pedoman pelaksanaan pengaduan lembaga peradilan;

22.Membuat register pengaduan masyarakat.

Kepala Urusan Kepegawaian:

Kepala Urusan Kepegawaian Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Arief

Mustaqim, S.E.I. mulai dari tanggal 31 Febuari 2010 sampai dengan sekarang. Secara

umum Kepala Urusan Kepegawaian Pengadilan Agama Sarolangun bertugas merencanakan dan melaksanakan pengurusan kepegawaian di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Kepala Urusan Kepegawaian Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu Wakil Sekretaris dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan Urusan Kepegawaian;

2. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan disidang Urusan Kepegawain;

3. Mengurus hak-hak pegawai dibidang kepegawaian;

4. Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait; 5. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul;

6. Mengevaluasi prestasi kerja bawahan pada Urusan Kepegawain; 7. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan;

8. Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya pada setiap akhir tahun;

9. Menyiapkan daftar untuk penilaian pekerjaan bagi seluruh pegawai Pengadilan Agama Sarolangun pada akhir tahun;

10.Menyiapkan daftar hadir untuk seluruh karyawan dan merekap serta mengarsipkannya sebagai bahan laporan kepegawaian;

(16)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 16 11.Membuat semua data pada Urusan Kepegawaian;

12.Membuat laporan tentang segala macam mutasi dibidang kepegawaian; 13.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan;

14.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan.

Kepala Urusan Keuangan:

Kepala Urusan Keuangan Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh

Muhammad Basri, S.Ag., S.H. mulai dari tanggal 22 Juni 2009 sampai dengan

sekarang. Secara umum Kepala Urusan Keuangan Pengadilan Agama Sarolangun bertugas merencanakan dan melaksanakan pengurusan keuangan di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Kepala Urusan Keuangan Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu wakil sekertaris yang memimpin pelaksanaan tugas bagian keuangan ; 2. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun;

3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan bersama-sama Bagian Umum; 4. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan di bidang Bagian

Keuangan;

5. Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait; 6. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul;

7. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan; 8. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan;

9. Membuat laporan tentang Keuangan secara berkala/sesuai dengan aplikasi; 10.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan;

Kepala Urusan Umum:

Kepala Urusan Umum Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh Paisul

Batubara, S.Ag. mulai dari tanggal 22 Juni 2009 sampai dengan sekarang. Secara

umum Kepala Urusan Umum Pengadilan Agama Sarolangun bertugas merencanakan dan melaksanakan pengurusan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan di lingkungan Pengadilan Agama Sarolangun serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan

(17)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 17 kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sarolangun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara detail Kepala Urusan Umum Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Membantu wakil sekretaris dan memimpin pelaksanaan tugas bagian umum; 2. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun;

3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan;

4. Membagi tugas kepada bawahan dan menentukan penanggung jawab kegiatan; 5. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan;

6. Memantau pelaksanaan tugas bawahan;

7. Memberi penilaian pekerjaan untuk bawahannya pada setiap akhir tahun;

8. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang Bagian Umum;

9. Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait; 10.Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul;

11.Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan; 12.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan;

13.Membuat Laporan Tahunan (LT), Laporan Mutasi Barang Triwulan(LMBT) dan Kartu Inventaris Barang (KIB), dan lain-lain yang berkaitan dengan umum; 14.Mengusulkan penghapusan barang milik negara/kekayaan Negara;

15.Mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan; 16.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.

Panitera Pengganti:

Panitera Pengganti Pengadilan Agama Sarolangun dijabat 2 (dua) orang yaitu:

Armi Herawati, S.H. dan Dra. Zuriah mulai dari 03 Januari 2010 sampai dengan

sekarang. Secara umum Panitera Pengganti Pengadilan Agama Sarolangun bertugas membantu Hakim dalam hal : mengikuti dan mencatat jalannya persidangan perkara, membuat PHS, membuat Berita Acara Persidangan, mengetik Putusan/Penetapan, membuat laporan tentang penundaan hari sidang dan perkara yang sudah diputus berikut amar putusannya, meminutasi perkara yang sudah selesai, mengevaluasi dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.

Secara detail Panitera Pengganti Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

(18)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 18 1. Membantu Majelis Hakim dalam persidangan dan mencatat hal-hal yang

berkaitan dalam proses persidangan sesuai dengan hukum acara; 2. Bertanggung jawab atas kebenaran catatan tersebut;

3. Mengisi rekapitulasi perkara setiap persidangan;

4. Meneliti dan menandatangani Putusan dan atau Penetapan bersama Majelis Hakim;

5. Membantu Hakim dalam hal :

a. membuat Penetapan Hari Sidang b. membuat Penetapan Sita Jaminan

c. membuat berita acara persidangan yang harus selesai sebelum sidang berikutnya

d. mengetik putusan

6. Melaporkan kepada Panitera Muda untuk dicatat dalam register perkara : a. penundaan hari-hari sidang

b. perkara yang sudah putus berikut amar putusannya

7. Menyerahkan berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda Hukum dengan buku ekspedisi;

8. Melayani Majelis Hakim dalam proses kelengkapan berkas perkara yang masih berjalan;

9. Membantu tugas Hakim dalam menangani sisa perkara yang akan dilaporkan kepada Ketua Pengadilan Agama Sarolangun cq. Panitera Muda Hukum pada setiap akhir bulan;

10.Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan; 11.Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan; 12.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.

Jurusita Pengganti:

Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Sarolangun dijabat oleh 3 (tiga) orang Pegawai yaitu: Syahrun Mubarak, A.Md., Witman, S.H.I. dan Enita. Secara umum Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Sarolangun bertugas membantu Majelis Hakim dalam pemanggilan para pihak atau saksi-saksi untuk menghadiri persidangan, pengucapan ikrar talak, melaksanakan penyitaan, menjalankan putusan Hakim (eksekusi), menyampaikan pemberitahuan isi putusan, membuat berita iklan/pengumuman dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.

(19)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 19 Secara detail Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Sarolangun mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut:

1. Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Sarolangun, Ketua Majelis dan Panitera atau Panitera Pengganti;

2. Membantu Majelis Hakim dalam upaya mewujudkan proses pemeriksaan dan mengadili secara seksama, cepat dan biaya ringan sesuai hukum acara;

3. Melaksanakan tugas kejurusitaan antara lain : Pemanggilan terhadap para pihak yang berperkara, Saksi-saksi Ahli, pemanggilan untuk tegoran, pemanggilan untuk persidangan, pengucapan ikrar thalak dan penyitaan;

4. Menyampaikan pemberitahuan isi putusan, Banding, Kasasi dan atau Peninjauan Kembali;

5. Menjalankan putusan Hakim (Eksekusi);

6. Membuat berita iklan/Pengumuman bagi perkara ghoib; 7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasannya;

B. STANDART OPRASIONAL PROSEDUR (SOP).

Menyusun pedoman prosedur operasional standar ( SOP ) yang efektif pada dasarnya menunjukan bahwa organisasi mempunyai kemauan memperbaiki langkah-langkah kegiatan serta pengambilan keputusan dan memperbaruinya sesuai dengan tuntutan perubahan yang dialami.

Pedoman atau manual SOP adalah salah satu modal paling penting bagi organisasi untuk mengendalikan seluruh keputusan dan kegiatan yang dilakukannya dalam koridor yang sistematis dan efektif. Semakin besar organisasi, semakin besar pula tuntutan untuk mempunyai perangkat kontrol yang memadai. Semua itu hanya bisa terwujud apabila organisasi memiliki panduan yang jelas tentang pengambilan keputusan dan kegiatannya.

I. STANDART OPRASIONAL PROSEDUR (SOP) BIDANG

KEPANITERAAN

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan dalam rangka penyelesaian perkara pengadilan Agama Sarolangun merumuskan standar langkah-langkah atau prosedur yang harus dilakukan/ ditempuh oleh pencari keadilan maupun pihak pengadilan itu sendiri.

Standar Operasional Prosedur berperkara di Pengadilan Agama Sarolangun terbagi kepada 15 item sebagaimana akan diuraikan dibawah ini :

(20)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 20 1. SOP Tentang Penerimaan dan Biaya perkara

2. SOP Tentang Pencatatan/Pemberkasan.

3. SOP Tentang Penerimaan Perkara dengan pembayaran Cuma-Cuma (Prodeo). 4. SOP Tentang Pemanggilan

5. SOP Tentang Prosedur Mediasi

6. SOP Tentang Penyelesaian perkara oleh Majelis Hakim 7. SOP Tentang Sita Jaminan dan eksekusi

8. SOP Tentang pengembalian sisa panjar

9. SOP Tentang Pengambilan/Penyampaian Salinan Putusan danAktaCerai 10. SOP Tentang Publikasi putusan

11. SOP Tentang Permohoan Banding 12. SOP Tentang Permohonan Kasasi

13. SOP Tentang Permohonan Peninjauan Kembali 14. SOP Tentang pengarsipan

15. SOP Tentang Pengaduan.

1. SOP Tentang Penerimaan dan Biaya perkara

- Pemohon/Penggugat atau kuasanya datang menghadap Petugas meja I dengan membawa surat permohonan/ gugatan /verzet/ permohonan Banding/ permohonan kasasi/ permohonan Peninjauan kembali atau permohonan Eksekusi sebanyak jumlah Termohon/Tergugat ditambah 5 rangkap. Jika Penggugat/Pemohon tidak bisa menulis dan membaca maka pihak Pengadilan Agama dapat membantu membuatkan gugatan lisan.Pihak yang berperkara dapat juga meminta bantuan penjelasan Petugas meja I, Paling lama 30 menit

- Petugas meja I menaksir panjar biaya perkara dan dituangkan dalam SKUM (tiga lembar) lembar pertama warna putih, lembar kedua warna kuning dan lembar ketiga warna merah, paling lama 5 menit

- Petugas meja I menyerahkan kembali surat gugatan/permohonan tersebut beserta Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) kepada Penggugat/Pemohon atau Kuasanya serta mempersilahkan agar membayar panjar biaya perkara sebagaimana tertera dalam SKUM ke Bank, paling lama 5 menit

- Penggugat/Pemohon atau Kuasanya membayar panjar biaya perkara ke Bank yang telah ditentukan sejumlah yang tertera pada SKUM dengan surat pengantar ke Bank yang telah ditentukan, paling lama 30 menit.

(21)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 21 - Penggugat/Pemohon atau Kuasanya menyerahkan surat gugatan/permohonan

disertai dengan slip bukti penyetoran panjar biaya perkara yang telah divaliditasi oleh Bank ke kasir Pengadilan Agama MuaraBulian.paling lama 1 menit.

- Kasir mencatat panjar biaya perkara yang tertera pada slip setoran tersebut ke dalam buku jurnal keuangan perkara, menandatangani dan memberi tanda lunas pada SKUM (3 rangkap), membubuhkan nomor perkara dan tanggal penerimaan perkara pada SKUM dan pada surat gugatan/permohonan sesuai dengan nomor dan tanggal hari pencatatan pada jurnal keuangan perkara, paling lama 10 menit

- Kasir setelah menyimpan SKUM lembar ketiga (merah) menyerahkan surat gugatan/permohonan beserta SKUM lembar pertama (putih), lembar kedua (kuning) dan slip setoran panjar biaya perkara kepada Penggugat/Pemohon atau Kuasanya untuk didaftarkan pada petugas meja II, paling lama 5 menit.

2. SOP Tentang Pencatatan/Pemberkasan.

- Petugas II meja memeriksa kelengkapan berkas perkara dan mencatat perkara tersebut kedalam buku register induk perkara, kemudian menyerahkan 1 rangkap surat gugatan/permohbnan berikut SKUM lembar pertama (putih) kepada Penggugat/Pemohon, paling lama 15 menit. Proses pendaftaran perkara telah selesai, selanjutnya pihak berperkara dapat meninggalkan Pengadilan untnk menunggu panggilan sidang oleh Juru Sita/Jurusita Pengganti di tenipat kediamannya masing-masing.

- Petugas meja II menyerahkan berkas perkara kepada Panitera Muda Gugatan/Permohonan untuk diperiksa kelengkapannya, paling lama 15 menit. Selanjutnya berkas tersebut diserahkan kepada Wakil Panitera untuk diteruskan kepada Panitera, selanjutnya kepada Ketua Pengadilan guna ditunjuk majelis hakimnya yang menangani perkara tersebut.

- Setelah mempelajari berkas perkara, Ketua Pengadilan Agama menunjuk Majelis Hakim yang akan menyidangkan dalam formulir PMH dan mengembalikannya kepada Panitera untuk menunjuk Panitera sidang yang akan mendapingi Majelis Hakim,paling lama 15 menit.

- Panitera mengembalikan berkas kepada petugas Meja II selanjutnya petugas Meja II mencatat PMH dan PPP dalam buku register induk perkara, paling lama 10 menit.

- Petugas Meja II menyerahkan berkas perkara kepada Majelis Hakim yang ditunjuk untuk dipelajari dan ditentukan hari sidangnya, paling lama 5 menit.

(22)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 22

3. SOP Tentang Penerimaan Perkara dengan pembayaran Cuma-Cuma

(Prodeo).

- Pemohon/Penggugat atau kuasanya menghadap petugas Meja I dan menyerahkan surat Permohonan/Gugatan yang mencantumkan alasan dan permintaan berperkara secara prodeo, paling lama 2 menit.

- Petugas Meja I mempelajari surat permohonan/gugatan dan membuat Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) yang ditulis dengan Rp.O,- sebanyak 3 rangkap dan menyerahkannya kepada kepada Pemohon/Penggugat. Paling lama 10 menit.

- Pemohon/Penggugat atau kuasanya menyerahkan surat Gugatan/ Permohonan kepada Kasir disertai dengan SKUM selanjutnya Kasir mencatat dalam buku jurnal panjar Rp.O,- dan memberi nomor register pendaftaran pada SKUM dan permohonan/gugatan sesuai dengan nomor jurnal dan menyerahkan kembali kepada Pemohon/Penggugat, paling lama 15 menit. Pihak berperkara menyerahkan surat gugatan dan kelengkapannya kepada petugas Meja II untuk dicataf dalam buku register Perkara dan meneruskan berkas sebagaimana prosedur diatas, paling lama 10 menit.

4. SOP Tentang Pemanggilan

- Ketua Majelis Hakim yang ditunjuk menandatangani PHS setelah bersama sepakat dengan anggota majelis, membagi salinan surat gugatan/permohonan kepada hakim anggota majelis dan memerintahkan kepada Jurusita /Jurusita Pengganti untuk memanggil para pihak berperkara dengan instrumen panggilan,paling lama 15 menit.

- Pemanggilan pertama Termohon/Tergugat dengan melampirkan surat permohonan/gugatan.

- Pemanggilan untuk Termohon/Tergugat yang tidak diketahui tempat tinggalnya untuk perkara perceraian melalui mass media untuk sidang 4 bulan yang akan datang sebanyak 2 kali. Jarak panggilan pertama dengan kedua satu bulan, dan jarak panggilan kedua dengan hari sidang minimal 3 bulan

- Pemanggilan Termohon/Tergugat yang tidak diketahui alamatnya dalam perkara selain perceraian dilaksanakan melalui Pemerintah Daerah setempat dan menempelkan panggilan tersebut pada papan pengumuman pengadilan tersebut.

- Pemanggilan Termohon/Tergugat yang berada dalam wilayah hukum pengadilan lain dengan meminta bantuan pengadilan tersebut dengan melampirkan 1 rangkap Surat Permohonan/gugatan dan mengirimkan biaya

(23)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 23 panggilan sesuai dengan ketentuan radius jarak tempat yang dipanggil dengan pengadilan melaksanakan panggilan.

- Surat pemanggilan terhadap pihak yang berada diluar negeri ditujukan kepada Kementrian Luar Negeri/ Ditjen Konsulat dengan tenggang waktu persidangan minimal 6 bulan.

- Setelah panggilan dilaksanakan/datang diserahkan kepada Majelis Hakim yang menangani perkara melalui Panitera Pengganti, paling lama 5 menit.

5. SOP Tentang Prosedur Mediasi

- Apabila persidangan dihadiri kedua belah pihak, proses mediasi harus dilakukan dan untuk persidangan harus ditunda untuk paling lama 40 hari dan dapat diperpanjang selarna 14 hari

- Ketua Majelis Memberi petunjuk tentang pemilihan mediator, menunjukan daftar mediator dan menawarkan kepada para pihak untuk memilih mediator kemudian membuat Penetapan mediator yang disepakati, paling lama 30 menit.

- Pemilihan mediator dapat ditunda dalam 2 hari dan bila tidak terdapat kesepakatan antara kedua belah pihak, Ketua majelis menunjuk salah seorang mediator yang terdaftar di pengadilan untuk menjalankan fungsi mediasi. - Proses mediasi diawali dengan memperkenalkan diri mediator, menjelaskan

proses mediasi oleh mediator serta hak dan tanggung jawab pihak-pihak dan mediator.paling lama 10 menit.

- Mediasi dilanjutkan dengan menerima resume dari para pihak, membahas usulan-usulan dan opsi lain, mengadakan kaukus bila perlu, mengakhiri dan membuat laporan mediasi, paling lama 3 hari.

- Jika mediasi berhasil, maka untuk perkara perceraian dibuatkan kesepakatan damai dan perkaranya dicabut dipersidangan, sedangkan untuk perkara selainnya dibuat kesepakatan perdamaian dan akan dibuatkan akta damai di persidangan, paling lama 2 hari.

- Setelah proses mediasi berkas perkara dan laporan mediasi diserahkan kepada Majelis Hakim sesuai dengan PMH semula, paling lama 10 menit.

6. SOP Tentang Penyelesaian Perkara Oleh Majelis Hakim

- Panitera Pengganti menyiapkan berkas perkara yang akan disidangkan beserta peralatan persidangan lainnya sebelum Majelis Hakim memasuki ruang siding, paling lama 5 menit,

(24)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 24 - Persidangan dilaksanakan pada pkl. 09.00 WIB kecuali dalam hal tertentu

dapat dilaksanakan lebih lambat setelah mengumumkan terlebih dahulu. - Petugas keamanan (Satpam) bertanggung jawab terhadap keamanan

persidangan dan memeriksa setiap pengunjung yang dicurigai dan memastikan tidak ada yang membawa senjata api/senjata tajam.

- Petugas/Panitera sidang memanggil para pihak untuk memasuki ruang persidangan dengan pengeras suara sesuai dengan nomor urut antrian.

- Persidangan dapat ditunda untuk beberapa kali pada hari yang lain sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.

- Majelis Hakim harus memeriksa dan memutus perkara selambat-lambatnya 6 bulan sejak perkara didaftarkan, jika belum putus Ketua Majelis harus melaporkan keterlambatan tersebut kepada Ketua Mahkamah Agung melalui Ketua Pengadilan Agama Sarolangun.

- Pada waktu diucapkan putusan/ penetapan harus sudah jadi (dalam bentuk hard copy) dan setelah itu langsung ditanda tangani Majelis Hakim dan Panitera Pengganti.

- Majelis Hakim memberitahukan kepada para pihak yang hadir bahwa salinan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dapat diambil melalui meja III dalam jangka waktu 14 hari setelah diberitahukan kepada pihak yang tidak hadir.

7. SOP Tentang Sita Jaminan dan Eksekusi

- Petugas Meja I/ Panitera Muda Gugatan meneliti kelengkapan berkas yang akan dilakukan sita jaminan dan menghitung panjar biaya dan menuangkan dalam SKUM, paling lama 10 menit.

- Setelah Pemohon membayar panjar biaya, Panitera menunjuk Juru Sita dan mencatat dalam register penyitaan, paling lama 20 menit.

- Juru Sita melakukan pemberitahuan pelaksanaan sita paling lama 3 hari setelah menerima berkas ska dan melaksanakan sita 14 hari setelah pemberitahuan sita.

- Untuk eksekusi, Petugas Meja I menerima surat permohonan Eksekusi dari Pemohon dan meneruskannya kepada panitera dan Ketua Pengadilan Agama,

- Panitera Muda Permohonan meneliti kelengkapan berkas dan menghitung panjar biaya dan menuangkannya dalam SKUM dan mencatat dalam register eksekusi.

(25)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 25 - Setelah Pemohon eksekusi membayar panjar biaya, Panitera/Wakil Panitera

menunjuk Juru sita dan memerintahkannya untuk melaksanakan panggilan aanmaning yang akan dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Agama dibantu Panitera. -

- Ketua Pengadilan Agama membuat penetapan eksekusi, paling lama 15 menit.

- Jura Sita melakukan pemberitahuan eksekusi kepada para pihak paling lama 3 hari setelah menerima berkas eksekusi dan mengkordinasikannya dengan instansi terkait

- Jura Sita melaksanakan sita Eksekusi dan eksekusi dan menyerahkan berkas kepada panitera setelah selesai eksekusi

- Untuk eksekusi lelang setelah dilaksanakan sita, Panitera Muda Gugatan mempersiapkan surat permohonan pelaksanaan lelang ke Kantor Lelang paling lama 2 hari setelah penetapan eksekusi lelang dari Ketua Pengadilan Agama.

8. SOP Tentang Pengembalian Sisa Panjar

- Setelah Majelis Hakim membacakan putusan dalam sidang yang terbuka untuk umum, kemudian Ketua Majelis membuat perincian biaya yang telah diputus dan diberikan kepada Pemegang Kas untuk dicatat dalam Buku Jurnal Keuangan Perkara dan Buku Induk Keuangan Perkara,paling lama 15 menit. - Pemohon / Penggugat selanjutnya menghadap kepada Pemegang Kas untuk

menanyakan perincian penggunaan panjar biaya perkara yang telah ia bayarkan, dengan memberikan infbrmasi nomor perkaranya.

- Kasir berdasarkan Buku Jumal Keuangan Perkara memberi penjelasan mengenai rincian penggunaan biaya perkara kepada Pemohon/Penggugat Apabila terdapat sisa panjar biaya perkaranya, maka Pemegang Kas membuatkan kwitansi pengembalian sisa panjar biaya perkara dengan menuliskan jumlah uang sesuai sisa yang ada dalam buku jurnal dan diserahkan kepada Pemohon / Penggugat untuk ditanda tangani, paling lama 10 menit,

Kwitansi pengembalian sisa panjar biaya perkara terdiri dari 3 (tiga) lembar: • Lembar pertama untuk kasir.

• Lembar kedua untuk Pemohon / Penggugat

• Lembar ketiga untuk dimasukkan ke dalam berkas perkara

- Pemohon / Penggugat setelah menerima kwitansi pengembalian sisa panjar biaya perkara dan menanda tanganinya, kemudian menyerahkan kembali kwitansi tersebut kepada Kasir, paling lama 2 menit.

(26)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 26 - Kasir menyerahkan uang sejumlah yang tertera dalam kwitansi tersebut

beserta tindasan pertama kwitansi kepada pihak Pemohon/Penggugat. Apabila Pemohon / Penggugat tidak hadir dalam sidang pembacaan putusan atau Tidak

mengambil sisa panjarnya pada hari itu, maka oleh Panitera melalui surat akan diberitahukan adanya sisa panjar biaya perkara yang belum ia ambil. Dalam pemberitahuan tersebut diterangkan bahwa bilamana Pemohon / Penggugat tidak mengambil dalam waktu 6 (enam) bulan, maka uang sisa panjar biaya perkara tersebut akan dikeluarkan dari Buku Jurnal Keuangan yang bersangkutan dan dicatat dalam buku tersendiri sebagai uang tak bertuan (1948 KUHPerdata), yang selanjutnya uang tak bertuan tersebut akan disetorkan ke Kas Negara, paling lama 7 hari sejak putusan BHT.

9. SOP Tentang Penyampaian Salinan Putusan dan Akta Cerai

- Panitera meneliti salinan putusan/penetapan yang akan disampaikan kepada para pihak dan membuat serta menanda tangani pernyataan bahwa Salinan tersebut sesuai dengan aslinya, paling lama 10 menit.

- Petugas Meja III menghitung lembaran salinan putusan/penetapan dan mencatatnya dalam intrumen kemudian menyerahkan kepada para pihak untuk membayar biaya salinan putusan/penetapan ke Kasir sesuai aturan yang ada, paling lama 5 menit.

- Petugas Meja III menyerahkan salinan putusa/penetapan kepada para pihak setelah menerima bukti pembayaran biaya pengambilan salinan putusan dan membuat tanda terima bukti penyerahan, paling lama 5 menit

- Penyampaian salinan putusan/penetapan bagi pihak yang tidak hadlr di persidangan dengan mengirimkannya melalui pos,paling lama 14 hari setelah putusan dijatuhkan.

- Panitera menyampaikan salinan putusan perceraian yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap /penetapan ikrar talak kepada pegawai pencatat nikah yang wilayahnya tempat tempat kediaman kedua pihak dan tempat perkawinan dilangsungkan melalui pos, paling lama 30 hari setelah putusan BHT.

- Panitera membuat dan menanda tangani Akta Cerai setelah putusan berkekuatan hukum tetap kemudian menyerahkan kepada para pihak melalui Meja III,paling lama 15 menit.

(27)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 27

10. SOP Tentang Publikasi putusan

- Petugas menghimpun dan meneliti putusan-putusan yang akan dipublikaslkan, paling lama 15 menit.

- Petugas melakukan anonimasi terhadap salinan putusan yang akan di publikasikan, paling lama 20 menit

- Petugas melakukan check dan recheck terhadap hasil anonimasi salinan putusan, paling lama 15 menit

- Petugas mempublikasikan setiap salinan putusan yang telah siap melalui website masing-masing pengadilan, paling lama 15 menit

- Pengadilan mempublikasikan setiap putusan yang yang telah dibacakan oleh Majelis Hakim, melalui website masing-masing pengadilan, paling lambat 2 hari sejak dibacakan

- Salinan Putusan yang dipublikasikan harus terlebih dahulu dianonimisasi sesuai dengan ketentuan SK KMA No. 144/2007, paling lambat 1 hari sejak dibacakan

11. SOP Tentang Permohonan Banding

- Pemohon Banding menghadap petugas Meja I untuk mertgajukan Banding. - Petugas Meja I Mengklarifikasi nomor perkara dan tanggal putus, apakah

masih dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan dibacakan/diberitahukan, kemudian membuat SKUM dan Akta Pernyataan Banding, paling lama 20 menit.

- Pemohon Banding membayar panjar biaya Banding ke Bank yang telah ditentukan sesuai dengan yang tertera dalam SKUM, paling lama 30 menit. - Kasir menerima Akta Pernyataan Banding disertai asli SKUM dan bukti

setoran ke Bank dan membukukan panjar biaya banding pada jurnal keuangan banding, member nomor register pendaftaran pada SKUM dan menyerahkan kembali Akta Pernyataan Banding ke pada Pemohon Banding, paling lama 15 menit.

- Petugas Meja II menerima Akta Pernyataan Banding dari pemohon banding kemudian menyerahkan kepada Panitera untuk ditanda tangani, paling lama 5 menit.

- Petugas Meja II mencatat dalam register induk perkara dan menyerahkan satu rangkap kepada Pemohon banding, paling lama 5 menit.

- Petugas Meja III menerima berkas permohonan Banding dan melengkapi dengan salinan putusan dan relaas pemberitahuan isi putusan, paling lama 10 menit.

(28)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 28 - Tujuh hari setelah permohonan banding diajukan, Jura Sita yang ditunjuk

memberitahukan permohonan banding kepada Termohon Banding diikuti dengan pemberitahuan/ penyerahan memori banding dan kontra memori banding bila ada dengan menggunakan relaas pemberitahuan/penyerahan yang kemudian diikuti dengan relaas pemeriksaan berkas.

- Petugas Meja III menyerahkan bundel A dan bundel B yang sudah diteliti kelengkapannya untuk diteliti lagi dan dibuatkan Surat Pengantar pengiriman berkas perkara Banding ke PTA sebanyak 4 rangkap, satu untuk Pemohon Banding, satu untuk Termohon banding, satu untuk PTA dan satu lagi disimpan sebagai arsip Pengadilan Agama, paling lama 15 menit.

- Petugas Meja III mengirimkan biaya banding ke PTA melalui bank yang ditunjuk, paling lama 15 menit.

- Petugas menggandakan berkas banding untuk disimpan sebagai arsip Panmud Hukum dan mengirimkan asli bundel A dan bundel B ke PTA, paling lama 30 menit.

12. SOP Tentang Permohonan Kasasi

- Pemohon kasasi menghadap meja I untuk mengajukan permohonan kasasi secara tertulis atau lisan melalui pengadilan agama/mahkamah syar'iah yang memutus perkara dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sesudah penetapan/putusan pengadilan tinggi agama diberitahukan kepada Pembanding dan Terbanding.

- Petugas meja I melakukan crocs check nomor perkara dengan buku register, membuat SKUM dan membuat Akta Pernyataan Kasasi, paling lama 20 menit

- Pemohon kasasi membayar biaya perkara kasasi melalui bank yang ditunjuk - Kasir menerima Pernyataan Kasasi, SKUM, slip setoran ke bank,

membukukan uang panjar dalam jurnal, member nomor registrasi dan menyerahkan kembali Akta Pernyataan kasasi dan SKUM asli kepada pemohon kasasi, paling lama 15 menit.

- Petugas meja II menyerahkan Akta Pernyataan Kasasi kepada panitera untuk ditanda tangani dan mencatat dalam buku induk perkara kasasi.

- Petugas meja III memberitahukanpermohonan kasasi secara tertulis kepada pihak lawan, selambat- lambatnya 7 (tujuh) hari setelah permohonan kasasi terdaftar.

- Petugas meja III melengkapi berkas permohonan kasasi dengan bundle A, salinan putusan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.

(29)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 29 - Pemohon kasasi wajib menyampaikan memori kasasi dalam tenggang waktu

14 (empat belas) hari setelah permohonannya didaftar.

- Panitera pengadilan tingkat pertama memberitahukan dan menyampaikan salinan memori kasasi kepada pihak lawan dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya memori kasasi.

- Pihak lawan dapat mengajukan surat jawaban terhadap memori kasasi kepada Mahkamah Agung selambat- lambatnya dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya salinan memori kasasi.

- Panitera pengadilan tingkat pertama mengirimkan berkas kasasi kepada Mahkamah Agung selambat- lambamya dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya memorikasasi dan jawaban memori kasasi. - Panitera Mahkamah Agung mengirimkan salinan putusan kepada pengadilan

agama/mahkamah syar'iah untuk selanjutnya disampaikan kepada para pihak.

- Setelah putusan disampaikan kepada para pihak maka panitera: a. Untuk perkara cerai talak :

- Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil kedua belah pihak.

- Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari.

b. Untuk perkara cerai gugat:

Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

13. SOP Tentang Permohonan Peninjauan Kembali

- Petugas menerima dan membuatkan permohonan Pe-ninjauan Kembali dari pemohon PK, paling lama 10 menit.

- Petugas mengklarifikasi nomor perkara dan tanggal putus dan melakukan cross-check dengan Buku Induk Register Gugatan/ Permohonan dan Buku Induk Register Kasasi, paling lama 15 menit.

- Petugas menghitung hari apakah permohonan Peninjauan Kembali diajukan masih dalam tenggang waktu 180 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau sejak ditemukannya bukti baru (novum), palhig lama 5 menit.

- Petugas Meja I membuatkan SKUM, paling lama 5 menit.

- Pemohon PK membayar biaya panjar ke bank yang ditunjuk.paling lama 30 menit.

(30)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 30 - Petugas Meja I membuat Akta Pernyataan Peninjauan Kembali yang ditanda

tangani Pemohon Peninjauan Kembali yang belum ditandatangani panitera, paling lama 5 menit.

- Kasir menerima Akta Pernyataan Peninjauan Kem-bali disertai dengan asli SKUM dari Pemohon Peninjauan Kembali,

- Kasir membukukan uang pan-jar biaya Peninjauan Kembali yang tercantum dalam SKUM pada Buku Jurnal Keuangan Per-mohonan Penin-jauan Kembali, memberi nomor re-gistrasi pendaftaran pada SKUM. Kasir menyerahkan kembali Akta Pernyataan Peninjauan Kembali beserta asli SKUM kepa-da Pemohon Peninjauan Kembali

- Petugas meja II menerima Akta Pernya-taan Peninjauan Kembali dan asli SKUM dari Pemohon Peninjauan Kembali dan menyerahkan Akta Pernyataan Peninjauan Kembali ke-pada Panitera untuk ditanda tangani, paling lama 5 menit.

- Petugas meja II mencatat dalam register induk perkara Peninjauan Kem-bali sesuai dengan nomor re-gistrasi pendaftaran yang ada di dalam SKUMdan menyerahkan 1 (satu) rangkap Akta Pemyataan Penin-jauan Kembali yang telah ditanda tangani Panitera dan Stempel Pengadilan kepada Pemohon Peninjauan Kembali beserta lembar pertama SKUM, paling lama 10 menit.

- Petugas meja III menerima berkas permohonan Peninjauan Kembali melalui Panmud Hukum dengan menggunakan buku ekspedisi dan melengkapi berkas permohonan Peninjauan Kembali dengan Bundel A, salinan putusan tingkat pertama, banding dan kasasi, Akta Pernyataan Permohonan Peninjauan Kembali, dan relaas pemberitahuan isi putusan, paling lama 20 menit.

- Petugas Meja III membuat daftar check-list kelengkapan berkas Peninjauan Kembali sebagai kontrol proses perkara.

- Petugas memberitahukan permohonan Peninjauan Kembali kepada termohon Peninjauan Kembali dengan disertai alasan-alasan permohonan peninjauan kembali dari pemohon PK.

- Petugas Meja III menerima Alasan-alasan Peninjauan Kembali dari pemohon Peninjauan Kembali pada saat pemohon mendaftarkan permohonan PK.

- Petugas memberitahukan / menyerahkan alasan Peninjauan Kembali kepada termohon Peninjauan Kembali dengan menggunakan relaas pemberitahuan/penyerahannya

- Petugas menerima jawaban dari tennohon atas alasan permohonan PK dalam jangka waktu 30 hari setelah menerima Alasan permohonan PK.

(31)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Sarolangun 2011

Website : www.pa-sarolangun.go.id | email : [email protected] 31 - Petugas menyerahkan Bundel A dan Bundel B yang sudah diteliti

kelengkapannya ke Panitera melalui Wakil Panitera untuk diteliti kembali sebelum dikirim ke Mahkamah Agung.

- Panitera membuat Surat Pengantar pengiriman berkas perkara Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung yang dibuat dalam rangkap 5,: 1 rangkap untuk Mahkamah Agung, 2 rangkap ditembuskan kepada para pihak, 1 rangkap untuk tembusan kepada PTA dan 1 rangkap disimpan sebagai arsip.

- Petugas mengirimkan Bundel A dan Bundel B perfcara Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.

- Biaya perkara Peninjauan Kembali dikirim ke Mahkamah Agung melalui bank dan bukti setoran bank untuk perkara Peninjauan Kembali tersebut dimasukkan dalam bundel B yang dikirim ke Mahkamah Agung.

- Petugas memphotocopy Isi dari bundel B untuk disimpan sebagai arsip oleh Panmud Hukum, paling lama 30 menit.

14. SOP Tentang pengarsipan

- Panitera Muda Hukum mendata dan memisahkan arsip aktif dan tidak aktif, paling lama 20 menit.

- Petugas arsip menyusun arsip berkas perkara yang masih aktif secara vertikal/ horizontal sesuai dengan situasi dan kondisi ruangan, paling lama 20 menit.

- Petugas arsip menata arsip berkas perkara ke dalam box arsip dengan diberikan catatan:

a. Nomor unit box. b. Tahun perkara. c. Jenis perkara. d. Nomor unit perkara

- Petugas arsip membuat daftar isi yang ditempel dalam box arsip dan menyusun arsip menurut jenis perkara dan memisahkan arsip menurut klasitikasi perkaranya serta menyimpan dalam box tersendiri, paling lama 20 menit.

- Petugas arsip menghimpun salinan resmi putusan untuk dijilid sesuai klasifikasi masing-masing dan menyimpannya di perpustakaan.paling lama 10 menit.

- Petugas arsip memasukkan berkas perkara dalam box, dan menyimpannya dalam rak/almari, paling lama 10 menit.

Referensi

Dokumen terkait

Panitera sebagai sekretaris juga sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Pengadilan Negeri Unaaha dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara dalam

Tugas Pokok : Membantu Panitera dalam merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis di bidang administrasi perkara dan peradilan di lingkungan Pengadilan

sistem peradilan dengan program antara lain; Sistem Informasi Perkara, Sistem Informasi Kepegawaian, dan Keuangan melalui Website : www.dilmil-surabaya.go.id kemudian

Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Panitera Pengadilan Negeri Semarang, Hakim Pengadilan Agama Semarang, Panitera

Tugas Pokok : Merencanakan dan melaksanakan administrasi perkara perdata, menerima perkara perdata (masuk, banding, kasasi, peninjauan kembali, konsiyasi, gugatan,

- Melaksanakan tugas persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding. - Mempelajari berkas perkara yang akan disidangkan. - Bersama-sama dengan Hakim Anggota

Adapun hal-hal yang berkaitan dengan pengaduan masyarakat terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Hakim, Panitera, Jurusita dan Pegawai melalui aplikasi SIWAS

Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi dan percepatan kinerja di lingkungan Mahkamah Agung yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat