• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1 PT. INDOMO MULIA 3.1.1 PROFIL

PT. Indomo Mulia adalah perusahaan perseorangan pemegang merk dagang MODENA dan DOMO. Hadir di Indonesia sejak 1981 untuk menunjang gaya hidup modern masyarakat, MODENA telah menjejakkan kaki sebagai penyedia peralatan elektronik rumah tangga berkualitas tinggi dengan kehandalan produk yang menyasar pada segmen pasar kelas atas serta menengah atas. Terus berupaya untuk menjadi yang terbaik di kelasnya, MODENA secara berkesinambungan mengembangkan beragam produk yang diklasifikasian ke dalam 3 lini kategori, yaitu cooking, cleaning & cooling. Keseluruhan produk MODENA senantiasa menekankan pada aspek estetika desain, kaya akan fitur yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna (user friendly), penerapan teknologi terkini serta ramah lingkungan. Produk MODENA sebagai solusi cerdas dalam menciptakan smart living – sebuah kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Tekad kuat untuk menjadi merek unggul penyedia kebutuhan rumah tangga pilihan konsumen, diwujudkan melalui konsistensi penyajian produk dan layanan terbaik dengan diperkuat garda depan Customer Service Agents serta Sentra Servis tersebar di seluruh Indonesia yang siap memberikan dengan layanan purna jual yang dapat diandalkan. MODENA kini hadir melalui berbagai pendekatan distribusi mulai dari mata rantai mitra retailer, showroom resmi, maupun online shopping untuk menjamin pencatuan produk yang optimal dan dipantau langsung oleh 18 kantor cabang yang tersebar di seluruh nusantara.

(2)

28 3.1.2 STRUKTUR ORGANISASI

Adapun struktur organisasi yang ada pada PT. Indomo Mulia adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1 Gambar Struktur Organisasi 3.1.3 SEJARAH

Adapun sejarah perkembangan PT. Indomo Mulia adalah sebagai berikut:

1981

Awal dipasarkan produk MODENA di Indonesia dengan jenis freestanding cooker dan exhaust cooker.

Berkantor pertama di Jln. Pintu Kecil, MODENA memulai bisnisnya dengan jumlah total karyawan masih puluhan orang.

Komisaris AM Division Accounting MIS Finance Audit TAX HR - GA OM Division Purchasing BPI CS Part Center Produksi QA Warehouse CM Division Prod. Marketing Marcomm Business Development Branch PR Direksi

(3)

29

Dalam bentuk yang masih sederhana, MODENA mulai melengkapi diri dengan service center untuk menjamin pelayanan purna jual terhadap konsumen.

MODENA mulai mengikuti berbagai pameran di berbagai tempat, termasuk di antaranya gelaran akbar tahunan yang diprakarsai Pemda DKI Jakarta, yaitu Pekan Raya Jakarta di Monas.

1984

MODENA mulai mengembangkan variasi produknya dengan memperkenalkan lini produk cooling untuk pertama kalinya dengan meluncurkan freezer serta showcase cooler.

1985

Dibuka kantor cabang MODENA pertama berlokasi di Surabaya.

1986

Melengkapi rangkaian peralatan rumah tangga, mulai dipasarkan lini produk cleaning yang pertama yaitu mesin cuci (washing machine).

1992

Seiring berkembangnya kebutuhan market-khususnya masyarakat perkotaan, akan perangkat rumah tangga modern yang simple dan stylish, MODENA kembali memperkaya koleksi produknya dengan built-in appliances (seperti kompor tanam dan oven tanam) guna menyediakan beragam pilihan bagi konsumen.

1994

Seiring dengan perkembangan usaha dan bertambahnya jumlah karyawan MODENA, kantor pusat dipindahkan dari Jln. Pintu Kecil ke Gedung Indorama ke Jln. HR. Rasuna Said, Kuningan.

1995

MODENA mulai menggunakan mata rantai distribusi melalui pasar modern, yang saat itu dimulai dengan Makro.

(4)

30 1996

Dibuka showroom pertama MODENA yang berlokasi pusat perbelanjaan terbaru di Jakarta saat itu, Plaza Senayan.

2002

Pertama kalinya mengeluarkan water dispenser sebagai bagian dari lini produk cooling.

MODENA cabang Bali dan Bandung pertama kali dibuka.

2003

Memperkenalkan produk water heater melengkapi lini produk cleaning MODENA cabang Medan dan Makassar pertama kali dibuka.

2004

MODENA cabang Samarinda, Semarang & sub-cabang Malang pertama kali dibuka.

2005

Mulai mengaplikasikan jaringan/sistem online ke semua cabang dan sub cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya dimaksudkan untuk meningkatkan dan menjamin kualitas pelayanan yang real time.

2006

Kembali memperkaya pilihan produk cleaning, MODENA mulai memasarkan electric dryer.

Guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat luas khususnya konsumen MODENA, mulai dibentuk agen Call Center yang siap melayani berbagai pertanyaan/masukan/keluhan seputar produk dan servis MODENA dengan sudah dilengkapi sistem computer telephony integrated (CTI system) yang memungkinkan seluruh aktivitas call center dapat terekam dan tersentralisir di pusat sehingga memudahkan pelayanan. Seiring dengan permintaan pasar yang tidak hanya menginginkan produk bermutu namun juga dibarengi dengan

(5)

31

pelayanan yang berkualitas, MODENA mengembangkan layanan customer service dengan memperluas jaringan melalui Authorized Service Center yang tersebar di seluruh nusantara.

2007

MODENA hadir secara online melalui situs MODENA Indonesia di www.modena.co.id

Kantor sub Cabang MODENA di Manado pertama kali dibuka.

2008

Merupakan tahun penting dimana secara beruntun mempersembahkan ragam produk baru dari lini cleaning – vacuum cleaner dan electric dryer, produk cooling yaitu microwave, serta kitchen sink & tap.

MODENA cabang Banjarmasin, Yogyakarta dan sub cabang Lampung pertama dibuka.

Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja yang berkesinambungan, MODENA mulai menerapkan Sistem Management Mutu ISO 9001: 2008.

2009

MODENA sub cabang Palembang pertama kali dibuka.

2010

Sejalan dengan maraknya jejaring sosial (social network), MODENA turut berupaya mendekatkan diri dan berinteraksi langsung dengan konsumen melalui Facebook (MODENA Indonesia & MODENA Cooking Club), Twitter (MODENAindonesia) dan Blog (community.modena.co.id)

MODENA sub cabang Purwokerto pertama kali dibuka.

Dimulainya penjualan melalui sistem online untuk melengkapi rantai distribusi penyebaran produk MODENA yang tidak hanya menggunakan mata rantai mitra retailer maupun showroom saja, tapi juga dengan pemanfaatan teknologi internet yang saat ini tengah digandrungi oleh sebagian besar masyarakat urban.

(6)

32

Meraih penghargaan GfK untuk sebagai merek nomor 1 yang menjadi pilihan konsumen untuk kategori freestanding cooker, built-in hob, built-in oven dan exhaust hood, dan lebih dari setengah pangsa pasar di Indonesia.

MODENA menempati kantor terbarunya berlokasi di Jln. Prof. Dr. Satrio, Casablanca, dimana di tempat sama juga terdapat showroom MODENA.

2011

Untuk kedua kalinya meraih penghargaan GfK untuk sebagai merek nomor 1 yang menjadi pilihan konsumen untuk kategori freestanding cooker, in hob, built-in oven dan exhaust hood, dan menguasai lebih dari setengah pangsa pasar di Indonesia.

MODENA merayakan 30 tahun kehadirannya di Indonesia dengan mengadakan serangkaian program dengan skup nasional bertema besar "Our Care For You". Diluncurkan kompor tanam edisi terbatas Crista Series bercorak batik khusus diproduksi selama tahun 2011 dalam rangka 30 Tahun MODENA.

Kantor Cabang Jakarta yang ketiga dibuka guna memenuhi kebutuhan pasar yang kian berkembang.

MODENA Kitchen Design Awards - sebuah ajang berskala nasional untuk apresiasi hasil kreasi dan inovasi para pencinta dan pecipta desain dapur, untuk pertama kalinya diselenggarakan.

2012

MODENA bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia kembali menggelar CSR berupa donasi pembangunan rumah yang diselenggarakan di wilayah Dukuh Kupang Utara (Surabaya) dan Jogoyudan (Yogyakarta) dengan mendirikan 6 buah rumah layak tinggal bagi warga setempat. Dalam kegiatan CSR ini dilibatkan partisipasi seluruh karyawan kantor cabang MODENA kedua kota pada proses akhir pembangunan rumah.

MODENA meluncurkan produk terbaru lini cooling yaitu kulkas pendingin premium tipe Side-by-Side dan French-Door.

Memperkuat rangkaian produk peralatan dapur, diluncurkan untuk pertama kalinya kategori produk baru Dishwasher.

(7)

33

Perhelatan MODENA Kitchen Design Awards diselenggarakan untuk kedua kalinya. Tahun ini selain mengikutsertakan partisipasi konsumen dan kitchen makers/dealers juga melibatkan kalangan mahasiswa desain.

MODENA memperkenalkan program MODENA Chef dengan memilih Chef Lucky - pemenang Master Chef Indonesia edisi pertama - sebagai sang chef yang kian mendekatkan MODENA dengan konsumennya.

3.1.4 Visi Dan Misi

Adapun visi dan misi PT. Indomo Mulia adalah sebagai berikut:

Visi

a) Menjadi pilihan utama penyedia produk peralatan rumah tangga bagi setiap rumah tangga pada segmen pasar yang disasar, dan dikenal luas oleh masyarakat sebagai brand yang mempersembahkan produk berkualitas terbaik dengan pelayanan prima.

b) Menjadi market leader serta sebagai acuan utama pengembangan produk bagi industri peralatan eletronik rumah tangga.

Misi

a) Menghadirkan rangkaian produk terbaik yang dapat memberikan solusi tepat bagi pemenuhan kebutuhan serta peningkatan kualitas hidup konsumen. b) Senantiasa menerapkan teknologi terkini yang relevan untuk menyajikan

layanan maupun produk yang handal dengan mengedepankan kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi pengguna serta turut menjaga kelestarian lingkungan.

c) Menjamin tersedianya rantai distribusi produk dan layanan yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

d) Membangun rancangan produk & layanan yang dapat memberikan nilai tambah tidak hanya untuk MODENA sebagai brand namun juga bagi masyarakat dan lingkungan.

(8)

34 3.1.5 Business Model

PT. Indomo Mulia adalah perusahaan perseorangan pemegang merk dagang MODENA dan DOMO. Produk PT. Indomo Mulia dipasarkan ke konsumen melalui jaringan dealer dan toko elektronik baik yang modern maupun tradisional di seluruh Indonesia.

3.1.6 Teknologi Informasi

PT. Indomo Mulia menyadari untuk bisa bersaing dengan kompetitor, efisiensi dan peningkatan produktifitas sangat penting. Menyadari pentingnya teknologi informasi dalam mendukung dan mempermudah aktifitas perusahaan sehari-hari, pada tahun 2005 PT. Indomo Mulia membeli aplikasi ERP dengan nama ACCPAC berbasis Windows yang merupakan upgrade dari aplikasi sebelumnya yang merupakan versi DOS.

Sampai saat ini aplikasi ERP ACCPAC (sekarang Sage ERP ACCPAC) yang digunakan PT. Indomo Mulia terus diupdate hingga versi terbaru 6.0, dan dalam waktu dekat akan ditingkatkan lagi ke versi 6.1.

Modul ERP yang digunakan PT. Indomo Mulia cukup lengkap, mulai dari Purchase Order, Account Payable, Order Entry, Inventory, Account Receivable, Cashbook hingga General Ledger.

Teknologi informasi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan promosi dan support kepada pelanggan setia PT. Indomo Mulia. Diantaranya dengan diluncurkannya halaman web profil dan informasi produk mulai tahun 2007. Seiring dengan perkembangan jaman, PT. Indomo Mulia juga menggunakan media social network, online newsletter, pendataan garansi produk online, dan sebagainya. PT. Indomo Mulia memiliki cabang dan sub cabang di seluruh Indonesia, sudah menerapkan teknologi jaringan komputer yang menghubungkan transaksi data secara online maupun semi online.

(9)

35

SALES ADMIN CABANG

Terima Order

Cek Stok Barang

Stok Ada? Form Pemesanan Barang Proses Pemesanan Konfirmasi ke dealer Pesan barang lain? N Y Y N 3.2 Analisis 3.2.1 Analisis Masalah Sistem Berjalan

Gambar 3.2 Flow Sistem Berjalan

Dari gambar diatas muncul ketidakefisiensian proses yang ada sekarang. Dimana ketika menerima order dari dealer, para sales harus mengkonfirmasi dahulu kepada admin di cabang yang bersangkutan. Sehingga butuh dibuatkan suatu sistem yang akan mengefisienkan proses yang ada sekarang.

(10)

36

Android dipilih menjadi solusi untuk masalah diatas. Dengan meningkatnya penjualan telepon pintar (seperti yang disebutkan pada bab I), maka aplikasi mobile dianggap dapat menjadi solusi untuk permasalahan yang ada diatas. Sistem operasi yang dipilih adalah Android, karena selain bersifat terbuka, Android dinilai cukup fleksibel dibandingkan dengan beberapa sistem operasi lain. Salah satu contohnya adalah, kita dapat menambahkan sebuah aplikasi langsung tanpa harus akses melalui GooglePlay atau untuk mendaftarkan aplikasi yang kita punya di GooglePlay, kita dapat mendaftar tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Selain itu berdasarkan data dari riset yang dilakukan oleh Gartner, dari 12.8 juta telepon pintar yang terjual di semua Negara Asia Tenggara, 8,8 juta atau 69% adalah perangkat Android. Sedangkan untuk di wilyaha Indonesia Android juga mendominasi penjualan telepon pintar sebesar 51% pada kuarter pertama tahun 2013 ( http://www.trenologi.com/2013051715466/kuartal-pertama-android-berkuasa-di-indonesia-dan-asia-tenggara/).

3.2.2 Analisis Input

Input merupakan masukan berupa data-data yang dibutuhkan yang nantinya akan diproses sehingga bisa menghasilkan output yang diharapkan. Pada aplikasi Sales Access ini, yang menjadi data inputan yaitu informasi yang dibutuhkan sebagai parameter yang dibutuhkan oleh web service.

Adapun inforasi yang menjadi bahan inputan diantaranya sebagai berikut: a. Informasi sales.

b. Informasi item. c. Informasi dealer.

3.2.3 Analisis Proses

Informasi yang didapat diatas akan diproses dengan tahapan sebagai berikut: a. Informasi sales akan digunakan sebagai parameter dalam proses login. b. Informasi item akan digunakan sebagai parameter dalam proses

pemesanan barang dan informasi stok yang tersedia.

c. Informasi dealer akan digunakan sebagai parameter dalam proses pemesanan barang.

(11)

37 3.2.4 Analisis Output

Output atau keluaran dari Sales Access ini berupa:

a. Data status dari pemesanan, jumlah stok yang tersedia.

b. Data pemesanan barang akan diterima oleh sistem ERP yang sudah tersedia di back end dan di proses oleh sales admin dimasing-masing cabang.

3.2.5 Use-Case

3.2.5.1 Use-Case Diagram

Adapun use-case diagram yang terbentuk dari aplikasi Sales Access ini adalah sebagai berikut: Sales

Sales Access

Login CekPemesanan PemesananBarang CekStok <<Include>> <<Include>> <<In clude>>

Gambar 3.3 Use-Case Diagram 3.2.5.2 Use-Case Description

Use-Case : Login

Actor : Sales

Flow : Sales harus login terlebih dahulu untuk dapat mengakses

(12)

38 Use-Case : CekStok

Actor : Sales

Flow : Sales melakukan cek stok sesuai dengan cabang

masing-masing.

Use-Case : CekPemesanan

Actor : Sales

Flow : Sales melakukan cek status pemesanan yang telah dibuat,

Use-Case : PemesananBarang

Actor : Sales

Flow : Sales melakukan pemesanan barang secara langsung dari

telepon seluler atau tablet.

3.2.6 Activity Diagram

(13)

39 3.2.6.1 Login Activity

Sales Sales Access Web Service

Form Login UserName & Password

Validasi Gagal

Sales Login

Tampilkan Home Menu

Validasi Berhasil

Gambar 3.4 Login Activity Diagram

Activity : Login

POST Parameter : User, password

Response : ID, User, Cabang, Aktif, Approval User, Email, Group ID

Pada Login Activity, sales membuka form login kemudian memasukkan username dan password. Kemudian aplikasi akan mengirimkan username dan password yang diinput kepada web service untuk divalidasi. Jika validasi memberikan status aktif, maka aplikasi akan mengarahkan sales ke menu utama. Jika gagal akan diberikan notifikasi dan login ditolak.

(14)

40 3.2.6.2 CekPemesanan Activity

Sales Sales Access Web Service

Form Order Status Permintaan Status Pemesanan Proses Status Pemesanan

Tampilkan Status Permintaan

Gambar 3.5 CekPemesanan Activity Diagram

Activity : Cek Pemesanan

POST Parameter : C, SC, Key, UID

Response : Order ID, Tanggal, Dealer ID, Dealer, Total Order, Status

Pada cek pemesanan activity, sales membuka form order status. Ketika form order status dibuka maka aplikasi akan langsung melakukan permintaan kepada web service untuk menampilkan data pemesanan yang dilakukan oleh sales tersebut.

(15)

41 3.2.6.3 CekStok Activity

Sales Sales Access Web Service

Form Inventory Permintaan Kategori Proses Permintaan Kategori

Tampilkan Kategori Pilih Kategori

Permintaan Sub Kategori Proses Permintaan Sub Kategori

Tampilkan Sub Kategori Pilih Sub Kategori

Permintaan Jumlah Stok Proses Permintaan Jumlah stok

Tampilkan Stok

Gambar 3.6 CekStok Activity Diagram

Activity : Cek Stok

POST Parameter : - Permintaan kategori: C, SC, Key, UID

- Permintaan sub kategori: Subcat, C, SC, Key, UID

- Permintaan jumlah stok: Cat, Subcat, Location, C, SC, Key, UID

Response : - Permintaan kategori: Categoryid, Name

- Permintaan Sub kategori: ParentCategoryId, CategoryId, Name

(16)

42

Pada cek stok activity, sales membuka form inventory. Ketika form inventory dibuka, aplikasi akan melakukan permintaan kategori kepada web service dan akan ditampung dalam sebuah dropdown. Ketika kategori telah dipilih oleh sales, maka sistem akan melakukan permintaan sub kategori sesuai dengan kategori yang dipilih oleh sales. Setelah sales memilih sub kategori, aplikasi kemudian melakukan permintaan stok barang berdasarkan sub kategori dan cabang sales yang bersangkutan kemudian ditampilkan dilayar.

3.2.6.4 PemesananBarang Activity

(17)

43

Activity : Pemesanan Barang

POST Parameter : - Permintaan data dealer: C, SC, Key, UID, SRC

- Permintaan data barang: Subcat, C, SC, Key, UID, PID, DID

- Permintaan proses pemesanan: C, SC, UID, Userkey, Cid, Productid, Q, Price

Response : - Permintaan data dealer: Id, Dealer, Alamat

- Permintaan data barang: Id, Item, Harga Nett - Permintaan proses pemesanan: Result

Pada pemesanan barang activity, sales membuka form pemesanan barang. Setelah form dibuka, sales mengetikkan sebagian nama dealer dan kemudian dilanjutkan oleh aplikasi untuk mengeluarkan list nama dealer sesuai dengan keyword yang dimasukkan oleh sales. Setelah itu sales memilih daftar dealer yang tersedia. Setelah itu, sales dapat menambahkan keterangan pada kolom informasi. Kemudian sales memilih barang yang akan dipesan dan memasukkan jumlah barang yang akan dipesan.

(18)

44 3.2.7 Sequence Diagram

Berikut ini merupakan gambar alur dari sequence diagram pada aplikasi Sales Access:

Gambar 3.8 Login Sequence Diagram

Sales Sales Access Web Service

Form Order Status

Request Order()

view()

(19)

45

Sales Sales Dealer Web Service

Form Inventory requestCategory()

viewCategory() selectCategory() requestSubcategory() viewSubcategory() selectSubCategory() requestStock() viewStock()

(20)

46

Sales Sales Access Web Service

form Order requestDealer()

viewDealer() insertItem() requestItem() viewItem() insertQty() requestOrderProcess() orderStatus()

(21)

47 3.3 PERANCANGAN

3.3.1 Desain Form

Berikut ini rancangan desain awal untuk Sales Access:

Username: Password: Log In Lupa Password

Gambar 3.12 Design Form Login

Pada form login terdapat dua buah textbox untuk mengisi username dan password. Dan dua buat tombol untuk proses login dan lupa password.

(22)

48 Logout Inventory Order

Gambar 3.13 Design Menu Utama

Pada menu utama terdapat tiga buah tombol. Tombol logout untuk keluar dari sistem diletakkan dibagian atas. Dan dua buah tombol menu dibagian tengah.

(23)

49

Home

Category Sub Category

Product Location Qty

Gambar 3.14 Design Form Inventory

Pada form inventory terdapat sebuah tombol home bagian atas untuk kembali ke menu utama. Kemudian ada dua buah dropdown untuk memilih kategori dan sub kategori. Dan dibagian bawah terdapat sebuah tabel untuk menampilkan jumlah stok barang yang tersedia.

(24)

50 Home Refresh Order No. Order

Date Dealer Total Status

Gambar 3.15 Design Form Order Status

Pada form order status terdapat sebuah tombol home diatas untuk kembali ke menu utama. Kemudian sebuah tombol refresh untuk me-refresh data. Dan dibagian bawah terdapat sebuah tabel untuk menampilkan data status order yang telah dilakukan oleh sales.

(25)

51 Home Dealer Address Information Grand Total

No. Product Unit Price Qty Total

Order

Gambar 3.16 Design form pemesanan barang

Pada form pemesanan barang terdapat sebuah tombol home diatas untuk kembali ke menu utama. Kemudian terdapat sebuah textbox nama dealer dan alamat dealer untuk menampilkan informasi dealer. Terdapat satu buah textbox informasi untuk memberikan keterangan tambahan pada pemesanan yang bersifat opsional. Sebuah textbox grandtotal untuk menampilkan total nilai dari barang yang dipesan. Dan sebuah grid untuk memilih barang yang akan di pesan. Dan tombol order dibagian bawah untuk mengirimkan data kepada web service

Gambar

Gambar 3.1 Gambar  Struktur Organisasi
Gambar 3.2 Flow Sistem Berjalan
Gambar 3.3 Use-Case Diagram
Gambar 3.5 CekPemesanan Activity Diagram
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya jika pengguna memilih Transjakarta maka akan menampilkan form Transjakarta dan didalam form Transjakarta terdapat dua kategori yaitu tampilkan posisi halte

Adijaya Elektronik Bagian Pembelian Proses Simpan Order Selesai Form Transaksi Pembelian Input Order Mulai Update data stok Barang Pembelian Detail Pembelian Cek stok

Aktifitas pertama adalah aktor memilih menu “ User” kemudian sistem akan menampilkan list data User, klik “Add” untuk menambahkan data User , kemudian klik

Sistem kemudian menampilkan form pengisian keluhan yang berisi field – field kode aset komputer, jenis pemeliharaan, tanggal pemeliharaan dan keluahan.User kemudian

Untuk membuat sebuah Purchase order (PO), yang dibutuhkan adalah item barang yang akan diorder dan supplier yang akan menerima permintaan kita. Pada aplikasi ini menyediakan

Rekap faktur form order ke supplier untuk data perusahaan Pendataan administrasi pemesanan dilanjutkan dengan melakukan rekap faktur form order makloon yang telah dibuat

Pada rancangan Layar ini admin dapat melihat grafik dari status report yang dikumpulkan oleh sistem dari para sales agen. Gambar 3.20 Rancangan Layar Grafik Report

Lampiran I Tabel surat – surat dalam pemesanan barang Nama Gambar Keterangan Stock Order Form Surat untuk permintaan pengecekan barang dari admin sales ke bagian gudang Cannibal