REFERAT
REFERAT
UROSEPSIS
UROSEPSIS
Oleh : Oleh :Asep Setya Rini S.Ked Asep Setya Rini S.Ked
Karina S.Ked Karina S.Ked Leon L. Gaya S.Ked Leon L. Gaya S.Ked
Preceptor : Preceptor :
dr. Saut Hutagalung, Sp. U. dr. Saut Hutagalung, Sp. U.
KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG UNIVERSITAS LAMPUNG 2016 2016
BAB 1
PENDAHULUAN
11 L!t!r Be"!#!$%
Sepsis merupakan suatu Systemic Inflammation Respon Syndrome (SRS!
yang ter"adi karena adanya suatu in#eksi. Sedangkan urose psis dide#inisikan
se$agai sepsis (sindrom septikemia! yang dise$a$kan oleh adanya in#eksi pada
saluran kemih. Urosepsis merupakan $agian dari se psis yang tingkat
keparahannya tergantung pada respon host .% &enelitian pada rumah sakit di
Amerika setiap tahun le$ih dar i '. pasien sepsis dengan angka
kematian men)apai *+-+. /ortalitas urosepsis men)apai 0-1 $ila disertai dengan syok. /enurut Surviving Sepsis, kematian sepsis pada 2U se$esar *%,%, dan kematian sepsis yang ter"adi di rumah sakit se $esar
*1,3.0 &asien yang le$ih rentan mengalami urosepsis yaitu pasien usia lan"ut,
penderita dia$etes, pasien immunosupresif (pener ima transplantasi gin"al!, pasien
kemoterapi kanker, dan A4S.%
/ikroorganisme penye$a$ in#eksi primer di traktus urinarius yaitu
golongan kuman koli#orm gram negati# seperti Eschericia coli (+!, Proteus spp (%+!, Klebsiella (%+!, Enterobacter (%+!, Pseudomonas aeruginosa
(+!, dan 5akteri gram positi#, tetapi #rekuensinya le$ih ke)il yaitu sekitar %+.
Ge"ala klinik pada pasien urosepsis antara lain: demam, menggigil, takipnea,
takikardi, terdapat $akteri di dalam ur in dan darah ($akterimia!.0
&ada umumnya terapi yang digunakan untuk pengo$atan urose psis yaitu
golongan aminoglikosida ( gentamicin, tobramycin atau amik acin!, golongan
ampicilin (yang dikom$inasikan dengan clavulanat acid atau sulbactam!,
se#alosporin generasi ketiga, dan golongan # lourokuinolon . 6u"uan pem$erian
anti$iotika se)ara empirik adalah eradikasi atau pengham$atan dari pertum$uhan
pemeriksaan mikro$iologi.*
&emilihan anti$iotika se)ara rasional diharapkan dapat
mem$erikan dampak positi# antara lain: mengurangi mor$iditas, kerugian
ekonomi, dan mengurangi ke"adian resistensi $akteri terhadap anti $iotik a. 4alam
$er$agai studi ditemukan $ah7a sekitar - 80 anti$iotika digunakan se)ara tidak tepat untuk penyakitpenyakit yang tidak memerlukan anti$iotika.
ntensitas penggunaan anti$iotika yang r elati# tinggi menim$ulkan $er$agai
permasalahan dan merupakan an)aman glo$al $agi kesehatan terutama resistensi
$akteri terhadap anti$iotika. &ada penelitian kualitas penggunaan anti$iotika di
$er$agai $agian rumah sak it ditemukan * 3 tidak didasarkan pada prinsip
penggunaan anti $iotika untuk terapi se)ara pro#ilaksis, empiris, dan de#initi#.
4alam $e$arapa tahun terakhir insidensi sepsis meningat 3,' per tahun. n#eksi traktus urinarius dapat $ermani#estasi se$agai $akteriuria dengan ge"ala yang ter$atas, sepsis, sepsis $erat, tergantung pada lokasi dan penye$aran sistemik. Sepsis $erat merupakan keadan yang $erat dengan laporan mortalitas $erkisar 0-0 .- Angka kematian itu turun karena diduga pengingkatan
mana"emen pasien yang $agus.+
5erdasarkan latar $elakang di atas maka penulis tertarik untuk menulis re#erat mengenai urosepsis.
BAB II
TIN&AUAN PUSTAKA
A DEFENISI
Urosepsis adalah sepsis yang dise$a$kan oleh mikro$akteria yang $erasala dari saluran kemih. n#eksi traktus urinarius dapat $ermani#estasi se$agai $akteriuria dengan siptom klinik yang ter$atas, sepsis atau sepsis $erat, tergantung dari lokasi atau penye$aran sistemik. Sepsis didiagnosis "ika in#eksi disertai oleh tandatanda SRS ( Systemic Inflamatory Response Syndrome ) yang tandai dengan:8
• 4emam (9 *3 2! atau hipotermia (; *8 2!
• 6akikardia (9 1 denyut < menit pada pasien $ukan pada $eta $lo)ker!
• 6akipnea (pernapasan 9 0<min atau &a2O0 ; -.*k&a atau persyaratan untuk =entilasi mekanik!
• Hitung sel darah putih 9 %0. sel<mm*, ; - sel<mm* atau % yang dalam $entuk $elum matang (5and!
&enyakit in#eksi merupakan penyakit yang sering di"umpai di seluruh dunia. n#eksi saluran kemih (SK! merupakan in#eksi tersering kedua setelah in#eksi saluran na#as atas yang ter"adi pada populasi dengan ratarata 1.* pada 7anita di atas 8+ tahun dan 0.+%% pada pria di atas 8+ tahun. n#eksi saluran kemih merupakan in#eksi nosokomial tersering yang men)apai kirakira -8. '
Urinary 6ra)t n#e)tion (U6! atau le$ih dikenal n#eksi saluran kemih(SK! merupakan masalah yang $anyak di"umpai dalam praktek klinis. /enurutsaluran yang terkena maka SK dapat di$edakan men"adi $agian atas(pielone#ritis! dan $agian $a7ah (sisititis, prostatitis, uretritis! (6isher dan>il)o?, %11'!.4ari segi klinis SK di$agi men"adi:8
% n#eksi saluran kemih tidak terkomplikasi (simple < un)ompli)ated urinarytra)t in#e)tion! yaitu $ila tanpa #aktor penyulit dan tidak didapatkan gangguanstruktur maupun #ungsi saluran kemih
0 n#eksi saluran kemih terkomplikasi ()ompli)ated urinary tra)t in#e)tion! yaitu $ila terdapat halhal tertentu se$agai penyulit SK dan kelainanstruktural maupun #ungsional yang meru$ah aliran urin, seperti:
a O$struksi saluran urin
a Anomali konginetal $ 5atu saluran kemih
) Oklusi urete d Kista gin"al e A$ses gin"al # 6umor gin"al$ $ Re#luks =esikouretral
) &enderita gangguan #ungsi dan struktur gin"al d Residu urin dalam kandung kemih
a @eurogeni) $ladder $ Struktur uretra
) &enyakit dengan pem$esaran prostate
>anita le$ih $eresiko terkena in#eksi saluran kemih daripada lakilakikarena pada 7anita pan"ang uretranya le$ih pendek di$andingkan lakilaki. &ada7anita pan"ang uretra %,+ in)i dan pada lakilaki pan"ang uretra 3 in)hi.'
Sampai saat ini $elum adanya klasi#ikasi dan standarisasi penatalaksanaan in#eksi saluran kemih dan genitalia pria di ndonesia. &enatalaksanaan in#eksi $erkaitan dengan pem$erian anti$iotika. &enggunaan anti$iotika yang rasional
di$utuhkan untuk mengatasi masalah resistensi kuman.3
Oleh karena itu katan Ahli Urologi ndonesia mem$uat suatu &anduan &enatalaksanaan n#eksi Saluran Kemih dan Genitalia &ria. &anduan ini meru"uk panduan yang sudah di$uat oleh AU ( European Association of rology! dan
4SA ( Infectious !isease Society of America!.1
B EPIDEMIOLOGI
Urosepsis menyum$ang sekitar 0+ dari semua kasus sepsis dan dapat $erkem$ang dari suatu in#eksi saluran kemih komunitas atau nosokomial.8
&enelitian di rumah sakit di Amerika Serikat selama kurun 7aktu antara %1'1 0 menun"ukkan $ah7a insidens sepsis menun"ukkan peningkatan ratarata 3,' setiap tahunnya. nsiden lakilaki le$ih $anyak mengalami sepsis di$andingkan 7anita. Se$agian $esar kematian dise$a$kan karena dis#ungsi organ multiple. 4ikatakan $ah7a "ika tidak disertai dengan komplikasi dis#ungsi organ, hanya %+ pasien sepsis yang meninggal, sedangkan "ika diikuti dengan dis#ungsi organ multiple angka kematian meningkat men"adi '. %% &enye$a$ ter$anyak
urosepsis ini adalah golongan $akteri gram negati=e. Urosepsis sama dengan tipe sepsis lainnya dimana $erat ringannya sepsis tergantung pada respon host. &asien yang mudah terkena urosepsis adalah :
• &asien usia tua
• &asien dia$etes
• &asien dengan imunokompromis
• Resepien tranplantasi organ
• &asien kanker yang medapatkan kemoterapi atau kprtikosteroid
• &asien dengam ac"uired immunodeficiensy syndrome
Urosepsis "uga dipengaruhi oleh #aktor lokal seperti, kalkulus traktus urinarius, o$struksi pada traktus urinarius, penyakit neurogeni) $ladder, atau pemeriksaan dengan endoskopi.%0
5akteremia simtomatik yang menye$a$kan syok dan kematian aki$at $akteri $erasal dari traktus urinarius yang merupakan komplikasi dari SK.6
• B!#tere'(! :
5akteri terdapat dalam darah yang dikon#irmasi dengan kultur, dapat $ersi#at sementara.'
• Sept(#e'(! :
Sama seperti $akteraemia, tetapi menun"ukkan kondisi yang le$ih $erat. 5ukti klinis in#eksi ditam$ah $ukti respon sistemik terhadap in#eksi. Respon sistemik ini dapat $ermani#estasi 0 atau le$ih kondisi $erikut :
6emperatur 9 *32 atau ; *82
Brekuensi perna#asan 9 0 kali <min or &a2O0 ; *0 mmHg (; -.* k&a!
Leukosit 9 %0, sel<mm*, ; -, sel<mm* atau % $entuk imatur
($atang!.*
• Sepsis syndrome
n#eksi ditam$ah $ukti gangguan per#usi organ $erupa: hipoksemiaC peningkatan laktatC oliguriaC gangguan kondisi mental.'
S)o# *ept(#
Sepsis dengan hipotensi 7alaupun telah dilakukan resusitasi )airan yang )ukup dan masih tetap terdapat gangguan per#usi $erupa asidosis laktat, oliguria dan gangguan mental akut. &asien dengan o$at inotropik dan =asopressor dapat tidak mem$erikan gam$aran hipotensi saat ter"adi gangguan per#usi.
Refractory septic shock
Syok septik yang $erlangsung 9 % "am dan tidak respon terhadap pem$erian )airan atau inter=ensi #armakologi.
Systemic inflammatory response syndrome
Respon terhadap $er$agai "enis gangguan klinis, dapat $erupa in#eksi atau non in#eksi (seperti luka $akar atau pankreatitis!.
+ ETIOLOGI
Karena merupakan penye$aran in#eksi maka kuman penye$a$nya sama dengan kuman penye$a$ in#eksi primer di traktus urinarius yaitu golongan kuman )oli#orm negati#. )oli merupakan penye$a$ tersering menim$ulkan sepsis. Kelainan urologi yang sering menim$ulkan urosepsis adalah $atu saluran kemih, hyperplasia prostat, dan keganasan saluran kemih yang menye$a$kan hidrone#rosis dan $ahkan pione#rosis.8
Kuman penye$a$ urosepsis merupakan sama dengan kuman penye$a$ in#eksi primer di traktus urinarius yaitu golongan kuman )oli#orm gram negati# seperti Eschericia coli (+!, Proteus spp (#$%)& Klebsiella dan Enterobacter (#$%), dan Pseudomonas aeruginosa ($%). 5akteri gram positi# "uga terli$at tetapi #rekuensinya le$ih ke)il yaitu sekitar %+. &enelitian 'he European Study roup
on osocomial Infections (SG@- study! dengan mem$andingkan antara pasien yang menggunakan kateter dan nonkateter ditemukan $ah7a E*coli se$anyak *,8 pada pasien dengan kateter dan -,+ pada nonkateter, +andida spp %0,1 pada pasien dengan kateter dan 8,8 pada nonkateter, P*aeruginosa
3,0 pada pasien dengan kateter dan -,% pada nonkateter.
F!#tor R(*(#o
&asien yang $eresiko tinggi urosepsis adalah pasien $erusia lan"ut, dia$etes dan immunosupresi# seperti penerima transplantasi, pasien dengan A4S, pasien yang menerima o$ato$atan antikanker dan imunosupresan.
6a$el %. Kelainan struktur dan #ungsi traktus urinarius yang $erhu$ungan dengan sepsis:
O$struksi Kongenital: striktur uretra, #imosis, ureterokel, poli)ysti) kidney disease
4idapat: )alkulus, hipertro#i prostat, tumor traktus urinarius, trauma, kehamilan, radioterapi
nstrumentasi Kateter ureter, stent ureter, nephrostomy tu$e, prosedur urologik.
mpaired =oiding @eurogeni) $ladder, sistokel, re#luk =esikoureteral A$normalitas meta$olik @e#rokalsinosis, dia$etes, aDotemia
munode#isiensi &asien dengan o$ato$atan imunosupresi#, neutropenia.
D PATOFISIOLOGI
&atogenesis dari ge"ala klinis urosepsis adalah aki$at dari masuknya endotoksin, suatu komponen lipopolisakarida dari dinding sel $akteri kedalam sirkulasi darah. 4engan adanya endotoksin terse$ut mema)u ter"adinya rangkaian septi) )as)ade. Keadaan ini menim$ulkan sindroma respon in#lamasi sistemik atau systemi) in#lammation response syndrome. 4ikatakan SRS "ika terdapat paling sedikit dua dari $e$erapa kriteria $erikut:',3
%. Suhu tu$uh 9 *32 atau ;*82 0. 4enyut nadi 9 1
*. Brekuensi na#as 90 atau &a2O0 ;*0
-. Leukosit darah 9%0 atau ;-<dL atau 9% $entuk leukosit muda
Lipopolisakarida ini terdiri dari komponen lipid yang kemudian akan menye$a$kan halhal se$agai $erikut:
% Akti=asi selsel makro#ag atau monosit sehingga menghasilkan $e$erapa sitokin, antara lain tumor necrosis factor alfa (6@B E! dan interlaukin (L !. Sitokin inilah yang mema)u reaksi $erantai yang akhirnya dapat menim$ulkan sepsis dan "ika tidak segera dikendalikan akan mengarah pada sepsis $erat, syok sepsis, dan akhirnya mengaki$atkan dis#ungsi multiorgan atau multi organs dysfunction syndrome (/O4S!.
0 Rangsangan terhadap sistem komplemen 2*a dan 2+a menye$a$kan ter"adinya agregasi trom$osit dan produksi radikal $e$as, serta mengakti#kan #aktor#aktor koagulasi.
* &eru$ahan dalam meta$olisme kar$ohidrat, lemak, protein, dan oksigen. Karena terdapatnya resistensi sel terhadap insulin maka glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam "aringan sehingga untuk memenuhi ke$utuhan sel akan glukosa ter"adi proses glukoneogenesis yang $ahannya $erasal dari asam lemak dan asam amino yang dihasilkan dari kata$olisme
lemak $erupa lipolisis dan kata$olisme protein.
4ikatakan sepsis "ika didapatkan SRS dengan tanda in#eksi dan sepsis $erat "ika disertai dengan hipotensi (sistole ;1mmHg!, atau terdapat dis#ungsi organ, atau hipoper#usi (terdapat salah satu kondisi $erikut, yaitu hipoksemia,
peningkatan asam laktat, atau oliguria!. 4era"at sepsis paling $erat adalah syok septi) yaitu sepsis yang disertai dengan hipotensi dan hipoper#usi.
Adapun yang $erperan dalam SK adalah%*
• /ekanisme &ertahanan Host
Saluran kemih yang normal umumnya resisten terhadap in=asi oleh $akteri dane#isien dengan )epat menghilangkan mikroorganisme yang men)apai kandung kemih.Urin dalam keadaan normal mampu mengham$at dan mem$unuh mikroorganisme.Baktor #aktor yang dianggap $ertanggung "a7a$ termasuk pH rendah, ekstrem diosmolalitas, konsentrasi urea tinggi, dan tingginya konsentrasi asam organik.&ertum$uhan $akteri pada lakilaki terham$at oleh sekresi pada prostat. Adanya$akteri di dalam kandung kemih merangsang $erkemih, dengan diuresis meningkatdan e#isien pengosongan kandung kemih. Baktor#aktor ini sangat penting dalammen)egah inisiasi dan pen"egahan in#eksi kandung kemih. &asien yang tidak mampu untuk mem$uang urin sepenuhnya $erada pada risiko le$ih $esar untuk mengalamiin#eksi. Selain itu, pasien dengan "umlah urin sisa le$ih sedikit dalam kandung kemihmereka menanggapi dengan kurang menyenangkan di$andingkan dengan pasienyang dapat mengosongkan kandung kemih mereka sepenuhnya .Salah satu #aktor=irulensi penting dari $akteri adalah kemampuan mereka untuk masuk ke sel epitelkemih, sehingga Kolonisasi kemih saluran, in#eksi kandung kemih, dan #aktorpyelonephritis(4ipiro, 0+!.Baktor lain yang mungkin men)egah masuknya $akteri adalah imunoglo$ulin(g! G dan A. &eran gs dalam men)egah in#eksi kandung kemih kurang "elas. Setelah$akteri $enar$enar memiliki mengin=asi mukosa kandung kemih, peradangan respondirangsang dengan mo$ilisasi polymorphonu)lear leukosit (&/@s! dan #agositosisyang dihasilkan. &/@s adalah terutama $ertanggung "a7a$ untuk mem$atasi in=asi "aringan dan mengendalikan penye$aran in#eksi pada kandung kemih dan gin"al.Baktor#aktor yang mungkin memainkan peran dalam pen)egahan U6 adalahkehadiran La)to$a)illus dalam =agina #lora dan estrogen. &ada
7anita premenopause, estrogen mendukung pertum$uhan lakto$asilus, yang menghasilkan asam laktatuntuk mem$antu mempertahankan pH =agina yang rendah, sehingga men)egahkolonisasi . 2oli di =agina. Fang dapat di gunakan Spermisida, laktamantimikro$a digunakan, estrogen tingkat rendah.%%
• Baktor irulensi 5akteri
Organisme patogen memiliki per$edaan dera"at patogenisitas (=irulensi!, yang$erperan dalam pengem$angan dan $eratnya in#eksi. 5akteri yang masuk epitelsaluran kemih terkaitdengan kolonisasi dan in#eksi. /ekanisme adhesi $akteri gram negati#, terutama .)oli, $erkaitan dengan $akteri #im$riae ini #im$riae adalah komponen glikolipid padasel epitel spesi#ik. Ienis yang paling umum dari #im$riae adalah tipe %, yang mengikatresidu mannose dalam glikoprotein. Glikosaminoglikan dan 6amm protein Hors#allkaya residu mannose yang $erisi tipe % #im$riae. Selain itu sekretori gA anti$odi mengandung reseptor untuk tipe % #im$riae, yang memudahkan #agositosis, tetapimereka $ukan reseptor untuk #im$riae &. #aktor =irulensi lainnya adalah produksihemolisin dan aero$a)tin. hemolisin adalah protein yang diproduksi oleh $akterisitotoksik menye$a$kan lisis $er$agai sel, termasuk eritrosit, dan monosit. . )olidan $akteri gram negati# lainnya mem$utuhkan $esi untuk meta$olisme aero$ik.Aero$a)tin mem#asilitasi mengikat dan menyerap Dat $esi oleh . )oli, namun, maknadari patogenesis U6 masih $elum diketahui.%%
E DIAGNOSIS%
Untuk menegakkan diagnosis suatu urosepsis harus di$uktikan $ah7a $akteri yang $eredar didalam darah (kultur darah! sama dengan $akteri yang ada dalam urin (kutur urin!. Se)ara umum dikatakan urosepsis merupakan komplikasi dari $e$erapa situasi antara lain:
% tindakan instrumentasi pada traktus genitourinaria 0 a$ses renal
* pielone#ritis akut
- n#eksi aki$at o$struksi saluran kemih atau pasien dengan gangguan keke$alan imunitas
+ $akteriuri aki$at pemasangan kateter pada o$struksi dan pasien dengan gangguan keke$alan imunitas.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan untuk men)ari sum$er in#eksi dan aki$at dari kelainan yang ditim$ulkan pada $e$erapa organ. Segera dilakukan pemeriksaan yang meliputi la$oratorium, dan pen)itraan.
4iagnosis urosepsis di$uat $erdasarkan dari anamnesa, pemeriksaan #isik, la$oratorium dan pemeriksaan rontgen.
&ada hasil anamnesis, pasien dengan urosepsis akan mengeluh adanya demam, panas $adan dan menggigil dengan didahului atau disertai ge"ala dan tanda o$struksi aliran urin seperti nyeri pinggang, kolik dan atau $en"olan diperut atau pinggang. @amun hanya %<* pasien yang mengeluh demam dan menggigil dengan hipotensi. Keluhan #e$ris yang ter"adi setelah ge"ala in#eksi saluran ken)ing $agian $a7ah yaitu polakisuria dan disuria "uga sangat men)urigakan ter"adinya urosepsis. 4emikian pula #e$ris yang menyertai suatu manipulasi urologik.
&ada pemeriksaan #isik penemuan yang didapatkan sangat $er=ariasi $erupa takipneu, takikardi, dan demam kemerahan dengan gangguan status mental. &ada keadaan yang dini, keadaan umum penderita masih $aik, tekanan darah masih normal, nadi $iasanya meningkat dan temperatur $iasanya meningkat antara *3- 2.
&asien urosepsis yang telah lan"ut mem$erikan ge"ala atau tandatanda $erupa gangguan $e$erapa #ungsi organ tu$uh, antara lain gangguan pada #ungsi
kardio=askuler, gin"al, pen)ernaan, pernapasan dan susunan sara# pusat.
6a$el 0. 4e#inisi Sepsis
Ke!,!!$ Kr(ter(!
SRS (Systemic Inflammatory
Respond Syndrome!
6erdapat paling sedikit dua dari $e$erapa kriteria di$a7ah ini :
%. suhu tu$uh 9 *3 2 atau ;9 0. 4enyut nadi 9 1 ?<J
*. Brekuensi na#as 9 0 ?<J atau &a2O0 ;9
-. Leukosit 9 %0<mm* atau ;-<mm* atau lekosit
muda 9 % /O4S ( ,ultiple
-rgan !ysfunction Sydrome!
SRS dengan dis#ungsi organ dan hemostasis tidak dapat dipertahankan tanpa adanya inter=ensi
Sepsis SRS dengan tandatanda in#eksi Sepsis 5erat Sepsis disertai dengan hipotensi
Syok Septik Sepsis disertai dengan hipotensi dan hipoper#usi 4ikutip dari : concencus +onference +riteria !efining Sepsis
&emeriksaan status lokalis daerah a$domen sepan"ang traktus urinarius penting untuk menentukan pre eksisting anomalinya dan yang diketemukan sangat
$er=ariasi tergantung kelainan primernya. 4ilakukan palpasi pada daerah )ostophrenikus, a$domen $a7ah, regio pu$is, kelen"ar lim#e inguinal, genital, serta pemeriksaan trans=aginal dan transrektal. &emeriksaan la$oratorium yang mendukung diagnosa urosepsis adalah adanya lekositosis dengan hitung de#erensial ke kiri, lekosituria dan $akteriuria.
Untuk menegakkan diagnosis urosepsis harus di$uktikan $ah7a $akteri yang $erada dalam darah (kultur darah! sama dengan $akteri yang ada dalam saluran kemih (kultur urin!. Kultur urin disertai dengan test kepekaan anti$iotika sangat penting untuk menentukan "enis anti$iotika yang di$erikan. &emeriksaan roentgen yang sederhana yang dapat diker"akan adalah #oto polos a$domen. &emeriksaan ini mem$antu menun"ukkan adanya kalsi#ikasi, peru$ahan posisi dan ukuran dari $atu saluran kemih yang mungkin merupakan #okus in#eksi.
&ada pemeriksaan radiologis hal yang diperhatikan adalah adanya $ayangan radio opak sepan"ang traktus urinarius, kontur gin"al dan $ayangan<garis $atas muskulus psoas. &emeriksaan pyelogra#i intra=ena (&! dapat mem$erikan data yang penting dari kaliks, ureter, dan pel=is yang penting untuk menentukan diagnosis adanya re#luk ne#ropati dan nekrosis papilar. 5ila pemeriksaan & tidak dapat diker"akan karena kreatinin serum terlalu meningkat, maka pemeriksaan ultrasonogra#i akan sangat mem$antu menentukan adanya o$struksi dan "uga dapat untuk mem$edakan antara hidro dan pyelone#rosis. Selain pemeriksaan terse$ut "uga dapat dilakukan pemeriksaan 26 s)an dan /R.
F PENATALAKSANAAN
-&enanganan urosepsis harus dilakukan se)ara komprehensi# dan ditu"ukan terhadap:
• &enanganan in#eksi yang meliputi eradikasi kuman penye$a$ in#eksi serta menghilangkan sum$er in#eksi
• Aki$at dari in#eksi yaitu SRS, syok septi) atau dis#ungsi multiorgan • 6oksin atau mediator yang dikeluarkan oleh $akteri
6egakkan diagnosis : ge"ala dan tanda serta la$oratorium penun"ang. Singkirkan penye$a$ lain seperti hipo=olemia, perdarahan,
gangguan "antung, ana#ilaktik dll.
6erapi anti$iotika adekuat sesuai kultur darah dan urin serta #ungsi gin"al
&em$erian )airan intra=ena agen =asoakti# (dopamin dan do$utamin!
&asang alat monitoring )airan : 2& atau S7an GanD kateter, kateter urin
Suplementasi O0 dengan atau tanpa =entilator
6indakan khusus urologi :
4rainase semua o$struksi
&engangkatan $enda asing seperti kateter atau $atu.
%-&enanganan penderita urosepsis harus )epat dan adekuat. &ada prinsipnya penanganan terdiri dari:
% &enanganan ga7at (syok! C resusitasi A52 0 &em$erian anti$iotika
* Resusitasi )airan dan elektrolit
- 6indakan de#initi# (penye$a$ urologik!
&em$erian anti$iotik se$agai penanganan in#eksi ditu"ukan unuk eradikasi kuman penye$a$ in#eksi serta menghilangkan sum$er in#eksi. &em$erian anti$iotik harus )epat dan e#ekti# sehingga anti$iotika yang di$erikan adalah yang $erspektrum luas dan men)akup semua kuman yang sering menye$a$kan urosepsis yaitu golongan aminoglikosida (gentamisin, to$ramisin atau amikasin! golongan ampi)ilin yang dikom$inasi dengan asam kla=ulanat atau sul$aktam, golongan se#alos#orin generasi ke atau golongan #lorokuinolon. Se#alos#orin generasi ke* dian"urkan di$erikan 0 gr dengan inter=al 83 "am dan untuk golongan )e#operaDone dan )e#tria?one dengan inter=al %0 "am. &enelitian oleh @a$er et al mem$uktikan $ah7a pem$erian anti$iotik in"eksi golongan
#lorokuinolon dan pipera)illin<taDo$aktam direkomendasikan untuk terapi urosepsis. &enelitian selan"utnya oleh 2on)ia dan ADDini terhadap le=o#loksasin
mem$uktikan $ah7a le=o#loksasin se$agai terapi tam$ahan memiliki e#ek pada ekskresi renal dan tersedia dalam $entuk in"eksi intra=ena dan oral.%+
Resusitasi )airan, elektrolit dan asam $asa adalah mengem$alikan keadaan terse$ut men"adi normal. Urosepsis adalah penyakit yang )ukup $erat sehingga $iasanya Moral intakeN menurun. Keadaan demam<#e$ris "uga memerlukan )airan
ekstra. Ke$utuhan )airan dan terapinya dapat dipantau dari tekanan darah, tekanan =ena sentral dan produksi urine. 5ila penderita dengan hipotensi atau syok maka penderita se$aiknya di$erikan larutan kristaloid dengan ke)epatan %+0
ml<menit.
5ila terdapat gangguan elektrolit "uga harus dikoreksi. 5ila K serum ' me<L atau le$ih perlu dilakukan hemodialisa. Hemodialisa "uga diperlukan $ila terdapat Kreatinin serum 9 % mg, 5U@ 9 % mg atau terdapat edema paru. 4rainase yang segera perlu diker"akan $ila terdapat tim$unan nanah misalnya pyone#rosis atau hidrone#rosis $erat (dera"at !. &yone#rosis dan hidrone#rosis yang $erat menye$a$kan ter"adinya iskemia sehingga mengurangi penetrasi anti$iotika. 4rainase dapat diker"akan se)ara perkutan atau dengan operasi $iasa (lum$otomi!. &enderita yang telah mele7ati masa kritis dari septikemia maka harus se)epatnya dilakukan tindakan de#initi# untuk kelainan urologi primernya.%8
BAB III KESIMPULAN
Urosepsis adalah situasi yang parah dengan tingkat kematian tinggi sehingga 0 -. &engenalan dini ge"ala dan pengelolaan dini urosepsis dapat menurunkan angka kematian. Struktur organisasi yang komprehensi# yang meli$atkan urologis, spesialis pera7atan intensi#, ahli radiologi, ahli mikro$iologi dan klinis #armasi, $eker"a erat $ersamasama sangat penting. tu merupakan pen)egahan urosepsis
yang ter$aik tergantung pada praktek yang $aik mengenai proses mana"emen yang e#ekti# dan )epat pada pasien $eresiko.
DAFTAR PUSTAKA
% S)hie#er HG, 4iemer 6H, >eidner >. rosepsis* In . Emergencies in rology* 5erlin, Springer, 0', -+-1.
0 @a$er KG, 5ergman 5, 5ishop /2, Iohansen 65, 5otto H, Lo$el 5 (ed!. European Association of rology : Guidelines on Urinary and /ale Genital 6ra)t n#e)tions. 0%.
* &urnomo 5. !asar/!asar rologi Edisi Kedua* 0%%. Sagung Seto. Iakarta
0 /angatas A/, Ketut su7itra, 0- . 4iagnosis 4an &enatalaksanaan n#eksi Saluran Kemih 6erkomplikasi , a=aila$le at http:<<777.de?amedi)a.)om < test < htdoes < de?amedi)a < arti)leP#iles<isk.pd# $ &ri)e, S. Anderson. Lorraine /)2athy >ilson. %11-. &ato#isiologis Konsep
Klinis&roses&roses &enyakit , edisi ke empat, diter"emahkan oleh &eter Anigrah.Iakarta: G2
1 2ohnson* ++& ,!* !efinitions& +lassification and +linical Presentation of rinary 'ract Infections* ,ed* +lin of orth Am #33#4 5$.6* 60#/$6*
5 Rosser 2I, 5are RL, /eredith I>. Urinary tra)t in#e)tions in the )riti)ally ill patient 7ith a urinary )atheter. Am I Surg %111C%''(-!:03'1. http:<<777.n)$i.nlm.nih.go= <
pu$med<%*083--7 ,artin S& ,annino !,& Eaton S& ,oss ,* 'he epidemiology of sepsis in the nited States from #353through 6888* Engl 2 ,ed 68894907(#1).#$01/$0*
1 5run5uisson 2, /eshaka &, &inton &, allet 5C &S&SS Study Group. &S&SS: a reappraisal o# the epidemiology and out)ome o# se=ere sepsis in Bren)h intensi=e )are units. ntensi=e 2are /ed 0-C*(-!:+3 3. http:<<777.n)$i.nlm.nih.go=<pu$med<%-11'01+.
#8 /angatas A/, Ketut su7itra, 0- . 4iagnosis 4an &enatalaksanaan n#eksi Saluran Kemih 6erkomplikasi, a=aila$le at http:< < 777.de?amedi)a.)om < test<htdoes < de?amedi)a < arti)leP#iles < isk.pd#
## &ri)e, S. Anderson. Lorraine /)2athy >ilson. %11-. &ato#isiologis Konsep Klinis&roses&roses &enyakit , edisi ke empat, diter"emahkan oleh &eter Anigrah.Iakarta: G2
#6 Rubin R:& Shapiro E!& Andriole ;'& !avis R2& Stamm <E* eneral guidelines for the evaluation of ne= anti/infective drugs for the treatment
of urinary tract infection* +lin Inf !is #336 (#$) . S6#1/65*
%* @a$er KG, 5ergman 5, 5ishop /2, Iohansen 65, 5otto H, Lo$el 5 (ed!. uropean Asso)iation o# Urology : Guidelines on Urinary and /ale Genital 6ra)t n#e)tions. 0%.
#0 +oncencus +onference +riteria !efining Sepsis dalam >a?aron ; dan @arke RS* rol +lin of Am& #333& 61& hal 177
%+ 4ipiro, Ioseph 6 (editor!, 0+ &harma)otherapy: A &athophisiology approa)h, * rd dition , /)Gra7 Hill, @e7 Fork
%8 5one R2, 5alk RA, 2erra B5, 4ellinger R&, Bein A/, Knaus >A, S)hein R/, Si$$ald >I. 4e#initions #or sepsis and organ #ailure and guidelines #or the use o# inno=ati=e therapies in sepsis. 6he A22&< S22/ 2onsensus 2on#eren)e 2ommittee. Ameri)an 2ollege o# 2hest &hysi)ians<So)iety o# 2riti)al 2are /edi)ine. 2hest %110C%%(8!:%8--++.