• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Lampiran 3. Kerangka Pikir Penelitian

Variabel Bebas Variabel Terikat Parameter

Gambar 1.1 Kerangka pikir penelitian Simplisia Kencur Pemberian natrium diklofenak (dosis 25 mg/kg bb) Karakteristik Simplisia Profil Farmakokinetika 1. Pemeriksaan makroskopik 2. Pemeriksaan mikroskopik 3. Penetapan kadar air 4. Penetapan kadar abu total 5. Penetapan kadar abu tidak

larut dalam asam

6. Penetapan kadar sari larut dalam air

7. Penetapan kadar sari larut dalam etanol Skrining Fitokimia 1. Alkaloida 2. Flavonoida 3. Tanin 4. Saponin 5. Triterpen/steroida 6. Glikosida K absorbsi T ½ T max C max Vd AUC 0-∞ AUMC0-∞ MRT K eliminasi Klirens Pemberian natrium diklofenak (dosis 25 mg/kg bb) dan ekstrak etanol kencur dosis 20; 40; 80 mg/kg bb selama 7 hari berturut-turut.

(4)

Lampiran 4. Gambar Hasil makroskopik 4.1 Rimpang Kencur Segar

4.2 Irisan Melintang Rimpang Kencur 4.2.1 Rimpang kencur segar

(5)

4.2.2 Simplisia rimpang kencur

(6)

Lampiran 5. Hasil Karakterisasi Serbuk Simplisia Rimpang Kencur 5.1 Perhitungan hasil penetapan kadar air serbuk simplisia rimpang

kencur

Persen kadar air = Volume air (ml) Berat sampel (g)

x 100%

- Berat sampel I = 5,010 g

Volume penjenuhan toluen = 2,0 ml Volume air I = 2,3 ml

Persen kadar air I = 2,3 – 2,0 5,011

x 100% = 5,99%

- Berat sampel II = 5,004 g Volume air I = 2,3 ml Volume air II = 2,6 ml Persen kadar air II = 2,6 – 2,3 5,007

x 100% = 5,99%

- Berat sampel III = 5,007 g Volume air II = 2,6 ml Volume air III = 2,9 ml Persen kadar air III = 2,9 – 2,6

5,005

x 100% = 5,99%

Persen rata-rata kadar air serbuk simplisia =

3

5,99 % + 5,99% + 5,99%

(7)

Lampiran 5 (Lanjutan)

5.2 Perhitungan hasil penetapan kadar sari larut dalam air serbuk simplisia rimpang kencur

Berat Cawan Berat Cawan + Sari Berat Sampel

K1 = 26,592 26,751 5,014

K2 = 45,100 45,260 5,003

K3 = 43,067 43,227 5,007

Persen kadar sari larut air = berat sari (g) x 100 berat sampel(g) 20

x 100%

1. Persen kadar sari larut dalam air I = 26,751 – 26,592 x 100 5,014 20

x 100%

= 15,80%

2. Persen kadar sari larut dalam air II = 45,260 – 45,100 x 100 5,003 20

x 100%

= 15,90%

3.Persen kadar sari larut dalam air III = 43,227 – 43,067 x 100 5,007 20

x 100%

= 15,90%

Persen rata-rata kadar sari larut air = 1

3

5,80% + 15,90% + 15,90%

(8)

Lampiran 5 (Lanjutan)

5.3 Perhitungan hasil penetapan kadar sari larut dalam etanol serbuk simplisia rimpang kencur

Berat cawan (g) Berat cawan + sari (g) Berat sampel (g)

K1 = 47,819 47,889 5,011

K2 = 43,241 43,313 5,005

K3 = 45,137 43,209 5,004

Persen kadar sari larut etanol = berat sari (g) x 100 berat sampel (g) 20

x 100%

1. Persen kadar sari larut dalam etanol = 47,889 – 47,819 x 100 5,011 20

x 100%

= 6,90%

2. Persen kadar sari larut dalam etanol = 43,313 -43,241 x 100 5,005 20

x 100%

= 7,10%

3. Persen kadar sari larut dalam etanol = 43,209 – 43,137 x 100 5,004 20

x 100%

= 7,10%

Persen rata-rata kadar sari larut etanol =

3

6,9% + 7,1% + 7,11%

(9)

Lampiran 5 (Lanjutan)

5.4 Perhitungan hasil penetapan kadar abu total serbuk simplisia rimpang kencur

Persen kadar abu total = berat abu (g) berat sampel(g)

x 100%

I. a. Berat kurs porselin setelah dipijar 1 = 27,511 g b. Berat kurs porselin setelah dipijar 2 = 24,505 g c. Berat kurs porselin setelah dipijar 3 = 27,515 g

II. a. Berat sampel 1 = 2,005 g b. Berat sampel 2 = 2,003 g c. Berat sampel 3 = 2,001 g

III.a.Berat kurs porselin + sampel 1 setelah dipijar 1 = 27,653 b.Berat kurs porselin + sampel 2 setelah dipijar 2 = 24,644 c.Berat kurs porselin + sampel 3 setelah dipijar 3 = 27,661

- Berat Simplisia = 2,005 g Berat Abu = 0,142 g

Persen kadar abu total I = 0,142 2,005

x 100%

(10)

- Berat Simplisia = 2,003 g Berat Abu = 0,139 g Persen kadar abu total II = 0,139 2,003

x 100%

= 6,94%

- Berat Simplisia = 2,001 g Berat sampel = 0,139 g Persen kadar abu total III = 0,139

2,001 x 100%

= 6,95%

Persen rata-rata kadar abu total =

3

7,082% + 6,939% + 6,946%

(11)

Lampiran 5 (Lanjutan)

5.5 Perhitungan hasil penetapan kadar abu tidak larut asam serbuk simplisia rimpang kencur

Persen kadar abu tidak larut asam = berat sari (g) berat sampel (g)

x 100%

1. a. Berat kurs porselin setelah dipijar I = 27,511 g b. Berat kurs porselin setelah dipijar II = 24,505 g c. Berat kurs porselin setelah dipijar III = 27,515 g

2. a. Berat sampel I = 2,005 g b. Berat sampel II = 2,003 g

c. Berat sampel III = 2,001 g

3. a. Berat kurs porselen + sampel setelah dipijar I = 27,540 g b. Berat kurs porselin + sampel setelah dipijar II = 24,532 g c. Berat kurs porselin + sampel setelah dipijar III = 27,541 g

- Berat abu I = 0,029 g Berat sampel = 2,005 g

Persen kadar abu tidak larut asam I = 0,029 2,005

x 100%

(12)

- Berat abu II = 0,027 g Berat sampel = 2,003 g

Persen kadar abu tidak larut asam II = 0,027 2,003

x 100%

= 1,35% - Berat abu III = 0,026 g

Berat sampel = 2,001 g

Persen kadar abu tidak larut asam III = 0,026 2,001

x 100%

= 1,3%

Persen rata-rata kadar abu tidak larut asam =

3

1,45% + 1,35% + 1,3%

(13)

Lampiran 6. Tabel Maksimum Larutan Sediaan Uji untuk Hewan

Volume maksimum larutan sediaan uji yang dapat diberikan pada beberapa hewan uji (Ritschel, 1974).

Jenis Hewan Uji Volume maksimum (ml) sesuai jalur pemberian i.v. i.m. i.p. s.c. p.o. Mencit (20-30 g) 0,5 0,05 1,0 0,5-1,0 1,0 Tikus (200 g) 1,0 0,1 2-5 2-5 5,0 Hamster (50 g) - 0,1 1-2 2,5 2,5 Marmut (250 g) - 0,25 2-5 5,0 10,0 Kelinci (2,5 kg) 5-10 0,5 10-20 5-10 20,0 Kucing (3 kg) 5-10 1,0 10-20 5-10 50,0 Anjing (5 kg) 10-20 5,0 20-50 10,0 100,0

(14)

Lampiran 7. Tabel Konversi Dosis Hewan dengan Manusia

Konversi dosis antara jenis hewan dengan manusia (Laurence and Bacharach, 1964). Mencit 20 g Tikus 200 g Marmut 400 g Kelinci 1,2 kg Kera 4 kg Anjing 12 kg Manusia 70 kg Mencit 20g 1,0 7,0 12,25 27,8 64,1 124,2 387,9 Tikus 200g 0,14 1,0 1,74 3,9 9,2 17,8 56,0 Marmut 400 g 0,08 0,57 1,0 2,25 5,2 10,2 31,5 Kelinci 1,2 kg 0,04 0,25 0,44 1,0 2,4 4,5 14,2 Kera 4 kg 0,016 0,11 0,19 0,42 1,0 1,9 6,1 Anjing 12 kg 0,008 0,06 0,10 0,22 0,52 1,0 3,1 Manusia 70 kg 0,0026 0,018 0,031 0,07 0,16 0,32 1,0

(15)

Lampiran 8. Flowsheet

8.1 Pengukuran panjang gelombang natrium diklofenak

Ditimbang 50 mg

Dimasukan ke dalam labu tentukur 100 ml

Ditambah NaOH 0,1 N sampai larut Dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda

Dipipet larutan LIB I sebanyak 10 ml Dimasukan ke dalam labu tentukur 50 ml

Dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda

Dipipet sebanyak 6,5 ml

Dimasukan ke dalam labu tentukur 50 ml

Dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda

Dimasukan ke dalam kuvet

Diukur dengan alat spektrofotomentri UV Natrium diklofenak Larutan Natrium Diklofenak (LIB I) Konsentrasi 500 mcg/ml Hasil Larutan Natrium Diklofenak (LIB II) Konsentrasi 100 mcg/ml

Larutan Natrium Diklofenak Konsentrasi 13

(16)

Lampiran 8 (Lanjutan)

8.2 Pembuatan kurva kalibrasi natrium diklofenak

Ditimbang 50 mg

Dimasukan ke dalam labu tentukur 100 ml

Ditambah NaOH 0,1 N sampai larut Dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda

Dipipet larutan LIB I sebanyak 10 ml Dimasukan ke dalam labu tentukur 50 ml

Dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda

Dipipet sebanyak 2,0; 2,5; 3,0; 3,5; dan 4,0 ml

Dimasukan ke dalam labu tentukur 25 ml

Dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda

Dimasukan ke dalam kuvet

Diukur dengan alat spektrofotomentri UV pada panjang gelombang 276 nm Larutan Natrium

Diklofenak (LIB I) Konsentrasi 500 mcg/ml

Hasil Larutan Natrium Diklofenak (LIB II) Konsentrasi 100 mcg/ml

Larutan Natrium Diklofenak Konsentrasi 8;

10; 12; 14; 16 mcg/ml Natrium diklofenak

(17)

Lampiran 8 (Lanjutan)

8.3 Pemberian larutan natium diklofenak tanpa ekstrak etanol rimpang kencur pada hewan tikus

Dipuasakan selama 14 jam Ditimbang

Dicukur bulu ekor

Diberikan larutan Natrium diklofenak dengan dosis 25 mg/kg bb

Diambil darah sebanyak 0,5 ml menggunakan spuit yang berisi heparin pada interval waktu 15 menit, 30menit, 45 menit, 75 menit, 105 menit, 135 menit, 195 menit, 255 menit, 315 menit, 435 menit, 555 menit, dan 675 menit.

Masing-masing cuplikan darah divorteks dan disentrifug.

Hasil sentrifug ditambah TCA 20% sebanyak 1 ml lalu dihomogenkan dengan Vortex dan disentrifug pada 3000rpm selama 10 menit

Diambil supernatan lalu diukur dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 276 nm

Cuplikan Darah

Hasil Tikus Jantan

(18)

Lampiran 8 (Lanjutan)

8.4 Pemberian ekstrak etanol rimpang kencur pada hewan tikus selama 7 hari berturut-turut

Ditimbang

Diberikan Larutan EERK dengan masing-masing dosis 20 mg/kg bb, 40 mg/kg bb, 80 mg/kg bb selama 7 hari berturut-turut

Pada hari keenam dipuasakan selama 14 jam sebelum percobaan

Dicukur bulu ekor

Pada hari ketujuh setelah 4 jam pemberian EERK kemudian diberikan larutan Natrium diklofenak dosis 25 mg/kg bb

Diambil darah sebanyak 0,5 ml menggunakan spuit yang berisi heparin pada interval waktu 15 menit, 30menit, 45 menit, 75 menit, 105 menit, 135 menit, 195 menit, 255 menit, 315 menit, 435 menit, 555 menit, dan 675 menit.

Masing-masing cuplikan darah divorteks dan disentrifug.

Hasil sentrifug ditambah TCA 20% sebanyak 1 ml lalu dihomogenkan dengan Vortex dan disentrifug pada 3000rpm selama 10 menit

Diambil supernatan lalu diukur dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 276 nm

Tikus Jantan

Cuplikan Darah

(19)

Lampiran 9. Contoh Perhitungan Dosis

1. Perhitungan Dosis Ekstrak Etanol Rimpang Kencur

- Dosis suspensi ekstrak etanol rimpang kencur: 20 mg/kg BB, 40 mg/kg BB, dan 80 mg/kg BB

- Cara pembuatan suspensi ekstrak Rimpang Kencur 1% Konsentrasi suspensi ekstrak 1% = 1 g/100 ml

= 1000 mg/100 ml = 10 mg/ ml a. Dosis = 20 mg/kg bb

Berat badan Tikus = 247 g

=1000 g20 mg × 247g = 4,94 mg Volume Ekstrak yang di suntikkan = 4,94 mg

10 mg /ml = 0,5 ml b. Dosis = 40 mg/kg BB

Berat badan Tikus = 227 g = 40 mg

1000 g× 227 g = 9,108 mg Volume Ekstrak yang di suntikkan = 9,108 mg

10 mg /ml = 0,9 ml c. Dosis = 80 mg/kg bb

Berat badan Tikus = 183,5 g

=1000 g80 mg × 183,5g = 14,680 mg Volume ekstrak yang di suntikkan = 14,680 mg

(20)

2. Dosis Natrium diklofenak Tanpa Pemberian Ekstrak Etanol Rimpang Kencur

Dosis Lazim = 25 mg

Berat Hewan = 246,6 g

Konversi pada Hewan Tikus = 0,018

Dosis Konversi = 25 ×0,018 = 0,45 mg

Dosis Dari Perkiraan Berat per kg BB = 1000 𝑔𝑔

200 𝑔𝑔 𝑥𝑥 0,45 𝑚𝑚𝑔𝑔 = 2,25 mg/kg bb

Dosis = 246,6 𝑔𝑔

1000 𝑔𝑔𝑥𝑥 2,25 𝑚𝑚𝑔𝑔 = 0,55 mg

Volume dosis yang diberikan = 0,55 𝑚𝑚𝑔𝑔

0,5 𝑚𝑚𝑔𝑔 𝑥𝑥 1𝑚𝑚𝑚𝑚 = 1,1 ml

(21)

Lampiran 10.Kurva dan data serapan natrium diklofenak baku pembanding (PT. Dexa Medica) konsentrasi 12 μg/ml dalam pelarut NaOH 0,1 N

(22)

Lampiran 11. Hasil penentuan persamaan regresi dari kurva kalibrasi natrium diklofenak (PT. Dexa Medica) pada panjang gelombang 276 nm dalam pelarut NaOH 0,1 N

(23)

Lampiran 12. Hasil perhitungan persamaan regresi dari kurva kalibrasi natrium diklofenak (PT. Dexa Medica) pada panjang gelombang 276 nm dalam pelarut NaOH 0,1 N

C (μg/ml) (X) Absorbansi (Y) XY X 2 Y2 8 0,351 2,808 64 0,1232 10 0,440 4,400 100 0,1936 12 0,540 6,480 144 0,2916 14 0,628 8,792 196 0,3944 16 0,714 11,424 256 0,5098 ΣX = 60 ΣY = 2,673 ΣXY = 33,904 ΣX2 = 760 ΣY2 =1,5126 X = 12 Y =0,5346 a = ΣXY − (Σ𝑋𝑋)(Σ𝑌𝑌)/𝑛𝑛 ΣX2− ( ΣX )2/n = 33,904 − (60)(2,673)/5 760−(60)2/5 = 0,0457 Y = a X + b b = Y – a X = 0,5346– (0,0457 x 12) = -0,0138 Persamaan regresi: Y = 0,0457x - 0,0138 Dengan nilai r sebagai berikut:

r = ΣXY − (Σ𝑋𝑋)(Σ𝑌𝑌)/𝑛𝑛

�(ΣX2−(ΣX)2/n (ΣY2− (ΣY)2/n)

= 33,904− (60)(2,673)/5

(24)

Lampiran 13. Contoh perhitungan parameter farmakokinetik secara manual

Tikus 1 Dosis kontrol Waktu (menit) Konsentrasi (mcg/ml) 9,149.e -0,00104.t R 17 4,6083 8,9887 -4,3804 33 4,8162 8,8403 -4,0241 47 5,7462 8,7126 -2,9664 78 6,3414 8,4361 -2,0947 108 6,779 8,1770 -1,3980 137 8,6411 7,9341 0,7070 199 7,5558 257 7,2604 318 6,267 439 5,5689 559 5,2276 679 4,547 Kel = 1,04 x 10-3 menit-1 Ka = 0,0149 menit-1 •

t1/2el = 0,00104 𝑚𝑚𝑚𝑚𝑛𝑛𝑚𝑚𝑚𝑚0,693 −1 = 46,51 menit t1/2abs = 0,0149 𝑚𝑚𝑚𝑚𝑛𝑛𝑚𝑚𝑚𝑚0,693 −1 = 666,35 menit

• Tmaks = 𝑘𝑘𝑘𝑘 −𝑘𝑘𝑚𝑚𝑚𝑚2,303 log 𝑘𝑘𝑚𝑚𝑚𝑚𝑘𝑘𝑘𝑘 = 2,303 0,0149 −0,00104 log 0,0149 0,00104 = 192,11 menit Ln Cpel = Ln A - kel.t = 2,2136 –1,04×10-3.t Cpel = A.e-Kel.t = 9,149.e-0,00104.t r = - 0,9845 Ln R = Ln B – Ka.t = 1,8231 - 0,0149.t R = B.e-Ka.t = 6,191.e-0,0149.t R = -0,9894

(25)

• AUC 0 → t = 𝐶𝐶1 𝑋𝑋 𝑚𝑚1 2 � + � (𝐶𝐶2+𝐶𝐶1) 𝑋𝑋(𝑚𝑚2−𝑚𝑚1) 2 �+ ... + � (𝐶𝐶𝑛𝑛+𝐶𝐶𝑛𝑛−1) 𝑋𝑋(𝑚𝑚𝑛𝑛 −𝑚𝑚𝑛𝑛−1) 2 � = �4,6083𝑋𝑋 172 � +�(4,8162+4,6083) 𝑋𝑋(33−17)2 � + �(5,7462+4,8162) 𝑋𝑋(47−33)2 � + �(6,3414+5,7462) 𝑋𝑋(78−47)2 �+ �(6,779+6,3414) 𝑋𝑋(108−78)2 � + �(8,6411+6,779) 𝑋𝑋(137−108)2 � + �(7,5558+8,6411) 𝑋𝑋(199−137)2 � + �(7,2604+7,5558) 𝑋𝑋(257−199)2 � + �(6,267+7,2604) 𝑋𝑋(318−257)2 �+�(5,5689+6,267) 𝑋𝑋(439−318)2 � + �(5,2276+4,547+) 𝑋𝑋(559−439)2 � + �(4,547+5,2276) 𝑋𝑋(679+559)2 �= 4090,9560 mcg/ml.menit AUCt→∞ = 𝐶𝐶𝑚𝑚𝑛𝑛 𝐾𝐾𝑚𝑚𝑚𝑚 = 4,5470 0,00104 = 4372,1154 mcg/ml.menit AUC0→∞ = AUC 0 → t+ AUCt→∞

= 4090,9560 mcg/ml.menit + 4372,1154 mcg/ml.menit = 8463,0714 mcg/ml.menit • AUMC 0 → t = �(𝐶𝐶1.𝑚𝑚1)𝑋𝑋 𝑚𝑚1 2 � + � (𝐶𝐶1.𝑚𝑚1+𝐶𝐶2.𝑚𝑚2) 𝑋𝑋(𝑚𝑚2−𝑚𝑚1) 2 �+ ....+ �(𝐶𝐶𝑛𝑛−1.𝑚𝑚𝑛𝑛−1+𝐶𝐶𝑛𝑛.𝑚𝑚𝑛𝑛) 𝑋𝑋(𝑚𝑚𝑛𝑛 −𝑚𝑚𝑛𝑛−1) 2 � =

(26)

�(4,6083𝑋𝑋 17 +) 𝑋𝑋(17)2 � + �(4,6083.17 +4,81622 .33) 𝑋𝑋(33 − 17)� + �(4,8162.33 +5,74622 .47) 𝑋𝑋(47 − 33)� + �(5,7462.47 +6,34142 .78) 𝑋𝑋(78 − 47)� + �(6,3414.78 +6,7792.108) 𝑋𝑋(108 − 78)� + �(6,779.108 +8,64112.137) 𝑋𝑋(137 − 108)� + �(8,6411.137 +7,5558.199) 𝑋𝑋(199 − 137) 2 � + �(7,5558.199 +7,26042.257) 𝑋𝑋(257 − 199)� + �(7,2604.257 +6,2672.318) 𝑋𝑋(318 − 257)� + �(6,267.318 +6,2838.439) 𝑋𝑋(439 − 318) 2 � + �(6,2838.439 +5,22762.559) 𝑋𝑋(559 − 439)� + �(5,2276.559 +4,5472.679) 𝑋𝑋(679 − 559)� = 1313398,953 mcg/ml.menit2 AUMCt→∞ = �𝐶𝐶𝑛𝑛𝑋𝑋 𝑚𝑚𝑛𝑛 𝐾𝐾𝑚𝑚𝑚𝑚 � + 𝐶𝐶𝑚𝑚𝑛𝑛. (𝐾𝐾𝑚𝑚𝑚𝑚 )2 = 4,547.6790,00104 + (0,00104 )4,547 2 = 7172623,447 mcg/ml.menit2

(27)

= 1313398,953 + 7172623,447 = 8486022,4 mcg/ml.manit2 • MRT = AUMC 0→∞ AUC 0→∞ = 8486022,4 mcg /ml .menit 2 8463,0714 mcg /ml .menit = 1002,712 menit • Vd = 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝑚𝑚𝐷𝐷 AUC 0→∞.Kel = 8463,0714 x0,00104550 = 62,4887 ml • Cmaks = 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝑚𝑚𝐷𝐷 𝑉𝑉𝑉𝑉 𝑚𝑚−𝐾𝐾𝑚𝑚𝑚𝑚.𝑇𝑇𝑚𝑚𝑘𝑘𝑘𝑘𝐷𝐷 = 62,4887 ml550 𝑚𝑚−0,00104 𝑚𝑚𝑚𝑚𝑛𝑛𝑚𝑚𝑚𝑚 −1.192,11 𝑚𝑚𝑚𝑚𝑛𝑛𝑚𝑚𝑚𝑚 = 7,2076 mcg • CL = 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝑚𝑚𝐷𝐷 AUC 0→∞ = 8463,0714mcg /ml .menit550 𝑚𝑚𝑚𝑚𝑔𝑔 = 0,0650 ml/menit.

(28)

Lampiran 14. Kadar Natrium Diklofenak dalam Plasma Setiap Waktu Pengambilan Sampel

14.1 Kadar natrium diklofenak dalam plasma tanpa pemberian ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) (kontrol)

No

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5 Rata-Rata

Kadar (mcg/ml) ± SD Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) 1 17 4,6083 17 5,6543 18 4,0853 18 4,5361 18 4,8928 4,7554 ± 0,5800 2 33 4,8162 34 5,8162 33 5,2757 33 5,5295 33 5,6543 5,4184 ± 0,3903 3 47 5,7462 47 6,0853 47 5,8162 47 6,0919 48 6,0985 5,9676 ± 0,1720 4 78 6,3414 78 6,2166 77 6,4398 79 6,3282 78 6,7549 6,4162 ± 0,2052 5 108 6,779 108 6,3414 107 6,8206 107 6,8972 107 6,9475 6,7571 ± 0,2415 6 137 8,6411 138 8,4486 138 8,5164 137 8,6368 138 8,6302 8,5746 ± 0,0870 7 199 7,5558 198 7,5952 197 7,6893 198 7,8425 198 7,7681 7,6902 ± 0,1187 8 257 7,2604 257 7,2823 257 7,2604 257 7,0832 258 7,14 7,2053 ± 0,0883 9 318 6,267 318 6,7309 318 6,2451 318 6,1641 319 6,8293 6,4473 ± 0,3082 10 439 5,5689 437 6,1969 438 5,5164 438 5,8731 437 6,0306 5,8372 ± 0,2928 11 559 5,2276 559 5,291 557 5,3326 557 5,2166 558 5,2298 5,2595 ± 0,0502 12 679 4,547 677 4,4989 678 4,5295 678 4,4398 678 4,5492 4,5129 ± 0,0455

(29)

Lampiran 14 (Lanjutan)

14.2 Gambar konsentrasi (log c) vs waktu (t) natrium diklofenak tanpa ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) (kontrol) 1 10 15 30 45 75 105 135 195 255 315 435 555 675 Ko nse nt ra si (L og C) Waktu (t)

Kadar natrium diklofenak dalam plasma tanpa ekstrak etanol

rimpang kencur (EERK)

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

(30)

Lampiran 14 (Lanjutan)

14.3 Kadar natrium diklofenak dalam plasma dengan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 20 mg/kb bb

No

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5 Rata-Rata Kadar

(mcg/ml) ± SD Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) 1 18 5,7987 18 5,6543 18 5,5339 17 5,7133 18 5,6105 5,6621 ± 0,1005 2 32 6,5974 33 6,0306 33 6,2341 33 6,1641 33 5,9869 6,2026 ± 0,2421 3 50 6,8118 48 6,4705 50 6,7068 47 6,3567 48 6,9322 6,6556 ± 0,2383 4 78 7,6849 79 6,8709 78 7,0875 78 7,2604 77 8,221 7,4249 ± 0,5360 5 109 8,8468 108 8,3873 109 7,6565 108 7,5646 107 8,6302 8,2171 ± 0,5780 6 139 9,7681 139 8,9431 138 8,7046 137 8,9759 138 9,8162 9,2416 ± 0,5137 7 198 8,6893 198 7,9409 199 7,8884 198 8,0000 198 8,9344 8,2906 ± 0,4853 8 259 7,8031 259 6,6827 258 7,3786 257 7,6849 258 8,4398 7,5978 ± 0,6411 9 317 7,1751 317 6,5252 318 6,2341 319 7,477 319 8,0000 7,0823 ± 0,7135 10 438 6,6411 438 5,9978 438 5,9737 438 5,6958 438 6,8271 6,2271 ± 0,4823 11 559 5,7746 558 5,5689 559 5,5799 557 5,6236 558 6,0547 5,7203 ± 0,2042 12 678 5,442 677 4,5295 678 4,547 678 5,0547 678 5,7856 5,0718 ± 0,5514

(31)

Lampiran 14 (Lanjutan)

14.4 Gambar konsentrasi (log c) vs waktu (t) natrium diklofenak dengan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 20 mg/kg bb 1 10 15 30 45 75 105 135 195 255 315 435 555 675 Ko nse nt ra si (L og C) Waktu (t)

Kadar natrium diklofenak dalam plasma dengan ekstrak etanol

rimpang kencur (EERK) dosis 20 mg/kg bb

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

(32)

Lampiran 14 (Lanjutan)

14.5 Kadar natrium diklofenak dalam plasma dengan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 40 mg/kb bb

No

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5 Rata-Rata Kadar

(mcg/ml) ± SD Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) 1 18 8,3457 18 7,6893 18 6,9431 17 7,477 18 6,9125 7,4735 ± 0,5923 2 32 8,6149 33 9,1619 32 7,3961 32 8,5361 34 7,6039 8,2626 ± 0,7403 3 47 9,2101 47 9,512 47 8,8512 47 9,6411 47 9,4245 9,3278 ± 0,3092 4 77 10,3917 77 10,6171 79 10,7112 78 9,9694 78 10,3589 10,4097 ± 0,2876 5 110 10,7112 107 11,8993 109 11,8337 108 11,1685 107 11,9912 11,5208 ± 0,5572 6 137 11,9891 140 12,2516 138 12,2516 139 11,4923 138 12,6543 12,1278 ± 0,4275 7 198 9,709 197 11,0044 197 11,4814 198 9,9234 197 11,1904 10,6617 ± 0,7940 8 258 9,3589 258 10,2626 259 11,2582 258 9,3392 258 10,1269 10,0692 ± 0,7893 9 317 8,8512 317 9,326 317 9,9256 318 9,2319 319 9,5952 9,3860 ± 0,4026 10 438 8,6674 438 9,1619 437 8,547 440 8,4726 438 8,5405 8,6779 ± 0,2796 11 557 6,9431 557 8,1729 557 8,3151 554 8,0766 557 7,8031 7,8622 ± 0,5468 12 679 6,3282 677 7,2648 678 7,8884 678 6,3414 678 7,4989 7,0643 ± 0,7023

(33)

Lampiran 15 (Lanjutan)

15.6 Gambar konsentrasi (log c) vs waktu (t) natrium diklofenak dengan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 40 mg/kg bb 1 10 100 15 30 45 75 105 135 195 255 315 435 555 675 Ko nse nt ra si (L og C) Waktu (t)

Kadar natrium diklofenak dalam plasma dengan ekstrak etanol

rimpang kencur (EERK) dosis 40 mg/kg bb

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

(34)

Lampiran 14 (Lanjutan)

14.7 Kadar natrium diklofenak dalam plasma dengan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 80 mg/kb bb

No

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5 Rata-Rata

Kadar (mcg/ml) ± SD Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) Waktu (menit) Kons (mcg/ml) 1 18 7,8534 18 7,2451 16 8,2188 18 8,3632 17 9,0963 8,1554 ± 0,6805 2 34 9,4245 33 9,0044 33 9,1444 32 9,4398 33 10,2582 9,4543 ± 0,4863 3 47 9,9234 47 9,8162 48 10,6893 47 10,8687 47 11,4617 10,5519 ± 0,6862 4 78 10,1269 78 11,8556 78 12,7243 79 12,6608 77 12,2079 11,9151 ± 1,0604 5 107 11,9891 107 12,9387 108 13,5536 108 12,8862 108 13,9825 13,0700 ± 0,7560 6 140 12,8862 138 13,8206 137 13,7724 137 13,5536 138 14,5383 13,7142 ± 0,5927 7 197 12,6608 197 12,7899 198 12,9387 197 12,9059 198 14,4114 13,1413 ± 0,7183 8 258 11,3195 259 11,6499 257 11,8381 258 12,4792 258 12,2823 11,9138 ± 0,4701 9 317 10,2267 318 11,2998 317 12,2341 318 10,8468 319 12,2079 11,3631 ± 0,8709 10 437 9,7673 440 10,1335 438 10,1422 438 12,1247 439 11,8403 10,8016 ± 1,0932 11 558 9,2123 559 9,7505 558 9,523 559 9,8162 558 10,6018 9,7808 ± 0,5162 12 680 8,7965 679 9,4354 678 9,1444 677 9,3217 677 10,267 9,3930 ± 0,5451

(35)

Lampiran 14 (Lanjutan)

14.8 Gambar konsentrasi (log c) vs waktu (t) natrium diklofenak dengan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 80 mg/kg bb 1 10 100 15 30 45 75 105 135 195 255 315 435 555 675 Ko nse nt ra si (L og C) Waktu (t)

Kadar natrium diklofenak dalam plasma dengan ekstrak etanol

rimpang kencur (EERK) dosis 80 mg/kg bb

Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

(36)

Lampiran 15. Data Parameter Farmakokinetika Natrium diklofenak dalam Plasma

15.1 Data parameter farmakokinetika natrium diklofenak dalam plasma tanpa pemberian ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) (kontrol)

No. Tikus Berat Badan (g) Dosis (mcg) Ka (Menit-1) t1/2abs (menit) Tmaks (menit) Cmaks (mcg/ml) AUC 0-∞ (mcg/ml. menit) AUMC 0-∞ (mcg/ml. menit2) MRT (menit) Vd (ml) Kel (Menit-1) T1/2el (menit) CL (ml/ menit) 1 246,6 550 0,0149 46,51 192,11 7,2076 8463,0714 8486022,4 1002,712 62,4887 0,00104 666,35 0,065 2 237,5 534 0,0191 36,28 158,61 7,6765 8308,9021 7841011,2 943,6880 58,4258 0,0011 630 0,0643 3 214,5 482 0,0168 41,25 176,07 7,2844 8405,237 8346633,027 993,0277 54,6145 0,00105 660 0,0573 4 174,4 392 0,0158 43,86 181,8 7,3322 8201,0157 7817329,773 953,2148 43,8523 0,00109 635,78 0,0478 5 194,7 438 0,0186 37,26 161,62 7,7091 8371,84495 7916850,996 945,6519 47,5620 0,0011 630 0,0523 Rata-rata ± SD 213,5 ± 29,81 479,2 ± 65,8119 0,01704 ± 0,0018 41,03 ± 4,3260 174,04 ± 13,9929 7,4420 ± 0,2335 8350,0142 ± 100,2482 8081569,479 ± 311714,5875 967,6589 ± 28,0171 53,3887 ± 7,6580 0,0011 ± 0,000029 644,43 ± 17,4214 0,0573 ± 0,0075

(37)

Lampiran 15 (Lanjutan)

15.2 Data parameter farmakokinetika natrium diklofenak dalam plasma dengan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 20 mg/kg bb

No. Tikus Berat Badan (g) Dosis (mcg) Ka (menit-1) t1/2abs (menit) Tmaks (menit) Cmaks (mcg/ml) AUC 0-∞ (mcg/ml. menit) AUMC 0-∞ (mcg/ml. menit2) MRT (menit) Vd (ml) Kel (menit-1) t1/2el (menit) CL (ml/ menit) 1 243 547 0,0182 38,08 171,2 8,4477 10462,7805 11420090,37 1091,4967 55,0322 0,00095 729,47 0,0523 2 225,3 507 0,0179 38,72 171,2 7,4238 8883,8182 9082923,152 1022,4121 57,6465 0,00099 700 0,0571 3 199 448 0,0164 42,26 179,59 7,555 8677,92165 8535024,771 983,53331 49,6397 0,00104 666,35 0,0516 4 180 405 0,0176 39,375 171,81 8,0586 9413,9048 9636876,983 1023,6854 42,1779 0,00102 679,41 0,0430 5 201 452 0,021 33 153,55 9,1166 10908,0093 11779062,22 1079,8544 42,7190 0,00097 714,43 0,0414 Rata -rata ± SD 209,66 ± 24,62 471,8 ± 55,4860 0,01822 ± 0,0017 38,28 ± 3,3585 169,47 ± 9,5828 8,1203 ± 0,6907 9669,2869 ± 978,3981 10090795,5 ± 1436970,826 1040,20 ± 44,7328 49,4431 ± 7,0101 0,000994 ± 0,000036 697,93 ± 25,554 0,0491 ± 0,0066

(38)

Lampiran 15 (Lanjutan)

15.3 Data parameter farmakokinetika natrium diklofenak dalam plasma dengan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 40 mg/kg bb

No. Tikus Berat Badan (g) Dosis (mcg) Ka

(Menit-1) (menit) t1/2abs (menit)Tmaks (mcg/ml) Cmaks

AUC 0-∞ (mcg/ml. menit) AUMC 0-∞ (mcg/ml. menit2) MRT (menit) Vd (ml) Kel

(Menit-1) (menit) T1/2el

CL (ml/ menit) 1 223,4 502 0,0176 39,38 176,42 9,9843 12649,9944 13782087,38 1089,4936 42,6708 0,00093 745,16 0,0397 2 205,9 463 0,0176 39,38 184,02 10,6411 15410,9811 19530893,36 1267,3361 37,5544 0,0008 866,25 0,0300 3 194,8 438 0,0272 25,48 132,35 11,8308 15908,9973 19970078,6 1255,2695 33,1706 0,00083 834,94 0,0275 4 201,7 453 0,0166 41,75 190 9,6659 13616,4655 16301690,18 1197,2042 40,0826 0,00083 834,94 0,0333 5 202,9 456 0,0168 41,25 188,37 10,839 15268,9817 19009285,96 1244,9610 35,9813 0,00083 834,94 0,0299 Rata-rata ± SD 205,74 ± 10,68 462,4 ± 23,944 0,01916 ± 0,0045 37,45 ± 6,7758 174,232 ± 23,9959 10,5922 ± 0,8404 14571,0840 ± 1376,9879 17718807,09 ± 2623127,818 1210,8529 ± 72,8713 37,8919 ± 3,6637 0,000844 ± 0,00005 823,25 ± 45,7078 0,0321 ± 0,0047

(39)

Lampiran 15 (Lanjutan)

15.4 Data parameter farmakokinetika natrium diklofenak dalam plasma dengan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dosis 80 mg/kg bb

No. Tikus Berat Badan (g) Dosis (mcg) Ka (Menit-1) t1/2abs (menit) Tmaks (menit) Cmaks (mcg/ml) AUC 0-∞ (mcg/ml. menit) AUMC 0-∞ (mcg/ml. menit2) MRT (menit) Vd (ml) Kel (Menit-1) t1/2el (menit) CL (ml/ menit) 1 223,4 378 0,0199 34,82 175,03 12,0262 19666,6641 29423438,67 1496,11 27,8556 0,00069 1004,35 0,0192 2 183 411 0,0293 23,65 134,98 12,7852 22758,2326 38264983,41 1681,37 29,6056 0,00061 1136,07 0,0181 3 167,3 376 0,0224 30,94 159,16 12,8759 20304,6188 29279377,02 1442,01 26,0816 0,00071 976,06 0,0185 4 273,8 616 0,023 30,13 157,79 13,0064 21293,5276 31939284,61 1499,95 42,5426 0,00068 1019,12 0,0289 5 217 488 0,0138 50,22 236,51 13,1169 24840,2922 41625280,96 1675,71 32,2057 0,00061 1136,07 0,0196 Rata-rata ± SD 212,9 ± 41,26 453,8 ± 101,377 0,0217 ± 0,0056 40,17 ± 14,2036 172,69 ± 38,4239 12,7621 ± 0,4303 21772,6671 ± 2073,7437 34106472,93 ± 5562239,962 1559,03 ± 111,497 31,6582 ± 6,4912 0,00066 ± 0,00005 1077,59 ± 82,6947 0,0209 ± 0,0045

(40)

Lampiran 16. Gambar Hewan Percobaan dan alat a. Tikus Jantan

b. Tabung Reaksi dan Rak Tabung

(41)

Lampiran 17 (Lanjutan)

d. Rotary Evaporator (Heidolph WB 2000)

(42)

Lampiran 17. Tabel hasil analisis statistik ANAVA

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Ka Between Groups .000 3 .000 1.342 .296

Within Groups .000 16 .000

Total .000 19

Kel Between Groups .000 3 .000 97.835 .000

Within Groups .000 16 .000

Total .000 19

AUC Between Groups 5.537E8 3 1.846E8 103.062 .000 Within Groups 2.866E7 16 1790955.278

Total 5.824E8 19

AUMC Between Groups 2.097E15 3 6.990E14 69.937 .000 Within Groups 1.599E14 16 9.995E12

Total 2.257E15 19

T.MAX Between Groups 72.741 3 24.247 .041 .988 Within Groups 9359.317 16 584.957 Total 9432.058 19 MRT Between Groups 1042080.690 3 347360.230 67.686 .000 Within Groups 82111.380 16 5131.961 Total 1124192.070 19 Vd Between Groups 1520.645 3 506.882 12.413 .000 Within Groups 653.381 16 40.836 Total 2174.026 19

Cmaks Between Groups 88.817 3 29.606 83.219 .000 Within Groups 5.692 16 .356

Total 94.509 19

CL Between Groups .004 3 .001 37.840 .000

Within Groups .001 16 .000

Total .005 19

t1/2abs Between Groups 127.960 3 42.653 .977 .428

Within Groups 698.240 16 43.640

Total 826.200 19

t1/2el Between Groups 498739.626 3 166246.542 75.119 .000

Within Groups 35409.586 16 2213.099

(43)

Ka Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05 1 Kontrol 5 .017040 EERK dosis 20mg/kgBB 5 .018220 EERK dosis 40mg/kgBB 5 .019160 EERK dosis 80mg/kgBB 5 .021680 Sig. .094 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000

Kel Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 4 EERK dosis 80mg/kgBB 5 .000660 EERK dosis 40mg/kgBB 5 .000844 EERK dosis 20mg/kgBB 5 .000994 Kontrol 5 .001076 Sig. 1.000 1.000 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.

T.maks Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05 1 EERK dosis 20mg/kgBB 5 169.4700 EERK dosis 80mg/kgBB 5 172.6940 Kontrol 5 174.0420 EERK dosis 40mg/kgBB 5 174.2320 Sig. .779

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.

(44)

t1/2abs Duncana DOSIS N Subset for alpha = 0.05 1 EERK dosis 80mg/kgBB 5 33.9480 EERK dosis 40mg/kgBB 5 37.4480 EERK dosis 20mg/kgBB 5 38.2920 Kontrol 5 41.0320 Sig. .137

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

AUC Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 Kontrol 5 8350.014240 EERK dosis 20mg/kgBB 5 9669.286900 EERK dosis 40mg/kgBB 5 14571,08397 EERK dosis 80mg/kgBB 5 21772,6671 Sig. .139 1.000 1.000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Cmaks Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 Kontrol 5 7.441960 EERK dosis 20mg/kgBB 5 8.120340 EERK dosis 40mg/kgBB 5 10.592220 EERK dosis 80mg/kgBB 5 12.762120 Sig. .091 1.000 1.000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

CL Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 4 EERK dosis 80mg/kgBB 5 .020860 EERK dosis 40mg/kgBB 5 .032080 EERK dosis 20mg/kgBB 5 .049080 Kontrol 5 .057340 Sig. 1.000 1.000 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.

Vd Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 EERK dosis 80mg/kgBB 5 31.658220 EERK dosis 40mg/kgBB 5 37.891940 EERK dosis 20mg/kgBB 5 49.443060 Kontrol 5 53.388660 Sig. .143 .343

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

(45)

t 1/2el Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 Kontrol 5 644.4260 EERK dosis 20mg/kgBB 5 697.9320 EERK dosis 40mg/kgBB 5 823.2460 EERK dosis 80mg/kgBB 5 1054.3340 Sig. .091 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.

AUMC Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 Kontrol 5 8081569,479 EERK dosis 20mg/kgBB 5 10090795,5 EERK dosis 40mg/kgBB 5 17718807,09 EERK dosis 80mg/kgBB 5 34106472,93 Sig. .330 1.000 1.000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. MRT

Duncana

DOSIS N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 Kontrol 5 967.65888 EERK dosis 20mg/kgBB 5 1040.19638 EERK dosis 40mg/kgBB 5 1210.85288 EERK dosis 80mg/kgBB 5 1559.03016 Sig. .129 1.000 1.000

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka pikir penelitian Simplisia Kencur Pemberian natrium diklofenak (dosis 25 mg/kg bb) Karakteristik Simplisia Profil Farmakokinetika1

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian hewan uji diatas pada hari ke-7 setelah 4 jam pemberian ekstrak rimpang kencur diberi larutan obat natrium diklofenak dengan dosis yang telah. dikonversikan (dosis manusia

Kesimpulan: Jus jambu biji yang diberikan satu jam sebelum dan bersamaan dengan tetrasiklin tidak mempengaruhi parameter farmakokinetika tetrasiklin dosis 63 mg/kg

Kadar trigliserida dan HDL serum darah tikus yang mendapatkan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (500 dan 1.000) mg/kg BB selama 30 hari tidak berbeda

Data kadar dan kurva natrium diklofenak dalam plasma tiap waktu pengambilan dengan perlakuan ekstrak Bunga Pepaya Jantan 20 mg / kg

Dari hasil pengukuran parameter waktu pendarahan, waktu koagulasi dan penurunan serapan plasma setelah penambahan ADP bahwa ekstrak etanol dosis 150, 300 dan 450 mg/kg

Induksi aloksan 180 mg/kg BB + ekstrak etanol biji mahoni dosis 50 mg/kg BB. Induksi aloksan 180 mg/kg BB + ekstrak etanol biji mahoni dosis 100

Tiga variasi dosis ekstrak rimpang kencur yaitu 0, 52 mg/kgBB mencit; 1,04 mg/kg BB mencit; dan 1,3 mg/kgBB mencit berefek untuk mencegah erosi mukosa gaster mencit walaupun dalam

Kadar trigliserida dan HDL serum darah tikus yang mendapatkan perlakuan ekstrak etanol rimpang kencur (500 dan 1.000) mg/kg BB selama 30 hari tidak berbeda