• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

A. Journey, Experience, and Victory

“Journey, Experience, and Victory” merupakan komposisi musik program yang menceritakan tentang masa perkuliahan penulis. Masa perkuliahan menurut penulis merupakan masa yang indah, dimana penulis mengalami pembentukan diri menjadi pribadi yang lebih dewasa. Banyak pengalaman dan kesan yang didapatkan penulis pada masa perkuliahan. Mulai dari awal perkuliahan, penulis dengan penuh semangat mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru, mengenal teman-teman baru dari beberapa daerah, mengalami gesekan karena adanya perbedaan pendapat dan menikmati setiap tugas yang diberikan merupakan pengalaman didapat penulis ketika awal memasuki dunia perkuliahan.

Berlanjut hingga pertengahan masa perkuliahan, penulis banyak mendapat ilmu yang semakin rumit dari para dosen, merasakan kesulitan dalam memahami suatu bagian tertentu yang diajarkan, ditegur dosen, sukar memainkan lagu mayor, dan sebagainya. Sampai satu ketika penulis merasa putus asa karena keadaan ini dan ingin menyerah meninggalkan semuanya. Tapi motivasi dan bimbingan dari orang tua, teman, dan para dosen membantu penulis untuk kembali bangkit dari masa-masa sulit itu, hingga akhirnya penulis memutuskan untuk kembali berjuang menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Pengalaman ini dialami penulis dengan satu tujuan yaitu untuk membentuk kepribadian dan karakter penulis hingga menjadi suatu pribadi yang berkualitas dan tidak mudah menyerah menghadapi setiap tantangan. Sampailah penulis diakhir masa perkuliahannya, dimana penulis melakukan kewajibannya membuat sebuah komposisi sebagai syarat untuk kelulusan. Pada awalnya penulis merasa bingung dalam menentukan tema komposisi yang akan dibuat. Namun seiring berjalannya waktu, penulis menemukan sebuah tema yang dapat dijadikan bahan untuk membuat komposisinya.

Selama masa pembuatan komposisi, penulis banyak mencari referensi, bertanya kepada para dosen, menanyakan pendapat teman mengenai komposisinya, semua dilakukan sebagai proses untuk menambah wawasan penulis yang nantinya akan

(2)

digunakan dalam penyusunan komposisinya. Perjalanan penulis pada masa perkuliahannya telah mencapai tahap akhir dimana penulis melakukan ujian skripsi, yaitu penulis menampilkan komposisi yang disusunnya dan mendapat penilaian dari dosen penilai. Rasa tegang, grogi, dan malu pun dirasakan penulis pada saat ujian berlangsung. Namun akhirnya semua terlewati dengan baik sehingga penulis mendapatkan gelar Strata 1. Kemenangan yang didapatkan penulis tak lepas dari berbagai pihak yang terlibat selama masa perkuliahan penulis. Rasa bahagia, lega, dan bangga pun dirasakan penulis setelah melewati perjalanan panjang ini.

B. Musik Program

Musik program merupakan musik yang diciptakan berdasarkan ide/ inspirasi dari hal-hal/ unsur-unsur di luar musik, ide tersebut merangsang komposer untuk merefleksikannya dengan bunyi. Hal-hal yang menjadi inspirasi atau ide tersebut diramu oleh komposer sedemikian rupa sehingga mampu menyampaikan isi, pesan, kesan, kisah dan cerita yang ingin disampaikan melalui musik tersebut. Musik program membawa ide-ide yang bersifat kontekstual. Lain halnya dengan musik absolut, bentuk fisik dari musik program ditentukan dari ide-ide yang ingin disampaikan, walaupun banyak juga musik program yang bentuknya menyesuaikan bentuk musik pada umumnya.

Musik program pertama kali diperkenalkan di Era Romantik. Istilah musik program pertama kali diperkenalkan oleh Hector Berlioz (1803 – 1806), beliau adalah seorang komponis asal Perancis dari era romantik. Hector memiliki karya musik program yang terkenal, salah satu di antaranya adalah Symphonie Fanstastique dan pertama kali ditampilkan pada tahun 1830. Karya tersebut menceritakan tentang seorang seniman yang berbakat yang meracuni dirinya sendiri karena cinta yang tidak berpengharapan. Hakekat dari musik program adalah suatu peristiwa, cerita, situasi, yang dilukiskan melalui sarana musik sehingga terciptalah asosiasi kepada peristiwa yang diangkat saat musik dibunyikan.1

Franz Lizt mengemukakan pendapatnya tentang musik program : “any preface in intelligible language added to a piece of instrumental music by mean of which the composer intend to gurad the listener against a wrong poetical interpretation and to direct his attention to apoetical idea of the whole or to a particular part of it” [Seperti

(3)

pembukaan yang ditambahkan pada suatu karya musik instrumental dengan tujuan agar pendengar tidak mencaiptakan interpretasi yang salah serta agar komponis itu sendiri dapat memusatkan perhatian ide-ide dari keseluruhan maupun bagian-bagian kecil dari musik tersebut].2

Di zaman Baroque, jenis musik program sebenarnya sudah ada. Contoh musik program pada saat itu adalah Four Seasons karya Antonio Vivaldi. Karya ini terdiri dari empat bagian: 1. Spring, 2. Summer, 3. Autumn, 4.Winter. Vivaldi menuangkan perasaannya terhadap musiknya saat dia menikmati hari dimana musim-musim itu tiba. Pada saat Winter (musim dingin), Vivaldi bercerita bagaimana dia menggigil di antara lapisan salju, saat diterpa angin yang begitu menusuk kulit sampai gigi bergemelutuk (pada movement I, Allegro non Molto), kemudian dilanjutkan dengan kisah peristirahatan di dalam rumah, menghangatkan tubuh di dekat tungku perapian, sementara di luar sana manusia masih berkutat dengan guyuran hujan (movement II, Largo), dan terakhir diceritakan saat dia berjalan menyusuri tempat berpijak yang dilapisi es dengan perlahan-lahan, sedikit kuatir es itu akan pecah, namun tiba-tiba terjatuh, bangkit kembali dengan langkah cepat menuju rumah (movement terakhir, Allegro). Secara keseluruhan Vivaldi ingin menggambarkan keceriaannya menikmati setiap musim yang tiba.

Musik program sendiri termasuk dalam kategori free form, atau komposis musik denga bentuk bebas. Tidak ada aturan atau teknik penulisan yang baku, karena bagian dalam musik program berdasarkan cerita atau puisi. Motif melodi dalam muisk program diciptakan berdasarkan imajinasi komponis untuk mewakili atau menggambarkan suatu tokoh, suasana, atau karakter3.

Musik Program memiliki bentuk dan struktur yang dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Narative, bentuk musik program yang berdasarkan alur kejadian secara berurutan.

2. Descriptive, bentuk musik program yang menggambarkan sesuatu dalam keadaan bentuk, waktu, dan ruang.

3. Apellative, bentuk musik program yang terdiri dari karakter judul yang tersirat.

7Leon Stein, Structure & Style – The Study and Analysis of Musical Form (USA : Summy- Bichard Music,

1979), 171

(4)

4. Ideational, bentuk musik program yang mengekspresikan suatu filosofi atau konsep psikologi.

C. Combo Band

1. Sejarah Combo Band

Band merupakan salah satu format dalam seni musik. Band terbentuk dari sebuah kelompok orkestra. Lahirnya sebuah Big Band berasal dari orkestra. Inilah yang disebut sebagai awal mulanya Big Band. Bentuk big band kemudian dibuat lebih kecil dari ansambel, namun pemain brass section lengkap.4 Seni musik band berkaitan dengan keharmonisan pola nada sehinga enak terdengar di telinga. Grup band adalah sekelompok musisi yang bersama-sama membentuk komunitas hiburan musik dalam bingkai orkestra.5

2. Jenis-jenis Band6

a. Drum band adalah lazimnya hampir sama dengan marching band yaitu band pendukung baris-berbaris yang perangkat pokoknya berbagai ragam drum. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian.

b. Combo band adalah satuan musik kecil yang lazim mengiringi penampilan pentas secara improvisasi dan spontan.

c. Big band adalah satuan musik besar, baik ditiup maupun campuran sebagai penyaji karya musik iringan atau musik hiburan.

3. Combo Band

Combo-band adalah kelompok ansambel kecil dalam suatu penampilan pangung baik sebagai penampilan instrumen maupun pengiring vokalis, paling sedikit terdiri atas alat melodi, kontra-melodi dan pengatur ritmik.7 Combo band termasuk satuan atau kelompok musik kecil yang lazim mengiringi penampilan pentas secara improvisasi dan spontan.8 Combo band pada zaman sekarang

4 Samboedi, Jazz Sejarah dan Tokoh-Tokohnya (Jakarta: Dahara Prize, 1989), 15

5 Wayne Dyess, The Studi of Music Band. (Lamar University, 1998), 2

6 Pono Banoe, Kamus Musik. (Yogyakarta: Kanisius, 2003), 42

7 Irianti Erningpraja, My experience, My thinking, My story

(5)

lebih kepada konsep sebuah band yang terdiri dari 4 sampai 8 pemain yang menggunakan kombinasi formasi alat musik seperti gitar, bass, drum, keyboard, dan vokal. Dari segi permainan, combo band lebih bebas berekspresi melakukan improvisasi diluar konsep musik dan tidak terikat oleh aturan-aturan yang baku.

Referensi

Dokumen terkait

35 Berdasarkan data serta asumsi yang terpenuhi bahwa BPR/BPRS di Indonesia khususnya BPR dan BPRS di Jawa Timur berada dalam pasar tidak sempurna serta tidak

Pada komunikasi probadi kita saat ini, aturan yang kita gunakan untuk berkomunikasi melalui satu media, seperti panggilan telepon, tidak memerlukan protokol yang sama

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kerja pegawai adalah bentuk aktifitas yang dilakukan oleh seseorang dalam lingkup organisasi pemerintah maupun swasta dengan harapan

Produk adalah sesuatu yang bersifat komplek, yang dapat diraba maupun tidak dapat yang didalamnya termasuk kemasan, harga, prestie perusahaan, dan pelayanan jasa

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data dan dokumen-dokumen yang

Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau hukum- hukum, rumus,

Sebagaimana halnya kondisi perusahaan lainnya, pada kerajinan pandan pun terdapat beberapa permasalahan yang terjadi, antara lain adalah ketenagakerjaan, hal ini terjadi

Prediksi perolehan genetik dihitung berdasarkan data pengukuran umur 24 bulan setelah tanam dengan variabel berupa tinggi tanaman, diameter setinggi dada (dbh) dan kelurusan