1
Geologi Fisik
(Pengenalan Struktur Geologi)
Oleh : Irvani
Referensi :
• Thomson, G. R. and Turk, J. 1991. Modern Physical Geology. Saunder College Publishing, USA.
• Lutgens, F. K., Tarbuck, E. J. and Tasa, D. 2012. Essentials of Geology, 11th Edition, Pearson Prentice Hall, New Jersey.
• Freeman, T. 2004. Environmental Geology Laboratory. John Wiley & Sons, Inc., USA.
• Monroe, J. S. and Wicander, R. 2009. The Changing Earth: Exploring
Geology and Evolution. 5th Edition. Pre-Press PMG, USA.
• Carlson, D. H., Plummer, C. C. and Hammersley, L. 2011. Physical Geology
: Earth Revealed. 9th Edition. McGraw-Hill, New York.
• Bates, R.L. and Jackson, J.A., 1987. Glossary Geology. 3th Edition. American Geological Institute Elexandria, Virginia.
• Williams, L. 2004. Earth Science Demystified. McGraw-Hill, New York. • Frisch, W., Meschede, M. And Blakey, R., 2011. Plate Tectonics :
Continental Drift and Mountain Building. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. German.
• DLL
Materi :
- Pendahuluan (P.1)
- Sejarah, Struktur & Komposisi Bumi (P.2)
- Proses-Proses Geologi & Tektonik Lempeng (P.3-4) - Pengenalan Unsur, Mineral & Batuan (P.5-8) :
- Unsur & Mineral - Batuan Beku - Batuan Sedimen - Batuan Metamorf
- Prinsip Stratigrafi, Paleontologi & Umur Geologi (P.9) - Pengenalan Struktur Geologi (P.10-11)
- Pengenalan Hidrogeologi & Geomorfologi (P.12) - Pengenalan Kebencanaan Geologi (P.13)
- Pengenalan Peta, Kompas, Navigasi dan Peralatan Geologi (P.14)
- Kuliah Lapangan (Situasional)
Struktur Dalam Geologi
1. Struktur Primer : terbentuk bersamaan (syn)
dengan pembentuakan batuan. Contoh :
Struktur sedimen, struktur pada batuan beku,
dll.
2. Struktur sekunder : terbentuk setelah (post)
pembentukan batuan. Contoh : lipatan, kekar,
sesar.
3
Unsur-Unsur Struktur Geologi meliputi :
1. Titik : Penyederhanaan dari unsur garis.
Ex: Titik pengamatan.
2. Garis : Kumpulan dari
titik-titik/Penyederhanaan dari unsur bidang.
Ex : Strike
3. Bidang : Kumpulan dari garis-garis. Ex :
Bidang perlapisan, kekar, sesar, dll.
I. UNSUR-UNSUR STRUKTUR GEOLOGI
Keterangan :
Strike
:
Menunjukkan
arah
penyebaran
batuan/orientasi sesar/orientasi kekar, dll.
Merupakan garis potong antara bidang horisontal
terhadap suatu bidang tertentu (bidang perlapisan,
bidang sesar, bidang kekar, dll)
Dip : Sudut kemiringan maksimal, yang diukur
tegak lurus terhadap strike.
Carlson, et al. 2011
5
Skema urutan pengambilan unsur struktur
geologi dan pengolahannya :
1. Pengambilan data struktur geologi :
Unsur bidang
Unsur garis
Unsur titik
2. Pengolahan data struktur Geologi :
Unsur bidang
Unsur garis
Unsur titik
Iustrasi Unsur struktur geologi
Ductile and Brittle Deformation Features
Ductile
Brittle
II. LIPATAN
• Ragan, 1973 : Lipatan merupakan perubahan bentuk dari suatu benda yang dinyatakan sebagai lengkungan atau sekumpulan garis atau unsure bidang di dalam benda. • Billings, 1964 : Lipatan adalah gelombang batuan di
bumi. Seperti pada batuan sedimen, batuan vulkanik, batuan metamorf. Akan tetapi pada kondisi tertentu lipatan dapat terbentuk pada batuan beku seprti gabro yang berlapis atau granit gneiss.
Pengertian :
7 Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Lipatan pada batuan (sedimen) terjadi karena
batuan memiliki daya plastisitas.
Jika daya plastisitasnya terlampaui, maka batuan
akan pecah (kekar) dan jika gaya terus bekerja
maka
bisa
mengalami
pergeseran
posisi
(sesar).
Faktor-Faktor yang Menentukan Bentuk Lipatan
1. Variasi litologi. 2. Ketebalan lapisan. Catatan :
• Setiap batuan memiliki sifat pejal dan lentur yang berbeda, sehingga bentuk lengkungannya juga berbeda. • Batugamping lebih pejal dari batulempung, dan batupasir
lebih lentur dari batugamping.
9 Unsur-Unsur Lipatan
Nomenklatur Lipatan
• Antiklin : lipatan dengan bagian cembungnya mengarah ke atas. Dalam hal ini batuan tua makin dalam letaknya. • Sinklin : lipatan dengan bagian cukungnya mengarah ke
atas. Makin muda batuannya makin dalam letaknya.
Klasifikasi Lipatan Berdasarkan Geometri
(Billings,1951)
• Lipatan simetri • lipatan asimetri • lipatan rebah • lipatan menggantung • lipatan isoklinal • lipatan monoklin • lipatan chevron• lipatan kipas (fan fold)
11 Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Gambar Lipatan Sinklin (Simetri)
Singkapan Antiklin (Simetri)
13
Lipatan jenis Chevron
Singkapan Lipatan Asimetri di Lapangan
Cara Mengenal Lipatan
• Cara langsung : dengan langsung melihat lipatan di lapangan. • Plotting kedudukan lapisan : dari hasil pengukuran strike/dip
di lapangan yang diplot di peta.
• Pola peta : Dengan membuat peta geologi, dimana terdapat unit-unit batuan yang berbeda dapat dilihat strukturnya.
• Topografi : Batuan yang resisten akan membenuk gunung-gunung dan yang lemah membentuk lembah-lembah.
• Pemboran
• Penambangan : Dapat memberikan data terlengkap tentang struktur geologi.
• Geofisika
Pengambilan data Struktur Lipatan
15
Plot data struktur pada peta
Kekar adalah rekahan batuan, memanjang dengan sedikit atau tanpa pergeseran (displacement) (Giani, 1992; Bell, 2007 dan Twiss & Moores, 2007).
Orientasi geometri kekar (Bell, 2007). Ket : (cross joint, longitudinal joint,
diagonal joint) relatif terhadap sumbu lipatan dan sumbu tegasan utama.
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Klasifikasi Kekar Secara Genetis (Klasifikasi
berdasarkan cara terjadinya)
1.
Kekar Gerus (Shear Joint)Akibat dari stress yang cenderung mengelincir satu sama lainnya
2. Kekar Regangan (Ekstensional Joint) Akibat stess yang saling menjauh 3. Kekar Tegangan (Compresional Joint)
Kekar yang diakibatkan oleh gaya bersifat kompresional.
Keterangan :
• Stress – adalah gaya yang mengenai batuan (atau sesuatu yang lain)
• Strain – adalah perubahan dalam ukuran dan/atau bentuk dari suatu objek padat (solid object) sebagai reaksi terhadap stress.
17
Tipe Stress
1. Tension: Stress tegak lurus suatu bidang dengan arah yang saling menjauh
– Tarikan pada batuan
– Membentuk special fractures yang disebut joint – Cenderung meningkatkan volume
2. Compression: Stress tegak lurus suatu bidang dengan arah yang saling mendekat
– Menekan batuan – Mengurangi volume
3. Shear: Stress saling berpapasan/parallel terhadap suatu permukaan
– Cenderung mengubah bentuk
19 Pola kekar secara umum :
1. Sistematik : Merupakan set kekar yang menunjukkan kelompok kekar paralel dan sub-paralel (Giani, 1992 dan Pluijm & Marshak, 2004).
2. Non-sistematik : Kekar yang tidak memiliki pola definitif, dengan distribusi spatial tidak teratur (Pluijm & Marshak, 2004) dan Twiss & Moores, 2007). 26
Pluijm & Marshak, 2004
Pluijm & Marshak, 2004
ORIGIN AND INTERPRETATION OF JOINTS
21 Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
IV SESAR/PATAHAN (Fault)
Patahan merupakan diskontinuitas memanjang
dengan teramati perpindahan posisi. Secara umum patahan membentuk set-set diskontinuitas paralel atau sub-paralel memanjang, atau disebut juga zona patahan.
(Pluijm & Marshak, 2004; Davis, 1984; Twiss & Moores, 2007; Jaeger et al., 2007; Giani, 1992; dan Wyllie & Mah, 2004)
Secara umum sesar dibagi menjadi 3 macam
1. Sesar Normal/Sesar turun : jika blok hangging wallrelatif turun terhadap foot wallnya. Atau blok foot wall relatif naik terhadap hangging wallnya.
2. Sesar Mendatar : sesar yang kedua blok sesarnya
bergerak secara horizontal dengan arah yang
berlawanan.
3. Sesar Naik : jika blok hangging wall relatif naik terhadap foot wallnya. Atau blok foot wall relatif turun terhadap hangging wallnya.
Ket :
Hangging Wall : merupakan blok yang terletak di atas bidang sesar.
23
Diagram dan plotting proyeksi luasan-sama dari tiga kelas patahan (Anderson, 1942 dalam Rowland et al., 2007).
Berdasarkan arah pergerakannya (slip), sesar dibagi menjadi :
1. Strike Slip Fault 2. Dip Slip Fault
3. Oblique (strike dip slip fault)
Dip-Slip Faults
-- primary movement is vertical
reverse fault: old rocks are brought up in hanging wall
normal fault: old rocks are brought up in foot wall
foot wall foot wall hanging wall
hanging wall
Strike-Slip Faults
-- primary movement is horizontal, not vertical, meaning no old rocks are brought up or moved down relative to
the Earth’s surface Strike-slip faults result from shear stress, like what we
see at transform plate margins. The
San Andreas system is a big
25
Normal Faults
older rocks moved down in hanging walls
Sesar Normal
Sesar Normal
27
Skema terbentuknya sesar naik
Sesar Naik
Reverse Fault
older rocks moved up in hanging wall
Sesar Naik
29
Sesar Naik
Sesar Naik
Sesar Mendatar
Sesar Mendatar Menganan
31 Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
33
Gejala2 (ciri) keterdapatan sesar :
1. Kelurusan topografi, air panas, rawa-rawa. 2. Perubahan mendadak bidang lapisan/ foliasi
3. Perubahan mendadak struktur lain ; lipatan, retas dll 4. Perubahan arah dan kemiringan kekar lineasi
5. Pergeseran batas satuan peta
6. Perulangan dan hilangnya satuan batuan 7. Bongkah-bongkah asing pada batuan lain
8. Kelurusan jalur mineralisasi, silifikasi dan ubahan 9. Metamorfosa
10. Pelurusan pd jalur mineralisasi, terbreksikan atau ubahan dari data geofisika : a. Pelurusan dan perubahan sifat anomali gaya berat dan magnetik. B. Gradien yang curam pada peta gaya berat magnetik.
Komponen-komponen Bidang Sesar : 1. Bidang Sesar
2. Cermin sesar (slicken side) 3. Gores garis (Slicken line)
Pengukuran Bidang Sesar :
1. Data Orientasi kemiringan bidang sesar (strike/dip) 2. Data Pitch : merupakan besarnya sudut runcing
yang dibentuk antara strike dengan slicken line.
Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
35 Analisis struktur geologi
Analisis patahan menggunakan program proyeksi stereografi Dips V-3.0, sehingga diketahui jenis dan pola pergerakan patahan.