BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sumber fisik dan komponen lainnya untuk mengubah data menjadi informasi. pemakai. Komponen utama sistem informasi adalah:

Teks penuh

(1)

5 A. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu struktur terpadu berupa sumber fisik dan komponen lainnya untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi, dengan tujuan memberikan informasi yang berguna bagi berbagai pemakai. Komponen utama sistem informasi adalah:

1. Blok Masukan 2. Blok Model 3. Blok Keluaran 4. Blok Teknologi 5. Blok Basis Data 6. Blok Pengendalian

Berikut penjelasan dari masing-masing komponen utama sistem informasi: 1. Blok Masukan (input blok)

Blok Masukan (input blok) adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem.

(2)

2. Blok Model

Blok model terdiri dari model logika matematika yang mengolah masukan dan data yang disimpan, dengan berbagai macam cara untuk memproduksi keluaran.

3. Blok Keluaran (output blok)

Blok Keluaran dapat berupa informasi yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi baik intern maupun ekstern. Keluaran ini merupakan faktor utama yg menentukan blok-blok lain dalam suatu sistem informasi, jika keluaran tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi, perancangan blok masukan, model, teknologi, basis data dan pengendalian tidak ada manfaat yang bisa didapatkan.

4. Blok Teknologi

Blok Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem.

5. Blok Basis data,

Blok Basis Data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi.

(3)

6. Blok Pengendalian

Blok Pengendalian berguna untuk melindungi semua sistem informasi dari bencana dan ancaman, seperti bencana alam, api, kecurangan, kegagalan sistem, kesalahan dan penggelapan, penyadapan, ketidakefisienan, sabotase dan kejahatan lain.

B. Sistem Pengendalian

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, sistem pengendalian internal adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, kendala pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Hery (2013:93) dalam Evaluasi Penerapan Pengendalian Interrn Siklus Penerimaan Kas, aktivitas pengendalian memiliki kebijakan dan prosedur sebagai berikut:

1. Pemisahan tugas;

2. Otorisasi yang tepat atas transaksi; 3. Dokumen dan catatan yang memadai;

(4)

5. Pemeriksaan independen atau verifikasi internal.

Tujuan dibangunnya sistem pengendalian intern adalah untuk: 1. Melindungi aset negara baik aset fisik maupun data;

2. Memelihara catatan dan dokumen secara rinci dan akurat;

3. Menghasilkan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan andal; 4. Memberikan jaminan yang memadai bahwa laporan keuangan pemerintah

telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (Standar Akuntansi Pemerintah/SAP);

5. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi organisasi;

6. Menjamin ditaatinya kebijakan manajemen dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengendalian intern dirancang untuk memberikan keakuratan terhadap informasi keuangan dan berbagai tujuan yang telah dijelaskan di atas. Akan tetapi pada pelaksanaannya, pengendalian intern memiliki hambatan-hambatan yang menyebabkan kegagalan terhadap pengendalian itu sendiri. Tahun 2008 dikeluarkan sebuah Peraturan Pemerintah No. 60 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang menyatu dan menjadi bagian integral dari kegiatan Instansi Pemerintah. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah juga memiliki lima komponen, yaitu:

(5)

1. Lingkungan pengendalian; 2. Penilaian risiko;

3. Kegiatan pengendalian;

4. Informasi dan komunikasi; dan 5. Pemantauan.

Setiap organisasi baik organisasi publik maupun swassta memilik tujuan yang hendak dicapai. Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut strategi yang dijabarkan dalam bentuk program-program atau aktivitas. Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien, sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas, yaitu:

1. Perencanaan;

2. Koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi; 3. Komunikasi informasi;

4. Pengambilan keputusan;

5. Memotivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai engan tujuan organisasi;

6. Pengendalian; dan 7. Penilaian kinerja.

(6)

Kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajemen. Sistem pengendalian manajemen sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Sistem pengendalian manajemen tersebut harus didukung dengan perangkat yang lain berupa struktur organisasi yag sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan, manajemen sumber daya manusia, dan lingkungan yang menduung.

Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian menejemen, karena sistem pengendalian manajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. Pusat-pusat pertanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan, pengendalian dan penilaian kinerja. Manajemen sumber daya manusia harus dilakukan sejak proses seleksi dan rekrutmen, training, pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan.

Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik, ekonomi, sosial, keamanan dan sebagainya. Semua unsur tersebut hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

(7)

1. Pengendalian preventif (preventive control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan strategic yang dijabarkan dalam bentuk program-program.

2. Pengendalian operasional (operational control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Anggaran digunakan untuk menghubungkan perencanaan perencanaan dengan pengendalian.

3. Pengendalian kinerja. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan.

Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.

Suatu organisasi merupakan kumpulan dari berbagai pusat pertanggungjawaban. Salah satu pusat pertanggungjawaban adalah pusat pendapatan (revenue center). Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajemennya dinilai berdasarkan

(8)

pendapatan yang dihasilkan. Contoh pusat pendapatan adalah Dinas Pendapatan Daerah dan Departemen Pemasaran.

C. Pengertian Retribusi Daerah

Menurut Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 pengertian retribusi daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menurut peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi, termasuk pemungut atau pemotong Retribusi tertentu”. Obyek retribusi dalam peraturan daerah terdiri dari:

1. Retribusi Jasa Umum; 2. Retribusi Jasa Usaha; dan 3. Retribusi Perizinan Tertentu.

D. Retribusi Jasa Umum

Obyek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. Subyek Retribusi Jasa

(9)

Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan. Wajib Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum. Jenis Retribusi Jasa Umum adalah :

1. Retribusi Pelayanan Kesehatan

Objek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan kesehatan di puskesmas, puskesmas keliling, puskesmas pembantu, puskesmas rawat inap, laboratorium kesehatan, rumah sakit umum daerah, dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah, kecuali pelayanan pendaftaran. Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

2. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan

Objek retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan adalah pelayanan persampahan/ kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, meliputi kegiatan:

a. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara;

(10)

b. pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/ pembuangan akhir sampah;

c. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah; dan d. pengolahan/atau pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir. Dikecualikan dari objek retribusi adalah pelayanan kebersihan jalan umum, taman, tempat ibadah, sosial, dan tempat umum lainnya.

3. Retribusi Pengantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil

Objek retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil terdiri atas :

a. kartu tanda penduduk;

b. kartu keterangan bertempat tinggal; c. kartu identitas penduduk musiman; d. kartu keluarga; dan

e. akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan, akta perceraian, akta pengesahan dan pengakuan anak, akta ganti nama bagi warga negara asing, dan akta kematian.

4. Retribusi Pelayanan Pemakaman

Objek retribusi adalah pelayanan pemakaman yang meliputi :

a. pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan; dan

(11)

b. sewa tempat pemakaman yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah.

5. Retribusi Pelayanan Pasar

Objek retribusi pelayanan pasar adalah pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana, berupa pelataran, los, kios yang dikelola Pemerintah Daerah, dan khusus disediakan untuk pedagang. Dikecualikan dari objek adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

6. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor

Objek retribusi pengujian kendaraan bermotot adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang meliputi :

a. pemeriksaan kondisi laik jalan; b. pembuatan nomor uji;

c. pembuatan, pemasangan dan pengecatan tanda samping; dan d. penerbitan buku uji baru dan penggantian buku uji.

Dikecualikan dari objek retribusi adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah, kendaraan milik Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia, mobil penumpang pribadi, dan sepeda motor.

7. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran

Objek retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran, alat

(12)

penanggulangan kebakaran, dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran, alat penangulangan kebakaran, dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. Pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian yang dimaksud adalah:

a. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran pada gedung untuk pelayanan umum, bangunan industri perdagangan dan gedung bertingkat termasuk gedung parkir dengan pemasangan stiker;

b. pemeriksaan atau penelitian gambar-gambar rencana dan pengetesan pada gedung; dan

c. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran bagi perusahaan yang memproduksi, mengimpor, memberdayakan atau mengedarkan segala jenis alat pemadam kebakaran.

Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud adalah:

a. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang dimiliki atau dipergunakan di tempat ibadah, rumah tinggal, dan Pemerintah Daerah; dan

b. permintaan untuk pendidikan dan pelatihan, keterampilan pencegahan dan pemadaman kebakaran.

(13)

8. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta

Objek retribusi penggantian biaya cetak peta adalah pelayanan penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Jasa pelayanan yang dimaksud meliputi pencetakan peta dan pengadministrasian.

9. Retribusi Tera/Tera Ulang

Objek retribusi tera/tera ulang adalah pelayanan tera/tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang meliputi:

a. pelayanan pengujian alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya; dan

b. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

10. Retribusi Pelayanan Pendidikan

Objek retribusi pelayanan pendidikan adalah pelayanan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis oleh Pemerintah Daerah. Dikecualikan dari objek retribusi adalah:

a. pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah;

b. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah;

c. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh BUMN, BUMD; dan d. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak swasta.

(14)

11. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi

Objek retribusi pengendalian menara telekomunikasi pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memperhatikan aspek tata ruang, keamanan, dan kepentingan umum.

12. Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum

Objek retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Pelayanan sebagaimana dimaksud meliputi pengaturan, penataan/ penempatan, penertiban dan kemudahan informasi.

E. Retribusi Jasa Usaha

Objek retribusi jasa usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi:

1. pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan Daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal; dan/atau

2. pelayanan oleh Pemerintah Daerah sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta.

Subjek retribusi jasa usaha adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan. Wajib retribusi jasa umum adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan perundang-undangan retrbusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran

(15)

retribusi, termasuk pemungut atau pemotong retribusi jasa usaha. Janis retribusi jasa usaha adalat sebagai berikut:

1. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah

Objek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah pemakaian kekayaan Daerah. Objek pemakaian yang dimaksud meliputi :

a. pemakaian tanah;

b. pemakaian lapangan olahraga; c. pemakaian ruang di atas saluran; d. pemakaian gedung/ bangunan;

e. pemakaian kios/ los di atas tanah Pemerintah Daerah; f. pemakaian laboratorium;

g. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis; h. pemakaian kendaraan;

i. pemakaian alat-alat berat; j. pemakaian kolam ikan; k. pemakaian depo ikan; dan l. pemakaian pasar ikan.

Dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut.

2. Retribusi Terminal

Objek retribusi terminal adalah pelayanan penyediaan fasilitas terminal, meliputi:

(16)

a. pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum;

b. tempat kegiatan usaha; dan

c. fasilitas lainnya di lingkungan terminal, yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah, berupa :

1) ruang tunggu penumpang

2) pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taxi (masuk kelompok tempat khusus parkir).

3) jasa penitipan barang 4) jasa pencucian kendaraan.

Dikecualikan dari objek retribusi terminal adalah terminal yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

3. Retribusi Tempat Khusus Parkir

Objek retribusi tempat khusus parkir adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Dikecualikan dari objek retribusi tempat khusus parkir adalah pelayanan tempat parkir yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

4. Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa

Objek retribusi tempat penginapan/pesanggrahan/villa adalah pelayanan tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan, dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Dikecualikan dari objek

(17)

retribusi tempat penginapan/pesanggrahan/villa adalah tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan, dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

5. Retribusi Rumah Potong Hewan

Objek retribusi rumah potong hewan adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Dikecualikan dari objek retribusi rumah potong hewan adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

6. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga

Objek retribusi tampat rekreasi dan olehraga adalah pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Jenis pelayanan dan fasilitas yang dimaksud meliputi :

a. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Sriwedari; dan b. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Balekambang.

Dikecualikan dari objek retribusi tempat rekreasi dan olahraga adalah pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga yang disediakan,

(18)

dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta

7. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah

Objek retribusi produksi usaha daerah adalah penjualan hasil produksi usaha Pemerintah Daerah. Hasil produksi usaha daerah yang dimaksud meliputi :

a. bibit tanaman; b. bibit ternak; c. benih ikan; dan

d. hasil produksi usaha daerah lainnya.

Dikecualikan dari objek retribusi produksi usaha daerah adalah penjualan produksi oleh Pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

F. Retribusi Perizinan Tertentu

Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan tertentu oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana, atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Subjek retribusi perizinan tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh ijin tertentu yang

(19)

bersangkutan dari Pemerintah Daerah. Wajib retribusi perizinan tertentu adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong retribusi perijinan tertentu. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah :

1. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan

Objek retribusi mendirikan bangunan adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan. Pemberian izin yang dimaksud meliputi : a. kegiatan pemeriksaan desain dan pemantauan pelaksanaan

pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang, dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien luas bangunan (KLB), koefisien ketinggian bangunan (KKB); dan

b. pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi bangunan tersebut.

Tidak termasuk objek retribusi mendirikan bangunan adalah pemberian izin untuk bangunan milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah, dan cagar budaya.

(20)

2. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol

Objek retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu. Tempat tertentu yang dimaksud meliputi:

a. hotel berbintang 3, 4, dan 5;

b. restoran dengan talam kencana dan talam selaka; dan c. bar, termasuk pub dan diskotik.

3. Retribusi Izin Gangguan

Objek retribusi izin gangguan adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya, kerugian dan/atau gangguan, termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban, keselamatan, atau kesehatan umum, memelihara ketertiban lingkungan, dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja. Tidak termasuk objek retribusi izin gangguan adalah tempat usaha/ kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

(21)

4. Retribusi Izin Trayek

Objek retribusi izin trayek adalah pemberian izin trayek kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu.

G. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum

Seperti yang telah dijeaskan diatas, obyek retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Pelayanan sebagaimana dimaksud meliputi pengaturan, penataan/ penempatan, penertiban dan kemudahan informasi.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 Tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum menyebutkan bahwa “Wajib retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menurut perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungut atau pemotong retribusi tersebut”. Jadi yang dimaksud dengan wajib retribusi parkir di tepi jalan umum adalah orang pribadi atau badan yang telah menyelenggarakan jasa parkir di tepi jalan umum, yang termasuk di dalamnya adalah petugas dan pengelola parkir yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. Subyek retribusi adalah orang pribadi atau

(22)

badan yang menggunakan tempat parkir di tepi jalan umum”. Jadi yang dimaksud dengan subyek retribusi parkir di tepi jalan umum adalah orang pribadi atau badan yang telah menggunakan jasa parkir di tepi jalan umum yang telah mendapatkan segala kewajiban dan haknya yang telah di atur oleh perundang-undangan retribusi parkir di tepi jalan umum.

Tempat parkir adalah tempat di tepi badan jalan yang digunnakan untuk tempat penitipan kendaraan bermotor. Dalam pengelolaan parkir di tepi jalan umum dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Parkir umum tetap adalah parkir kendaraan dengan manggunakan sebagian badan jalan yang dilakukan secara tetap;

2. Parkir umum insidental adalah parkir yang diselenggarakan di suatu tempat tertentu, baik mempergunakan fasilitas umum parkir maupun fasilitas parkir sendiri secara tidak tetap karena terdapat kegiatan-kegiatan tertentu, seperti pasar malam, sekaten, pameran, upacara, dan lain sebagainya.

Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum dan insidental secara umum diberlakukan sama. Untuk tempat tertentu diberlakukan perhitungan yang berbeda (tarif progresif) yang akan diatur dalam Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Retribusi Daerah.

(23)

H. Parkir Elektronik

Sistem parkir elektronik adalah suatu model sistem pelaksanaan parkir dengan alat elektronik atau tidak secara manual. Jenis mesin pencatat parkir elektronik menurut bentuknya digolongkan menjadi 2, yaitu berbentuk statis atau diam, dan portable atau dapat dibawa kemana-mana.

Meteran parkir adalah alat yang digunakan untuk mengukur waktu lama parkir dan menerima pembayaran uang parkir. Dengan adanya meteran parkir, pengemudi boleh memarkirkan kendaraan di lokasi yang ditunjuk sebagai tempat parkir. Meteran parkir pada umumnya dipakai pemerintah kota atau otoritas parkir di bahu jalan yang menjadi lokasi parkir sementara.

Sistem parkir dengan menggunakan meteran parkir telah dipakai di tepi jalan wilayah Jakarta dan Bandung. Sistem kerja alat ini seperti yang digunakan di pusat-pusat perbelanjaan. Pengguna jasa parkir hanya perlu menekan tombol sesuai jenis kendaraan. Selanjutnya mesin yang akan memproses waktu dan menghitung tarif yang dikenakan sesuai tarif yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota. Hal ini sangat efektif dalam mencegah kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh petugas parkir dalam pemungutan tarif parkir. Meteran parkir statis yang digunakan di jalan-jalan padat di Jakarta dan Bandung sudah mulai diberlakukan sejak tahun 2014. Cara menggunakannya yaitu dengan menekan tombol jenis kendaraan pada

(24)

mesin, lalu mengisi nomor polisi kendaraan. Setalah itu pengguna harus memasukkan uang koin untuk tarif parkir ke dalam mesin. Tarif parkir sepeda motor setiap jam Rp2.000,00 dan untuk mobil setiap jam Rp5.000,00.

Bila uang yang dibayarkan pengguna pada awal parkir lebih sedikit dibandingkan dengan ongkos yang harus dibayar sesuailama parkir maka pengguna harus membayar kelebihan jam tersebut dengan memasukkan uang koin lagi ke dalam mesin parkir tersebut. Pada saat pemilik kendaraan keluar dari ruang parkir, harus menunjukkan struk kepada petugas parkir. Jadi jelas berapa lama parkir kemudian dikonversi ke tarif berdasarkan jenis kendaraannya.

I. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2011

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2011 merupakan Peraturan Daerah yang mengatur tentang retribusi daerah. Disini penulis lebih memfokuskan kepada retribusi parkir secara progresif. Tarif progresif berarti tarif yang dikenakan kepada para pengguna parkir, yang sifatnya bertambah (dikenakan biaya lagi) berdasarkan satuan waktu yang telah ditentukan, misalnya bisa satu jam berikutnya atau dua jam berikutnya tergantung dari waktu yang telah ditetapkan. Dalam Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2011 memberlakukan tarif progresif dengan perhitungan sebagai

(25)

berikut: “Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam, tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100% dari besarnya retribusi yang ditepkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (saatu) jam”.

Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif retribusi didasarkan pada tujuan untuk mengendalikan permintaan dan penggunaan jasa palayanan dalam rangka memperlancar lalu lintas jalan serta mengatur keluar masuknya kendaraan dan tempat parkir dan tetap memperhatikan biaya penyelenggaraan dan kemampuan masyarakat. Biaya penyelenggaraan tersebut meliputi pengecatan pembatas parkir, rambu-rambu dan pemeliharaan, biaya operasional, penertiban, administrasi dan transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian.

Dari pemberlakuan kebijakan tarif progresif ini diharapkan pula pengunjung tidak berlama-lama dan membatasi lama waktu parkir. Hal inilah yang dapat meningkatkan kapasitas ruang parkir. Dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 telah menetapkan tarif parkir progresif sebagai berikut:

(26)

TABEL III.1 Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum

No. Zona Jenis Kendaraan Tarif Sekali

Parkir

Keterangan

1. Zona A Sepeda 500

Satu kali parkir

Andong/Dokar 500 maksimum 1 (satu) jam,

tiap satu jam kelebihan Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up 3000 5.000 dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya

Bus Sedang/Truck Sedang 8.000 retribusi yang

ditetapkan. Kelebihan

Bus Besar/Truck Besar 10.000 jam parkir kurang dari 1

(satu) jam dihitung 1 (satu) jam.

2. Zona B Sepeda 500

Andong/Dokar 500

Sepeda Motor 2500

Mobil Penumpang/Pick Up 4000

Bus Sedang/Truck Sedang 6500

Bus Besar/Truck Besar 8500

2. Zona C Sepeda 500

Andong/Dokar 500

Sepeda Motor 2000

Mobil Penumpang/Pick Up 3000

Bus Sedang/Truck Sedang 5000

Bus Besar/Truck Besar 7000

3. Zona D Sepeda 500

Andong/Dokar 500

Sepeda Motor 1.500

Mobil Penumpang/Pick Up 2.000

Bus Sedang/Truck Sedang 3500

(27)

Keterangan :

1. Besaran tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum untuk Tahun 2012 maximal sampai zona c.

2. Peningkatan zona setelah Tahun 2012 dengan Peraturan Walikota. 3. Penentuan zona ditentukan dengan Peraturan Walikota.

4. Khusus untuk sekolah, tempat ibadah, rumah sakit (Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas) tidak dikenakan tarif progresif. (untuk penjemput dikenakan tarif progresif).

Figur

TABEL III.1 Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum

TABEL III.1

Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum p.26

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :