• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ni Ketut Mudiani, I Made Sutama, I Wayan Wendra Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ni Ketut Mudiani, I Made Sutama, I Wayan Wendra Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MEDIA FOTO JURNALISTIK UNTUK MENINGKATKAN

KEMAMPUAN MENULIS BERITA PADA SISWA KELAS VIIIB SMP

NEGERI 2 KUBUTAMBAHAN BERDASARKAN UNSUR 5W + 1H

Ni Ketut Mudiani, I Made Sutama, I Wayan Wendra

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

email

.{[email protected]

,

[email protected]

,

[email protected]}@undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menerapkan media foto jurnalistik pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan; (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menerapkan media foto jurnalistik pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan; dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan media foto jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan menulis berita pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan berdasarkan unsur 5W + 1H. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan kuesioner. Data dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan siswa dalam menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menggunakan media foto jurnalistik. Hasil yang diperoleh juga meningkat; (2) skor rata-rata siswa pratindakan adalah 65 (cukup). Pada siklus I, skor meningkat menjadi 74,4 (baik), dan meningkat pada siklus II menjadi 79,4 (baik); dan (3) respons siswa yang berkaitan dengan minat, bakat, sikap, motivasi, dan tujuan juga meningkat dari siklus I ke siklus II, yakni dari 42,5 (positif) menjadi 47,3 (sangat positif). Peneliti menyarankan agar hasil penelitian ini, yakni media foto jurnalistik dapat diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menulis berita.

Kata kunci : foto jurnalistik, menulis berita, penerapan unsur 5W +1H .

Abstract

The objective of this research are (1) to describe the steps of the learning to write news based on the prinsiple 5W + 1H with the implementation media journalistic photo on the students class VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan; (2) to describe the students enhancement of write news based on prinsiple 5W + 1H with the implementation media journalistic photo the eighth B grade students of SMP Negeri 2 Kubutambahan; and (3) to describe students respond of the implementation of media journalistic photo for ability the writing news with the implementation media journalistic photo the eighth B grade students of SMP Negeri 2 Kubutambahan based on the prinsiple 5W + 1H. This research was classroom action research. The subject of this research is one of Indonesia language teacher and the eighth B grade students of SMP Negeri 2 Kubutambahan. The method that were used to collect the data were observation, and questionnaire test. The data were analyzed by using quantitative and qualitative analysis technique. The result of research showed that was (1) enhancement of teachers and students activity in learning to write news based on the prinsiple 5W + 1H with the implementation media journalistic photo. The findings clearly increased too; (2) the mean score of the students was 65 (enough). In the first cycle the score increased to 74,4 (good), and more increased in cycle II to 79,4 (good); and (3) the student’s respond which related to their interests, talents, attitudes, motivations, and intensions also increased in cycle I to cycle II from 42.5 (positive) to 47,3 (very positive). The researcher suggest the finding of this, namely media journalistic photo research could applied by Indonesia language teachers to increase the students to students enhancement of write news.

(2)

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan salah satu media komunikasi utama yang digunakan oleh manusia. Sebelum menggenal bahasa tulis, manusia berkomunikasi dengan menggunakan bahasa lisan sebagai sarana komunikasi dengan lawan petutur. Wendra (2008:2) menegaskan bahwa bahasa digunakan sebagai sarana dalam komunikasi verbal dapat dibagi dua, yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tulisan.

Kegiatan komunikasi akan berjalan dengan efektif apabila menguasai empat keterampilan berbahasa. Empat keterampilan berbahasa itu meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan itu saling berhubungan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting di dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Syamsudin dan Damayanti (2009:21) menyatakan bahwa menulis merupakan aktivitas seseorang dalam menuangkan ide-ide, pikiran, dan perasaan secara logis dan sistematis dalam bentuk tertulis sehingga pesan tersebut dapat dipahami oleh para pembaca. Dalam kegiatan menulis, penulis tidak hanya sekadar menyampaikan pikiran, ide-ide, atau gagasan kepada pembaca tetapi juga memperhatikan bahasa yang digunakan agar pembaca mudah memahami maksud dari tulisan tersebut. Berkaitan dengan hal itu, Darmadi (1996:1) mengatakan bahwa menulis adalah kemampuan yang sangat kompleks. Kegiatan menulis bisa membuat penulis berpikir kritis.

Kegiatan menulis ini pun sangat penting dilakukan oleh siswa sebagai salah satu keterampilan dalam berbahasa. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Kubutambahan disebutkan bahwa siswa wajib menguasai keterampilan menulis yaitu menulis berita. Di samping itu, pada aspek menulis terutama menulis berita yang ada dalam silabus pembelajaran tahun ajaran 2016/2017, khususnya pada jenjang SMP terdapat Standar Kompetensi (SK). Standar kompetensi kelas VIIIB semester ganjil di SMP tersebut berbunyi “Mengungkapkan pikiran melalui kegiatan menulis berita” dan

Kompetensi Dasar (KD) dari standar kompetensi itu berbunyi “Menulis berita dengan foto jurnalistik dengan menggunakan unsur 5W + 1H)” . Untuk mencapai standar kompetensi tersebut, siswa tidak hanya diajarkan teori-teori tentang berita, tetapi siswa dituntut pula mampu menuangkan ide atau gagasannya dalam bentuk berita. Salah satu bentuk karangan nonilmiah adalah berita. Hampir setiap hari manusia selalu menonton, membaca, maupun mendengarkan berita melalui media. Setiap hari manusia selalu disuguhkan berita dalam bentuk cetak, siaran, dan internet. Berita ialah cerita atau laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang faktual dan aktual (Semi, 1995: 11).

Dalam bidang pendidikan, pembelajaran menulis teks berita mempunyai peran yang sangat penting untuk melatih peserta didik mengasah kemampuan berekspresi dalam bidang jurnalistik, khususnya menulis berita. Pengajaran menulis berita akan ideal kalau disertai dengan pemilihan media pembelajaran yang tepat sebagai usaha untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menuliskan gagasannya dalam bentuk sebuah teks berita.

Dalam kenyataannya, pengajaran menulis berita ini berlangsung tidak menarik, bahkan membosankan. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi awal peneliti di kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan yang menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dalam menulis berita masih tergolong rendah. Selain masalah itu, banyak faktor lain yang mempengaruhi pembelajaran menulis berita. Di antaranya, kondisi pendidik, siswa, dan penjabaran materi itu sendiri dalam pempelajaran di dalam kelas. Selain itu, ada pula keterbatasan pemanfaatan dan ketersediaan media pembelajaran di sekolah yang dihadapi guru merupakan salah satu faktor ketidak maksilannya dalam penggunaan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang diberikan. Media memiliki kedudukkan penting dalam menyampaikan materi pada proses belajar mengajar, guru harus mampu menyiapkan segala kelayakannya. Ketepatan dan kelayakan sebuah media pembelajaran

(3)

akan mempengaruhi keefektivitasan siswa dalam mencapai hasil pembelajaran.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Ibu Komang Susi Ariantini, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia di kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan, peneliti mendapatkan informasi bahwa kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran menulis berita masih tergolong rendah. Beliau menyatakan bahwa skor rata-rata dari 33 siswa dalam menulis berita masih di bawah KKM, yakni 65 (cukup) sedangkan KKM mata pelajaran menulis berita di kelas VIIIB adalah 72 (baik). Itu menandakan bahwa ketuntasan pembelajaran menulis berita masih belum tercapai. Beliau juga mengatakan bahwa dari 39 siswa di kelas VIIIB yang mendapat skor sesuai dengan KKM hanya 7 orang, sedangkan 32 orang mendapatkan skor di bawah KKM. Data tersebut menunjukkan dari 39 siswa hanya 18,42% siswa di kelas VIIIB yang mendapat nilai di atas KKM, sedangkan 81,57% di bawah siswa mendapat nilai di bawah KKM. Hal ini dibuktikan siswa dalam menulis berita mengalami kesulitan dalam memulai menulis berita dan kelengkapan dalam menulis berita. Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis berita disebabkan oleh kurangnya minat siswa dalam menulis.

Selain itu, penulisan berita masih tergolong rendah, disebabkan oleh sebagian siswa masih banyak ribut, siswa merasa bosan, bahkan beberapa siswa terlihat mengantuk dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Siswa juga terlihat kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran ketika pembelajaran sedang berlangsung dan siswa kurang aktif dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi, sehingga ketika diberikan tugas siswa kurang mampu untuk mengerjakannya. Selain itu berdasarkan wawancara dengan salah satu siswa yang bernama Desy Arini, siswa merasa sangat bosan dengan metode yang digunakan oleh guru yang monoton dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemilihan media pembelajaran sangat penting diperhatikan oleh guru. Apabila guru mampu memilih media pembelajaran yang tepat, maka

kemampuan dalam menulis berita siswa dapat ditingkatkan.

Menurut Kustandi dan Sutjipto (2011:9), media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang ingin disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Ketepatan dalam memilih media pembelajaran dapat menarik minat siswa. Apabila siswa sudah berminat dalam pembelajaran menulis berita, maka siswa akan termotivasi untuk menulis berita.

Alasan peneliti memilih media foto jurnalistik karena foto jurnalistik dapat mendukung proses belajar siswa, sehingga siswa akan lebih mudah dalam menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Hal ini dikarenakan siswa sudah memiliki gambaran yang jelas tentang ide yang akan mereka tulis ketika melihat foto jurnalistik. Foto jurnalistik adalah informasi atau karya foto dari berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang cepat. Dalam foto jurnalistik sudah ada gambaran tentang peristiwa atau kejadian yang ada, sehingga siswa mudah menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H. Di samping itu, penggunaan media foto jurnalistik dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dengan menggunakan foto jurnalistik dalam pembelajaran siswa dapat melatih perkembangan imajinasi serta ide mereka agar lebih kreatif saat menulis berita dengan menggunakan media foto jurnalistik dan juga dapat meminimalisir kejenuhan siswa dalam proses belajar. Dengan demikian, siswa akan termotivasi dalam proses belajar.

Dalam penerapan media foto jurnalistik untuk meningkatkan menulis berita, guru lebih tepat mengarahkan siswa untuk menggunakan unsur 5W + 1H “what (apa yang terjadi?), where (di mana hal itu terjadi?), when (kapan peristiwa itu terjadi?), who (siapa yang terlibat dalam kejadian?), why (kenapa hal itu terjadi?), dan how (bagaimana peristiwa itu terjadi?)”

sebagai pelengkap dalam menulis berita. Selain kelengkapan menulis berita yaitu

(4)

unsur 5W + 1H, perlu juga diperhatikan dalam penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas agar pembaca mudah memahami berita yang ditulis. Oleh karena itu, penerapan media foto jurnalistik dalam menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H diharapkan dapat meminimalkan kejenuhan siswa dalam proses belajar. Dengan demikian, siswa akan termotivasi dalam proses belajar.

Selama ini sudah pernah dilakukan penelitian mengenai menulis berita. I Putu Anandha Adhidhama pada tahun 2012 meneliti mengenai “Peningkatan Kemampuan Menulis Berita Berdasarkan Foto Jurnalistik Dengan Teknik 5W + 1H Pada Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 1 Dawan”. Penelitian yang dilakukan I Putu Anandha Adhidhama menggunakan rancangan penelitan tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menunjukkan bahwa foto jurnalistik dengan teknik 5W +1H dapat meningkatkan kemampuan menulis berita pada ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Dawan dengan dilihat dari pemerolehan hasil belajar menulis berita pada masing-masing siklus. Siklus I, siswa memeroleh nilai rata-rata secara klasikal 74,5, sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata klasikal 76,15.

Selanjutnya, penelitian sejenis tentang menulis berita sudah pernah dilakukan oleh I Wayan Endriana yang meneliti mengenai “Strategi Guru dalam Pembelajaran Menulis Berita Pada Ekstrakurikuler Jurnalistik di SMA Negeri 1 Kintamani”. Penelitian yang dilakukan oleh I Wayan Endriana menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Rancangan ini digunakan karena dalam pelaksanaanya, peneliti berusaha memberikan gambaran secara sistematis dan cermat mengenai strategi guru, kendala-kendala dalam menerapkan strategi yang dipilih dan respons siswa terhadap strategi yang dipilih oleh guru.

Pembelajaran menulis berita secara keseluruhan belum pernah diteliti oleh peneliti lain. Berdasarkan data di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Penerapan Media Foto Jurnalistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Berita Pada Siswa

Kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan Berdasarkan Unsur 5W + 1H” sangat penting dilakukan.

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan penelitian sebagai berikut. (1) Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran menulis berita unsur 5W + 1H yang tepat dengan menerapkan media foto jurnalistik pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan berdasarkan? (2) Bagaimanakah kemampuan siswa dalam menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menerapkan media foto jurnalistik pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan? (3) Bagaimana respons siswa terhadap menerapkan media foto jurnalistik untuk meningkatkan menulis berita pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan berdasarkan unsur 5W + 1H?. Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H yang tepat dengan menerapkan media foto jurnalistik pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan. (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menerapkan media foto jurnalistik pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan. (3) Mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan media foto jurnalistik untuk meningkatkan menulis berita pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan berdasarkan unsur 5W + 1H. Secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan konstribusi untuk menentukan arah strategi dalam pemilihan dan pemanfaatan media pengajaran menulis berita secara tepat, khususnya untuk siswa SMP/MTs. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak baik guru, sekolah, dan peneliti dalam pemanfaatan media dalam pembelajaran menulis berita.

a. Bagi Siswa

Hasil penelitian ini dapat membantu siswa dalam mencapai indikator pembelajaran menulis berita.

(5)

b. Bagi Guru Bahasa Indonesia Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis berita.

c. Bagi Kepala Sekolah

Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk kepala sekolah agar lebih memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar.

d. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian sejenis.

e. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat dijadikan pengalaman langsung dalam menerapkan media foto jurnalistik dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H. Sebagai calon guru, peneliti dapat menggunakan pengalaman selama penelitian dan hasil penelitian dalam mengajar kelak.

METODE

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan rancangan penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh guru maupun siswa ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VIIIB dan siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan.

Penelitian tindakan kelas ini menghasilkan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa angka-angka, yaitu hasil tes dan menjawab angket oleh siswa. Data kualitatif berupa data hasil observasi siswa dan guru.

Observasi peneliti lakukan terhadap kegiatan siswa dan guru ketika pembelajaran berlangsung. Metode observasi dibutuhkan untuk mengetahui

kekurangan-kekurangan pada tindakan yang telah dilaksanakan sebelumnya sehingga hal tersebut dapat dijadikan pedoman dalam perbaikan pada tindakan selanjutnya. Wendra (2010:56) menyatakan bahwa isi observasi adalah uraian tentang observasi yang dilakukan terhadap interaksi-interaksi akademik yang terjadi sebagai akibat tindakan yang dilakukan. Observasi dalam pelaksanaan tindakan penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dan juga guru Bahasa Indonesia dengan cara mencatat semua kegiatan yang terjadi selama tindakan berlangsung.

Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasaan materi pembelajaran. Metode tes merupakan alat ukur yang sangat penting digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Nilai yang diperoleh dapat dijadikan petunjuk mengenai taraf kemampuan yang diukur (Arikunto, 1989:59). Metode ini digunakan untuk memperoleh gambaran atau hasil menulis berita siswa dan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja dengan penilaian produk.

Angket atau kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang biasanya didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembangkan atau dapat juga dijawab di bawah pengawasan peneliti (Suandi, 2008:54). Metode kuesioner digunakan untuk memeroleh data tentang respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran menulis berita dengan menggunakan media foto jurnalistik. Menurut Suandi (2008:55), angket dapat dibagi menurut sifat jawaban yang diinginkan yaitu: 1) angket tertutup, 2) angket terbuka, atau 3) angket kombinasi kedua macam itu dan cara menyampaikan atau administrasi angket itu. Pertama, angket tertutup terdiri atas pertanyaan atau pernyataan yang jawabannya sudah tersedia. Jadi, pada angket tertutup, siswa hanya perlu memilih jawaban yang sudah disediakan. Kedua, angket terbuka terdiri atas pertanyaan yang jawabannya memberikan kesempatan penuh kepada siswa/responden memberi jawaban menurut apa yang dirasa. Ketiga, kombinasi angket tertutup dan terbuka terdiri atas

(6)

pertanyaan yang jawabannya dapat dipilih dari jawaban yang sudah disediakan dan juga bisa membuat jawaban sendiri.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan siklus I menemui beberapa hambatan sehingga berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Hambatan-hambatan tersebut adalah siswa tampak siswa yang merasa bosan, terlihat jelas dari siswa termenung, hanya memanaikan pulpen dan mengigit pulpen. Bukan hanya itu saja, tampak siswa mengantuk karena tidak menemukan ide untuk memulai menulis berita, dan terdengar beberapa siswa terlihat ribut karena kurang memahami kelengkapan berita (unsur 5W + 1H). Hambatan-hambatan di atas, dapat diperbaiki pada siklus II sehingga diperoleh hasil yang lebih baik daripada hasil siklus I. Secara keseluruhan hasil dalam penelitian ini dibahas sebagai berikut.

Berdasarkan hasil tes pada siklus I dapat dijabarkan bahwa 3 orang siswa atau 7,7% memperoleh nilai dengan kategori sangat baik, 31 orang siswa atau 79,5% dengan kategori baik, dan 5 orang siswa atau 12,8% dengan kategori cukup. Sementara itu, ketercapaian masing-masing aspek yang dinilai dalam menulis berita, yakni pada aspek A sejumlah 17,6 (58,7%), B sejumlah 23,5 (78,3%), C sejumlah 16,3 (54,3%), D sejumlah 8,3 (27.7%), dan E sejumlah 9,7 (32,3%).

Siswa yang tuntas berjumlah 23 orang siswa dan siswa yang tidak tuntas berjumlah 16 orang siswa. Apabila dipersentasekan, siswa yang tuntas sebanyak 59% dan yang tidak tuntas sebanyak 42%. Pada data awal ditemukan, siswa yang tuntas sebanyak 18,42% dan yang tidak tuntas 81,57%. Itu artinya, ada peningkatan hasil belajar yang dialami siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan.

Jumlah siswa yang mencapai nilai 72 atau di atas 72 sebanyak (59%) siswa. Mengingat presentase ketuntasan klasikal yang diharapkan penelitian ini adalah 75% sementara tindakan pada siklus I belum

mencapai persentase 75%, maka tindakan belum dapat dihentikan.

Rata-rata respons siswa terhadap penerapan media foto jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan adalah 42,5 (positif). Berikut presentase siswa yang memiliki respons yang sangat positif, positif, cukup positif, kurang positif, dan

sangat kurang positif. Dapat diketahui bahwa dari 39 orang siswa yang mengisi angket, terdapat 13 orang siswa (33,33%) yang memberikan respons sangat positif. Sisanya, 24 orang siswa (61,53%) memberikan respons positif, dan 2 orang siswa (5,12%) yang memberika respons

cukup positif, dan tidak ada siswa yang memberikan respons kurang positif dan

sangat kurang positif.

Pada siklus II terjadi peningkatan. Dari 38 orang siswa kelas VIIIB yang mengikuti tes, 8 orang siswa atau 20,5% memperoleh nilai dengan kategori sangat baik. Sebanyak 31 orang siswa atau 79,5% dengan kategori baik. Ketercapaian masing-masing aspek penilaian keterampilan menulis adalah aspek A sebesar 24,4 (81,3%), B sebesar 19,9 (73,3%), C sebesar 17,3 (86,7%), D sebesar 7,9 (7,9%), dan E sebesar 10,4 (68,7%). Selain itu, dari 39 siswa yang menjadi sempel dalam penelitian ini, semua siswa (100%) mencapai nilai tuntas.

Mengingat persentase ketuntasan klasikal yang diharapkan adalah 75%, sedangkang pada siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai tuntas mencapai 100%, maka penelitian mengenai penerapan media foto jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H pada kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan dapat dihentikan karena sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Hasil tes menulis berita dengan menerapkan media foto jurnalistik pada kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil tes siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil tes siswa sebanyak 74,4 dan pada siklus II meningkat menjadi 79,8. Jumlah siswa

(7)

yang skornya meningkat ada sebanyak 37 orang siswa dan 2 orang siswa jumlah skornya tetap. Persentase keberhasilan siswa dalam pembelajaran menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menerapkan media foto jurnalistik mengalami peningkatan dari 59% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.

Data tentang respons siswa terhadap penerapan media foto jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dalam pelajaran menulis siswa diperoleh dengan memberikan angket kepada siswa. Respons siswa diperoleh melalui kuisioner yang sudah diisi siswa. Dapat diketahui bahwa dari 39 orang siswa yang mengisi angket, terdapat 32 orang siswa (82,1%) yang memberikan respons sangat positif. Sisanya, 24 orang siswa (17,9%) memberikan respons positif, dan tidak ada siswa yang memberikan respons cukup positif, kurang positif dan sangat kurang positif.

Pembahasan hasil penelitian ini akan difokuskan pada temuan-temuan penting yang dapat meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan, dengan menerapkan media foto jurnalistik.

Temuan-temuan yang dimaksud, yakni (1) ada langkah-langkah yang tepat dalam pembelajaran menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan menerapkan media foto jurnalistik dan langkah-langkah yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan, (2) penerapkan media foto jurnalistik dapat meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan, (3) respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan.

Temuan pertama, adalah ada langkah-langkah yang tepat dalam penerapan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis berdasarkan unsur 5W + 1H dan langkah-langkah yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2

Kubutambahan. Dengan dilakukan refleksi pada siklus I, guru dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, yakni (1) siswa terlihat kesulitan dalam ide memulai menulis berita dan kurang memahami kelengkapan dalam menulis berita berita (unsur 5W + 1H). Dari hasil refleksi pada siklus I, guru memberikan tindakan pada siklus II dengan cara guru menjelaskan secara rinci dan memberikan contoh secara langsung kepada siswa tentang kelengkapan menulis berita (unsur 5W + 1H) yang penannya yang dituangkan ke dalam bentuk kalimat tanya. Ini sejalan dengan pendapat Romli (dalam Sumarsono, 2008: 54) yang mengungkapkan bahwa pada hakikatnya, unsur 5W + 1H itu merupakan urutan pronominal penannya yang dituangkan ke dalam bentuk kalimat tanya, untuk meliputi pokok-pokok isi berita sebagai jawaban atas pertanyaan what (apa yang terjadi?),

where (di mana hal itu terjadi?), when

(kapan peristiwa itu terjadi?), who (siapa yang terlibat dalam kejadian?), why

(kenapa hal itu terjadi?), dan how

(bagaimana peristiwa itu terjadi?). Pemberian contoh secara langsung kepada siswa tentunya akan membuat siswa lebih cepat memahami materi pelajaran. Setelah guru memberikan contoh, siswa akan mudah untuk memahami sesuatu dengan cepat yakni dengan cara mencatat atau menirukan contoh yang diberikan oleh guru sebagai catatannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Sunarto (2002: 137) bahwa pengembangan dengan meniru dan mengulang dapat meningkatkan hasil yang telah didapatkan.

Pada saat guru menunjuk siswa untuk menjelaskan unsur 5W + 1H, siswa dapat menjelaskan unsur 5W + 1H yang sesuai dengan permintaan guru, namun ada pula siswa yang belum tepat dengan penjelasan dan contoh unsur 5W + 1H, sehingga pada kegiatan menulis yang akan dilakukan, guru meminta kembali memahami tentang unsur 5W + 1H. Latihan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H akan memudahkan siswa menentukan ide ke dalam tulisannya. Pada saat melakukan kegiatan menulis, seseorang akan

(8)

menuangkan ide-ide atau gagasannya dalam bentuk bahasa tulis. Menurut Wicaksono (2014:10), menulis merupakan sarana mengembangkan daya pikir atau nalar dengan mengumpulkan fakta, menghubungkannya kemudian mengambil kesimpulan. Di samping itu, menurut Gie (2002), menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Dalam kegiatan menulis, penulis tidak hanya sekadar mengungkapkan ide atau gagasan kepada pembaca tetapi penulis juga harus menciptakan tulisan yang komunikatif bagi pembaca. Dalam hal ini, tulisan yang dihasilkan mudah dipahami oleh pembaca.

Menulis berita dapat memudahkan siswa untuk menuangkan ide dan menguasai unsur 5W + 1H. Guru memberikan dua media foto jurnalistik yang berbeda perbangku. Hal ini bertujuan agar siswa fokus mengerjakan tulisanya dan siswa menjadi fokus mengamati foto jurnalistik. Pada saat menulis berita siswa dapat menerapkan media foto jurnalistik, proses pencarian ide terjadi saat guru mengajak siswa untuk mengamati foto jurnalistik yang telah dibagikan oleh guru. Selanjutnya, proses penulisan saat siswa sudah memahami isi foto jurnalistik siswa dengan antusias memulai menulis. langkah-langkah pembelajaran dengan menerapkan media foto jurnalistik sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H. Hal ini bisa terjadi karena langkah-langkah pembelajaran tersebut dapat mengantarkan siswa dalam menuangkan buah pikirannya.

Penerapan media foto jurnalistik dapat meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H disebabkan oleh beberapa faktor. Dengan menerapkan media foto jurnalistik, siswa lebih kritis dan kreatif dalam menuangkan ide-ide ke dalam tulisan, yaitu menulis sebuah berita. Selain itu, siswa juga lebih mudah menulis berita karena dalam media foto jurnalistik sudah ada gambaran yang akan dibuatnya. Penerapan media foto jurnalistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan ide dengan bebas

tanpa beban sehingga aktivitas menulis menjadi aktivitas yang menyenangkan tidak merasa bosan. Dengan menggunakan media foto jurnalistik, siswa tidak mengantuk, tidak ribut dan memperhatikan penjelasan guru saat mengikuti pelajaran. Di samping itu, penerapan media foto jurnalistik dapat merangsang ide siswa sehingga siswa mampu menulis berita dengan baik.

Peningkatan skor siswa itu didukung oleh media pembelajaran yang tepat, Kustandi dan Sutjipto (2011:9) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk menjelaskan makna pesan yang ingin disampaikan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, dan perhatian siswa, sedemikianrupa sehingga proses belajar terjadi secara efektif. Selain itu, dengan menggunakan media, khususnya media foto jurnalistik siswa mampu menulis berita tanpa terjun kelapangan untuk mencari foto jurnalistik. Media foto jurnalistik yang disajikan adalah Straight News. Straight News adalah berita langsung.. Sejalan dengan Romli (2005:11) Straight News adalah berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Dengan menggunakan media foto jurnalistik tersebut, dapat memudahkan siswa menjelaskan gambar dan mengungkapkan pesan atau berita yang terjadi di media foto jurnalistik.

Selain itu, guru juga memegang peranan penting dalam memengaruhi peningkatan hasil belajar siswa. Motivasi belajar oleh guru dapat mendorong siswa untuk lebih bersemangat dan lebih baik dalam menulis berita. Guru yang baik adalah guru yang selalu memberikan motivasi kepada siswanya untuk belajar. Dengan diberikan motivasi, siswa akan belajar lebih baik dan lebih tekun. Mudjiono (2006:85) menyatakan “Motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Seorang siswa tidak akan dapat belajar dengan baik dan tekun jika tidak ada motivasi dalam dirinya”. Oleh karena itu, guru selalu memotivasi siswa agar lebih semangat belajar sampai berhasil. Dalam penelitian ini, guru memberikan motivasi

(9)

kepada siswa pada saat siswa mengalami kesulitan dalam menulis berita. Motivasi yang diberikan guru tidak hanya di depan kelas, melainkan langsung mendekati dan berkomunikasi dengan siswa.

Rata-rata respons siswa terhadap penerapan media pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I menuju siklus II. Pada siklus I rata-rata respons siswa mencapai 42,5 yang berada pada kategori positif. Pada siklus I sudah tercapai kategori positif, akan tetapi dalam respons siswa masih ada siswa yang mendapatkan kategori cukup positif. Pada siklus II, respons siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan guru meningkat menjadi 47,3 yang berada pada kategori sangat positif.

Peningkatan skor rata-rata respons siswa terjadi karena media foto jurnalistik yang dibagikan oleh guru ialah paduan foto dan teks foto yang menghasilkan satu kesatuan komunikasi saat ada kesamaan antara latar belakang pendidikan dan sosial pembacanya. Wilson Hicks (dalam Alwi, 2006:4) menyatakan bahwa foto jurnalistik adalah kombinasi dari kata dan gambaran yang menghasilkan satu kesatuan komunikasi saat ada kesamaan antara latar belakang pendidikan dan sosial pembacanya. Jadi, media foto jurnalistik yang menjadikan siswa semangat dan menarik minat siswa untuk menulis berita.

Media ini juga, membuat siswa berpikir kreatif menuangkan ide sesuai dengan ciri khasnya masing-masing. Selain itu, media foto jurnalistik memudahkan siswa dalam menulis berita secara individu. Mereka pun bebas menuangkan ide-ide pada saat menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dan mereka siap untuk mengumpulkan hasil tulisan yang dibuatnya. Jadi, siswa merasa senang pada saat mengumpulkan tulisan yang dibuatnya, karena mereka yakin bahwa tulisannya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penerapan media foto jurnalistik dapat dijadikan salah satu alternatif dalam kegiatan menulis berita berdasarkan unsur 5W +1H.

Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya oleh I Putu Anandha Adhidhama pada tahun

2012 yang meneliti mengenai “Peningkatan Kemampuan Menulis Berita Berdasarkan Foto Jurnalistik Dengan Teknik 5W + 1H Pada Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 1 Dawan”. Penelitian yang dilakukan I Putu Anandha Adhidhama menggunakan rancangan penelitan tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menunjukkan bahwa foto jurnalistik dengan teknik 5W +1H dapat meningkatkan kemampuan menulis berita pada ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Dawan dengan dilihat dari pemerolehan hasil belajar menulis berita pada masing-masing siklus. Selain itu, I Wayan Endriana meneliti mengenai “Strategi Guru dalam Pembelajaran Menulis Berita Pada Ekstrakurikuler Jurnalistik di SMA Negeri 1 Kintamani”. Penelitian yang dilakukan oleh I Wayan Endriana menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Rancangan ini digunakan karena dalam pelaksanaanya, peneliti berusaha memberikan gambaran secara sistematis dan cermat mengenai strategi guru, kendala-kendala dalam menerapkan strategi yang dipilih dan respons siswa terhadap strategi yang dipilih oleh guru. Jadi, dapat dikatakan penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian-penelitian sebelumnya kerena peneliti ini mengalami peningkatan hasil belajar pada siswa.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian, dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab IV, peneliti dapat menarik simpulan sebagai berikut.

1) Langkah-langkah pembelajaran menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H yang tepat dengan menerapkan media foto jurnalistik yaitu: (1) menjelaskan materi berita secara jelas dan terperinci, (2) siswa bertanya jawab tentang materi pembelajaran, (3) menyiapkan media foto jurnalistik peristiwa kecelakaan, (4) menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H dengan media foto jurnalistik yang dibagikan (5) mengamati atau mencermati foto jurnalistik, (6) menulis berita wajib

(10)

membuat 5 paragraf, (7) terlihat siswa bersemangat pada saat menulis berita, (8) mengecek kembali tulisan yang sudah siap dikumpulkan, (9) siswa membacakan hasil tulisannya, (10) guru memberikan penghargaan kepada siswa yang baik dalam menulis berita, (11) guru melakukan refleksi dan menanyakan kesulitan yang dialami oleh siswa selama pembelajaran berlangsung, (12) siswa diajak merangkum materi pembelajaran, (13) pembelajaran diakhiri dengan mengucapkan salam.

2) Penerapan media foto jurnalistik dapat meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan skor rata-rata menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H siswa dengan menerapkan media foto jurnalistik terjadi pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor meningkat menjadi 74,4 (baik), dan meningkat pada siklus II menjadi 79,4 (baik). Jadi, penerapan media foto jurnalistik mampu meningkatkan kemampuan menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H pada kelas VIIIB SMP Negeri 2 Kubutambahan.

3) Siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penerapan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis berita. Hal ini dapat dilihat dari siklus I ke siklus II, yakni dari 42,5 (positif) menjadi 47,3 (sangat positif). Siswa sangat senang dan antusias mengikuti pelajaran karena media foto jurnalistik yang digunakan mampu menarik minat siswa dalam menulis berita.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas, saran-saran yang dapat di sampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Peneliti menyarankan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia untuk menerapkan media foto jurnalistik sebagai salah satu alternatif dalam peningkatan kualitas menulis berita berdasarkan unsur 5W + 1H.

2) Peneliti menyarankan kepada siswa, apabila ingin menulis berita di rumah, cobalah menggunakan media foto jurnalistik yang lain, agar meningkatkan keterampilan dalam menulis berita.

3) Dalam penelitian ini, peneli ini hanya memilih jenis berita Straight News

(berita langsung). Sedangkan kita mengetahui bahwa masih ada jenis berita yang lain, seperti Feature. Feature merupakan sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti unsur 5W + 1H dan bisa dibedakan dengan news dan artikel. Oleh sebab itu, peneliti lain bisa menindaklanjuti penerapan media foto jurnalistik dengan diterapkan pada jenis berita

Feature.

DAFTAR PUSTAKA

Adhidharma, I Putu Anandha. 2012. “Peningkatan Kemampuan Menulis Berita Berdasarkan Foto Jurnalistik Dengan Teknik 5W + 1H Pada Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 1 Dawan”. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS Undiksha.

Alwi, Audy Mirza. 2006. Foto Jurnalistik. Jakarta: Bumi Aksara.

Damyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan

Pembelajaran. Jakarta: Rineka

Cipta.

Endriana, I Wayan. 2015. “Strategi Guru Dalam Pembelajaran Menulis Berita pada Ekstrakurikuler Jurnalisti Di SMA Negeri 1 Kintamani ”. Skripsi

(tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS Undiksha.

Gie, The Liang. 2002. Pengantar Dunia

Karang-Mengarang. Yogyakarta:

(11)

Kustandi, Cecep & Bambang Sutjipto. 2011.

Media Pembelajaran (Manual dan Digital). Bogor: Ghalia Indonesia. Romli, Asep Syamsul M. 2005. Jurnalistik Praktis. Bandung: Rosda.

Wicaksono, Andri. 2014. Menulis Kreatif Sastra : dan Beberapa Model

Pembelajarannya. Yogyakarta:

Referensi

Dokumen terkait

Departemen pertanian (2008) mendefinisikan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan

Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh secara simultan dana pihak ketiga, rasio kecukupan modal, kredit bermasalah dan rasio likuiditas terhadap jumlah

Hasil penelitian menunjukkan (1) ada pengaruh dari dana pihak ketiga, penyaluran kredit, dan kredit bermasalah secara simultan terhadap profitabilitas, (2) ada pengaruh positif dan

Pernyataan di atas sudah merupakan pelaksanaan dari beberapa prinsip menulis (Arini dkk., 2007) yaitu 1) dalam kegiatan menulis siswa bertitik tolak dari

Berdasarkan hasil penelitian dan dari penarikan beberapa kesimpulan di atas maka dapat diajukan beberapa saran yaitu bagi peneliti yang berminat untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA siklus kredit pinjaman pada LPD Desa Pakraman Berangbang Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana yang dinilai dari

percaya diri dalam belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014, (2) Kelompok eksperimen konseling behavioral dengan teknik positive

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan menulis) dan motivasi belajar antara