Dampak polusi industri terhadap proses pembelajaran PAI: studi kasus polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN Perning Jetis Mojokerto.

113 

Teks penuh

(1)

(Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN Perning, Jetis,

Mojokerto)

SKRIPSI

Oleh :

M

USTOFA MA’A SHOBIRIN

D71213124

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

(2)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Program Sarjana (S-1) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Jurusan Pendidikan Agama Islam

Oleh:

MUSTOFA MA’A SHOBIRI

N

NIM: D71213124

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Mustofa Ma’a Shobirin (NIM: D71213124), 2017. Skripsi dengan judul “Dampak Polusi Industri terhadap Proses Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN Perning, Jetis, Mojokerto)”. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah Untuk 1. Mendeskripsikan bagaiman bentuk polusi industri PT. Alu Aksara Pratama, 2. Mendeskripsikan proses pembelajaran PAI di SDN Perning, 3. Mendeskripsikan Dampak Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama terhadap Proses Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis, Mojokerto.

Berdasarkan tujuan diatas, maka penulis menggunakan metode observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan SDN Perning dan uji statistik Product Moment untuk mengetahui ada tidaknya Dampak Polusi Industri terhadap Proses Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN Perning, Jetis, Mojokerto) tahun ajaran 2016-2017 yang berjumlah 222 siswa.

Adapun sampelnya dari siswa sebanyak 24 siswa yang diambil secara acak atau random

sampling.

Dari analisis tentang Dampak Polusi Industri terhadap Proses Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN Perning, Jetis, Mojokerto) bahwa Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama mengeluarkan polusi air dan polusi udara.

Proses Pembelajaran PAI di SDN Perning sebelum adanya polusi dari industri masih nyaman dan damai. Setelah adanya industri proses pembelajaran juga masih kondusif, tetapi setelah ada pelebaran wilayah industri yang sampai pada lingkungan sekoah mengakibatkan proses pembelajaran kurang kondusif. Bau yang tidak sedap dari polusi industri tersebut menganggu murid yang sedang belajar di kelas.

Antara Polusi Industri PT.Alu Aksara Pratama dan Proses Pembelajaran PAI terdapat pengaruh yang signifikan. Hal ini terbukti dengan hasil analisa data statistik “product moment” sebesar 0, 7133 yang mana jika Harga t hitung tersebut selanjutnya

dibandingkan dengan harga t tabel. Untuk kesalahan 5% uji dua fihak dan dk = n – 2 =

24 – 2 = 22, maka diperoleh t tabel = 2,056. Ternyata harga t hitung 4,778 lebih besar

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv

MOTTO.... ... v

PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang……… 1

B. Rumusan Masalah……… 6

C. Tujuan Penelitian...……….. 6

D. Manfaat Penelitian……… 6

E. Penelitian Terdahulu………... 7

F. Hipotesis Penelitian………. 9

(9)

H. Definisi Operasional...………. 10

I. Sistematika Pembahasan………. 13

BAB II : KAJIAN TEORI A. Bentuk Polusi Industri 1. Pengertian Polusi…...……….. 15

2. Sebab Adanya Polusi...………. 16

3. Macam Polusi...……… 18

4. Dampak Pencemaran...……….. 28

5. Polusi PT. Alu Aksara Pratama...……….. 29

B. Proses Pembelajaran PAI 1. Pengertian Proses Pembelajaran………. 31

2. Ciri - ciri Interaksi Proses Pembelajaran ...………. 35

3. Faktor – factor yang mempengaruhi ....………. 38

4. Pendidikan Agama Islam...………. 40

C. Dampak Polusi Terhadap Proses Pembelajaran .……….. 40

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian……… 45

B. Jenis Penelitian...……… 45

C. Variabel Penelitian...……….. 46

D. Rancangan Penelitian.……… 47

(10)

F. Instrumen Penelitian...………. 51

G. Teknik Pengumpulan Data....……….. 52

H. Metode Analisa Data………. 54

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Latar Belakang Objek Penelitian...………. 60

B. Penyajian dan Analisis Data ...……….. 68 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan……… 99

B. Saran...………... 100

DAFTAR PUSTAKA

(11)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia merupakan komponen lingkungan alam yang bersama-sama dengan

komponen alam lainnya, hidup bersama dan mengelola lingkungan dunia. Karena

manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam

mengelola lingkungan sangat besar. Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan

lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan

teknologi yang dikembangkannya. Akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang

sangat pesat, kebudayaan manusia pun berubah dimulai dari budaya hidup

berpindah-pindah, kemudian hidup menetap dan mulai mengembangkan buah pikirannya yang

terus berkembang sampai sekarang ini. Hasilnya berupa teknologi yang dapat

membuat manusia lupa akan tugasnya dalam mengelola bumi. Sifat dan perilakunya

semakin berubah dari zaman ke zaman.

Dengan semakin meningkatnya perkembangan industri, baik industri migas,

pertanian, maupun industri non-migas lainnya, maka semakin meningkat pula tingkat

pencemaran pada perairan, udara dan tanah yang disebabkan oleh hasil buangan

industri-industri tersebut1.

Sekarang ini manusia mulai bersifat boros, konsumtif dan cenderung merusak

lingkungannya. Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain

oleh pencemaran. Pencemaran ada yang diakibatkan oleh alam, dan ada pula yang

1

(12)

diakibatkan oleh perbuatan manusia. Pencemaran akibat alam antara lain letusan

gunung berapi. Bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi seperti asap dan

awan panas dapat mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia. Pencemaran akibat

manusia adalah akibat dari aktivitas yang dilakukannya. Lingkungan dapat dikatakan

tercemar jika dimasuki atau kemasukan bahan pencemar yang dapat mengakibatkan

gangguan pada mahluk hidup yang ada didalamnya. Gangguan itu ada yang segera

nampak akibatnya, dan ada pula yang baru dapat dirasakan oleh keturunan

berikutnya. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia di mulai dari

meningkatnya jumlah penduduk dari abad ke abad.

Populasi manusia yang terus bertambah mengakibatkan kebutuhan manusia semakin

bertambah pula, terutama kebutuhan dasar manusia seperti makanan, sandang dan

perumahan. Bahan-bahan untuk kebutuhan itu semakin banyak yang diambil dari

lingkungan. Disamping itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

memacu proses industrialisasi, baik di negara maju ataupun negara berkembang.

Untuk memenuhi kebutahan populasi yang terus meningkatkan, harus diproduksi

bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah yang besar melalui industri. Kian hari

kebutuhan-kebutuhan itu harus dipenuhi. Karena itu mendorong semakin

berkembangnya industri, hal ini akan menimbulkan akibat antara lain:

1. Sumber Daya Alam (SDA) yang diambil dari lingkungan semakin besar, baik

(13)

2. Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan. Populasi manusia

mengeluarkan limbah juga, seperti limbah rumah tangga yang dapat

mencemari lingkungan.

3. Muncul bahan-bahan sintetik yang tidak alami (insektisida, obat-obatan, dan

sebagainya) yang dapat meracuni lingkungan.

Akibat selanjutnya lingkungan semakin rusak dan mengalami pencemaran.

Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup

NO.02/MENKLH/I/1988 yang dimaksud dengan polusi atau pencemaran air dan

udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau

komponen lain ke dalam air/udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara

oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas air/udara turun sampai

ketingkat tertentu yang menyebabkan air/udara menjadi kurang atau tidak dapat

berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Pencemaran lingkungan terbagi atas dua jenis, berdasarkan tempat terjadinya,

yaitu pencemaran udara dan pencemaran air. Di Indonesia, kerusakan lingkungan

akibat pencemaran udara dan air sudah sangat kritis. Contohnya pada usaha Industri

di PT. Alu Aksara Pratama, PT. Alu Aksara Pratama adalah Perusahaan Penghasil

Tepung Terigu Rose Brand yang berada di Desa Perning, Kecamatan Jetis,

Kabupaten Mojokerto, Profinsi Jawa timur. Pabrik yang sangat dekat dengan rumah

warga desa perning dan dekat dengan tempat pendidikan SDN Perning tersebut sudah

(14)

masih bertahan menghadapi era Pasar bebas. Perusahaan Penghasil Tepung Terigu

Rose Brand ini mengeluarkan polusi yang sampai pada rumah-rumah dan tempat

sarana dan prasarana fasilitas umum seperti mushola-mushola, masjid-masjid, TPQ

dan sekolah. Polusi tersebut berupa bau tak sedap yang kerap menganggu

kenyamanan warga di sekitar perusahaan tersebut. Perusahaan Penghasil Tepung

Terigu Rose Brand seringkali mengeluarkan polusi berupa polusi udara hasil

pembakaran yang sampai meluap di udara, mengeluarkan limbah air yang di buang

melalui sungai. Bau dari polusi tersebut telah sampai pada lingkungan disekitar

Perusahaan Penghasil Tepung Terigu Rose Brand tersebut. Seperti di SDN Perning,

Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini, tempat belajar bagi anak-anak desa

perning. Sekolah yang dekat dengan jalan raya, pasar dan perusahaan industri.

Sekolah ini yang setiap harinya merasakan dampak dari polusi yang diakibatkan oleh

PT. Alu Aksara Pratama Perusahaan Penghasil Tepung Terigu Rose Brain. Setiap

harinya pada saat proses pembelajaran para siswa-siwi merasa terganggu akan adanya

polusi tersebut. Mereka merasakan polusi dari bau menyengat yang di keluarkan oleh

PT. Alu Aksara Pratama Perusahaan Penghasil Tepung Terigu Rose Brand tersebut.

Polusi tersebut berupa bau yang menyebabkan konsentrasi siswa waktu pembelajaran

sering kali hilang dan terganggu dengan bau tersebut. Sering kali beberapa siswa di

SDN perning tidak masuk sekolah dikarenakan sakit akibat dari polusi PT. Alu

(15)

Dalam proses pembelajaran perlu adanya dukungan dari pihak guru maupun

dari pihak sarana prasarana dan juga lingkungan. Para kontruktivis menyampaikan

sejumlah kriteria agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif antara lain:

1. Harus diciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan

2. Belajar yang menarik perhatian siswa (engaged learning) adalah

menyenangkan karena menantang, relevan, mengarah tujuan, serta didukung

dengan metode yang memungkinkan tercapainya keberhasilan.

3. Hampir semua siswa dapat dan akan belajar bila didukung oleh guru dan

lingkungan belajar yang efektif.2

Jika semua itu mendukung maka dalam pencapaian proses pembelajaran bisa

berjalan dengan lancar. Contohnya saja jika guru sudah menyiapkan proses

pembelajaran dengan baik, sarana prasarana sudah mendukung, akan tetapi jika

lingkungan itu tidak mendukung maka tidak bisa berjalan dengan efektif proses

pembelajaran tersebut.

Maka apabila terjadi demikian akan timbul suatu permasalahan atau dugaan

bahwa akibatnya atau efek dari Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama (pabrik

tepung) dapat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Dan untuk

membuktikannya maka diperlukan adanya suatu penelitian, apakah benar Polusi

Industri dari PT. Alu aksara Pratama (pabrik tepung) akan berpengaruh terhadap

proses pembelajaran.

2

(16)

Berkaitan dengan hal itu, maka penulis ingin mengadakan penelitian dengan

mengangkat sebuah judul yaitu : “Dampak Polusi Industri Terhadap Proses

Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN

Perning, Jetis, Mojokerto).”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, selanjutnya dapat dirumuskan

beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana Bentuk Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama?

2. Bagaimana Proses Pembelajaran PAI di SDN Perning?

3. Bagaimana Dampak Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama terhadap Proses

Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis, Mojokerto?

C. Tujuan Penelitian

Berawal dari pembahasan tersebut di atas, maka penelitian bertujuan untuk:

1. Mendeskripsikan bagaiman Bentuk polusi industri PT. Alu Aksara Pratama.

2. Mendeskripsikan proses pembelajaran di SDN Perning.

3. Mendeskripsikan Dampak Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama terhadap

Proses Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis, Mojokerto.

D. Manfaat Penelitian

(17)

a. Memberikan informasi tentang Dampak Polusi Industri PT. Alu Aksara

Pratama terhadap Proses Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis,

Mojokerto.

b. Memberikan kontribusi secara ilmiah mengenai Dampak Polusi Industri

PT. Alu Aksara Pratama terhadap Proses Pembelajaran PAI di SDN

Perning, Jetis, Mojokerto.

2. Manfaat praktis

a. Memberi pengalaman moril dan tambahan khazanah pemikiran baru

tentang Dampak Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama terhadap Proses

Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis, Mojokerto.

b. Bagi sekolah dan institusi pendidikan pada umumnya merupakan

kontribusi tersendiri, atau minimal dapat dijadikan sebagai referensi

tambahan guna mendukung tercapainya proses belajar mengajar yang

lebih baik.

c. Menambah kecintaan alam dan lingkungan belajar.

E. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu digunakan untuk mengetahui bangunan keimuan

yang sudah diletakkan oleh orang lain, sehingga penelitian yang digunakan

benar-benar baru dan belum diteliti oleh orang lain.3 Pada dasarnya penelitian

terdahulu sebagai tolak ukur dalam pembuatan penelitian yang baru.

3Rah awa ,Tizar, “Pe buata Proposal Pe elitia ”

(18)

Adapun penelitihan terdahulu yang berhubungan dengan penelitian ini yakni:

1. College Students’ Perception of Classroom Noise and Its Consequences on

Learning Quality (Persepsi siswa terhadap kegaduhan dikelas dan konsekuensinya pada kualitas pembelajaran). Jurnal ini disusun oleh Emilse

Aparecida Merlin Servilha dan Marina de Almeida Delatti di Brazil. Pada

penelitian ini dijelaskan bahwasannya siswa megidentifikasikan kegaduhan di

dalam kelas sebagai sebuah faktor yang menganggu terhadap proses belajar

mengajar. Siswa merasa tidak bisa mendengarkan dengan jelas pada waktu

proses pembelajaran yang diakibatkan oleh kegaduhan di sekitar sekolah

mereka. Pada penelitian ini mengunakan kuisioner dengan open close question

tentang kemunculan, sumber, tipe, dan penaksiran terhadap kegaduhan serta

pengaruh terhadap pembelajaran dan strategi belajar mengajar.4

2. The Effects of Noise On Children at School : A Review ( Efek Kegaduhan terhadap Anak-anak di Sekolah ). Jurnal ini disusun oleh Bridget M Shield

dan Julie E Dockrell di London. Pada penelitian ini dijelaskan bahwasanya

efek yang ditimbulkan dari kegaduhan menyebabkan siswa tidak bisa

mendengar penjelasan dari guru dengan jelas di kelas. Kegaduhan tersebut

juga menganggu kongnitif siswa delam menyerap proses pembelajaran di

kelas. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan survei lapangan.5

4

E.A.M. Servilha dan M. de Almeida, “College Students’ Perception of Classroom Noise and Its

Consequences on Learning Quality”. Scielo analytics. Vol. 19 No.2, Brazil 2014 5

(19)

Sedangkan penelitian ini menjelaskan tentang Dampak Polusi Industri

Terhadap Proses Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara

Pratama di SDN Perning, Jetis, Mojokerto) yang focus terhadap bentuk polusi

dan cara pengambilan data Dampak polusi Industri terhadap proses

pembelajaran PAI dengan menggunakan pendekatan observasi, Interview,

angket, dan dokumentasi.

F. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap persoalan-persoalan penelitian

yang belum benar secara penuh dan kebenarannya itu harus dibuktikan dengan

penelitian.

Adapun hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Hipotesis Awal (Hipotesis Nol)

Hipotesis awal merupakan hipotesis yang mengadung peryataan yang

menyangkal dan biasanya ditulis dengan (Ho). Dalam penelitian ini

menyatakan bahwa Tidak Ada Dampak Polusi Industri Terhadap Proses

Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN

Perning, Jetis, Mojokerto).

(20)

Hipotesis kerja merupakan hipotesis yang isinya mengandung

pernyataan yang tidak menyangkal dan biasa ditulis dengan (Ha).6 Dalam

penelitian ini hipotesis Alternatif (Ha) yaitu menyatakan Ada Dampak

Polusi Industri Terhadap Proses Pembelajaran PAI (Studi Kasus Polusi PT.

Alu Aksara Pratama di SDN Perning, Jetis, Mojokerto).

G. Ruang Lingkup Pembahasan

Agar mempermudah dalam penelitian ini, maka yang akan dijadikan

obyek dalam penelitian ini akan dibatasi dalam ruang lingkup sebagai berikut:

1. Bentuk Polusi PT. Alu Aksara Pratama, meliputi pengertian polusi, sebab

adanya polusi, macam polusi dan efek yang ditimbulkan dari polusi

2. Mendeskripsikan mengenai Proses Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis,

Mojokerto, meliputi keadaan sebelum adanya industri dan keadaan setelah

adanya industri.

3. Dampak Polusi Industri PT. Alu Aksara Pratama terhadap Proses

Pembelajaran PAI di SDN Perning, Jetis, Mojokerto, Meliputi keadaan siswa

waktu kegiatan pembelajaran dengan adanya polusi yang ada di lingkungan

sekolah siswa.

H. Definisi Operasional

Untuk menghindari terjadinya salah pengertian atau kurang jelasnya

makna dalam pembahasan, maka perlu adanya penegasan istilah atau definisi

operasional. Adapun istilah yang perlu dijelaskan sebagai berikut:

6

(21)

1. Polusi

a. Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan

Hidup NO.02/MENKLH/I/1988 yang dimaksud dengan polusi atau

pencemaran air dan udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk

hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air/udara atau berubahnya

tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses

alam, sehingga kualitas air/udara turun sampai ke tingkat tertentu yang

menyebabkan air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi

sesuai dengan peruntukannya.7 Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh

berbagai faktor, antara lain oleh pencemaran. Pencemaran ada yang

diakibatkan oleh alam, dan ada pula yang diakibatkan oleh perbuatan

manusia. Pencemaran akibat alam antara lain letusan gunung berapi.

Bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi seperti asap dan awan

panas dapat mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia. Pencemaran

akibat manusia adalah akibat dari aktivitas yang dilakukannya.

Lingkungan dapat dikatakan tercemar jika dimasuki atau kemasukan

bahan pencemar yang dapat mengakibatkan gangguan pada mahluk hidup

yang ada didalamnya. Gangguan itu ada yang segera nampak akibatnya,

dan ada pula yang baru dapat dirasakan oleh keturunan berikutnya.

Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia di mulai dari

meningkatnya jumlah penduduk dari abad ke abad.

(22)

b. PT. Alu Aksara Pratama

Perusahaan Penghasil Tepung Terigu Rose Brain yang berada di Desa

Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Profinsi Jawatimur.

Pabrik yang sangat dekat dengan rumah warga desa perning dan dekat

dengan tempat pendidikan SDN Perning tersebut sudah berdiri lama dari

tahun 1990 an. Perusahaan ini sudah tergolong pabrik tua yang masih

bertahan menghadapi era Pasar Bebas ini.

2. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran adalah seorang pendidik dan peserta didik

melakukan kegiatan belajar mengajar (transfer of knowledge).

Pembelajaran berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti barang apa

yang dikatakan kepada orang supaya diketahui (dituruti dan sebagaiannya).8

Yakni proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya

tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut

pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap organisme

atau pribadi.Yang dimaksud dengan pembelajaran disini adalah proses belajar

mengajar yang terjadi di dalam kelas.

3. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Yunani yaitu Paedagogie

yang berarti Pendidikan dan Paedagogie yang berarti pergaulan dengan

8

(23)

anak.9 Agama dalam kamus Besar bahasa Indonesia yaitu kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran kebangkitan dan kewajiban-kewajiban yang bertalian

dengan kepercayaan itu.10 Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi

Muhammad SAW yang berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang

diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.11

Jadi, yang dimaksud dengan pendidikan agama islam yaitu suatu usaha

yang berupa pengajaran, bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak

selesai proses pendidikannya dapat memahami, menghayati dan mengamalkan

agama Islam serta menjadikannya sebagai jalan kehidupan baik pribadi

maupun kehidupan dalam masyarakat.12

I. Sistematika Pembahasan

BAB I : PENDAHULUAN

Sebagai landasan awal munculnya rumusan masalah yang dijabarkan dalam

latar belakang masalah, juga membahas tentang rumusan masalah, tujuan dan

manfaat penelitian, penelitian terdahulu, hipotesis, definisi operasional, dan

sistematika pembahasan.

BAB II : LANDASAN TEORI

9

Armai Arif, Reformulasi Pendidikan Islam, (Ciputat: CRSD PRESS, 2007), 15.

10

Anton M. Moeliono, et.al, kamus Besar Bahsa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), 9.

11

Ibid,. 340.

12

(24)

Terdiri dari tinjauan tentang Polusi Industri yang meliputi penegertian polusi,

macam-macam, sebab terjadinya polusi, dan dampak dari polusi. Kemudian

membahas tentang proses pembelajaran PAI.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Berisi tentang lokasi penelitian, jenis penelitan, variabel penelitian, rancangan

penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan metode analisis data.

BAB IV : LAPORAN HASIL PENELITIAN

Berisi tentang deskripsi data yaitu tentang gambaran umum obyek penelitian,

meliputi sejarah berdirinya sekolah, letak geografis sekolah, struktur organisasi

sekolah, keadaan guru, siswa, karyawan, sarana dan prasarana sekolah, penyajian

data dan analisis data.

BAB V : PENUTUP

(25)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Bentuk Polusi Industri

1. Pengertian Polusi

Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan

Hidup NO.02/MENKLH/I/1988 yang dimaksud dengan polusi atau

pencemaran air dan udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup,

zat, energi atau komponen lain ke dalam air/udara atau berubahnya tatanan

(komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga

kualitas air/udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan

air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan

peruntukannya.13

Menurut kamus KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) pengertian

Polusi adalah Pengotoran (tentang air, udara, dan sebagainya); Pencemaran.

Sedangkan Pengertian Polusi menurut para ahli, polusi adalah masuknya

makhluk hidup, zat, energi, maupun materi ke dalam lingkungan sehingga

menyebabkan lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan

peruntukannya. Secara lengkap, polusi bisa dimaknai dengan perubahan yang

kurang menguntungkan terhadap lingkungan yang disebabkan oleh hasil

aktivitas manusia secara keseluruhan atau sebagaian, melalui pengaruh

(26)

langsung atau tidak langsung, dari perubahan dalam susunan kimia-fisikan,

tingkat radiasi, polla energi, dan limbah dari organisme.14

Dari pengertian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya polusi

adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen

lain ke dalam air/udara atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh

kegiatan manusia atau oleh proses alam melalui pengaruh langsung atau tidak

langsung, sehingga kualitas air/udara turun sampai ke tingkat tertentu yang

menyebabkan air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai

dengan peruntukannya.

2. Sebab Adanya Polusi

Dengan semakin meningkatnya perkembangan industri, baik industri

migas, pertanian, maupun industri non-migas lainnya, maka semakin

meningkat pula tingkat pencemaran pada perairan, udara dan tanah yang

disebabkan oleh hasil buangan industri-industri tersebut. Semakin

meningkatnya kebutuhan manusia maka semakin banyak kebutuhan ekonomi

yang dibutuhkan. Dengan adanya lapangan pekerjaaan berupa industri-industri

yang sangat banyak sekali dibangun di indonesia ini, maka semakin luas juga

peluang usaha dan semakin luas pula polusi yang di hasilkan oleh

industri-industri tersebut. Polusi yang semakin banyak itu di tiap-tiap daerah memang

14 http://dilihatya.com/1088/pengertian-polusi-menurut-para-ahli diakses 09/03/2017 jam

(27)

belum sebegitu terasa saat ini, tetapi dua sampai lima tahun kedepan akan

terasa di setiap daerah industri tersebut.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan

oleh perkembangan industri tersebut perlu dilakukan upaya pengendalian

pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan, termasuk

baku mutu air pada sumber air, baku mutu limbah cair, baku mutu limbah cair,

baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi, baku mutu air laut, dan

sebagainya.

Baku mutu air pada sumber air adalah batas kadar yang diperolehkan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di dalam air, tetapi air tersebut tetap dapat

digunakan sesuai dengan kriterianya. Menurut kegunaannya air pada sumber

air dibedakan menjadi empat golongan, yaitu: (1) golongan A yaitu air yang

dapat digunakan sebagai air minum secara lengsung tanpa harus diolah

terlebih dahulu, (2) golongan B yaitu air yang dapat yang digunakan sebagai

air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga, (3)

golongan C yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan

peternakan, dan (4) golongan D yaitu air yang dapat digunakan untuk

keperluan pertanian, dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri

dan listrik tenaga air. Baku Limbah cair adalah batas kadar yang

(28)

pencemaran kedalam air pada sumber air, sehingga tidak mengakibatkan

dilampauinya baku mutu air.

Untuk menghindari terjadinya pencemaran udara di lingkungan

ditetapkan baku mutu udara yang dapat dibedakan atas baku mutu udara

ambien dan baku mutu udara emisi. Baku mutu udara ambien adalah batas

kadar yang diperolehkan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di udara,

namun tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup,

tumbuh-tumbuhan dan atau benda. Baku mutu udara emisi adalah batas kadar yang

diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar untuk dikeluarkan dari sumber

pencemaran ke udara, sehingga tidak mengakibatkan dilampauinya baku mutu

udara ambien.15

3. Macam-macam Polusi

A. Polusi Air

a) Pengertian Polusi Air

Menurut Ardhana (1994), “Pencemaran Air adalah Pencemaran

Limbah Menjadi anaerobik sehingga air sungai busuk dan tidak sehat lagi

bagi pertumbuhan mickroorganisme flora dan fauna air itu, Lingkungan

hidup yang demikian ini sudah rusak dan tidak layak lagi bagi kebutuhan

hidup kita”16 .

15

Fardiaz, Srikandi, Polusi Air & Udara, 15-16.

(29)

Menurut Michael (1990), “Pencemaran Air adalah Penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Banyak air

tawar yang tercemar berat oleh sisa-sisa pembuangan kotoran dan cairan

pembuangan limbah rumah tangga ke dalam sungai”17 .

Polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal,

bukan dari kemurniannya. Air yang tersebar di alam tidak pernah terdapat

dalam bentuk murni, tetapi bukan berarti semua air sudah terpolusi.

Sebagai contoh, meskipun didaerah pegunungan atau hutan yang terpencil

dengan udara yang bersih dan bebas dari polusi, air hujan selalu

mengandung bahan terlarut seperti CO2, O2 dan N2, serata

bahan-bahan tersuspensi seperti debu dan partikel-partikel lainnya yang terbawa

dari atmosfer. Air permukaan dan air sumur biasanya mengandung

bahan-bahan metal terlarut seperti Na, Mg, Ca, dan Fe. Air yang mengandung

komponen-komponen tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah. Air

minum pun bukan merupakan air murni. Meskipun bahan-bahan

tersuspensi dan bakteri mungkin telah dihilangkan dari air tersebut, tetapi

air minum mungkin masih mengandung komponen-komponen terlarut.

Bahkan air murni sebenarnya tidak enak untuk diminum karena beberapa

bahan yang terlarut mungkin memberikan rasa yang spesifik terhadap air

minum.

17 Michael, P, Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium, (UI: Jakarta, 1990),

(30)

Dari contoh-contoh tersebut di atas, jelas bahwa air yang tidak

terpolusi tidak selalu merupakan air murni, tetapi adalah air yang tidak

mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas

yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat digunakan secara normal

untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum (air leding, air

sumur),, mandi (air leding, air sumur), kehidupan hewan air (air sungai,

danau), pengairan dan keperluan industri. Adanya benda-benda asing

yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan secara normal

disebut polusi. Karena kebutuhan makhluk hidup akan air sangat

bervariasi, maka batasan polusi untuk berbagai jenis air juga berbeda.

Sebagai contoh air kali di pegunungan yang belum terpolusi tidak dapat

digunakan langsung sebagai air minum karena belum memenuhi

persyaratan air minum.

b) Ciri-ciri Polusi Air

Ciri-ciri air yang mengalami polusi sangat bervariasi tergantung

dari air dan polutannya atau komponen yang mengakibatkan

polusi.sebagai contoh air minum yang terpolusi mungkin rasanya akan

berubah meskipun prubahan baunya mungkin sukar dideteksi, bau yang

menyengat mungkin akan timbul pada pantai laut, sungai, dan danau yang

terpolusi, kehidupan hewan air akan berkurang pada air sungai yang

(31)

laut menunjukkan adanya polusi. Tanda-tanda polusi air yang berbeda ini

disebabkan oleh sumber dan jenis polusi yang berbeda-beda. Untuk

mempermudah pembahsan mengenai berbagai jenis polusi, polusi air

dapat dikelompokkan atas 9 grup berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya

sebagai berikut:

1) Padatan

2) Bahan bangunan yang membutuhkan oksigen (oxygen-demanding

wastes)

3) Mikroorganisme

4) Komponen organik sintetik

5) Nutien tanaman

6) Minyak

7) Senyawa anorganik dan mineral

8) Bahan radioaktif

9) Panas

Pengelompokan tersebut di atas bukan merupakan pengelompokan

yang baku, karena suatu jenis polusi mungkin dapat dimasukkan de dalam

lebih dari satu kelompok. Sebagai contoh, bakteri dapat dimasukkan ke dalam

kelompok mikroorganisme maupun kelompok pedatan karena bakteri

merupakan padatan tersuspensi. Contoh yang lain misalnya logam berat sering

(32)

padatan terlarut. Suatu limbah atau bahan buangan mungkin mengandung

padatan terlarut. Suatu limbah atau bahan buangan mungkin mengandung

lebih dari satu macam polusi. Sebagai contoh, sampah organik adalah suatu

barang buangan yang membutuhkan oksigen, tetapi juga mengandung

mikroorganisme dan mungkin nutrien tanaman. Jadi pengelompokan di atas

bersifat untuk memudahkan dalam pembahasan mengenai berbgai jenis

polusi.

c) Sifat-sifat Air Terpolusi

Untuk mengetahui apakah suatu air terpolusi atau tidak, diperlukan

pengujian untuk menentukan sifat-sifat air sehingga dapat diketahui apakah

terjadi penyimpangan dari batasan-batasan polusi air. Sifat-sifat air yang

umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan tingkat polusi air

misalnya:

1) Nilai pH, keasaman dan alkalinitas

2) Suhu

3) Warna, bau dan rasa

4) Jumlah padatan

5) Nilai BOD/COD

6) Pencemaran mikroorganisme patogen

(33)

8) Kandungan logam berat

9) Kandungan bahan radioaktif18

B. Polusi Udara

a) Pengertian Polusi Udara

Pengertian pencemaran udara berdasarkan Undang-Undang Nomor 23

tahun 1997 pasal 1 ayat 12 mengenai Pencemaran Lingkungan yaitu

pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran

yang berasal dari pabrik,kendaraan bermotor, pembakaran sampah, sisa

pertanian, dan peristiwa alam seperti kebakaran hutan, letusan gunung api

yang mengeluarkan debu, gas, dan awan panas. Menurut Peraturan

Pemerintah RI nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian. Pencemaran

Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat,

energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia,

sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan

udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

Sedangkan Pencemaran Udara Menurut para ahli, yaitu:

Menurut Chambers, Pengertian Pencemaran Udara adalah

bertambahnya bahan atau substrat fisik atau kimia ke dalam lingkungan

udara normal yang mencapai sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi

18

(34)

oleh manusia atau yang dapat dihitung dan diukur, serta dapat memberikan

efek pada manusia, binatang, vegetasi dan material.

Menurut Parker, Pencemaran Udara adalah perubahan atmosfer oleh

karena masuknya bahan kontaminan alami atau buatan ke dalam atmosfer

tersebut.

Menurut Kumar, Pengertian Pencemaran Udara ialah adanya bahan

polutan di atmosfer yang dalam konsentrasi tertentu akan mengganggu

keseimbangan dinamik atmosfer dan mempunyai efek pada manusia dan

lingkungannya.

Menurut Corman, Pengertian Pencemaran Udara adalah terdapat

bahan kontamina di atmosfer karena perbuatan manusia. Hal ini untuk

membedakan dengan pencemaran udara alamiah dan pencemaran udara di

tempat kerja.19

Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan pengertian dari

pencemaran udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik atau

kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah

tertentu, sehingga dapat dideteksi oleh manusia atau yang dapat dihitung

dan diukur, serta dapat mengganggu keseimbangan dinamik atmosfer dan

mempunyai efek pada manusia, binatang, vegetasi dan material.

19

H. J. Mukono,. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Saluran

(35)

b) Asal Pencemaran Udara

Asal pencemaran udara dapat diterangkan dengan tiga proses yaitu

atrisi, penguapan dan pembakaran. Dari ketiga proses pencemaran

udara tersebut, pembakaran merupakan proses yang sangat dominan

dalam kemampuannya menimbulkan bahan polutan.

Bahan pencemar udara atau polutan terbagi atas dua bagian, yaitu

polutan primer dan polutan sekunder.

Polutan Primer ialah polutan yang dikeluarkan langsung dari

sumber tertentu dan dapat berupa gas yang terdiri dari senyawa

karbon, senyawa sulfur, senyawa nitrogen dan senyawa halogen.

Polutan Sekunder biasanya terjadi karena reaksi dari dua atau

lebih bahan kimia di udara, misalnya reaksi foto kimia. Polutan

sekunder ini mempunyai sifat kimia dan sifat fisik yang tidak stabil.

Yang termasuk dalam polutan sekunder ini adalah ozon, peroxy acyl

nitrat dan formaldehid.

c) Penyebab Pencemaran Udara

Faktor Alam :

Pencemaran udara dapat terjadi oleh faktor alam/alami yaitu

aktifitas alam disekitar kita seperti aktifitas gunung berapi yang

mengeluarkan abu dan gas vulkanik, Kebakaran hutan, Dan kegiatan

(36)

Faktor Manusia :

Pembakaran ; Semisal pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan

rumah tangga, kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan

yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO

dan NO).

Proses Peleburan : Semisal proses peleburan baja, pembuatan soda,

semen, keramik, aspal. Polutan yang dihasilkannya meliputi debu, uap,

dan gas.

Pertambangan dan penggalian : Polutan yang dihasilkan terutama

adalah debu.

Proses pengolahan dan pemanasan : Semisal proses pengolahan

makanan, daging, ikan, dan penyamakan. Polutan yang dihasilkan

meliputi asap, debu, dan bau.

Pembuangan limbah : Baik limbah industri maupun limbah rumah

tangga. Polutannya adalah gas H2S yang menimbulkan bau busuk.

Proses kimia : Semisal pada pemurnian minyak bumi, pengolahan

mineral, dan pembuatan keris. Polutan yang dihasilkan umunya berupa

debu, uap dan gas.

Proses pembangunan : Semisal pembangunan gedung-gedung, jalan

(37)

Proses percobaan atom atau nuklir : Polutan yang dihasilkan terutama

adalah gas dan debu radioaktif.

d) Zat Pencemar Udara

- Karbon Monoksida

Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di

berbagai perkotaan.

- Nitrogen Dioksida (NO2)

NO2 bersifat racun terutama terhadap paru.

- Sulfur Oksida (SOx)

Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua

komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida

(SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), yang keduanya disebut sulfur oksida

(SOx).

- Ozon (O3)

Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah

fluor, oksigen dan oksigen fluorida (OF2).

- Hidrokarbon (HC)

Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan

membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon

(PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas.

(38)

Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat

menyengat.

- Partikulat Debu (TSP)

Pada umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan

partikulat udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan

mengendap di alveoli.

- Timah

Logam berwarna kelabu keperakan yang amat beracun dalam setiap

bentuknya ini merupakan ancaman yang amat berbahaya bagi anak di

bawah usia 6 tahun, yang biasanya mereka telan dalam bentuk

serpihan cat pada dinding rumah

4. Dampak Pencemaran

- Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh

melalui sistem pernafasan.

- Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi

dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis,

nekrosis,bintik hitam.

- Hujan asam

(39)

- Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan

N2O di lapisan udara kita

- Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan

pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultra violet B dari

matahari.20

5. Polusi PT. Alu Aksara Pratama

PT. Alu Aksara Pratama adalah Perusahaan Penghasil Tepung Terigu

Rose Brain yang berada di KM 39 Jl. Raya Perning, Desa Perning, Kecamatan

Jetis, Kabupaten Mojokerto, Profinsi Jawatimur, 61352, Indonesia. Pabrik

yang berada di lingkungan Desa Perning yang dekat dengan Jalan raya dan

dekat dengan rumah warga desa perning dan juga dekat dengan fasilitas

umum . PT. Alu Aksara Pratama sudah berdiri lama dari tahun 1990 an.

Perusahaan ini sudah tergolong pabrik tua yang masih bertahan menghadapi

era Pasar Bebas ini. Perusahaan Penghasil Tepung Terigu Rose Brain ini

terbilang cukup luas dan memiliki karyawan yang banyak. PT. Alu Aksara

Pratama perusahaan yang mengeluarkan polusi yang berpengaruh sampai pada

rumah-rumah dan tempat sarana dan prasarana fasilitas umum seperti

mushola,pondok dan sekolah di sekitar PT. Alu Aksara Pratama. Perusahaan

20

(40)

Penghasil Tepung Terigu Rose Brain ini seringkali mengeluarkan polusi

berupa polusi udara dari hasil pembakaran yang meluap melalui cerobong

asap di udara, dan juga PT. Alu Aksara Pratama mengeluarkan limbah air

yang di alirkan melalui sungai yang ada di aliran sungai Desa Perning,

Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Dari kedua polusi tersebut bau polusi

sampai pada lingkungan disekitar Perusahaan Penghasil Tepung Terigu Rose

Brain tersebut. Polusi dari pembuangan limbah tersebut setiap harinya

menganggu aktivitas di sekitar lingkungan PT. Alu Aksara Pratama baik

aktivitas masyarakat sekitar maupun aktivitas pengguna jalan umum.

Pernah ada Demo Besar-besaran yang dilakukan Ratusan warga di Desa

Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto meluruk pabrik tepung, PT.

Alu Aksara Pratama, yang berada di dekat tempat tinggal mereka. Warga

meminta tanggungjawab manajemen atas dampak pembuangan limbah pabrik

itu. "Warga dirugikan karena bau limbah menyengat, bunyi mesin bising, dan

debu asapnya juga mengganggu pernafasan. Kami minta kompensasi," kata

Ponidi, Koordinator warga. Selama ini, kata dia, pabrik dianggap warga telah

berbuat seenaknya. Pabrik tidak memperhatikan keberadaan warga di

sekitarnya. Buktinya, sejak didirikan beberapa tahun lalu, pabrik tidak pernah

memperhatikan keluhan warga. Limbah cair dan asap dibuang bebas tanpa ada

penyaringan. Debu asap terus mengepul bebas keudara. Warga, kata dia, juga

(41)

tercemar. "Air tak bisa digunakan untuk memasak, mencuci dan mandi. Yang

jelas kami merasa dirugikan," ujarnya.21

B. Proses Pembelajaran PAI

1. Pengertian Proses Pembelajaran

Menurut Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan

Bahasa Depdiknas bahwa, pembelajaran adalah suatu proses, cara menjadikan

orang atau makhluk hidup belajar. Belajar berarti berubahnya tingkah laku

atau tanggapan yang disebabkan karena pengalaman. Pembelajaran berasal

dari kata belajar diberi awalan pe- dan akhiran -an yang mempunyai arti upaya

untuk membelajarkan peserta didik sehingga memperoleh sesuatu dengan

efektif dan efisien.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan

sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan

bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu

dan pengetahuan , penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap

dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah

proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses

pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di

manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip

dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda.

21

(42)

Pembelajaran adalah pemberdayaan potensi peserta didik menjadi

kompetensi. Kegiatan pemberdayaan ini tidak dapat berhasil tanpa ada orang

yang membantu. Menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah

kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat

belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan

Nasional pasal 1 ayat 20 dinyatakan bahwa Pembelajaran adalah Proses

interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu

lingkungan belajar.

Pembelajaran di sini bukan sekedar upaya untuk memberikan pengetahuan

yang beroerientasi pada target penguasan materi (siswa lebih banyak

menghafal dari pada menguasai keahlian) yang diberikan gurunya, akan tetapi

juga memberikan sebuah pedoman hidup yang akan dapat bermanfaat bagi

dirinya dan manusia lainnya, pembelajaran juga memberikan hiburan

(eduatainment) kepada peserta didik agar bisa menjalankan aktivitas

pembelajaran dengan menyenangkan bukan karena keterpakasaan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Ahmad Sabri dalam bukunya

bahwa orang yang sudah melakukan proses bembelajaran diharapkan akan

bisa merasa lebih bahagia, lebih pantas memanfaatkan alam sekitar, menjaga

(43)

pembedaan (terdapat perbedaan keadaan antara sebelum dan sesudah

melakukan proses pembelajaran)

Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan

mengajar, yang mana belajar-mengajar dan pembelajaran terjadi secara

bersama-sama. Proses pembelajaran dapat pula terjadi tanpa kehadiran guru

atau tanpa kegiatan mengajar dan belajar secara formal. Akan tetapi proses

pembelajaran dapat dilakukan di manapun dan kapanpun tanpa terikat

formalitas lembaga pendidikan. Sedangkan mengajar atau belajar secara

formal yang dimaksud penulis dalam skripsi ini yaitu meliputi segala hal yang

guru lakukan di kelas atau di luar kelas dalam suatu jam mata pelajaran atau di

luar jam mata pelajaran yang masih ada ikatan dengan peraturan sekolah. Hal

ini diperkuat oleh pernyataan Wijaya Kusumah dalam artikelnya bahwa

Strategi dan pendekatan pembelajaran tidak lagi bertumpu pada guru tetapi

berorientasi pada siswa sebagai subyek (student centered). Guru bukan lagi

satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Tanpa guru, pembelajaran tetap dapat

dilaksanakan karena adanya sumber belajar yang lain

Adapun secara umum pengertian belajar itu sendiri adalah suatu proses

perubahan akibat adanya interaksi antara individu dengan lingkungan.22

Sehingga dapat kita katakana bahwa ciri-ciri belajar adalah suatu perbuatan

yang bisa menghasilkan perubahan untuk menuju kepada suatu yang telah

(44)

maju dan perubahan tersebut atas dasar latihan yang disengaja, oleh karena itu

hasil belajar tidak dapat diketemukan hanya secara kebetulan saja.23

Sedangkan pengertian mengajar itu sendiri, sebagaimana diungkapkan

oleh Dr. Nasution adalah suatu usaha pihak guru yakni mengatur lingkungan

sehingga terbentuklah suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar.24

Dengan demikian yang dimaksud proses belajar mengajar adalah suatu

aspek lingkungan sekolah yang terorganisir untuk menunjang kegiatan guru,

murid guna mencapai suatu tujuan.

Sebagaimana yang dinyatakan oleh Benyamin S. Bloom, bahwa didalam

proses belajar mengajar akan dapat diperoleh kemampuan yang terdiri 3 (tiga)

aspek, yaitu :

a. Aspek Kognitif (pengetahuan) yaitu aspek yang berhubungan dengan

kemampuan individual mengenai dunia sekitarnya yang meliputi

perkembangan intelektual atau mentalnya.

b. Aspek Afektif (sikap) yaitu aspek yang berhubungan dengan

perkembangan sikap dan perasaan yang akhirnya menuju pada

perkembangan emosional serta moralnya.

c. Aspek Psikomotor (keterampilan) yaitu aspek yang menyangkut

perkembangan ketrampilan yang mengandung unsure motoris.25

23 Dakir, Dasar dasar Psikologi(Yogjkarta : Pustaka Belajar, 1993), h. 126 24 S. Nasution, Didaktik Azas azas Mengajar (Bandung : 1982), h. 7

25 Muhaimin, Abdul Ghofir, Nur Ali Rahman, Strategi Belajar Mengajar (Surabaya : Cipta Media,

(45)

Adapun yang penulis maksud dengan proses belajar mengajar

adalah suatu proses kegiatn pembelajaran dimana guru sebagai pihak yang

mengajar dan siswa sebagai pihak yang menerima pelajaran dari gurunya

untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Ciri - ciri Interaksi Proses Pembelajaran

Dalam Kehidupan Sehari - hari, setiap orang pasti mengadakan

hubungan atau interaksi dengan orang lain. Interaksi tersebut dapat berupa

interaksi yang berlangsung dalam bidang sosial, ekonomi, politik,

pendidikan dan sebagainya. Salah satu dari interaksi tersebut berupa

interaksi edukatif yang berarti interaksi yang berlangsung dalam ikatan

tujuan pendidikan.26

Interaksi edukatif dapat berlangsung baik di lingkungan keluarga,

sekolah maupun masyarakat. Interaksi edukatif yang berlangsung secara

khusus dengan ketentuan - ketentuan tertentu di lingkungan sekolah yang

lazim disebut interaksi belajar mengajar. Interaksi belajar mengajar

mengandung arti adanya kegiatan interaksi dari guru sebagai pihak

yangberinisiatif awal untuk melaksanakan tugas mengajar di satu pihak

dengan siswa yang secara langsung sedang melaksanakan kegiatan

belajar.27

(46)

Dengan demikian apa yang dilakukan oleh guru akan mendapatkan

respon dari murid dan dengan demikian pula sebaliknya apa yang

dilakukan oleh murid akan mendapat sambutan dari guru. Atau dengan

kata lain bahwa antara kegiatan guru dan kegiatan murid terjadi suatu

hubungan yang disebut komunikasi interaksi.28

Semua kegiatan tersebut dapat diringkas dalam beberapa ciri interaksi

proses belajar mengajar. Adapun ciri – ciri interaksi belajar mengajar

adalah sebagai berikut :

a. Ada tujuan yang jelas yang akan dicapai

b. Ada bahan yang menjadi isi dari interaksi

c. Ada siswa yang aktif mengalami

d. Ada guru yang melaksanakannya

e. Ada metode tertentu untuk mencapai tujuan

f. Ada situasi yang subur yang memungkinkan proses belajar

mengajar berlangsung dengan baik

g. Adanya penilaian terhadap hasil interaksi proses belajar mengajar.29

Interaksi belajar menagjar diarahkan supaya aktivitas berada pada

pihak anak didik dan hal ini menjadi kelurusan sebab anak didik

merupakan orientasi dari setiap proses atau langkah dari kegiatan

28 Muhaimin, Abdul Ghofir, Nur Ali Rahman, Strategi Belajar Mengajar (Surabaya : Cipta Media,

1996), h. 73

29 Abu Ahmadi, Joko Tri Prasetyo, Strategi Belajar Mengajar (Bandung : Pustaka setia, 1997), h.

(47)

belajar mengajar, peranan guru di sini sebagai pembimbing, yang

dapat mengarahkan siswa dan dapat memberikan motivasi untuk

mencapai hasil yang optimal.

Untuk dapat menghasilkan proses belajar mengajar secara optimal

maka diperlukan adanya prosedur atau metode yang merupakan

langkah – langkah sistematis dalam proses belajar mengajar, prosedur

atau cara ini ada kemungkinan berbeda antara satu proses belajar

mengajar dengan tujuan lain. Jadi prosedur ini menyesuaikan dengan

tujuan yang akan dicapai.

Dalam suatu proses belajar mengajar dibutuhkan situasi yang

dapat mendukung, seperti sarana dan parasarana maupun suasana yang

akrab, demokratis, yang memungkinkan dapat berkembangannya

proses belajar mengajar dan pada akhirnya kegiatan dalam rangka

proses belajar mengajar perlu dilihat hasilnya dengan cara

mengadakan evaluasi. Hal ini perlu dilakukan karena kegiatan belajar

mengajar ini mengalami batas waktu, sehingga keterkaitan pada

waktujuga menjadi tolak ukurkegiatan pendidikan.30

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses belajar

mengajar adalah kegiatan guru dan siswa untuk mencapai tujuan

tertentu, makin jelas tujuan pembelajaran pendidikan maka makin

mudah pula pemilihan dan penetapan bahan dan metode penyampaian.

(48)

Namun ketetapan suatu metode dapat diketahui secara nyata setelah

melihat dari hasil penilaian yang dilakukan. Oleh karena itu, dalam

proses belajar mengajar, unsur tujuan, bahan metode, dan penilaian

merupakan suatu kebulatan yang tak dapat dipisahkan antara satu

dengan lainnya.31

3. Faktor – faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar

Belajar mengajar pada dasar adalah suatu proses. Sebagai suatu proses

sudah tentu harus ada yang diproses (masukan / input) dan hasil dari

pemrosesan / output. Dari sini maka proses belajar mengajar ini dianalisis

dengan pendekatan analisis system. Dengan pendekatan system ini maka

akan dapat terlihat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses

belajar mengajar disekolah.32

Dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat di temui dua subyek

yaitu guru sebagai pengajar dan murid sebagai subyek didik. Dimana dari

keduanya diharapkan terwujud suatu komunikasi yang aktif baik guru

maupun siswa. Sehingga terwujud suatu hubungan dari keduanya yang

akhitrnya dapat membuahkan output yang sesuai dengan tujuan

pendidikan. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Sardiman AM,

yaitu :

31 Muhaimin, Abdul Ghofir, Nur Ali Rahman, Strategi Belajar Mengajar (Surabaya : Cipta Media,

1996), h. 76

(49)

Hubungan guru dengan siswa atau anak didik didalam proses belajar

mengajar merupakan faktor yang sangat menentukan bagaimanapun

baiknya bahan pelajaran yang diberikan, bagaimana sempurnanya metode

yang digunakan, namun jika hubungan guru dan siswa merupakan yang t

nidak harmonis maka dapat menciptakan uot put yang tidak diinginkan.33

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya belajar

mengajar, yaitu :

a. Faktor dari dalam

Yaitu kondisi fisik, kondisi panca indera, bakat, minat,

keceerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif. Siswa yang dalam hal

ini sebagai row put pada dasarnya memiliki karakteristik tertentu, baik

filosofis maupun psikologisnya. Kesemuannya itu dapat

mempengaruhi suatu keberhasilan proses belajar mengajar.

b. Faktor dari luar

Yaitu lingkungan kurikulum, guru atau pengajar, sarana dan prasarana

serta administrasi. Disamping faktor lingkungan (Inveronment input),

Faktor – faktor yang sengaja dirancang (Instrumental input) yang

terdiri dari kurikulum atau bahan pelajaran, guru yang memberikan

pengajaran, sarana, fasilitas, dan manajemen yang berlaku disekolah

semuanya merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan

dalam pencapaian hasil yang dikehendaki. Karena instrumental input

(50)

inilah yang menentukan bagaimana proses belajar mengajar itu

terwujud seoptimal mungkin.

4. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Yunani yaitu Paedagogie

yang berarti Pendidikan dan Paedagogie yang berarti pergaulan dengan

anak-anak.34

Agama dalam kamus Besar bahasa Indonesia yaitu kepercayaan

kepada Tuhan dengan ajaran kebangkitan dan kewajiban-kewajiban yang

bertalian dengan kepercayaan itu.35

Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang

berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui

wahyu Allah SWT.36

Jadi, yang dimaksud dengan pendidikan agama islam yaitu suatu usaha

yang berupa pengajaran, bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak

selesai proses pendidikannya dapat memahami, menghayati dan mengamalkan

agama Islam serta menjadikannya sebagai jalan kehidupan baik pribadi

maupun kehidupan dalam masyarakat.37

C. Pengaruh Polusi Terhadap Proses Pembelajaran

34

Armai Arif, Reformulasi Pendidikan Islam, (Ciputat: CRSD PRESS, 2007), 15. 35

Anton M. Moeliono, et.al, kamus Besar Bahsa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), 9. 36

Ibid,. 340. 37

(51)

Berdasarkan Sebastian dan Mauricio polusi udara bisa mempengaruhi

hasil dari pendidikan seperti nilai belajar siswa yang kurang, siswa sering

membolos, siswa tidak bisa konsentrasi selama proses pembelajaran.38

Sebagai tambahan, pengaruh yang diakibatkan polusi juga bisa menyebabkan

proses pembelajaran dikelas terganggu. Menurut mereka:

Many of the analysis in the economic and medical fields have focused

on the negative effects of pollution on absenteeism, fatigue, brain development and cognitive functioning of children.”

Dari pendapat mereka bisa dikatakan bahwa adanya efek negatif dari

polusi bisa mengakibatkan siswa sering absen atau dengan kata lain

membolos, kelelahan, perkembangan otak dan fungsi kognitif dari siswa yang

terganggu. Dengan adanya efek negatif seperti itu, maka sudah dapat

dipastikan bahwa proses pembelajarn akan terganggu dan akan menyebabkan

siswa mendapatkan nilai rendah disekolah.

Menurut Wang yang dikutip oleh Sebastian dan Mauricio, anak-anak

yang berada dilingkungan sekolah yang berpolusi akan memiliki nilai kognitif

yang rendah dibandingkan anak-anak yang bersekolah di lingkungan yang

bebas polusi.

Dalam suatu proses belajar mengajar dibutuhkan situasi yang dapat

mendukung, seperti sarana dan parasarana maupun suasana yang akrab,

38Sebastian J. Miller dan Mauricio A. Vela, “The effect of air pollution on

educational outcmes:

(52)

demokratis, yang memungkinkan dapat berkembangannya proses belajar

mengajar dan pada akhirnya kegiatan dalam rangka proses belajar mengajar

perlu dilihat hasilnya dengan cara mengadakan evaluasi. Hal ini perlu

dilakukan karena kegiatan belajar mengajar ini mengalami batas waktu,

sehingga keterkaitan pada waktu juga menjadi tolak ukur kegiatan pendidikan.

Dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat di temui dua subyek

yaitu guru sebagai pengajar dan murid sebagai subyek didik. Dimana dari

keduanya diharapkan terwujud suatu komunikasi yang aktif baik guru maupun

siswa. Sehingga terwujud suatu hubungan dari keduanya yang akhitrnya dapat

membuahkan output yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Hal ini sesuai

dengan apa yang dikatakan oleh Sardiman AM, yaitu :

Hubungan guru dengan siswa atau anak didik didalam proses belajar

mengajar merupakan faktor yang sangat menentukan bagaimanapun baiknya

bahan pelajaran yang diberikan, bagaimana sempurnanya metode yang

digunakan, namun jika hubungan guru dan siswa merupakan yang tidak

harmonis maka dapat menciptakan uot put yang tidak diinginkan.39

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya belajar

mengajar, yaitu :

a. Faktor dari dalam

39 Muhaimin, Abdul Ghofir, Nur Ali Rahman, Strategi Belajar Mengajar (Surabaya : Cipta Media,

(53)

Yaitu kondisi fisik, kondisi panca indera, bakat, minat,

keceerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif. Siswa yang dalam hal

ini sebagai row put pada dasarnya memiliki karakteristik tertentu, baik

filosofis maupun psikologisnya. Kesemuannya itu dapat

mempengaruhi suatu keberhasilan proses belajar mengajar.

b. Faktor dari luar

Yaitu lingkungan, kurikulum, guru atau pengajar, sarana dan

prasarana serta administrasi. Disamping faktor lingkungan

(Inveronment input), Faktor – faktor yang sengaja dirancang

(Instrumental input) yang terdiri dari kurikulum atau bahan pelajaran,

guru yang memberikan pengajaran, sarana, fasilitas, dan manajemen

yang berlaku disekolah semuanya merupakan faktor yang sangat

penting dan menentukan dalam pencapaian hasil yang dikehendaki.

Karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana proses

belajar mengajar itu terwujud seoptimal mungkin.

Dalam proses pembelajaran perlu adanya dukungan dari pihak

guru maupun dari pihak sarana prasarana dan juga lingkungan. Jika

semua itu mendukung maka dalam pencapaian proses pembelajaran

bisa berjalan dengan lancar. Contohnya saja jika guru sudah

(54)

mendukung, akan tetapi jika lingkungan itu tidak mendukung maka

(55)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Peneliti memilih lokasi penelitian di SDN Perning yang terletak di Jl.

Raya Perning Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Telp.

(0343) 851246. Pemilihan lokasi ini dengan beberapa pertimbangan peneliti,

yakni :

1. Peneliti ingin mengetahui bagaimana Dampak Polusi Industri terhadap Proses

Pembelajaran PAI (Studi kasus Polusi PT. Alu Aksara Pratama di SDN

Perning, Jetis, Mojokerto)

2. Letaknya sangat dekat dengan tempat tinggal peneliti sehingga

memungkinkan untuk melakukan penelitian mendalam dan seksama.

B. Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis

penelitian korelasional kuantitatif, yaitu sebuah penelitian yang menggunakan

angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta penampilan

dari hasilnya yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua

variabel.

Penelitian kuantitatif dituntut untuk menggunakan angka, mulai dari

(56)

hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian lebih akan

lebih baik apabila juga disertai tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain.40

Alasan menggunakan penelitian ini adalah untuk menemukan ada

tidaknya hubungan antara dua variabel. Dalam penelitian ini digunakan teknik

pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, dokumentasi, angket dan

observasi.

C. Variabel Penelitian

Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan

penelitian. Sering pula dinyatakan variabel penelitian sebagai faktor-faktor yang

berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Dalam penelitian ini ada

dua variabel yaitu variabel bebas atau independent variabel (X), yaitu variabel

yang mempengaruhi variabel lain disebut juga variabel prediktor, dan variabel

terikat atau dependent variabel (Y) yaitu variabel yang dipengaruhi. Sesuai

dengan masalah, penelitian ini melibatkan dua variabel, yaitu Polusi Industri PT.

Alu Aksara Pratama (Pabrik Tepung) sebagai prediktor atau variabel bebas,

kemudian Proses Pembelajaran PAI sebagai kriteria atau variabel terikat (Y).

1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Polusi Industri PT. Alu Aksara

Pratama (pabrik Tepung), dengan indikator-indikator sebagai berikut:

a. Mengetahui adanya Polusi

b. Apakah setiap hari terjadi polusi

40

(57)

c. Merasa terganggu dengan adanya polusi

d. Dalam kegiatan sehari-hari terkena dampak dari polusi

e. Apakah setiap hari ada yang terkena penyakit akibat polusi

2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Proses Pembelajaran PAI, dengan

indikator sebagai berikut:

Variabel Indikator

Proses

Pembelajaran

PAI

a. Ada reaksi ketika terdapat polusi di kelas.

b.Mendapatkan kenyamanan waktu proses

pembelajaran jika terdapat polusi di dekat sekolah.

c. Polusi tersebut menganggu memahami apa yang di

sampaikan guru.

d.Merasa dirugikan dengan adanya polusi di sekitar

sekolah atau kelas.

e. Apakah Dengan adanya polusi tersebut proses

pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

D. Rancangan Penelitian

Dalam sebuah penelitian, peneliti merancang dan mendesain

penelitiannya secara sistematis sehingga hasil penelitiannya diharapkan mudah

Figur

Tabel 3.1 Interpretasi Product Moment
Tabel 3 1 Interpretasi Product Moment . View in document p.68
Tabel 4.1
Tabel 4 1 . View in document p.74
 Tabel 4.2
Tabel 4 2 . View in document p.76
Sarana PrasaranaTabel 4.3
Sarana PrasaranaTabel 4 3 . View in document p.77
Observasi Checklist “Tabel 4.4 Dampak Polusi Industri terhadap Proses Pembelajaran PAI
Observasi Checklist Tabel 4 4 Dampak Polusi Industri terhadap Proses Pembelajaran PAI . View in document p.79
 Tabel 4.5
Tabel 4 5 . View in document p.86
Tabel 4.6
Tabel 4 6 . View in document p.87
 Tabel 4.7
Tabel 4 7 . View in document p.89
Tabel 4.8
Tabel 4 8 . View in document p.90
Tabel 4.9 Menjelaskan jawaban siswa-siswi tentang :
Tabel 4 9 Menjelaskan jawaban siswa siswi tentang . View in document p.91
Tabel 4.10
Tabel 4 10 . View in document p.92
Tabel 4.11
Tabel 4 11 . View in document p.92
Tabel 4.12
Tabel 4 12 . View in document p.93
Tabel 4.13
Tabel 4 13 . View in document p.93
Tabel 4.14
Tabel 4 14 . View in document p.94
Tabel 4.15
Tabel 4 15 . View in document p.95
Tabel 4.17
Tabel 4 17 . View in document p.96
Tabel 4.16
Tabel 4 16 . View in document p.96
Tabel 4.19
Tabel 4 19 . View in document p.98
Tabel 4.18
Tabel 4 18 . View in document p.98
Tabel 4.20
Tabel 4 20 . View in document p.99
Tabel 4.21
Tabel 4 21 . View in document p.100
Tabel 4.22
Tabel 4 22 . View in document p.100
Tabel 4.23
Tabel 4 23 . View in document p.101
Tabel 4.24
Tabel 4 24 . View in document p.102
Tabel 4.26
Tabel 4 26 . View in document p.103
Tabel 4.27
Tabel 4 27 . View in document p.104
Tabel 4.28
Tabel 4 28 . View in document p.105
tabel = 2,056. Ternyata harga t hitung 4,778 lebih besar dari t tabel 2,056,
Ternyata harga t hitung 4 778 lebih besar dari t tabel 2 056 . View in document p.110

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (113 Halaman)