NON-FORMAL EDUCATION INVESTMENT PROCEDURE
Obtain the Principle
License (IP)
from
Indonesia Investment
Coordinating Board
Obtain the deed of
establishment of
foreign investment
limited liability
company
and legalization
from Ministy of Law
Obtain the
recommendation
letter from the
local government
education office
unit (province/ city/
district)
Obtain
the operational
license
to establish
non-formal education
act from Minister
of Education and
Culture c.q Director
General of Early
Childhood and
Community
Education
Obtain
the permanent
license
from
Indonesia
Investment
Coordinating
Board
Investors
1
2
3
4
5
6
SOP: The process to obtain an
operational license for Non-Formal
Education Act from
Director General of Early Childhood
and Community Education takes 14
days after all documents are complete
(4th point)
The process at Indonesia Investment
Coordinating Board, Ministry of Law
and Local Government Education unit
(1,2,3,and 5) is to follow each working
institution’s regulation/procedure
LOOKING FOR
INVESTMENT
ON NON-FORMAL
EDUCATION ?
Assignment letter
or letter of attorney
from respective
Investor/ foreign
investment
company
Photocopy of
Principle License
from Indonesia
Investment
Coordinating
Board
Request letter from
the Investor to
Director General
of Early Childhood
and Community
Education
Photocopy
of notary act
on the deed of
establishment of
foreign investment
limited liability
company
Recommendation
letter from local
government
education office
unit
Letter of
domicile from
neighborhood
leader
(RT/RW)
Education Proposal
fulfilling on the 8
Indonesia
National Standards
of Education
Company Presentation
on the education
masterplan program at
the Ministry of Education
and Culture (MoEC) Office,
or MoEC will verify to the
respective investor office /
school
Photocopy of
Letter from
Ministry of Law
on legal entity of
establishment of
foreign investment
limited liability
company
Required Documents for Non-formal
Education Invesment License
For More Info, Please Visit Us:
Ministry of Education and Culture
Liaison Oicer on Counter 17th
@ One Stop Integrated Services
Indonesia Investment Coordinating Board
Jl. Gatot Subroto 44th,Jakarta 12190
Indonesia
www.bkpm.go.id
ALUR PERMOHONAN IZIN PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN NONFORMAL (PNF)
DENGAN PENANAMAN MODAL ASING (PMA)
Permohonan dan
Penerbitan Izin
Prinsip PMA ke BKPM
Pembuatan Akta
Pendirian PT. PMA
dan Permohonan
Pengesahan akta
Pendirian PT. PMA
ke Kementerian
Hukum dan HAM
Permohonan
dan Penerbitan
Rekomendasi
ke Dinas Pendidikan
Provinsi atau
Kabupaten/Kota
Permohonan
dan Penerbitan
Izin
Penyelenggaraan
Satuan PNF kepada
Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan u.p.
Direktur Jenderal
PAUD dan
Pendidikan
Masyarakat
Permohonan
dan Penerbitan
Izin Usaha Tetap
ke BKPM
Pemohon
1
2
3
4
5
6
SOP: Proses penerbitan izin
penyelenggaraan satuan
PNF oleh Ditjen PAUD dan
Pendidikan Masyarakat
selambat-lambatnya 14 hari
setelah berkas diterima (poin 4)
Proses penerbitan izin di
BKPM, Kemenkumham dan
Dinas Pendidikan (poin
1,2,3,dan 5) mengikuti
ketentuan di instansi yang
bersangkutan
Anda Ingin Berinvestasi
di Bidang Pendidikan
Nonformal di Indonesia?
Mari Simak Syarat
dan Prosedurnya.
Pemohonan
membawa surat
tugas atau surat
kuasa
Fotokopi Izin
Prinsip dari
BKPM
Surat pengusulan
yang ditujukan
kepada Direktur
Jenderal Pendidikan
Anak Usia Dini,
Non-formal, dan InNon-formal,
Kemendikbud
Salinan akta notaris
tentang pendirian
PT. PMA
Rekomendasi Izin
Penyelenggaran
Pendidkan
Non-formal yang
dikeluarkan oleh
kepala Dinas
Pendidikan kab/kota
Keterangan
domisili
perusahaan
dari kelurahan
atau RT/RW
Proposal
penyelenggaraan
pendidikan yang
meliputi 8 standar
nasional pendidikan
Mempresentasikan
rencana penyelenggaraan
pendidikan di kantor
Kemendikbud dan/atau
Tim Kemendikbud
melakukan verifikasi
lapangan ke lokasi
penyelenggara
pendidikan
Fotokopi
Keputusan
Menkumham
tentang
pengesahan badan
hukum PT PMA
Persyaratan Izin
Penyelenggara
Pendidikan Non-formal
dengan Penanaman Modal Asing
Berdasarkan Peraturan
Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan
No.69 Tahun 2014
informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Counter 17 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Jl.Jenderal Gatot Subroto Nomor 44 Jakarta 12190 Indonesia
www.bkpm.go.id
A. Persyaratan Penyesuaian
Menjadi Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
1) Izin operasional/pendirian/penyelenggaraan
yang menyatakan telah menyelenggarakan
satuan PAUD Internasional atau satuan PAUD
asing lainnya, sebelum berlakunya Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
2) Rekomendasi perubahan status dan nama
satuan PAUD internasional atau satuan PAUD
asing lainnya menjadi satuan PAUD kerja sama
dari dinas pendidikan provinsi/kabupaten/
kota setempat sesuai dengan kewenangannya;
3) Perjanjian kerja sama Lembaga Pendidikan
Asing (LPA) dan Lembaga Pendidikan
Indonesia (LPI), yang antara lain memuat
kepemilikan aset sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
dan disahkan notaris Indonesia.
MAU TAU
SYARAT
JADI SPK
4) Rencana Induk Pengembangan (RIP)
satuan PAUD kerja sama untuk jangka waktu
3 tahun, paling sedikit memuat:
a) visi dan misi;
b)
kurikulum;
c)
kompetensi
lulusan;
d)
proses
pembelajaran;
e)
peserta
didik;
f) pendidik dan tenaga kependidikan;
g) sarana dan prasarana;
h)
penilaian;
i)
akreditasi;
j)
pengelolaan;
dan
k)
pembiayaan.;
5) Dokumen hukum penyelenggara
satuan PAUD internasional atau
satuan PAUD asing lainnya berupa
akta pendirian yayasan dan
akta perubahan terakhir serta
surat keputusan menteri yang membidangi
hukum terkait pengesahan yayasan
sebagai badan hukum
dan pengesahan akta perubahan terakhir;
6) Bukti kepemilikan/bukti sewa tanah
dan gedung yang akan digunakan sebagai
lokasi satuan PAUD kerja sama
minimal 3 tahun;
7) Surat pernyataan bersama LPA dan LPI
tentang kesanggupan pembiayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat
Aa Bb Cc
Dd Ff Gg
B. Persyaratan Pendirian SPK PAUD (SPK Baru)
u)
Permohonan persetujuan rencana pendirian
dengan melampirkan:
a) Rekomendasi dari Perwakilan RI di negara asal
LPA tentang pengakuan dan/atau akreditasi
LPA (sesuai dengan pihak yang melakukan
kerja sama apakah Institusi yang bergerak
di bidang pendidikan asing/IPA atau satuan
pendidikan asing/SPA);
b) Akta pendirian LPI yang menyelenggarakan
satuan PAUD Indonesia dan akta pendirian
LPA (bagi institusi pendidikan yang didirikan
oleh masyarakat);
c) Izin Penyelenggaraan/Operasional/Pendirian
satuan PAUD Indonesia terakreditasi “A” atau
yang setara (bagi institusi pendidikan yang
didirikan oleh masyarakat);
d) Sertifikat akreditasi “A” atau yang setara bagi
satuan PAUD Indonesia
e) Rencana Induk Pengembangan (RIP)
satuan PAUD kerja sama
untuk jangka waktu 3 tahun,
paling sedikit memuat:
(1) visi dan misi;
(2)
kurikulum;
(3)
kompetensi
lulusan;
(4)
proses
pembelajaran;
(5)
peserta
didik;
(6) pendidik dan tenaga kependidikan;
(7) sarana dan prasarana;
(8)
penilaian;
(9)
akreditasi;
(10)
pengelolaan;
dan
(11)
pembiayaan.;
f) Rencana pengayaan standar nasional PAUD
dengan standar negara asing;
g) Surat pernyataan bahwa peserta didik WNI
akan diikutkan dalam pendidikan Bahasa
Indonesia, Pancasila dan Kewarganegaraan,
serta Agama, dan bagi peserta didik WNA
akan diajarkan Bahasa Indonesia dan
budaya Indonesia
(Indonesian Studies)
;
h) Perjanjian kerja sama LPA dengan LPI
(termasuk kesepakatan tentang kepemilikan
aset sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku);
i) Rekomendasi Dinas Pendidikan Provinsi/
Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya.
C. Persyaratan Perpanjangan Izin SPK PAUD
1. Dokumen persyaratan pendirian satuan PAUD
kerja sama penyelenggaraan; dan
2. Laporan hasil evaluasi penyelenggaraan satuan
PAUD kerja sama penyelenggaraan sesuai
dengan jangka waktu izin kerja sama yang mau
diperpanjang, yang memuat data:
a. informasi tentang kurikulum yang
digunakan,
b. jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga
kependidikan berdasarkan kewarganegaraan
(Untuk WNA berdasarkan RPTKA dan
memiliki IMTA),
c. jumlah dan jenis sarana prasarana (menurut
jenis, kondisi dan penggunaan/fungsi),
d. jumlah siswa per jenjang berdasarkan
kewarganegaraan orangtua siswa,
e. proses pembelajaran, penilaian, pengelolaan
dan pembiayaan.
Sekolah
Anda
Ingin
Merekrut
Guru Asing
dan
Siswa Asing?
Yuk Simak
Syaratnya!
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
1.
Membawa Surat Tugas (staf lembaga)/Surat Kuasa (agen) dalam map warna biru dan dilengkapi nama pemohon/ agen serta no.telepon
2.
Membuat surat pengusulan yang ditujukan kepada: Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Gedung E lantai 3 Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta, Kode Pos 10013 (usulan menggambarkan tempat/alamat lembaga, alamat warga asing di Indonesia dan luar negeri, lama kontrak kerja, jabatan tenaga kerja asing, serta alasan, maksud dan tujuan yang jelas untuk mempekerjakan tenaga asing)
3.
Fotokopi ijazah sesuai bidang ilmu yang diambil/di-tempuh dari Perguruan Tinggi (melampirkan Transkrip Akademik/Nilai yang disahkan pihak berwenang di negara asal dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Lembaga Tersumpah)
4. Daftar Riwayat Hidup, dengan mencantumkan alamat luar negeri, alamat di Indonesia dan alamat e-mail
5. Fotokopi(minimal 18 bulan)Paspor harus jelas, lengkap dan masih berlaku
6. Pasfoto ukuran 4x6 terbaru 2 lembar denganwarna merah latar
ber-7.
Fotokopi Surat Keputusan RPTKA (Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing) yang disahkan dari Kemnakertrans yang masih berlaku
8.
Fotokopi Izin Penyelenggaraan Kursus/Izin Operasional Penyelengaraan PAUDNI dari Dinas Pendidikan setempat yang telah diligalisir oleh Pejabat berwenang
9. NILEK (Nomor Induk Lembaga Kursus)/Nomor Satuan Ditjen PAUDNI (NPSN/Nomor Pokok Sekolah Nasional)
10. Surat keterangan jaminan selama tinggal di Indonesia, dibuat di atas kertas lembaga bermaterai
11.
Surat pernyataan tidak terlibat dalam kegiatan Propa-ganda Keagamaan, Intelejen dan kegiatan di luar izin yang diberikan, dibuat di atas kertas bermaterai oleh lembaga dan ditandatangani oleh yang bersangkutan dan diketahui oleh penjamin
12.
Surat pernyataan patuh pada peraturan perundang-un-dangan yang berlaku di Indonesia, dibuat di atas kertas bermaterai oleh lembaga dan ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan diketahui oleh penjamin
13.
Surat keterangan sehat jasmani dan rohani (Permendik-nas No. 66 Tahun 2009 Tentang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2009 Tentang Pemberian Izin Pendidik dan Tenaga Kependidikan Asing pada Satuan Pendidikan Formal dan Nonformal di Indonesia)
14.
Membuat rekapitulasi jumlah siswa, tenaga pendidik asing dan tenaga pendidik lokal (pendamping) disertai jam mengajar
15. Surat keterangan domisili lembaga
16.
Surat keterangan/rekomendasi tentang penggunaan tenaga kerja asing pada lembaga dari Dinas Pendidikan setempat
17. Fotokopi Akta Pendirian Lembaga dari Notaris disertai dengan pengesahan Menkumham
Prosedur Izin Belajar bagi Peserta Didik Warga Negara Asing
1. Calon peserta didik mendaftar ke satuan PAUD kerja samasesuai ketentuan pendaftaran yang ditetapkan oleh satuan PAUD kerja sama;
2. Satuan PAUD kerja sama mengirimkan permohonan izin
belajar bagi WNA ke Menteri u.p. Dirjen PAUDNI dengan melampirkan:
a. Fotokopi izin satuan PAUD kerja sama;
b. Surat rekomendasi izin belajar calon peserta didik WNA dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota setempat;
c. Fotokopi paspor calon peserta didik WNA yang ma-sih berlaku;
d. Curiculum vitae calon peserta didik WNA yang ditan-datangani oleh orangtua calon peserta didik WNA;
e. Surat pernyataan bermaterai cukup dari orang tua calon peserta didik WNA akan mematuhi ketentuan peraturan perundang undangan Indonesia, dan tidak akan melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kegiatan pembelajaran di satuan PAUD kerja sama.
3. Dirjen PAUDNI memberikan rekomendasi izin belajar calon
peserta didik WNA kepada Biro PKLN Setjen Kemdikbud
4. Kepala Biro PKLN Setjen Kemdikbud a.n Menteri
menerbit-kan izin belajar calon peserta didik WNA di satuan PAUD kerja sama bagi WNA yang ditujukan kepada satuan PAUD kerja sama.
1. Surat Keterangan Tanda Melapor (STM) dari Kepolisian
2. Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dari Imi-grasi
3. Rekom IMTA yang dikeluarkan oleh Ditjen PAUDNI yang terdahulu
4. IMTA yang dikeluarkan oleh Kemnaker yang terdahulu
5.
Surat kontak kerja antara Calon Tenaga Kerja Asing dan Penyelenggara, dibuat di atas kertas bermaterai dan ditandatangani kedua belah pihak
6. Hasil Penilaian Ijazah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
7. Laporan kegiatan proses Pengajaran/Pembelajaran disertai dokumentasi
childrenpsychologicallyhealthcenter.com