• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Pengantar | Maisa S, Ant. | Populasi 22480 42595 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kata Pengantar | Maisa S, Ant. | Populasi 22480 42595 1 PB"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Populasi, 20(1), 2011

Populasi, 19(1), 2011, ISSN 0853 - 0262

PENGANTAR

Pembangunan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat dan diharapkan pemerintah menghasilkan kebijakan-kebijakan yangpro-poor(berpihak kepada kaum miskin). Namun upaya mewujudkan niat baik tersebut tidaklah mudah karena banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan perwujudan tujuan tersebut. Salah satu faktornya adalah proses perumusan kebijakan. Sangat jelas bahwa dalam tahapan ini, terdapat berbagai proses kompromi dan proses-proses politik. Tidak tertutup kemungkinan proses itu berakhir pada tidak tercapainya tujuan mulia dan hanya terhenti pada pemenuhan nafsu politik ekonomi penguasa. Kelemahan utama dalam perumusan kebijakan di Indonesia adalah masih belum jelasnya keberpihakan pemerintah kepada penduduk miskin. Melalui kajian tentang keberpihakan kebijakan anggaran bidang kesehatan, Harry mengungkapkan fakta bahwa para perencana anggaran berstrategi mengalokasikan belanja fisik yang berlebihan sebagai akibat adanya keinginan untuk memperoleh volume program yang lebih besar. Faktor penting lain adalah kurangnya sensitivitas pihak legislatif dalam mencermati RKPD SKPD. Pada satu sisi, terdapat kecenderungan alokasi anggaran yang lebih besar bagi DPRD dibandingkan dengan belanja langsung Dinas Kesehatan, khususnya untuk program-program pelayanan kesehatan dasar. Proses perumusan kebijakan anggaran merupakan proses perebutan sumber daya publik antar-stakeholdersdalam pemerintahan.

Kajian Kainakaimu semakin menegaskan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan pada tataran puskesmas. Masih terdapat kendala internal berupa kurangnya kesadaran warga miskin untuk berperilaku sehat, kurangnya minat untuk berobat ke puskesmas, kurangnya kemanfaatan Askeskin, dan kurangnya partisipasi warga miskin dalam program kesehatan. Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya kualitas tenaga kesehatan, kurangnya mutu pelayanan kesehatan, belum tepatnya penempatan tenaga kesehatan, serta minimnya berbagai informasi dan fasilitas kesehatan. Tulisan Sinaga, yang menyoroti pembangunan pendidikan dasar melalui data SAKERTI 2000 dan 2007, menunjukkan maraknya pekerja anak karena anak harus menopang perekonomian keluarga dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Fenomena pekerja anak ditemukan, baik pada keluarga miskin maupun kaya yang terjadi tidak hanya di kota, tetapi juga di desa. Dengan demikian, tampak bahwa pada saat ini, tekanan ekonomi dirasakan oleh semua elemen masyarakat.

Dampak yang muncul adalah pencapaian target APM dan angka putus sekolah masih jauh dari target, adanya penurunan nilai rerata UN, dan kurangnya efisiensi dana pendidikan. Tulisan Soewartoyo menunjukkan bahwa pada dasarnya harapan orang tua untuk menyekolahkan anak cukup tinggi, namun faktor eksternal cukup besar memengaruhi pencapaian harapan ini. Dalam kajiannya, Lilik mengatakan bahwa faktor yang memengaruhi pengetahuan perempuan Indonesia terhadap HIV/AIDS adalah pendidikan. Dalam kajiannya, Sumini dan Jevri menjelaskan bahwa perilaku hidup sehat ibu dan kondisi tempat tinggal dapat memengaruhi kualitas kesehatan anak balita di Indonesia. Di wilayah perdesaan, jumlah ibu yang tinggal dalam rumah tanpa dilengkapi sarana sanitasi yang memadai masih relatif banyak. Berangkat dari keenam tulisan dalam edisi ini, tampak bahwa upaya untuk menyejahterakan rakyat melalui program kesehatan dan pendidikan masih jauh dari harapan.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

[r]

[r]

Di sisi yang lain, anak-anak yang ditinggal bermigrasi oleh orang tuanya merupakan kelompok yang rentan persoalan sosial.. Sri Purwatiningsih menyatakan pentingnya mengetahui

Heryanah juga mencoba mencari faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Jawa Barat dengan sepuluh variabel independen ( dummy perkotaan, dummy jenis kelamin,

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrument kebijakan fiskal yang utama bagi pemerintah daerah. Anggaran Belanja Daerah yang tercantum

Pengelolaan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja MAN Sabdodadi Bantul Tahun Ajaran 2012/2013 yang bersumber dari Orang Tua peserta didik melalui Komite

Penelitian bertujuan untuk mengamati pengaruh penggunaan anggaran yang berhubungan dengan pengaruh Dana Alokasi Khusus Fisik sebagai variabel bebas melalui belanja modal sebagai