• Tidak ada hasil yang ditemukan

PATOLOGI SISTEM INTEGUMENTARI (KULIT)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PATOLOGI SISTEM INTEGUMENTARI (KULIT)"

Copied!
256
0
0

Teks penuh

(1)

PATOLOGI

SISTEM INTEGUMENTARI

(KULIT)

Disusun oleh

dr. Mayang Anggraini Naga Manajemen Medis

(2)

DESKRIPSI

• Kulit sebagai jaringan penutup terluar tubuh adalah jaringan yang terlebar, sel-selnya

kontinue setelah aus, robek atau rusak, akan diganti langsung oleh yang baru. Berbagai penyakit bisa menimbulkan gangguan kulit,

iritasi, penyakit infeksi dan alergi gejala yang berbeda-beda, bisa menimbulkan:

(1) gangguan kosmetik,

(3)

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Mampu

memahami berbagai gejala gangguan penyakit-penyakit kulit dan berbagai

jenis penyakit kulit yang mungkin

menyertai pasien atau mempengaruhi

(4)

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Menjelaskan:

- Bentuk berbagai rash (ruam kulit) - Gejala dermatitis, exzyme, acne,

- Cara dan akibat penyakit infeksi kulit menular: measle, rubella, herpes simplek 1, 2

varicella, herpes zoster, verucca (wart)

impetigo, cellulits , erysepelas dan mycosis.

- Bahaya cedera thermal, dekubitus, scabies.

(5)

DEFINISI BENTUK LESI pada KULIT

Lesi kulit dibedakan berdasarkan ukuran, kedalaman dan konsistensinya.

Contoh:

Alopecia = rambut hilang/botak

Blepharitis = radang kelenjar, folikel bulu mata pada kelopak mata

Boil/furuncle = bisul

(6)

(Lanjutan -1) Definisi bemtuk ….

Carbuncle = bisul pada kumpulan folikel

rambut yang saling berhubungan = bisul besar.

Comedo (comedones) = kumpulan keratin dan sebum dalam folikel rambut (infeksi bakterial) yang menjadi 

(7)

(Lanjutan -2) Definisi bemtuk ….

Echymosis = memar warna merah batas tegas disebabkan adanya aliran darah

bertambah di dalam kulit dan jaringan subkutan.

(8)

(Lanjutan -3) Definisi bemtuk ….

Excoriation = UKK (ujud kelainan kulit) kelupas berupa goresan/garukan (contoh: kulit lutut terkelupas)

(9)

(Lanjutan -4) Definisi bemtuk ….

Furunculosis = bisul persisten (berminggu-minggu, berbulan-bulan)

Erosion = UKK berupa hilangnya epidermis superficial, basal, tidak berdarah (Contoh: kulit setelah suatu pelepuh/vesikel pecah)

(10)

(Lanjutan -5) Definisi bemtuk ….

Induration = benjolan pengerasan

Keratitis = radang pada kornea mata

Crusta (krusta) = UKK yang terjadi akibat

akumulasi eksudat serosa atau muko- purulent (pus) yang mengering (Contoh;

(11)

(Lanjutan -6) Definisi bemtuk ….

Keloid = UKK bentuk jaringan parut di kulit yang melebihi cedera awalnya  kulit

menjadi gembung, merah dan padat. (Banyak pada anak-anak Amerika turunan Afrika) • Lichentification = UKK berbentuk kulit kasar

dan menebal, bisa terjadi akibat

(12)

(Lanjutan -7) Definisi bemtuk ….

Maceration = pelunakan kulit dan basah.

Macule (maculae) = UKK datar ditandai oleh perubahan warna. Ukuran bisa < 1cm

(Contoh: freckle)

Nevus (pl. nevi) = tahi lalat (mole)

(13)

(Lanjutan -8) Definisi bemtuk ….

Papula (pl. papulae) = UKK berupa masa padat meninggi ukuran sampai 0.5 cm

(Contoh: nevus = tahi lalat/tanda lahir)

(14)

(Lanjutan -9) Definisi bemtuk ….

Plaque = UKK berbentuk permukaan datar

menjadi menonjol dan berukuran dari 0.5cm (Contoh: terjadi dari papula yang menyatu) • Purpura = UKK berupa bercak-bercak ukuran

kecil disertai diskolorasi keunguan di bawah kulit terkait berupa perdarahan. Lesi ini

(15)

(Lanjutan -10) Definisi bemtuk ….

Pustule (pustulae) = vesikel kulit isi pus (nanah)

Pyoderma = penyakit kulit berpustulae

(16)

(Lanjutan -11) Definisi bemtuk ….

Squama = UKK bersisik pada epidermis (contoh: ketombe dan kulit mengering)

Pruritis = UKK menimbulkn rasa gatal, terjadi sebagai respons primer iritant permukaan/ inflamasi (Contoh: post gigitan nyamuk, atau kulit kering)

(17)

(Lanjutan -12) Definisi bemtuk ….

Pruritis sistemik = timbul akibat penyakit sistemik (Contoh: gagal hati, gagal ginjal)

Pada tipe ini toksin-toksin hasil metabolik tertimbun di cairan interstisium di bawah kulit.

(18)

(Lanjutan -13) Definisi bemtuk ….

Tumor = Masa padat, membesar, meninggi, ukuran > 2cm.

Ulcer = UKK berupa hilangnya epidermis (lapisan terluar) dan lapisan yang lebih

dalam, dapat berdarah dan disertai jaringan parut dekubitus (pressure sore)

(19)

(Lanjutan -14) Definisi bemtuk ….

Vesicle (vesicula) = tonjolan < 1cm berisi cairan bening ( contoh: pada blister, herpes simplek, herpes zoster).

Wheal (urticaria) = biduran (kaligata), ini adalah edem kulit yang menggembung, hanya

(20)

(Lanjutan -15) Definisi bemtuk ….

Xeroderma = kulit kering pengelupasan. Bisa timbul akibat defisiensi vitamin A.

Pada lansia sering mengalami purpura dan petekia, terutama di tungkai bawah,

biasanya menandakan:

- rapuhnya pembuluh darah atau - ada gangguan trombosit,

(21)

Penyebab Lesi Kulit

• Kontak dengan agen penyebab cedera (zat racun kimia).

• Kontak dengan organisme penyebab infeksi • Reaksi terhadap medikasi

• Trauma fisik

• Faktor heriditer; Reaksi terhadap alergen

• Asal gangguan sistemik (penyakit dengan UKK) • Luka bakar (termal, elektrik, kimia, inhalasi)

(22)

SYSTEMIC CAUSES PRURITIS

• Diabetes mellitus • Hipersensitif obat • Hiperteroidism

• Parasit intestinal

• Anemia defisiensi besi; policythemia vera • Penyakit Ginjal

• Leukemia

• Penyakit hepar

(23)

Tanda dan Gejala Gangguan Kulit

Pruritis

UrticariaRash

Xeroderma

Unusual spots, moles, nodules, cystsEdema, or swelling

Changes in appearance of nails

(24)

PENGARUH USIA pada KULIT

STRUKTURAL

- Dermal-epidermal junction menipis - Perubahan pada sel basal

- Penurunan jumlah sel-sel Langerhans - Penurunan jumlah melanocytes

(25)

(Lanjutan -1) Pengaruh usia ….

• Degenerasi serabut elastin

• Penurunan jumlah dan perubahan struktur kelenjar keringat

• Penurunan jumah dan distorsi struktur akhir serabut saraf khusus

(26)

(Lanjutan -2) Pengaruh usia ….

FUNGSIONAL

- Perubahan permeabilitas kulit

- Penurunan responsiveness thdp. Inflamasi - Penurunan responsiveness imunologik

- Gangguan penyembuhan luka

- Penurunan excrine pengeluaran keringat - Penurunan elastisitas

- Penurunan produksi vit. D

(27)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

1. LESI KULIT

Pasien dengan lesi kulit harus dievaluasi lebih lanjut.  Perlu rujukan dokumentasi kondisi medisnya. Perhatikan sitenya: - ukuran , iregulasi, warna

(28)

(Lanjutan-1)

- tektur kulit,

- tebal gangguan, - mobilitas,

- edema,

- turgor,

- bau dan

(29)

(Lanjutan-2)

Apabila ada lebih dari dua bagian kulit yang cedera, maka perhatikan:

- pola distribusinya, - lokalisasinya:

- terbatas atau - terisolasi,

- regional,

- umum; atau

(30)

(Lanjutan – 3)

Lesinya: - unilateral atau bilateral, - simetris atau asimetris, Perhatikan juga tatanan lesinya:

- bergerombol atau linear, (khususnya bila ada kaitan dengan:

- pakaian yang menekan, - perhiasan, atau

(31)

(Lanjutan-4)

PERHATIKAN:

Apakah ada kemungkinan perubahan pada kulit tersebut merupakan:

Kelanjutan dari suatu kondisi sistemik ?

Gegala malignansi dan potensial infektif ?

Kondisi seborrheic keratosis bisa

digerakan melalui friksi, berdarah namun tidak malignan.

(32)

(Lanjutan- 5)

Harus diperhatikan apabila terapi harus penggunakan modalitas:

- elektrik atau

- thermal (panas atau dingin) dan pasien adalah manula.

(33)

(Lanjutan-6)

Pada manula terjadi:

- Penurunan sirkulasi ,

- Pengurangan adipose subcutan, serta - Perubahan metabolisme

 Resistensi initial kulit terhadap elektrik, atau

kekurangan kemampuan menghamburkan panas atau dingin, maka

(34)

DERMATITIS (Radang Kulit)

Dermatitis kontak (contact dermatitis): Timbul akibat:

Kulit terpajan akut/kronik ke satu - iritant atau

- alergen (penimbul alergi)

(35)

Eczyma dermatitis

(atopik):

Dermatitis yang timbul akibat:

Rangsangan berlebih sel limfosit T dan mast-cell histamin  gatal, eritema,

> pada bayi (bokong, wajah), kanak-kanak, j uga dewasa.

Sifat alergi bisa diturunkan, kadang

(36)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

2. ATOPIC DERMATITIS (Eczyma)

Pendidikan pasien terkait hydrasi dan lubrikasi kulit. Pemberian 2-3x sehari emolients akan

mencegah evaporasi kulit dan mempertahankan kondisi moisterasi kulit . Krim/salep

mengan-dung petrolatum atau lanolin harus digunakan kecuali pasien peka terhadapnya, yang

mengandung urea, lactic acid bisa mening-katkan ikatan air di kulit dan mencegah

(37)

(Lanjutan-1) Atopic ….

Pengetahuan terkait pola penyakit dan pemberat adalah krusial bagi efektifitas management gangguan terkait.

• Kenalilah:

- kausa sebab pencetus dan

(38)

(Lanjutan-2) Atopik ….

Manula mandi dengan air yang tidak deras dengan sabun tidak menimbulkan kondisi

kering kulit, tidak berparfume, atau agen lain yang tidak cocok.

• Emolients harus digunakan dalam waktu 5 menit setelah mandi, terutama bila berada di daerah

(39)

(Lanjutan-3) Atopik ….

Dermatitis adalah satu peringatan bahwa:

“ Fisioterapist harus berhati-hati, bila ada atau tidak kontraindikasi

terhadap modalitas terapi

(40)

(Lanjutan – 4) Atopik ….

• Penggunaan air, alkohol, harus dihindarkan. Agen topical ber-alkohol dipantang.

Agent topical: ultrasound gel, mobilisasi krim, harus digunakan dengan hati-hati, perhatikan

(41)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

3. CONTACT DERMATITIS

Terapist harus senantiasa waspada adanya kemungkinan reaksi pasien terhadap substansi eksternal (krim, agen topikal lain, solutio)

berbagai modalitas yang digunakan di layanan

fisioterapi bisa sebagai causa ( whirlpool additives, ultrasound gels, self –sticking, pemeriksaan

(42)

(Lanjutan – 1) Contact ….

• Pasien kontak dermatitis terkait silicon sleeve atau interface dengan alat prosthetic harus berhati-hati dengan penggunaan sabun, tidak termasuk rinsing agen.

(Banyak agen sabun antibakterial dan antiperspirant meninggalkan partikel di

(43)

(Lanjutan – 2) Contact ….

• Ruam/blister bisa timbul pada area bercak-bercak sejalan dengan titik tekanan friksi

pada interface, bisa mendorong partikel sabun masuk kembali ke dalam kulit. (Callaghan, 1996) • Fisioterapist bisa menawarkan rencana

(44)

(Lanjutan – 3) Contact ….

Hindari: Penggunaan alkohol, lubricant atau sabun, sabun antibacterial atau antifungal

tanpa rinsing agent, juga lanolin.

(45)

(Lanjutan – 4) Contact ….

Water-based ointment dihindari bila menggu- nakan urethane untuk melekatkannya ke kulit, sehingga bila liner diangkat kulit bisa ikut

terangkat.

• Alkohol based lubricants atau sabun harus dihindari dengan produk urethane karena

komponen ini beraksi sebagai solvent urethane, akan meningkatkan kelengketan urethane

(46)

BERBAGAI GANGGUAN KULIT

ACNE (Akne, jerawat)

Jerawat adalah penyakit peradangan kelenjar sebacea yang sering dijumpai/ berkaitan dengan folikel rambut (pilosebacea).

Ada dua jenis:

- yang meradang dan

- yang tidak meradang.

(47)

(Lanjutan- 1) ACNE ….

Meradang disertai infeksi  pecah, sebum & bakteri ke luar, masuk ke dermis  peradangan jaringan dermis.

Non-radang: folikel tidak pecah, namun tetap dilatasi, sebum mengalir ke permukaan kulit

(48)

(Lanjutan-2) Acne

Penyebab:

- Rangsangan androgen (> testosteron)

- Infeksi diperparah oleh higiene yang jelek, gizi buruk dan stres.

(49)

(Lanjutan-3) Acne - (penyebab)

- Estrogen: >< aktivitas androgen pada kelenjar sebacea dan mengurangi akne

- Pada wanita bisa meningkat sebelum atau selama haid akibat kadar estrogen terendah.

(50)

(Lanjutan-4) Acne - (terapi)

Terapi:

- obat topikal benzoit peroksida dan

(51)

GUNAKAN ANTIBAKTERIAL

Terapi antibiotika:

- > tetrasiklin dapat mengurangi proliferasi bakteri di folikel.

Perlu beberapa hari-bulan agar efektif:

C.i. (kontra-indikasi):

- wanita hamil atau

(52)

(Lanjutan – 1) Gunakan

• Pil KB yang mengandung estrogen dapat

menekan pembentukan sebum  mengobati akne pada gadis .

• Asam 13-sis-retinoat (isoretinoin) sistemik

untuk kasus parah (menimbulkan cacat lahir). C.i.: wanita hamil

(53)

PENYAKIT INFEKSI disertai RUAM KULIT

RUBEOLA

(MEASLE, CAMPAK 10 hari atau CAMPAK MERAH)

Campak merupakan infeksi saluran napas atas (ISPA) oleh paramikso-virus.

(54)

RUBEOLA

• Masa inkubasi: 7-12 hari pre gejala muncul

 Sangat contagious.

• Ruam berawal di wajah (muka, daerah belakang telinga)  menyebar ke badan, akhirnya ke

ekstrimitas dan menetap selama 4 hari.

(55)

(Lanjutan -1) Rubelola ….

Vaksinasi:

- pada bayi usia 15 bulan dan

- suntikan booster pada usia 4-5 tahun, - kemudian pada remaja.

Terapi: - suportif

(56)

RUBELA

Ini adalah CAMPAK JERMAN

Infeksi virus saluran napas atas.

Inkubasi 14-21 hari diikuti gejala prodromal selama sekitar 1-4 hari, baru muncul ruam.

Contagious selama stadium prodromal, tidak lagi setelah ruam muncul.

Tanda pada stadium prodromal: demam

(57)

(Lanjutan-1) Rubela

• Bentuk UKK/ruam: makropapular, berawal di wajah menyebar ke badan dan ekstrimitas, bertahan 2-3 hari.

Penularan melalui bumil ke janin atau orang ke orang lain melalui dropslet.

(58)

(Lanjutan-2) Rubela

• Yang paling berbahaya bila menyerang bumil pada masa kehamilan trimester I (3 bulan

pertama)  virus akan menginfeksi janin 

defek congenital = Rubella syndrome

• Rubella adalah suatu agen teratogenik

(59)

(Lanjutan-3) Rubela

• Untuk melindungi bumil dari infeksi dan cedera lebih lanjut terhadap janinnya, maka dianjurkan

semua anak divaksinasi terhadap virus di awal masa kanak-kanak.

(60)

(Lanjutan-4) Rubela

• Komplikasi: Umumnya menyerang usia 6-12 tahun, dan gejala ringan. Komplikasi menjadi berbahaya bila menyerang bumil trimester 1

cacat lahir, parah janin.

• Terapi:

- Vaksinasi (usia 15 bulan  4-5 tahun dan remaja).

(61)

(Lanjutan – 5) Rubela

• Wanita pada masa subur: Uji titer rubela

• Yang belum memiliki antibodi  divaksinasi

(62)

HERPES SIMPLEKS 1 dan 2

• Herpes menimbulkan ruam khas di kulit dan selaput lendir.

• Ditularkan melalui virus shedding lesi kulit . Masa inkubasi 2-4 hari setelah infeksi.

(63)

(Lanjutan-1) Herpes ….

• Post infeksi awal virus bisa menetap dengan tenang (dorman) di serabut saraf sensoris

yang terkena, dan ini bisa menjadi aktif kembali setiap saat, menimbulkan lesi baru.

Reaktivitas virus laten bisa saat pasien: - sakit stres,

(64)

(Lanjutan-2) Herpes ….

Virus Herpes:

Herpes simplek 1: merupakan penyebab cold sore di wajah. Herpes simplek 2: menyebabkan infeksi

genital, anus, penularan bisa kontak seksual

(65)

(Lanjutan-3) Herpes ….

Gambaran:

Selama periode prodormal - demam ringan

- malaise

- rasa pedih terbakar atau gatal di - mulut,

- genitalia atau

(66)

(Lanjutan-4) Herpes ….

Saat infeksi aktif,  vesikel berkelompok-kelompok  rasa nyeri di bibir, wajah, kulit hidung, mukosa mulut, genitalia atau anus.

(67)

(Lanjutan-5) Herpes ….

Komplikasi:

- Infeksi sekunder Herpes simplek 1 

mata  keratoconjunctivitis  buta

- Infeksi primer herpes simplek 2 selama kehamilan  kerusakan susunan saraf pusat janin  buta dan retardasi mental

(68)

(Lanjutan-6) Herpes ….

Terapi:

Asiklovir (Zovirax) topikal, oral (antiviral

untuk mengurangi durasi dan intensitas lesi.

(69)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

4. HERPES ZOZTER

Penderita dewasa contagious bagi dewasa lain yang belum pernah sakit varicella (cacar air) Untuk ini fisioterapist yang belum pernah

varicella harus divaksinasi dahulu; komplikasi dan morbiditas terkait dengan yang timbulnya

(70)

(Lanjutan-1) Semua pasien yang diterapi bisa

saja menularkan varicella !

• Fisioterapist wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil hendaknya dites status imunitasnya dahulu apabila kepastian riwayat sakitnya meragukan.

Ini perlu menjadi perhatian karena transibilitas virus timbul sampai 2 -3 hari sebelum simtoma muncul sampai semua lesi mengering,

(71)

(Lanjutan – 2) Herpes ….

• CDC (USA) menerapkan petunjuk peraturan

pelayanan tentang kehati-hatian berkaitan

dengan transmisi semua pasien penyakit

infeksi kulit . Universal precaution tersebut

hendaknya ditaati bagi pelayanan semua

pasien tanpa memikirkan apakah status

(72)

VARICELLA dan CACAR ULAR

Varicella (Cacar Air)

Cacar air adalah infeksi primer, sangat contagious melalui droplets.

>> pada kanak-kanak, namun bisa juga

(73)

(Lanjutan-1) Cacar …

Masa inkubasi 7-12 hari, contagious selama periode prodormal singkat (24 jam sebelum

lesi kulit muncul) s/d semua lesi menjadi krusta. Penyakit akan sembuh sendiri dalam 7-14 hari. • Cacar Ular (Herpes Zosters, Shingles)

(74)

(Lanjutan-2) Varicella dan ….

Cacar ular bisa timbul beberapa tahun setelah infeksi varicella.

Penyebab: virus varicella yang berada laten di serabut saraf sensorik setelah pasien pulih

dari cacar air.

Apabila ia muncul kembali maka disebut Zoster.

(75)

(Lanjutan-2) Varicella dan ….

• Vesikel timbul pada dermatom (sepanjang serabut) yang disarafi saraf yang terinfeksi. • Penyakit ini >> timbul pada orang tua atau

orang yang sedang dalam penurunan sistem imunitasnya.

(76)

(Lanjutan-3) Varicella dan ….

Vesikel varicella >> timbul di badan dan menyebar ke wajah serta ekstrimitas.

Juga bisa muncul di: - mulut,

- labium dan - vagina.

Vesikel berawal sebagai lesi kemerahan yang berisi cairan dan pecah dalam

(77)

(Lanjutan-4) Varicella dan ….

• Pada saat yang bersamaan  banyak vesikel dalam berbagai stadium pembentukan dan

krustasi.

Vesikel herpes zoster: bisa timbul di kulit secara unilateral di sepanjang dermatom yang terinfeksi.

(78)

(Lanjutan-5) Varicella dan ….

Komplikasi:

- Infeksi bakteri sekunder pada vesikel - Pneumonia,

- Encephalitis (varicella)

(79)

(Lanjutan-5) Varicella dan ….

• Orang dewasa: Varicella dapat mengalami perjalanan penyakit yang parah dan berisiko lebih besar  pneumonia.

(80)

(Lanjutan-6) TERAPI

Suportif dan ditujukan untuk mencegah infeksi bakteri sekunder

• Antivirus asiklovir (Zovirax) diberikan saat terjadi tanda-tanda paling awal infeksi orang dewasa/ anak dengan gangguan kekebalan untuk mem-batasi infeksinya.

(81)

VERRUCA (WART)

• Kausa veruka infeksi virus papiloma (HPV, Human Papilloma-virus).

Veruka = papula jinak yang dapat timbul di bagian kulit mana saja.

• Terdapat banyak turunan HPV, sebagian

(82)

(Lanjutan-1 ) Verucca ….

Veruka plantar: tumbuh di bagian bawah kaki dan meluas ke dalam (bukan ke luar). Penularan melalui kontak kulit.

Veruka genital dianggap sebagai PMS • Penelitian menemukan 40% wanita yang

(83)

(Lanjutan-2) Verucca ….

Turunan tertentu veruka genital berkaitan dengan kanker serviks uteri.

Risiko terkena kanker serviks tinggi pada wanita yang mengidap ini dan merokok.

(84)

(Lanjutan-3) Verucca ….

Gambaran:

Berbentuk bulat/datar, besar/kecil.

Veruka genital memiliki gambaran seperti kembang kol.

Veruka jenis ini dapat ditemukan di: - ujung atau batang penis pria

- labium (wanita)

(85)

(Lanjutan-3) Verucca ….

Komplikasi:

Kanker serviks (wanita) = PMS yang terjadi akibat infeksi kuman turunan tertentu HPV.

Walau jarang: bayi baru lahir yang terpajan veruka genital ibu selama proses

(86)

(Lanjutan-4) Verucca ….

Terapi:

Bisa hilang sendiri setelah sistem imun terangsang (terjadi setelah vaskularisasi atau perdarahan).

Iritasi dengan asam salisilat, formaldehida, atau iritan lain yang merangsang sistem

imun tubuh.

(87)

IMPETIGO

• Infeksi kulit superfisial yang biasanya disebab-kan Stafilikokal atau Streptokokal grup A,

 infeksi kulit menular pada kanak-kanak. • Tanda: pustul kulit  pecah  krusta.

(88)

(Lanjutan-1 ) IMPETIGO….

• Gambaran: pustula lokal yang pecah berkrusta.

Komplikasi:

Glomerulonephritis pasca- streptokokal akut dan dapat terjadi akibat pengendapan komplek antibodi-antigen di ginjal

(89)

(Lanjutan-2 ) IMPETIGO ….

Terapi:

- antibiotik sistemik (identifikasi kuman)

- bila vesikel kecil diberi antibiotika topikal

Sterilisasi handuk dan sering-sering mencuci tangan adalah tindakan profilaksi terhadap:

(90)

CELLULITIS

(SELULITIS)

Cellulitis adalah infeksi lapisan dermis atau

subkutis oleh bakteri, biasanya terjadi setelah luka atau gigitan di kulit.

Gambaran: - kemerahan, - membengkak - panas, demam - nyeri

(91)

ERISIPELAS

• Erisipelas: infeksi kulit akibat streotococcal, >> menyerang: muka, bisa juga lengan atau tungkai bawah.

Gambaran khas: bengkak merah berbatas jelas (membedakan inflamasi erysipelas

dengan selulitis sebab lain). Pasien nampak sakit berat dengan suhu tinggi.

(92)

MYCOSES

(INFEKSI JAMUR)

Infeksi jamur superfisial, disebut sesuai

tempat infeksinya, contoh: Tinea:

Tinea pedis: infeksi jamur pada kaki (athlete’s foot)

Tinea corporis: infeksi jamur pada badan (ringworm)

Tinea capitis: infeksi jamur di kepala

(93)

(Lanjutan-1) Mycoses

Thrush adalah infeksi jamur di: - mulut,

- saluran cerna,

Pada vagina biasanya disebabkan oleh Candida albicans (jamur mirip ragi):

Candidiasis (Kandidiasis)

Candida albicans adalah bagian flora normal manusia, yang dalam kondisi tertentu ia

(94)

(Lanjutan –2) Mycoses ….

• Infeksi jamur pada saluran napas, atau otak

biasanya terjadi pada imunitas yang terganggu dan dianggap sebagai Infeksi Oportunistik.

Histoplasmosis adalah infeksi jamur pada:

(95)

(Lanjutan –3) Mycoses ….

Penyebab infeksi jamur:

Jamur berkembang baik pada orang yang imunitasnya menurun, di antaranya: DM, hamil, bayi, manula, atau AIDS

Infeksi ragi vagina dan mulut sering merupakan infeksi opportunistik dan ditemukan pada pasien HIV.

(96)

(Lanjutan –4) Mycoses ….

Terapi:

Antibiotika membunuh bakteri vagina normal yang biasanya berada dalam keseimbangan dengan ragi vagina 

menimbulkan infeksi ragi vagina

Gambaran: infeksi kulit, dengan inflamasi disertai eritema dan gatal-gatal.

(97)

(Lanjutan –6) Mycoses ….

Infeksi ragi:

Muncul sebagai pustul yang meradang, sangat gatal dan nyeri.

- infeksi di vagina menimbulkan bentuk putih seperti keju.

(98)

(Lanjutan –7) Mycoses ….

Komplikasi:

Infeksi  laju morbiditas dan mortalitas bermakna.

Lesi mulut yang nyeri akan: mengganggu makan

(99)

(Lanjutan –8) Mycoses ….

Terapi:

Infeksi kulit: Antifungal tipe spesifik topikal atau terkadang secara sistemik.

Kandidiasis: krim atau suppositoria antijamur (antimycotic)

(100)

(Lanjutan –9) Mycoses ….

• Infeksi jamur di organ dalam (paru dll)

bisa asimtomatik atau hanya sulit menelan. • Bayi dan ibu harus diterapi, karena infeksi

(101)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

5. INFEKSI JAMUR

Ringworm

Sifat alamiah semua infeksi jamur memerlukan ukuran peringkat higiene kondisi infeksi khusus. Pasien terinfeksi tidak boleh memakai secara bersama alat merawat/merapikan rambut (sisir, sikat rambut, head-gear), pakaian, atau artikel lain yang mungkin bisa harus menyentuh

(102)

(Lanjutan: 1 Implikasi …. (jamur)

Pasien harus menggunakan peralatan rambut juga alat lain yang mungkin kontak dengan areal tubuh yang sakit, handuk dan spreinya secara

sendiri - sendiri.

Mengingat infeksi bisa ditularkan melalui

transmisi hewan ke manusia, maka periksakan kemunginan hewan pemelirahaan ada yang

(103)

(Lanjutan: 2 Implikasi …. (jamur)

Sumber infeksi juga bisa ada di: Sandaran bantal duduk: di

- tempat umum,

- transportasi publik atau

- tempat duduk lain yang bekas

(104)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

6. ATHELETE ‘S FOOT

Bila ditemukan infeksi ini, diskusikan dengan pasiennya.

Walau pasien menganggapnya kondisi ini

(105)

(Lanjutan – 1) Athelete ….

Pengontrolan yang baik athelete’s foot

bisa mencegah cellulitis,

infeksi bakterial pada tungkai bawah, terutama penting bagi pasien DM.

(106)

SCABIES (SKABIES)

• Akibat infestasi kutu Sarcoptes scabies, masuk ke lapisan kulit, menetaskan telurnya. Kutu yang menetas bisa terpindakan ke orang lain yang

berdiri berdekatan dengannya, bisa juga melalui kontak tubuh (kontak seksual)

• Lesi: pembengkakan berkelupas kecil-kecil

(107)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

7. SCABIES

Pada pasien rawat rumah sakit terkena

scabies, (umumnya gatal-gatal pada malam hari) cegah transimisi pada dirinya dan orang lain dengan cara: Menerapkan teknik

mencuci tangan, gunakan sarung tangan saat memeriksa pasien terkait.

(108)

(Lanjutan-2) Implikasi … 7 Scabies ….

• Alat pengukur tekanan darah di sterilisasi gas-autoclave sebelum digunakan untuk mengukur pasien lain.

• Semua linen dan handuk harus diisolasi

sebelum digunakan untuk pasien lain, sampai pasien menjadi noninfektsius.

• Apabila diterapi di luar rumah sakit (di atas tikar tindakan ataupun lain-alin)  area terkait

(109)

LICE (Pediculosis)

Kutu (insekta kecil) pemakan darah manusia. bertubuh pipih, ukuran antara: 1/8 inci.

• Ada 3 (tiga) species:

- Pediculus humanus capitis (kutu kepala)

 menyerap darah kulit kepala

- Pediculus corporis (kutu badan)

bisa tumbuh di pakaian  penyebab: typhus epidemic dan relapsing fever.

(110)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

7 PEDICULOSIS

Fisioterapist harus senantiasa sadar tentang higiene semua pasiennya.

Setiap orang bisa terkena pediculosis, tua ataupun muda, status ekonomik apa saja, status kebersihan individualnya.

(111)

(Lanjutan – 1) Pedculosis …

• Perhatikan goresan yang ada, kemerahan, gerak yang memperjelek kondisi, adanya bagian yang lepas.

Manakala terekpose ke kutu, pasien dan juga terapist memerlukan data peringkat exposurenya.

(112)

Gangguan Kulit

Akibat Disfungsi Imunitas

PSORIASIS

Psoriasis merupakan penyakit kulit: - kronis, diturunkan,

- inflamasi dermatosis yang kumat-kumat, dengan gejala khas:

(113)

(Lanjutan – 1) Psoriasis ….

Timbul pada:

- kedua sek, dan

- terbanyak pada dewasa muda (sekitar 27 tahun),

- namun bisa saja ditemukan pada bayi, - jarang pada kanak-kanak 6 tahunan. - Jarang pada kulit hitam,

(114)

(Lanjutan – 2) Psoriasis ….

Terapi:

Ada 5 kategori umum: 1. Topical

2. Phototherapy

3. Vitamin A analogues 4. Antimetabolites

(115)

(Lanjutan – 3) Psoriasis …

Agen terapi topikal:

- corticosteroids

- salep: petroleum yelly - asam salicylic

- salep urea

- oathmeal baths, - emollients

(116)

(Lanjutan – 4) Psoriasis ….

Corticosteroid : obat yang paling banyak diresepkan bagi psoriasis, namun insiden

side efeknya meningkat dengan penggunaan obat-obat superpotent flourinated.

Hydrocortisone yang digunakan adalah

(117)

(Lanjutan – 5) Psoriasis

Crude coal tar:

Satu terapi kuno psoriasis yang berefek

antimiototic (membantu mempercepat produksi sel yang retard), terdiri dari aplikasi 2% - 5% crude coal tar dikombinasi dengan:

(118)

(Lanjutan – 6) Psoriasis ….

Pajanan ke sinar:

- UV (fototerapi),

- UVB atau sinar matahari alamiah bisa membantu retard cell production.

PUVA berkaitan dengan kombinasi obat photosensitizing Psoralen ditambah:

(119)

(Lanjutan – 7) Psoriasis ….

• Lebih efektif untuk psoriasis tipe plaque yang - tebal,

- pustular psoriasis, dan

- erythroderma generalized.

• Jenis terapi lain: retinoid etrenate (Tegison),

(120)

(Lanjutan – 7) Psoriasis

• hydroxyurea dan • azathioprine,

• Sulfasalazine (Azulfidine), • 5-lipoxygenase inhibitor, • Aspirin dan

• terapi lokal untuk outome fungsional dan

(121)

(Lanjutan-8) (Psoriasis)

Prognosis:

- kumat-kumat sesuai interval waktu dan meningkatkan periode sakit.

- Belum dijumpai yang sembuh spontan, - Sedangkan risiko infeksinya tinggi

(122)

(Lanjutan – 9) Psoriasis

Orang dengan psoriasis yang human immuno-deficiency virus (HIV) positif berisiko tinggi

terkena infeksi self-inoculation.

Sebanyak 20% pasien yang menderita PsA bisa terkena gangguan persendian dini dan

(123)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

8.

PSORIASIS

Aplikasi krim steroid harus diberi di atas film tipis, gosok dengan halus sampai krimnya habis dari permukaan kulit. Semua aplikasi medikasi topikal khusus yang mengandung anthralin dan tar, dioles ke arah bawah dalam agar tidak

mengena folikel rambut untuk tidak menimbulkan radang folikulitis. Oleskan obat hanya pada lesinya,

(124)

(Lanjutan - 1) Implikasi …. Psoriasis

• Selalu gunakan sarung tangan saat mengapli-kasikan krim mengingat anthralin, membuat noda dan cedera kulit.

• Kemudian setelah aplikasi tersebut, pasien

(125)

(Lanjutan - 2) Implikasi …. Psoriasis

• Mineral oil diikuti sabun dan air untuk menghi-langkan anthralin; kulit tidak boleh digosok de- ngan kasar, hanya sikat gosok halus bisa

digunakan untuk menghilangkna scales (sisik). • Bila ada side effects, khususnya reaksi

alergik terhadap anthralin, atrophy dan acne dari steroid, radang rasa terbakar, dan

(126)

(Lanjutan - 3) Implikasi …. Psoriasis

Epithelioma sel squameous bisa menjadi PUVA.

(127)

Psoriatic Arthritis

PsA secara klinis beda dengan arthritis

rheumatoid, banyak melibatkan persendian distal interphalangeal, distribusi tidak

simetris, adanya spondyloarthropathy, ada gambaran gangguan extra-articular.

(128)

(Lanjutan-3) Psoriasis ….

Psychological considerations

Psoriasis bisa menghasilkan masalah psychological akibat lesi kulitnya bisa menimbulkan gangguan perasaan bahwa dirinya sebagai tempat

penularan dan tidak boleh ada kontak kulit.

(129)

(Lanjutan-4) Psoriasis ….

Yakinkan pada pasien bahwa psoriasis tidak menular.

Flare-ups-nya bisa: - diterapi dan - kontrol stres

(130)

Lupus Erythematosus

Peradangan kronik dari jaringan ikat. Bisa tampil dalam berbagai bentuk.

Di antaranya:

- DLE = Discoid lupus erythematosus (hanya menyerang kulit)

(131)

(Lanjutan -1) Lupus ….

• Arti kata Lupus [L] = wolf (srigala) karena pada mulanya (1800-an) dipercaya bahwa erosi kulit yang terjadi adalah akibat gigitan srigala.

Sifat khusus ruam adalah merah maka disebut erythematosus (Matassarin-Jacobs, 1993).

Dikenal ada dua bentuk:

- Discoid lupus Erythematosus

(132)

(Lanjutan-2) Lupus ….

DLE: tampil sebagai erupsi kulit yang kronik,

yang bila tidak diatasi  jaringan parut 

mengganggu tampilan kulit.

> pada wanita (690%) pada usia 20-an. Jarang ditemukan pada kanak-kanak.

Causa belum diketahui, ada bukti sebagai gangguan defek autoimun.

Nampak ada interrelasi imunologik,

(133)

(Lanjutan-3) Lupus ….

Faktor risiko dan patogenesis

- Pasien harus menghindari terpajan sinar matahari untuk waktu lama. Pakai pakaian pelindung sinar, agen sunscreening, hindari aktivitas di udara terbuka (Bagaimana sinar matahari mempengaruhi, masih kurang

jelas)

Satu teori menyebut bahwa: DNA + Lupus

bila terekspose sinar matahari > antigenic

(134)

(Lanjutan-4) Lupus ….

• Antigenisitas menimbulkan percepatan reaksi antigen >< antibodi maka deposisi imun

komplek  meningkat dalam kulit pada site dermal-epidermal junction.

Fotosensitivitas adalah paling umum berkaitan dengan LE dan bukan penyakit rheumatologik

(135)

(Lanjutan-5) Lupus ….

Mansifestasi klinik:

Lesi DLE meninggi, merah, plaque mengelupas berikut tonjolan folikuler dan daerah sentral atrofi, menghasilkan bentuk mirip koin.

Bisa tumbuh di site tubuh mana saja, terumum adalah di muka, kulit kepala, telinga, leher,

(136)

(Lanjutan-6) Lupus ….

• Rambut jadi getas, rontok dalam patches. • Plague facial kadang membentuk gambar

kupu-kupu bersayap di kanan-kiri hidung.

• Tampilan ruam dari yang seperti luka bakar sampai yang bentuk lesi discoid (plaquelike)

(137)

(Lanjutan-7) Lupus ….

SLE

SLE ini adalah gangguan peradangan

(138)

(Lanjutan-8) Lupus ….

Gejala:

- malaise, rasa lelah yang berkepanjangan - arthralgia, arthritis

- demam, ruam kulit

- sensitif terhadap cahaya - anemia, rambut rontok

- Raynaud’s phenomenon dan

(139)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

9. Lupus Erythematosus

(140)

(Lanjutan-1) LE ….

• Terapis bisa berperan sebagai instrumental teaching  membantu asuhan kulit 

pencegahan kerusakan kulit, ROM exercises, prevensi deformitas ortopedik, latihan

ergonomik dan postural serta cara

menghilangkan rasa sakit persendiannya.

(141)

Systemic Sclerosis

Systemic sclerosis (SSc, progressive systemic sclerosis, PSS, scleroderma) adalah penyakit jaringan ikat difuse yang menimbulkan

fibrosis kulit, sendi, pembuluh darah, organ internal.

(142)

(Labnjutan -1) Systemik Sclerosis

Ada dua bentuk SSc:

- Systemic scleroderma Bisa dalam 3 bentuk:

- dSSc (diffuse) 15% - 20%

- LSSc (limited) 75% - 80% Crest syndr., calcinosis, raynaud’s phenomenon,

esophageal dysmotility, sclerodactyly, dan telangiectasia.

(143)

(Labnjutan -2) Systemik Sclerosis

• Localized scleroderma primer menyerang kulit pada satu atau banyak area tubuh tanpa

melibatkan organ dalam tubuh, maka termasuk yang tidak ganas.

Morphea adalah localized scleroderma yang keras, bentuk oval pada kulit umumnya di

(144)

(Labnjutan -3) Systemik Sclerosis

• Linear adalah berbentuk mirip pita pada areal lengan kaki dan dahi. Tulang dan otot di

bawahnya bisa terkena. ROM dan pertumbuhan anak sangat terpengaruh. Linear scleroderma sering tumbuh pada kanak-kanak (Arnold et al, 1990)

(145)

IMPLIKASI KHUSUS BAGI FISIOTERAPIST

10. SYSTEMIC SCLEROSIS

Skin Ulcers

Mengatasi ulkus lokal di ujung jari meliputi pembalutan occlusive untuk meningkatkan penyembuhan luka dan memproteksinya dari trauma dan infeksi.

(146)

(Lanjutan -1) Systemik ….

• Ulkus terinfeksi diatasi dengan trial pemberian oral anti-staphylococcal antibiotik dan bisa

memerlukan operasi debridement dari jaringan yang nekrosis

• Perawatan lokal kulit tidak boleh sering mandi

(147)

(Lanjutan-2) Systemik ….

Muscle (Otot)

Myositis diterapi dengan corticosteroids dan terkadang memerlukan tambahan dari

immuno-suprressive drugs, sedangkan fibrotic myopathy terbaik dimanage dengan menguatkan melalui latihan ROM

(148)

(Lanjutan-1) Muscle

Pelaksanaan terapi, seperti yang tersebut di atas, harus berhati-hati, mengingat bahwa kondisi kulit pasien-pasien gangguan tersebut - umumnya sangat sclerosed dan

- sensitif terhadap tekanan.

Aquatic therapy (terapi air) adalah pilihan

(149)

Joint and Tendons (Sendi dan Tendo)

Bisa diterapi dengan NSAIDs.

Pada stadium dini dSSc (diffuse Systemic Sclerotic ), tenosynovitis bisa dirasa sangat sakit, dan gerak sendi terbatas.

(150)

(Lanjutan – 3) Muscle

Latihan stretching aktif dan pasif sangat diperlukan namun sulit bila disertai rasa sakit yang extreme.

• Analgesia dibutuhkan untuk mengoptimalkan partisipasi pasien dalam program latihan

(exercise).

(151)

Carpal tunnel syndrome,

Carpal tunnel syndrome, yang sering

ditemukan sebelum diagnosis scleroderma ditegakkan, seringnya sangat responds

(152)

(Lanjutan – 4) Muscle

Exercise (Latihan)

Scleroderma: exercise yang regular bisa membantu memelihara kulit dan flesibilitas

sendi-sendi, memaintain aliran darah menjadi lebih baik, serta mencegah kontraktur.

Memproteksi bengkak dan rasa sakit sendi dari

stresses (tekanan) and strains (tarikan) merupakan faktor penting. Ini memerlukan pembelajaran terkait aktivitas ADL tanpa menimbulkan strain pada persendian .

(153)

(Lanjutan – 5) Muscle

Psychological Considerations

Pasien dSSc dengan atau tanpa keterlibatan gangguan pada organ sering cemas karena

keadaan tubuh cepat menjadi berubah dalam kondisi waktu yang tidak diperkirakan.

(154)

(Lanjutan – 6) Muscle

Pasien dSSc berisiko tinggi menderita penyakit visceral serta mortalitas dini.

Pendidikan dan informasi terkait kondisi

penyakitnya sangat penting untuk membantu mengidentifikasi apakah mereka berada

(155)

(Lanjutan – 7) Muscle

• Penderita gangguan ini hendaknya diberi

semangat untuk mengukur tekanan darah di rumah sedikitnya 3x dalam satu minggu,

mengingat bahwa ini adalah metode tindakan untuk skrining hipertensi akut.

(156)

Classification

of Inflammation Myopathies

Type I Primary idiopathic polymyositis

Type II Primary idiopathic dermatomyositis

Type III Dermatomyositis or polymyositis

associated with malignancy (lung, breast and others)

(157)

(Lanjutan -1) Classification ….

Type V Polymyositis associated with other connective tisssue diseases

Sjogren’s syndrome

Mixed connective tissue disease Rheumatioid arthritis

Systemic lupus erythematosus Scleroderma

Type VI Inclusion body myositis

(158)

IMPLIKASI KHUSUS

BAGI FISIOTERAPIST

11.

Polymyositis dan Dermatomyositis

Polimiositis (PM) dan dermatomiositis (DM) sangat difuse, merupakan inflamasi miopatis yang menghasilkan kelemahan simteris otot lurik tubuh, terutama otot bahu, pelvis, leher, dan faring (Norris et al., 1995; Lotz et al.,

1993) Penyakit ini termasuk ke kategori

(159)

(lanjutan-1)

Pada terapi myositis, para fisioterapist berperan sangat penting.

Manual muscle testing dan test-test

kemampuan berfungsi sangat berarti untuk mengetahui progresivitas penyakitnya dan respons terapeutik jangka panjang.

(160)

(Lanjutan -2 ) Polymyositis ….

Disarankan terapi medis dilaksanakan sebelum exercise dimulai.

Pada stadium dini menangani myositis, serabut saraf sangat halus dan rapuh dan bisa mudah rusak,  rhabdomyolisis (disintergrasi serabut otot lurik) akibat exercisenya atupun bentuk

(161)

(Lanjutan -3 ) Polymyositis ….

Fisioterapist hendaknya senantiasa membina cara kontak langsung dengan dokter yang akan melengkapi hasil pemeriksaan fisik dan

laboratorium pasien terkait, untuk bisa menen-tukan waktu yang paling tepat untuk memulai program exercise yang berjenjang.

Terkadang modalitas panas, whirlpools, dan massage sangat efektif sebagai menunjang

(162)

(Lanjutan -4 ) Polymyositis ….

Pada pasien yang harus tinggal di tempat tidur proteksi terhadap timbulnya

- footdrop

- kontraktur

- pencegahan terjadinya dekubitus sangat esensial.

(163)

(Lanjutan -5 ) Polymyositis ….

• Pada yang memperoleh terapi antipruritik dan tidak menghilangkan rasa gatalnya,

bisa diberi tepid sponges atau kompres.

• Apabila pasien dalam terapi kortikosteroid, 

(164)

(Lanjutan -6 ) Polymyositis ….

Penggunaan steroid jangka panjang, akan menurunkan resistensi terhadap infeksi. DM, kehilangan kalium melalui urin, iritasi lambung.. • Manakala timbul efek samping yang menonjol

 hentikan terapi korticosteroidnya segera, sampai pasien konsult ke dokternya.

(165)

CEDERA THERMAL

CEDERA DINGIN

Cedera dingin bisa akibat udara dingin atau air, bisa menyerang:

- beku lokal atau

- beku sistemik (hypothermia)

(166)

(Lanjutan -1) Thermal ….

• Pemanfaatan cryotherapy sebagai modalitas di antara populasi umum bisa berhasil sebagai kerusakan jaringan setempat, yang perlu

didokumentasikan dengan jelas. Berikut evaluasi medis dan terapi, dan evaluasi.

(167)

(Lanjutan – 2) Thermal ….

Patogenesis dan Manifestasi Klinis:

- Bagian tubuh yang tertekan oleh suhu dingin  sel yang tertekan bisa ruptur,

gangguan:

- aktivitas ensimatik dan - metabolisme tubuh.

(168)

(Lanjutan – 3) Thermal ….

- Bisa superfisial: menyerang kulit dan

jaringan subkutan, >> muka, telinga, ekstrimitas dan bagian tubuh yang terekpose/tidak tertutup pakaian.

 akan dirasa setelah sampai di suhu pana sebagai: terbakar, tingling, baal, bengkak, bercak-bercak, warna kulit biru-abu-abu. Manakala daerah terserang mulai

(169)

(Lanjutan – 4) Thermal

• Cedera beku yang dalam bisa meluas, bisa menyerang sampai jaringan subkutan:

umumnya menyerang kaki dan tangan.

 kulit nampak putih sampai bekunya terlunakan

 akan berubah menjadi biru keunguan  rasa sakit

 blister (vesicle berair)  jaringan nekrosis

(170)

(Lanjutan – 5) Thermal

Diagnosis:

- riwayat sakit

- simtom yang nampak - arteriografi ,

- scintiscanning

 untuk mengetahui luas cedera atau

(171)

(Lanjutan -6) Thermal ….

Terapi:

- pemanasan tanpa rubbing/massaging -analgetika,

- atur posisi tidur tubuh  cegah maserasi.

Kontraindikasi: debridement.

Perband tebal membantu drainage dan proteksi.

Bebaskan tekanan selimut di area terkena. Obat: - vasodilatator

- pemblokir saraf

(172)

(Lanjutan -7) Thermal ….

• Pada yang timbul Compartment syndrome:

- Fasciotomy  meningkatkan sirkulasi dengan menurunkan tekanan edem jaringan

• Pada yang gangrene:

- Amputasi

(173)

(Lanjutan -8) Thermal ….

Prognosis

- bergantung pada luas yang terkena dan perkembangan komplikasi

( - sindroma kompartemen, - necrosis

- gangrene)

Efek jangka panjang: meningkatkan sensi-tivitas terhadap suhu dingin, rasa terbakar bila terkena suhu dingin, dan meningkatkan

(174)

(Lanjutan -8) Thermal ….

Pencegahan cedera dingin - gunakan windproof - water resistant

- pakaian yang tebal berlapis-lapis - moisture-wicking socks

- penutup kepala

- mittens untuk ganti kaus tangan

(175)

IMPLIKASI KHUSUS BAGI FISIOTERAPIST

12. TERMAL INJURIES

Cold Injuries yang umum dikirim ke fisioterapis adalah yang terkomplikasi. Di antaranya:

necrosis dan gangrene yang diamputasi.

Whirlpool dengan agitasi halus directed away dari site sakit bisa menjadi bagian yang perlu

(176)

(Lanjuta-1) Implikasi ….

Penggunaan cryotherapy sebagai modalitas di antara populasi umum bisa menghasilkan kerusakan lokal jaringan yang memerlukan

dokumentasi yang cermat (MR, pengisian form laporan cedera dingin), bagi kepentingan

evaluasi medis dan terapi (USA).

Massage bisa menimbulkan kerusakan jaringan dan harus dijalankan setelah jaringan lokal yang

(177)

BURNS

(LUKA BAKAR)

• Luka bakar terjadi akibat kontak langsung atau terpajan:

- suhu panas, - kimiawi,

- listrik, atau - radiasi.

(178)

(Lanjutan -1) Burns ….

• Dalamnya cedera dan durasi pajanan (expos-ure) akan mengganggu fungsi:

- pengaturan suhu, dan - sumber energi.

(179)

(Lanjutan -2) Burns ….

Faktor-faktor pengaruh severitas (beratnya) cedera luka bakar meliputi:

- dalamnya luka

- ukuran (% area tubuh terkena) - lokasi cedera

- usia

- kesehatan umum

(180)

(Lanjutan -3) Burns ….

Dalam luka dibagi menjadi derajat 0, 1, 2, dan 3 (WHO, ICD):

Derajat 0 = Tingkat gangguan tidak dirinci Derajat 1 = Erythema

Derajat 2 = Blister, epidermis mengelupas Derajat 3 = Nekrosis dalam dari jaringan di

bawah kulit

(181)

(Lanjutan -3) Burns ….

Luas luka bakar dirinci sebagai berikut: (ICD, WHO)

< 10% 50-59%

10-19% 60-69%

20-29% 70-79%

30-39% 80->89%

(182)

(Lanjutan -4) Burns ….

Teknik penentuan ukuran luka bakar:

- “Rule of Nines”

Berdasarkan devisi tubuh sesuai seksi anatomik, masing-masing mewakili 9% atau perkalian 9 dari TBSA.  metode

(183)

(Lanjutan -5) Burns ….

Lund and Browder Method:

Metode yang memodifikasi % segmen tubuh dengan perkiraan yang lebih akurat terkait - luas, berikut

(184)

(Lanjutan -5) Burns ….

Lihat: Gambar Figure 8-19

Burn injury classification according to depth of injury

di halaman 204,

Section 2, Clinical Medicine,

Chapter 8: Integumentary System

(185)

(Lanjutan -6) Burns ….

Lihat Gambar Figure 8-20

The “rule of nine” provides a quick method for estimating the extent of burn injury

di halaman 205,

Section 2, Clinical Medicine,

Chapter 8: Integumentary System

(186)

(Lanjutan -7) Burns ….

Medical Management

Terapist di UGD bisa terlibat pada kasus luka bakar yang minor terdiri dari:

- Membersihkan,

- Mengangkat agen penyebab (zat kimia, tar, dsb.)

- Debridement jaringan yang mengelupas, jaringan yang nonviable,

(187)

(Lanjutan - 8 ) Burns ….

Instruksi perawatan di rumah, meliputi: - Obervasi klinik,

- Exercise ROM aktif untuk

- mempertahankan fungsi sendi agar tetap normal,

- mengurangi edem, dan

(188)

(Lanjutan - 9) Burns ….

Terapi luka bakar yang luas juga meliputi tindakan lifesaving

(ABCs: - saluran napas, - pernapasannya, - sirkulasinya)

segera setelah cedera terjadi, untuk: - asuhan restorative ( kontrol infeksi),

- asuhan luka, skin gratf, manajemen sakit, selama fase akut sampai penutupan luka

(189)

(Lanjutan - 10) Burns ….

Fisioterapist

akan terlibat pada akut fase

penyembuhan untuk menghasilkan:

- penyembuhan fungsional dan

(190)

(Lanjutan - 11) Burns ….

Intervensi terapeutik meliputi: - wound care

- setelah skin-graft  positioning & imobilisasi untuk cegah gerak dan kerusakan grafs, jaringan parut dan kontraktur,

- exercise, ambulation, dan ADL.

Pakaian elastic akan membantu mengurangi

(191)

(Lanjutan - 12) Burns ….

Skin graft dapat digunakan untuk meminimalkan - kehilangan cairan dan protein tubuh.

- infeksi

- dan mengurangi rasa sakit.

Tipe graft temporer:

- allografts (homograft) (cadaver skin)

- xenografts (heterograft) (temporer: pigskins) - biosynthetic grafts, yang merupakan

(192)

(Lanjutan - 13) Burns ….

Untuk mengatasi luka bakar yang menyerang jaringan total kulit, diperlukan autograft.

• Jaringan yang ditransplantasi meliputi untuk menutup semua area penampilan dan gerak

sendi penting, namun graft bisa dicampur

(193)

(Lanjutan - 14) Burns ….

Metode baru test-tube skin graft:

- untuk menutup seluruh permukaan tubuh yang terkena cedera.

Biopsi sebagian yang sesuai tebal jaringannya akan menghasilkan sel yang dikultur menjadi

(194)

(Lanjutan - 15) Burns ….

Prognosis:

Feller (1980): penanganan luka bakar bisa ditingkatkan pada dekade akhir ini, yang menghasilkan penurunan laju mortalitas. Usia pasien menentukan severitas dan

outcome luka bakar.

(195)

(Lanjutan - 16) Burns ….

Faktor-faktor: - obesitas,

- alkoholisme,

- gangguan jantung,

yang berpengaruh pada kesehatan umum, khususnya gangguan yang mengganggu aliran sirkulai darah periferal (periferal vascular disease) telah diobservasi bisa

(196)

IMPLIKASI KHUSUS BAGI FISIOTERAPIST

13. BURN (LUK BAKAR) Statistik menunjukkan bahwa luka bakar banyak terjadi pada manula (>70 tahun) (yang banyak

menggunakan peralatan panas)  memerlukan edukasi.

Fisioterapist yang terlibat di pelayanan unit emergensi akan banyak terlibat dalam

(197)

(Lanjutan -1) Implikasi ….

Pendidikan meliputi: hati-hati saat masak,

jangan meninggalkan nyala api atau aliran listrik.

Pada layanan di luar emergensi fisioterapist bertugas melatih:

- pernapasan dalam pengembangan paru; - > > penyembuhan luka,

(198)

(Lanjutan -2) Implikasi ….

- mencegah atau meminimalkan - deformitas dan

- hipertrofik jaringan parut, - >> ROM, kekuatan, dan fungsi;

- >> independensi aktivitas harian dan self care, kesehatan emosional dan psychologis.

(199)

(Lanjutan -3) Implikasi ….

Di samping layanan emergensi akut,

tetap harus memperhatikan pengembangan komplikasi medis di antaranya:

- ilues,

- ulcer gastrik,

- gangguan respiratoris, - infeksi dan

(200)

(Lanjutan -3) Implikasi ….

• Luas area yang cedera harus diminimalkan untuk mencegah hypothermia akibat panas yang hilang melalui permukaan yang terbuka

evaporasi dehidrasi.

• Hidroterapi dibatasi 30 menit atau kurang dengan suhu air 98 – 102 derajat F.

Referensi

Dokumen terkait

Harga diri ( self- esteem) mungkin suatu sifat yang menyemarakkan efikasi diri. Sebagai contoh, sesorang bisa memiliki efikasi diri secara umum yang tinggi, dia

Proses reparasi propeller kapal dilakukan ketika kapal berada di dalam dok (proses do9king), umumnya kerusakan pada propeller ter'adi pada bagian daunnya (blade) dimana daun

Blora mulai berubah statusnya dari apanage menjadi daerah Kabupaten pada hari Kamis Kliwon, tanggal 2 Sura tahun Alib 1675, atau tanggal 11 Desember 1749 Masehi,

Dengan harapan bahwa elemen yang diminta berikutnya akan berada di wilayah tetangga elemen yang diminta saat ini (lokalitas spasial), kemudian pada cache miss apa yang

Maklumat berikut menunjukkan bahan yang digunakan untuk menghasilkan

Pada penelitian ini, terdapat perbedaan yang bermakna terhadap penurunan kadar SGOT tikus Wistar antara kelompok tikus Wistar yang hanya diberi parasetamol

Rintisan pesantren Mambaul Ulum ini kemudian diikuti beberapa pesantren lain, seperti Pesantren Tebuireng, pada tahun 1916 mendirikan sebuah “Madrasah Salafiyah” yang