LAPORAN HASIL PENELITIAN KURIKULUM DAN
PEMBELAJARAN DI MAN 1 DAN MAN 2 PALEMBANG
Makalah Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
Semester 4
Dosen Pengampu:
Fitri Oviyanti, M.Ag.
Disusun Oleh:
Mardhatillah Usbah 14290063
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, man-diri; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan kurikulum selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena dianggap belum sesuai dengan harapan yang diinginkan sehingga perlu adanya revitalisasi kurikulum. Usaha tersebut perlu dilakukan demi menciptakan generasi masa depan yang berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul dan mampu bersaing di dunia internasional.
Dan juga di perlukan guru-guru yang berkualitas, yang menguasai pendekatan, strategi, model dan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat mengelola kegiatan pembelajaran yang optimal pada berbagai situasi siswa dan materi pembelajaran. Namun karena berbagai sebab, kenyataan di lapangan sering tidak sesuai dengan harapan para guru.
Penerapan kurikulum KTSP di MAN 1 dan MAN 2 Palembang telah dilaksanakan semaksimal mungkin. Dengan adanya kurikulum 2013 banyak terjadi kendala yang dihadapi pihak sekolah. Mulai dari masalah yang berhubungan dengan pendidik yang belum semua memperoleh pelatihan sampai pada persiapan dalam penerapan kurikulum 2013 yang belum maksimal.
MAN 1 dan MAN 2 Palembang telah menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014/2015 dan penerapan kurikulum tersebut untuk kelas X dan XI. Untuk itu penulis melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana perkembangan penerapan kurikulum yang ada di kedua sekolah ini dan bagaimana metode pembelajaran yang diterapkan para guru di sekolah ini.
c. Profil Sekolah
1. MAN 1 Palembang
Alamat : Jl. Gubernur H. Ahmad Bastari (Jl. Pendidikan) Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang
Telp : (0711) 5620083
Visi Madrasah : Menuju lulusan berprestasi yang dilandasi iman dan taqwa serta berwawasan lingkungan.
Misi Madrasah :
2. Memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik.
3. Menciptakan suasana bekerja dan belajar yang kondusif untuk mencetak warga madrasah yang mampu bersaing dalam percaturan global.
4. Membentuk peserta didik yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur.
5. Membiasakan siswa membaca Al-Qur’an sebelum memulai pelajaran.
6. Membudayakan untuk disiplin dalam memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan.
7. Membudayakan sikap kepedulian warga sekolah untuk tidak melakukan pencemaran dan merusak lingkungan hidup.
8. Membudayakan sikap kepedulian warga sekolah terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Tujuan
1. Mempersiapkan peserta didik yang memiliki prestasi akademik dalam perlombaan tingkat daerah dan provinsi.
2. Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian, cerdas, berkualitas dan berprestasi dalam bidang olahraga dan seni.
3. Mempersiapkan peserta didik yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
4. Membentuk peserta didik yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur.
5. Membekali peserta didik untuk memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran secara maksimal.
7. Menanamkan sikap kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan hidup.
8. Menanamkan sikap disiplin warga madrasah untuk tidak melakukan pencemaran dan merusak lingkungan.
9. Memiliki kualitas pelayanan yang baik terhadap pengguna layanan di lingkungan sekolah.
2. MAN 2 Palembang
Alamat : Jalan Prof. K.H. Zainal Abidin Fikri Komp. UIN Raden Fatah Palembang 30126
Telepon : 0711-363875
Visi Madrasah :Unggul dalam mutu, berakhlak mulia, dan berwawasan global.
Misi Madrasah:
1. Meningkatkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif menyenangkan dan islami
2. Menumbuhkan semangat keunggulan, disiplin dan mengedepankan prestasi
3. Menumbuh kembangkan pengalaman agama dan keagamaan
4. Mendorong siswa berprestasi dibidang akademik dan non akademik 5. Melaksanakan day dan area speak English and Arabic
6. Memahirkan penggunaan Information Comunication Technology (ICT).
7. Menumbuhkan sikap sadar lingkungan
d. Metodologi Penelitian 1 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penelitian ini antara lain:
b) Untuk mengetahui bagaimana proses dan metode pembelajaran yang berlangsung di MAN 1 dan MAN 2 Palembang.
Manfaat dari penelitian ini tentunya bisa memberikan informasi mengenai kurikulum yang diterapkan saat ini. Selain itu, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
1. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu pelaksanaan observasi ini yaitu
2. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dimana salah satu metode penelitian kualitatif adalah observasi. Yang dimaksud observasi itu sendiri yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, tujuan dan perasaan. Dalam metode observasi ini di dalamnya mencangkup metode pendukung, antara lain wawancara, dokumentasi dan sumber data.
PEMBAHASAN
A. Kurikulum dan Pembelajaran di MAN 1 Palembang 1. Muatan Kurikulum
a. KTSP
Struktur dan muatan KTSP MAN 1 Palembang mengacu padamuatan kurikulum jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI (Standar Isi) meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:
1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.Muatan KTSP MAN 1 Palembang meliputi sejumlah pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Secara umum, struktur kurikulum MAN 1 Palembang dibagi menjadi 2(dua); yaitu 1) Program IPA (untuk Kelas X, XI dan XII), dan 2) Program IPS (untuk Kelas X, XI dan XII). Pengembangan kurikulum MAN 1 Palembang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi setiap siswa dalam memfokuskan/ mengkonsentrasikan mata pelajaran-mata pelajaran yang diminatinya.
Sebagai konsekuensi dari sistem SKS, peserta didik dapat mengambil beban belajar yang bervariasi yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing, namun karena proses belajar merupakan proses yang berkesinambungan maka ada beberapa bidang studi yang menjadi prasyarat untuk mengambil bidang studi lain.
Tabel. 4 Struktur Kurikulum
dan Kewarga negaraan 2 2
Kelompok B (Wajib)
Peminatan Matematika dan Ilmu Alam
Jumlah Alokasi
WaktuPer-Minggu 51 51 51 51 51 51
2. Kurikulum 2013
Sebagai rangkaian untuk mendukung Kompetensi Inti, capaian pembelajaran mata pelajaran diuraikan menjadi kompetensi-kompetensi dasar. Pencapaian Kompetensi Inti adalah melalui pembelajaran kompetensi dasar yang disampaikan melalui mata pelajaran. Rumusannya dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran sebagai pendukung pencapaian.
Kompetensi Inti, kompetensi dasar dikelompokkan menjadi empat sesuai dengan rumusan Kompetensi Inti yang didukungnya, yaitu:1). Kelompok kompetensi dasar sikap spiritual (mendukung KI-1) atau kelompok 1, 2). Kelompok kompetensi dasar sikap sosial (mendukung KI-2) atau kelompok 2, 3). Kelompok kompetensi dasar pengetahuan (mendukung KI-3) atau kelompok 3, dan 4). Kelompok kompetensi dasar keterampilan (mendukung KI-4) atau kelompok 4.
Kemampuan keterampilan akan bertahan lebih lama dari kompetensi pengetahuan, sedangkan yang akan terus melekat pada dan akan dibutuhkan oleh peserta didik adalah sikap. Kompetensi dasar dalam kelompok Kompetensi Inti sikap (KI-1 dan KI-2) bukanlah untuk peserta didik karena kompetensi ini tidak diajarkan, tidak dihafalkan, dan tidak diujikan, tetapi sebagai pegangan bagi pendidik bahwa dalam mengajarkan mata pelajaran tersebut ada pesan-pesan sosial dan spiritual sangat penting yang terkandung dalam materinya.
Dengan kata lain, kompetensi dasar yang berkenaan dengan sikap spiritual (mendukung KI-1) dan individual-sosial (mendukung KI-2) dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (mendukung KI-3) dan keterampilan (mendukung KI-4).
Untuk memastikan keberlanjutan penguasaan kompetensi, proses pembelajaran dimulai dari kompetensi pengetahuan, kemudian dilanjutkan menjadi kompetensi keterampilan, dan berakhir pada pembentukan sikap. Dengan demikian, proses penyusunan maupun pemahamannya (dan bagaimana membacanya) dimulai dari Kompetensi Dasar kelompok 3. Hasil rumusan Kompetensi Dasar kelompok 3 dipergunakan untuk merumuskan Kompetensi Dasar kelompok 4.
Hasil rumusan Kompetensi Dasar kelompok 3 dan 4 dipergunakan untuk merumuskan Kompetensi Dasar kelompok 1 dan 2. Proses berkesinambungan ini untuk memastikan bahwa pengetahuan berlanjut ke keterampilan dan bermuara ke sikap sehingga ada keterkaitan erat yang mendekati linier antara kompetensi dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.
a) Beban belajar di /Madrasah Aliyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu.
1) Beban belajar satu minggu Kelas X adalah 51 jam pembelajaran.
2) Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah 51 jam pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 45 menit.
b) Beban belajar di Kelas X, XI, dan XII dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. c) Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil paling sedikit
18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
d) Beban belajar di kelas XII pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu.
e) Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.
Setiap satuan pendidikan boleh menambah jam belajar per minggu berdasarkan pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.
4. Ketuntasan Belajar
pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Pembelajaran tuntas yang dimaksudkan dalam pelaksanaan kurikulum 2013. KTSP berbasis kurikulum 2013 adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan untuk KI 1 , KI 2, KI 3 dan KI 4 untuk setiap siswa secara individual. Dalam hal pemberian kebebasan belajar serta mengurangi kegagalan siswa dalam belajar, strategi belajar tuntas menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok siswa (kelas), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa.
Kriteria ketuntasan Minimal Belajar di MAN 1 ditentukan hasil dari 3 kali minimal evaluasi, dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa dalam pencapaian indikator yang terdiri dari kesulitan dan kerumitan maupun sumber daya pendukung dalam penyelengaraan pembelajaran.
HASIL ANALISIS KKM MATA PELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016
N O
NAMA MATA PELAJARAN
KELAS PROGRAM
X IPA
X IPS XI IPA XI IPS XII IPA
1 Pendidikan
2 Kewarganegaraan 3,04 3,04 76 76 76 7
d. Biologi - 3 - - -
-Penentuan nilai ketuntasan kompetensi belajar di MAN 1 Palembang adalah sebagai berikut:
1) Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal Ideal = 75 atau 80 sesuai dg bidang studi.
2) Penetapan nilai Ketuntasan Minimum dilakukan secara bertahap dan terencana agar memperoleh nilai ideal.
3) Penetapan nilai ketuntasan minimum dapat diberlakukan secara umum untuk seluruh mata pelajaran dan secara khusus untuk setiap rumpun/ jenis mata pelajaran.
4) Hasil kajian masing-masing tim pengajar terhadap nilai KKM MAN 1 Palembang tahun pelajaran 2015-2016 berdasarkan kriteria-kriteria kompleksitas, daya dukung, dan intake siswa (kemampuan akademik rata-rata siswa), menghasilkan nilai KKM untuk setiap mata pelajaran (per tingkatan kelas).
5. Penilaian Pencapaian Kompetensi
pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, penilaian portofolio, dan penilaian diri.
Fungsi dari penilaian pencapaian kompetensi adalah untuk ,mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Data penilaian pencapaian kompetensi perlu dianalisis dan ditafsirkan sebagai bahan pengambilan keputusan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi atau dunia kerja. Oleh karena itu maka proses penilaian pencapaian kompetensi harus memenuhi kaidah penilaian yaitu validitas, realibilitas dan objektivitas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah sebagai berikut:
a) Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
b) Penilaian bertujuan untuk mengukur Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi.
c) Penilaian menggunakan acuan kriteria (Criterion Referenced Test/CRT), yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
d) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
e) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
g) Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. h) Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih.
i) Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8–9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
j) Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut dengan perbandingan 30 % materi sebelum ulangan tengah semester dan 70 % materi setelah ulangan tengah semester.
k) Nilai rapor merupakan gabungan nilai harian (ulangan harian, kuis, tugas, proyek, dan lain-lain), ulangan tengah semester dan ulangan akhir semesterdengan perbandingan 40 % nilai harian, 20 %ulangan tengah semester dan 40 % ulangan akhir semester. Penentuan nilai harian diserahkan kepada masing-masing tim teaching mata pelajaran disesuaikan dengan banyaknya ulangan harian, kuis dan tugas, misal 60 % ulangan harian, 20 % kuis dan 20 % tugas, atau 50 % ulangan harian, 30 % kuis (PM) dan 20 % tugas (PMT).
m) Pelaksanaan ulangan harian adalah pada jam tatap muka yang terjadwal oleh bidang akademik, yang diatur melalui mekanisme blok waktu (ulangan harian blok).
n) Dalam setiap pelaksanaan ulangan, maka penyusunan naskah soal ulangan memperhatikan tingkat kesulitan soal dalam ranah kognitif, dengan persentase tingkat kesulitan setara ujian nasional sesuai KKM masing-masing mata pelajaran.
o) Siswa yang sudah mengharumkan nama madrasah dengan menjadi delegasi suatu kegiatan/perlombaan (ilmiah, seni, olahraga, dan kegiatan lainnya).
B. Kurikulum dan Pembelajaran di MAN 2 Palembang a. Kurikulum
Kurikulum yang digunakan di MAN 2 Palembang pada saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Kelas yang menggunakan Kurikulum 2013 yaitu kelas X dan XI. Sedangkan yang masihmenggunakan KTSP yaitu kelas XII.
Stuktur Kurikulum MAN 2 Palembang Program Studi Ilmu Alam
Tersendiri
16 TeknologiInformasi 2 2 2 2 2 2
dan Komunikasi
Jumlah 50 50 50 50 50 50
Sumber: Dokumentasi MAN 2 Palembang
18 Antropologi
Jumlah 50 50 50 50 50 50
Sumber: Dokumentasi MAN 2 Palembang
Dari tabel struktur kurikulum MAN 2 Palembang pada program studi Ilmu Alam di atas, dapat diketahui bahwa jumlah alokasi waktu yang harus ditempuh selama satu minggu pada kelas X sampai kelas XII yaitu 50 jam. Untuk kelas X, XI, dan XII pada semester 1 : Matematika 6 jam, kewarganegaraan 2 jam, agama islam 4 jam, bahasa dan sastra Indonesia 4 jam, bahasa Inggris 6 jam, bahasa Arab 4 jam, kesenian 2 jam, pendidikan jasmani 2 jam, sejarah 2 jam, fisika 6 jam, kimia 6 jam, biologi 4 jam, dan TIK 2 jam. Kemudian pada semester 2 : Matematika 6 jam, kewarganegaraan 2 jam, agama islam 4 jam, bahasa dan sastra Indonesia 4 jam, bahasa Inggris 6 jam, bahasa Arab 4 jam, kesenian 2 jam, pendidikan jasmani 2 jam, geografi 2 jam, fisika 6 jam, kimia 4 jam, biologi 6 jam, dan TIK 2 jam.
Dan dari tabel struktur kurikulum MAN 2 Palembang program studi Ilmu Sosial, alokasi waktu yang harus ditempuh selama satu minggu pada kelas X, XI dan XII sama seperti program studi Ilmu Alam yaitu 50 Jam. Pada semester 1 dan semester 2 kelas X, XI, dan XII: matematika 6 jam, agama Islam 4 jam, kewarganegaraan 2 jam, bahasa dan sastra Indonesia 4 jam, bahasa Inggris 6 jam, bahasa Arab 4 jam, kesenian 2 jam, pendidikan jasmani 2 jam, sejarah 2 jam, geografi 2 jam, ekonomi 2 jam, sosiologi 2 jam, dan TIK 2 jam.
KESIMPULAN
X dan XI. Dalam kurikulum 2013, sebagai konsekuensi dari sistem SKS, peserta didik dapat mengambil beban belajar yang bervariasi yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing, namun karena proses belajar merupakan proses yang berkesinambungan maka ada beberapa bidang studi yang menjadi prasyarat untuk mengambil bidang studi lain.