• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAKIKAT TUJUAN DAN CAKUPAN PENDIDIKAN SE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HAKIKAT TUJUAN DAN CAKUPAN PENDIDIKAN SE"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

M A K A L A H

H A K I K A T , T U J U A N D A N C A K U P A N

P E N D I D I K A N S E T S

O leh: E V I R O V I A T I

I . PE ND A H UL UA N

Pendidikan Nasional sejatinya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Proses

pendidikan yang terprogram dan kontinyu dilaksanakan di sekolah. Namun terkadang

pembelajaran di sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya. S iswa merasa terasing dengan

materi pembelajaran di sekolah dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka

sehari-hari.. S elain itu, sebagian guru enggan mengembangkan metode, teknik maupun pendekatan

pembelajaran sehingga proses belajar menjadi tidak menarik dan jauh dari implikasi peranannya

terhadap masyarakat dan lingkungan. S ementara perkembangan ilmu dan tekonologi di luar sana

sangat pesat. D iharapkan proses pembelajaran di sekolah diarahkan agar siswa menjadi

pembelajar seumur hidup, mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta

peka terhadap perubahan lingkungan dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Pemeblajaran

yang diharapkan mampu mengarahkan siswa demikian diantaranya adalah pembelajaran dengan

pendekatan dan visi S E T S .

K ata S E T S merupakan akronim dalam bahasa Inggris S cience E nvironment T echnology

and S ociety yang dapat dimaknakan sebagai sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat,

merupakan satu kesatuan yang dalam konsep pendidikan mempunyai implementasi agar anak

didik mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi ( higher order thinking). Pendidikan S E T S

dapat diawali dengan konsep-konsep yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar

kehidupan sehari-hari peserta didik atau konsep-konsep rumit sains maupun non sains.

Makalah ini akan membahas hakikat, tujuan dan cakupan pendidikan yang berpendekatan

dan bervisi S E T S . D iaharapkan dengan mengetahui hakikat, tujuan dan cakupan pendidikan

S E T S , para guru mampu memahami dan mengaplikasikannya dalam kegi atan pembelajaran

(2)

I I . PE M B A H A S A N

A . H ak ik at Pendidik an SE T S

S ejarah membuktikan bahwa kehidupan di masa lalu beserta pendidikan generasi

mudanya sama sekali tidak memperhatikan lingkungan sekitar. S etiap produk yang dihasilkan

baik teknologi maupun sumber daya manusianya berlomba-lomba untuk mengeksplorasi

kekayaan bumi tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkan di masa yang akan datang. S etelah

berbagai masalah dalam kehidupan yang disebabkan oleh kerusakan bumi begitu menggejala,

barulah sebagian negara, beberapa lembaga swadaya masyarakat dan aktivis pecinta lingkungan

hidup bersuara.

S ejak itulah dalam dunia pendidikan mulai diintegrasikan pendidikan berwawasan

lingkungan, misalnya Pendidikan bervisi S T S ( Science T echnology Society) berarti pendidikan

bervisi S ains T eknologi dan Masyarakat, Pendidikan bervisi E E ( E nvironmental E ducation)

berarti pendidikan lingkungan hidup, pendidikan S T L ( Sciencetific and T echnological L iteracy)

artinya pendidikan berwawasan S ains dan merujuk T eknologi. B eberapa waktu berlalu belum

menampakkan hasil optimal dari pengintegrasian visi-visi tersebut dalam pendidikan. Untuk

itulah perlu dikembangkan pendidikan bervisi S E T S sebagai satu kesatuan S ains, L ingkungan,

T eknologi dan Masyarakat yang tidak boleh dipisahkan.

D alam konteks pendidikan S E T S , urutan ringkasan S E T S membawa pesan bahwa untuk

menggunakan sains (S -pertama) ke bentuk teknologi (T ) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat

(S -kedua) diperlukan pemikiran tentang berbagai implikasinya terhadap terhadap lingkungan ( E )

secara fisik maupun mental. S ecara tidak langsung, hal ini emnggambarkan arah pendidikan

S E T S yang relatif memiliki kepedulian terhadap lingkungan kehidupan atau sistem kehidupan

(manusia) yang memuat juga unsur-unsur S E T S selain lingkungan.

K eprihatinan akan masa depan bumi membawa perhatian sebagian besar negara-negara

(3)

menipisnya ozon, efek rumah kaca, berkurangnya deposit bahan tambang organik, dan banyak

hal lain tentang kecemasan terhadap bumi di masa datang. R umor ‘ one earth for all’ seringkali

didengungkan dalam lokakarya, semiloka, dan sejenisnya baik tingkat nasional, regional

maupun internasional. Indikasi tersebut diikuti dengan antisipasi penyampaian ‘ warta’ yang

terjadi dan pencegahan-pencegahan, salah satunya melalui cara pendidikan berwawasan S E T S .

D isadari bahwa ketergantungan terhadap produk alam untuk keperluan kehidupan

sehari-hari masih cukup tinggi. S ehingga tingkat kekayaan alam yang relatif berkurang dibandingkan

dengan jumlah manusia yang membutuhkan, semakin memberi dukungan terhadap aplikasi

pendidikan bervisi S E T S .

Hakekat S E T S dalam pendidikan merefleksikan bagaimana harus melakukan dan apa saja

yang bisa dijangkau oleh pendidikan S E T S . Pendidikan S E T S harus mampu membuat peserta

didik yang mempelajarinya baik siswa maupun warga masyarakat benar-benar mengerti

hubungan tiap-tiap elemen dalam S E T S . Hubungan yang tidak terpisahkan antara sains,

lingkungan, teknologi dan masyarakat merupakan hubungan timbal balik dua arah yang dapat

dikaji manfaat-manfaat maupun kerugian-kerugian yang dihasilkan. Pada akhirnya peserta didik

mampu menjawab dan mengatasi setiap problem yang berkaitan dengan kekayaan bumi maupun

isu-isu sosial serta isu-isu global, hingga pada akhirnya bermuara menyelamatkan bumi.

S ecara mendasar, dapat dikatakan bahwa melalui pendidikan S E T S ini diharapkan agar

peserta didik akan memiliki kemampuan memandang sesuatu secara integratif dengan

memperhatikan keempat unsur S E T S , sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih

mendalam tentang pengetahuan yang dimilikinya. S ebagai konsekuensinya, diharapkan agar

pengetahuan yang dipahaminya secara mendalam itu akan memungkinkan mereka memanfaatka

pengetahuan yang dimiliki dalam dalam kehidupan dan untuk kehidupan.

K eberhasilan Pendidikan S E T S dengan kedalaman yang memadai sangat relevan untuk

memecahkan problem yang melanda kehidupan sehari-hari. Misalnya masalah pencemaran,

pengangguran, bencana alam, kerusuhan sosial dan lain-lainnya. Isu-isu tersebut dapat dibawa ke

dalam kelas dan dikaji melalui pendidikan S E T S untuk dicarikan pemecahannya, paling tidak

pencegahannya.

Pendidikan S E T S pada hakekatnya akan membimbing peserta didik untuk berpikir global

dan bertindak lokal maupun global dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi

(4)

pemecahannya menggunakan pendidikan S E T S secara terpadu dalam hubungan timbal balik

antar elemen-elemen sains, lingkungan, teknologi, masyarakat.

Peserta didik dilatih agar mampu berpikir secara global dalam memecahkan masalah

lokal, nasional maupun internasional sesuai dengan kadar kemampuan berpikir dan bernalarnya.

Peserta didik dibimbing untuk memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah di masyarakat dan

berperan aktif untuk turut mencari pemecahannya.

Pendidikan S E T S ini dapat mengatasi kelemahan sistem pendidikan klasik dimana

peserta didik diajak melaju untuk menyelesaikan materi pelajaran, tanpa diketahui dengan jelas

implementasi peserta didik terhadap daya serap materi pelajaran ( A pakah materi pelajaran dapat

dikuasai keseluruhan atau sebagian, dan kompetensi dasar apa yang sudah dicapai). S ehingga

Pendidikan S E T S dapat mengantisipasi beberapa hal pokok dalam membekali peserta didik,

diantaranya :

a. Menghindari ‘ materi oriented’ dalam pendidikan tanpa tahu masalah-masalah di masyarakat

secara lokal, nasional, maupun internasional.

b. Mempunyai bekal yang cukup bagi peserta didik untuk menyongsong era globalisasi

(A F T A –2003, A F A S –2003, W T O–2010).

c. Peserta didik mampu menjawab dan mengatasi setiap masalah yang berkaitan dengan

kelestarian bumi, isu-isu sosial, isu-isu global, misalnya masalah pencemaran, pengangguran,

kerusuhan sosial, dampak hasil teknologi dan lain-lainnya hingga pada akhirnya bermuara

menyelamatkan bumi.

d. Membekali peserta didik dengan kemampuan memecahkan masalah-masalah dengan

penalaran sains, lingkungan, teknologi, sosial secara integral, baik di dalam maupun di luar

kelas.

Pendidikan S E T S mencakup topik maupun konsep yang berhubungan dengan sains,

teknologi, lingkungan dan berbagai hal yang diperkirakan melanda masyarakat. Obyek-obyek

pendidikan yang dipelajari pada akhirnya diharapkan dimengerti dengan baik korelasinya dengan

keempat elemen utama S E T S .

Pendidikan S E T S bukan pendidikan di angan-angan atau di atas kertas saja, melainkan

pendidikan S E T S benar-benar membahas sesuatu yang nyata/riil, bisa dipahami, dapat dilihat

(5)

S E T S hanya sebatas elemen per elemen yang terpisah satu sama lain. A pabila hal itu dilakukan

sama artinya dengan memfokuskan pada salah satu unsur dari S E T S .

K eempat unsur pada Pendidikan S E T S saling berinteraksi dalam membahas suatu

konsep pendidikan baik sins maupun non sains. Untuk memenuhi kepentingan peserta didik

perlu diciptakan suatu program yang sesuai dengan tingkat pendidikan peserta didik maupun

warga masyarakat. Para guru diharapkan lebih berhati-hati dalam pengajarannya jika

memasukkan konsep atau topik yang akan dibahas dengan teknik Pendidikan S E T S . T opik

tersebut harus aktual dan sesuai dengan subyek yang sedang dipelajari dan tentunya tidak

bertentangan dengan kurikulum yang dibakukan. S atu hal yang paling penting, Pendidikan S E T S

harus dapat membawa setiap peserta didik berperan serta dalam kegiatan pembelajaran

B . T uj uan Pendidik an S E T S

T ujuan Pendidikan S E T S adalah untuk membantu peserta didik mengetahui sains,

perkembangan sains, teknologi-teknologi yang digunakannya, dan bagaimana perkembangan

sains serta teknologi mempengaruhi lingkungan serta masyarakat. Pendidikan S E T S berupaya

memberikan pemahaman tentang peranan lingkungan terhadap sains, teknologi, masyarakat.

S ebaliknya peranan masyarakat terhadap arah perkembangan sains, teknologi dan keadaan

lingkungan. T ermasuk juga peranan teknologi dalam penyesuaiannya dengan sains, manfaatnya

terhadap masyarakat dan dampak-dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. T idak

ketinggalan peranan sains untuk melahirkan konsep-konsep yang berdaya guna positif,

keterlibatannya pada teknologi yang dipakai maupun pengaruhnya terhadap masyarakat dan

lingkungan secara timbal balik.

J adi tujuan utama Pendidikan S E T S ialah bagaimana membuat agar S E T S dapat

menolong manusia membuat surga dunia di muka bumi ini, bukan sebaliknya menciptakan

neraka dunia dalam segala aspek kehidupan. S E T S sesungguhnya harus mampu menolong setiap

negara di dunia untuk mewujudkan kemakmuran bagi semua warga negaranya.

D alam memberikan pengantar Pendidikan S E T S kepada peserta didik, setiap guru harus

dapat menciptakan variasi pendekatan atau konsep pembelajaran yang disesuaikan tingkat

kemampuan maupun obyektivitas dari pendidikan S E T S itu sendiri. Perlu diingat bahwa tidak

tertutup kemungkinan seorang siswa memiliki peluang lebih besar untuk mengalami sesuatu

(6)

hendaknya tidak merasa berkecil hati, justru merasa lebih tertantang dengan kondisi yang ada

untuk belajar lebih keras dan mencoba mendahului kemampuan muridnya dengan tujuan positif.

J angan sampai terjadi karena muridnya diketahui lebih cepat dapat mengakses pengetahuan yang

ada, seorang guru menjadi tidak suka atau antipati kepada muridnya. S egi baik lainnya adalah

setiap murid secara perorangan dapat mengoptimalkan pengetahuan yang dimilikinya untuk

bekerja sama dengan temannya dalam proses Pendidikan S E T S . Hal ini mengandung arti murid

yang bersangkutan telah belajar bagaimana bersosial masyarakat.

B entuk korelasi hubungan timbal balik antara unsur-unsur S E T S digambarkan sebagai

berikut : ( yang menjadi fokus perhatian adalah lingkungan).

Gambar 1. Hubungan timbal balik unsur-unsur Pendidikan S E T S

B erarti sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat saling terkait dalam hubungan dua

arah antara sains dengan lingkungan, teknologi, masyarakat. A ntara lingkungan dengan sains,

teknologi, masyarakat. A ntara teknologi dengan sains, lingkungan, masyarakat. A ntara

masyarakat dengan sains, lingkungan, teknologi. Hubungan kesalingterkaitan dua arah antara

T9Yb h L h DL

a A S Y

A w

A YA T

S A L

b S

(7)

elemen-elemen S E T S menunjukkan interaksi positif maupun negatif yang menjadi dampak yang

tumbuh dari perkembangan tiap-tiap elemen S E T S .

Pendidikan S E T S harus dapat membuat peserta didik memahami hakekat dari ‘ S ains,

L ingkungan, T eknologi, Masyarakat’ sebagai satu kesatuan. Maksudnya peserta didik harus

selalu memperhitungkan saling keterkaitan antara elemen-elemen dalam S E T S . Pendidikan

S E T S tidak hanya memperhatikan sains, teknologi, masyarakat tetapi juga dampak positif /

negatif yang diakibatkan oleh sains dan teknologi yang dipakai oleh masyarakat pada lingkungan

dan masyarakat itu sendiri.

Unsur-unsur yang dimiliki dalam Pendidikan lingkungan (E E –E nvironmental E ducation)

dan Pendidikan S T S ( Science T echnology Society) tidak selengkap Pendidikan S E T S . F okus

Pendidikan S E T S meliputi belajar di ( in), untuk ( for), tentang (about) lingkungan, dengan

mencoba menemukan dan mengungkap penyebab permasalahan serta kemungkinan apa yang

menimbulkan dampak pada lingkungan di masa yang akan datang. T erutama sekali

dampak-dampak yang timbul akibat sains dan teknologi yang digunakan dalam usaha memenuhi

kebutuhan masyarakat.

Peserta didik memahami setiap elemen dalam S E T S semuanya menyatu, dan

mengaplikasikan dalam proses berpikirnya dengan meninjau keterlibatan keempat elemen

tersebut dari sisi positif maupun negatif. Pendidikan S E T S bermaksud membawa peserta didik

untuk mengkorelasikan antara sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat. C ontohnya,

produk-produk teknologi yang mendukung sains. D ampak positif maupun negatif teknologi, sains

terhadap masyarakat atau lingkungan. K eterlibatan masyarakat dalam pengembangan sains dan

penciptaan teknologi serta perlakuannya terhadap lingkungan. kemampuan lingkungan dalam

penyediaan kebutuhan masyarakat, penciptaan teknologi dan pengembangan sains. Hal-hal itulah

yang dimaksudkan dalam Pendidikan S E T S . T erhadap peserta didik, tentunya sebatas pada

kemampuan kognitif, penalaran dan pengetahuan awal yang telah dimilikinya. S ehingga dalam

pendidikan S E T S , peserta didik benar-benar learning to know–learning to do–learning to be–

learning to live together.

B erdasarkan pemikiran Pendidikan S E T S kita dapat membangun generasi muda yang

melihat ke depan ( futuristik) ke arah peningkatan kualitas hidup setiap anggota masyarakat.

(8)

a. T opik yang dipilih hendaknya memunculkan sains yang telah dikenal dalam kurikulum, dan

dititikberatkan pada keterkaitan hubungan dengan teknologi, lingkungan maupun

masyarakat.

b. Hendaknya diberikan materi pengajaran yang dapat menyentuh rasa kepedulian tentang

keberadaan sains, teknologi, lingkungan, masyarakat sebagai satu kesatuan yang tidak

terpisah.

c. Pemilihan materi pengajaran hendaklah yang dapat membawa peserta didik ke arah ‘ melek’

sains dan teknologi beserta penerapannya dan berbagai dampaknya positif atau negatif

terhadap lingkungan, masyarakat, serta pada teknologi itu sendiri sehingga dapat lebih

menumbuhkan kepedulian peserta didik dan tanggung jawab mereka pada pemecahan

masalah lingkungan dan masyarakat.

d. Pembuatan bahan evaluasi hendaknya menerapkan sains, teknologi, masyarakat, lingkungan

yang relevan.

C . C ak upan Pendidik an S E T S

Pendidikan S E T S bukan hanya milik pendidikan sains, namun diterapkan juga pada

pendidikan non sains. D alam sains, unsur-unsur S E T S merupakan bahasan yang terpisah yang

dibuat terpadu oleh pendidikan S E T S . S ementara itu, pada pendidikan non sains S E T S belum

diperkenalkan sebagai subjek terpisah. S ebaiknya diperkenalkan dulu subjek sains yang telah

ada dalam kurikulum dengan memberi perhatian pada keterkaitan antar unsur di dalam

pendidikan S E T S .

Model pendidikan S E T S ini tersusun melalui penelitian yang dilakukan sejak tahun 2000,

pelatihan pada guru-guru S D , S MP, dan S MA , S eminar Nasional S tandar Isi dan K ompetensi

Menuju K urikulum B ervisi S E T S ( Science, E vironment, T echnology and Society) atau S ains,

L ingkungan, T eknologi, dan Masyarakat, dan diskusi dengan para pakar pendidikan. A dapun

tujuan model pembelajaran ini ialah untuk membentuk individu yang memiliki pemahaman

sains, teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungannya.

Pengajaran S E T S atau S alingtemas membantu siswa mengetahui sains, perkembangannya dan

bagaimana perkembangan sains dapat mempengaruhi lingkungan, teknologi dan masyarakat

(9)

bahwa di dalam sesuatu yang kita kenal, di situ terdapat kesaling-terkaitan antara konsep-konsep

sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang terintegratif.

D ari analisis terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan, tampak ada pola

tertentu dari langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pembelajaran. K ekhasan dari model

ini adalah bahwa pada kegiatan pendahuluan dikemukakan isu-isu atau masalah yang ada di

masyarakat yang dapat digali dari siswa. Pada bagian pendahuluan dalam kegiatan belajar

mengajar, guru terlebih dahulu menyampaiakan apersepsi berupa salah satu atau lebih komponen

S E T S yang menarik. A persepsi dalam kehidupan dengan mengaitkan peristiwa yang telah

diketahui siswa dengan materi yang akan dibahas, sehingga tampak adanya kesinambungan

pengetahuan, karena diawali dengan hal-hal yang telah diketahui siswa sebelumnya yang

ditekankan pada keadaan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pendahuluan ini

guru juga dapat melakukan eksplorasi terhadap siswa untuk membaca sebuah artikel, atau untuk

melakukan kegiatan di luar kelas secara berkelompok. K egiatan membaca artikel atau atau

observasi di luar kelas bertujuan untuk mengkaitkan konsep-konsep yang akan dibahas di kelas

dengan keadaan nyata di lapangan. D engan mendiskusikan temuan mereka, dilanjutkan dengan

merencanakan tindakan selanjutnya, terjadilah kolaborasi dan koordinasi dalam kelompok.

Model rencana pembelajaran S E T S dimulai dengan: ( 1) pendahuluan dimulai dengan

apersepsi/ eksplorasi isu atau masalah yang berkembang di masyarakat terkait dengan materi

yang akan dibahas, (2) K egiatan utama/ inti, merupakan proses pembentukan konsep dapat

dilakukan melaui berbagai metode dan pendekatan. Misalnya metode eksperimen, diskusi

kelompok dan bermain peran, pendekatan keterampilan proses dan pendekatan S E T S , dan (3)

penutup terdiri dari aplikasi konsep dalam kehidupan sehari-hari, pemantapan materi dan

evaluasi hasil belajar meliputi aspek kognitif, asek afektif dan aspek psikomotorik.

S ebagai contoh dalam pembelajaran IPA di kelas IV S D tentang rangka pada manusia

dan fungsinya, mula-mula guru mengawali pembelajaran ( apersepsi) dengan mengangkat isu

yang berkembang di masyarakat, salah satunya adalah adanya gangguan tulang ( society). D engan

kemajuan teknologi saat ini penderita gangguan tulang dapat disembuhkan dengan obat yang

berkhasiat megatasi sakit tulang. Produk lain adalah sudah tersedia susu untuk mencegah tulang

keropos (technology). S elain itu, di lingkungan kita sebenarnya juga tersedia obat tradisional

yang dapat menyembuhkan penyakit tulang yaitu temulawak. Isu-isu yang dimunculkan pada

(10)

selanjutnya dikaitkan dengan komponen S E T S . K egiatan inti pada pembelajaran ini adalah

pengamatan rangka tubuh manusia yang tersusun oleh tulang-tulang. S iswa secara kelompok

melakukan pengamatan pada torso ( science). S elama pembelajaran berlangsung suasana

diaktifkan dengan tanya jawab antara guru dan siswa. S iswa juga diminta memberi

contoh-contoh keterkain materi pembelajaran dengan komponen S E T S .

Guru yang kreatif tidak akan menggunakan model-model mengajar tersebut di atas sebagai resep

mengajar yang merupakan harga mati, namun model-model tersebut digunakan sebagai stimulus

untuk menciptakan kreativitasnya sendiri. Guru dapat menggunakan perpaduan antara beberapa

model mengajar untuk menyusun desain intruksionalnya

D A F T A R PUS T A K A

B inadja, A . 1999. Hakikat dan T ujuan Pendidikan S E T S dalam K onteks K ehidupan dan

Pendidikan Y ang A da. S eminar L okakarya Nasional Pendidikan S E T S . UNNE S S emarang

Pusat K urikulum. 2007. Model K urikulum Pendidikan yang Menerapkan V isi S E T S (Sains, E nvironment, T echnology and S ociety). B alai Penelitian dan Pengembangan

D epartemen Pendidikan Nasional. J akarta.

Gambar

Gambar 1. Hubungan timbal balik unsur-unsur Pendidikan SETS

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu perlu kiranya mulai mentradisikan dan mengimplementasikan hal-hal yang diajarkan dan diterapkan sekolah ke dalam masyarakat, sehingga tujuan

Penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Trisnayanti (2009) terkait dengan pendekatan STML yang berjudul “Implementasi Sains Teknologi Masyarakat dan

• Sains dan tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan.. Ontologi:

Mata kuliah ini secara khusus menguraikan materi yang berkaitan dengan lingkungan keuangan internasional dan pasar valuta asing dan instrumen keuangan

SETS Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam kehidupan yang dikendalikan oleh teknologi serba digital, keterkaitan sains dan teknologi serta dampaknya pada

(3) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa

Kita masyarakat Muslim yang hidup pada era abad 20 ini dihadapkan dengan berbagai persoalan multidimensi, baik sains, teknologi dan modernisasi, Islam yang exclusive, pemahaman Islam

PKN adalah pelajaran yang mempelajari tentang pendidikan politik yang fokus materinya peranan warga negara dalam kehidupan bernegara yang kesemuanya itu diproses dalam rangka untuk