PEDOMAN
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN
DAN SERTIFIKASI PENDIDIK BAGI
PEDOMAN
Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
Bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Pengarah:
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Tim Penyusun:
1. Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan 2. Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
3. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata Sawangan
4. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian Cianjur 5. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik
Industri Bandung
6. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya Yogyakarta
7. Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika Malang
8. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan Listrik Medan
9. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi Gowa.
Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Copyright © 2016
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
KATA SAMBUTAN
Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2015-2019 menjabarkan bahwa sejalan dengan fokus pada daya saing regional, visi
Ke dik ud adalah ‘Ter e tuk ya I sa serta Ekosiste Pe didika da Ke udayaa
ya g Berkarakter de ga Berla daska Goto g Royo g . U tuk e apai isi terse ut,
misi Kemdikbud 2015-2019 dikemas dalam: Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan
Kebudayaan yang Kuat (M1); Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan (M2); Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu (M3); Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa (M4); dan Mewujudkan Penguatan Tata Kelola
serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi dan Pelibatan Publik (M5).
Dalam rangka meningkatkan daya saing regional dan melaksanakan Instruksi Presiden
Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya meningkatkan jumlah dan kompetensi guru SMK. Untuk itu, Ditjen
GTK telah melakukan analisis kebutuhan guru produktif SMK. Salah satu upaya pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK adalah dengan memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kompetensi keahlian baru. Penambahan
pembekalan pengetahuan dan keterampilan produktif baru yang dibutuhkan SMK diberikan kepada guru-guru normatif, adaptif, dan produktif dengan tingkat kejenuhan
sangat tinggi (jumlah lebih) melalui Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang mendukung
keterlaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) untuk pemenuhan kebutuhan guru produktif di SMK.
Jakarta, Oktober 2016
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
KATA PENGANTAR
Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen
GTK) yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan guru produktif di SMK. Guru adaptif, normatif, dan produktif di SMA dan SMK yang kelebihan guru diberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kompetensi keahlian baru melalui pendidikan dan
pelatihan di PPPPTK dan LPPPTK KPTK terkait sesuai bidang tugasnya.
Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi Ditjen GTK, Unit Pelaksana Teknis (UPT), Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan sekolah. Pedoman ini juga disiapkan untuk
memberikan informasi kepada individu yang ditugaskan membantu terlaksananya program ini, mencakup pembimbing/pendamping dan penyelenggara program. Semua instansi dan
individu yang terlibat dalam Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) ini diharapkan mampu melaksanakan tugas dan perannya dengan baik sebagaimana tertuang dalam pedoman ini. Kami sangat berharap dan
menghargai partisipasi semua pihak terkait dalam upaya peningkatan kualitas guru SMK di Indonesia yang akan bermuara pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di dalam kelas.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan pedoman ini, termasuk UPT di bawah Ditjen GTK yang telah mengirimkan
tenaga widyaiswara dan tenaga kependidikan lainnya untuk ikut menyumbangkan tenaga, waktu, dan pemikirannya.
Semoga pedoman ini bermanfaat demi terselenggaranya Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru SMK untuk mendukung revitalisasi pendidikan vokasi.
Terima kasih.
Jakarta, Oktober 2016
Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Anas M. Adam
DAFTAR ISI
BAB II PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA ... 4
I. Tim Pengembang, Narasumber Nasional, Instruktur, dan Guru Pendamping ... 11
J. Hak dan Kewajiban Peserta ... 12
K. Pendaftaran ... 13
BAB III PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA ... 14
A. Kurikulum dan Bahan Ajar ... 14
B. Tim Pengembang, Narasumber, Instruktur, dan Guru Pendamping ... 15
C. Mekanisme Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ... 16
D. Evaluasi ... 20
E. Keberhasilan Pelaksanaan Program ... 20
F. Tempat Kegiatan ... 21
G. Kepanitiaan Penyelenggara ... 21
H. Pembiayaan ... 21
B. Penetapan Program Prioritas ... 22
C. Pemetaan Wilayah Kerja LPTK, PPPPTK, dan DU/DI... 23
D. Penetapan Strategi Pelaksanaan ... 23
E. Rekrutmen ... 24
F. Pembekalan ... 24
G. Pelaksanaan Program ... 27
H. Standar Pelaksanaan ... 30
BAB V ORGANISASI PENYELENGGARAAN ... 38
A. Struktur Organisasi ... 38
B. Tugas dan Tanggungjawab Instansi Terkait ... 38
BAB VI EVALUASI DAN SERTIFIKAT ... 41
A. Evaluasi ... 41
B. Sertifikat ... 45
BAB VI PENUTUP ... 46
Lampiran 1. Tabel Jenis Guru Peminatan (Produktif/Paket Keahlian) Pilihan Program Keahlian Ganda ... 48
Lampiran 2. Jumlah Kebutuhan Guru Produktif di SMK ... 50
Lampiran 3. Jumlah Kekurangan Guru Produktif dan Peserta Program Keahlian Ganda per Paket Keahlian ... 51
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Daftar Paket Keahlian Sasaran Program Keahlian Ganda ... 7
Tabel 2. 2 Aktivitas Kegiatan pada Program Keahlian Ganda ... 10
Tabel 2. 3 Jenis dan Kriteria Fasilitator ... 12
Tabel 3. 1 Variabel dan Subvariabel Keberhasilan Pelaksanaan Program ... 20
Tabel 4. 1 Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Guru Produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda ... 23
Tabel 4. 2 Strategi Pembekalan dalam Program Keahlian Ganda ... 25
Tabel 4. 3 Struktur Program Pembekalan Narasumber ... 26
Tabel 4. 4 Struktur Program Pembekalan Guru Pendamping dan Guru Peserta Program Keahlian Ganda ... 27
Tabel 4. 5 Struktur Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA ... 33
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Desain Program Keahlian Ganda untuk memenuhi Guru Produktif di SMK .... 9
Gambar 3. 1 Proses Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ... 17
Gambar 3. 2 Proses Rekrutmen Calon Peserta Program Keahlian Ganda ... 18
Gambar 4. 1 Alur Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ... 24
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia, permintaan tenaga terampil lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi semakin meningkat. Oleh
karena itu, SMK perlu membekali peserta didiknya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Ditetapkannya Peraturan
Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia makin menegaskan bahwa SMK harus semakin lebih mendekatkan diri dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan menyelenggarakan program keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri agar penyelenggaraan pendidikan di SMK menjadi efektif. Kondisi ini diikuti oleh perubahan kebutuhan tenaga
guru, khususnya guru produktif di SMK. Dari hasil analisis kebutuhan guru oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan diperoleh data bahwa beberapa program keahlian di SMK mengalami kekurangan guru produktif sementara pada program keahlian/peminatan lainnya atau mata pelajaran lainnya jumlah guru melebihi jumlah yang dibutuhkan. Hasil
analisis perhitungan kebutuhan guru SMK menunjukkan bahwa pada tahun 2016 diperlukan 335.821 guru produktif. Saat ini guru produktif di SMK berjumlah 100.552 yang terdiri dari adalah 40.098 orang guru berstatus PNS dan 60.482 orang guru bukan
PNS, sehingga terjadi kekurangan guru produktif di SMK sejumlah 235.269. Kekurangan ini tersebar pada semua kompetensi keahlian.
Salah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan
kualitas pendidikan vokasi serta pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Melalui Inpres ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diinstruksikan
untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di SMK.
Program Revitalisasi Pendidikan Vokasi merupakan amanah NAWACITA dan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dalam rangka pemenuhan 58 Juta Tenaga Kerja Terampil Sampai 2030. Melalui NAWACITA tersebut bangsa Indonesia memiliki cita-cita
Menindaklanjuti Inpres tersebut dan dalam rangka penataan dan pemenuhan guru
produktif di SMK, pada tahun 2016 Ditjen GTK akan melaksanakan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA yang selanjutnya disebut dengan Program Keahlian GandaGuru. Program Keahlian GandaGuru diharapkan dapat
memenuhi kekurangan guru produktif di SMK. Pedoman ini disusun agar Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan prosedur.
B. Dasar Hukum
Landasan penyelenggaraan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi
Guru SMK/SMA adalah:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4586);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 4941);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2013 Nomor 71);
7. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah
Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia;
8. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan;
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi;
12. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013
C. Tujuan
Pedoman ini disusun sebagai acuan kerja bagi semua unit kerja/instansi yang terkait dengan kebijakan pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda.
D. Sasaran
Pedoman ini disusun untuk digunakan oleh instansi pembina dan/atau pelaksana Program Keahlian Ganda, yaitu:
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;
2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 3. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kelautan dan Perikanan, Teknologi dan Komunikasi; 4. Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI)
5. Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota; 6. Satuan Pendidikan; dan
7. Guru dan/atau Tenaga Kependidikan;
E. Ruang Lingkup
Pedoman ini menyajikan informasi yang berkaitan dengan tujuan, sasaran, ruang
BAB II
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA
A. Pengertian
Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah
Menengah Kejuruan, Ditjen GTK melaksanakan Program Keahlian Ganda untuk guru SMK/SMA. Program Keahlian Ganda yang dimaksud adalah program pemberian tambahan kewenangan mengajar bagi guru SMK/SMA yang mengajar mata pelajaran
tertentu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK pada kompetensi keahlian tertentu yang berbeda dengan kompetensi keahlian sebelumnya dan relevan dengan
latar belakang pendidikannya.
Pemberian kewenangan mengajar pada paket keahlian yang baru bagi guru SMK/SMA dilakukan setelah guru mengikuti tahapan proses pendidikan dan pelatihan (diklat)
elalui pola ON-1 IN-1 ON-2 dan IN- dan diakhiri dengan sertifikasi keahlian di
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memperoleh sertifikat keahlian dan sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di LPTK untuk memperoleh sertifikat
pendidik.
B. Dasar Pemikiran
Pentingnya Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA didasarkan pada hal-hal
berikut.
1. Hasil analisis data guru di SMK menunjukkan bahwa terdapat banyak kekurangan guru produktif pada kompetensi keahlian tertentu, sedangkan sebagian kompetensi
keahlian yang lain menunjukkan kelebihan. Sementara itu terdapat kelebihan guru pada mata pelajaran adaptif dan normatif di SMA dan SMK.
2. Guru profesional wajib memiliki sertifikat pendidik dan mengajar mata pelajaran
sesuai sertifikat pendidik minimal 24 jam tatap muka per minggu.
3. Program studi di LPTK yang ada sekarang ini belum dapat memenuhi kebutuhan guru produktif yang dibutuhkan di SMK secara cepat, baik dari sisi jumlah maupun
keragaman kompetensi keahlian (9 Bidang Keahlian, 46 Program Keahlian, 128 Paket Keahlian, sesuai dengan Surat Keputusan Ditjen Pendidikan Menengah
Nomor 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan).
4. Diperlukan jumlah lulusan SMK yang berkualitas memiliki keterampilan dan
C. Tujuan
1. Membekali calon guru sasaran Program Keahlian Ganda dengan kompetensi keahlian produktif sehingga mampu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK. 2. Memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK khususnya untuk bidang
maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa.
3. Memberdayakan dan menata guru yang berlebih agar merata sesuai kebutuhan.
D. Manfaat
1. Guru memperoleh sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian pada kompetensi
keahlian produktif.
2. Proses pembelajaran di SMK diharapkan dapat lebih optimal.
3. Lulusan SMK mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang keahlian sehingga mampu bersaing di dunia kerja terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
E. Prinsip
Program Keahlian Ganda bagi Guru SMK/SMA menjadi guru produktif SMK dilakukan
dengan memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.
1. Efektif dan Efisien
Dalam jangka pendek Program Keahlian Ganda ini efektif dan efisien untuk mengatasi kekurangan guru produktif SMK. Peningkatan kompetensi guru yang dilakukan secara intensif dengan pola On- dan In-Service Training disertai magang
dan diakhiri dengan sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian akan menghasilkan guru yang memiliki kompetensi pada paket keahlian tertentu. Melalui strategi ini, guru produktif tertentu yang dibutuhkan akan terpenuhi dalam waktu yang lebih
cepat.
2. Kolaboratif (Resource Sharing)
Sesuai dengan amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia, pelaksanaan Program Keahlian Ganda perlu kerja sama
antara lembaga pemerintah dan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Peningkatan kompetensi guru sasaran yang dilakukan melalui pola On- dan In-Service Training serta magang melibatkan fasilitator yang berasal dari PPPPTK,
keterlibatan semua pihak dalam Program Keahlian Ganda ini diharapkan dapat
dihasilkan guru produktif SMK yang profesional dan memiliki kompetensi keahlian yang dibutuhkan.
3. Pemberdayaan SDM
Program ini mengoptimalkan tugas dan fungsi guru melalui pemberdayaan guru normatif, adaptif dan produktif di SMK, dan guru mata pelajaran tertentu di SMA yang belum memenuhi kewajiban minimum 24 jam tatap muka per minggu. Tidak
terpenuhinya jumlah jam tatap muka minimum bagi guru-guru tersebut dapat disebabkan hal-hal berikut.
a. Guru mata pelajaran IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI di SMK tidak memiliki
jam mengajar akibat implementasi Kurikulum 2013.
b. Guru produktif tertentu jumlahnya berlebih karena perubahan spektrum atau
penutupan paket keahlian tertentu.
c. Penempatan guru yang tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah.
4. Berorientasi pada Kualitas
Pemberian kewenangan mengajar guru melalui Program Keahlian Ganda tetap mempertimbangkan kualitas guru yang dihasilkan, yaitu guru yang memiliki kompetensi sebagai guru produktif yang dibutuhkan. Guru dapat menetapkan
paket keahlian sebagai tambahan kewenangan mengajarnya dengan beberapa alternatif pilihan sesuai latar belakang pendidikannya. Contoh pemilihan paket
keahlian produktif adalah sebagai berikut.
a. Guru mata pelajaran adaptif dan normatif SMA dan SMK menjadi guru produktif SMK yang relevan, misalnya:
1) Guru mata pelajaran Kewirausahaan menjadi guru paket keahlian Pemasaran pada Program Keahlian Tata Niaga.
2) Guru mata pelajaran Fisika menjadi guru pada paket keahlian Teknik Audio
Video pada program keahlian Teknik Elektronika.
b. Guru produktif menjadi guru produktif pada pada paket keahlian lain dalam
program keahlian yang berbeda tetapi dalam bidang keahlian yang sama tetapi masih relevan. Hal ini berdasarkan Kompetensi Kejuruan yang memiliki banyak kesamaan (berdasarkan SK-KD/SKKNI), misalnya:
1) Guru paket keahlian Teknik Otomasi Industri pada program keahlian Teknik Ketenagalistrikan ke paket keahlian Teknik Elektronika Industri pada program keahlian Teknik Elektronika.
menjadi guru paket keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar pada program
keahlian Agribisnis Perikanan.
5. Tidak memaksa
Guru yang teridentifikasi sebagai guru mata pelajaran dengan kategori berlebih
memiliki kebebasan untuk tidak mengikuti Program Keahlian Ganda. Oleh karena itu, pada saat pendaftaran guru calon peserta harus mengisi kolom kesediaan mengikuti Program Keahlian Ganda.
6. Sesuai Minat dan Bakat.
Peserta Program Keahlian Ganda diberi kebebasan untuk memilih paket keahlian baru sesuai dengan minat dan bakatnya. Sebelum mengikuti Program Keahlian
Ganda, guru calon peserta harus mengikuti pengenalan kompetensi guru produktif untuk memastikan bahwa calon guru tersebut berminat atau tidak. Khusus untuk
paket keahlian seni dan budaya tertentu dilakukan tes bakat.
F. Sasaran
Sasaran total jumlah guru yang akan mengikuti Program Keahlian Ganda adalah 30.000 guru yang dibagi ke dalam 2 (dua) tahapan pelaksanaan, tahun 2016 sejumlah 15.000 orang dan 2017 sejumlah 15.000 orang.
Sasaran paket keahlian yang menjadi tujuan Program Keahlian Ganda adalah 51 paket keahlian yang dikelompokkan ke dalam bidang maritim/kelautan, pertanian, ekonomi
kreatif, dan pariwisata, serta teknologi dan rekayasa, sebagaimana tabel 2.1 berikut.
Tabel 2. 1Daftar Paket Keahlian Sasaran Program Keahlian Ganda
No Kelompok Keahlian
Paket Keahlian
1 Maritim/kelautan 1. Agribisnis Perikanan 2. Budidaya Rumput Laut 3. Nautika Kapal Niaga
4. Nautika Kapal Penangkap Ikan 5. Teknika Kapal Niaga
6. Teknika Kapal Penangkap Ikan 2 Pertanian 7. Agribisnis Aneka Ternak
8. Agribisnis Perbenihan dan Kultur Jaringan Tanaman 9. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 10. Agribisnis Tanaman Perkebunan
No Kelompok Keahlian
Paket Keahlian
15. Kesehatan Hewan 16. Mekanisasi Pertanian
17. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 18. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 3 Ekonomi Kreatif 19. Animasi
20. Desain dan Produksi Kriya Kayu 21. Desain dan Produksi Kriya Keramik 22. Desain dan Produksi Kriya Kulit 23. Desain dan Produksi Kriya Logam 24. Desain dan Produksi Kriya Tekstil 25. Desain Komunikasi Visual
26. Multimedia 27. Seni Karawitan 28. Seni Musik Klasik 29. Seni Musik Non Klasik 30. Seni Tari
31. Teknik Produksi & Penyiaran Program Radio & Pertelevisian
4 Pariwisata 32. Akomodasi Perhotelan 33. Jasa Boga 40. Teknik Instalasi Tenaga Listrik 41. Teknik Kendaraan Ringan 42. Teknik Komputer Jaringan 43. Teknik Mekatronika 44. Teknik Otomasi Industri 45. Teknik Ototronik
46. Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri 47. Teknik Pemesinan
48. Teknik Pendinginan dan Tata Udara 49. Teknik Pengelasan
50. Teknik Perbaikan Bodi 51. Teknik Sepeda Motor
G. Desain Program
Program Keahlian Ganda merupakan program yang dirancang untuk memenuhi kekurangan guru produktif di SMK. Pemberian kewenangan mengajar guru yang
tertentu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknis, persyaratan, dan
faktor-faktor lain yang relevan. Untuk memenuhi persyaratan profesional sebagai guru yang mengampu suatu mata pelajaran atau kompetensi keahlian tertentu maka sebelum menjalankan tugasnya yang baru, guru tersebut harus mengikuti tahapan
pelatihan dengan pola On-In-On-In Service Training yang sesuai dengan paket keahlian baru yang akan diampunya, sertifikasi keahlian, dan sertifikasi pendidik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan desain Program Keahlian
Ganda adalah sebagai berikut.
1. Waktu 2. Biaya
3. Sarana dan prasana 4. Potensi sumber daya
5. Kualitas kompetensi
Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut, maka desain pelaksanaan Program Keahlian Ganda dilaksanakan selama 12 bulan melalui beberapa tahapan yaitu: 1) belajar
mandiri terbimbing yang dilaksanakan di SMK sekolah tempat guru mengajar(On-Service Training), 2) pendidikan dan pelatihan (In-Service Training), 3) magang kerja di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), dan 4) diakhiri dengan sertifikasi keahlian di LSP dan sertifikasi
guru dalam jabatan melalui PLPG . Desain Program Keahlian Ganda dengan menggunakan sistem berlapis (sandwich system) On-In-On-In service training digambarkan sebagai
berikut:
Dari gambar di atas terdapat 4 (empat) tahapan kegiatan utama yang harus diikuti peserta
Program Keahlian Ganda dalam satu siklus diklat dengan pola berjenjang On-In-On-In sebelum guru sasaran mengikuti magang, sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian.
Secara detail setiap tahapan proses Program Keahlian Ganda dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 2. 2 Aktivitas Kegiatan pada Program Keahlian Ganda
Proses Durasi, JP,
modul Aktivitas Tugas Evaluasi
On-1 - 3 bulan - 350 JP - 3 Modul
- Dilaksanakan dengan moda dalam jaringan (daring) - Belajar mandiri terbimbing di
sekolah asal atau di sekolah tempat magang
- Dibimbing dan dinilai oleh guru pendamping
- Dilaksanakan dengan moda tatap muka
- Mengikuti pelatihan pendalaman materi produktif (teori dan praktik) 4 modul
- Refleksi dan pendalaman 3 modul ON-1
- Mengajar materi produktif di sekolah asal/sekolah tempat magang
- Praktik kerja industri
- Belajar mandiri terbimbing (teori dan praktik) bersama guru
- Dilaksanakan dengan moda tatap muka - Refleksi dan pendalaman 1
modul ON-2
- Penguatan kompetensi keahlian
- Membuat rencana
H. Peserta
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru yang akan mengikuti Program Keahlian Ganda adalah sebagai berikut.
1. Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-4
2. Usia maksimal antara 45 sd 55 tahun sesuai dengan karakteristik kompetensi keahlian (lampiran 1).
3. Guru dengan kondisi sebagai berikut:
a. guru mengampu mata pelajaran adaptif di SMK yang tidak tercantum dalam kurikulum 2013, yaitu guru mata pelajaran IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI; b. guru mengampu mata pelajaran normatif di SMK yang berlebih yaitu guru
Matematika, PPKn, Penjas, dan Seni Budaya;
c. guru SMA yang berlebih yaitu PPKn, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi,
Antropologi, dan TIK.
d. guru produktif SMK lebih yang berlebih (yang kekurangan jam mengajar) sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya.
e. guru produktif SMK yang paket/program keahlian yang diampunya tidak diselenggarakan lagi di sekolahnya.
4. Mempunyai minat terhadap salah satu kompetensi pada program keahlian tertentu
tertentu, pada kelompok kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif, serta teknologi dan rekayasa.
5. Lulus tes bakat, khusus untuk pilihan minat pada paket keahlian seni/budaya dan industri kreatif.
I. Tim Pengembang, Narasumber Nasional, Instruktur, dan Guru Pendamping
1. Ti pe ge a g adalah Peja at “truktural PPPPTK da LPPPTK KPTK serta
idyais ara ya g terli at dala pe yusu a pedo a , juk is, da aha pelatiha Progra Keahlia Ga da.
2. Narasumber adalah widyaiswara dan atau guru ya g e e uhi kriteria da lulus
dala progra pe ekala arasu er da dapat erpera se agai ara su er pada pe ekala peserta da guru pe da pi g da se agai i struktur pada Kegiata IN- da IN- sesuai ke utuha .
3. I struktur adalah idyais ara da atau guru ya g e e uhi kriteria se agai
I struktur da dapat erpera se agai I struktur pada Diklat Keahlia Ga da pada saat pelaksa aa IN- da IN- .
4. Guru pe da pi g adalah guru ya g e ga pu ata pelajara produktif di “MK
Guru pe da pi g erpera se agai pe da pi g guru peserta Progra Keahlia Ga da sesuai de ga Ko pete si Keahlia ya pada saat guru peserta Progra Keahlia Ga da elaksa aka progra pe ge ala ko pete si produktif da progra pe guata pe gala a lapa ga ON- da ON- .
Tabel 2. 3 Jenis dan Kriteria Fasilitator
No Jenis Fasilitator Kriteria
1. Tim Pengembang - Pejabat Struktural PPPPTK dan LPPPTK KPTK
- Widyaiswara yang memiliki bidang keahlian relevan
- Terlibat dalam penyusunan pedoman, juknis, dan bahan pelatihan Program Keahlian Ganda.
2. Narasumber - Widyaiswara yang memiliki bidang keahlian relevan
- Guru yang memiliki bidang keahlian relevan dengan Skor UKG lebih besar atau sama dengan 80
- Lulus Pembekalan sebagai Narasumber
3. Instruktur - Widyaiswara yang memiliki bidang keahlian relevan
- Guru yang memiliki bidang keahlian relevan dengan Skor UKG lebih besar atau sama dengan 80
- Lulus pelatihan sebagai Instruktur
4. Guru Pendamping - Guru yang memiliki bidang keahlian relevan
- Diutamakan guru yang memiliki skor UKG lebih besar atau sama dengan 70
- Lulus pembekalan sebagai Guru Pendamping
J. Hak dan Kewajiban Peserta
1. Hak
a. Selama mengikuti Program Keahlian Ganda, peserta tetap berhak memperoleh tunjangan profesi pendidik (bagi yang memiliki sertifikat pendidik).
b. Peserta berhak mengikuti diklat dan memperoleh pengalaman praktik kerja
dari instruktur yang kompeten di bidangnya.
c. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memenuhi standar minimal kompetensi yang telah ditentukan, peserta berhak memperoleh STTPL,
sertifikat keahlian dan sertifikat pendidik sesuai kompetensi keahlian yang diikuti.
2. Kewajiban
a. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Program Keahlian Ganda. b. Peserta wajib memenuhi standar minimal kompetensi yang ditentukan pada
K. Pendaftaran
1. Guru calon peserta Program Keahlian Ganda melakukan pendaftaran melalui laman
http://keahlianganda.id.
2. Klik menu daftar pada kanan atas dari laman tersebut.
3. Masukkan kode registrasi pada kotak isia , ta dai pada kotak saya uka ro ot , kemudian klik tombol daftar.
4. Pada laman registrasi, masukkan alamat email dan password, kemudian klik tombol
daftar.
5. Baca petunjuk pendaftaran pada laman registrasi, untuk melakukan langkah berikutnya.
Informasi lebih lanjut terkait Program Keahlian Ganda dapat dilihat dalam laman:
BAB III
PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA
A. Kurikulum dan Bahan Ajar
Pembelajaran pada Program Keahlian Ganda ini akan dilakukan dengan 2 (dua) moda
yaitu moda tatap muka dan daring. Moda tatap muka moda daring dapat dilakukan untuk semua jenis kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang
pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik kompetensi paket keahlian yang dipelajari. Untuk Program Keahlian Ganda bagi guru adaptif menjadi guru produktif ini, guru dibekali untuk menguasai keterampilan yang sesuai dengan paket keahlian. Oleh
karena itu, proses pembelajaran pada program ini lebih ditekankan pada penguasaan keterampilan melalui praktik di bengkel. Salah satu penentu keberhasilan pembelajaran ini adalah perencanaan dan persiapan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
Adapun perencanaan materi dimaksud adalah tersedianya kurikulum dan bahan ajar.
1. Kurikulum
Kurikulum dalam Program Keahlian Ganda dirancang berdasarkan 10 kelompok kompetensi yang dikembangkan dari standar kompetensi guru. Dokumen kurikulum yang perlu dipersiapkan antara lain adalah struktur program, silabus, dan satuan
acara pembelajaran.
a. Struktur Program
Struktur program yang digunakan pada pembelajaran dirancang sesuai dengan
kurikulum Program Keahlian Ganda yang diselenggarakan.
b. Silabus
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, pokok-pokok isi/materi
pembelajaran mata pelajaran tertentu yang mencakup deskripsi singkat, kompetensi/sub kompetensi, indikator, pengalaman belajar, evaluasi, alokasi
waktu, bahan/alat, dan sumber belajar.
c. Satuan Acara Pembelajaran
Satuan acara pembelajaran merupakan panduan atau skenario pembelajaran
dalam satu satuan materi yang harus dibuat oleh widyaiswara untuk setiap pembelajaran tatap muka. Satuan acara pembelajaran memuat langkah-langkah
atau aktivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
2. Bahan Ajar
adalah modul yang sudah terdigitalisasi dalam sistem belajar mandiri melalui daring
dan modul cetak. Bahan ajar pada proses ON-1 dan ON-2 yang dilakukan dengan moda daring menggunakan modul, lembar kerja dan lembar informasi yang disusun dan disajikan secara digital, sedangkan bahan ajar pada proses IN-1 dan IN-2 yang
dilakukan dengan moda tatap muka menggunakan modul cetak.
Bahan ajar untuk moda daring harus dirancang secara interaktif, sebagian atau keseluruhan, sesuai dengan karakteristik modul. Format bahan ajar digital yang
dimaksud antara lain:
a. Teks, seperti dokumen dalam format: doc, pdf, html, dll. b. Audio, misalnya: radio, kaset, CD audio, audio streaming, dll.
c. Visual, misalnya: foto, gambar, model, chart, dll.
d. Audio Visual, misalnya: video/film, VCD/DVD, video streaming, dll.
e. Multimedia, yaitu kombinasi dari teks, audio, visual dan audio visual, seperti: CD interaktif, film, animasi, presentasi, dll.
B. Tim Pengembang, Narasumber, Instruktur, dan Guru Pendamping
Tugas Tim Pengembang, narasumber, instruktur, dan guru pendamping adalah sebagai berikut.
1. Tim Pengembang
a. Mengembangkan program, strategi pelaksanaan, struktur program, perangkat diklat, dan bahan evaluasi.
b. Menyiapkan instrumen dan format-format yang digunakan dalam proses pembelajaran. c. Menyiapkan bahan pembekalan untuk narasumber, guru pendamping, dan peserta
Program Keahlian Ganda.
d. Memberikan pembekalan kepada narasumber, guru pendamping, dan peserta Program Keahlian Ganda.
e. Menyiapkan soal tes awal dan tes akhir untuk pembekalan narasumber, guru pendamping, instruktur, dan peserta Program Keahlian Ganda.
f. Menyiapkan materi dan perangkat kerja untuk pembekalan instruktur sesuai paket keahlian yang akan dilatihkan.
g. Melaksanakan pelatihan instruktur sesuai paket keahliannya.
2. Narasumber
a. Mempersiapkan dan mempelajari perangkat Program Keahlian Ganda. b. Memfasilitasi pembelajaran pada pembekalan instruktur.
c. Memberikan pelatihan kepada instruktur Program Keahlian Ganda sesuai
dengan paket keahliannya.
e. Menyampaikan dan melaporkan hasil evaluasi peserta pembekalan guru
pendamping, instruktur, dan peserta Program Keahlian Ganda kepada institusi pelaksana.
3. Instruktur
a. Mempersiapkan dan mempelajari perangkat modul program keahlian ganda. b. Membelajarkan, melatih, membimbing, dan mengevaluasi Program Keahlian
Ganda sesuai paket keahliannya.
c. Membimbing peserta dalam melaksanakan praktik kerja di bengkel sesuai dengan paket keahliannya.
d. Mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar peserta Program
Keahlian Ganda.
e. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil evaluasi dan ketercapaian belajar
peserta Program Keahlian Ganda.
4. Guru Pendamping
a. Mendampingi peserta Program Keahlian Ganda dalam mempelajari modul pada
saat proses ON-1 dan On-2.
b. Memberikan penilaian terhadap tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh guru selama proses ON-1 dan ON-2.
c. Memberikan semangat dan mengingatkan peserta menyelesaikan tugas secara daring.
d. Memberi umpan balik terhadap tugas yang diungah peserta.
C. Mekanisme Pelaksanaan Program Keahlian Ganda
Penyiapan pelaksanaan Program Keahlian Ganda dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan yang terkait satu dengan lainnya. Tahapan tersebut meliputi: 1) penyusunan perangkat Program Keahlian Ganda, 2) rekrutmen calon peserta, 3) pembekalan kepada
narasumber, guru pendamping, instruktur, dan peserta, 4) pelaksanaan program keahlian ganda. Mekanisme kerja pelaksanaan Program Keahlian Ganda digambarkan
Gambar 3. 1Proses Pelaksanaan Program Keahlian Ganda
1. Penyusunan Perangkat Program Keahlian Ganda
Perangkat kerja yang diperlukan untuk melaksanakan Program Keahlian Ganda
sebagai berikut.
a. Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
b. Petunjuk Teknis Pe ge ala Ko pete si guru Produktif ON- da
Pe guata Pe gala a Lapa ga
ON-c. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi/In ser ice Training IN
da Peningkatan Kompetensi dan Penajaman Kompetensi Produktif serta
Uji Kompetensi Keahlian/In ser ice Training IN
-d. Kurikulum Program Keahlian Ganda per Paket Keahlian e. Perangkat Pembelajaran per Paket Keahlian
f. Modul Pembelajaran per Paket Keahlian
2. Rekrutmen Calon Peserta
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru SMA dan SMK diketahui terdapat kelebihan guru pada beberapa mata pelajaran umum di SMA dan mata pelajaran normatif dan adaptif di SMK. Sementara banyak kekurangan guru produktif di SMK
pada beberapa paket keahlian. Oleh karena itu, kekurangan guru produktif tersebut dipenuhi dari guru yang berlebih melalui pelatihan penambahan kewenangan mengajar guru adaptif ke produktif.
Rekrutmen calon peserta Program Keahlian Ganda ini dengan mengundang guru-guru yang berlebih tersebut untuk mendaftar sebagai calon peserta Program Keahlian Ganda. Pengumuman dan pendaftaran melalui laman yang telah
seleksi calon peserta dengan mempertimbangkan jumlah kekurangan guru per
paket keahlian pada masing-masing kabupaten/kota.
Gambar 3. 2Proses Rekrutmen Calon Peserta Program Keahlian Ganda
Keterangan:
a. Penetapan calon peserta Program Keahlian Ganda
b. Pengumuman melalui sosialisasi dan laman c. Pendaftaran oleh guru melalui laman
d. Seleksi calon peserta Program Keahlian Ganda e. Penetapan peserta Program Keahlian Ganda
3. Pembekalan Kepada Narasumber, Guru Pendamping, Instruktur, dan Peserta
Sebelum Program Keahlian Ganda dilaksanakan, perlu diberikan pembekalan kepada calon peserta dan calon guru pendamping yang akan dilaksanakan oleh para
nara sumber yang disiapkan. Demikian juga narasumber yang akan memberikan pembekalan perlu disamakan persepsi dan pemahamannya tentang Program Keahlian Ganda dan kegiatan apa saja yang harus diikuti oleh peserta dan guru
pendamping selama proses diklat Program Keahlian Gandaberlangsung.
Pembekalan kepada narasumber, calon guru pendamping, dan calon peserta
bersifat umum, bukan substantif berdasarkan paket keahlian yang dipilih. Materi pembekalan berisi tujuan, manfaat, tatacara pelaksanaan, tugas yang harus dikerjakan dan dilaporkan, manajemen data diklat, serta hak dan kewajiban
peserta.
Di samping itu, akan dilakukan juga pembekalan kepada calon instruktur yang akan menjadi fasilitator di dalam proses IN-1 dan IN-2. Pembekalan instruktur bersifat
substantif, yaitu sesuai dengan paket-paket keahlian yang dipilih untuk Program Keahlian Ganda bagi guru produktif.
4. Pelaksanaan Program Keahlian Ganda
Program Keahlian Ganda bagi guru produktif dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap: (1) ON-1: program pengenalan kompetensi guru produktif; (2) IN-1: program peningkatan kompetensi; (3) ON-2: program penguatan pengalaman lapangan; dan
(4) IN-2: program peningkatan kompetensi dan penajaman kompetensi produktif serta uji kompetensi keahlian.
Pada tahap pertama, ON-1, program dilaksanakan selama 3 bulan (12 minggu) di
sekolah tempat magang, yaitu SMK yang menyelenggarakan kelas sesuai dengan paket keahlian yang menjadi sasaran peserta Program Keahlian Ganda yang memenuhi kriteria SMK magang. Pada tahap ini peserta mempelajari 3 modul Guru
Pembelajar secara mandiri dengan moda daring didampingi oleh guru pendamping. Apabila memenuhi persyaratan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap
beikutnya.
Pada tahap kedua, IN-1, program dilaksanakan selama 2 bulan (8 minggu) di tempat penyelenggaraan Program Keahlian Ganda, yaitu PPPPTK atau LPPPTK KPTK, atau
tempat lain yang ditentukan oleh PPPPTK atau LPPPTK KPTK. Pada tahap ini peserta mempelajari 4 modul guru pembelajar dengan moda tatap muka. Apabila memenuhi persyaratan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap beikutnya.
Pada tahap ketiga, ON-2, program kembali dilaksanakan di sekolah tempat magang selama 3 bulan (12 minggu), dengan kegiatan utama praktik mengajar dan
mempelajari 2 modul guru pembelajar. Kegiatan lainnya adalah praktik kerja di industri yang sesuai dengan kompetensi yang dipelajari. Apabila memenuhi persyaratan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap beikutnya.
Pada tahap keempat, yaitu IN-2, program dilaksanakan kembali di tempat penyelenggaraan Program Keahlian Ganda selama 1 bulan (4 minggu), yaitu PPPPTK atau LPPPTK KPTK, atau tempat lain yang ditentukan oleh PPPPTK atau LPPPTK
KPTK. Pada tahap ini peserta mempelajari 1 modul guru pembelajar dengan moda tatap muka dan mengikuti persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi keahlian
untuk memperoleh setifikat keahlian dari LSP.
Setelah berakhirnya tahap keempat, peserta diwajibkan untuk kembali magang industri selama 2 bulan dan mengikuti program pendidikan dan pelatihan profesi
D. Evaluasi
Evaluasi dimaksudkan untuk memantau proses pelaksanaan pembelajaran dan ketercapaian kompetensi sesuai dengan karakteristik paket keahlian. Evaluasi terhadap proses pembelajaran meliputi evaluasi terhadap peserta, evaluasi fasilitator, dan
evaluasi penyelenggaraan keseluruhan aktifitas pada Program Keahlian Ganda. Evaluasi terhadap ketercapaian kompetensi keahlian melalui uji keterampilan, uji kinerja mengajar, dan tes akhir modul.
E. Keberhasilan Pelaksanaan Program
Keberhasilan pelaksanaan Program Keahlian Ganda ditentukan oleh 5 (lima) variabel,
yaitu: 1) fasilitator yaitu narasumber, instruktur, guru pendamping, 2) materi, 3) peserta, 4) strategi, dan 5) anggaran. Kelima variabel tersebut harus dipersiapkan
dengan baik agar dapat terwujud pelaksanaan program yang diinginkan. Secara rinci variabel dan subvariabel program sebagaimana dimuat pada tabel berikut.
Tabel 3. 1Variabel dan Subvariabel Keberhasilan Pelaksanaan Program
No Variabel Sub Variabel
1 Fasilitator - Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan
- Jumlah memenuhi kebutuhan (2 orang per kelas).
- Mencapai kepuasan peserta minimal 85 2 Bahan - Ketersediaan Modul sesuai jumlah peserta
- Kesiapan modul sebelum kegiatan.
- Kelengkapan perangkat pembelajaran.
- Kemudahan memahami isi modul
3 Peserta - Kesesuaian latar belakang pendidikan dengan kompetensi keahlian yang menjadi sasaran Program Keahlian Ganda
- Kesesuaian waktu pemanggilan peserta. 4 Strategi Pelaksanaan - Kesesuaian penggunaan pendekatan dan
metode dengan karakteristik kompetensi
keahlian.
- Kesesuaian pengaturan jadwal.
- Kesesuaian pelaksanaan evaluasi.
- Ketersediaan laporan penyelenggaraan 5 Anggaran - Ketersediaan anggaran sesuai kebutuhan
F. Tempat Kegiatan
Program Keahlian Ganda dilaksanakan dilembaga pendidikan dan pelatihan yang memiliki alat dan bahan yang mendukung pemahaman dan penajaman kompetensi, baik untuk pelaksanaan proses ON dan IN. Lembaga tersebut antara lain sebagai berikut.
1. PPPPTK, LPPPTK KPTK, LPMP 2. SMK
3. BLK
4. Lembaga diklat lain
Untuk kegiatan pembekalan narasumber, guru pendamping, dan peserta dapat dilaksanakan di hotel atau tempat lain yang ditetapkan.
G. Kepanitiaan Penyelenggara
Pelaksanaan Program Keahlian Ganda melibatkan beberapa komponen kepanitiaan yaitu: 1) Penanggungjawab Bidang Akademik (PJBA), 2)Tim Teknis, dan 3) Panitia Kelas.
1. Penanggungjawab Bidang Akademik (PJBA)
PJBA bertanggungjawab terhadap ketepatan penyampaian materi ditinjau dari pendekatan andragogi, substansi materi, alokasi waktu, penggunaan metode, keaktifan peserta, dan respon selama kegiatan berlangsung. Jumlah PJBA perlokasi
adalah 1(satu) orang berasal dari PPPPTK /LPPPTK KPTK.
2. Tim Teknis
Tim Teknis bertanggungjawab terhadap keterlaksanaan penyelenggaraan ditinjau dari ketersediaan alat dan bahan, keuangan, koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten, penyiapan tes. Jumlah Tim Teknis adalah 1 (satu) orang per lokasi
kegiatan yang berasal dari PPPPTK /LPPPTK KPTK.
3. Panitia Kelas
Untuk melayani administrasi peserta selama pelaksanaan kegiatan berlangsung,
ditugaskan 2 (dua) orang panitia per kelas. Panitia tersebut dapat berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau sekolah. Persyaratan utama
panitia kelas adalah mampu mengoperasikan komputer khususnya program excel dan aplikasi sistem informasi manajemen moda tatap muka.
H. Pembiayaan
BAB IV
STRATEGI PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA
A. Pemetaan Guru SMK
Kebutuhan guru produktif SMK sejatinya harus dilakukan melalui analisis kebutuhan dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Disdik dan BKD), BKN Regional, DU/DI, LPTK,
dan PPPPTK. Output dari analisis kebutuhan guru produktif adalah peta guru produktif berbasis wilayah, per sekolah, per wilayah, per individu guru, jenis kelamin, per mata pelajaran. Pada tahun 2016 analisis kebutuhan guru produktif SMK telah dilakukan oleh
Ditjen GTK berbasis data guru dalam Dapodik dengan menggunakan variabel analisis kurikulum 2013 dan rencana pengembangan peserta didik.
Hasil analisis kebutuhan guru untuk setiap mata pelajaran di semua jenjang pendidikan
diperoleh data bahwa secara keseluruhan terjadi kelebihan guru adaptif dan normatif. Tahapan berikutnya dilakukan identifikasi guru-guru tersebut per mata pelajaran dan
wilayah untuk dicalonkan sebagai guru produktif melalui Program Keahlian Ganda.
B. Penetapan Program Prioritas
Berdasarkan hasil analisis data guru produktif di SMK, disimpulkan bahwa kebutuhan guru SMK produktif sangat mendesak untuk dipenuhi. Pemenuhan guru SMK produktif ini melalui beberapa metode/cara yaitu: 1) alih tugas atau mutasi, 2) program keahlian
ganda, 3) rekrutmen baru, 4) mahasiswa magang, dan 5) Outsourcing dari industri. Memperhatikan kebutuhan guru yang mendesak, maka program jangka pendek yang dinilai sangat efektif dan efisien adalah Program Keahlian Ganda dengan memberikan
tambahan kewenangan mengajar bagi guru mata pelajaran adaptif, normatif, dan produktif tertentu di SMK serta guru mata pelajaran tertentu di SMA. Guru mata
pelajaran produktif di SMK yang menjadi prioritas pemenuhan adalah maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa. Prioritas pemenuhan kebutuhan guru produktif melalui Program Keahlian Ganda disajikan pada
Tabel 4. 1 Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Guru Produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda
No Urutan Pemenuhan Kebutuhan
Guru Produktif SMK Implementasi
1. Dari guru normatif, dan adaptif
yang relevan, di kabupaten/ kota yang sama.
Diklat guru melalui Program Keahlian Ganda atau
pemberian kewenangan mengajar guru
dilaksanakan di PPPPTK lingkup kejuruan, LPPPTK KPTK, Balai Diklat Teknis atau DU/DI yang relevan.
Dasar penetapan mata pelajaran adalah
1) Data Hasil Analisis Kebutuhan Guru Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Ditjen GTK Tahun 2016
2) Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.
3) Kewenangan mengajar dibuktikan dengan sertifikat pendidik dari LPTK dan sertifikat
keahlian dari LSP. 2. Dipenuhi dari guru produktif
SMK dengan paket keahlian
yang serumpun (program keahlian yang sama), di
kabupaten/kota yang sama.
C. Pemetaan Wilayah Kerja LPTK, PPPPTK, dan DU/DI
Program Keahlian Ganda dilaksanakan di lembaga diklat antara lain PPPPTK, LPTK, dan DU/DI. Oleh karena itu, berdasarkan kebutuhan guru produktif untuk setiap jenis keahlian, perlu dilakukan pemetaan kemampuan daya tampung, sarana, dan SDM pada
PPPPTK dan LPTK berbasis wilayah kerja, dan paket keahlian. Perlu juga dilakukan pemetaan DU/DI yang dapat memberikan kontribusi dalam kegiatan praktik guru
peserta Program Keahlian Ganda. Selain itu diperlukan pemetaan sekolah yang sesuai untuk tempat magang guru peserta Program Keahlian Ganda pada pelaksanaan ON-2.
D. Penetapan Strategi Pelaksanaan
Program pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda dimulai pada
Gambar 4. 1Alur Pelaksanaan Program Keahlian Ganda
E. Rekrutmen
Calon peserta Program Keahlian Ganda ini adalah guru yang mengajar mata pelajaran adaptif, normatif dan produktif di SMK serta guru mata pelajaran tertentu di SMA yang memiliki permasalahan dengan pemenuhan beban mengajar 24 jam tatap muka per
minggu. Penjaringan calon peserta Program Keahlian Ganda melalui media online. Calon peserta yang diundang maupun yang tidak diundang dan berminat mengikuti program
ini dapat langsung mendaftar ke laman http://keahlianganda.id.
Dinas Pendidikan Provinsi melalukan verifikasi data calon peserta yang telah mendaftar untuk kemudian ditetapkan sebagai peserta Program Keahlian Ganda. Verifikasi dan
penetapan peserta didasarkan atas:
1. Jumlah guru yang dibutuhkan di kabupaten/kota setempat.
2. Tersedianya sekolah tempat magang di kabupaten/kota setempat.
3. Tersedianya guru pendamping yang akan menjadi fasilitator dan pendampingan.
F. Pembekalan
Implementasi Program Keahlian Ganda diawali dengan pembekalan untuk narasumber, instruktur, guru pendamping, dan peserta. Pembekalan ini bertujuan untuk
menyamakan persepsi peserta pembekalan tentang Program Keahlian Ganda. Materi pembekalan berisi tujuan, manfaat, tatacara pelaksanaan, tugas yang harus dikerjakan dan dilaporkan, manajemen data diklat, serta hak dan kewajiban peserta. Pembekalan
dilakukan berjenjang yaitu: a. Pembekalan Narasumber b. Pembekalan Guru Pendamping
Tabel 4. 2 Strategi Pembekalan dalam Program Keahlian Ganda
No. Komponen Strategi
1. Pembekalan Narasumber
Moda Tatap muka
Pola 30 JP (1 JP @45 Menit) selama 4 hari
Peserta WI ya g e pu yai ko pete si keahlia ya g rele a
da guru ya g e e uhi syarat se agai arasu er.
Tempat PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau te pat lai ya g
ditetapka .
Penyelenggara Ditje GTK
Output Tersedia ya N“
2. Pembekalan Guru Pendamping
Moda Tatap muka
Pola 30 JP (1 JP @45 Menit) selama 4 hari
Peserta Guru yang memenuhi syarat sebagai guru pendamping
Tempat PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau te pat lai ya g
ditetapka .
Penyelenggara Ditje GTK, PPPPTK, da LPPPTK-KPTK
Output Tersedianya guru pendamping sesuai kriteria yang telah siap melakukan tugas pendampingan
3. Pembekalan Peserta Alih Funbgsi
Moda Tatap muka
Pola 30 JP (1 JP @45 Menit) selama 4 hari
Peserta Guru paket keahlian tertentu yang akan menjadi peserta Program Keahlian Ganda
Tempat PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau te pat lai ya g
ditetapka .
Penyelenggara Ditje GTK, PPPPTK, da LPPPTK-KPTK
Output Guru e aha i proses Progra “ertifikasi Keahlia da
Struktur program untuk masing-masing tahapan pembekalan disajikan pada tabel 4.3
dan 4.4 berikut.
Tabel 4. 3 Struktur Program Pembekalan Narasumber
No Materi JP
UMUM 4
1. Ke ijaka Progra “ertifikasi Keahlia da “ertifikasi Pe didik
Bagi Guru “MK/“MA
2. Ke ijaka Progra Guru Pe elajar
POKOK 20
3. Pedo a Progra “ertifikasi Keahlia da “ertifikasi Pe didik
Bagi Guru “MK/“MA Keahlia Ga da 2
4. Petu juk Tek is Progra Keahlia Ga da
a. Juk is Pe ge ala Ko pete si Guru Produktif ON- da
Pe guata Pe gala a Lapa ga ON- 6
b. Juk is Pelaksa aa Peningkatan Kompetensi/In ser ice
Training IN - da Peningkatan Kompetensi dan Penajaman Kompetensi Produktif serta Uji Kompetensi Keahlian/In ser ice Training IN
-6
5. Pe dekata A dragogi 2
6. Pe ge ala Fitur Dari g pada Progra Keahlia Ga da 6
PENUNJANG 4
. Pe yusu a Re a a Ti dak La jut
. Tes A al da Tes Akhir
Tabel 4. 4 Struktur Program Pembekalan Guru Pendamping dan Guru Peserta Program Keahlian Ganda
No Materi JP
UMUM
1. Ke ijaka Progra “ertifikasi Keahlia da “ertifikasi Pe didik
Bagi Guru “MK/“MA
2. Ke ijaka Progra Guru Pe elajar
POKOK
3. Pedo a Progra “ertifikasi Keahlia Da “ertifikasi Pe didik
Bagi Guru “MK/“MA Keahlia Ga da
4. Juk is Pe ge ala Ko pete si Guru Produktif ON- da
Pe guata Pe gala a Lapa ga ON- 4
5. Pere a aa Pe elajara ON- da ON- 4
6. Pere a aa Project Work 4
7. I stru e Pe ilaia 2
8. Pe ge ala Fitur Dari g pada Progra Keahlia Ga da 4
. Kesela ata da Kesehata Kerja
PENUNJANG
10. Tes A al da Tes Akhir
Total
G. Pelaksanaan Program
Berdasarkan desain program dan strategi pelaksanaan Program Keahlian Ganda, berikut ini ruang lingkup aktivitas kegiatan dari setiap proses ON-IN-ON-IN Service Training.
1. Proses On-Service Training 1 (ON-1)
On-Service Training 1 (ON-1) dilakukan di sekolah dengan belajar mandiri dengan tetap melaksanakan proses pembelajaran pada mata pelajaran yang biasa diampu
di satuan administrasi pangkal. ON-1 dilaksanakan oleh guru dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Lama ON-1 adalah 3 bulan (3,5 jam per hari) atau total 350 JP.
b. Jumlah modul yang dipelajari adalah 3 modul.
c. Guru mempelajari modul secara mandiri dan atau terbimbing pada paket
materi pendukung sebagai pengenalan terhadap kompetensi guru produktif
sebelum atau bersamaan dengan materi dalam 3 modul guru pembelajar. d. Selama ON-1, guru dibimbing dan dinilai oleh guru pendamping.
e. Untuk kepentingan belajar mandiri sesuai dengan sasaran Program Keahlian
Ganda, guru melaksanakan ON-1 yang dapat dilaksanakan di SMK Satminkal (jika ada paket keahlian yang menjadi pilihan Program Keahlian Ganda) atau SMK lain yang mempunyai/membuka paket keahlian yang menjadi sasaran
Program Keahlian Ganda.
f. Dalam proses belajar mandiri ini guru mendokumentasikan kegiatan belajar mandiri dalam jurnal harian.
g. Guru mengerjakan 3 tugas proyek (project work) sesuai dengan modul yang harus diselesaikan.
h. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.
2. Proses In-Service Training 1 (IN-1)
Pada tahap ini, guru mengikuti pelatihan penguatan materi produktif yang menjadi pilihannya baik teori maupun praktik di tempat belajar dengan alternatif PPPPTK, LPPPTK KPTK, atau pusat belajar lain yang ditetapkan. IN-1 dilaksanakan oleh guru
dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Lama IN-1 adalah 2 bulan dengan total 476 JP.
b. Dalam IN-1, guru mempelajari 4 modul.
c. Pada proses IN-1 ini dilakukan juga refleksi pembelajaran mandiri terbimbing terhadap 3 modul yang telah diselesaikan sebelumnya.
d. Materi yang dipelajari dalam modul adalah materi untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik.
e. Dibimbing dan dinilai oleh widyaiswara, instruktur dari DU/DI atau guru yang
lulus sebagai instruktur Program Keahlian Ganda.
f. Salah satu program kegiatannya adalah studi banding atau kunjungan industri.
g. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.
3. Proses On-Service Training (ON-2)
Pada tahap ON-2, guru mengajar mata pelajaran produktif di di SMK Satminkal (jika ada paket keahlian yang menjadi pilihan Program Keahlian Ganda) atau SMK lain yang mempunyai/membuka paket keahlian Program Keahlian Ganda dengan
ketentuan sebagai berikut.
b. Guru membuat persiapan dan melaksanakan kegiatan praktik mengajar mata
pelajaran kelompok produktif sesuai dengan paket keahlian yang baru.
c. Guru mempelajari 2 modul secara mandiri dan atau terbimbing pada paket keahliannya.
d. Dibimbing dan dinilai oleh guru pendamping.
e. Dalam proses belajar mandiri ini guru mendokumentasikan kegiatannya dalam jurnal harian.
f. Guru mengerjakan 2 tugas proyek (project work) sesuai dengan modul yang harus diselesaikan.
g. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.
4. Proses In-Service Training (IN-2)
Pada tahap akhir pola ini dilakukan refleksi pembelajaran mandiri terbimbing untuk 2 modul pada saat pembelajaran ON-2 yang dilaksanakan dengan alternatif tempat di PPPPTK, LPPPTK KPTK, atau di pusat belajar yang ditetapkan. Ketentuan
pelaksanaan IN-2 adalah sebagai berikut.
a. Lama IN-2 adalah 1 bulan dengan total 238 JP. b. Jumlah modul yang dipelajari adalah 1 modul.
c. Materi yang dipelajari adalah materi yang terdapat dalam modul pembelajar yang terdiri dari materi profesional dan pedagogik.
d. Dibimbing dan dinilai oleh widyaiswara, instruktur dari DU/DI atau guru yang lulus sebagai instruktur Program Keahlian Ganda.
e. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.
f. Guru mengikuti pelatihan untuk menguatkan kompetensi sebagai persiapan uji kompetensi keahlian dan uji kompetensi oleh LSP.
5. Magang Kerja
Setelah mengikuti seluruh program di atas, guru wajib mengikuti program magang
kerja di dunia usaha dan dunia industri selama 2 bulan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman nyata dan lebih memperdalam pada bidang keahlian yang baru dipelajarinya. Selama magang kerja guru membuat laporan berupa jurnal
harian.
6. Sertifikasi Pendidik oleh LPTK
pelajaran tersebut. Oleh karena itu, setelah mengikuti tahapan diklat pola
ON-IN-ON-IN Service Training dan sertifikasi keahlian, guru harus mengikuti PLPG untuk memperoleh sertifikat pendidik sesuai dengan keahliannya yang baru. Mekanisme pelaksanaan PLPG bagi guru peserta Program Keahlian Ganda dilaksanakan di LPTK
dengan mengikuti proses yang ditetapkan oleh Kemristek Dikti. Untuk menjamin standardisasi prosedur dan mutu lulusan PLPG, maka LPTK berpedoman pada rambu-rambu, mekanisme, materi, dan sistem ujian yang dikembangkan oleh
Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).
H. Standar Pelaksanaan
1. Standar Peserta
Rekrutmen peserta Program Keahlian Ganda untuk guru produktif SMK dilakukan dengan mengacu pada persyaratan peserta yang meliputi kualifikasi akademik, pengalaman mengajar, penghargaan dalam pelaksanaan tugas, pelatihan-pelatihan
yang pernah diikuti, karya/produk yang pernah dibuat, sertifikat pendidik, kompetensi awal guru yang meliputi pengetahuan dan praktik dengan berfokus
pada kompetensi pedagogik dan professional. Kriteria kelulusan peserta mempertimbangkan kesediaan diangkat menjadi guru produktif sesuai dengan penempatan, dan lulus seleksi administrasi dan tes kemampuan (kemampuan
tertulis dan praktik).
Ketentuan yang harus diikuti oleh peserta Program Keahlian Ganda adalah sebagai berikut.
a. Mengikuti pembekalan untuk mendapatkan pemahaman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik, tugas dan tanggung jawabnya.
b. Mempelajari modul 1 s.d. 10 dengan belajar mandiri atau belajar melalui diklat. c. Mengerjakan tugas-tugas selama mengikuti program berupa:
1) Perencanaan belajar
2) Catatan pendampingan 3) Jurnal belajar
4) Tugas proyek/Project work
5) Praktik mengajar 6) Praktik kerja industri
d. Mengerjakan instrumen evaluasi
e. Mengikuti Uji Keahlian yang diselenggarakan oleh LSP f. Melaksanakan Magang Industri
2. Standar Pengelolaan/Pelaksanaan
Pengaturan kelas/rombongan belajar Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) diatur sebagai berikut.
a. Pembekalan Narasumber
1) Jumlah peserta : 40 orang per kelas 2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi JP@ e it dala e tuk pelatiha
5) Materi Pelatihan : - Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
- Juknis Pengenalan Kompetensi Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
- Juknis Pelaksanaan In-Service Training 1 (IN-1) dan In-Service Training 2 (IN-2)
- Perangkat pembekalan
- Format-format penilaian 6) Alat dan bahan - Laptop
- LCD
- Audio system b. Pembekalan Guru Pendamping
1) Jumlah peserta : 40 orang per kelas 2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi : JP@ e it dala e tuk pelatiha 5) Materi Pelatihan : - Panduan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
- Juknis Pengenalan Kompetensi Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
- Perangkat pembekalan
- Format-format penilaian 6) Alat dan bahan : - Laptop
- LCD
c. Pembekalan Peserta Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
1) Jumlah peserta : 40 orang per kelas 2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi : JP@ e it dala e tuk pelatiha 5) Materi Pelatihan : - Panduan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
- Juknis Pengenalan Kompetensi Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
- Perangkat ON-1 dan ON-2
- Modul Kelompok Kompetensi (3 modul)
- Perangkat pembekalan 6) Alat dan bahan : - Laptop
- LCD
- Audio system
d. Pelatihan Instruktur Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
1) Jumlah peserta : 10-25 orang per kelas 2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas 3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi : 50 JP@45 menit dalam bentuk pembekalan 5) Materi Pelatihan : - Panduan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda)
- Juknis Pelaksanaan In-Service Training 1 (IN-1) dan In-Service Training 2 (IN-2).
- Perangkat IN-1 dan IN-2
- Format-format penilaian
- Modul Guru Pembelajar 1-10 (softcopy)
- Modul Guru Pembelajar ke 4 s.d. 7 dan modul ke 10 (hardcopy)
3. Struktur Program
Struktur Program Pendidikan dan Pelatihan Program Keahlian Ganda untuk guru SMK/SMA disajikan pada Tabel 4.5 dan 4.6 berikut.
Tabel 4. 5Struktur Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA
NO MATERI JP
UMUM
1. Ke ijaka Pe i aa da Pe ge a ga Karir Guru
2. Progra Guru Pe elajar
POKOK .
3. Pengenalan Kompetensi Guru Produktif 68
4.
a. Pendalaman Materi Modul ke-1 94
b. Pendalaman Materi Modul ke-2 94
c. Pendalaman Materi Modul ke-3 94
d. Pendalaman Materi Modul ke-4 94
e. Pendalaman Materi Modul ke-5 94
f. Pendalaman Materi Modul ke-6 94
g. Pendalaman Materi Modul ke-7 94
h. Pendalaman Materi Modul ke-8 94
i. Pendalaman Materi Modul ke-9 94
j. Pendalaman Materi Modul ke-10 94
5. Refleksi dan Pendalaman Modul 50
6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran 35
7. Praktik Mengajar 96
8. Praktik Kerja Industri 66
9. Penguatan Kompetensi Keahlian 90
10. Sertifikasi Kompetensi Keahlian 30
PENUNJANG
11. Ku ju ga i dustri
12. E aluasi
Tabel 4. 6 Struktur Program Pola ON-1 IN-1 ON-2 IN-2 dalam Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA
NO MATERI JP
PENGENALAN KOMPETENSI GURU PRODUKTIF (ON-1) 350
1 Pengenalan Kompetensi Guru Produktif 68
2 Pendalaman Materi Modul ke-1 94
3 Pendalaman Materi Modul ke-2 94
4 Pendalaman Materi Modul ke-3 94
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN/IN-SERVICE TRAINING (IN-1) 476
1 Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Karir Guru 4
2 Program Guru Pembelajar 4
3 Refleksi dan pendalaman 3 modul 30
4 Pendalaman Materi Modul ke-4 94
5 Pendalaman Materi Modul ke-5 94
6 Pendalaman Materi Modul ke-6 94
7 Pendalaman Materi Modul ke-7 94
8 Penyusunan Perangkat Pembelajaran 35
9 Kunjungan Industri 20
10 Evaluasi On-1 dan In-1 7
PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (ON-2) 350
1 Pendalaman Materi Modul ke-8 94
2 Pendalaman Materi Modul ke-9 94
3 Praktik Mengajar 96
4 Praktik Kerja Industri (Orientasi) 66
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN/IN-SERVICE TRAINING (IN-2) 238
1 Pendalaman Materi Modul ke-10 94
2 Refleksi dan pendalaman 2 modul 20
3 Penguatan Kompetensi Keahlian 90
4 Sertifikasi Kompetensi Keahlian 30
5 Evaluasi On-2 dan In-2 4
TOTAL 1,414
Struktur program yang telah ditetapkan ini merupakan acuan standar pelaksanaan Program Keahlian Ganda, tetapi jika ada penyesuaian terhadap jumlah JP pada
beberapa komponen materi masih dimungkinkan. Perubahan jumlah JP komponen materi tersebut tetap berpedoman pada jumlah JP pada masing-masing kegiatan
4. Standar Sarana
Sarana berupa alat dan bahan yang digunakan dalam Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda), baik untuk
kegiatan pembekalan Narasumber, Guru Pendamping, Pelatihan Instruktur, dan Guru Keahlian Ganda. dapat dikemas dalam bentuk hardcopy atau softcopy disesuaikan dengan jenis kegiatan, karakteristik modul, serta ketersediaan
anggaran.
Secara umum alat dan bahan yang diperlukan dalam Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) ini, meliputi:
a. Panduan,
b. Perangkat Pembekalan/Pelatihan, c. Modul Keahlian Ganda.
d. Lembar Kerja,
e. Bahan Tayang,
f. Alat dan Bahan praktik (terutama untuk guru kejuruan),
g. Soal tes awal dan tes akhir, h. Laptop atau Notebook, i. LCD Projector,
j. Sound system sesuai kebutuhan, dan
k. Alat dan bahan lain sesuai kebutuhan materi atau modul yang disajikan.
5. Standar Prasarana
Prasarana yang diperlukan pada kegiatan pembekalan, pelatihan instruktur,
program penguatan pengalaman lapangan (ON-1 dan ON-2), dan pelatihan (IN-1 dan IN-2) adalah yang memenuhi standar:
a. rua g kelas ya g a pu e a pu g ora g peserta;
b. e gkel/ orkshop/la oratoriu /studio ya g a pu e a pu g -
ora g;
c. e gkel/ orkshop/la oratoriu /studio ya g e iliki peralata ukup
e adai u tuk kegiata praktik pada ko pete si keahlia ya g rele a .
6. Standar Penilaian