• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cover Studi Dewan Keamanan PBB Ditinjau Dari Piagam PBB Dan Hukum Internasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Cover Studi Dewan Keamanan PBB Ditinjau Dari Piagam PBB Dan Hukum Internasional"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RESTRUKTURISASI DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM RANGKA MEMELIHARA DAN MENJAGA PERDAMAIAN DAN

KEAMANAN INTERNASIONAL DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL

SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara

Oleh :

SAKAFA GURABA NIM: 100200096

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

RESTRUKTURISASI DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM RANGKA MEMELIHARA DAN MENJAGA PERDAMAIAN DAN

KEAMANAN INTERNASIONAL DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL

SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara

Oleh :

SAKAFA GURABA NIM: 100200096

DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL

Disetujui Oleh :

Ketua Departemen Hukum Internasional

Dosen Pembimbing I

Arif, SH, MH NIP. 196403301993031002

Dosen Pembimbing II

Prof. Dr. Suhaidi, SH, MH NIP. 196207131988031003

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

M E D A N

Dr. Chairul Bariah, SH, M.Hum NIP. 195612101986012001

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya selama

Penulis menuntut ilmu dan menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) ini. Skripsi ini

dibuat untuk memenuhi syarat menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana

Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.Adapun yang Penulis

pilih sebagai judul Skripsi adalah “Studi Restrukturisasi Dewan Keamanan

PBB Ditinjau Dari Piagam PBB Dan Hukum Internasional”.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna,

dikarenakan berbagai keterbatasan Penulis, baik keterbatasan pengetahuan,

pengalaman Penulis dalam menulis karya ilmiah, maupun segi ketersediaan

literatur. Oleh karena itu, Penulis dengan besar hati mengharapkan kritik dan

saran yang bersifat membangun dari pembaca sekalian.

Pada kesempatan ini Penulis sampaikan ucapan terimakasih kepada semua

pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuannya secara moril maupun

materil dalam proses penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terimakasih

yang tak terhingga kepada Bapak Teuku Zulfuad dan Ibu Maidia Asnani yang

telah memberikan doa, motivasi, saran, dan dukungan baik secara moril maupun

materil. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, MH, selaku Dekan Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH. M.Hum selaku Pembantu Dekan I

(4)

3. Bapak Syafrudin Hasibuan, SH, MH, DFM, selaku Pembantu Dekan II

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, sekaligus sebagai Dosen

Pembimbing Akademik Penulis.

4. Bapak Dr OK Saidin, SH, M.Hum, selaku Pembantu Dekan III Fakultas

Hukum Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak Arif, SH, MH, selaku Ketua Departemen Hukum Internasional Fakultas

Hukum Universitas Sumatera Utara.

6. Bapak Prof. Suhaidi, SH, MH, selaku Dosen Pembimbing I, terimakasih atas

segala dukungan, bimbingan, dan nasihat yang sangat bermanfaat bagi penulis

dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Dr. Chairul Bariah, SH, M.Hum, selaku Dosen Pembimbing II,

terimakasih atas nasihat, motivasi, dan bimbingan penuh suka cita dan

kesabaran, serta bantuan yang sangat bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi

ini.

8. Seluruh Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah

membimbing Penulis selama masa perkuliahan.

9. Seluruh civitas Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, jajaran staf

administrasi dan seluruh pegawai Fakultas Hukum Universitas Sumatera

Utara.

10.Saudara Kandung Penulis, Irtafa Nabata, Mafasa Tabara, Ahmad Sunan Nasa

(5)

11.Teman-teman dalam Organisasi HMI, terimakasih atas segala dukungan,

motivasi, bantuan, doa yang telah diberikan kepada Penulis serta selalu setia

menemani Penulis dalam suka maupun duka.

12.Teman-teman dalam kelas Grup C, terimakasih atas segala semangat,

motivasi, bantuan, dan selalu setia menemani Penulis dalam suka duka.

13.Teman-teman ILSA, terimakasih atas semua memori selama Penulis menjadi

mahasiswi Hukum Internasional.

14.Semua pihak yang telah membantu Penulis baik secara moril maupun materil

yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu.

Demikian yang dapat Penulis sampaikan, semoga kita semua selalu

diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Medan, Maret 2014

Penulis,

(6)

ABSTRAK

Prof. Dr. Suhaidi, SH, MH* Dr. Chairul Bariah, SH, M.Hum**

Sakafa Guraba***

*

DosenPembimbing I

**

Dosen Pembimbing II

***

Mahasiswa Departemen Hukum Internasional Fakultas Hukum USU

Restrukturisasi Dewan Keamanan PBB merupakan isu Internasional yang sedang hangat dibicarakan. Diantaranya adalah permasalahan efektifitas dari Dewan Keamanan tersebut sampai pada perubahan komposisi dalam Dewan Keamanan dan Hak Veto memiliki aspek yuridis.

Permasalahan dalam penelitian ini adalahBagaimana tugas pokok dan fungsi Dewan Keamanan PBB, Bagaimana eksistensi Dewan Keamanan PBB dalam rangka menjalankan tugasnya,Bagaimana pelaksanaan restrukturisasi Dewan Keamanan PBB ditinjau dari piagam PBB dan hukum internasional.

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah jenis penelitian yuridis normatif karena sasaran penelitian adalah meneliti peraturan hukum yang terkait dengan Restrukturisasi Dewan Keamanan PBB dengan menggunakan studi kepustakaan melalui bahan-bahan berupa buku, dokumen, artikel, peraturan yang berkaitan, koran, dan majalah dengan tujuan yang termaksud dalam penyusunan penelitian ini.

Dewan Keamanan PBB berdasarkan Piagam PBB mempunyai tugas utama yaitu menjaga dan memeliharan perdamaian dan keamanan internasional,hal ini diatur dalam Piagam Atlantik dan Piagam PBB, Dalam pelaksanaannya terdapat banyak konsep dalam hal dilakukan untuk mencegah perselisihan atau

permusuhan yang timbul diantara negara-negara anggota.Dewan Keamanan, badan

yang paling penting, paling berperanan dan paling berkuasa, sebab itu paling berpengaruh dan paling bergengsi.Pelaksanaan Restrukturisasi harus lah sesuai dengan tuntutan dan perkembangan saat ini baik dalam hal komposisi Dewan Keamanan yang tidak representatif sampai pada Hak Veto yang implikasinya hanya terhadap kepentingan nasional.

(7)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... i

Abstraksi ... iv

Daftar Isi... v

Daftar Singkatan... vii

Daftar Tabel... x

Daftar Gambar... xi

BAB I PENDAHULUAN... 1

A.Latar Belakang... 1

B.Rumusan Masalah... 6

C.Tujuan dan Manfaat Penulisan... 6

D.Keaslian Penulisan... 7

E. Tinjauan Kepustakaan... 7

F. Metode Penelitian... 11

G.Sistematika penulisan... 13

BAB IITINJAUAN UMUM MENGENAI DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA... 15

A.Perserikatan Bangsa-Bangsa …………... 15

B.Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa... 28

(8)

BAB III EKSISTENSI DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM MENJAGA DAN MEMELIHARA

PERDAMAIAN DUNIA ... 34

A. Peranan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Dalam Proses Penyelesaian Konflik Internasional... 34

B.Efektivitas Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Dalam Menjaga dan Memelihara Perdamaian Dunia……… 47

C.Intervensi Terhadap Konflik Internal Yang Mengancam Perdamaian Dunia... 51

BAB IVRESTRUKTURISASI DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DITINJAU DARI PIAGAM PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DAN HUKUM INTERNASIONAL……….. 79

A. Pelaksanaan Restrukturisasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ... 79

B. Perubahan Komposisi Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa………... .. 66

C.Hak Veto dan implikasinya dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa……….. 73

BAB V PENUTUP... 80

A.Kesimpulan... 80

B.Saran... 81

Referensi

Dokumen terkait

enam negara menjadi 10 negara dan pemberian hak veto kepada Rusia setelah runtuhnya Uni Soviet. Sejak pembentukan Dewan Keamanan, anggota tetap lebih banyak menggunakan kekuasaan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan negara anggota mengapa mereka tidak mematuhi atau mematuhi resolusi Dewan Keamanan dan untuk mengetahui

Hak Dewan Keamanan untuk memutuskan sesuatu situasi konflik yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional dibatasi oleh aturan untuk kebulatan suara atau

Dewan Keamanan PBB nomor 1973 tahun 2011 yang dikeluarkan pada tanggal. 17

Hal ini dikarenakan hak veto yang dimiliki Dewan Keamanan hanya dimiliki oleh lima negara besar pemerkasa organisasi tersebut dan dengan demikian bertentangan

Seperti yang dicantumkan pada Pasal 41 (Bab VII) Piagam PBB, Dewan berwenang untuk memutuskan penerapan sanksi ekonomi, politik atau militer. Walaupun Dewan Keamanan dapat

KAITAN ANTARA HAK VETO DEWAN KEAMANAN DENGAN PRINSIP PERSAMAAN KEDAULATAN DALAM PIAGAM PERSERIKATAN

di Palestina (Jerusalem) menjadi sebuah konflik yang bersifat “permanent” , Veto yang di lakukan oleh Amerika Serikat justru memperparah serta memberikan dampak