Penyebab Kekurangan Air Sebagai Salah Satu Dampak dari
Kerusakan Lingkungan
EkoYuliyanto
[email protected] Abstrak
Air yang merupakan sumber kehidupan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Sebab seluruh mahkluk hidup membutuhkan air apalagi manusia yang banyak aktivitasnya juga memerlukan air, sehingga air juga tergolong barang pokok. Sebegitu pentingnya air sehingga keberadaannya terus dijaga, namun berjalannya waktu dari masa ke masa semua mengalami perubahan dan terdapat berbagai masalah yaitu masalah lingkingan. Air sangat erat dengan yang
namanya lingkungan hidup yang notabennya salah satu unsur lingkungan hidup yang penting. Berbicara lingkungan hidup hidup akhir-akhir ini sering terjadi kerusakan lingkungan yang menimpa segala aspek dalam lingkungan hidup terutama air. Masalah yang terjadi di Indonesia adalah kekeringan atau
kekurangan air bersih dikala musim kemarau yang berkepanjangan. Indonesia mengenal dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau, secara ilmu pengetahuan pembagian dua musim tersebut sudah sama namun karena adanya globalisasi mengalami perubahan dimana musim kemarau lebih panjang
dibandingkan secara teori dalam ilmu pengetahuan. Dampak dari itu adalah banyak daerah-daerah di Indonesia yang mengalami kekurangan air bersih karena mengeringnya mata air di daerah tersebut. Bila ditarik garis
permasalahnya semua ini tidak lepas karena perbuatan manusia itu sendiri
dimana lingkungan yang seharusnya dijaga justru malah dirusak. Banyak hal bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kekringan salah satunya adalah reboisasi sebab dengan reboisasi hutan kembali ke fungsi yang sesungguhnya.
Kata Kunci : Air, Reboisasi, Alam
PENDAHULUAN
Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi hidup dan kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Air adalah asal muasal dari segala macam bentuk kehidupan di planet bumi ini. Dari air bermula kehidupan dan karena air peradaban tumbuh dan berkembang. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung, sehingga penyediaan air baku untuk kebutuhan domestik, irigasi dan industri menjadi menjadi perhatian dan prioritas utama. Karena itulah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
mendeklarasikan bahwa air merupakan hak azasi manusia; artinya, setiap
manusia di muka bumi ini mempunyai hak dasar yang sama terhadap pemakaian air. Di Indonesia, hak masyarakat terhadap penggunaan air dijamin melalui
terjadi. Pertama, adanya variasi musim dan ketimpangan spasial ketersediaan air. Pada musim hujan, beberapa bagian di Indonesia mengalami kelimpahan air yang luar biasa besar sehingga berakibat terjadinya banjir dan kerusakan lain yang ditimbulkannya. Di sisi lain, pada musim kering kekurangan air dan kekeringan menjadi bencana di beberapa wilayah lainnya. Permasalahan mendasar yang kedua adalah terbatasnya jumlah air yang dapat dieksplorasi dan dikonsumsi, sedangkan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan air baku meningkat secara drastis. Masalah kualitas air semakin mempersempit alternatif sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dengan demikian kekeringan merupakan salah satu masalah yang sering melanda Indonesia walaupun tidak semua wilayah namun bencana ini merata di seluruh indonesia. Dalam kasus ini merupakan tiga kelurahan rawan kekurangan air bersih, dimana air bersih mengalami kekurangan dikarenakan kekeringan yang melanda. BPBD Solo memetakan tiga kelurahan di solo rawan kekurangan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Ketiga kelurahan tersebut yaitu Mojosongo (Jebres), Sewu (Jebres), dan Semanggi (Pasar Kliwon). Itu merupakan wilayah solo yang notabennya wilayah yang cukup dekat dengan pegunungan dan dekat dengan gunung Lawu namun juga terancam kekurangan air bersih itu menunjukkan bahawa lingkungan kita mengalami kerusakan. Alam yang seharusnya kita rawat dengan baik namun banyak yang dirusak dan di eksploitasi. Melihat hal itu kita harus berupaya untuk mengatasi masalah yang ada agar kita hidup dengan harmonis bersama alam. Memnag ini tidak mudah apalagi hal seperti ini melanda hampir seluruh wilayah perlu penanganan yang ekstra dan kerjasama yang baik antar elemen.
Dalam mengidentifikasi masalah lingkungan perlu adanya pengamatan yang luas terhadap segala aspek yang berhubungan dengan lingkungan sebab dalam sertiap unsur-unsur sumber daya alam saling bergantungan antara satu dengan yang lainnya, dan pemanfaatannya akan saling mempengaruhi sehingga kerusakan dan kepunahan salah satu daripadanya akan berakibat terganggunya ekositem. Dalam hal ini saya berusaha sedikit akan memaparkan mengenai kekeringan, faktor-faktor yang menyebabkan kekeringan, dampak kekeringan, cara menanggulangi masalah kekeringan ini serta peraturan yang berkaitan dengan sumber daya hayati dimana air merupakan sumber daya hayati.
PEMBAHASAN
Penyebab Kekeringan
Kekeringan merupakan salah satu jenis bencana alam yang terjadi secara perlahan (slow onset disaster), berlangsung lama sampai musim hujan tiba, berdampak sangat luas, dan bersifat lintas sektor (ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain)1. Kekeringan merupakan fenomena alam yang tidak
dapat dielakkan dan merupakan variasi normal dari cuaca yang perlu dipahami. Variasi alam dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, bulan, tahun, bahkan abad. Dengan melakukan penelusuran data cuaca dalam waktu yang panjang,
akan dapat dijumpai variasi cuaca yang beragam, misalnya: bulan basah-bulan kering, tahun basah-tahun kering, dan dekade basah-dekade kering.
Faktor penyebab kekeringan adalah :2
adanya penyimpangan iklim.
Penyimpangan iklim, menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. Jumlah uap air dan awan yang rendah akan berpengaruh terhadap curah hujan, apabila curah hujan dan intensitas hujan rendah akan menyebabkan kekeringan.
adanya gangguan keseimbangan hidrologis.
Gangguan keseimbangan hidrologis, kekeringan juga dipengaruhi oleh adanya gangguan hidrologis seperti: 1) terjadinya degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu mengalami alih fungsi lahan dari bervegetasi menjadi non vegetasi yang menyebabkan terganggunya sistem peresapan air tanah; 2)
kerusakan hidrologis daerah tangkapan air bagian hulu menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, sehingga kapasitas tampung air menurun tajam; 3) rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan akibat pendangkalan menyebabkan cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan.
kekeringan agronomis.
Kekeringan agronomis, terjadi sebagai akibat kebiasaan petani memaksakan menanam padi pada musim kemarau dengan ketersediaan air yang tidak
mencukupi.
Kekeringan diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, baik akibat alamiah dan akibat ulah manusia.
1. Akibat Alamiah
Kekeringan Meteorologis; berkaitan dengan tingkat curah hujan di
bawah normal dalam satu musim. Pengukuran kekeringan meteorologis merupakan indikasi pertama adanya kekeringan.
Kekeringan Hidrologis; berkaitan dengan kekurangan pasokan air
permukaan dan air tanah. Kekeringan ini diukur berdasarkan elevasi muka air sungai, waduk, danau, dan elevasi muka air tanah. Terdapat tenggang waktu mulai berkurangnya hujan sampai menurunnya elevasi muka air sungai, waduk, danau, dan elevasi muka air tanah. Kekeringan hidrologis bukan merupakan indikasi awal adanya kekeringan.
Kekeringan Pertanian; berhubungan dengan kekurangan lengas tanah (kandungan air dalam tanah), sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas. Kekeringan pertanian ini terjadi setelah gejala kekeringan meteorologi.
Kekeringan Sosial Ekonomi; berkaitan dengan kekeringan yang memberi
dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi, seperti: rusaknya tanaman, peternakan, perikanan, berkurangnya tenaga listrik dari tenaga air,
terganggunya kelancaran transportasi air, dan menurunnya pasokan air baku untuk industri domestik dan perkotaan.
Kekeringan Hidrotopograf; berkaitan dengan perubahan tinggi muka air sungai antara musim hujan dan musim kering dan topografi lahan.
2. Akibat Ulah Manusia
Kekeringan akibat manusia terjadi karena
kebutuhan air lebih besar daripada pasokan yang direncanakan akibat
ketidak taatan penguna terhadap pola tanam atau pola penggunaan air.
Kerusakan kawasan tangkapan air dan sumber-sumber air akibat perbuatan manusia
Dampak Kekeringan
Kekeringan sebagai salah satu bencana alam di Indonesia perlu untuk kita perhatikan secara seksama agar tidak semakin meraja lela. Buntut dari
kekeringan ini sangat luar biasa berbahaya. tidak hanya menyusahkan manusia, namun juga sangat mudah untuk merenggut nyawa manusia. bahkan bukan hanya manusia saja, namun juga berujung pada bintang dan tumbuh- tumbuhan. Beberapa dampak kekeringan dapat kita rasakan langsung maupun tidak
langsung. Secara lebih lengkap, berikut ini merupakan beberapa akibat atau dampak adanya kakaringan di suatu daerah.3
1. Kurangnya sumber air minum
Salah satu dampak dari kekeringan yang paling berbahaya adalah kurangnya sumber air minum. Minum merupakan kegiatan pengisian cairan ke dalam tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya. Tubuh makhluk hidup sangat membutuhkan yang namanya air, maka dari itulah harus selalu minum. Manusia tidak akan bertahan tanpa adanya makanan dan minuman. Mungkin saja manusia masih bisa bertahan hidup jika tidak makan selama beberapa hari. Namun percayalah
manusia tidak akan bisa hidup tanpa minum. Ketahanan manusia tanpa minuman hanyalah sebentar saja, tidak seperti tahannya manusia terhadap makanan. Jika kekeringan terjadi, maka persediaan air minum masyarakat juga akan terancam. Dan hal ini tentu saja akan mengancam kehidupan masyarakat. Beruntung akhir- akhir ini air minum dapat kita peroleh dengan membeli air mineral di toko- toko. Namun hal ini tetap haris kita waspadai, mengingat tidak semua orang meminum air mineral.
2. Kurangnya sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari
Selain kebutuhan akan air minum menjadi kurang, kebutuhan air untuk
memenuhi kebutuhan sehari- hari juga akan kurang. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan sehari- hari kita sangat membutuhkan air, baik untuk mandi, memasak, mencuci, buang air, dan sebagainya. Percayalah, manusia tidak akan bisa hidup tanpa air. Akan sangat sulit bagi manusia untuk menemukan pengganti air untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Maka masyarakat rela untuk
mengeluarkan sejumlah mahal uang untuk membeli air hanya demi memenuhi kebutuhan sehari- hari. Peristiwa kekeringan sungguh benar- benar membuat masyarakat menjadi mengeluarkan uang lebih banyak daripada biasanya.
3. Tanaman menjadi mati
Salah satu dampak dari kekeringan adalah membuat tanaman di sekitar tempat tinggal menjadi mati. Matinya tanaman dapat berakibat buruk bagi
kehidupan manusia. pohon mempuyai kemampuan untuk menghasilkan oksigen,
mengurangi polusi udara, dan lain sebagainya. Begitulah akhirnya bahwa
tanaman di sekitar kita akan mati apabila tidak ada air. Tanaman selain menjadi sumber oksigen, juga menjadi sumber makanan bagi manusia. Ketika tanaman menjadi mati maka sumber makanan bagi manusia juga telah hilang. Bukan
hanya manusia saja, namun juga binatang. Beberapa tanaman akan sangat cepat mati karena kekerigan. Namun ada beberapa tanaman yang bisa bertahan dalam kekeringan, misalnya adalah rerumputan.
4. Banyak binatang yang akan mati
Selain tanaman, binatang juga akan mati karena peristiwa kekeringan.
Binatang seperti manusia yang membutuhkan air minum untuk mempertahankan hidupnya. Ketika persediaan air semakin menipis maka binatang akan kekurangan air minum. Dan ketika kekurangan air menum maka binatang akan mencari
kemana- mana. Jika tidak menemukan sumber air, maka binatang akan mati setelah beberapa lama tidak minum. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa dampak dari kekeringan ini memang sangat berbahaya, yakni menyebabkan nyawa makhluk hidup melayang.
5. Kelaparan massal
Akibat yang sangat mengerikan lainnya dari kekeringan adalah terjadinya kelaparan massal. Apabila masalah air minum masih bisa diatasi dengan membeli air mineral, maka lain halnya dengan ketersediaan pangan nasional. Kekeringan yang melanda suatu negara misalnya, akan membuat masyarakat negara
tersebut menjadi kelaparan. Hal ini karena sumber pangan mereka telah mati. Tananaman pertanian, perkebunan dan lainnya tidak akan bertahan lama tanpa adanya air yang dapat menyirami mereka.
Dengan matinya tanaman- tanaman tersebut maka manusia akan kehilangan sumber makanannya dan mereka akan menjadi lapar. Jika di berbagai penjuru negeri telah mengalami kelaparan, maka lama- kelamaan masyarakat akan mengalami kematian massal. Hal ini akan menjadi bencana yang sungguh megerikan. Bahkan ada cerita bahwa di satu negara konflik di Timur Tengah. Ketika banyak pengungsi tidak mempunyai air untuk minum di tengah padang pasir, para ibu rela mengiris tangan mereka dan meminumkan darah mereka untuk anak- anak mereka agar mereka tidak kehausan dan bisa bertahan hidup.
6. Lingkungan menjadi kotor
Dampak dari kekeringan yang lainnya adalah lingkungan menjadi kotor. Air mempunyai fungsi atau manfaat yang sangat banyak, salah satunya membuat lingkungan menjadi kotor. Salah satu sifat air adalah mengalir yang dapat meghanyutkan berbagai kotoran. Apabila air saja tidak ada, maka bagiamana untuk menghilangkan kotoran yang ada di lingkungan? Sebagai contoh jika ada kotoran hewan di lantai. Jika ada air, maka kita bisa menyiramnya dengan air, kemudian mengepel lantai hingga lantai menjadi bersih. Nah, apabila air saja tidak ada maka bagaimana kita akan membersihkan kotoran tersebut? Ini barulah contoh satu, masih banyak contoh lainnya tentang membersihkan lingkungan dengan air.
7. Timbul banyak bibit penyakit
timbul banyak sekali jenis penyakit. Penyakit yang paling banyak terjadi atau timbul adalah penyakit kulit. Banyak penyakit kulit yang akan timbul karena kekeringan, seperti gatal- gatal, jamur, dan lain sebagainya. Biasanya penyakit kulit ini juga akan terlihat menjijikkan karena berbau dan menular.
8. Munculnya binatang- binatang aneh
Saat kekeringan, beberapa binatang yang aneh dan jarang kita lihat akan muncul dihadapan kita. binatang- binatang yang biasanya muncul ketika
kekeringan adalah serangga, baik serangga terbang maupun melata. Di Afrika, benua yang tandus dan paling sering terjadi kekeringan terdapat binatang- biantang serangga yang mungkin tidak banyak ditemukan di Indonesia. Selain binatang- binatang serangga terbang, masih banyak lagi binatang yang akan muncul akibat kekeringan.
Itulah beberapa dampak dari kekeringan yang mungkin akan kita rasakan dalam kehidupan sehari- hari. dampak dari kekeringan tersebut sangat
mengerikan dan juga berbahaya. maka dari itulah sebisa mungkin kita harus mencegah terjadinya kekeringan. Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi kekeringan yanencegah terjadinya kekeringan. ada n tersebut sangat meg terjadi, dan kita akan membahasnya dalam artikel ini.
Upaya Penanggulangan Kekeringan
Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang keberadaannya sama sekali tidak diinginkan. Sepeti halnya jenis bancana alam lainnya yang dapat diupayakan penanggulangannya, demikian halnya dengan kekeringan. Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi kekeringan ini antara lain adalah sebagai berikut:4
1. Menanam banyak pohon
Salah satu cara untuk dapat menanggulangi kekeringan adalah banyak menanam pepohonan. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu fungsi pohon adalah mnyerap dan kemudian menyimpan air di dalam akarnya. Suatu saat air yang tersimpan di bawah akar pohon dan disebut dengan air tanah ini akan dapat digunakan di kemudian hari ketika musim kemarau tiba. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dartah yang mempunyai banyak pohon akan lebih banyak mempunyai air daripada daerah yang kurang pohon.
2. Membuat bendungan
Solusi kedua untuk menanggulangi kekeringan adalah dengan membuat bendungan. Bendungan merupakan salah satu cara untuk membuat air sungai tersimpan (terbendung) sehingga suatu saat dapat digunakan ketika masuarakat kekurangan air. Bendungan juga digunakan untuk mengairi sawah.
3. Menggunakan air dengan sewajarnya
Salah satu solusi yang dapat kita lakukan dan dimulai dari diri sendiri adalah menghemat penggunaan air. Air yang merupakan sumber daya alam harus kita hemat dan penggunaannya hanya sewajarnya saja, jangan berlebihan.
Itulah beberapa upaya yang dapat kita lakukan ntuk menanggulangi adanya kekeringan yang bisa mengancam kehidupan manusia dan bisa datang sewaktu- waktu. Langskah tersebut bisa dimulai dari diri sendiri dan lebih baik jika
dilakukan bersama- sama.
4Triana Nita.”Pendekatan Ecoregion Dalam Sistem Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air Sungai di Era Otonomi Daerah”.
Peran undang-undang dalam masalah lingkungan
Sumber daya alam hayati Indonesia dan ekosistemnya mempunyai kedudukan dan peranan penting bagi kehidupan dan pembangunan nasional. Karena itu, harus dikelola dan dimanfaatkan secara lestari bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia Indonesia dan umat manusia pada umumnya untuk
sekarang dan di masa yang akan datang. Begitu pula dimana air sebagai sumber kehidupan maka keberadaannya harus selalu dijaga serta dimanfaatkan sebaik mungkin. Undang-Undang Dasar 1945, memberikan dasar hukum yang kuat bagi pengelolaan sumberdaya alam hayati, seperti disebut dalam pembukaan,
khususnya pasal 33 ayat 3 yang menyatakan dengan tegas bahwa kekayaan alam Indonesia, termasuk sumber daya alam hayati yang ada di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyatnya.5
Selain itu juga diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, serta UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.
Berbicara mengenai peraturan perundang-undangan mengenai lingkungan hidup maupun sumber daya alam sejak awal bahkan sejak Indonesia merdeka hal itu sudah diatur sebab ini juga menyangkut hubungannya dengan kelangsungan hidup seluruh elemen baik mahkluk hidup maupun mati. Selain itu dengan adanya hukum lingkungan ini menunjukkan bahwa lingkungan atau alam merupakan alat vital bagi seluruh pihak dicdunia ini. setelah mengetahui perkembangan selama ini melihat kondisi lingkungan (alam) saat ini yang kondisinya cukup
memprihatinkan maka perlu penegakan hukum yang lebih baik lagi serta perlu adanya tindakan nyata dari semua pihak untuk menjaga serta melestarikan alam ini.
KESIMPULAN
Kekurangan air bersih atau kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang timbul karena musim kemarau yang berkepanjangan itu juga disebabkan karena dampak salah satu dari pemanasan global. Kekeringan disebabkan oleh beberapa faktor serta mengakibatkan banyak hal yang mana itu akan
mengancam kehidupan sebab air yang merupakan sumber kehidupan apabila tidak ada kehidupan ini akan punah atau binasa. Kekeringan di indonesia terjadi hampir diseluruh wilayah terutama yang berada di dataran rendah maka
kekurangan air bisa sebagai bencana yang terus terulang apabila musim kemarau datang atau bisa disebut langganan.
Dari hal itu perlu adanya penanganan yang tepat, Indonesia sudah memiliki peraturan perundang-undangan yang jelas dan tegas namun kadang dalam
penegakannya masih kurang sama dalam penegakan hukum yang lain. Maka perlu adanya penegakkan hukum lingkungan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku agar bumi dan alam dapat berdampingan harmoni dalam kehidupan. Selain itu sebagai yang berhak menjaga dan melestarikan kita perlu melalukan tindakan nyata untuk menjaga alam terutama dalam masalah kekurangan air
bersih dan kekeringan salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah reboisasi, dengan reboisasi kita kembali mengidupkan hutan sehingga hutan dapat kembali sesuai fungsinya salah satunya menampung air.
DAFTAR PUSTA
Indarto, Sri Wahyuni dkk. “Studi Pendahuluan Tentang Penerapan Metode Ambang Bertingkat Untuk Analisi Kekeringan Hidrologi Pada15 Das Di Wilayah Jawa Timur”. Jurnal Agroteknologi, Volume 8 Nomor 2, Juli 2014. Hlm. 114-115. Nita Triana. “Pendekatan Ecoregion Dalam Sistem Hukum Pengelolaan Sumber
Daya Air Sungai di Era Otonomi Daerah”. Pandecta, Volume 9 Nomor 2, Desember 2014. Hlm. 161-162.
Silalahi, M. Daud. HUKUM LINGKUNGAN Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Bandung: Alumni.
Subagyo, P. Joko. HUKUM LINGKUNGAN Masalah dan Penanggulangannya. Jakarta: PT Rineka Cipta.