• Tidak ada hasil yang ditemukan

Critical Review Strategi Pengembangan Da

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Critical Review Strategi Pengembangan Da"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

I. DATA JURNAL

 Judul Jurnal : Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Dalam Upaya Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan

 Penulis Jurnal : Almasdi Syahza dan Suarman

 Vol, Tahun Terbit : Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 14 Nomor 1, Juni 2013, hlm. 126-139

 Jumlah Halaman : 14 lembar

II. REVIEW JURNAL

Kabupaten Kepaulauan Meranti merupakan salah satu kabupaten otonomi baru di Provinsi Riau yang memiliki ketimpangan serta memiliki banyak daerah tertinggal didalamnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pembangunan di daerah Riau, khususnya di wilayah pesisir belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang berdiam di daerah pedesaan. Disebabkan oleh adanya distorsi pembangunan yang lebih terpusat pada ekonomi perkotaan.

(3)

Pembangunan pedesaaan harus dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan sifat dan cirinya, adapun empat upaya yang harus dilaksanakan adalah:

1. Memberdayakan ekonomi masyarakat melalui supply modal, teknologi dan pemasaran 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pedesaan agar memiliki dasar yang

memadai untuk meningkatkan dan memperkuat produktivitas dan daya saing 3. Penyediaan prasarana di pedesaaan khususnya prasarana perhubungan

4. Membangun kelembagaan pedesaan baik yang bersifat formal maupun non formal agar terciptanya pelayanan yang baik terutama untuk memacu perekonomian pedesaan seperti lembaga keuangan.

Dalam memacu pertumbuhan ekonomi, kebijaksanaan ekonomi harus menganut paradigma baru dimana pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi perhatian utama. Pembangunan industri harus memperhatikan keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward lingkage), yang dimaksudkan yaitu keterkaitan kebelakang dengan sektor pertanian atau sektor primer serta harus memperhatikan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan pemasaran yang baik sehingga produk yang dihasilkan tidak sia-sia. Pengembangan sektor pertanian di pedesaan harus diarahkan kepada sistem agribisnis, karena pendekatan ini akan dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian mengingat sebagian besar masyarakat pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

(4)

1. Lemahnya struktur permodalan dan akses terhadap sumber permodalan yang menyebaban para petai kesulitan untuk mengelola modal dan pendapatan hingga akhirnya sering terjerat pada sistem peminjaman yang secara ekonomi justru merugikan pihak petani

2. Ketersediaan lahan dan masalah kesuburan tanah yang berkaitan dengan perubahan perilaku petani dan juga pembagian penggunaan lahan untuk berbagai kegiatan sub sektor pertanian

3. Pengadaan dan penyaluran sarana produksi

4. Keterbatasan kemampuan akan penguasaan teknologi, dimana keberadaan teknologi harusnya mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha apabila diimbangi dengan kemampuan yang mendukung

5. Lemahnya organisasi dan managemen usaha tani

6. Kurangnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia untuk sektor agribisnis

Dari uraian yang telah dijelaskan diatas mengenai permasalahan serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan sektor pertanian, berikut ini permasalahan yang dihadapi serta harapan dalam pelaksanaan program kemiskinnan bagi masyarakat pedesaan secara umum:

Jika mengerucut ke hal yang lebih mikro, kendala juga terjadi dalam pemasaran produk pertanian. Dengan adanya kendala pada pemasaran, maka akan menghambat aliran produk pertanian dari produsen awal ke industri pengolahan atau ke konsumen akhir. Minimnya pengetahuan dan ketiakjelian pasar dari para petani justru dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku bisnis di daerah atau yang biasa disebut toke (mafia pasar). Pelaku ini sering memanfaatkan kelemahan pemasaran sektor pertanian di pedesaan untuk mempermainkan harga, sehingga pihak petani selalu berada pada posisi tawar menawar yang rendah Masalah utama yang menyebabkan harga dapat dipermainkan oleh mafia pemasaran adalah melalui titik lemah produk pertanian, antara lain:

(5)

terpencar-pertanian yang mudah rusak, berat dan memerlukan banyak tempat. Ketidak sinambungan produksi pertanian ini lah yang menyebabkan mafia pemasaran memanfaatkan peluang. b. Kurang memadainya pasar yang berkaitan dengan penetapan harga dan pembayaran. Dimana petani dengan keadaaan keuangan yang lemah biasanya menerapkan sistem penetapan harga jual borongan, sehingga memunculkan perjanjian mengikat antara petani dan pedangang perantara.

c. Panjangnya saluran pemasaran sehingga biaya yang dikeluarkan juga besar

d. Rendahnya kemampuan tawar-menawar produk pertanian dikarenakan keterbatasan modal yang dimiliki sehingga produk yang dihasilkan dijual dengan harga yang rendah e. Sering terjadinya fluktuasi harga tergantung permintaan dan penawaran, sehingga petani

kesulitan dalam melakukan perencanaan produksi dan pedagang kesulitan dalam memperkirakan permintaan

f. Kurang tersedianya informasi pasar yang menyebabkan petani melakukan usaha tani tanpa melalui perencanaan yang matang, kondisi itu lah dimanfaatkan pihak pemasaran untuk menekan harga jual demi keuntugan yang besar.

g. Kurang jelasnya jaringan pemasaran yang berdampak pada sulitnya perluasan jaringan pemasaran

h. Rendahnya kualitas produksi karena penanganan yang dilakukan belum intensif baik pada kegiatan pra panen maupun paska panen

i. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia yang ada di pedesaan khususnya, nyatanya sampai saat ini tidak didukung oleh fasilitas pelatihan yang memadai serta pembinaan petani yang lebih mengarah ke praktek budidaya belum sampai praktek pemasaran

Perlu dipikirkan suatu paradigma baru untuk mengatasi masalah pemasaran produk pertanian yang selama ini dirasakan oleh petani, salah satunya ialah dengan cara memberdayakan lembaga ekonomi pedesaan yaitu koperasi. Keberadaan koperasi adalah sebagai badan usaha di pedesaan dan pelaksana penuh subsistem agribisnis yang merupakan lembaga pemasaran dari produk pertanian, informasi pasar serta penyedia kredit bagi para petani. Melalui pembentukan koperasi agribisnis di pedesaan, maka mafia pemasaran di level bawah secara bertahap akan dapat dihilangkan.

Dalam upaya memacu pembangunan dari aspek ekonomi dan sosial di daerah tertinggal harus memprioritaskan tiga program utama pembangunan daerah tertinggal meliputi peningkatan ekonomi rakyat (mengentaskan kemiskinan), peningkatan kualitas sumberdaya manusia (pengentasan kebodohan) serta pembangunan infrastruktur. Program kemiskinan merupakan pendekatan pembangunan yang bersifat komprehensif dan mendasar karena akan memberikan konsekuensi yang kuat terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kemudian kualitas sumberdaya manusia sangat menentukan perubahan dan percepatan pembangunan suatu daerah, apabila kualitas SDM rendah maka masyarakat akan sulit menerima perubahan dan berdampak pada rendahya tingkat keterampilan dan penguasaan teknologi. Sedangkan dengan adanya pembangunan infrastruktur akan memperlancar dan mensukseskan pencapaian berbagai tujuan dalam segala aspek kehidupan, terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.

Adapun bentuk kebijakan pembangunan daerah tertinggal yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan perekonomian daerah yang berbasis kerakyatan, yaitu:

(6)

perencanaan pembangunan yang komprehensif/partisipatif, demokratis, aspiratif dan transparan

2. Melakukan restrukturisasi dan redistribusi kepemilikan asset produktif kepada masyarakat pedesaan dengan memakai standar skala ekonomi keluarga sejahtera (3 ha/KK)

3. Melakukan optimalisasi peran dan fungsi seluruh perusahaan agribisnis dan forestry (dengan Peraturan Daerah) sebagai investor di pedesaan untuk melakukan reinvestasi melalui kemitraan pola perusahaan patungan bersama pemerintah dan masyarakat pedesaan dalam membangun sistem perekonomian pedesaan

4. Mengembangkan usaha kecil, menengah, koperasi dan usaha mikro lainnya dengan cara peningkatan, pengembangan keterkaitan dan kemitraan usaha yang saling menguntungkan dan saling membutuhkan

5. Mengembangkan bidang-bidang yang mempunyai keterkaitan dengan pengembangan bidang-bidang lainnya yaitu bidang industri, pertanian dalam arti luas, bidang transportasi, perdagangan, pariwisata serta bidang kelautan yang cukup strategis sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki daerah

6. Meningkatkan upaya pembangunan infrastruktur terutama perhubungan darat, laut dan udara untuk meningkatkan aksesibilitas dan kelancaran lalu lintas orang dan barang 7. Mendorong upaya peningkatan nilai tambah (added value) sebagai produk pertanian yang

dihasilkan oleh petani di pedesaan melalui sistem agribisnis dan agroindustri yang menekankan pada upaya pengembangan berbagai industri turunan

8. Memberdayakan lembaga dan organisasi ekonomi masyarakat di pedesaan sebagai wadah pengembangan kegiatan usaha produktif dan memberdayakan masyarakat miskin serta mendorong berkembangnya lembaga-lembaga keuangan mikro dalam rangka mendekatkan masyarakat pada akses permodalan guna mengembangkan ekonomi kerakyatan.

III. CRITICAL JURNAL

(7)

diberikan lebih mendalam pada lokasi studi kasus, dengan tetap memberikan teori mengenai pedesaan tertinggal serta program kebijakan secara umum sebagai pendukung.

Referensi

Dokumen terkait

Ditinjau dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa rasio tegangan lekatan dengan tegangan leleh antara tulangan bambu dibandingkan baja polos mendapatkan hasil yang lebih

Dengan begitu enelusuri jalanan kampung ini menjadi pengalaman baru dan berbeda dari kampung lainnya, dapat menunjang kampung dalam kegiatan ekonomi dan dapat

Kualitas produk air minum kemasan AISO sudah sangat memuaskan, Prioritas upaya yang dilakukan perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas produk air minum kemasan AISO berdasarkan

Hasil penelitian ini juga didukung penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2014) yang mengatakan bahwa mayoritas penghasilan keluarga dalam golongan rendah sebanyak 11

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak

Gambaran umum sistem yang akan dibuat dalam penelitian ini mencakup crawling data, preprocessing terhadap data hasil crawling yang telah dilabel, sentiment analysis

Berdasarkan Peraturan Bupati Rokan Hilir Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan

Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa perilaku agresif adalah bentuk tindakan tingkah laku sosial yang menyimpang, dengan maksud untuk menyakiti