• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN KULIAH HUKUM ACARA PIDANA PEMBUKTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAHAN KULIAH HUKUM ACARA PIDANA PEMBUKTI"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN KULIAH HUKUM

ACARA PID

Oleh: Airi Safrijal

Pembuktian

(2)

Hukum Acara Pidana

Yang dimaksud dengan “membuktikan” adalah meyakinkan hakim tentang kebenaran dalil

(3)

Menurut pasal 183 KUHAP menyatakan bahwa “hakim tidak boleh menjatuhkan pidana

kepada seseorang kecuali apabila sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia

memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa

(4)

Alat bukti yang dimaksud di sini adalah sesuai dengan pasal 184 KUHAP ayat 1, yaitu :

a. Keterangan Saksi; b. Keterangan Ahli; c. Surat;

d. Petunjuk;

(5)

Keterangan Saksi:

(1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.

(2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak berlaku apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya.

(4) Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa, sehingga dapat

membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu. (5) Baik pendapat maupun rekaan, yang diperoleh dari hasil

(6)

Tentangan

mengenai penggunaan saksi mahkota ini juga

ditemui dalamYurisprudensi Mahkamah Agung No.1174 K/Pid/1994 tanggal 3 Mei 1995 jo No.1592 K/Pid/1994 tanggal 3 Mei 1995 yang menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi mahkota sebaiknya tidak

(7)

keterangan ahli (psl 186-187)

Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan;

pnlaina thdp keterangan saksi ini harus diperhatikan :

a. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain; b. persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti;

c. Alasan yang dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu.

d. Cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya

(8)

Surat (ps.187)

a. berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat di hadapannya, yang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar, dilihat atau yang dialaminya sendiri, disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangannya itu

b. surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan

perundang-undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenai hal yang termasuk dalam tata laksana yang

menjadi tanggung jawabnya dan yang diperuntukkan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan;

c. surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau

sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dari padanya; d. surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya

(9)

Keterangan terdakwa (ps.189)

(1) Keterangan terdakwa ialah apa yang terdakwa

nyatakan di sidang tentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri.

(2) Keterangan terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang, asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang

didakwakan kepadanya.

(3) Keterangan terdakwa hanya dapat digunakan terhadap dirinya sendiri.

(4) Keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa ia bersalah melakukan

(10)

Petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau

keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara satu dengan yanglain, maupun dengan tindak

pidana itu sendiri, menandakan telah terjadinya suatu tindak pidana dan siapa pelakunya (psl 188 KUHAP). Petunjuk dapat diperoleh dari :

a. Keterangan saksi. b. Surat;

(11)

Syarat ktrngan saksi sbg alat bkti: Syarat formil saksi: • Berumur 15 tahun keatas;

Sehat akalnya;

Tidak ada hubungan keluarga sedarah dan keluarga

semenda dari salah satu phak menurut keturunan yang lurus, kecuali Undang-Undang menentukan lain;

Tidak ada hubungan perkawinan dengan salah satu pihak meskipun bercerai (pasal 145 (1) HIR);

Tidak ada hubungan kerja dengan salah satu pihak dengan menerima upah (pasal 144(2) HIR), kecuali

undang-undang menentukan lain; • Menghadap di persidangan;

(12)

Berjumlah sekurang-kurangnya 2 orang untuk kesaksian

suatu peristiwa atau dikuatkan dengan alat bukti lain (pasal 169 HIR), kecuali dalam perzinaan;

Dipanggil diruang sidang satu demi satu (pasal 144 (1) HIR);memberi keterangan secara lisan.

Syarat materiil saksi:

Menerangkan apa yang dilihat, ia dengar, dan ia alami

sendiri (pasal 171 HIR);

Diketahui sebab-sebab ia mengetahui peristiwa (pasal 171

(1) HIR);

Bukan merupakan pendapat atau kesimpulan saksi sendiri

(pasal 171 (2) HIR);

(13)

PRAPERADILAN

UU No. 8/1981 ttg HAP: Pasal 1 Angka 10

Praperadilan adalah wewenang pengadilan negeri untuk

memeriksa dan memutus menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini, tentang:

sah atau tidaknya suatu penangkapan dan atau

penahanan atas permintaan tersangka atau keluarganya atau pihak lain atas kuasa tersangka;

sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau

penghentian penuntutan atas permintaan demi tegaknya hukum dan keadilan;

permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi oleh tersangka atau keluarganya atau pihak lain atas kuasanya yang

(14)

Ruang lingkup praperadilan berdasarkan Pasal 77 KUHAP

a. Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyelidikan atau penghentian penuntutan;

b. Ganti kerugian atau rehabilitasi yang berhubungan dengan penghentian

(15)

Yahya Harahap mengemukakan secara rinci wewenang praperadilan yang disesuaikan

dengan ketentuan KUHAP (Pasal 1 butir 10, Pasal 77, Pasal 95, Pasal 97) sebagai berikut:

Memeriksa dan memutus sah atau tidaknya upaya paksa berupa penangkapan dan penahanan.

Memeriksa sah atau tidaknya penghentian penyidikan dan penuntutan.

Berwenang memeriksa tuntutan ganti rugi.Memeriksa permintaan rehabilitasi.

(16)

TUJUAN PRAPERADILAN

Tujuan dari praperadilan dapat diketahui dari penjelasan Pasal 80 KUHAP yang menegaskan “bahwa tujuan dari pada praperadilan adalah untuk menegakkan hukum, keadilan, kebenaran melalui sarana pengawasan horizontal.” Esensi dari praperadilan, untuk mengawasi tindakan

upaya paksa yang dilakukan oleh penyidik atau penuntut umum terhadap tersangka, supaya tindakan itu benar-benar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-undang&bukan

(17)

Yang dapat mengajukan Pra peradilan adalah:

a. Tersangka, yaitu apakah tindakan penahanan terhadap dirinya bertentangan dengan

ketentuan Pasal 21 KUHAP, ataukah penahanan yang dikenakan sudah melawati batas waktu yang ditentukan Pasal 24 KUHAP;

b. Penyidik untuk memeriksa sah tidaknya penghentian penuntutan;

c. Penuntut Umum atau pihak ketiga yang

berkepentingan untuk memeriksa sah tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian

(18)

PROSES PEMERIKSAAN PRA PERADILAN

1. Pra peradilan dipimpin oleh Hakim Tunggal yang ditunjuk oleh

Ketua Pengadilan Negeri dan dibantu oleh seorang Panitera (Pasal 78 ayat (2) KUHAP).

2. Pada penetapan hari sidang, sekaligus memuat pemanggilan pihak pemohon dan termohon pra peradilan.

3. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung permohonan pra peradilan diperiksa, permohonan tersebut harus diputus.

4. Pemohon dapat mencabut permohonan¬nya sebelum Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan apabila disetujui oleh termohon. Kalau termohon menyetujui usul pencabutan permohonan tersebut, Pengadilan Negeri membuat penetapan tentang pencabutan tersebut.

5. Dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan sedangkan pemeriksaan pra peradilan belum selesai maka

(19)

UPAYA HUKUM TERHADAP PUTUSAN PRAPERADILAN

1. Putusan pra peradilan tidak dapat dimintakan banding (Pasal 83 ayat (1), kecuali terhadap putusan yang menyatakan "tidak

sahnya" penghentian penyidikan dan penuntutan (Pasal 83 ayat (2) KUHAP).

2. Dalam hal ada permohonan banding terhadap putusan pra peradilan sebagai¬mana dimaksud Pasal 83 ayat (1) KUHAP, maka permohonan tersebut harus dinyatakan tidak diterima. 3. Pengadilan Tinggi memutus permintaan banding tentang tidak

sahnya penghen¬tian penyidikan dan penuntutan dalam tingkat akhir.

4. Terhadap Putusan pra peradilan tidak dapat diajukan upaya hukum kasasi.

Sumber: Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan

(20)

KONEKSITAS Pengertian

Pasal 89 (1)

“Tindak pidana yang dilakukan bersama-sama oleh mereka yang termasuk Iingkungan peradilan umum dan lingkungan peradilan militer, diperiksa dan diadili oleh pengadilan dalam Iingkungan peradilan umum kecuali jika menurut keputusan Menteri Pertahanan dan Keamanan dengan persetujuan Menteri

Kehakiman perkara itu harus diperiksa dan diadili

(21)

Prinsip Koneksitas

Dalam ketentuan pasal 89 (1) KUHAP, terdapat

sebuah ketentuan prinsip pemeriksaan dan

peradilan perkara koneksitas, yakni lingkungan peradilan yang akan memeriksan dan

mengadili perkara koneksitas adalah

lingkungan Peradilan Umum. Pengecualian yg mngkibatkan Peradilan Militer bs utk

(22)

Jika ada keputusan Menteri Pertahanan yang

mengharuskan perkara koneksitas ini diperiksa dan diadili oleh lingkungan Peradilan Militer.

Keputusan Menteri Pertahanan tersebut telah

(23)

PENYIDIKAN PERKARA KONEKSITAS

Pasal 89 (2) KUHAP telah menentukan cara

dan aparat yang berwenang dalam melakukan penyidikan terhadap perkara koneksitas.

Aparat penyidik perkara koneksitas terdiri dari suatu “tim tetap”, yang terdiri dari unsur :

a. Unsur Penyidik Polri; b. Polisi Militer;

(24)

Oditur Militer dan Oditur Militer Tinggi yang selanjutnya disebut Oditur adalah pejabat

yang diberi wewenang untuk bertindak sebagai penuntut umum, sebagai pelaksana putusan

atau penetapan Pengadilan dalam lingkungan peradilan militer atau Pengadilan dalam

lingkungan peradilan umum dalam perkara pidana, dan sebagai penyidik sesuai dengan

ketentuan undang-undang ini. (Pasal 1 Angka 7 UU Nomor 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan

(25)

SUSUNAN MAJELIS PERADILAN KONEKSITAS

Ssnan Majelis Hkm peradilan perkara koneksitas

disesuaikan dg ling peradilan yg mengadili perkara tsb yakni:

a. Apabila perkara koneksitas diperiksa dan diadili oleh lingkungan peradilan umum, maka susunan Majelis Hakimnya adalah :

- Sekurang-kurangnya Majelis Hakim terdiri dari tiga orang. - Hakim Ketua diambil dari Hakim Peradilan Umum

(Pengadilan Negeri).

- Hakim Anggota ditentukan secara berimbang antara

(26)

b. Apabila perkara koneksitas diperiksa dan diadili oleh lingkungan Peradilan Militer, maka susunan Majelis Hakimnya adalah :

- Hakim Ketua dari lingkungan Peradilan Militer. - Hakim Anggota diambil secara berimbang dari hakim Peradilan Umum dan Peradilan Militer.

(27)

SECARA TEORETIS TERDAPAT EMPAT TEORI MENGENAI SISTEM PEMBUKTIAN YAITU:

Sistem pembuktian menurut Undang-undang

secara positif (positief wettelijke bewijs theorie)

Menurut teori ini, sistem pembuktian positif bergantung pada alat-alat bukti sebagaimana disebut secara limitatif dalam undang-undang. Singkatnya, undang-undang telah menentukan tentang adanya alat-alat bukti mana yang dapat dipakai hakim, cara bagaimana hakim

(28)

lnjtan....,

Jadi jika alat-alat bukti tersebut digunakan sesuai dengan undang-undang maka hakim mesti

menentukan terdakwa bersalah walaupun hakim berkeyakinan bahwa terdakwa tidak bersalah

(29)

Sistem pembuktian menurut keyakinan hakim melulu (conviction intime)

Pada sistem pembuktian berdasarkan keyakinan hakim,

hakim dapat menjatuhkan putusan berdasarkan keyakinan belaka dengan tidak terikat oleh suatu peraturan.

Sistem pembuktian berdasarkan keyakinan hakim atas alasan yang logis (Laconviction Raisonnee)

Menurut teori ini, hakim dapat memutuskan seseorang

bersalah berdasarkan keyakinannya, keyakinan yang didasarkan kepada dasar-dasar pembuktian disertai

(30)

Persamaan antara keduanya ialah keduanya sama

berdasar atas keyakinan hakim, artinya terdakwa tidak mungkin dipidana tanpa adanya keyakinan hakim

bahwa ia bersalah.

Sistem pembuktian menurut undang-undang secara negatif (negatief wettelijke bewijs theorie)

Pada prinsipnya, sistem pembuktian menurut

undang-undang secara negatif menentukan bahwa hakim hanya boleh menjatuhkan pidana tehadap terdakwa apabila alat bukti tersebut secara limitatif ditentukan oleh

undang-undang dan didukung pula oleh adanya

(31)

lnjtan....,

Artinya hakim hanya boleh menyatakan terdakwa

bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan apabila ia yakin dan keyakinannya tersebut didasarkan kepada alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang. Ada dua hal yg mrpkan syarat utk mmbktikan kslhan

terdakwa, yakni:

1. pertama, Wettelijk yaitu adanya alat-alat bukti yg sah dan dittpkan olh uu.

2. kedua, yaitu adanya keyakinan (nurani) dri hakim, shngga brdsarkan bukti2 tsb hakim meyakini kslhan terdakwa. Antara alat-alat bukti dg keyakinan

(32)

menurut Lilik Mulyadi KUHAP di Indonesia menganut sitem pembuktian menurut

(33)

GANTI KRGIAN

Ganti Kerugian untuk Terpidana

Psl 1 angka 22 UU No 8 Thn 1981 ttg KUHAP

Ganti krgian adl hak seorg utk mdpt pmnuhan ats tnttannya yg brpa imblan sjmlh uang krn ditngkp, dithan, ditntut ataupun

diadili tnp alsan yg brdsrkan uu atau krn kkliruan mngnai orgnya atau hkm yg ditrpkan mnrut cra yg diatur dlm uu ini.

UU no. 8 Th. 81 Psl 95 (1) brbnyi: "Trsngka, trdkwa/trpid brhk mnntut ganti krgian krn ditngkp, dithan, ditntut&diadili/diknkan tndkan lain, tnp alsan yg brdsrkan UU/krn kkliruan mngnai

(34)

ACRA PLKSNAAN GNTI KRGIAN

SIAPA YG BRHAK MNGJKAN GANTI KRGIAN

1. Trsngka 2. Trdkwa

3. Terpidana, dan 4. Ahli warisnya

Pmrksaan&ptsan mngnai tttan gnti krgian mngkti

acra praperadilan

Ptsan ttg pmbrian gnti krgian brbntuk pntapan yg

mmuat dg lngkp smua hal yg diprtmbangkan sbg alsan bg ptsan tsb (Psl 96 KUHAP).

(35)

Rehabilitasi

Psl 1 angka 23 UU No 8 Thn 1981 ttg KUHAP “Rehabilitasi adl hak seorg utk mdpt pmlihan haknya dlm kmmpuan, kddkan dan hrkat srt

martbtnya yg dibrkan pd tngkt pnydikan, pnnttan atau peradilan krn ditngkp, dithan, ditntut ataupun diadili tnp alsan yg brdsrkan uu atau krn kklruan

(36)

GNTI KRGIAN PD PHAK KETIGA

Ktntuan gnti krgian pd phk ketiga/krbn dlik tdpt variasi dibbrp neg, spti perancis mngnal hal ini. Nmun phk

ketiga itu luas artinya slain ggtan dr krban dlik, jg biasa mncul ggtan dr asuransi kshtan, phk pmrntah dlm hal pklnggran izin ush, prpjkan dll.

Psl 98 mngtkan: “mnimblkan krgian bg org lain, pnjlsn

psl ini mksdnya krgian bg org lain (tmsuk krgian krban).

Psl 101 KUHAP

(37)

Psl 1365 KUHPer, yg isinya:

“tiap prbtan mlnggar hkm, yg mmbwa krgian kpd

org lain, mwjbkan org yg krn slhnya mnrbitkan krgian itu, mnggnti krgian tsb”

KPAN GNTI KRGIAN ITU DIAJUKAN

a. Gnti krgian di ajukan sblm PU mngjkan pnntan (psl 98 ayat (2) KUHAP)

b. Jk PU tdk hdir, mk pmtaan diajukan slmbt2nya

(38)

PNGGBUNGAN GGTAN GNTI KRGIAN

Dsr hkm Psl 98 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP) :

(1) Jk suatu pbtan yg mjd dsr dakwaan di dlm suatu pmriksaan prkra pid olh PN mnmbulkan krgian bg org lain, mk hakim ketua sidng ats prmntaan org itu dpt mntapkan utk mnggbngkan prkra ggtan gnti krgian kpd prkra pid itu.

(2) Prmntaan sbgmn dimksd dlm ayat (1) hny dpt

diajukan slmbat2nya sblm PU mngjukan tttan pid. Dlm hal PU tdk hdir, prmntaan diajukan

(39)

TERSANGKA DAN TERDAKWA

Spkah trdkwa&trsngka....?

Trsngka adl seorg yg krn prbuatanya atau

kdaannya, brdsarkan bukti permulaan patut diduga sbg plku tndk pid (psl 1 butir (14)

KUHAP)

Trdkwa adl seorg yg ditntut, dipriksa&diadili di

(40)

HAK2 TRSNGKA&TRDKWA

Mmnta diprlihatkan srt tgs&mdptkan srt prntah

pnngkpan&alsan kjhtan yg diprsngkakan (psl 18 ayat (1) KUHAP)

Mnrima tmbsan Srt Prntah Pnngkpan bg klrga

trsngka (psl 18 ayat (3) KUHAP)

Mmnta pjlsan mngnai tndk pid yg disngkkan&didkwkan

kpdnya gn kpntngan pmblaan (psl 51 KUHAP)

Mbrikan ktrngan scr bbs, tnp tknan&tdk dipksa ktka

(41)

Lnjtan....,

Mdpt Bntuan Hkm&dg bbs mnnjuk Pnsht Hkm yg akn mdmpnginya (psl 54, psl 55&psl 114 KUHAP )Bgi yg diancam dg pid mti/ancman pid 15 thn/lbh

bgi yg tdk mmpu, mk pjbat yg brsngktan WAJIB mnydiakan Pnshat Hkm scr cma2 (psl 56 ayat (1)KUHAP)

Mnghbngi&brbcra dg Pnshat Hkmnya (psl 57 KUHAP)

(42)

Lnjtan....,

Mngjkan prmhnan Pra peradilan, dlm hal pnngkpan&

pnhnan thdp trsngka tdk sah&brtntngan dg UU (psl 124 KUHAP)

Mmta gnti krgian&rehabilitasi dlm hal pnngkpan,

pnhnan yg tdk sah (psl 68 KUHAP)

Mmta trunan Brita Acra Pmrksaan utk kpntngan

Pmblaannya (psl 72 KUHAP)

Mmproleh Srt Dkwaan (psl 143 ayat (4) KUHAP)Mngjkan pmblaan di prsdngan/Pleidoi (psl 182

KUHAP)

Mmta ptikan srt ptsan pengadilan sgr stlh ptsan

(43)

BANTUAN HUKUM

UU No. 16 Thn 2011 ttg BH, Psl 1 (1) dinytkan: BH adl jasa hkm yg dibrikan olh Pmbri BH scr

cma2 kpd Pnrima BH.

Pnrima BH adl org atau klpok org miskin yg tdk dpt mmnhi hak dsr scr layak&mndiri yg mnghdapi

mslh hkm (Lht Pl 1 ayat 2 UU ini).

Sdngkan dlm SEMA No. 10 Thn 2010 ttg Pdman

Pmbrian BH, Psl 27 dinytkan bhw yg brhk mdptkan jasa dr Pos BH adl org yg tdk mpu mbyar jasa

(44)

Pmbri BH adl lmbga BH atau Orgnssi kmsyarktan yg mmbri lynan BH brdsrkan UU ini.

Psl 2 UU ini, BH dilksnkan bdsarkan asas: a. keadilan;

b. persamaan kedudukan di dalam hukum; c. keterbukaan;

d. efisiensi;

(45)

Psl 3 UU ini, BH tsb mlpti mnjlnkan kuasa, mndmpngi, mwkili, mmbla, dan/atau mlkkan tndkan hkm lain utk kptngan hkm Pnrima BH, yg brtjuan utk :

Mnjmin&mmnhi hak bg Pnrima BH utk mdptkan akses

keadilan.

Mwjudkan hak konstitusional smua wrg Neg ssuai dg

prinsip prsmaan kddkan didlm hkm.

Mnjmin kpstian pnylnggraan BH dilksnkan scr mrta di

slruh wil Neg Indo.

Mwjdkan peradilan yg efektif, efisien&dpt

(46)

Hak&Kwjban Pnrima BH (Psl 12&13 UU No.16/2011 ttg BH)

Pnrima BH brhak :

Mdptkan BH hngg mslh hkmnya slesai dan/atau

prkranya tlh mmpnyai kkuatan hkm ttp, slma Pnrima BH yg brsngktan tdk mncbut surat kuasa.

Mdptkan BH ssuai dg Standar BH dan/atau Kode Etik

Advokat.

Mdptkan infrmsi&dkmen yg brkaitan dg plksnaan

pmbrian BH ssuai dg kttuan prtran prndang2an.

Pnrima BH wjib :

Mnympaikan bkti, infrmsi, dan/atau ktrngan prkra scr

bnr kpd Pmbri BH.

(47)

PEMBERI BANTUAN HUKUM Psl 8

(1) Plksnaan BH dilkkan olh Pmbri BH yg tlh mmnhi syarat brdsarkan UU ini.

(2) Syarat2 Pmbri BH sbgmna dimksd pd ayat (1) mlpti:

a. brbdan hkm;

b. terakreditasi brdsarkan UU ini;

c. mmlki kntor atau sekretariat yg ttap; d. mmlki pngrus; dan

(48)

PNGRTIAN PTSAN PENGADILAN

Pngrtian ptsan pengadilan mnrut Psl 1 butir 11

KUHAP yaitu prnytaan hakim yg diucpkn dlm sdng pengadilan tbka yg dpt brpa pmdnaan atau bebas atau lepas dr sgl tttan hkm, dlm hal srt mnrut cra yg diatur dlm uu ini. Ptsan pngdilan hnya

sah&mmpnyai kktan hkm ttap:

Ptsan pngdilan brlku sah&mmpnyai kktan hkm ttap apbl diucpkan disdang pngdlan tbka utk umum.

(49)

Yg dimksd dg “ptsan pngdilan yg tlh mmprleh kktan hkm tetap” adl :

ptsan pngdilan tngkt prtma yg tdk diajukan

bnding/kasasi dlm wkt yg ditntkan olh KUHAP;

ptsan pngdilan tngkt bnding yg tdk diajukan kasasi

dlm wkt yg ditntkan olKUHAP; atau

ptsan kasasi.

Lalu bgmna dg kasasi...?

mnyimak pdpt M. Yahya Harahap dlm

(50)

lnjtan....,

“Selama putusan belum mempunyai kekuatan hukum tetap, upaya peninjauan kembali tidak dapat dipergunakan. Terhadap putusan yang demikian hanya dapat ditempuh upaya hukum biasa berupa banding atau kasasi. Upaya hukum peninjauan kembali baru terbuka setelah upaya hukum biasa (berupa banding dan kasasi) telah tertutup. Upaya hukum peninjauan kembali

(51)

PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM PUTUSAN

Produk hakim dr hsil pmriksaan prkra di prsdngan ada 3 mcam yaitu ptsan, pntapan, dan akta

prdmaian. Putusan adl prnytaan hakim yg

dituangkan dlm bntk trtlis&diucapkan olh hakim dlm sdng trbka utk umum sbg hsil dr pmrksaan prkra ggtan (kontentius). Penetapan adl prnytaan hakim yg dituangkan dlm bntk trtlis&diucapkan olh hakim dlm sdng trbka utk umum sbg hsil dr

(52)

Beberapa jenis putusan Hakim:

Putusan Bebas (Vrijspraak/Acquittal), dlm hal

ini brrti Trdkwa dinytkan bbs dr tttan hkm. Brdsrkan Psl 191 ayat (1) KUHAP ptsan bbas tjdi bl Pengadilan bpndpat bhw dr hsil

pmriksaan di sdng Pengadilan kslhan trdkwa ats prbuatan yg didkwakan tdk trbkti scra sah dan mykinkan krn tdk trbkti adanya unsur

(53)

Putusan Lepas (Onslag van alle

Rechtsvervolging), dlm hal ini brdsarkan Psl 191 ayat (2) KUHAP Pengadilan brpndpat bhw

prbuatan yg didkwakan kpd Trdakwa trbkti, nmun prbuatan tsb, dlm pndngan hakim, bkn mrpkan suatu tndk pid.

Putusan Pemidanaan (Veroordeling), dlm hal ini

(54)

ISI PUTUSAN HAKIM

Kepala Putusan, Nomor register perkara, nama pengadilan yang memutus perkara

Identitas Para Pihak

Tentang duduk perkara

Pertimbangan hukum atau ConsideransAmar atau Dictum

(55)

UPAYA HUKUM

Upaya hkm adl hak trdakwa/PU utk mlwan ptsan

pengadilan (vonis) utk tdk mnrma ptsan pengadilan.

Mksud dr upaya hkm adl utk mmprbaiki kslhan yg

diprbuat olh instansi hkm sblmnya. 2 macam upaya hkm dlm KUHAP :

Upaya hukum biasa :Verzet (perlawanan)Banding

Kasasi

Upaya hukum luar biasa :

Kasasi demi kepentingan hukum

(56)

TUJUAN UPAYA HUKUM

MEMPERBAIKI KEKELIRUAN PUTUSANMENCEGAH KESEWENANGAN DAN

PENYALAHGUNAAN JABATAN

PENGAWASAN TERHADAP KESERAGAMAN

(57)

Pngrtian: somasi, prodeo, memori banding, kontra banding, memori kasasi&kontra kasasi.

1. SOMASI adl pringtan kpd phk yg llai mlkkan kwjbannya. Bs dilkkan mllui PN dimn org yg llai berdomisi, bs mllui srt lngsung/lngsung bcra pd phk yg llai.

2. Memori banding: pkok2 prkra yg ditlis olh pngggat bnding ttg pkok prkra yg dibndingkan kpd PT.

3. Kontra memori banding: pkok2 prkra yg ditlis olh trggat banding ttg pkok prkra yg dibndingkan kpd PT sbg

(58)

4. MEMORI KASASI adl srt ingatan/srt yg brisi kbratan2 ats judex facti (ptsan hkm trdhlu). Memori kasasi hrs dibuat stlh mnytkan kasasi di panitera pengdilan. Tdk mmbuat memori kasasi, prkra ditolak kasasinya. Memori kasasi ditjkan kpd MA mllui panitera pengadilan dimn prkra itu diputus tindasannya pd lawan prkra&arsip utk pengadilan terdahulu.

5. KONTRA MEMORI KASASI adl srt blsan ats MEMORI

KASASI yg ditrima dr phk lawan. Kontra memori kasasi bs dibuat bs tdk perlu. Memori Kasasi ditjkan ke MA mllui panitera pengadilan yg mnyrahkan Memori Kasasi,

(59)

Upaya Hukum Biasa

BANDING BAB XVII KUHAP

Banding adl suatu upaya yg dilkkan olh terdakwa/PU thdp ptsan pengadilan tngkt prtma kcli thdp ptsan bebas, lepas dr sgl tttan hkm atau banding artinya

proses menentang keputusan hukum secara resmi. Di Indonesia banding diajukan di Pengadilan Tinggi yang terletak di ibukota provinsi.

Trdkwa/PU brhk utk mmnta bnding trhdp ptsan

(60)

Prmntaan bnding sbgmna dimksud dlm Psl 67 dpt diajukan ke pngdilan tinggi olh trdkwa/yg khsus dikuasakan utk itu atau PU, (Lht Psl 233 KUHAP). Pasal 67 KUHAP, permohonan atas banding tidak dapat diajukan atas :

Putusan pembebasan (vrijspraak)

Putusan pelepasan dari semua tuntutan hukum

menyangkut kurang tepatnya penerapan hukumnya

(61)

Psl 68

Tersangka atau terdakwa berhak menuntut ganti kerugian&rehabilitasi sbgmna diatur dlm Psl 95.

Syarat2 dr upaya banding sbb

Diajukan dlm ms tenggang wkt banding.

Ptsan tsb mnrut hkm blh dimntkan banding.Mmbyar pnjar biaya banding.

(62)

Tujuan banding ada dua macam yaitu:

1.Menguji putusan pengadilan tentang ketepatannya ; 2.Untuk memeriksa baru untuk keseluruhan perkara itu

Upaya Hkm Biasa

KASASI Bab XVII KUHAP

Kasasi adalah pembatalan atas keputusan

Pengadilan-pengadilan yang lain yang dilakukan pada tingkat peradilan terakhir dan dimana menetapkan perbuatan Pengadilan-pengadilan lain dan para hakim yang bertentangan dengan hukum, kecuali keputusan Pengadilan dalam perkara pidana yang mengandung pembebasan terdakwa dari segala

tuduhan,

Trhdp ptsan prkra pid yg dibrkan pd tngkt akhir olh pngdilan

(63)

Tenggang waktu kasasi: Psl 245 ayat (1)

KUHAP, mnybtkan prmhnan kasasi

disampaikan dlm wkt 14 hari ssdah ptsan pngdilan.

Tata cara kasasi: Prmtaan tsb olh panitera

ditulis dlm sbuah srt ketrangan yg ditndtngani olh panitera&pmhon&dicatat dlm dftr yg

(64)

Syarat2 yg hrs dipenuhi dlm mngjkan kasasi sbb:

Diajukan olh phk yg brhak mngjukan kasasi.Diajukan msh dlm tnggang wkt kasasi.

Putusan atau penetapan PN dan PTU/PTN,

mnrut hkm dpt dimintakan kasasi.

Mmbuat memori kasasi (pasal 47 ayat (1) UU

No. 14/1985).

Mmbyar pnjar biaya kasasi (pasal 47).

(65)

ALASAN KASASI (Psl 253 (1) KUHAP)

“Pmrksaan dlm tngkat kasasi dilkkan olh MA ats prmntaan para pihak sbgmn dimksud dlm Psl 244 dan Psl 248 KUHAP gn mnntkan”

a. Apkh bnr suatu prtran hkm tdk ditrpkan tdk sbgmn mstinya;

b. Apkh bnr cr mngdli tdk dilksnkan mnrut ktntuan uu; dan

(66)

PENCABUTAN KASASI Psl 247 KUHAP

1. Dpt dilkkan swktu2 sblm prkra diptus olh MA. 2. Skli dicbut tdk dpt diajukan lgi. Yakni: sblm

(67)

Upaya Hukum Luar Biasa Kasasi Utk Kpntngan Hkm

Dmi kpntngan hkm trhdp smua ptsan yg tlh mmprleh

kptsan hkm ttap dr pngdlan lain slain drpda MA, dpt

diajukan satu kali prmhnan kasasi olh Jaksa Agung, (Lht Psl 259 ayat (1) KUHAP).

Ptsan kasasi dmi kpntngan hkm tdk bleh mrgkan pihak yg

brkpntngan, ( Psl 259 ayat (2) KUHAP).

Prmhnan kasasi dmi kpntngan hkm disampaikan olh jaksa

(68)

Upaya Hkm Luar Biasa

Pnnjauan kmbli ptsan pngdlan yg tlh mmpnya hkm ttap Bab XVIII KUHAP

“Psl 263 ayat (1) KUHAP): “trhdp ptsan

pngdlan yg tlh mmprleh kktan hkm ttap, kcli ptsan bbas atau lpas drsgl tnttan hkm,

(69)

Prmntaan pnnjauan kmbli (Psl 263 (2) KUHAP, dilkkan atas dsar:

1. Adanya suatu kebohongan.

2. Adanya surat bukti yang bersifat menentukan. 3. Adanya kenyataan, bahwa hakim mengabulkan

perkara yang tidak dituntut.

4. Ada gugatan yang belum diberikan putusan oleh hakim.

5. Adanya putusan yang saling bertentangan. 6. Adanya kenyataan bahwa putusan hakim

(70)

Dlm PK ptsan MA dpt mmtuskan brpa:

mnlak prmhonan PK bl alsan tdk dibnrkan olh

MA

Bl MA mmbnrkan alsan pemohon, mk Ptsan

MA dpt brpa: a. ptsan bebas

b. ptsan lpas dr sgl tnttan hkm c. ptsan tdk mnrima tnttan PU

(71)

Syarat2 yg hrs dipnhi utk PK sbb:Diajukan olh phk yg berperkara.

Putusan tsb mnrut hkm blh dimntkan banding.Mmbuat srt pmhonan PK yg mmuat

alsan2nya.

Mmbyar pnjar biaya banding, kcli dlm hal

prodeo. Mmbyar panjar biaya PK.

Mnghdap di Kepaniteraan PN yg mmtus

(72)

PROSEDUR PENGAJUAN PERMOHONAN KEMBALI

1) Prmhonan kmbli diajukan olh phk yg brhk kpd MA mllui Ketua PN yg mmtus prkra dlm tngkt pertama.

2) Membayar biaya perkara.

3) Prmhonan Pngjuan Kmbli dpt diajukan scr lisan maupun tertulis.

4) Bila prmhonan diajukan scr trtluis mk hrs disbtkan dg jls alsan yg mjd dsr

(73)

5. Bila diajukan scr lisan mk ia dpt mngraikan prmhonannya scr lisan dihdpan Ketua PN yg

brsngktan/dihdpan hakim yg ditnjuk Ketua PN tsb, yg akn mmbuat cttan ttg prmhonan tsb (Pasal 71 ayat (2) UU No. 14/1985).

6) Hndaknya srt prmhonan PK dissun scr lngkp&jls, krn prmhonan ini hny dpt diajukan sekali.

7) Stlh Ketua PN mnrima prmhonan PK mk panitera brkwjiban utk mmbrikan atau mngrimkan salinan

(74)

8) Phk lawan hny pny wkt 30 hr stlh tnggl ditrima salinan prmhonan utk mmbuat jwban bl lwt mk jwban tdk akn diprtimbngkan (pasal 72 ayat (2) UU No. 14/1985).

9) Surat jwban disrhkan kpd PN yg olh panitera dibubuhi cap, hr srt tgl ditrimanya utk slnjtnya salinan jwban

dismpaikan kpd pemohon utk dikthui (pasal 72 ayat (3) UU No. 14/1985).

10) Prmhonan PK lngkp dg brkas prkra bsrta biayanya

dikirimkan kpd MA plg lmbt 30 hr (pasal 72 ayat (4) UU No. 14/1985).

11) Pncbutan prmhonan PK dpt dilkkan sblm ptsan

(75)

GRASI, AMNESTI, ABOLISI&REHABILITASI

Brdsrkan Psl 14 UUD NRI Thn 1945, Presiden Republik Indo brhak utk mmbrikan grasi&rehabilitasi dg

mmprhtikan prtmbngan MA (Psl 1), srt mbrikan

amnesti&abolisi dg mprhtikan ptmbangan DPR (Psl 2).

1. PENGERTIAN GRASI

Dlm arti smpit brrti mrpkan tndkan meniadakan

(76)

2. PENGERTIAN AMNESTI

Mrpkan suatu pnytaan thdp org bnyk yg trlbat dlm suatu tndk pid utk meniadakan suatu akibat hkm pid yg tmbl dr tndk pid tsb. Amnesti ini dibrkan kpd org2 yg sdh ataupun yg blm dijthi hkman, yg sdh ataupun yg blm diadakan pengusutan atau pmrksaan thdp tndk pid tsb.

3. PENGERTIAN ABOLISI

Mrpkan suatu kptsan utk mnghntikan pengusutan &pmrksaan suatu prkra, dimn pengadilan blm

(77)

lnjtan....,

Seorang presiden mbrikan abolisi dg prtmbngan dmi alsan umum mngngat prkra yg mnyngkut para trsngka tsb trkait dg kpntngan ngra yg tdk bs dikrbankan olh kptsan

pengadilan. (pnghpusan hkm atau membatalkan hkm.)

4. PENGERTIAN REHABILITASI

(78)

SEKIAN

DAN

Referensi

Dokumen terkait

bahwa sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2012 tentang Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan

b. Untuk memperoleh bentuk interaksi sosial siswa tunanetra dengan siswa awas, guru, staf sekolah, staf sekolah, dan kepala sekolah di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 1

Keenam, Setiap orang berhak untuk menggunakan semua upaya hukum nasional dan forum internasional atas semua pelanggaran hak asasi manusia yang dijamin oleh hukum Indonesia dan hukum

Tujuan kajian keragaan beberapa varietas unggul baru padi gogo di lahan sub-optimal Gunungkidul, Yogyakarta adalah mengembangkan penggunaan varietas unggul baru Inpago,

Velva jambu biji merah probiotik merupakan salah satu frozen desert yang serupa dengan es krim, yang mempunyai kelembutan dan kelezatan yang hampir sama dan bahan bakunya

Aransemen untuk lagu etnik pada karya Jubing Kristianto, belum ada transkripsinya dalam bentuk notasi, hal ini juga yang merupakan salah satu kesulitan dalam

Penelitian yang dilakukan oleh Cita Ayupraba berbeda dengan penelitian Peneliti yakni dalam penelitian tersebut tidak ada analisis maupun kajian mengenai

Iako je imao besplatan i stan i hranu, nikad nije bio od onih što samo potvr đ uju ono što im rekne neko ko ih kako bilo pomaže.. Ni za dlaku nije odstupao od