Tugas Akhir - MN091387
Oleh : Dosen Pembimbing :
Oleh :
Nomo Prihasta 4108.100.113
Dosen Pembimbing :
1. Sri Rejeki Wahyu Pribadi, ST, MT 2. Ir. Soejitno
Pemodelan Matematis Berat Baja Badan Kapal sebagai fungsi dari DWT
Ti jTi j M t d lM t d l ii P P l hl h Analisa DataAnalisa data K i l
Pendahuluan Tinjauan Pustaka Metode Metodologi penelitian Pengolahan data V i b l Analisa Data dan Pembahasan Kesimpulan dan saran Pendahuluan L Tinjauan pustaka Analisa data dan pembahasan Kesimpulan dan saran Pengolahan data V i b l Metodologi Penelitian Latar
Belakang estimasi pers. berat baja
Variabel Mapping Analisa regresi Uji Latar belakang R Metode estimasi
pers. berat baja Analisa regresi
Uji Variabel
Mapping
Uji Perumusan
Masalah regresi linearAnalisa
Uji Normalitas Uji perbandingan model Rumusan Masalah Uji perbandingan model Uji Normalitas Analisa regresi linear Batasan Masalah Analisa Multikolineari tas
Uji korelasi uji validasi Batasan Masalah Uji validasi Uji korelasi Analisa Multikolinearitas TujuanTujuan ManfaatManfaat HipotesisHipotesis
M d d k i i b b j k i
Metode pendekatan rumus estimasi berat baja kurang sesuai jika diterapkan untuk jenis kapal sekarang. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan untuk kapal Caraka jaya Wst real dilihat dari perhitungan untuk kapal Caraka jaya Wst real =1034,97 ton, sedangkan jika menggunakan pendekatan watson = 1376,437 ton.
Metode pendekatan rumus yang ada menghasilkan
perhitungan yang overweight dikarenakan menggunakan data – data kapal tahun 1960 – 1970’n.
Metode pendekatan yang ada kurang sesuai jika diterapkan
t k k l d k dib h 1000 DWT
untuk kapal dengan ukuran dibawah 1000 DWT.
a) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perhitungan berat baja
badan kapal ?
b) Bagaimana membuat sebuah model matematis mengenai
perhitungan berat baja badan kapal sebagai fungsi dari DWT kapal ??
c) Bagaimanakah perhitungan berat baja yang dihasilkan dengan
metode Watson dan metode Schneekluth jika dibandingkan dengan metode Watson dan metode Schneekluth jika dibandingkan dengan metode perhitungan yang baru ?
a)
Kapal yang digunakan dalam study penelitian ini jenis
a)
Kapal yang digunakan dalam study penelitian ini jenis
Ferry dengan ukuran sampai 5000 GT.
b)
Perhitungan
meliputi konstruksi badan kapal yang
b)
Perhitungan
meliputi konstruksi badan kapal yang
dilakukan secara aktual.
)
Data kapal yang dibangun di atas tahun 2000
c)
Data kapal yang dibangun di atas tahun 2000.
d)
Metode yang digunakan sebagai referensi adalah metode
Watson dan metode Schneekluth
Watson dan metode Schneekluth.
e)
Tidak membahas mengenai implikasi biaya.
M
d
tk
f kt
/
i b l
b
h
a)
Mendapatkan faktor / variabel yang berpengaruh
terhadap besarnya berat baja badan kapal.
M
k
t
d l
t
ti
d
t
b)
Merencanakan suatu pemodelan matematis yang dapat
digunakan sebagai acuan dalam perhitungan berat baja
badan kapal secara real
badan kapal secara real.
c)
Mendapatkan hasil perbandingan
perhitungan berat
b j
d
k i
t d
W t
d
t d
baja dengan memakai metode Watson dan metode
Schneekluth dengan metode perhitungan yang baru.
a)
Sebagai
bahan
pertimbangan
dalam
melakukan
a)
Sebagai
bahan
pertimbangan
dalam
melakukan
estimasi perhitungan berat baja badan kapal untuk
kapal baru
kapal baru.
)
Sebagai pengetahuan penulis mengenai perhitungan
a)
Sebagai pengetahuan penulis mengenai perhitungan
empiris berat baja badan kapal.
Hasil
pemodelan
rumus
matematis
ini
akan
Hasil
pemodelan
rumus
matematis
ini
akan
menghasilkan perhitungan estimasi berat baja badan
kapal yang lebih tepat digunakan untuk jenis kapal yang
kapal yang lebih tepat digunakan untuk jenis kapal yang
sesuai dengan keadaan perairan di indonesia jika
dibandingkan dengan menggunakan metode sebelumnya
dibandingkan dengan menggunakan metode sebelumnya
yang sudah ada.
1.
Metode DGM Watson
Wst = K E
1,36Wst K.E
with, E = L (B+T) + 0,85L ( D - T ) + 0.85 ( l1 . h2 ) + 0.75 ( l2 . h1 ) ( Practical Ship desaign, 1998 )
( p g , ) 2. Metode Schneekluth WStr=u . C1 12 D L 0.033 1 4 D 0.06 1 n D B 85 . 1 0.05 1 St D 4 D 0.2 0.85 1 D T
2
BD C 1 0.92
2
M BD C 0.98 0.75C 1 (Ship Design Efficiency and Economy, 1998 )
D
BD
BD M
Digunakan untuk mengetahui antara satu variabel
Digunakan untuk mengetahui antara satu variabel
independent dengan satu variabel dependent yang
ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi Variabel
ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi. Variabel
independent
dilambangkan
dengan
X
sedangkan
variabel dependent dilambangkan dengan
Y Secara
variabel dependent dilambangkan dengan
Y. Secara
umum ditulis Y = a +bX
Digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua
Digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua
atau lebih variabel independent dengan satu variabel
dependent yang ditampilkan dalam bentuk regresi
dependent yang ditampilkan dalam bentuk regresi.
Perbedaan dengan regresi linear sederhana yaitu
terletak pada jumlah variabel independentnya Variabel
terletak pada jumlah variabel independentnya. Variabel
independent dilambangkan dengan X1, X2,X3, . . .Xn
Adalah adanya hubungan linear antar variabel independent Adalah adanya hubungan linear antar variabel independent. Hal ini dapat dideteksi sebagai berikut :
Nilai Variance Inflation Factor yang tinggi biasanya > 10
Nilai Variance Inflation Factor yang tinggi, biasanya > 10.
Korelasi antarvariabel independent yang tinggi.
R2 tinggi tetapi tidak ada variabel independent yang significant. R tinggi tetapi tidak ada variabel independent yang significant. Koefiesien korelasi dan koefisien regresi berbeda tanda.
Mengatasi masalah multikolinearitas : Mengatasi masalah multikolinearitas :
Mengeluarkan salah satu variabel independent yang berkorelasi tinggi dengan variabel independent lainnya. Pengeluaran ini
dapat dilakukan dengan menggunakan metode stepwise.
Dengan menggunakan analisa faktor dengan metode Principal component analysis
Beberapa kriteria untuk mendapatkan model terbaik yaitu
sebagai berikut :
sebagai berikut :
Menghasilkan R
2( R Square ) yang tinggi
M
i il i Adj t d R
2k i
Mempunyai nilai Adjusted R
2yang maksimum
Dalam uji validasi harus memenuhi
- Memiliki nilai simpangan rata – rata tidak melebihi 10 %
( Spurr 1952 )
- Memiliki standart deviasi yang minimum
- Memiliki nilai variansi yang minimum
y
g
Studi Literatur •Estimasi berat baja badan kapal •Software SPSS
START Diagram alir metodologi penelitian
•Data kapal dari galangan. •Buku,artikel dan internet.
•Software SPSS •Regresi Statistik •Data kapal dari Galangan Pengumpulan Data (L B H T Cb Lwt/Berat Baja) Pengolahan Data (L,B,H,T,Cb,Lwt/Berat Baja) Variabel Mapping (Pemetaan Variabel) Pemodelan Persamaan (Fungsi Variabel teruji)
Pengujian Kontribusi Variabel TIDAK Software SPSS Analisa Data Uji Kebenaran Persamaan Membandingkan Persamaan Wst (Berat Baja badan kapal) Metode DGM. Watson Pembahasan Metode Schneekluth END
Kesimpulan dan Saran
Loa Lpp D Vs
Tabel 4.1 Daftar Ukuran utama kapal ferry
No. Nama Kapal Loa (m) Lpp (m) B (m) D (m) T (m) Cb Vs (knots) L/H L/B T/H B/H Wst (ton) 1 Ferry 300 GT 40,00 34,50 10,50 2,80 2,00 0,79 10 12,321 3,286 0,714 3,750 291 2 Ferry 500 GTFerry 500 GT 40,3040,30 33,0033,00 11,6011,60 3,103,10 1,851,85 0,6450,645 1212 10,64510,645 2,8452,845 0,5970,597 3,7423,742 230,834230,834 3 Ferry 500 GT 45,50 40,15 12,00 3,20 2,15 0,715 11 12,547 3,346 0,672 3,750 357,16 4 Ferry 500 GT 50,00 41,00 13,50 3,00 2,00 0,715 11 13,667 3,037 0,667 4,500 332,412 5 Ferry 500 GT 46 00 40 60 12 00 3 10 2 15 0 715 11 13 097 3 383 0 694 3 871 378 531 5 Ferry 500 GT 46,00 40,60 12,00 3,10 2,15 0,715 11 13,097 3,383 0,694 3,871 378,531 6 Ferry 600 GT 55,50 47,25 13,00 3,45 2,45 0,695 12 13,696 3,635 0,710 3,768 557 7 Ferry 600 GT 53,50 47,25 14,00 3,40 2,45 0,695 12 13,897 3,375 0,721 4,118 527 8 F 750 GT 56 02 48 82 14 00 3 80 2 70 0 755 11 12 847 3 487 0 711 3 684 489 491 8 Ferry 750 GT 56,02 48,82 14,00 3,80 2,70 0,755 11 12,847 3,487 0,711 3,684 489,491 9 Ferry 1000 GT 61,30 55,00 13,20 3,90 2,50 0,73 13 14,103 4,167 0,641 3,385 592 10 Ferry 1500 GT 65,50 61,67 14,00 4,10 2,80 0,75 15 15,041 4,405 0,683 3,415 768,09 11 11 Ferry 2000 GT 80,30 70,80 15,00 5,10 3,60 0,725 17 13,882 4,720 0,706 2,941 1047,58 12 Ferry 3000 GT 94,68 85,20 16,40 5,40 3,80 0,745 17 15,778 5,195 0,704 3,037 1257 13 Ferry 5000 GT 109,4 99,20 19,60 5,60 4,00 0,755 16 17,714 5,061 0,714 3,500 1756,89 Next
Variabel - variabel yang dipakai dalam perhitungan estimasi pada
Variabel variabel yang dipakai dalam perhitungan estimasi pada kapal baja menurut beberapa orang yang pernah merumuskannya
- Roester,Raben, Sturtzel Wst = f ( L, B, D, L/D, L/B, Cb dan n ) - Puchstein Wst = f ( Lpp, L/D, L/B, T/D, Cb ) - Carsten Wst = f ( L, B, D, L/D, T/D ) - SchnekluthSchnekluth Wst = f ( L B D L/D L/B T/D Cb Cm n)Wst f ( L, B, D, L/D, L/B, T/D, Cb, Cm, n) - Watson Wst = f ( Lpp, B, D, T, Ls, Hs, Cb ) - Sato’s Wst = f ( L, B, D, Cb dan B/D ) - Chapman/Muller Wst = f ( Lpp, B, D, Cb dan L/D ) - Watson dan Gilfillan Wst = f ( L, B, D, Cb dan L/D )
Wehkamp/kerlen Wst = f ( Lpp B dan Cb ) - Wehkamp/kerlen Wst = f ( Lpp, B dan Cb )
- Murray, J.M Wst = f ( L, B, Cb dan B/D )
Maka Wst = f ( L, B, D,T, Cb, L/D, L/B, T/D, B/D, Ls dan Hs )
Loa Lpp B D T Cb L/D L/B T/D B/D Wst P e Loa 1 0,997 0,953 0,974 0,973 0,507 0,895 0,935 0,370 -0,616 0,990 a r s Lpp 0,997 1 0,945 0,973 0,972 0,530 0,906 0,949 0,376 -0,634 0,991 B 0,953 0,945 1 0,895 0,903 0,410 0,893 0,804 0,374 -0,393 0,945 o n C D 0,974 0,973 0,895 1 0,987 0,455 0,798 0,953 0,318 -0,753 0,956 T 0,973 0,972 0,903 0,987 1 0,518 0,824 0,946 0,462 -0,714 0,963 C o r r Cb 0,507 0,530 0,410 0,455 0,518 1 0,589 0,570 0.595 -0,355 0,519 L/D 0,894 0,906 0,893 0,798 0,824 0,589 1 0,841 0,488 -0,355 0,896 r e l a L/B 0,935 0,949 0,804 0,953 0,946 0,570 0,841 1 0,365 -0,797 0,921 T/D 0,370 0,376 0,374 0,318 0,462 0,595 0,488 0,365 1 -0,103 0,404 t i o , , , , , , , , , , B/D -0,616 -0,634 -0,393 -0,753 -0,714 -0,355 -0,355 -0,797 -0,103 1 -0.605 W t 0 990 0 991 0 945 0 956 0 963 0 519 0 896 0 921 0 404 0 605 1 n Wst 0,990 0,991 0,945 0,956 0,963 0,519 0,896 0,921 0,404 -0.605 1 Home
Unstandardized C ffi i t
Standardize d
C ffi i t Collinearity St ti ti Tabel 5.13 Koefisien persamaan regresi linear dengan metode stepwise
Model Coefficients Coefficients
t Sig.
Statistics B Std. Error Beta Tolerance 1 (Constant) -531,268 51,411 -10,334 ,000 Panjang Garis Tegak 21,991 ,894 ,991 24,604 ,000 1,000 Tegak
a. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Model R R S Adjusted R S Std. Error of the E ti t Wst = – 531.268 + 21.991 Lpp
R R Square R Square Estimate
1 ,991a ,982 ,981 62,16732
a. Predictors: (Constant), Panjang Garis Tegak
pp
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Tabel 5.15 Pengujian Varians ( Anova ) persamaan regresi linear dengan stepwise Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2339560,116 1 2339560,116 605,355 ,000a
Residual 42512,537 11 3864,776 Total 2382072,652 12
a. Predictors: (Constant), Panjang Garis Tegak b D d t V i bl B t K t k i K l
Hasil uji Anova didapatkan nilai F = 605,355, maka uji hipotesisnya
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
adalah
H0 : β1 = 0
H1 : Minimal satu dari 6 variabel tidak sama dengan nol ( ≠ 0 ) Dengan menentukan α = 5 % dan df1 = 1 dan df2=11 maka dari
t b l F did t h 4 844
tabel F didapat harga 4,844
Oleh karena F hitung ( 605,355 ) > F tabel ( α 0,05 ) = 4,844 maka H0 ditolak dan H1 diterima
H0 ditolak dan H1 diterima.
Grafik 5.2 Hubungan variabel Lpp dengan berat konstruksi kapal ( Wst ).
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
Adequacy ,564
Tabel 5.1 Tabel uji test KMO dan Bartlett Adequacy.
Bartlett's Test of
Sphericity Approx. Chi-Square 216,806
df 21
df 21
Sig. ,000
Pada tabel diatas terlihat angka KMO sebesar 0,564. maka
li f k d dil k k
analisa faktor dapat dilakukan
untuk Bartlett test nilai chi-square adalah 216,806 dengan
p-value 0 000 Karena p value < 0 05 maka Ho ditolak
value 0,000. Karena p-value < 0,05 maka Ho ditolak, kesimpulan benar terdapat korelasi antarvariabel bebas.
Tabel 5.2 Anti image matrics
Panjang Garis
Tegak Lebar Tinggi Sarat L / D L / B B / T
Anti-image Panjang Garis ,004 ,000 ,000 ,002 -,001 ,000 ,003
Covariance Tegak Lebar ,000 ,000 ,000 ,001 ,000 ,000 ,001 Tinggi ,000 ,000 ,000 -,001 ,000 ,000 -,001 Sarat ,002 ,001 -,001 ,010 -,001 ,001 ,006 L / D -,001 ,000 ,000 -,001 ,000 ,000 -,002 L / B ,000 ,000 ,000 ,001 ,000 ,000 ,001 B / T 003 001 001 006 002 001 012 B / T ,003 ,001 -,001 ,006 -,002 ,001 ,012 Anti-image Correlation Panjang Garis Tegak ,837a ,320 -,448 ,364 -,454 ,376 ,414 Lebar ,320, ,509, a -,987, ,709, -,979, ,986, ,679, Tinggi -,448 -,987 ,535a -,769 ,989 -,985 -,705 Sarat ,364 ,709 -,769 ,656a -,727 ,713 ,519 L / D -,454 -,979 ,989 -,727 ,468a -,995 -,791 L / B ,376 ,986 -,985 ,713 -,995 ,528a ,787 B / T ,414 ,679 -,705 ,519 -,791 ,787 ,475a
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
I iti l E t ti Hasil analisa faktor dengan membuang
Tabel 5.3 Nilai Communalities
Initial Extraction Panjang Garis Tegak 1,000 ,986 Lebar 1,000 ,836 K i M Olki M f S li 624
Hasil analisa faktor dengan membuang variabel rasio B/T
Tabel 5.4 Uji test KMO dan Bartlett
Tinggi 1,000 ,973
Sarat 1,000 ,972
L / D 1,000 ,774
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,624 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 184,283 df 15 L / B 1,000 ,947 B / T 1,000 ,499
Extraction Method: Principal Component
df 15
Sig. ,000
Analysis.
Tabel 5.5 Anti-Image Matrices
Panjang Garis j g
Tegak Lebar Tinggi Sarat L / D L / B
Anti-image Covariance
Panjang Garis Tegak ,005 ,000 ,000 ,002 -,001 ,000
Lebar ,000 ,001 ,000 ,002 -,001 ,001 Tinggi ,000 ,000 ,000 -,001 ,000 ,000 Sarat ,002 ,002 -,001 ,014 -,002 ,001 L / D -,001 -,001 ,000 -,002 ,001 -,001 L / D ,001 ,001 ,000 ,002 ,001 ,001 L / B ,000 ,001 ,000 ,001 -,001 ,000 Anti-image Correlation
Panjang Garis Tegak ,966a ,059 -,242 ,192 -,228 ,090
Correlation Lebar ,059 ,550a -,976 ,569 -,983 ,997 Tinggi -,242 -,976 ,556a -,666 ,994 -,983 Sarat ,192 ,569 -,666 ,741a -,606 ,577 L / D -,228 -,983 ,994 -,606 ,521a -,987 L / B ,090 ,997 -,983 ,577 -,987 ,553a M f S li Ad (MSA)
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
Tabel 5.6 Nilai Communalities dengan principal Component Analysis
Initial Extraction
Panjang Garis Tegak 1 000 995
Panjang Garis Tegak 1,000 ,995
Lebar 1,000 ,891 Tinggi 1,000 ,950 Sarat 1 000 958 Sarat 1,000 ,958 L / D 1,000 ,831 L / B 1,000 ,911
Extraction Method: Principal Component Analysis.p p y
Tabel 5.7 Total Varians Explained
Component Extraction Sums of Squared
Component
Initial Eigenvalues
Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulativ e % Total % of Variance Cumulativ e % 1 5,536 92,262 92,262 5,536 92,262 92,262 Nilai Eigenvalue di atas 1 dimens ion0 1 5,536 92,262 92,262 5,536 92,262 92,262 2 ,285 4,749 97,012 3 ,158 2,632 99,644 4 ,017, ,289, 99,933, 5 ,004 ,065 99,998 6 ,000 ,002 100,000
Extraction Method: Principal Component Analysis.p p y
Tabel 5.9 Component Store Coefficient Matrics Component
1
Panjang Garis Tegak ,180
Lebar ,171 Tinggi 176 Tinggi ,176 Sarat ,177 L / D ,165 L / B ,172
Maka didapatkan persamaan untuk faktor baru sebagai
Extraction Method: Principal Component Analysis.berikut :
X = 0.18 L+ 0.171B + 0.176D + 0.177T + 0.165
( L/D ) + 0.172 ( L/B )
Y = β0 + β1X
Y β0 + β1X dimana ,
Y = Berat konstruksi kapal ( Wst ) Y Berat konstruksi kapal ( Wst )
X = variabel bebas baru
= 0.18 L + 0.171B + 0.176D + 0.177T +0.165 ( L/D ) 0.18 L 0.171B 0.176D 0.177T 0.165 ( L/D ) + 0.172 ( L/B )
Tabel 5 10 Koefisien persmaan regresi linear Model
Unstandardized
Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Tabel 5.10 Koefisien persmaan regresi linear
t Sig.
B Std. Error Beta Tolerance 1 (Constant)( ) -870,338 67,261 -12,940 ,000
X 94,567 4,005 ,990 23,615 ,000 1,000
Wst = - 870.338 + 94.567 X
dengan,
X = 0.18 L + 0.171 B + 0.176 D + 0.177 T +0.165 ( L/D ) X 0.18 L 0.171 B 0.176 D 0.177 T 0.165 ( L/D )
+ 0.172 ( L/B )
Tabel 5.11 Nilai determinasi R2 ( R Square ) persamaan regresi linear
Model
R SquareR R SquareAdjusted Std. Error of the Estimate R Square R Square Std. Error of the Estimate
1 ,990a ,981 ,979 64,72265
a. Predictors: (Constant), X
Model Sum of
Tabel 5.11 Pengujian Varians ( Anova ) persamaan regresi linear
Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2335993,416 1 2335993,416 557,647 ,000a
Residual 46079,237 11 4189,022 Residual 46079,237 11 4189,022 Total 2382072,652 12
a. Predictors: (Constant), X
b Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Hasil uji Anova didapatkan nilai F = 557,647, maka uji hipotesisnya
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
adalah
H0 : β1 = 0
H1 : Minimal satu dari 6 variabel tidak sama dengan nol ( ≠ 0 ) Dengan menentukan α = 5 % dan df1 = 1 dan df2=11 maka dari
t b l F did t h 4 844
tabel F didapat harga 4,844
Oleh karena F hitung ( 557,647 ) > F tabel ( α 0,05 ) = 4,844 maka H0 ditolak dan H1 diterima
H0 ditolak dan H1 diterima.
Grafik 5.1 Hubungan variabel X dengan berat konstruksi kapal ( Wst ).
Perluasan variabel pada model 1.
Dengan menggunakan analisa yang sama didapatkan model Dengan menggunakan analisa yang sama didapatkan model persamaan kedua untuk faktor baru sebagai berikut :
X1 = 0.099 L2 + 0.095 B2 + 0.097 D2 + 0.097 T2 +0.09 ( L/D)2 + 0 092 ( L/B ) +0 099( l h ) + 0 093 ( l h ) + 0 097
0.092 ( L/B ) +0.099( l1.h1 ) + 0.093 ( l2.h2 ) + 0.097 ( B+T)2 + 0.087 ( D-T )2 + 0.098 ( B+D )2
dengan,
l1 = panjang bangunan diatas main deck (geladak passanger) l1 panjang bangunan diatas main deck (geladak passanger) h1 = tinggi bangunan pada geladak kendaraan
l2 = panjang bangunan atas kedua ( geladak navigasi ) h = panjang bangunan pada geladak passanger
h2 panjang bangunan pada geladak passanger
Wst = β + β X Wst = β0 + β1X1
Unstandardized
Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Tabel 5.23 Koefisien persmaan regresi linear
Model Coe c e ts Coe c e ts
t Sig.
Stat st cs
B ErrorStd. Beta Tolerance
1 (C ) 6 600 25 750 256 802
1 (Constan) 6,600 25,750 ,256 ,802
X1 1,437 ,047 ,994 30,294 ,000 1,000
a. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Maka, , Wst = 6.6 + 1.4 X1 X1= 0.099 L2+ 0.095 B2+ 0.097 D2+ 0.097 T2+0.09 ( L/D)2+ X1 0.099 L 0.095 B 0.097 D 0.097 T 0.09 ( L/D) 0.092 ( L/B ) +0.099( l1.h1) + 0.093 ( l2.h2 ) + 0.097 dengan ( B+T)2+ 0.087 ( D-T )2+ 0.098 ( B+D )2 Next
Tabel 5.24 Nilai determinasi R2 ( R Square ) persamaan regresi linear
Model Adjusted R Std. Error of the R R Square Adjusted R Square Estimateof the
1 ,994a ,988 ,987 50,64429
a. Predictors: (Constant), X( ) 11
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Tabel 5.25 Pengujian Varians persamaan regresi linear
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2353859,366 1 2353859,366 917,740 ,000a g j p g Residual 28213,286 11 2564,844 Total 2382072,652 12 a. Predictors: (Constant), X1 b D d V i bl B K k i K l
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Hasil uji Anova didapatkan nilai F = 917,740
Dengan menentukan g α = 5 % dan df1 = 1 dan df2=11 maka dari tabel F didapat harga 4,844
Oleh karena F hitung ( 917,740 ) > F tabel ( α 0,05 ) = 4,844 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Grafik 5.3 Hubungan variabel X1 dengan berat konstruksi kapal ( Wst ).
Variabel yang dibuang nantinya adalah sebagai berikut (tabel 5 18): Variabel yang dibuang nantinya adalah sebagai berikut (tabel 5.18):
Bentuk model variabel B2 yang mempunyai nilai MSA = 0,597
Bentuk model variabel ( L/D )2 yang mempunyai nilai MSA =
Bentuk model variabel ( L/D )2 yang mempunyai nilai MSA =
0,578
Bentuk model variabel L/B yang mempunyai nilai MSA = 0,578 Bentuk model variabel L/B yang mempunyai nilai MSA 0,578
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,806
Tabel 5.26 Tabel uji test KMO dan Bartlett
Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 320,110 df 28 Sig. ,000 Next
Dengan menggunakan analisa yang sama didapatkan
d l
k ti
t k f kt
b
b
i
model persamaan ketiga untuk faktor baru sebagai
berikut :
X2 = 0.132 L2 + 0.132D2 + 0.132 T2 + 0.132 ( l1.h1 ) + 0.125
2 2 2
( l2.h2 ) + 0.130 ( B+T )2 + 0.119 ( D-T )2 + 0.131 ( B+D)2
dengan,
l1 = panjang bangunan diatas main deck (geladak passanger) l1 panjang bangunan diatas main deck (geladak passanger) h1 = tinggi bangunan pada geladak kendaraan
l2 = panjang bangunan atas kedua ( geladak navigasi ) h = panjang bangunan pada geladak passanger
h2 panjang bangunan pada geladak passanger
Wst = β + β X Wst = β0 + β1X1
Unstandardized Standardized
Collinearit y
Tabel 5.32 Koefisien persamaan regresi
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. y Statistics
B Std. Error Beta g Tolerance
1 (Constant) 36,907 24,844 1,486 ,165
X2 1,116 ,037 ,994 30,383 ,000 1,000
Maka,
a. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
, Wst = 36.907 + 1.116 X2 X 0 132 L2 + 0 132D2 + 0 132 T2 + 0 132 ( l h ) + X2 = 0.132 L2 + 0.132D2 + 0.132 T2 + 0.132 ( l 1.h1 ) + 0.125 ( l2.h2 ) + 0.130 ( B+T )2 + 0.119 ( D-T )2 dengan + 0.131 ( B+D)2 Next
Tabel 5.33 Nilai determinasi R2 ( R Square ) persamaan regresi linear
Model
Adjusted R
Std. Error of the
R R Square Square Estimate
dimension0 1 ,994a ,988 ,987 50,49759
a. Predictors: (Constant), X2
b D d V i bl B K k i K l
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
Model
S f
Tabel 5.34 Pengujian varians
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2354022,578 1 2354022,578 923,144 ,000a
Residual 28050,074, 11 2550,007,
Total 2382072,652 12
a. Predictors: (Constant), X2
b D d t V i bl B t K t k i K l
Hasil uji Anova didapatkan nilai F = 923,144
Dengan menentukan α = 5 % dan df1 = 1 dan df2=11 maka dari tabel F
b. Dependent Variable: Berat Konstruksi Kapal
g
didapat harga 4,844
Oleh karena F hitung ( 923,144 ) > F tabel ( α 0,05 ) = 4,844 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Grafik 5.4 Hubungan variabel X2 dengan berat konstruksi kapal ( Wst ).
Tabel 5.35 Uji perbandingan model
No. Nama Kapal
Berat Konstruksi Kapal ( ton )
real Model 1 Model 2 Model 3 Model 4 Watson Schneekluth
j p g 1 Ferry 300 GT 291,00 211,36 227,42 276,20 270,95 215,68 194,50 2 Ferry 500 GT 230,83 172,86 194,44 267,65 264,93 224,66 187,57 3 Ferry 500 GT 357,16 345,37 351,67 360,95 350,62 224,66 272,30 3 Ferry 500 GT 357,16 345,37 351,67 360,95 350,62 224,66 272,30 4 Ferry 500 GT 352,00 390,80 370,36 391,00 372,60 357,52 301,95 5 Ferry 500 GT 378,53 360,56 361,57 367,70 355,58 317,20 272,30 6 Ferry 600 GT 557,00 514,04 507,81 471,17 456,16 431,42 365,11 7 Ferry 600 GT 527,00 528,30 507,81 484,69 465,38 320,51 272,91 8 Ferry 750 GT 489,49 551,17 542,33 504,24 491,02 485,32 430,11 9 Ferry 1000 GT 592,00 672,49 678,24 587,85 576,08 523,27 459,89 10 F 1500 GT 768 09 825 67 824 92 720 00 701 90 641 99 618 24 10 Ferry 1500 GT 768,09 825,67 824,92 720,00 701,90 641,99 618,24 11 Ferry 2000 GT 1047,58 1013,87 1025,69 925,79 908,45 937,80 988,73 12 Ferry 3000 GT 1257,00 1327,16 1342,37 1283,83 1265,05 1354,40 1518,26 13 F 5000 GT 1756 89 1651 82 1650 24 1722 36 1688 75 2039 34 2197 17 13 Ferry 5000 GT 1756,89 1651,82 1650,24 1722,36 1688,75 2039,34 2197,17 Next
Tabel 5.37 Uji Validasi model dengan berat konstruksi real ( Wst )
Real vs model 1 Real vs model 2 Real vs model 3 Real vs model 4
N Valid 13 13 13 13 Mi i 0 0 0 0 Missing 0 0 0 0 Mean 9,8454 8,3885 6,5523 7,2777 Std. Error of Mean 2,28028 1,64719 1,49490 1,57932 Median 7 5000 6 7900 5 0900 6 0600 Median 7,5000 6,7900 5,0900 6,0600 Mode ,25a 1,54a ,70a ,31a Std. Deviation 8,22168 5,93903 5,38993 5,69431 Variance 67,596 35,272 29,051 32,425 Variance 67,596 35,272 29,051 32,425 Skewness 1,288 1,084 ,695 ,565 Std. Error of Skewness ,616 ,616 ,616 ,616 Kurtosis ,973, ,722, -,938, -,739, Std. Error of Kurtosis 1,191 1,191 1,191 1,191 Range 27,12 20,31 15,25 17,79 Minimum ,25 1,54 ,70 ,31 Maximum 27,37 21,85 15,95 18,10 Sum 127,99 109,05 85,18 94,61
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Tabel 5.38 Uji Validasi model dengan Watson Watson vs
model 1 Watson vs model 2 Watson vs model 3 Watson vs model 4
N Valid 13 13 13 13 Missing 0 0 0 0 Missing 0 0 0 0 Mean 21,9669 20,6415 18,7685 16,4900 Std. Error of Mean 5,21318 5,11595 4,99267 4,64438 Median 19,0000, 13,9900, 12,3400, 10,0900, Mode 2,00a ,89a 1,28a 1,17a Std. Deviation 18,79641 18,44582 18,00134 16,74554 Variance 353,305 340,248 324,048 280,413 Skewness 1 328 1 293 1 605 1 586 Skewness 1,328 1,293 1,605 1,586 Std. Error of Skewness ,616 ,616 ,616 ,616 Kurtosis 1,360 ,867 1,840 1,816 Std. Error of Kurtosis 1,191, 1,191, 1,191, 1,191, Range 62,83 57,54 59,38 54,89 Minimum 2,00 ,89 1,28 1,17 Maximum 64,83 58,43 60,66 56,06 Sum 285 57 268 34 243 99 214 37 Sum 285,57 268,34 243,99 214,37
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Tabel 5.39 Uji Validasi model dengan Schneekluth Schneekluth vs
model 1 Schneekluth vs model 2 Schneekluth vs model 3 Schneekluth vs model 4
N Valid 13 13 13 13 Mi i 0 0 0 0 Missing 0 0 0 0 Mean 29,8008 29,0423 30,2577 27,6654 Std. Error of Mean 6,44703 5,95310 4,93227 4,46046 M di 28 1400 26 0900 29 0500 24 9400 Median 28,1400 26,0900 29,0500 24,9400 Mode 2,54a 3,66a 6,37a 8,12a Std. Deviation 23,24511 21,46421 17,78356 16,08241 V i 540 335 460 712 316 255 258 644 Variance 540,335 460,712 316,255 258,644 Skewness 1,723 1,523 1,530 1,624 Std. Error of Skewness ,616 ,616 ,616 ,616 K i 4 435 3 637 3 670 3 622 Kurtosis 4,435 3,637 3,670 3,622 Std. Error of Kurtosis 1,191 1,191 1,191 1,191 Range 91,04 82,41 71,23 62,41 Mi i 2 54 3 66 6 37 8 12 Minimum 2,54 3,66 6,37 8,12 Maximum 93,58 86,07 77,60 70,53 Sum 387,41 377,55 393,35 359,65 l i l d i h ll l i h a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
1. Dari keempat model yang ada maka didapatkan model 4 yang
paling layak dijadikan model utama dalam perhitungan berat baja badan kapal.
2. Persamaan watson dan schneekluth kurang cocok jika
dig nakan nt k kapal ferr dengan k ran GT ang kecil
digunakan untuk kapal ferry dengan ukuran GT yang kecil
dibawah 2000. Hal ini dapat ditunjukan pada hasil
perbandingan antar model yang menghasilkan berat
perbandingan antar model yang menghasilkan berat
konstruksi yang kurang.
3. Persamaan schneekluth valid jika digunakan untuk kapalj g p
penumpang dengan L > 80 m, sedangkan data – data yang ada dalam pemodelan persamaan ini sebagian besar dengan L <
80 hi b bk h il hit k
80 m sehingga menyebabkan hasil perhitungan yang kurang sesuai.
F kt f kt b h d l hit b t
1. Faktor – faktor yang berpengaruh dalam perhitungan berat
baja badan kapal sebagai berikut : - Lpp dengan nilai korelasi 0,991Lpp dengan nilai korelasi 0,991 - B dengan nilai korelasi 0,945 - D dengan nilai korelasi 0,956 - T dengan nilai korelasi 0,963
2. Hasil pemodelan yang layak dijadikan model utama yaitu
W 36 907 1 116 X Wst = 36.907 + 1.116 X2 dengan, X 0 132 [ L2 + D2 + T2 + ( l h ) ] + 0 125 ( l h ) + 0 130 ( B+T )2+ X2 = 0.132 [ L2 + D2 + T2 + ( l 1.h1) ] + 0.125 ( l2.h2 ) + 0.130 ( B+T )2+ 0 .119 (D-T )2 + 0.131 ( B+D )2
Dengan tingkat kepercayaan sebesar R2 = 0.988
3. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Watson dan
Schneekluth kurang sugnificant jika digunakan untuk kapal Schneekluth kurang sugnificant jika digunakan untuk kapal ferry yang mempunyai ukuran yang relatif kecil, sehingga hasil perhitungan tidak cukup mewakili berat konstruksi bajap g p j secara real.
SARAN
1. Persamaan yang dihasilkan hanya cocok jika digunakan untuk
jenis kapal ferry di bawah 5000 GT, sedangkan untuk jenis
k l l i l dil k k b t h d d t
kapal lain perlu dilakukan pengembangan terhadap data – data kapal yang ada.
2 hendaknya hasil perhitungan berat baja pada pembangunan
2. hendaknya hasil perhitungan berat baja pada pembangunan
kapal baru di galangan, dilakukan rekap terhadap hasil
perhitungannya agar nantinya mempermudah dalam
p g y g y p
pemodelan untuk tiap jenis kapal yang ada di Indonesia.