PEMBINAAN KARIER GURU
MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI
MODUL PELATIHAN
MATA PELAJARAN EKONOMI
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)
KELOMPOK KOMPETENSI E
Profesional
PEMBANGUNAN EKONOMI, PASAR DAN JURNAL
PENYESUAIAN
Pedagogik
PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK
PENYUSUN
Dra. Pudji Astuti DT., M.Pd. PPPPTK PKn dan IPS Radian Sri Rama, S.E, M.SA.Ak., PPPPTK PKn dan IPS
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Penyusun:
1. Dra. Pudji Astuti DT, M.Pd. PPPPTK PKn dan IPS 081334986498 2. Radian Sri Rama, S.E, M.SA.Ak. PPPPTK PKn dan IPS 085234005920
Penyunting:
1. Dr. B. Suparlan, M.Pd. PPPPTK PKn dan IPS 081347348179 2. Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd,
M.M.
082140562616 3. Niken Nindya Hapsari, S.E.,
M.SA.Ak, C.A.
08155517233
4. EkoPurwanto, S.Pd 085233264685
5. Dra. Pudji Astuti D. T.,M.Pd. PPPPTK PKn dan IPS 081334986498 6. Radian Sri Rama, S.E, M.SA,Ak. PPPPTK PKn dan IPS 085234005920 7. Drs. H. Harry Asrianto P.,M.Pd., PPPPTK PKn dan IPS 081555740001
8. Dra. Jumiati, M.Pd. 08123318560
9. Sri Rahayu, S.Pd. 081615678444
Ilustrator:
... Copy Right 2017
Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersil tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
KATA SAMBUTAN
Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter prima. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian Pemerintah maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru.
Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Peta profil hasil UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap muka dengan daring).
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru moda tatap muka dan moda daring untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.
Mari kita sukseskan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini untuk mewujudkan Guru Mulia Karena Karya.
KATA PENGANTAR
Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan, diawali dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru dan ditindaklanjuti dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar kegiatan tersebut, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PPPPTK PKn dan IPS), telah mengembangkan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk jenjang SMA yang meliputi Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi dan jenjang SMA/SMK yang meliputi PPKn dan Sejarah serta Bahasa Madura SD yang terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru serta Permendikbud No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013.
Kedalaman materi dan pemetaan kompetensi dalam modul ini disusun menjadi sepuluh kelompok kompetensi. Setiap modul meliputi pengembangan materi kompetensi pedagogik dan profesional. Subtansi modul ini diharapkan dapat memberikan referensi, motivasi, dan inspirasi bagi peserta dalam mengeksplorasi dan mendalami kompetensi pedagogik dan profesional guru.
Kami berharap modul yang disusun ini dapat menjadi bahan rujukan utama dalam pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Untuk pengayaan materi, peserta diklat disarankan untuk menggunakan referensi lain yang relevan. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan modul ini.
Batu, April 2017 Kepala,
Drs. M. Muhadjir, M.A.
DAFTAR ISI
Halaman
KATA SAMBUTAN ... iii
KATA PENGANTAR ... v DAFTAR ISI ... vi PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Tujuan ... 2 C. Peta Kompetensi ... 3 D. Ruang Lingkup ... 3
E. Cara Penggunaan Modul ... 4
F. Nilai Karakter ... 4
MODUL E: KOMPETENSI PROFESIONAL
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1: KEGIATAN DISTRIBUSI A. Tujuan ... 6B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 6
C. Uraian Materi ... 6
D. Aktivitas Pembelajaran ... 9
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 11
F. Rangkuman ... 13
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 13
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: PERMINTAAN DAN PENAWARAN A. Tujuan ... 15
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 15
C. Uraian Materi ... 15
D. Aktivitas Pembelajaran ... 23
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 25
F. Rangkuman ... 27
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 27
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: PERANANAN LKBB A. Tujuan ... 29
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 29
C. Uraian Materi ... 29
D. Aktivitas Pembelajaran ... 35
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 36
F. Rangkuman ... 38
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 39
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OJK A. Tujuan ... 40
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 40
C. Uraian Materi ... 40
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 44
F. Rangkuman ... 46
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 46
KEGIATAN PEMBELAJARAN 5: INDEK HARGA A. Tujuan ... 48
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 48
C. Uraian Materi ... 48
D. Aktivitas Pembelajaran ... 52
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 53
F. Rangkuman ... 55
KEGIATAN PEMBELAJARAN 6: INVESTASI SAHAM A. Tujuan ... 56
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 56
C. Uraian Materi ... 56
D. Aktivitas Pembelajaran ... 59
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 60
F. Rangkuman ... 62
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 63
KEGIATAN PEMBELAJARAN 7: PERANAN APBD A. Tujuan ... 64
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 64
C. Uraian Materi ... 64
D. Aktivitas Pembelajaran ... 67
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 68
F. Rangkuman ... 69
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 70
KEGIATAN PEMBELAJARAN 8: PROSEDUR EKSPOR IMPOR A. Tujuan ... 71
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 71
C. Uraian Materi ... 71
D. Aktivitas Pembelajaran ... 75
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 76
F. Rangkuman ... 78
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 82
KEGIATAN PEMBELAJARAN 9: PERAN KEBIJAKAN FISKAL A. Tujuan ... 80
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 80
C. Uraian Materi ... 80
D. Aktivitas Pembelajaran ... 84
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 85
F. Rangkuman ... 87
KEGIATAN PEMBELAJARAN 10: JURNAL PENYESUAIAN DAN KERTAS KERJA PERUSAHAAN JASA
A. Tujuan ... 89
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 89
C. Uraian Materi ... 89
D. Aktivitas Pembelajaran ... 97
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 97
F. Rangkuman ... 99
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 100
KEGIATAN PEMBELAJARAN 11: JURNAL PENYESUAIAN DAN KERTAS KERJA PERUSAHAAN DAGANG A. Tujuan ... 101
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 101
C. Uraian Materi ... 101
D. Aktivitas Pembelajaran ... 110
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 111
F. Rangkuman ... 112
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 112
MODUL E: KOMPETENSI PEDAGOGIK
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1: MODEL-MODEL PEMBELAJARAN EKONOMI A. Tujuan ... 113B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 113
C. Uraian Materi ... 113
D. Aktivitas Pembelajaran ... 114
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 115
F. Rangkuman ... 117
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 118
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK A. Tujuan ... 119
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 119
C. Uraian Materi ... 119
D. Aktivitas Pembelajaran ... 133
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 134
F. Rangkuman ... 136
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 137
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN A. Tujuan ... 138
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 138
C. Uraian Materi ... 138
D. Aktivitas Pembelajaran ... 146
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 147
F. Rangkuman ... 148
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: PERENCANAAN PTK
A. Tujuan ... 150
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 150
C. Uraian Materi ... 150
D. Aktivitas Pembelajaran ... 156
E. Latihan/Kasus/Tugas ... 157
F. Rangkuman ... 159
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 159
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Program pembinaan karier guru melalui peningkatan kompetensinya diharapkan dapat menjamin guru secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensinya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan program Peningkatan kompetensi guru akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan.
Peningkatan kompetensi guru akan menghasilkan guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan dimanapun guru terus belajar. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya.
Gerakan pendidikan di sekolah juga diarahkan untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik),olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). GNRM dalam pendidikan mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma, yaitu perubahan pola pikir dan cara bertindak dalam mengelola sekolah.
Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran berkewajiban memberikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas. PPK merupakan Gerakan PPK menempatkan nilai karakter sebagai dimensi terdalam pendidikan yang membudayakan dan memberadapkan yang terdiri dari 5 nilai utama karakter yaitu Relegius, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong dan Integritas.
Guru wajib melaksanakan pengembangan profesinya baik secara mandiri maupun kelompok. Khusus untuk kegiatan peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan dalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan diklat peningkatan kompetensi guru dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK
KPTK, salah satunya adalah di PPPPTK PKn dan IPS. Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan modul pembinaan karier guru sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta diklat.
Dalam rangka mendukung kebijakan gerakan PPK modul tersebut berusaha mengintegrasikan nila nilai utama PPK, yakniRelegius, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong dan Integritas.Kelima nilai utama PPK tersebut terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran yang terdapat pada modul. Setelah mempelajari modul ini diharapkan guru dapat meningkat kompetensi profesional dan kompetensi pedagogiknya, guru juga diharapkan mampu mengimplementasi-kan PPK dalam pembelajaran di kelas.
Modul pembinaan karier guru melalui peningkatan kompetensi guru merupakan bahan ajar yang dirancang diharapkan dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta diklat peningkatan kompetensi guru ekonomi SMA. Modul ini berisi materi, metode, aktivitas belajar, tugas dan latihan serta petunjukcara penggunaannya yang disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Dasar hukum dari penulisan modul ini adalah:
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru;
3. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional guru dan Angka Kreditnya.
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi guru . 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
41 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK.
B. Tujuan
1. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
2. Memenuhi kebutuhan guru dalam peningkatan kompetensi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
3. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
4. Meningkatkan komitmen guru dalam memberikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas.
C. Peta Kompetensi
Melalui modul ini diharapkan peserta diklat dapat meningkatkan kompetensi antara lain:
1. Memahami materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran ekonomi
2. Meningkatkan peran guru dalam memberikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas
3. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik penilaian dalam pembelajaran ekonomi
D. Ruang Lingkup
Kegiatan modul ini meliputi: 1. Kegiatan distribusi 2. Pasar faktor produksi
3. Lembaga keuangan bukanbank 4. Implementasi kebijakan OJK
5. Pembangunan ekonomi era reformasi 6. Peranan APBD
7. Jurnal penyesuaian perusahaan jasa 8. Jurnal penyesuaian perusahaan dagang
9. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran ekonomi 10. Model pembelajaran ekonomi
11. Pelaksanaan penilaian autentik 12. Silabus dan RPP
E. Cara Penggunaan Modul
1. Baca secara cermat modul ini sebelum anda mengerjakan tugas.
2. Kerjakan sesuai dengan langkah-langkah yang ditentukan dalam modul ini. 3. Kerjakan dengan cara diskusi dalam kelompok disertai implementasi nilai
nilai utama PPK. .
4. Konsultasikan dengan Narasumber bila mengalami kesulitan mengerjakan tugas.
F.
NilaiKarakter
Nilai Karakter Religius (1-5) ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan
menjaga keutuhan ciptaan: cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percayadiri, kerja sama lintas agama, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak,melindungi yang kecil dan tersisih.
Nilai Karakter Nasionalis(2-5) merupakan cara berpikir, bersikap, dan
berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya: apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.
Nilai Karakter Mandiri (3-5) merupakan sikap dan perilaku yang tidak
bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai kemandirian antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Nilai Karakter Gotong Royong(4-5) mencerminkan tindakan menghargai
semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, bersahabat dengan orang
lain dan memberi bantuan pada mereka yang kurang mampu, tersingkir dan membutuhkan pertolongan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerjasama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, sikap kerelawanan.
Nilai Karakter Integritas (5-5) merupakan nilai yang mendasari perilaku yang
didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). Karakter integritas meliputi sikap tanggungjawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran,cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).
MODUL E: KOMPETENSI PROFESIONAL
Kegiatan Pembelajaran 1
KEGIATAN DISTRIBUSI
A. Tujuan Pembelajaran
Menganalisis peran pelaku kegiatan distribusi melalui mengkaji referensi dan diskusi disertai implementasi PPK.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Dengan menggali informasi, peserta dapat: 1. mendiskripsikan pengertian kegiatan distribusi 2. menjelaskan kegiatan distribusi dan pemasaran 3. menjelaskan saluran dan peranan distribusi
4. menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi
C. Uraian Materi
1. Pengertian Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen selain pengertian tersebut distribusi juga merupakan usaha untuk menambah nilai guna barang atau jasa.Barang hasil produksi tidak mempunyai nilai guna kalau tidak sampai ke tangankonsumen. Misalnya, tas yang dihasilkan pabrik tidak memiliki nilai guna jika sampai ke tangan konsumen. Tas tersebut tidak akan sampai ke konsumen kalau tidak ada yang menyalurkan ke tangan konsumen baik secara perorangan maupun oleh suatu lembaga, yang menunjukkan adanya hubungan manusia dengan sesama untuk bekerjasama memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa.
2. Kegiatan Distribusi dan Pemasaran
Kegiatan distribusi bertujuan untuk menyalurkan barang/jasa dari produsen kepada konsumen, membantu meratakan hasil produksi, meningkatkan nilai guna barang, membantu melancarkan proses produksi, dan membantupemenuhan kebutuhan masyarakat.Dalam melaksanakan kegiatan distribusi dibutuhkan kerjasama, tolong menolong (gotong-royong)
dan komitmen yang tinggi (integritas) sehingga barang/jasa yang dibutuhkan masyarakat tersedia tepat waktu, mudah diperoleh dan harganya juga terjangkau.
3. Penggolongan distribusi
Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.Distributor dapat dikelompokkanmenjadi tiga bagian, yaitu pedagang besar, pedagang kecil, dan perantara.
a. Pedagang besar (grosir); adalah distributor yang membeli barang dalam jumlah besar langsung dari pabrik atau produsen dan menjualnya kepada pedagang kecil. Termasuk pedagang besar adalah grosir, eksportir, dan importer.Pedagang besar haruslah memiliki rasa cinta tanah air dan bangga pada produk dalam negeri, terutama bagi eksportir dan importer untuk lebih mengutamakan menyalurkan barang/jasa dalam negeri sehingga akan meningkatkan perekonomian bangsa. b. Pedagang kecil (retail), yaitu distributor yang membeli barang dalam
jumlah tertentu dari pedagang besar dan menjualnya langsung ke konsumen secara eceran. Termasuk pedagang kecil yaitu pedagang asongan, pedagang kaki lima, warung, kios, dan minimarket. Khususnya bagi para pedagang asongan, pedagang kaki lima, warung dan kios harus diikuti dengan kerja keras (etos kerja), tangguh dan memiliki daya yang menunjukkan sikap kemandirian.
c. Perantara, yaitu distributor yang mempertemukan penjual dengan pembeli dan tidak bertanggung jawab kepada kondisi barang yang diperjualbelikan, tetapi tetap harus dilandasi sikap kejujuran dan tanggung jawab (integritas) dalam melaksanakan tugasnya sebagai perantara atau distributor. Termasuk dalam distributor perantara adalah: 1) Agen, adalah perantara yang berperan sebagai distributor barang
tertentu atas nama perusahaan yang ditugaskan menyalurkan barang di wilayah tertentu.
2) Komisioner, adalah perantara yang mempertemukan penjual dengan pembeli atas nama dan tanggung jawab sendiri. Upah komisioner disebut komisi.
3) Makelar (broker/pilang) adalah perantara yang mempertemukan penjual dengan pembeli atas nama orang lain atau perusahaan. Bonus yang diterima makelar disebut kurtasi/provisi.
d. Fungsi Distribusi
1) Menyalurkan barang dari produsen ke konsumen 2) Memecahkan perbedaan tempat
3) Memecahkan perbedaan waktu
4) Seleksi dan kombinasi barang menurut jumlah dan jenisnya. e. Fungsi Pemasaran
1) Fungsi Pertukaran 2) Fungsi Penyediaan 3) Fungsi Penunjang f. Tugas Distribusi
1) Mengklasifikasi barang atau memilahnya sesuai dengan jenis, ukuran, dan kualitasnya.
2) Memperkenalkan barang atau jasa yang diperdagangkan kepada konsumen, seperti dengan reklame atau iklan.
3) Membeli barang dan jasa dari produsen atau pedagang yang lebih besar.
g. Tugas Distributor
1) Membeli barang dan jasa dari produsen atau pedagang yang lebih besar
2) Mengklasifikasi barang atau memilahnya sesuai dengan jenis, ukuran, dan kualitasnya
3) Memperkenalkan barang atau jasa yang diperdagangkan kepada konsumen, misalnya dengan reklame atau iklan
4. Saluran dan Peranan Distribusi
Saluran distribusi adalah perorangan atau perusahaan yang bekerja di antara produsen dengan konsumen.
Untuk mencapai tujuan distribusi ada beberapa cara yang dilakukan agar barang sampai kepada konsumen. Cara tersebut, antara lain sebagai berikut;
a. Distribusi langsung; adalah distribusi barang/jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen. Contoh,
pedagang sate langsung menjual barang kepada konsumen. Distribusi ini sangat cocok untuk pengusaha yang bermo-dal kecil karena tidak memerlukan biaya besar, jangkauan pema-sarannya sempit (lokal), dan barang yang dijual tidak tahan lama.
b. Distribusi semi langsungadalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contoh: pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui conventer.Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi yang menggunakan agen sebagai penyalur barang. Distribusi semi langsung biasanya dilakukan oleh produsen barang -barang berkualitasbaik dan mahal karena barang-barang tersebut memerlukan penanganan yang khusus oleh ahlinya sehingga dengan adanya agen yang memerlukan wakil perusahaan maka kualitas barang dapat dijaga.
c. Distribusi tidak langsung; adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, pedagang kecil yang bertindak sebagai pedagang perantara.Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memerlukan pasar yang sangat luas dengan sifat barang yang tahan lama.Sistem ini melibatkan banyak pihak sehingga memerlukan modal yang cukup besar, termasuk untuk promosi.
5. Faktor- faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi
Sistem distribusi yang akan dipilih produsen harus memperhitungkan beberapa hal sebagai berikut:
a. Besarnya modal (besar atau kecil)- Jenis dan sifat barang (tahan lama atau tidak tahan lama)
b. Luas pemasaran (lokal, nasional, atau internasional)
c. Fasilitas transportasi dan komunikasi (lengkap atau tidak lengkap) d. Jumlah barang yang dihasilkan (banyak atau sedikit).
D. Aktifitas Pembelajaran
Akitivitas pembelajaran diklat dengan mata diklat ―kegiatan ekonomi‖ sebagai berikut.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan a. Berdoa untuk memulai pembelajaran b. Menyiapkan peserta diklat agar termotivasi
mengikuti proses pembelajaran melalui pembelajaran kontekstual.
c. Mengantarkan suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari dan menjelaskan tujuan pembelajaran diklat.
d. Menyampaikan garis besar cakupan materi Kegiatan Distribusi.
15 menit
Kegiatan Inti Membagi peserta diklat dalam beberapa kelompok dengan langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Fasilitator memandu untuk tanya jawab dengan contoh kontekstual tentang kegiatan distribusi dengan menggunakan contoh yang kontekstual..
b. Kelas dibagi menjadi 6 kelompok (A, B, C, … s/d kelompok F) masing-masing beranggotakan 6 orang
c. Fasilitator memberi tugas menggunakan LKS untuk dikerjakan masing masing kelompok melalui kerjasama: Kelompok A dan D mengerjakan LKS1, B dan E mengerjakan LKS2, C dan F mengerjakan LKS3.
d. Peserta diklat berdiskusisecara aktif mengerjakan kuis tentang kegiatan distribusi yang tercantum dalam LK1, LK2, dan LK3
e. Melaksanakan penyusunan laporan hasil diskusi.
f. Masing masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.
g. Guru memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya pada diskusi dan kerja kelompok.
105 menit
Kegiatan Penutup
a. Fasilitator bersama-sama dengan peserta menyimpulkan hasil pembelajaran
b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran.
E. Latihan/Kasus/Tugas Tugas dan Langkah Kerja 1. LK. Prof. E. 1.1.a.: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok A dan C sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh yang kontekstual bahwa kegiatan konsumsi dan produksidapat meningkatkan perekonomian di daerah anda!
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang berhubungan dengan permasalahan konsumsi! c. Diskripsikan perbedaan pengertian konsumsi, produksi dan distribusi
dengan disertai contoh kegiatan masyarakat di sekitar anda!
d. Uraikan dengan menggunakan contoh hubungan yang saling membutuhkan antara konsumen, distributor dan produsen yang dilandasi oleh nilai- nilai karakter yang harus diimplementasikan!
e. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis,. f. Presentasikan hasil diskusididepan kelas!
2. LK. Profesional. E. 1.1.b.: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok B dan D sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh yang kontekstual bahwa kegiatan produksi dan konsumsi dapat meningkatkan perekonomian bangsa!
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang berhubungan dengan permasalahan produksi! c. Diskripsikan hubungan antara produksi dengan guna waktu, guna
tempat, guna dasar dan guna pemilikan dengan disertai contoh kegiatan masyarakat di sekitar anda!
d. Uraikan dengan menggunakan contoh hubungan yang saling membutuhkan antara produsen dan distributoryang dilandasi dengan implementasi nilai-nilai karakter!
e. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis,. f. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas!
3. LK. Prof. E. 1.1.c: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok E dan F sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh yang kontekstual bahwa kegiatan produksi dan distribusi dapat meningkatkan perekonomian bangsa!
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang berhubungan dengan distribusi!
c. Diskripsikan hubungan antara produksi dengan distribusi dengan disertai contoh kegiatan masyarakat di sekitar anda yang didasari oleh implementasi nilai-nilai karakter!
d. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis,. e. Presentasikan hasil diskusididepan kelas!
4. LK. Prof. E. 1.2.: Tugas ON
a. Jelaskan dengan menggunakan contoh nyata tentang dampak negatif konsumerisme bagi ekonomi Indonesia!
b. Deskripsikan kelebihan dan kelemahan sistem produksi dengan menggunakan mesin dan teknologi tinggi dibanding cara tradisional c. Deskripsikan kelebihan dan kelemahan sistem distribusi langsung
dengan sistem destribusi tidak langsung.
KISI KISI DAN KARTU SOAL
Jenis Sekolah : SMA/MA Bahan Kelas/Semester : X / 1 Mata Pelajaran : Ekonomi
Kurikulum : Kurikulum 2013 Penyusun : ...
Unit Kerja : P4TK PKn dan IPS Malang
Buku
Sumber Proses Kognitif Tingkat Kesukaran
Fakta Sangat Mudah
Penerapan Mudah
Interpretasi Sedang
Pemecahan Masalah Sukar Penalaran & Komunikasi(1)
Standar
Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka dan
kebutuhan manusia yang tidak terbatas
Kelangka an
Disajikan kasus kelangkaan pada suatu daerah tertentu, siswa dapat menentukan cara mengatasi kelangkaan yang paling tepat
F. Rangkuman
Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen selain pengertian tersebut distribusi juga merupakan usaha untuk menambah nilai guna barang atau jasa.Distributor dapat dikelompokkanmenjadi tiga bagian, yaitu pedagang besar, pedagang kecil, dan perantara. ytermasuk dalam distributor perantara adalah: agen, komisioner, makelar (broker/pilang).
Fungsi distribusi: menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, memecahkan perbedaan tempat, memecahkan perbedaan waktu, seleksi dan kombinasi barang menurut jumlah dan jenisnya. Sedangkan fungsi pemasaran adalah fungsi pertukaran, fungsi penyediaan, fungsi penunjang
Saluran dan peranan distribusi: diistribusi langsung; distribusi semi langsungdan distribusi tidak langsung;
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran,Bapak/ Ibu dapat melakukan umpan balik dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
1. Apa yang Bapak/Ibu pahami setelah mempelajari materi masalah dan kegiatan ekonomi
No Rumusan Butir Soal Kunci
27 Daerah yang satu dengan daerah yang lain memiliki potensi alam yang berbeda. Terdapat suatu daerah yang memiliki sumber air mineral yang melimpah, tetapi ada daerah tertentu lainnya yang kering dan air mineral sangat langka.
Bagaimana cara mengatasi kelangkaan air mineral? A. Mendirikan pabrik air mineral di daerah kering B. Memindahkan penduduk daerah kering C. Mendistribusikan air mineral ke daerah kering D. Mendirikan toko air mineral di berbagai daerah E. Memberi subsidi pada penduduk yang kekeringan
Pembahasan
Cara menanggulangi kelangkaan air mineral dengan cara mendistribusikan air mineral ke daerah tersebut
2. Pengalaman penting apa yang Bapak/Ibu peroleh setelah mempelajari materi masalah dan kegiatan ekonomi
3. Nilai karakter apa saja yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran materi ini? Jelaskan!
4. Apa manfaat materi ikegiatan ekonomi terhadap tugas Bapak/Ibu
Kegiatan Pembelajaran 2
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
A. Tujuan Pembelajaran
Mendiskripsikan permintaan dan penawaran secara kontekstual melalui mengkaji referensi dan diskusi disertai implementasi nilai-nilai PPK.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mendiskripsikan pengertian permintaan dan penawaran i 2. Melukis kurva permintaan
3. Melukis kurva penawaran
4. Menentukan keseimbangan pasar
5. Menentukan elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran
C. Uraian Materi 1. Permintaan
a. Pengertian
James L. Pappas mendefinisikan permintaan sebagai jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh pelanggan selama periode tertentu berdasarkan kondisi tertentu. Adapun Prof. Dr. Winardi mengartikan permintaan sebagai jumlah suatu barang yang bersedia dibeli pada setiap harga tertentu, pada pasar tertentu, dan pada saat tertentu.
Permintaan seseorang atas suatu barang sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh harga saja tetapi banyak faktor, seperti tingkat pendapatan dan sebagainya. Namun untuk menganalisis banyak faktor sangat rumit. Oleh karena itu,dalam menganalisis hukum permintaan, dipilih satu faktor yang paling menentukan, yaitu faktor harga. Sedangkan faktor lain diasumsikan tidak mengalami perubahan atau
ceteris paribus. b. Hukum Permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah yang
diminta. Dengan kata lain, jumlah permintaan terhadap suatu barang berbanding terbalik dengan harga. Jika harga tinggi permintaan sedikit dan jika harga rendah permintaan meningkat. Hukum permintaan menyatakan makin turun tingkat harga, makin banyak jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya makin naik tingkat harga makin sedikit jumlah barang yang diminta.
Namun, perlu diwaspadai bahwa hukum permintaan adalah hukum ekonomi.Hukum ekonomi hanya berlaku dengan syarat jika keadaan di sekitarnya tidak berubah (ceteris paribus). Oleh karena itu, hukum ekonomi disebut oleh para ahlinya tendens ekonomi, yaitu suatu kemungkinan yang berlaku, tetapi tidak dijamin kebenarannya karena: 1) Kesenangan manusia terhadap barang tidak tetap.
2) peradaban manusia makin meningkat. 3) Pendapatan masyarakat berubah-ubah, dan 4) Jumlah penduduk cenderung bertambah.
Dengan demikian agar kebutuhan masyarakat terhadap barang dan jasa dapat terpenuhi sesuai kemampuannya, seorang penjual atau pedagang dalam menentukan harga harus pula mempertimbangkan lingkungan sosial disekitarnya dan memiliki empati terhadap kondisi sosial ekonomi pelanggannya.
c. Kurva permintaan
Untuk menggambarkan kurva permintaan, harga dianggap sebagai faktor dominan yang mempengaruhi permintaan. Faktor-faktor lain seperti selera konsumen, besarnya pendapat konsumen, ekspetasi atau harapan konsumen, serta harga barang-barang lain yang berkaitan dengan barang yang hendak dibeli konsumen dianggap tidak berubah (cateris paribus). Mari kita perhatian contoh kasus berikut ini:
Jika harga beras Rp 5.000 per kg, jumlah barang yang diminta sebanyak 140 ton. Jika harga naik menjadi Rp 5.400 per kg permintaan berkurang menjadi 100 ton. Jika harga turun menjadi Rp 4.600 per kg permintaan meningkat menjadi 180 ton.
Tabel 1 Permintaan Beras
Situasi Harga per kg Jumlah (ton)
A Rp 5.400 100
B Rp 5.200 120
C Rp 5.000 140
D Rp 4.800 160
E Rp 4.600 180
Bentuk kurva seperti itu menunjukkan bahwa semakin rendah harga barang di pasar, semakin banyak barang yang akan dibeli oleh masyarakat. 5.400 5.200 5.000 4.800 4.600 100 120 140 160 180
Gambar 1 Kurva Permintaan Beras
2. Penawaran a. Pengertian
Penawaran adalah sejumlah barang yang akan dijual oleh penjual pada harga tertentu dan dalam angka waktu tertentu.Dalam pengertian Ekonomi Mikro juga dapat dibedakan menjadi penawaran perorangan dan penawaran pasar.
1) Penawaran Perorangan
Penawaran perorangan ialah kesediaan dari seorang penjual untuk menawarkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga.
2) Penawaran Pasar
Penawaran pasar adalah keseluruhan penjumlahan dari penawaran perorangan suatu barang atau jasa pada berbagai tingkat harga.
b. Hukum Penawaran
Hukum penawaran menjelaskan tentang adanya korelasi positif antara perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan. Hukum tersebut berbunyi sebagai berikut:
―Makin rendah tingkat harga makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan dan sebaliknya makin tinggi tingkat harga makin banyak jumlah barang yang ditawarkan.‖
Hukum penawaran tersebut juga berlaku dengan asumsi bahwa beberapa faktor dianggap tidak mengalami perubahan. Faktor-faktor tersebut ialah:
1) Tingkat teknologi,
2) Harga dari barang-barang lain, 3) Biaya dari faktor produksi, dan 4) Tujuan dari perusahaan.
c. Kurva Penawaran
Perhatian tabel dan grafik di bawah ini:
Tabel 2 Penawaran Gula Bulog
Situasi Harga per kg Jumlah (ton)
A Rp 3.200 8
B Rp 3.400 30
C Rp 3.600 56
D Rp 3.800 84
20 40 60 80 100 120 3.200 3.400 3.600 3.800 4.000
Gambar 2 Kurva Penawaran Bulog
3. Keseimbangan Pasar
Titik keseimbangan inilah mencerminkan harga keseimbangan . Dengan kata lain, harga pasar ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
Adapun kurva keseimbangan harga atau keseimbangan permintaan dan penawaran digambarkan dalam batas di bawah ini:
Situasi Harga (P) per kg Permintaan (D) (ton) Penawaran (S) (ton) A 2.000 100.000 300.000 B 1.800 150.000 250.000 C 1.600 200.000 200.000 D 1.400 250.000 150.000 E 1.200 300.000 100.000
2.000 1.800 1.600 1.400 1.200 50 100 150 200 250 300
Gambar 3 Grafik Keseimbangan Gula Pasir
Kurva DD menggambarkan permintaan gula pasir dan kurva SS menggambarkan penawaran gula pasir.
4. Kelebihan Permintaan
Gambar 4 Kelebihan Permintaan dan Kekurangan Barang
Pada tingkat harga Rp 1,75 per gantang, kuantitas yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan. Saat kelebihan permintaan muncul, terdapat kecenderungan harga untuk naik. Bila kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang ditawarkan maka pasar berada dalam ekuilibrium (kesetimbangan). Di sini, harga ekuilibrium adalah Rp2.50 dan kuantitas ekuilibriumnya sebesar 35.000 gantang.
5. Kelebihan Penawaran
Kelebihan penawaran atau surplus adalah kondisi yang muncul saat kuantitas yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta pada harga pasar saat itu.
Gambar 5 Kelebihan Penawaran atau Surplus Barang
Gambar 5. Kurva Kelebihan Penawaran
Pada harga $3 kuantitas yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta sebesar 20.000 gantang. Nilai kelebihan ini akan menyebabkan harga turun.
6. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan adalah derajat kepekaan perubahan permintaan terhadap perubahan harga, atau angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan permintaan dengan perubahan harga.
Elastisitas permintaan dapat ditulis dengan rumus: ED =
P
%
Q
%
D
atau ED =P
P
.
Q
Q
1 1 D D
Dimana: ED = elastisitas permintaanQD = besarnya perubahan permintaan
P = besarnya perubahan harga QD1 = jumlah permintaan mula-mula
QD2 = jumlah permintaan setelah harga berubah
P1 = harga mula-mula
P2 = harga setelah berubah
%Q = 1 1 2
Q
Q
Q
. 100%, %P = 1 1 2P
P
P
. 100%Besarnya elastisitas permintaan (ED) dibagi menjadi beberapa katagori
antara lain:
a. Permintaan inelastis sempurna (ED = 0)
ED = 0, bila % Q = 0 dan % P = atau harga berubah berapa saja,
permintaan tetap.
b. Permintaan in elastis (tidak peka) ED< 1
ED< 1, bila % Q < % P atau persentase perubahan permintaan lebih
kecil dari % perubahan harga.
c. Elastisitas permintaan yang sebanding/imbang (ED = 1)
ED = 1, bila % Q = % P
d. Elastisitas permintaan yang elastis/peka (ED> 1)
ED> 1, bila % Q > % P
e. Elastisitas permintaan yang elastis sempurna (ED> 1)
7. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran adalah derajat kepekaan perubahan penawaran terhadap perubahan harga, atau angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan penawaran dengan perubahan harga.
Seperti halnya pada E permintaan, maka elastisitas penawaran juga memiliki kategori sebagai berikut:
a. Elastisitas penawaran yang inelastis sempurna (ES = 0)
terjadi belum % QS = 0 dan % P =
b. Elastisitas penawaran yang inelastis (ES< 1)
terjadi belum % QS< % P
c. Elastisitas penawaran sebanding/unitary (ES = 1)
terjadi belum % QS = % P
d. Elastisitas penawaran yang elastis (ES> 1)
terjadi belum % QS> % P
e. Elastisitas penawaran yang elastis sempurna (ES = )
terjadi belum % QS = % P = 0 Kurvanya: P Es=0 QS Es<1 Es=1 Es>1 Es=~
Gambar 6 Kurva Elastisitas Penawaran
D. Aktifitas Pembelajaran
Akitivitas pembelajaran diklat dengan mata diklat―Permintaan dan Penawaran― sebagai berikut.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan a. Berdoa untuk memulai pembelajaran
b. Menyiapkan peserta diklat agar termotivasi mengikuti proses pembelajaran melalui Cooperative learning
c. Mengantarkan suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari dan menjelaskan tujuan pembelajaran diklat.
d. Menyampaikan garis besar cakupan materi permintaan dan penawan
15 menit
Kegiatan Inti Membagi peserta diklat ke dalam beberapa dimana langkah-langkahnya sebagai berikut: a. Fasilitator memandu tanya jawab dengan
contoh kontekstual tentang permintaan dan penawaran dengan menggunakan contoh yang kontekstual.
b. Kelas dibagi menjadi 6 kelompok (A, B, C, … s/d kelompok F) masing-masing beranggotakan 6 orang.
c. Fasilitator memberi tugas menggunakan LKS untuk dikerjakan masing masing kelompok melalui kerjasama: Klpk A dan D mengerjakan LKS1, B dan E mengerjakan LKS2, C dan F mengerjakan LKS3.
d. Peserta diklat berdiskusi secara aktif mengerjakan kuis tentang permintaan dan penawaran yang tercantum dalam LK1, LK2, dan LK3..
e. Melaksanakan penyusunan laporan hasil diskusi.
f. Masing masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.
g. memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya pada diskusi dan kerja kelompok.
105 menit
Kegiatan Penutup
a. Narasumber Fasilitatorbersama-sama dengan peserta menyimpulkan hasil pembelajaran b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan.
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran.
E. Latihan/Kasus/Tugas
1. LK. Prof E. 2.1.a.: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok A dan C sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh kontekstual perbedaan pengertian permintaan dengan penawaran!
b. Tulislah hukum permintaan, dan deskripsikan secara kontekstual faktor yang menentukan besarnya permintaan!
c. Susunlah daftar harga dan permintaan, kemudian lukislah kurva permintaan berdasarkan data yang anda susun!
d. Jelaskan dengan contoh yang kontekstual terjadinya kelebihan permintaan, dan hitung besarnya 1!
e. Identifikasi nilai karakter yang seharusnya diimplementasikan oleh penjual dalam menentukan harga barang! Diskripsikan masing-masing secara kontekstual!
f. Susunlah daftar harga, penawaran dan permintaan, kemudian lukislah kurva permintaan, penawaran dan harga keseimbangan berdasarkan data yang anda susun!
g. Jelaskan secara kontekstual pengertian elastisitas permintaan dan susunlah soal dengan pembahasannya tentang elastisitas permintaan berikut kurvanya!
h. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis! i. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas!
2. LK. Prof E. 2.1.b.: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok B dan D sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh kontekstual perbedaan pengertian permintaan dengan penawaran!
b. Tulislah hukum permintaan, dan deskripsikan secara kontekstual faktor yang menentukan besarnya penawaran!
c. Susunlah daftar harga dan permintaan, kemudian lukislah kurva permintaan berdasarkan data yang anda susun!
d. Jelaskan dengan contoh yang kontekstual terjadinya kelebihan permintaan, dan hitung besarnya!
e. Identifikasi nilai karakter yang seharusnya diimplementasikan oleh penjual dan pembeli dalam pembentukan harga keseimbangan! Diskripsikan masing-masing secara kontekstual!
f. Susunlah daftar harga, penawaran dan permintaan, kemudian lukislah kurva permintaan, penawaran dan harga keseimbangan berdasarkan data yang anda susun!
g. Jelaskan secara kontekstual pengertian elastisitas permintaan dan susunlah soal dengan pembahasannya tentang elastisitas permintaan berikut kurvanya!
h. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis! i. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas!
3. LK. Prof. E.2.2: Tugas ON
a. Diskripsikan secara kontekstual minimal 50 kata bahwa permintaan masyarakat ikut mentukan kemajuan ekonomi suatu daerah!!
b. Diskripsikan secara kontekstual minimal 50 kata bahwa penawaran ikut mentukan kemajuan ekonomi suatu daerah!!
KISI KISI DAN KARTU SOAL
Jenis Sekolah : SMA/MA Bahan Kelas/Semester : X / 1 Mata Pelajaran : Ekonomi
Kurikulum : Kurikulum 2013 Penyusun : ...
Unit Kerja : P4TK PKn dan IPS Malang
Buku
Sumber Proses Kognitif Tingkat Kesukaran
Fakta Sangat Mudah
Penerapan Mudah
Interpretasi Sedang
Pemecahan Masalah Sukar Penalaran & Komunikasi(1)
Standar Kompetensi
Kompetensi
Dasar Materi Indikator
Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran Permintaan dan penawaran Disajikan kurva permintaan/penawaran beserta pergeserannya, siswa dapat menginterpretasi kurva tersebut
F. Rangkuman
Permintaan sebagai jumlah suatu barang yang bersedia dibeli pada setiap harga tertentu, pada pasar tertentu, dan pada saat tertentu.
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah yang diminta. Dengan kata lainn, jumlah permintaan terhadap suatu barang berbanding terbalik dengan harga.
Penawaran adalah sejumlah barang yang akan dijual oleh penjual pada harga tertentu dan dalam angka waktu tertentu.Dalam pengertian
―Makin rendah tingkat harga makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan dan sebaliknya makin tinggi tingkat harga makin banyak jumlah barang yang ditawarkan.‖
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran,Bapak/ Ibu dapat melakukan umpan balik dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
No Rumusan Butir Soal Kunci
27 P2 P1 D' D S' S P QD/QS
Pada kurva di atas, apa yang dapat anda interpretasikan? A. Permintaan naik, penawaran naik maka harga stabil B. Pemerintah naik, penawaran turun, maka harga naik C. Permintaan turun, penawaran turun maka harga tetap D. Permintaan turun, penawaran naik maka harga turun drastis E. Permintaan turun, penawaran naik, maka harga naik
1. Apa yang Bapak/Ibu pahami setelah mempelajari materi ini?
2. Pengalaman penting apa yang Bapak/Ibu peroleh setelah mempelajari materi ini?
3. Nilai karakter apa saja yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran materi ini? Jelaskan!
4. Apa manfaat materi ini terhadap tugas Bapak/Ibu
Kegiatan Pembelajaran 3
PERANAN LKBB
A. Tujuan Pembelajaran
Mendiskripsikan peranan LKBB melalui mengkaji referensi dan diskusi disertai implementasi nilai PPK.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasi jenis LKBB
2. Menganalisis tentang peran LKBB bagi investor 3. Menganalisis peran LKBB bagi pemerintah
4. Menganalisis tentang peran LKBB bagi perekonomian masyarakat.
C. Uraian Materi
1. Peran Lembaga Keuangan Bukan Bank
Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif. Lembaga keuangan Bukan Bank memberikan bantuan kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya, namun masyarakat harus mempertimbangkan secara ekonomi dan berusaha untuk mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain dalam melaksanakan usahanya. Dan ketika memanfaatkan lembaga ini harus diikuti dengan kerja keras, memiliki komitmen, jujur dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan segala kewajibannya.
2. Usaha-Usaha yang dilakukan LKBB antara lain:
a. Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga
b. Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon (dukungan dalam bentuk dana) dalam usaha patungan
3. Peran-peran LKBB antara lain:
a. Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa b. Memperlancar distribusi barang
c. Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan.
4. Jenis-jenis LKBB:
a. Perusahaan Asuransi: perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada pihak ketiga karena peristiwa ketidakpastian. Sebagai mahkluk yang beragama kita haruslah berpegang teguh kepada Tuhan Sang Penentu hidup, tetapi kita harus berusaha dan bekerja keras untuk mencapai kesejahteraan hidup dan siap sedia dengan kondisi apapun. Dari penghasilan yang kita peroleh dapat kita sisihkan untuk jaminan kesehatan, pendidikan dan hari tua kita agar bias tetap mandiri serta tidak bergantung pada orang lain. 1) Polis Asuransi: surat kontrak pelaksanaan asuransi yang berupa
kesepakatan kedua belah pihak
2) Premi Asuransi: uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada penanggung
3) Keuntungan Asuransi: a) Bagi Pemilik Asuransi:
Keuntungan dari premi yang dibayar nasabah
Keuntungan dari hasil penyertaan modal ke perusahaan lain Keuntungan dari hasil bunga investasi surat-surat berharga b) Bagi Nasabah:
memberi rasa aman
merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik lagi
terhindar dari resiko kerugian
memperoleh penghasilan di masa datang
memperoleh penggantian akibat kerugian kerusakan atau kehilangan
b. Perusahaan Dana Pensiun (TASPEN): badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Perusahaan Dana Pensiun juga bias menjadi pilihan kita untuk menyisihkan pendapatan kita selagi aktif bekerja untuk jaminan dimasa tua sehingga kita masih bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus menyusahkan keluarga atau orang-orang disekitar kita. Dengan mengelola keuangan kita dengan memikirkan masa tua berarti kita juga mensyukuri nikmat dan karunia serta rejeki dari Tuhan Sang Maha Pemberi Rejeki dalam kehidupan.
1) Manfaat Perusahaan Dana Pensiun:
Bagi perekonomian nasional: dana yang dihimpun dari iuran peserta dapat sebagai modal bagi dunia usaha
Bagi peserta: dana pensiun akan memberi jaminan pendapatan di hari tua
2) Manfaat bagi perusahaan:
Loyalitas
Kewajiban moral
Kompetisi pasar tenaga kerja
3) Manfaat bagi karyawan:
Rasa aman
Kompensasi yang lebih baik
c. Koperasi Simpan Pinjam:Badan usaha yang menghimpun dana dari anggotanyadan meminjamkan kembali kepada anggota atau masyarakat. Koperasi Simpan Pinjam merupakan badan usaha yang mengutamakan memberikan kesejahteraan bagi anggotanya dan masyarakat di sekitar koperasi. Nilai yang mendasari kegiatan koperasi adalah nilai kekeluargaan, menolong diri sendiri, bertanggung jawab, demokrasi, persamaan, berkeadilan, dan kemandirian. Anggota koperasi meyakini nilai kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain.
1) Modal Koperasi:
Simpanan Wajib: dibayar selama menjadi anggota dengan jangka waktu tertentu sesuai keputusan rapat anggota
Simpanan Sukarela: dibayar dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
2) Landasan Koperasi:
Landasan Idiil: Pancasila
Landasan Struktural: UUD 1945 pasal 33 ayat 1 Landasan Operasional: UU no 25 tahun 1992 Landasan Mental: kesetiakawanan dan kesadaran 3) Keuntungan:
Tidak memakai jaminan Angoota terhindar dari rentenir Akhir tahun memperoleh SHU
5. Bursa Efek / Pasar Modal: tempat jual beli surat-surat berharga
a. Saham: surat berharga dimana pemiliknya merupakan pemilik perusahaan
b. Obligasi: surat berharga yang merupakan instrumen utama perusahaan. Pemiliknya bukan merupakan pemilik perusahaan
c. Keuntungan pasar modal:
1) Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang untuk dunia usaha.
2) Sarana untuk mengalokasikan sumber dana secara optimal bagi investor.
3) Memungkinkan adanya upaya diversifikasi. d. Kelemahan pasar modal:
1) Mekanisme pasar modal yang cukup rumit menyulitkan pihak-pihak tertentu yang akan terlibat di dalamnya.
2) Saham pasar modal bersifat spekulatif sehingga dapat merugikan pihak tertentu.
3) Jika kurs tidak stabil, maka harga saham ikut terpengaruh. e. Manfaat bagi Investor:
1) Memperoleh deviden bagi pemegang saham
3) Memperoleh bunga bagi pemegang obligasi 4) Mempunyai hak suara dalam RUPS
5) Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi. f. Manfaat bagi Emiten:
1) Mendapatkan dana yang lebih besar
2) Perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengolah dana 3) Memperkecil ketergantungan terhadap bank
4) Besar kecilnya deviden tergantung besar kecilnya keuntungan 5) Tidak ada kewajiban yang terikat sebagai jaminan
g. Manfaat bagi Pemerintah:
1) Membantu pemerintah dalam mendorong perkembangan pembangunan
2) Membantu pemerintah dalam mendorong kegiatan investasi 3) Membantu pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja
6. Perusahaan Anjak Piutang: Badan Usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang.Dalam memanfaatkan badan usaha ini, masyarakat harus memperhitungkan keuntungan secara ekonomi bukan semata untuk kebutuhan yang konsumtif.
a. Manfaat bagi klien: 1) Peningkatan penjualan 2) Kelancaran modal kerja
3) Memudahkan penagihan hutang 4) Efisiensi usaha
b. Manfaat bagi factor: 1) Fee dari klien
c. Manfaat bagi customer:
1) Kesempatan untuk membeli secara kredit 2) Pelayanan penjualan yang lebh baik
7. Perusahaan Modal Ventura: Badan Usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam perusahaan.
a. Keunggulan Modal Ventura:
1) Sumber dana bagi perusahaan baru. 2) Adanya penyertaan manajemen.
3) Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.
4) Dengan adanya penyertaan modal,PPU dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain.
5) MV menaikkan pamor PPU.
6) PPU mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura 7) Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas
kesempatan kerja b. Kelemahan modal ventura:
1) Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang
2) Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha
3) Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.
c. Manfaat modal ventura:
1) Keberhasilan Usaha Meningkat
2) Efisiensi dalam Pendistribusian Barang 3) Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan 4) Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat 5) Likuiditas Menigkat
8. Pergadaian:suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah
dengan jaminan barang bergerak.Sistem pinjam-keminjam berbasis gadai
di Indonesia sudah berlangsung cukup lama, baik secara formal maupun informal. Di Indonesia, pergadaian secara formal dimulai berdirinya Pegadaian Negara tahun 1901 dan sekarang menjadi PT Pegadaian (Persero) dengan mottonya ―Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah―.
a. Tujuan Pergadaian:
1) Mencegah praktik ijon, riba, dan pinjaman tidak wajar
2) Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan program 3) Pemerintah di bidang ekonomi
b. Produk Pergadaian:
1) Penyaluran Kredit: terdiri dari gadai konvensional dan kredit berbasis fidusia konvensional
2) Penyaluran Pembiayaan: terdiri dari gadai syariah dan pembiayaan berbasis fidusia syzriah
3) Investasi Emas: baik secara tunai dan angsuran
4) Aneka Jasa: terdiri dari jasa taksiran, jasa titipan, jasa sertifikasi batu mulia (Gemology lab pegadaian), jasa-jasa lain (multi-payment online/MPO) dan jasa kiriman uang (remittance)
9. Perusahaan Sewa Guna: pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai (lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual. Namun demikian, begitu kontrak leasing ditandatangani, segala fasilitas dan kegunaan barang tersebut boleh digunakan oleh pembeli
Manfaat Leasing: a. Menghemat modal
b. Diversifikasi sumber-sumber pembiayaan c. Persyaratan lebih mudah dan fleksibel d. Biaya lebih murah
D. Aktifitas Pembelajaran
Akitivitas pembelajaran diklat dengan mata diklat ―Peranan LKBB‖ sebagai berikut.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan a. Berdoa untuk memulai pembelajaran
b. Menyiapkan peserta diklat agar termotivasi mengikuti proses pembelajaran melalui Cooperative learning.
c. Mengantarkan suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari dan menjelaskan tujuan pembelajaran diklat. d. Menyampaikan garis besar cakupan materi
peranan LKBB.
15 menit
Kegiatan Inti Membagi peserta diklat ke dalam beberapa dimana langkah-langkahnya sebagai berikut: a. NarasumberFasilitatormemberi informasi dan
tanya jawab dengan contoh kontekstual tentang peranan LKBB dengan menggunakan contoh yang kontekstual..
b. Kelas dibagi menjadi 6 kelompok (A, B, C, … s/d kelompok F) masing-masing beranggota-kan 6 orang.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
c. Fasilitator memberi tugas menggunakan LKS untuk dikerjakan masing masing kelompok melalui kerjasama: Klpk A dan D mengerjakan LKS1, B dan E mengerjakan LKS2, C dan F mengerjakan LKS3.
d. Peserta diklat berdiskusi secara aktif mengerjakan kuis tentang permasalahan ekonomi dan cara menanganinya yang tercantum dalam LK1, LK2, dan LK3..
e. Melaksanakan penyusunan laporan hasil diskusi.
f. Masing masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.
g. memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya pada diskusi dan kerja kelompok.
Kegiatan Penutup
Narasumber bersama-sama dengan peserta menyimpulkan hasil pembelajaran
a. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
b. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
c. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran.
15 menit
E. Latihan/Kasus/Tugas
1. LK. Prof. E.3.1.a: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok A dan C sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh perbedaan peranan LKBB dengan LKB!
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang terjadi sehubungan dengan peranan LKBB!
c. Lakukan wawancara dengan masing-masing anggota kelompok tentang permasalahan yang berhubungan denganperan LKBB (koperasi dan asuransi)!
d. Jelaskan dampak masing-masalah tersebut diatas secara makro!
e. Diskripsikan upaya untuk menanggulangi masing masing masalah yang berhubungan dengan peranan LKBB menurut pendapat kelompok anda!
f. Identifikasi nilai-nilai karakter yang seharusnya diimplementasikan oleh masyarakat dalam memanfaatkan jasa LKBB! Diskripsikan masing-masing nilai secara kontekstual!
g. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis! h. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas!
2. LK. Prof. E.3.1.b: Tugas IN1
Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok B dan D sebagai berikut:
a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh perbedaan fungsi masing masing lembaga LKBB!
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang terjadi yang berhubungan dengan peranan LKBB! c. Lakukan wawancara dengan masing masing anggota kelompok tentang
permasalahan yang berhubungan dengan peran LKBB (pegadaian dan pasar modal)!
d. Jelaskan dampak masing masalah tersebut diatas secara makro!
e. Diskripsikan upaya untuk menanggulangi masing masing masalah yang berhubungan dengan peranan LKBB menurut pendapat kelompok anda! f. Identifikasi nilai-nilai karakter yang seharusnya diimplementasikan oleh
masyarakat dalam memanfaatkan jasa LKBB,! Diskripsikan masing-masing nilai secara kontekstual!
g. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis! h. Presentasikan hasil diskusididepan kelas!
3. LK. Prof. E.3.2: Tugas ON
a. Diskripsikan upaya yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan jasa LKBB!
b. Diskripsikan upaya yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi oblgasi!
KISI KISI DAN KARTU SOAL
Jenis Sekolah : SMA/MA Bahan Kelas/Semester : X / 1 Mata Pelajaran : Ekonomi
Penyusun : ...
Unit Kerja : P4TK PKn dan IPS Malang
Buku
Sumber Proses Kognitif Tingkat Kesukaran
Fakta Sangat Mudah
Penerapan Mudah
Interpretasi Sedang
Pemecahan Masalah Sukar Penalaran & Komunikasi(1)
Standar
Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Indikator
Mendeskripsikan usaha yang dilakukan LKBB
Peranan LKBB
Disajikan beberapa usaha, peserta dapat menentukan usaha yang dikaukan LKBB
F. Rangkuman
Usaha-Usaha yang dilakukan LKBB antara lain:
1) Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga
2) Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana ) dalam usaha patungan
3) Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli
Peran – peran LKBB antara lain:
1) Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa 2) Memperlancar distribusi barang
3) Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan
No Rumusan Butir Soal Kunci
27 1. Usaha yang dilakukan LKBB diantaranya ....
A. menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga
B. memperjual belikan saham dan obligasi
C. mengoperasikan dananya untuk kegiatan ekspor dan impor D. menjadi perantara dalam pasar modal
Jenis-jenis LKBB:
1) Perusahaan Asuransi
2) Perusahaan Dana Pensiun (TASPEN) 3) Koperasi Simpan Pinjam
4) Bursa Efek / Pasar Modal 5) Perusahaan Anjak Piutang 6) Perusahaan Sewa Guna
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran,Bapak/ Ibu dapat melakukan umpan balik dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
1. Apa yang Bapak/Ibu pahami setelah mempelajari materi ini?
2. Pengalaman penting apa yang Bapak/Ibu peroleh setelah mempelajari materi ini?
3. Nilai karakter apa saja yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran materi ini?
4. Apa manfaat materi ini terhadap tugas Bapak/Ibu
Kegiatan Pembelajaran 4
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OJK
A. Tujuan Pembelajaran
Menganalisis implementasi kebijakan OJK melalui menkaji referensi dan diskusi disertai implementasi PPK.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mendiskripsikan tugas dan kewenangan OJK berdasarkan aturannya. 2. Mendiskripsikan peranan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK). 3. Mengidentifikasi layanan pada konsumen yang dilakukan oleh OJK
4. Mendiskripsikan penanganan keluhan konsumen yang berhubungan dengan kinerja lembaga keuangan yang berhubungan dengan OJK.
C. Uraian Materi
1. Implementasi Kebijakan OJK
Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan enam peraturan di bidang Perbankan. Kebijakan OJK ini diterbitkan sebagai bagian dari rangkaian kebijakan yang dikeluarkan OJK dalam rangka memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan, pendalaman pasar keuangan dan perluasan akses keuangan masyarakat. Semua ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya sektor jasa keuangan yang kokoh, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, merata dan berkesinambungan.
Penguatan pengaturan ini, pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki struktur pasar agar menjadi semakin kokoh, efisien, dan lebih transparan sehingga memberikan kemanfaatan bagi perekonomian yang berkelanjutan. a. Regulasi tersebut yaitu:
1) POJK tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan
2) POJK tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan
3) POJK tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai)