Judul : Pengaruh Komitmen Organisasi dan Time Budget Pressure Terhadap Kinerja Auditor Dengan Budaya Tri Hita Karana Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali)
Nama : Ni Kadek Linda Ariantini
NIM : 1306305035
ABSTRAK
Semakin meluasnya kebutuhan jasa profesional akuntan publik sebagai pihak yang dianggap independen menjadikan adanya persaingan antar Kantor Akuntan Publik yang menuntut profesi akuntan publik untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi dan time budget pressure terhadap kinerja auditor dengan budaya tri hita karana sebagai variabel pemoderasi pada Kantor Akuntan di Provinsi Bali.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik non probability sampling dan memperoleh 41 sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan melakukan uji koefisien determinasi, uji kelayakan model dan uji t untuk menguji hipotesis tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor dan time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki oleh seorang auditor maka kinerja auditor akan semakin meningkat sedangkan ketika dihadapkan dalam situasi time budget pressure yang tinggi dalam proses pengauditan maka kinerja auditor akan semakin menurun. Hasil penelitian juga menunjukan budaya tri hita karana mampu memperkuat pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja auditor, namun budaya tri hita karana tidak mampu memperlemah pengaruh time budget pressure terhadap kinerja auditor.
Kata Kunci: Komitmen organisasi, time budget pressure, budaya tri hita karana dan kinerja auditor.
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 8
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Kegunaan Penelitian ... 9
1.5 Sistematika Penulisan ... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS ... 12
2.1 Kajian Pustaka ... 12
2.1.1 Teri Keagenan ... 12
2.1.2 Teori Atribusi ... 14
2.1.3 Komitmen Organisasi ... 15
2.1.4 Time Budget Pressure... 16
2.1.5 Budaya Tri Hita Karana ... 17
2.1.6 Kinerja Auditor ... 18
2.2 Hipotesis Penelitian ... 19
2.2.1 Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor ... 19
2.2.2 Pengaruh Time Budget Pressure terhadap Kinerja Auditor ... 20
2.2.3 Budaya Tri Hita Karana Memoderasi Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor ... 21
2.2.4 Budaya Tri Hita Karana Memoderasi Pengaruh Time Budget Pressure terhadap Kinerja Auditor ... 22
BAB III METODE PENELITIAN ... 24
1.1 Desain Penelitian ... 24
1.2 Lokasi dan Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 25
1.3 Objek Penelitian ... 26
1.5 Definisi Operasional Variabel ... 27
1.6 Jenis dan Sumber Data ... 29
1.6.1 Jenis Data ... 29
1.6.2 Sumber Data ... 29
1.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... . 30
1.7.1 Populasi ... 30
1.7.2 Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 31
1.8 Metode Pengumpulan Data ... 31
1.9 Uji Instrumen Penelitian ... 32
3.9.1 Uji Validitas ... 32
3.9.2 Uji Reliabilitas ... 32
1.10 Teknik Analisis Data ... 33
1.10.1 Uji Statistik Deskriptif ... 33
1.10.2 Uji Asumsi Klasik ... 33
1.10.3 Analisis Regresi Linear Berganda ... 34
1.10.4 Moderated Regression Analysis (MRA) ... 36
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 39
4.1 Gambaran Umum Kantor Akuntan Publik ... 39
4.2 Data Penelitian ... 39
4.2.1 Deskripsi Responden ... 39
4.2.2 Karakteristik Responden ... 40
4.3 Hasil Uji Instrumen Penelitian ... 43
4.3.1 Uji Validitas ... 43
4.3.2 Uji Reliabilitas ... 45
4.4 Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 45
4.5 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 47
4.5.1 Uji Normalitas ... 47
4.5.2 Uji Heterokedastisitas ... 47
4.5.3 Uji Multikolinearitas ... 48
4.6 Hasil Analisis Data ... 49
4.6.1 Analisis Regresi Linear Berganda ... 49
4.6.2 Moderated Regression Analysis (MRA) ... 52
4.7 Pembahasan Hasil Penelitian ... 55
4.7.1 Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor ... 55
4.7.2 Pengaruh Time Budget Pressure terhadap Kinerja Auditor ... 56
4.7.3 Budaya Tri Hita Karana Memoderasi Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor ... 57
4.7.4 Budaya Tri Hita Karana Memoderasi Pengaruh Time Budget Pressure terhadap Kinerja Auditor ... 58
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 63
5.1 Simpulan ... 63
5.2 Saran ... 64
DAFTAR RUJUKAN ... 66
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
3.1 Daftar Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali ... 25
3.2 Daftar Jumlah Auditor pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali 30 4.1 Rincian Pengiriman dan Pengembalian Kuesioner ... 40
4.2 Karakteristik Responden ... 41
4.3 Hasil Uji Validitas Instrumen ... 44
4.4 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 45
4.5 Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 46
4.6 Hasil Uji Normalitas ... 47
4.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 48
4.8 Hasil Uji Multikolinearitas ... 49
4.9 Hasil Analisis Regresi Berganda ... 49
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Halaman
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1 Kuesioner Penelitian ... 71
2 Tabulasi Data Ordinal ... 77
3 Hasil Uji Validitas ... 81
4 Hasil Uji Reliabilitas ... 83
5 Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 87
6 Hasil Deskripsi Data Peneltian ... 87
7 Hasil Uji Normalitas ... 93
8 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 94
9 Hasil Uji Multikolinearitas ... 96
10 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ... ... 97
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini, persaingan di dunia usaha semakin meningkat seiring dengan beragamnya jenis industri. Berbagai cara dilakukan untuk tetap dapat bertahan ditengah persaingan yang begitu ketat. Salah satu cara agar perusahaan dapat bersaing dan bertahan, perusahaan harus mampu menunjukkan bahwa kinerja serta keuangan perusahaannya mempunyai prospek ke depan yang baik, hal tersebut bisa ditunjukkan melalui laporan keuangan perusahaan pada satu periode tertentu. Laporan keuangan digunakan untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan, selain itu juga dapat digunakan sebagai alat pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Perusahaan tidak bisa bersaing hanya dengan memperlihatkan laba yang tinggi, tetapi kewajaran dari laporan keuangan tersebut jauh lebih penting. Upaya yang sering dilakukan perusahaan yaitu dengan melakukan pemeriksaan laporan keuangan oleh pihak ketiga yang independen, dalam hal ini akuntan publik (Temaja, 2016). Mulyadi (2002:11) menyatakan bahwa auditor adalah seseorang yang memiliki tugas memeriksa secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan organisasi tersebut. Jasa dari auditor independen akan digunakan oleh manajemen untuk memberikan keyakinan kepada publik bahwa laporan keuangan yang disajikan berisi informasi yang dapat dipercaya.
Kantor Akuntan Publik adalah wadah akuntan publik dalam menjalankan pekerjaannya. Jasa yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik adalah berupa jasa operasional, audit kepatuhan dan audit laporan keuangan (Halim, 2015:5). Semakin meluasnya kebutuhan jasa profesional akuntan publik sebagai pihak yang dianggap independen menjadikan adanya persaingan antar Kantor Akuntan Publik yang menuntut profesi akuntan publik untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat menghasilkan produk audit yang dapat diandalkan bagi pihak yang membutuhkan (Herawaty dan Susanto, 2009).
Pengertian kinerja auditor adalah hasil kerja yang dicapai oleh auditor dalam melaksanakan tugasnya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan untuk menentukan apakah suatu pekerjaan yang dilakukan akan baik atau sebaliknya. Pencapaian kinerja auditor yang lebih baik harus sesuai dengan standar dan kurun waktu tertentu, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja dan ketepatan waktu (Fanani, dkk., 2008).
Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja auditor yaitu faktor individu, tugas dan lingkungan (Bonner dan Sprinkle, 2002). Faktor individu meliputi karakteristik individu auditor seperti komitmen terhadap organisasi dan motivasi. Faktor tugas berhubungan dengan tugas atau pekerjaan itu sendiri seperti
kompleksitas tugas. Faktor lingkungan mencakup semua kondisi, keadaan dan pengaruh sekitar auditor yang melakukan tugas tertentu seperti time budget pressure.
Faktor individu berperan penting dalam meningkatkan kinerja auditor, salah satunya adalah komitmen organisasi. Komitmen organisasi adalah suatu prinsip yang dimiliki oleh seorang auditor untuk cenderung memilih organisasi tersebut dengan tujuan berupaya mempertahankan dirinya di dalam organisasi tersebut (Gummala, 2014). Komitmen organisasi akan muncul bila individu sadar akan hak dan kewajibannya didalam menjalankan tugasnya di organisasi tersebut tanpa memikirkan kepentingannya. Komitmen organisasi dapat minimbulkan rasa ikut memiliki (sense of belong) bagi karyawan terhadap organisasi (Putri, 2015).
Penelitian mengenai pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja auditor telah dilakukan sebelumnya dimana menunjukkan hasil temuan yang berbeda-beda. Wijana (2015), Putri (2015), Alfianto dan Suryandari (2015) hasil penelitiannya menyatakan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Gummala (2014) dan Siahaan (2010) menyatakan hasil yang berlawanan yaitu komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor.
Faktor lingkungan dinilai juga dapat mempengaruhi kinerja dari seorang auditor salah satunya adalah kondisi time budget pressure. DeZoort (2002) mendefinisikan time budget pressure berupa bentuk tekanan yang terjadi karena keterbatasan waktu yang digunakan auditor dalam pelaksanaan tugasnya. Pengalokasian waktu dalam pelaksanaan audit sangat berpengaruh terhadap biaya
audit, karena alokasi waktu yang terlalu lama akan menambah biaya audit sehingga dampaknya akan mengurangi fee audit yang diterima auditor, sebaiknya audit dapat diselesaikan tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan agar memberikan dampak baik bagi auditor dalam penerimaan fee audit (Jemada dan Yuniartha, 2013).
Andini (2011) menyatakan bahwa saat menghadapi tekanan anggaran waktu, auditor akan memberikan respon dengan dua cara yaitu fungsional dan disfungsional. Bekerja dalam kondisi yang tertekan (dalam waktu) membuat auditor cenderung berperilaku disfungsional (Apriyas, 2014). Pernyataan tersebut mempengaruhi pendapat dari Ahtuv dan Igbaria (1998) yang menyatakan bahwa tekanan anggaran waktu merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Suprapta (2016), Iswari (2015), Maya (2011) menunjukkan hasil bahwa time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor namun hasil penelitian Basuki dan Mahardani (2006) dan Sososutikno (2003) menunjukkan hasil yang berbeda yaitu tekanan anggaran waktu tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara langsung terhadap kualitas audit.
Ditemukannya hasil penelitian yang berbeda terkait pengaruh satu variabel terhadap variabel lain maka untuk merekonsiliasi hasil penelitian yang berbeda tersebut dapat diselesaikan menggunakan pendekatan kontijensi (Govindarajan, 1986). Variabel kontijensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah budaya tri hita karana. Budaya tri hita karana dipertimbangkan karena merupakan budaya
lokal yang telah menjadi pedoman hidup masyarakat Bali yang telah diadopsi sebagai budaya organisasi (Mustikayani, 2016).
Budaya organisasi juga dapat berpengaruh terhadap kinerja auditor. Budaya organisasi didefinisikan sebagai perangkat sistem nilai-nilai, keyakinan, asumsi-asumsi atau norma-norma yang telah lama berlaku, disepakati, dan diikuti oleh para anggota suatu organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah-masalah organisasinya (Sutrisno, 2010:3). Budaya organisasi merupakan sebuah ikatan normatif yang diikat dan dipegang secara bersama-sama dalam sebuah organisasi (Gifford, 2002:43).
Budaya tri hita karana merupakan budaya lokal yang bersumber dari kearifan lokal, sehingga dapat dikatakan sebagai budaya nasional karena berbagai faktor etnis, ekonomi, politik, agama, ataupun bahasa memberikan kontribusi dalam pembentukan budaya nasional (Suardikha, 2011). Riana (2011) menyatakan bahwa tri hita karana merupakan sebuah filosofi sekaligus telah menjadi way of life masyarakat Bali dalam segala aspek kehidupan. Tri hita karana mengandung elemen parahyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan), pawongan (hubungan harmonis antar manusia), dan palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan).
Budaya tri hita karana sesungguhnya mengandung nilai-nilai universal karena budaya tri hita karana merupakan filosofi tentang harmonisasi dan kebersamaan yang dalam penerapannya tidak mengenal perbedaan ras, suku, keturunan, agama, dan ada pada semua ajaran agama di dunia (Agung, 2009). Auditor diasumsikan dapat mengimplementasikan nilai-nilai dari filosofi budaya
tri hita karana sebagai modal utama prinsip hidup mereka sebagai individu yang senantiasa memandang diri dan lingkungannya sebagai suatu sistem yang dikendalikan oleh nilai keseimbangan, dan diwujudkan dalam bentuk perilaku.
Budaya tri hita karana sangat penting untuk diimplementasikan mengingat pada kenyataannya beberapa persoalan sering muncul dalam proses pengauditan. Seorang auditor yang memiliki komitmen yang tinggi pada organisasinya auditor akan termotivasi untuk melakukan kegiatan yang berkenaan dengan tugas yang telah diberikan sebelumnya dan akan melaksanakan proses audit sesuai prosedur sehingga dapat menghasilkan kualitas audit yang berkualitas namun ketika dihadapkan dengan situasi time budget pressure auditor sering menghadapi dilema bahkan stres (Ratnaningtias, 2014). Time budget pressure akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap kualitas audit karena dapat mendorong terjadinya premature sign-off dan under-reporting off chargeable time sehingga akan berdampak pada penurunan kinerjanya (Soobaroyen dan Chengabroyan, 2005).
Budaya tri hita karana telah dapat dipergunakan sebagai suatu tata nilai atau kebiasaan yang menjadi pegangan auditor dalam melaksanakan kewajiban dan berperilaku di dalam organisasi, dan dapat digunakan untuk menilai sudut pandang pengendalian diri pada kinerja auditor akibat adanya tekanan yang diterima (Mustikayani, 2016). Diperkuat dengan teori atribusi yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang mengandung persepsi internal maupun eksternal dalam individu dikaitkan pula dengan budaya tri hita karana untuk dapat
mengarahkan kepada prestasi kerja/kinerja sehingga dapat menciptakan kualitas hidup individu tertentu maupun keseluruhan organisasi.
Auditor yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasinya dan dengan adanya keyakinan akan nilai-nilai dari budaya tri hita karana yang digunakan sebagai pedoman hidup akan bersinergi dalam meningkatkan kinerja auditor. Budaya tri hita karana juga diyakini dapat menstabilkan auditor dalam menghadapi berbagai keadaan dan kondisi kerja yang dapat menimbulkan perilaku menyimpang seperti ketika dihadapkan pada situasi time budget pressure auditor akan tetap bekerja sesuai prinsip dan standar yang berlaku.
Pentingnya implementasi budaya tri hita karana akan memberi manfaat kepada organisasi dan anggotanya sebagai pedoman untuk berperilaku dalam melaksanakan aktivitasnya sehingga seluruh anggota organisasi mampu bertanggungjawab secara moral baik kepada Tuhan, kepada organisasinya dengan terciptanya hubungan yang baik dengan rekan kerja yang dapat menimbulkan suasana kerja yang kondusif, serta kepada lingkungannya dengan menciptakan tata ruang yang nyaman sehingga auditor dapat bekerja dengan lebih baik. Hubungan harmonisasi yang tercipta akibat dari adanya implementasi budaya tri hita karana di dalam sebuah organisasiyang dalam hal ini adalah Kantor Akuntan Publik akan dapat mendorong auditor dalam meningkatkan kinerjanya.
Fenomena inilah yang menjadikan peneliti berikutnya ingin menggunakan variabel budaya tri hita karana sebagai pemoderasi komitmen organisasi dan time budget pressure terhadap kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali dan terdapat pula ketidakkonsistenan dari beberapa hasil pengujian yang
telah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan mengangkat judul “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Time Budget Pressure terhadap Kinerja Auditor dengan Budaya Tri Hita Karana sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali”)
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1) Apakah komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor? 2) Apakah time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor? 3) Apakah budaya tri hita karana memperkuat pengaruh komitmen organisasi
terhadap kinerja auditor?
4) Apakah budaya tri hita karana memperlemah pengaruh time budget pressure terhadap kinerja auditor?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk menguji secara empiris komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor.
2) Untuk menguji secara empiris time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor.
3) Untuk menguji secara empiris kemampuan budaya tri hita karana dalam memperkuat pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja auditor.
4) Untuk menguji secara empiris kemampuan budaya tri hita karana dalam memperlemah pengaruh time budget pressure terhadap kinerja auditor.
1.4 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1) Kegunaan teoritis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai pengaruh komitmen organisasi dan time budget pressure terhadap kinerja auditor dengan variabel budaya tri hita karana sebagai variabel pemoderasi, selain itu juga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya untuk pengembangan teori demi kemajuan di dalam dunia pendidikan.
2) Kegunaan praktis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis terhadap auditor terutama dalam mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku auditor yang dapat memengaruhi kinerja auditor sehingga kinerja yang dihasilkan menjadi lebih baik.
1.5 Sistematika Penulisan
Pembahasan skripsi disusun berdasarkan urutan beberapa bab secara sistematis sehingga antara bab yang lainnya mempunyai hubungan yang erat. Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini menjabarkan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.
Bab II Kajian Pustaka dan Rumusan Hipotesis
Bab ini menjabarkan teori-teori penunjang terhadap masalah yang diangkat dalam skripsi ini meliputi teori keagenan, teori atribusi, komitmen organisasi, time budget pressure, budaya tri hita karana, kinerja auditor serta rumusan hipotesis.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini menjabarkan desain penelitian, lokasi penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, pengujian instrumen penelitian serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian.
Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian
Bab ini menjabarkan gambaran umum Kantor Akuntan Publik, karakteristik responden, deskripsi dari masing-masing variabel yang diteliti, hasil penelitian, serta pembahasan hasil dalam penelitian.
Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini menjabarkan simpulan yang diperoleh dari hasil pembahasan penelitian ini beserta saran-saran yang dianggap perlu bagi para peneliti selanjutnya dan organisasi Kantor Akuntan Publik pada khususnya.