Disusun Oleh :
Disusun Oleh :
KELOMPOK I
KELOMPOK I
1.
1. Clara
Clara Cyntia
Cyntia Simanjuntak
Simanjuntak (
( 11.032.111.111
11.032.111.111 ))
2.
2. Simjoli
Simjoli Rivi
Rivi Ricardo
Ricardo Cibro
Cibro (
( 11.032.111.112 )
11.032.111.112 )
3.
3. Natasia
Natasia Pardede
Pardede
(
( 11.032.115.008
11.032.115.008 ))
4.
4. Melda
Melda Florida
Florida Ginting
Ginting
(
( 11.032.115.009
11.032.115.009 ))
5.
5. Lasmaria
Lasmaria Simorangkir
Simorangkir
(
( 11.032.111.032
11.032.111.032 ))
6.
6. Paulo
Paulo MP
MP Harianja
Harianja
(
( 11.032.111.006
11.032.111.006 ))
Fakultas Ekonomi
Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen
Jurusan Manajemen
Universitas Darma Agung
Universitas Darma Agung
Medan
Medan
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas
Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas berkah danberkah dan rahmatNya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul rahmatNya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ““Manajemen Koperasi dan UKMManajemen Koperasi dan UKM”. Dimana penulisan makalah ””. Dimana penulisan makalah ” Manajemen KoperasiManajemen Koperasi
dan UKM”
dan UKM” iniini adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan dalam menyelesaikanadalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan dalam menyelesaikan
tugas
tugas mata kuliah Manajemen Koperasi dan UKMmata kuliah Manajemen Koperasi dan UKM..
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
makalah ini.
Dalam penulisan makalah
Dalam penulisan makalah Manajemen Koperasi dan UKMManajemen Koperasi dan UKM ini kami ini kami menyampaikamenyampaikan ucapann ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada :
penelitian ini, khususnya kepada : 1. Bapak Dosen
1. Bapak Dosen
2. Teman-teman dan keluarga 2. Teman-teman dan keluarga
Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada kami, baik selama memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada kami, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah
mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah Manajemen Koperasi danManajemen Koperasi dan UKM
UKM ini. Dan juga kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, ini. Dan juga kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telahyang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan karunia Akhirnya kami berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan karunia yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amin.
bantuan ini sebagai ibadah, Amin.
Medan,
Medan, 01 01 Juni Juni 20122012
Tim Penulis Tim Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
Kata Pengantar Kata Pengantar ... ... 22 Daftar Isi Daftar Isi ... 3... 3BAB 1. PENDAHULUAN
BAB 1. PENDAHULUAN
1.11.1 Pengertian Pengertian Koperasi Koperasi ... ... ... ... 44 1.2 Latar Belakang
1.2 Latar Belakang permasalaha permasalahan n ...………. ...………. 55 1.3 Faktor Penghambat Perkembangan Koperasi di Indonesia
1.3 Faktor Penghambat Perkembangan Koperasi di Indonesia …………...…………... 77
BAB 2. TINJAUAN UMUM
BAB 2. TINJAUAN UMUM
2.1 Perumusan Masalah
2.1 Perumusan Masalah ………..……….. 99 2.2 Pembahasan Masalah
2.2 Pembahasan Masalah ……… 99 2.2.1 Kemampuan Manajerial Pengurus
2.2.1 Kemampuan Manajerial Pengurus ……….. ……….. 99 2.2.2 Pelayanan Koperasi 2.2.2 Pelayanan Koperasi ………. ………. 1111
BAB 3. PENUTUP
BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan 3.1 Kesimpulan ………...………... 1212 3.2 Saran 3.2 Saran ………. ………. 1212 3.3 Kata Penutup 3.3 Kata Penutup ………. ………. 1313BAB 1
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Pengertian Koperasi
1.1 Pengertian Koperasi
Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi nasional, hal ini berarti bahwa dalam Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi nasional, hal ini berarti bahwa dalam kegiatannya koperasi turut andil dalam mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan kegiatannya koperasi turut andil dalam mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Koperasi sebagai perkumpulan untuk sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para anggotanya.
bersama dari para anggotanya.
Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalam rangka usaha untuk orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalam rangka usaha untuk memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulan-perkumpulan koperasi
perkumpulan koperasi..
Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia memberikan landasan bagi penyusunan dan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia memberikan landasan bagi penyusunan dan pengelolaan ekonomi nasional dalam rangka memberikan kesejahteraan kepada rakyat pengelolaan ekonomi nasional dalam rangka memberikan kesejahteraan kepada rakyat banyak dengan asas demokrasi ekonomi. Hal ini
banyak dengan asas demokrasi ekonomi. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 33 ayat (1) ditegaskan dalam Pasal 33 ayat (1) Undang- Undang-Undang Dasar 1945 bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas Undang Dasar 1945 bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Dalam arti yang lebih luas, dirumuskan pada ayat (4) pasal tersebut di atas, kekeluargaan. Dalam arti yang lebih luas, dirumuskan pada ayat (4) pasal tersebut di atas, bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan
kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.ekonomi nasional. Koperasi yang sering disebut sebagai sokoguru ekonomi kerakyatan ini, batasannya Koperasi yang sering disebut sebagai sokoguru ekonomi kerakyatan ini, batasannya dirumuskan dalam Undang-Undang Perkoperasian No. 25 tahun 1992 Pasal 1 ayat (1) dirumuskan dalam Undang-Undang Perkoperasian No. 25 tahun 1992 Pasal 1 ayat (1) sebagai berikut:
sebagai berikut:
“
“ Koperasi adalah Koperasi adalah badan badan usaha usaha yang yang beranggoberanggotakan takan orang-seorang orang-seorang atau atau badan badan hukumhukum
koperasi
koperasi dengan dengan melandaskan melandaskan kegiatan kegiatan berdasarkaberdasarkan n prinsip-prinsip prinsip-prinsip koperasi koperasi sekaligussekaligus sebagai ger
Dari pasal ini dapat dipastikan bahwa : Dari pasal ini dapat dipastikan bahwa :
a.
a. Koperasi adalah badan usaha.Koperasi adalah badan usaha. b.
b. Pendiri / pemiliknya adalah orang-orang ( perorangan / iPendiri / pemiliknya adalah orang-orang ( perorangan / individu ) atau badan ndividu ) atau badan hukumhukum koperasi.
koperasi. c.
c. Bekerja berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan Bekerja berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan asas kekeluargaan;asas kekeluargaan; d.
d. Sebagai gerakan ekonomi rakyat.Sebagai gerakan ekonomi rakyat.
1.2 Latar Belakang Permasalahan
1.2 Latar Belakang Permasalahan
Koperasi di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan koperasi yang berada di Koperasi di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan koperasi yang berada di negara-negara maju. Perbedaan yang ada bukan hanya disebabkan oleh struktur sosial negara-negara maju. Perbedaan yang ada bukan hanya disebabkan oleh struktur sosial masyarakat di Indonesia yang masih bersifat tradisional, namun juga sangat dipengaruhi oleh masyarakat di Indonesia yang masih bersifat tradisional, namun juga sangat dipengaruhi oleh sistem sosial, ekonomi dan politik yang diterapkan. Di negara maju, koperasi telah mampu sistem sosial, ekonomi dan politik yang diterapkan. Di negara maju, koperasi telah mampu menunjukkan dirinya sebaga
menunjukkan dirinya sebagai lembaga yang otonom dan mandiri. i lembaga yang otonom dan mandiri. Selain itu peran pemerintahSelain itu peran pemerintah untuk mendukung kegiatan perkoperasian di negara maju dirasakan sangat
untuk mendukung kegiatan perkoperasian di negara maju dirasakan sangat besar.besar. Sedangkan kondisi di negara berkembang khususnya di Indonesia, peran pemerintah
Sedangkan kondisi di negara berkembang khususnya di Indonesia, peran pemerintah terhadapterhadap kemajuan koperasi saat ini dirasakan sangat kurang. Oleh karena itu, pemerintah harus kemajuan koperasi saat ini dirasakan sangat kurang. Oleh karena itu, pemerintah harus melaksanakan peranannya dalam menetapkan kebijaksanaan pembinaan yang diperlukan melaksanakan peranannya dalam menetapkan kebijaksanaan pembinaan yang diperlukan guna mendorong pertumbuhan, perkembangan dan pemasyarakatan koperasi. Namun sesuai guna mendorong pertumbuhan, perkembangan dan pemasyarakatan koperasi. Namun sesuai dengan prinsip kemandirian koperasi, pembinaan tersebut harus dilaksanakan tanpa dengan prinsip kemandirian koperasi, pembinaan tersebut harus dilaksanakan tanpa mencampuri urusan internal organisasi koperasi.
mencampuri urusan internal organisasi koperasi.
Sesuai dengan landasan hukum koperasi di Indonesia, koperasi merupakan sebuah gerakan Sesuai dengan landasan hukum koperasi di Indonesia, koperasi merupakan sebuah gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha yang berperan serta untuk mewujudkan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha yang berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Koperasi perlu mambangun dirinya dan dibangun masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Koperasi perlu mambangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip-prinsip serta jati
menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip-prinsip serta jati diri koperasi sehingga mampudiri koperasi sehingga mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.Landasan hukum ini telah menjadikan berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.Landasan hukum ini telah menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional dimana pengembangan koperasi baik pada waktu koperasi sebagai pilar ekonomi nasional dimana pengembangan koperasi baik pada waktu sekarang maupun pada waktu yang akan datang adalah hal mutlak dan masih diperlukan. sekarang maupun pada waktu yang akan datang adalah hal mutlak dan masih diperlukan.
Selain kurangnya peran pemerintah, kondisi kesadaran masyarakat Indonesia saat ini untuk Selain kurangnya peran pemerintah, kondisi kesadaran masyarakat Indonesia saat ini untuk berkoperasi juga terlihat masih sangat rendah. Dari kurang lebih 230 juta
berkoperasi juga terlihat masih sangat rendah. Dari kurang lebih 230 juta penduduk Indonespenduduk Indonesiaia saat ini, baru sekitar 31 j
saat ini, baru sekitar 31 juta individu sebagai anggota koperasi, sekitar 35 ribu individu dalamuta individu sebagai anggota koperasi, sekitar 35 ribu individu dalam manajemen koperasi dan sekitar 343 ribu individu sebagai karyawan koperasi (Depkop manajemen koperasi dan sekitar 343 ribu individu sebagai karyawan koperasi (Depkop
2011). Berbeda dengan di negara maju ( misalnya Jepang dan Denmark ), dimana mayoritas 2011). Berbeda dengan di negara maju ( misalnya Jepang dan Denmark ), dimana mayoritas penduduknya, secara sadar dan dengan kemauan sendiri menjadi anggota koperasi serta penduduknya, secara sadar dan dengan kemauan sendiri menjadi anggota koperasi serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha koperasi.
berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha koperasi.
Perkembangan jumlah partisipasi penduduk Indonesia pada usaha koperasi di Indonesia Perkembangan jumlah partisipasi penduduk Indonesia pada usaha koperasi di Indonesia seperti yang terlihat dari data yang tertera pada tabel berikut ini :
seperti yang terlihat dari data yang tertera pada tabel berikut ini :
Perkembangan Jumlah Partisipasi Penduduk pada Koperasi di Indonesia
Perkembangan Jumlah Partisipasi Penduduk pada Koperasi di Indonesia
Tahun
Tahun Jumlah AnggotaJumlah Anggota ( orang ) ( orang ) Jumlah Manajer Jumlah Manajer ( orang ) ( orang ) Jumlah Karyawan Jumlah Karyawan ( orang ) ( orang ) 2001 2001 23.644.850 23.644.850 26.031 26.031 176.916176.916 2002 2002 25.007.601 25.007.601 23.960 23.960 218.559218.559 2003 2003 27.282.658 27.282.658 25.493 25.493 201.461201.461 2004 2004 27.523.053 27.523.053 28.841 28.841 259.748259.748 2005 2005 27.286.784 27.286.784 28.736 28.736 280.035280.035 2006 2006 27.776.133 27.776.133 31.963 31.963 318.472318.472 2007 2007 28.888.067 28.888.067 32.015 32.015 339.390339.390 2008 2008 27.318.619 27.318.619 30.562 30.562 326.443326.443 2009 2009 29.240.271 29.240.271 32.169 32.169 325.161325.161 2010 2010 30,461,121 30,461,121 32,050 32,050 326,718326,718 2011 2011 30,849,913 30,849,913 34,342 34,342 342,896342,896 Sumber :
Sumber : http://www.depkop.go.idhttp://www.depkop.go.id
Demikian juga halnya dengan jumlah koperasi di
Demikian juga halnya dengan jumlah koperasi di Indonesia, apabila dilihat secara kuantitatif,Indonesia, apabila dilihat secara kuantitatif, jumlah
jumlah koperasi koperasi di di Indonesia Indonesia mengalami mengalami peningkatan, peningkatan, namun namun jumlah jumlah peningkapeningkatan tan tidak tidak diimbangi dengan peningkatan persentase jumlah koperasi aktif, yang dapat dikatakan diimbangi dengan peningkatan persentase jumlah koperasi aktif, yang dapat dikatakan stagnan, sedangkan persentase jumlah koperasi tidak aktif malah terus bertambah banyak stagnan, sedangkan persentase jumlah koperasi tidak aktif malah terus bertambah banyak setiap tahunnya.
setiap tahunnya.
Sehingga perkembangan jumlah koperasi tiap tahunnya dapat dikatakan kurang baik seperti Sehingga perkembangan jumlah koperasi tiap tahunnya dapat dikatakan kurang baik seperti terlihat dari data yang tertera pada tabel berikut ini :
Perkembangan Jumlah Koperasi di Indonesia
Perkembangan Jumlah Koperasi di Indonesia
Tahun Tahun Jumlah Jumlah Koperasi Koperasi ( unit ) ( unit ) Koperasi Koperasi Aktif Aktif ( unit ) ( unit ) Persentase Persentase (%) (%) Koperasi Koperasi Tidak Aktif Tidak Aktif ( unit ) ( unit ) Persentase Persentase (%) (%) 2001 2001 110.766110.766 89.75689.756 81.03 %81.03 % 21.01021.010 18.97 %18.97 % 2002 2002 118.644118.644 92.53192.531 77.99 %77.99 % 26.11326.113 22.01 %22.01 % 2003 2003 123.181123.181 93.80093.800 76.14 %76.14 % 29.38129.381 23.86 %23.86 % 2004 2004 130.730130.730 93.40293.402 71.45 %71.45 % 37.32837.328 28.55 %28.55 % 2005 2005 134.963134.963 94.81894.818 70.25 %70.25 % 40.14540.145 29.75 %29.75 % 2006 2006 141.326141.326 98.94498.944 70.01 %70.01 % 42.38242.382 29.99 %29.99 % 2007 2007 149.793149.793 104.999104.999 70.09 %70.09 % 44.79444.794 29.01 %29.01 % 2008 2008 154.964154.964 108.930108.930 70.29 %70.29 % 46.03446.034 29.71 %29.71 % 2009 2009 170.411170.411 120.473120.473 70.7 %70.7 % 49.93849.938 29.3 %29.3 % 2010 2010 177,482177,482 124,855124,855 70.35 %70.35 % 52,62752,627 29.65 %29.65 % 2011 2011 188,181188,181 133,666133,666 71.03 %71.03 % 54,51554,515 28.97 %28.97 % Sumber :
Sumber : http://www.depkop.go.idhttp://www.depkop.go.id
Banyak kalangan menilai bahwa pertumbuhan koperasi masih jauh dari yang diharapkan. Banyak kalangan menilai bahwa pertumbuhan koperasi masih jauh dari yang diharapkan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, pertumbuhan kuantitas koperasi tidak diimbangi Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, pertumbuhan kuantitas koperasi tidak diimbangi dengan kualitas yang baik sehingga banyak koperasi yang tidak aktif. Salah satu faktor dengan kualitas yang baik sehingga banyak koperasi yang tidak aktif. Salah satu faktor utamanya disebabkan oleh karena masih banyak anggota yang kurang berpartisipasi aktif utamanya disebabkan oleh karena masih banyak anggota yang kurang berpartisipasi aktif didalam kehidupan berkoperasi, padahal partisipasi anggota dalam koperasi sangat penting didalam kehidupan berkoperasi, padahal partisipasi anggota dalam koperasi sangat penting peranannya untuk memajukan dan mengembangkan koperasi. Tanpa adanya partisipasi aktif peranannya untuk memajukan dan mengembangkan koperasi. Tanpa adanya partisipasi aktif anggota dalam mengawasi jalannya usaha, permodalan, dan menikmati keuntungan usaha, anggota dalam mengawasi jalannya usaha, permodalan, dan menikmati keuntungan usaha, serta keterlibatan anggota dalam mengevaluasi hasil-hasil kegiatan koperasi, koperasi tidak serta keterlibatan anggota dalam mengevaluasi hasil-hasil kegiatan koperasi, koperasi tidak akan ada artinya, dan tidak
akan ada artinya, dan tidak akan dapat bekerja secara efektif dan akan dapat bekerja secara efektif dan efisien yang mengakibatkanefisien yang mengakibatkan koperasi tidak akan dapat
koperasi tidak akan dapat berkembangberkembang..
1.3 Faktor Penghambat Perkembangan Koperasi di
1.3 Faktor Penghambat Perkembangan Koperasi di Indonesia
Indonesia
Secara umum, ada beberapa hal yang menjadi latar belakang penghambat perkembangan Secara umum, ada beberapa hal yang menjadi latar belakang penghambat perkembangan
1.
1. TerbatasnyTerbatasnya kemampuan sumber a kemampuan sumber daya manusia, daya manusia, yang secara langsung mengakibatkanyang secara langsung mengakibatkan terbatasnya kemampuan manajerial koperasi.
terbatasnya kemampuan manajerial koperasi. 2.
2. Jaringan distribusi usaha dan geografi yang terbatas.Jaringan distribusi usaha dan geografi yang terbatas. 3.
3. Belum memiliki sarana infrastruktur yang memadai.Belum memiliki sarana infrastruktur yang memadai. 4.
4. Modal yang terbatas.Modal yang terbatas. 5.
5. TerbatasnyTerbatasnya penerapan pria penerapan prinsip-prinsip ekonomi secara konsisten nsip-prinsip ekonomi secara konsisten dalam koperasi.dalam koperasi. 6.
6. Pelayanan koperasi yang buruk sehingga anggota enggan berkontribusi aktif dalamPelayanan koperasi yang buruk sehingga anggota enggan berkontribusi aktif dalam usaha koperasi.
usaha koperasi. 7.
7. Rendahnya tingkat kepercayaan anggota terhadap pengurus koperasi yang disebabkanRendahnya tingkat kepercayaan anggota terhadap pengurus koperasi yang disebabkan oleh kinerja pengurus koperasi yang buruk.
oleh kinerja pengurus koperasi yang buruk. 8.
8. Rendahnya tingkat partisipasi aktif anggota dalam Rendahnya tingkat partisipasi aktif anggota dalam kegiatan usaha koperasi.kegiatan usaha koperasi. 9.
9. Adanya kontradiksi dalam dualisme tujuan usaha koperasi, dimana disatu sisi,Adanya kontradiksi dalam dualisme tujuan usaha koperasi, dimana disatu sisi, bertujuan untuk mencari laba sebagai sebuah badan usaha, namun disisi lain, bertujuan untuk mencari laba sebagai sebuah badan usaha, namun disisi lain, bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya berdasarkan prinsip kekeluargaan dan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya berdasarkan prinsip kekeluargaan dan saling tolong menolong yang pada dasarnya adalah faktor utama penghambat saling tolong menolong yang pada dasarnya adalah faktor utama penghambat penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam usaha koperasi untuk mencari
penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam usaha koperasi untuk mencari laba.laba. 10.
BAB 2
BAB 2
Tinjauan Umum
Tinjauan Umum
2.1 Perumusan Masalah
2.1 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, karena banyaknya faktor yang menjadi Berdasarkan latar belakang masalah diatas, karena banyaknya faktor yang menjadi penghambat perkembangan koperasi di Indonesia, maka kami hanya akan membahas faktor penghambat perkembangan koperasi di Indonesia, maka kami hanya akan membahas faktor manajemen koperasi, khususnya kemampuan manajerial pengurus dan faktor pelayanan manajemen koperasi, khususnya kemampuan manajerial pengurus dan faktor pelayanan koperasi, untuk membatasi permasalahan yang dikemukakan, sebagai berikut :
koperasi, untuk membatasi permasalahan yang dikemukakan, sebagai berikut : 1.
1. Kemampuan manajerial pengurus terhadap perkembangan usaha koperasi.Kemampuan manajerial pengurus terhadap perkembangan usaha koperasi. 2.
2. Pengaruh pelayanan koperasi terhadap Pengaruh pelayanan koperasi terhadap perkembangaperkembangan usaha n usaha koperasi.koperasi.
2.2 Pembahasan Masalah
2.2 Pembahasan Masalah
2.2.1 Kemampuan Manajerial Pengurus
2.2.1 Kemampuan Manajerial Pengurus
Kemampuan manajerial merupakan suatu pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku Kemampuan manajerial merupakan suatu pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang yang dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efisien.
telah ditetapkan dengan efisien.
Selain itu kemampuan manajerial juga dapat berarti suatu upaya dalam menggerakkan Selain itu kemampuan manajerial juga dapat berarti suatu upaya dalam menggerakkan sumber-sumber yang tersedia untuk terlibat dalam suatu program atau kegiatan dalam rangka sumber-sumber yang tersedia untuk terlibat dalam suatu program atau kegiatan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kemampuan ini memiliki tingkatan puncak pada mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kemampuan ini memiliki tingkatan puncak pada kemampuan untuk memimpin organisasi sebagai suatu prasyarat dalam pengelolaan kemampuan untuk memimpin organisasi sebagai suatu prasyarat dalam pengelolaan manajemen tingkat atas (
manajemen tingkat atas (top management top management ).).
Dalam organisasi koperasi, kemampuan manajerial merupakan kemampuan yang harus Dalam organisasi koperasi, kemampuan manajerial merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh para pengurus koperasi karena para pengurus merupakan mandataris rapat dimiliki oleh para pengurus koperasi karena para pengurus merupakan mandataris rapat anggota tahunan yang akan berperan sebagai badan eksekutif dalam
anggota tahunan yang akan berperan sebagai badan eksekutif dalam mengelola koperasi.mengelola koperasi. Karena pengurus koperasi memiliki tugas utama dalam mengelola koperasi dan usahanya, Karena pengurus koperasi memiliki tugas utama dalam mengelola koperasi dan usahanya, maka perkembangan koperasi akan ditentukan oleh kualitas pengurus koperasi maka perkembangan koperasi akan ditentukan oleh kualitas pengurus koperasi tersebut.Dimana faktor pengurus koperasi memegang posisi yang sangat menentukan atau tersebut.Dimana faktor pengurus koperasi memegang posisi yang sangat menentukan atau dominan atas perkembangan suatu koperasi, sebab para pengurus koperasi memiliki tugas dominan atas perkembangan suatu koperasi, sebab para pengurus koperasi memiliki tugas untuk melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan program kerja koperasi. untuk melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan program kerja koperasi.
Oleh karena itu untuk memilih seorang pengurus hendaklah individu yang dipilih karena Oleh karena itu untuk memilih seorang pengurus hendaklah individu yang dipilih karena memiliki kemampuan manajerial yang baik,
memiliki kemampuan manajerial yang baik, dengan indikator kemampuan manajerial sebagaidengan indikator kemampuan manajerial sebagai berikut :
berikut : 1.Kemampua
1.Kemampuan Konseptual n Konseptual ((Conceptual SkillConceptual Skill))
Kemampuan konseptual merupakan suatu kemampuan mental untuk berfikir dalam Kemampuan konseptual merupakan suatu kemampuan mental untuk berfikir dalam memberikan pengertian, pandangan, persepsi, dan pendapat dalam menangani memberikan pengertian, pandangan, persepsi, dan pendapat dalam menangani kegiatan-kegiatan organisasi secara menyeluruh, baik mengenai kebijakan, kegiatan organisasi secara menyeluruh, baik mengenai kebijakan, kemungkinan-kemungkinan dalam menghadapi perubahan dan bagaimana mengantisipasinya, serta kemungkinan dalam menghadapi perubahan dan bagaimana mengantisipasinya, serta mensinkronisasik
mensinkronisasikan semua kegiatan an semua kegiatan dalam mancapai tujuan dalam mancapai tujuan organisasi.organisasi. 2. Kemampuan Kemanusiaan (
2. Kemampuan Kemanusiaan ( Human Skill Human Skill)) Kemampuan kemanusiaan merupaka
Kemampuan kemanusiaan merupakan suatu n suatu kemampuan untuk bekerja dalam kemampuan untuk bekerja dalam kelompok ataukelompok atau dengan kelompok yang lain secara organisasi maupun secara individu, dalam memberikan dengan kelompok yang lain secara organisasi maupun secara individu, dalam memberikan motivasi, komunikasi, memimpin dan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan sesuatu motivasi, komunikasi, memimpin dan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan yang telah
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.ditetapkan. 3. Kemampuan Teknis (
3. Kemampuan Teknis (Technical SkillTechnical Skill))
Kemampuan teknis merupakan suatu kemampuan dalam menangani suatu masalah yang Kemampuan teknis merupakan suatu kemampuan dalam menangani suatu masalah yang ditunjukkan melalui kemampuan menggunakan suatu prosedur, metode, maupun peralatan ditunjukkan melalui kemampuan menggunakan suatu prosedur, metode, maupun peralatan teknis dalam proses operasional terutama yang menyangkut peralatan kerja manusia yang teknis dalam proses operasional terutama yang menyangkut peralatan kerja manusia yang biasa digunakan dalam menyelesaikan suatu
biasa digunakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.pekerjaan. 4. Kemampuan Administratif (
4. Kemampuan Administratif ( Administrative Skills Administrative Skills)) Keterampilan administratif adalah kemampuan yang
Keterampilan administratif adalah kemampuan yang meliputi perencanaan, pengorganisasiameliputi perencanaan, pengorganisasian,n, penyusunan personalia serta pengawasan segala hal yang berkaitan dengan sistem penyusunan personalia serta pengawasan segala hal yang berkaitan dengan sistem administrasi.
administrasi.
Selain dari ketiga indikator tersebut, terdapat juga karakteristik personal (pribadi), yang Selain dari ketiga indikator tersebut, terdapat juga karakteristik personal (pribadi), yang diharapkan terdapat pada seseorang dengan kemampuan manajerial yang baik. Adapun diharapkan terdapat pada seseorang dengan kemampuan manajerial yang baik. Adapun karakteristik personal tersebut adalah sebagai berikut:
karakteristik personal tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kepemimpinan (
1. Kepemimpinan ( Leadership Leadership )) 2. Objektivitas pribadi (
2. Objektivitas pribadi ( Personal ObjectivityPersonal Objectivity )) 3. Pola pikir analitis (
3. Pola pikir analitis ( Analytic Thinking Analytic Thinking )) 4. Fleksibilitas perilaku (
6. Komunikasi Tulisan (
6. Komunikasi Tulisan ( Written CommunicationWritten Communication)) 7. Dampak Pribadi (
7. Dampak Pribadi ( Personal Impact Personal Impact )) 8. Daya Tahan terhadap stress (
8. Daya Tahan terhadap stress ( Resistance to Stress Resistance to Stress )) 9. Toleransi terhadap ketidakpastian (
9. Toleransi terhadap ketidakpastian ( Tolerance for UncertaintyTolerance for Uncertainty ))
Berdasarkan indikator-indikator kemampuan manajerial tersebut, maka setiap aspek dalam Berdasarkan indikator-indikator kemampuan manajerial tersebut, maka setiap aspek dalam mengelola usaha baik dari
mengelola usaha baik dari segi pemahaman atau pengetahuan konseptual mengenai koperasi,segi pemahaman atau pengetahuan konseptual mengenai koperasi, segi kemampuan dalam memotivasi anggota,segi kemampuan dalam hal teknis, segi segi kemampuan dalam memotivasi anggota,segi kemampuan dalam hal teknis, segi kemampuan administratif serta karakteristik-karakteristik personal adalah wajib dimiliki oleh kemampuan administratif serta karakteristik-karakteristik personal adalah wajib dimiliki oleh pengurus koperasi, sehingga para pengurus koperasi
pengurus koperasi, sehingga para pengurus koperasi dapat membawa perkembangan koperasidapat membawa perkembangan koperasi menuju kearah yang lebih baik.
menuju kearah yang lebih baik.
2.2.2 Pelayanan Koperasi
2.2.2 Pelayanan Koperasi
Tujuan utama didirikannya koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan Tujuan utama didirikannya koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial para anggotanya.Meningkatkan kesejahteraan dapat diartikan mengubah keadaan sosial para anggotanya.Meningkatkan kesejahteraan dapat diartikan mengubah keadaan ekonomi anggota menjadi lebih baik
ekonomi anggota menjadi lebih baik dan ini dianggap sebagai manfaat atau dan ini dianggap sebagai manfaat atau keuntungan yangkeuntungan yang diperoleh anggota dari koperasi. Dalam usaha koperasi untuk menciptakan manfaat bagi diperoleh anggota dari koperasi. Dalam usaha koperasi untuk menciptakan manfaat bagi anggota, maka pelayanan yang baik mutlak diperlukan. Pelayanan yang baik adalah yang anggota, maka pelayanan yang baik mutlak diperlukan. Pelayanan yang baik adalah yang berkesinambungan dan makin meningkat dangan menyediakan barang-barang dan jasa-jasa berkesinambungan dan makin meningkat dangan menyediakan barang-barang dan jasa-jasa yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
Semakin baik atau semakin banyak pelayanan itu, maka semakin tinggi peran serta dan Semakin baik atau semakin banyak pelayanan itu, maka semakin tinggi peran serta dan kontirbusi aktif anggota koperasi tersebut.
kontirbusi aktif anggota koperasi tersebut. Dengan adanya pelayanan yang baik oleh koperasiDengan adanya pelayanan yang baik oleh koperasi kepada para anggotanya, akan meningkatkan jumlah kontribusi langsung dari para kepada para anggotanya, akan meningkatkan jumlah kontribusi langsung dari para anggotanya. Pelayanan koperasi merupakan faktor yang sangat penting dalam upaya anggotanya. Pelayanan koperasi merupakan faktor yang sangat penting dalam upaya meningkatkan partisipasi anggota koperasi yang berpengaruh secara langsung dan meningkatkan partisipasi anggota koperasi yang berpengaruh secara langsung dan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan usaha koperasi tersebut. memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan usaha koperasi tersebut.
BAB 3
BAB 3
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajerial pengurus Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajerial pengurus dan pelayanan koperasi adalah faktor yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dan pelayanan koperasi adalah faktor yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan usaha koperasi, terutama dalam aspek partisipasi aktif dari anggota terhadap perkembangan usaha koperasi, terutama dalam aspek partisipasi aktif dari anggota terhadap kegiatan usaha koperasi tersebut.Semakin tinggi kemampuan manajerial pengurus dalam kegiatan usaha koperasi tersebut.Semakin tinggi kemampuan manajerial pengurus dalam pengelolaan koperasi dan usahanya, serta semakin tinggi tingkat kualitas serta kuantitas pengelolaan koperasi dan usahanya, serta semakin tinggi tingkat kualitas serta kuantitas pelayanan yang diberikan koperasi terhadap anggotanya, akan meningkatkan partisipasi aktif pelayanan yang diberikan koperasi terhadap anggotanya, akan meningkatkan partisipasi aktif para anggota dalam kegiatan usaha koperasi, yang memberikan dampak positif terhadap para anggota dalam kegiatan usaha koperasi, yang memberikan dampak positif terhadap perkembanga
perkembangan usaha n usaha koperasi tersebut.koperasi tersebut.
3.2 Saran
3.2 Saran
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sebuah koperasi adalah partisipasi Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sebuah koperasi adalah partisipasi anggotanya, dan apabila dalam koperasi telah terjadi situasi dimana anggota merasakan tidak anggotanya, dan apabila dalam koperasi telah terjadi situasi dimana anggota merasakan tidak adanya man
adanya manfaat maupun faat maupun nilsi tambah yanilsi tambah yang dapat diperoleh dengang dapat diperoleh dengan bergabung dn bergabung di koperasi,i koperasi, sebagai akibat dari buruknya kinerja manajerial serta pelayanan koperasi, maka partisipasi sebagai akibat dari buruknya kinerja manajerial serta pelayanan koperasi, maka partisipasi dari anggota akan menjadi semakin rendah.
dari anggota akan menjadi semakin rendah. Yang harus dibenahi segera adalah reorientasiYang harus dibenahi segera adalah reorientasi dan
dan reorganisasi reorganisasi koperasi. koperasi. Koperasi Koperasi diorientasi diorientasi dan dan diorganisasikadiorganisasikan n sebagai sebagai bangunbangun perusahaan
perusahaan yang yang profesionaprofesional. l. Koperasi Koperasi harus harus berdiri berdiri tegak tegak sebagai sebagai bangun bangun perusahaaperusahaann yang
yang mandiri mandiri dan dan efisienefisien.Dengan memperhatikan hal diatas, maka dengan ini kami.Dengan memperhatikan hal diatas, maka dengan ini kami menyarankan :
menyarankan :
1. Pemilihan pengurus dilakukan harus berdasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh 1. Pemilihan pengurus dilakukan harus berdasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh calon pengurus tersebut, bukan berdasarkan pada kepentingan individu maupun golongan, calon pengurus tersebut, bukan berdasarkan pada kepentingan individu maupun golongan, namun demi kepentingan seluruh anggota koperasi.
namun demi kepentingan seluruh anggota koperasi.
2. Koperasi harus mangadakan kegiatan pendidikan secara mandiri dan berkesinambungan 2. Koperasi harus mangadakan kegiatan pendidikan secara mandiri dan berkesinambungan dengan tujuan untuk
dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus, pengawas, karyawan, dan anggotameningkatkan kemampuan pengurus, pengawas, karyawan, dan anggota pada umumnya agar dapat memperbaiki kinerja
pada umumnya agar dapat memperbaiki kinerja pengelolaan koperasi dan usahanya.pengelolaan koperasi dan usahanya. 3.
3. Pengurus haPengurus harus membuat progrus membuat program-program yang ram-program yang melibatkan anggmelibatkan anggota, sehingga ota, sehingga dengandengan partisipasi anggota, diharapkan dapat menjalin komunikasi yang lebih
koperasi, sehingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pengurus dapat disusun dengan koperasi, sehingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pengurus dapat disusun dengan berorientasi pada aspirasi-aspirasi anggota t
berorientasi pada aspirasi-aspirasi anggota tersebut.ersebut.
4. Perlu adanya penerapan standarisasi pelayanan yang diberikan koperasi terhadap para 4. Perlu adanya penerapan standarisasi pelayanan yang diberikan koperasi terhadap para anggotanya, dengan adanya penerapan standar tersebut, diharapkan tingkat pelayanan anggotanya, dengan adanya penerapan standar tersebut, diharapkan tingkat pelayanan koperasi yang tinggi dapat menjadi suatu
koperasi yang tinggi dapat menjadi suatu kebiasaan, menjadi suatu etika kerja, yang semakinkebiasaan, menjadi suatu etika kerja, yang semakin meningkat dan berkembang dari tahun ke tahun.
meningkat dan berkembang dari tahun ke tahun.
5. Perlu adanya sosialisasi oleh pengurus koperasi mengenai seluruh kegiatan dan program 5. Perlu adanya sosialisasi oleh pengurus koperasi mengenai seluruh kegiatan dan program yang dilaksanakan di koperasi kepada para anggotanya, sehingga selueuh anggota koperasi yang dilaksanakan di koperasi kepada para anggotanya, sehingga selueuh anggota koperasi dapat mengetahui secara langsung kond
dapat mengetahui secara langsung kondisi koperasi baik isi koperasi baik secara fisik maupun non fisik.secara fisik maupun non fisik.
6. Perlu diterapkannya sistem administrasi yang terbuka dan bertanggung jawab dalam 6. Perlu diterapkannya sistem administrasi yang terbuka dan bertanggung jawab dalam pengelolaan koperasi, dimana apabila dilakukan secara profesional dapat meningkatkan pengelolaan koperasi, dimana apabila dilakukan secara profesional dapat meningkatkan kepercayaan anggota koperasi terhadap kinerja pengurus koperasi yang secara langsung juga kepercayaan anggota koperasi terhadap kinerja pengurus koperasi yang secara langsung juga meningkatkan kredibilitas para pengurus
meningkatkan kredibilitas para pengurus koperasi dihadapan seluruh anggota koperasi.koperasi dihadapan seluruh anggota koperasi.
7.Koperasi, dalam hal ini pengurus, anggota serta seluruh elemen koperasi, selalu berpikiran 7.Koperasi, dalam hal ini pengurus, anggota serta seluruh elemen koperasi, selalu berpikiran terbuka, untuk mau belajar dari kesuksesan koperasi lain atau pihak lain dalam pengelolaan terbuka, untuk mau belajar dari kesuksesan koperasi lain atau pihak lain dalam pengelolaan kegiatan usaha mereka, sehingga dengan bercermin pada kesuksesan pihak lain, dapat kegiatan usaha mereka, sehingga dengan bercermin pada kesuksesan pihak lain, dapat memperluas pengetahuan, ilmu, wawasan, serta kemampuan manajerial, yang diharapkan memperluas pengetahuan, ilmu, wawasan, serta kemampuan manajerial, yang diharapkan dapat membawa perkembangan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat, menuju ke arah dapat membawa perkembangan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat, menuju ke arah yamg lebih baik.
yamg lebih baik.
3.3 Kata Penutup
3.3 Kata Penutup
Demikianlah makalah Manajemen Koperasi & UKM ini kami susun dari berbagai sumber Demikianlah makalah Manajemen Koperasi & UKM ini kami susun dari berbagai sumber informasi yang tersedia, dengan harapan semoga kita dapat mengidentifikasikan informasi yang tersedia, dengan harapan semoga kita dapat mengidentifikasikan permasalahan mendasar yang terjadi pada koperasi di Indonesia, berupa faktor-faktor permasalahan mendasar yang terjadi pada koperasi di Indonesia, berupa faktor-faktor penghambat perkembangan usaha koperasi, yang pada awalnya didirikan sebagai gerakan penghambat perkembangan usaha koperasi, yang pada awalnya didirikan sebagai gerakan ekonomi rakyat dan menjelma sebagai sokoguru perekonomian nasional, dengan harapan ekonomi rakyat dan menjelma sebagai sokoguru perekonomian nasional, dengan harapan bahwasanya kita dapat mencari solusi dalam mengatasi faktor-faktor penghambat diatas, bahwasanya kita dapat mencari solusi dalam mengatasi faktor-faktor penghambat diatas, menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat dalam berkoperasi serta memajukan gerakan menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat dalam berkoperasi serta memajukan gerakan koperasi di Indonesia sehingga pada akhirnya tujuan koperasi dalam mewujudkan koperasi di Indonesia sehingga pada akhirnya tujuan koperasi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi anggotanya pada khususnya serta bagi masyarakat Indonesia pada kesejahteraan bagi anggotanya pada khususnya serta bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, berdasarka