• Tidak ada hasil yang ditemukan

* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI USIA 41 - 65 TAHUN DI DESA SINUIAN KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA TAHUN 2015

Rion Adam, Maureen I. Punuh, Nova H. Kapantow

* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

ABSTRAK

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi masalah besar diberbagai negara terutama negara- negara yang

sudah maju. Dari data The National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukkan bahwa dari tahun 1999 -2000, insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31%, yang berarti terdapat 58-65 orang hipertensi di Amerika, dan terjadi peningkatan 15 juta tahun 1988-1991. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi usia 41-65 tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa Tahun 2015.

Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan menggunakan rancangan cross

sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia 41- 65 tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken, yang populasinya berjumlah 367 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia 41- 65 tahun di desa Sinuian Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur tinggi badan (Microtoise), berat badan /timbangan injak dan tekanan darah (tensimeter) yang berjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan= 95% (α=0,05).

Hasil penelitian: menunjukkan bahwa sebanyak 69,3% responden yang tidak mengalami hipertensi, dan

sebanyak 30,7% responden yang mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh probabilitas antara status gizi dengan kejadian hipertensi p= 0,002 (p <0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi usia 41-65 tahun di Desa Sinuian

Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa tahun 2015.

Kata Kunci: Status Gizi, Kejadian Hipertensi

ABSTRACT

Background: Hypertension remains a major problem in many countries, especially developed countries. Data from the National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) shows that from 1999 -2000, the incidence of hypertension in adults is about 29-31%, which means there are 58-65 people with hypertension in the United States, and an increase of 15 million in 1988 -1991. The research to determine the relationship between nutritional status and the incidence of hypertension aged 41-65 years in the Sinuian village Remboken District Minahasa Regency 2015.

Methods: The study was observational analytic using cross sectional design. The population in this study were people aged 41- 65 years in the Sinuian village Remboken District, whose population numbered 367 people. The sample in this study is that people aged 41- 65 years in the Sinuian village Remboken District Minahasa Regency. The instrument used is a measure of height (microtoise), weight scales and blood pressure (sphygmomanometer), which amounted to 192 people. The sampling technique is purposive sampling. Analysis of the data used are univariate and bivariate analysis using Spearman correlation test with a confidence level = 95% (α = 0,05).

Result: Indicates that as many as 69,3% of respondents who do not have hypertension, and as much as 30,7% of respondents who have hypertension. Based on test results obtained statistical probabilities between nutritional status and the incidence of hypertension p = 0.002 (p <0.05).

Conclusion: There is a relationship between nutritional status and the incidence of hypertension aged 41-65 years in the Sinuian village Remboken District Minahasa Regency in 2015.

(2)

PENDAHULUAN

Hipertensi masih menjadi masalah besar diberbagai negara terutama negara- negara yang sudah maju. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2013, prevalensi peningkatan tekanan darah pada orang dewasa berusia 25 tahun ke atas sekitar 40 % pada tahun 2008 dan penderita hipertensi meningkat dari 600 juta pada tahun 1980 menjadi hampir 1 miliar pada tahun 2008. Prevalensi hipertensi tertinggi terdapat di Kawasan Afrika sebesar 46%, dan terendah di Amerika sebesar 35 %.

Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8% terdapat pada penduduk berusia 18 tahun keatas, dan cenderung lebih tinggi pada kelompok penduduk yang berpendidikan rendah yang tidak bekerja (Kemenkes RI, 2013). Sampai saat ini, hipertensi masih menjadi tantangan di Indonesia, yang terutama pada pelayanan kesehatan primer. Hal itu merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu sebesar 25,8%, data Riskesdas 2013. Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2013 terdapat jumlah kasus hipertensi sebanyak 98,07% kasus dan merupakan urutan kedua dari sepuluh besar penyakit menonjol. Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kabupten

Minahasa tentang 10 penyakit menonjol tahun 2013 hipertensi menempati urutan kedua tertinggi sebanyak 30.168 kasus, dan pada tahun 2014 hipertensi masih menempati urutan kedua tertinggi 10 penyakit menonjol yaitu sebanyak 32.910 kasus. Berdasarkan 10 penyebab kematian tahun 2013 di Kabupaten Minahasa, hipertensi merupakan penyebab kematian terbanyak yaitu 368 kasus (Dinkes Kabupaten Minahasa, 2013).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Sinuian kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa pada bulan Oktober - Desember 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia 41-65 tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken, yang populasinya berjumlah 367 orang dan dibatasi sebagai kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Sampel adalah bagian dari populasi yang dihitung berdasarkan rumus besar sampel dengan kriteria populasinya kurang dari 10.000 kemudian diperoleh besar sampel sebanyak 192 orang. Cara pengambilan sampel secara Purposive Sampling.

(3)

Data primer diperoleh langsung di lapangan dengan cara melakukan pengukuran secara langsung menggunakan alat pengukur tekanan darah (Spygmomanometer, tinggi Badan (Microtoise) dan juga timbangan injak untuk Berat Badan kepada seluruh sampel yang masuk dalam kategori penelitian yang bersedia sebagai responden penelitian. Data Sekunder dari penelitian ini yaitu data didapat dari instansi – instansi kesehatan terkait, seperti: Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dan juga data dari desa Sinuian Kecamatan Remboken.

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Sinuian adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Remboken. Berdasarkan Profil Desa Sinuian tahun 2014. Desa Sinuian memiliki luas 239.000.000 Ha.dengan batas wilayah sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kaina, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Passo, sebelah Timur berbatasan dengan Danau Tondano dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kaima. Jumlah penduduk desa Sinuian sebanyak 1.213 jiwa yang terdiri dari laki – laki sebanyak 553 jiwa dan perempuan sebanyak 660 jiwa.

Karakteristik Responden

Sampel dalam penelitian ini sebanyak 192 responden dari 367 populasi yang berusia antara 41-65 tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken. Dari hasil penelitian yang di didapat karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan yaitu 127 orang (66,1%). Dibandingkan pada laki-laki hanya 65 orang (33,9%). Berdasarkan umur responden sebagian besar terdapat pada umur 41-49 tahun yaitu sebanyak 125 orang (65,1%). Sedangkan pada umur atara 50-59 tahun merupakan urutan kedua terbanyak yaitu 42 orang (21.9%). Dan yang sedikit terdapat pada umur 60-65 tahun yaitu hanya 25 orang (13,0%).

Karakteristik responden untuk tingkat pendidikan, sebagian besar terdapat pada tingkat pendidikan SD yaitu 81 orang (42,2%), sedangkan untuk responden yang memiliki tingkat pendidikan SMP yaitu 67 orang (34,9%) yang merupakan urutan kedua terbanyak., responden yang memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK yaitu 37 orang (19,3%). Dan yang sedikit hanya pada tingkat pendidikan D3 4 orang (2,1%) dan Sarjana 3 orang (1,6%). Berdasarkan kriteria responden status gizi dibagi menjadi 3 kategori diantaranya berat badan kurang, Normal dan berat badan lebih. Dari

(4)

hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden terdapat pada status gizi lebih yaitu dengan kategori normal 90 orang (46,9%) dan kategori berat badan lebih 92 orang (47,9%), dan reponden dengan kategori berat badan kurang hanya 10 orang (5,2%). Berdasarkan kriteria responden pada kejadian hipertensi, sesuai Tabel 6 diatas dapat diklasifikasikan antara hipertensi dan tidak hipertensi. dan untuk responden dengan kategori tidak hipertensi menunjukkan angka yang tertinggi yaitu sebesar 133 orang (69,3%), dibandingkan responden dengan kategori hipertensi hanya 59 orang (30,7%).

Gambaran Prevalensi Hipertensi di Desa Sinuian

Tabel 1. Distribusi berdasarkan Kejadian Hipertensi

Hipertensi n %

Tidak hipertensi 133 69,3 Hipertensi 59 30,7

Jumlah 192 100

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1, responden dengan penyakit hipertensi sesuai pengukurang tekanan darah adalah 59 (30,7%), sedangkan responden yang tidak mengalami hipertensi sebanyak 133 (69,3%). Hipertensi secara umum

merupakan kondisi dimana tekanan darah berada diatas batas normal, yang disebabkan oleh kelakuan dan kelambanan aliran darah menyebabkan beban jantung bertambah berat yang akhirnya dikompensasi dengan peningkatan upaya pemompaan jatung yang memberikan gambaran peningkatan tekanan darah dalam sistem sirkulasi (Busman, 2007).

Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat seseorang melakukan aktivitas fisik dan lebih rendah ketika seseorang beristirahat. Tekanan darah satu hari juga berbeda. Tekanan darah lebih tinggi terjadi di waktu pagi hari dan lebih rendah pada saat tidur di malam hari. Sejalan dengan bertambahnya usia, hamper setiap orang akan mengalami kenaikan tekanan darah. Tekanan sistolik terus meningkat sampai seseorang berusia 80 tahun dan tekanan diastolic terus meningkat sampai usia 55 tahun. Kemudian, tekanan ini berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Peningkatan tekanan darah dapat mengarah ke hipertensi jika kadarnya lebih dari batas normal (Khasana, 2012).

Gambaran Status Gizi di Desa Sinuian Berbagai penelitian yang dilakukan baik di luar negeri maupun di Indonesia sendiri menunjukkan bahwa keadaan gizi kurang

(5)

dapat menghambat aktivitas kerja yang akan menurunkan produktivitas kerja. Hal ini disebabkan karena kemampuan seseorang sangat dipengaruhi oleh jumlah energi yang tersedia, dimana energi tersebut diperoleh dari makanan sehari-hari dan bilamana jumlah makanan tidak memenuhi kebutuhan tubuh, maka energi didapat dari cadangan tubuh. Tambahan berat badan secara berlebihan biasa dikatakan obesitas, obesitas dikawatirkan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan terutama meningkatkan risiko penyakit lain misalnya diabetes dan tekanan darah tinggi (Hasdianah dkk, 2014).

Tabel 2. Distribusi Status Gizi Responden

Status Gizi n %

BB kurang 10 5,2 Normal 90 46,9 BB lebih 92 47,9

Jumlah 192 100

Hasil penelitian pada tabel 2 menunjukkan responden dengan berat badan kurang adalah 10 orang (5,2%), responden dengan berat badan normal 90 orang (46,9%), responden dengan berat badan lebih 92 orang (47,9%).

Hubungan antara Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi usia 41-65 tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05), yang menunjukkan bahwa nilai signifikan ρ = 0.002, yang artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi usia 41-65 tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa yang memiliki nilai koefisien korelasi r = 0,225 yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan energi dengan status gizi tergolong kuat dengan arah korelasi positif.

Tabel 3. Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi

Variabel r ρ Status Gizi (IMT)

Hipertensi 0,225 0,002

Hasil ini juga sesuai penelitian yang dilakukan oleh Anggara dan Prayitno (2013), menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan tekanan darah (P = 0,000). Hal ini juga dapat dibuktikan oleh penelitian Asrinawaty dan Norfai (2014). Di Posyandu Lansia Kakaktua Wilayah Kerja

(6)

Puskesmas Pelambuan yang menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi lansia di posyandu lansia Kakaktua (p value < 0,05). Penelitian lain tentang hipertensi juga dilakukan oleh Yetunde dan Adebukunola (2014), menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada p < 0,05 antara status gizi dengan tekanan darah pada perempuan usia hamil di Nigeria bagian barat daya. Selain itu juga, penelitian tentang hipertensi dilakukan oleh Wang et al (2015) yang menyatakan bahwa

kelebihan berat badan dan obesitas dapat berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi pada anak-anak di Guangzhou, Cina.

KESIMPULAN

1. Prevalensi responden yang menderita hipertensi sebanyak 59 orang atau 30,7% dan rensponden yang tidak menderita hipertensi sebanyak 133 orang atau 69,3%.

2. Responden dengan berat badan kurang sebanyak 10 orang atau 5,2%, responden dengan berat badan normal adalah 90 orang atau 46,9%, dan responden dengan berat badan lebih 92 orang atau 47,9%.

3. Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi usia 41-65

tahun di Desa Sinuian Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa tahun 2015, yaitu p value 0,003 (p < 0,05).

SARAN

1. Disarankan bagi pemerintah setempat agar lebih meningkatkan program penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, tentang bagaimana menjaga kesehatan dengan benar, terutama memanfaatkan makanan yang sesuai, sebagaimana diperlukan tubuh, tidak boleh lebih terutama jenis dan sumber makanan yang mengandung tinggi lemak, untuk mencegah penyakit degenerativ seperti hipertensi dan juga penyakit lainnya.

2. Bagi tempat penelitian diharapkan dengan adanya penelitian ini pemerintah desa mampu bekerjasama dengan pemerintah kota untuk sama-sama membuat suatu kebijakan kepada masyarakat agar setiap bulan sekali memberikan sosialisasi tentang bagaimana menjaga dan memanfaatkan makanan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi kesehatannya.

3. Perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan variabel yang lebih banyak untuk menggali

(7)

permasalahan hipertensi yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Anggara dan Prayitno. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tekanan Darah di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan (5): 20-25.

Anonim. 2013. 10 Penyakit Menonjol Tahun 2013. Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa.

Asrinawaty dan Norfai. 2014. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Lansia Di Posyandu Lansia Kakaktua Wilayah Kerja Puskesmas Pelambuan

http://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ANN/article/v iew/106/101. Diakses tanggal 02/ 12/ 2015, pukul 09:57 WITA. Busman. 2007. Epidemiologi Penyakit

Tidak Menular: Jakarta. Rineka Cipta. Buku Perpustakaan FKM Unsrat Manado.

Hasdianah dkk. 2014. Gizi Pemanfaatan Gizi, Diet, Dan Obesitas. Yogyakarta : Nuha Medika.

Khasanah, N. 2012. Waspada Beragam Penyakit Degeneratif Akibat Pola Makan. Jakarta: Penerbit Laksana. Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.

Wang et al. 2015. Relationship of BMI to the incidence of hypertension: a 4 years’ cohort study among children in Guangzhou, 2007– 2011. BMC Public Health (15):1-7. DOI 10.1186/s12889-015-1997-6

WHO. 2013. A global brief on hypertension : Silent killer, global public health crisis. http://www.who.int/cardiovascular _diseases/publications/globalbrief hypertension/en/. Diakses 20 Mei 2015.

Yetunde and Adebukunola. 2014. The Incidence of Hypertension and Obesity among Market Women of Child Bearing Age. IOSR-JNHS (3): 40-42. e-ISSN: 2320–1959. p- ISSN: 2320–1940.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah semua pertanyaan dalam sistem telah terjawab dengan benar oleh dokter maka akan muncul diagnosis penyakit gigi sementara dengan penyakit fraktur gigi yang

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran dan Manajemen Hubungan Pelanggan/CRM terhadap Loyalitas Konsumen PT Serafim Tours and Travel”

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sekelompok subyek berdasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat

Dalam kepentingan yang lebih teknis, banjir dapat di sebut sebagai genangan air yang terjadi di suatu lokasi yang diakibatkan oleh : (1) perubahan tata guna lahan di Daerah

Pengertian agroindustri adalah perusahaan industri yang memproses hasil pertanian dari bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh

Berdasarkan tabel 5.3 didapat bahwa item kecepatan petugas dalam melayani, jarak dengan tempat pelayanan, kelengkapan fasilitas, ketersediaan waktu untuk bertanya,

Lebih lanjut, Jawaher menjelaskan bahwa apabila semua bentuk kerjasama itu dan dilakukan secara intens maka diharapkan anak-anak tunagrahita mampu secara perlahan

Persaingan dunia usaha yang semakin ketat menimbulkan tantangan bagi perusahaan untuk menjalankan perusahaannya secara berkelanjutan, yang salah satunya adalah dengan