• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Naskah NEW

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tata Naskah NEW"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

AKREDITASI RUMAH SAKIT

AKREDITASI RUMAH SAKIT

• Upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit Upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit •

• Perbaikan sistem: Perbaikan sistem: input,input, process,process, productproduct outputoutput (output(output && outcome)outcome) •

• Pembangunan Pembangunan sistem pelayanan yangsistem pelayanan yang baik memerlukan dokumenbaik memerlukan dokumen

regulasi yang

regulasi yang baik pulabaik pula

• Panduan tata naskah rumah sakit oleh KARS Panduan tata naskah rumah sakit oleh KARS •

• RS RS menyiapkmenyiapkan an dokumen terkait aspek dokumen terkait aspek hukumhukum •

• Undang Undang

‐‐

undang Noundang No 4444 tahun 2009tahun 2009 mengenai RSmengenai RS

DOKUMEN AKREDITASI

DOKUMEN AKREDITASI

DOKUMEN

DOKUMEN REGULASIREGULASI

1.

1. RegRegulasi ulasi PelPelayaayanannan •

•  Bylaws;  Bylaws; AD/ARTAD/ART •

• Kebijakan pKebijakan pelayanan elayanan RSRS •

• Pedoman/panduan pelayanan Pedoman/panduan pelayanan RSRS •

• SPOSPO •

• Rencana strategis Rencana strategis 2.

2. RegRegulasi ulasi unit/unit/depadepartemrtemenen •

• Kebijakan pKebijakan pelayanan elayanan RSRS •

• Pedoman/panduan pelayanan RPedoman/panduan pelayanan RSS •

• SPOSPO •

•  Program  Program unitunit

BUKTI

BUKTI PELAKSANAANPELAKSANAAN 1.

1. PrProgrogramam kerjakerja 2.

2. RenRenststrara;; RKARKA 3.

3. Notulensi/daftNotulensi/daftar ar hadir hadir kegiatkegiatanan 4.

4. DokDokumen umen pendpendukuukung ng lain:lain: ijazah,ijazah, sertifikat,

(3)

KEBIJAKAN KEBIJAKAN KHUSUS KHUSUS RS/UNIT RS/UNIT AD/ART; AD/ART; BYAWS; BYAWS; KEBIJAKAN KEBIJAKAN UMUM UMUM RSRS PANDUAN PANDUAN &&

PROGRAM PROGRAM KERJA KERJA UNITUNIT

KERJA KERJA STANDAR STANDAR PROSEDUR PROSEDUR OPERASIONAL OPERASIONAL PEDOMAN PEDOMAN PELAYANAN PELAYANAN &&

ORGANISASI ORGANISASI

UNIT UNIT KERJAKERJA

• •   AD/ART  AD/ART • •   BYLAWS  BYLAWS • •   RENSTRA  RENSTRA • • RKARKA

DOKUMEN NON REGULASI

DOKUMEN NON REGULASI

REGULASI RUMAH SAKIT

REGULASI RUMAH SAKIT

(4)

BYLAWS

BYLAWS

• Terdiri dari: Terdiri dari: CorporateCorporate Bylaws;Bylaws; HospitalHospital Bylaws;Bylaws; MedicalMedical Staff Staff 

Bylaws Bylaws

• Format: Format: Dapat berupa satu CBLDapat berupa satu CBL yg terdiri dari HBLyg terdiri dari HBL ++ MSBLMSBL atauatau

masing

masing

‐‐

masing berdiri sendirimasing berdiri sendiri

• Pimpinan RS Pimpinan RS berkolaberkolaborasi dalam borasi dalam membuat,membuat, menetapkan,menetapkan, dandan

mensosia

mensosialisasiklisasikan an bylawsbylaws

BYLAWS

BYLAWS

(minimum contents) 

(minimum contents) 

I.

I. PPenendadahuhululuanan II.

II. PerPeraturaturan an InteInternalrnal PemiliPemilik k RSRS III.

III. PerPeraturaturan Inan Internternalal RSRS IV.

(5)

RENCANA STRATEGIS

RENCANA STRATEGIS

• Awal program Awal program kerja RSkerja RS •

• Rencana strategis 5 Rencana strategis 5 tahunan dijabarkan dalam rencana kerjatahunan dijabarkan dalam rencana kerja

tahunan dan rencana anggaran RS tahunan dan rencana anggaran RS

• Sifat: Sifat: PengPengaturan dalam aturan dalam rencana kegiatarencana kegiatan n && anggarananggaran •

• Acuan evaluasi kinerja Acuan evaluasi kinerja

PENYUSUNAN RENSTRA

PENYUSUNAN RENSTRA

(6)

RENSTRA VS BUSINESS PLAN

RENSTRA VS BUSINESS PLAN

• Renstra: Renstra: rencana jangka menengah yangrencana jangka menengah yang menjadi arah darimenjadi arah dari

rencana

rencana operasiooperasionalnal

• Renstra: Renstra: rencana kegiatan yangrencana kegiatan yang dominan dan berdampak luasdominan dan berdampak luas

untuk mencapai visi dan misi lembaga untuk mencapai visi dan misi lembaga

• Business Business plan:plan: rencana kegiatrencana kegiatan satu an satu sampai tiga tahun sampai tiga tahun keke

depan yang

depan yang mencakup rencana mencakup rencana keuangkeuanganan

• Renstra dibuat oleh Tim Renstra dibuat oleh Tim yangyang mengikutsertakan Direksimengikutsertakan Direksi •

• Renstra juga dibuat oleh unit Renstra juga dibuat oleh unit

‐‐

unitunit didi RSRS

Pe

Penyu

nyusun

sunan

an Rens

Renstra

tra

•  Usaha  Usaha merencanakan langkahmerencanakan langkah‐‐langkah strategis dalam jangka menengah olehlangkah strategis dalam jangka menengah oleh

sebuah lembaga sebuah lembaga

• Tertuang dalam dokumen Tertuang dalam dokumen •

• Disusun dengan pertimbangan internal Disusun dengan pertimbangan internal dan eksternal yangdan eksternal yang menyangkutmenyangkut

pengelolaan organisasi dan sumber daya berdasarkan sistem,

pengelolaan organisasi dan sumber daya berdasarkan sistem, standar,standar, peraturan dan prosedur yang

peraturan dan prosedur yang bakubaku

• Fungsi dokumen: Fungsi dokumen: sebagai peta untuk mencapai suatu tujuan dengan indikatorsebagai peta untuk mencapai suatu tujuan dengan indikator

pencapaian yang

pencapaian yang disepakati bersama oleh seluruh pihak terkait lembagadisepakati bersama oleh seluruh pihak terkait lembaga

• Sebagai strategi pengembangan dg Sebagai strategi pengembangan dg menganalisis lingkungan luar dan internalmenganalisis lingkungan luar dan internal

lembaga lembaga

(7)

Re

Rens

nstr

tra

a be

berd

rdas

asar

arka

kan

n an

anal

alis

isis

is li

ling

ngku

kung

ngan

an da

dan

n

b

bu

uda

daya

ya ma

man

naj

ajem

emen

en R

RSS

Lingkungan Lingkungan Eksternal Eksternal Budaya dan Budaya dan Nilai Nilai‐‐nilainilai Manajemen Manajemen Lingkungan Lingkungan Internal Internal INTEGRASI: INTEGRASI: Apa yg Seharusnya? Apa yg Seharusnya? Apa yg dapat dilakukan? Apa yg dapat dilakukan?

STRATEGIC STRATEGIC PLANPLAN

Perilaku RS Perilaku RS (Strategi) (Strategi) RENCANA RENCANA

Ana

Analis

lisis

is Lin

Lingku

gkunga

ngan

n

STRENGTHS STRENGTHS WEAKNESS WEAKNESS OPPORTUNITIES OPPORTUNITIES THREATS THREATS

Lingkungan

Lingkungan

Internal

Internal

Lingkungan

Lingkungan

Eksternal

Eksternal

(8)

SWOT Analysis

SWOT Analysis

STRENGTHS STRENGTHS Contoh:

Contoh: pelayananpelayanan spesialistik, spesialistik, dokterdokter spesialis,

spesialis, sarana dan alatsarana dan alat canggih,

canggih, harga murahharga murah

WEAKNESS WEAKNESS Contoh:

Contoh: disiplin waktudisiplin waktu staf,

staf, keamanan,keamanan, lokasi RSlokasi RS

OPPORTUNITIES OPPORTUNITIES Contoh:

Contoh: pelayanan baru,pelayanan baru, teknologi baru,

teknologi baru, dukungandukungan pemerintah pemerintah

THREATS THREATS Contoh:

Contoh: RSRS pesaing,pesaing,  jaminan BPJS,

 jaminan BPJS, persepsipersepsi masyarakat,

masyarakat, daya belidaya beli masyarakat masyarakat Internal

Internal factorsfactors

External External factorsfactors

Do

Doku

kumen

men Ren

Renst

stra

ra

Tidak ada format

Tidak ada format khusus,khusus, namun mencakup:namun mencakup:

1.

1. LatLatar ar BeBelaklakangang 2.

2. KerKerangkangka a KebKebijakijakanan

•  Kebijakan Umum  Kebijakan Umum •

•  Falsafah Dasar  Falsafah Dasar • •  Visi  Visi • •  Misi  Misi • •  Nilai  Nilai •

• Indikator Pelaksanaan Misi dan TIndikator Pelaksanaan Misi dan Tercapainya Visiercapainya Visimenggunakan indikator kinerja,menggunakan indikator kinerja, bisabisa

menggunakan Balance

menggunakan Balance ScoreScore CardCard Balance

Balance ScoreScore Card Card :: perspektif SDM perspektif SDM untuk pertumbuhan dan pembelajaran,untuk pertumbuhan dan pembelajaran,  perspektif

(9)

3.

3. Analisis Lingkungan InternalAnalisis Lingkungan Internal dan Eksternal RSdan Eksternal RS a.

a. Analisis Lingkungan InternalAnalisis Lingkungan Internal b.

b. Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan EksteEksternalrnal c.

c. Analisis SWOTAnalisis SWOT 4.

4. Isu dan Isu dan TTujuan Strategisujuan Strategis a.

a. Isu StrategisIsu Strategis b.

b. Tujuan StrategisTujuan Strategis c.

c. FaktorFaktor

‐‐

faktor Pendukung Keberhasifaktor Pendukung Keberhasilanlan d.

d. Strategi UmumStrategi Umum e.

e. Strategi FungsionalStrategi Fungsional 5.

5. ProgramProgram dan Sasarandan Sasaran 6.

6. SumberSumber

‐‐

sumber Pendanaansumber Pendanaan

Program

Program

• Merupakan rencana kegiatan yang Merupakan rencana kegiatan yang akan akan dilaksanakdilaksanakanan •

• Disusun secara rinci untuk mencapai tujuan tertentu Disusun secara rinci untuk mencapai tujuan tertentu •

• Ada Ada kejelakejelasan san langkah pelaksanaan langkah pelaksanaan kegiakegiatantan •

• Ada Ada kejelakejelasan san siapa pelaksana siapa pelaksana kegiatkegiatanan •

• Ada Ada kejelasan sasaran,kejelasan sasaran, tujuan dan waktu pelaksanaan kegiatantujuan dan waktu pelaksanaan kegiatan •

• Format Format penulisan minimal,penulisan minimal, boleh ditambah tetapi tidak bolehboleh ditambah tetapi tidak boleh

dikurangi dikurangi

(10)

Program

Program

(format)(format)

1.

1. PePendahndahuluauluann 2.

2. LaLatatarr belakangbelakang 3.

3. TTujuaujuann umumumum dandan tujuantujuan khususkhusus 4.

4. KeKegiagiatantan pokokpokok dandan rincianrincian kegiatankegiatan 5.

5. CaCarara melaksanakanmelaksanakan legiatanlegiatan 6.

6. SaSasarsaranan 7.

7. SkSkededulul (Jadwal)(Jadwal) pelaksanaanpelaksanaan kegiatankegiatan 8.

8. EvEvalualuasiasi pelaksanaanpelaksanaan kegiatankegiatan dandan pelaporanpelaporan 9.

9. PencPencataatatan,tan, pelaporanpelaporan dandan evaluasievaluasi kegiatankegiatan

1.

1. PePerenrencacanaannaan 2.

2. SelSelekseksi i dan dan pengpengadaaadaann 3.

3. InstalInstalasi asi peralperalatan atan barubaru 4.

4. EduEdukakasi si ststaf af  5.

5. KalibKalibrasi rasi dan dan pengujipengujian an alatalat 6.

6. MaiMaintntenenanancece 7.

7. TTrouroublebleshoshootiotingng 8.

8. SeServrvicicee && repairrepair 9.

9. ReRetitirinringg && disposingdisposing 10. Monitoring

10. Monitoring dan evaluasidan evaluasi

Prog

(11)

1.

1. MeMengnganaanalilisasa kebutuhankebutuhan peralatanperalatan laboratoriumlaboratorium klinikklinik .. 2.

2. MenetMenetapkan apkan jenis jenis alat alat yangyang digunakan sesuai dengan jenis layanan.digunakan sesuai dengan jenis layanan. 3.

3. MenetMenetapkan apkan jumlah jumlah alat alat yangyang dibutuhkan sesuai dengan volumedibutuhkan sesuai dengan volume pelayanan

pelayanan 4.

4. MembuaMembuat t anggaranggaran an biaybiayaa pengadaan alat.pengadaan alat. 5.

5. MenentMenentukan ukan sistem sistem pengapengadaan aldaan alat melaat melalui felui feasibiliasibilityty studystudy 6.

6. MeMembmbuauatt usulanusulan pengadaanpengadaan alatalat keke manajemenmanajemen rumahrumah sakit.sakit. 7.

7. TTangganggapaapann usulan dari manajemen RSusulan dari manajemen RS 8.

8. PrPreseesentntasasii alatalat oleholeh distributordistributor 9.

9. PrPrososeses penawaranpenawaran pembelianpembelian atauatau kerjasamakerjasama (KSO)(KSO) 10. Instalasi alat

10. Instalasi alat didi laboratoriumlaboratorium 11. Pelatihan

11. Pelatihan operator.operator.

•   KEBIJAKAN  KEBIJAKAN •

•   PEDOMAN  PEDOMAN PELAYANANPELAYANAN •

•   PEDOMAN  PEDOMAN ORGANISASIORGANISASI • •   PANDUAN  PANDUAN • • SPOSPO

DOKUMEN REGULASI

DOKUMEN REGULASI

TOR

(12)

Kebijakan

Kebijakan

• Penetapan pimpinan RS Penetapan pimpinan RS pada pada tingkat strattingkat strategis/gegis/garis besar aris besar yg mengikatyg mengikat •

• Perlu disusun pedoman/panduan & Perlu disusun pedoman/panduan & prosedur utk prosedur utk penjabarapenjabarannyannya •

• Ditetapkan dengan keputusan direktus RS Ditetapkan dengan keputusan direktus RS •

• Kebijakan dapat dituangkan dalam pasal Kebijakan dapat dituangkan dalam pasal

‐‐

pasal SKpasal SK atau lampiran dariatau lampiran dari

peraturan/keputusan peraturan/keputusan

KEBIJAKAN

KEBIJAKAN

(format)(format)

1.

1. PEMPEMBUKBUKAANAAN 2.

2. DIDIKTKTUMUM 3.

3. BABATTANGANG TUBUHTUBUH 4.

(13)

P

Pedo

edoman

man &

& Pa

Pandu

nduan

an

PEDOMAN

PEDOMAN

• Ketentuan Ketentuan dasar yg memberi dasar yg memberi araharah

bagaimana sesuatu dilakukan bagaimana sesuatu dilakukan

• Mengatur Mengatur beberapa beberapa halhal

PANDUAN PANDUAN

• Petunjuk melakukan kegiatan Petunjuk melakukan kegiatan •

• Mengatur satu jenis kegiatan Mengatur satu jenis kegiatan

A

Aggaar r ppeeddoommaan n & & ppaanndduuaan n ddaappaatt diimplementasikan dengan baik, perlu dibuat diimplementasikan dengan baik, perlu dibuat pengatur

pengaturan an melaluimelalui SPO SPO

PEDOMAN & PANDUAN

PEDOMAN & PANDUAN

• Dilengkapi dengan peraturan/keputusan direktur Dilengkapi dengan peraturan/keputusan direktur •

• Evaluasi minimal Evaluasi minimal 22‐‐33 tahun sekalitahun sekali •

• Bila ada pedoman/panduan dari kemenkes, Bila ada pedoman/panduan dari kemenkes, RSRS wajib mengacu kepadawajib mengacu kepada

pedoman/panduan tsb pedoman/panduan tsb

• Sistematika yg lazim digunakan: Sistematika yg lazim digunakan: Pedoman Organisasi UnitPedoman Organisasi Unit Kerja;Kerja; PedomanPedoman

Pelayanan Unit

Pelayanan Unit Kerja;Kerja; Panduan Pelayanan RSPanduan Pelayanan RS

• Sistematika tidak baku Sistematika tidak baku •

(14)

PEDOMAN & PANDUAN

PEDOMAN & PANDUAN

INSTALASI

INSTALASI LABORATORIUM:LABORATORIUM:

• Kebijakan Pelayanan Instalasi Laboratorium Kebijakan Pelayanan Instalasi Laboratorium •

• Pedoman Pelayanan Instalasi Laboratorium Pedoman Pelayanan Instalasi Laboratorium •

• Pedoman Organisasi Instalasi Laboratorium Pedoman Organisasi Instalasi Laboratorium •

• Panduan  Panduan pelaksanaan progrpelaksanaan programam keamanan laboratoriumkeamanan laboratorium •

• Panduan  Panduan pelaksanaan progrpelaksanaan programam manajemen peralatan laboratoriummanajemen peralatan laboratorium

P

Ped

edom

oman

an or

orga

gani

nisa

sasi

si un

unit k

it ker

erja

ja

• BABBAB I I PPeennddaahhuulluuaann •

• BABBAB III I GGaammbbaarraann UmumUmum RS (sama seluruh RS)RS (sama seluruh RS) •

• BABBAB IIIIII Visi,Visi, Misi,Misi, Falsafah,Falsafah, Nilai danNilai dan TujuanTujuan RS (sama seluruh RS)RS (sama seluruh RS) •

• BABBAB IVIV Struktur Organisasi RS (sama seluruh RS)StrukturOrganisasi RS (sama seluruh RS) •

• BABBAB VV Struktur OrganStrukturOrganisasi isasi UnitUnit KerjaKerja •

• BABBAB VIVI Uraian JabatanUraianJabatan (sesuai(sesuai SOTK)SOTK) •

• BABBAB VVIII I TTaattaa Hubungan KerjaHubungan Kerja (dalam(dalam bentukbentuk diagram)diagram) •

• BABBAB VVIIIII I PPoollaa KetenagaanKetenagaan dandan KualifikasiKualifikasi Personil (rumus &Personil (rumus & hasil akhir)hasil akhir) •

• BABBAB IIX X KKeeggiiaattaann Orientasi (sesuai SOTK)Orientasi (sesuai SOTK) •

• BABBAB XX Pertemuan/rapatPertemuan/rapat •

• BABBAB XXI I PPeellaappoorraann

1.

1. LaLaporporan an HarHarianian 2.

2. LaLaporporan an BulBulanaanann 3.

(15)

P

Ped

edom

oman

an pe

pela

laya

yana

nan

n un

unit k

it ker

erja

ja

BAB

BAB I PENDAHULUANI PENDAHULUAN

• Latar Latar Belakang Belakang unitunit kerjakerja •

•  Tujuan  Tujuan PedomanPedoman pelayanan dibuatpelayanan dibuat •

• Ruang Lingkup PelaRuang Lingkup Pelayanan secaryanan secara garis besara garis besar •

• Batasan Operasional: Batasan Operasional: penjelasan dari ruang lingkuppenjelasan dari ruang lingkup •

•  Landasan Hukum  Landasan Hukum

BAB

BAB II STANDARII STANDAR KETENAGAANKETENAGAAN

• Kualifikasi SDM Kualifikasi SDM sesuai SOTKsesuai SOTK •

• Distribusi Ketenagaan Distribusi Ketenagaan •

•  Pengaturan Jaga  Pengaturan Jaga

P

Ped

edom

oman

an pe

pela

laya

yana

nan

n un

unit k

it ker

erja

ja

BAB

BAB IIIII I SSTTAANNDDAARR FASILITASFASILITAS

• Denah Denah RuangRuang •

• Standar Standar Fasilitas:Fasilitas: berisi seluruh alat yg signifikan digunakan untuk operasionalberisi seluruh alat yg signifikan digunakan untuk operasional

BAB

BAB IIV V TTAATTAA LAKSANALAKSANA PELAYANANPELAYANAN

Berisi penjelasan dari ruang lingkup &

Berisi penjelasan dari ruang lingkup & batasan operasional,batasan operasional, mencangkmencangkup alur up alur kerja dari kerja dari  unit 

unit tersebut tersebut 

BAB

(16)

P

Ped

edom

oman

an pe

pela

laya

yana

nan

n un

unit k

it ker

erja

ja

BAB

BAB VVI I KKEESSEELLAAMMAATTAANN PASIENPASIEN

Berisi penerapan SKP

Berisi penerapan SKP 11‐‐66 di di unit unit kerja tersebut;kerja tersebut; jika tidak berhubungan langsung, jika tidak berhubungan langsung, cukupcukup menyebu

menyebutkan dengan isi tkan dengan isi SKPSKP‐‐nya.nya.

BAB

BAB VVIII I KKEESSEELLAAMMAATTAANN KERJAKERJA

Berisi penjelasan bagaimana unit 

Berisi penjelasan bagaimana unit menerapkmenerapkan perlindungan an perlindungan terhadap kesehatterhadap kesehatan an && keselamatan pekerja;

keselamatan pekerja; meliputi penyediaan APD,meliputi penyediaan APD, manajemen B3,manajemen B3, pengelolaan limbah, pengelolaan limbah,  penanganan kece

 penanganan kecelekaan akibat kerja &lekaan akibat kerja & pemeriksaa pemeriksaan kesehatan yg spesifik n kesehatan yg spesifik 

P

Ped

edom

oman

an pe

pela

laya

yana

nan

n un

unit k

it ker

erja

ja

BAB

BAB VIVIIII I PEPENGNGEENDNDAALILIANAN MUTUMUTU

•   Kalibrasi  Kalibrasi •

•   Preventive  Preventive MaintenanceMaintenance •

•   Corrective  Corrective MaintenanceMaintenance •

• Pendidikan Pendidikan && pelatihan staf pelatihan staf  •

• IndikatIndikator mutu dalam bentuk tabel abstror mutu dalam bentuk tabel abstraksi dataaksi data

BAB

BAB IIX X PPEENNUUTTUUPP

Bahwa pedoman ini

Bahwa pedoman ini dibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinydibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.a. DokumeDokumen n ini ini  direview setiap 2

(17)

PEDOMAN PELAYANAN UNIT AMBULANCE

PEDOMAN PELAYANAN UNIT AMBULANCE

Ruang lingkup:

Ruang lingkup:

•   Transfer  Transfer PasienPasien •

•   Transfer  Transfer JenazahJenazah •

• Pelayanan Pelayanan EventEvent • •   Administrasi  Administrasi • •   Pemeliharaan  Pemeliharaan Ambulance Ambulance Batasan Operasional: Batasan Operasional: Transfer

Transfer PasienPasien

• Rujukan Rujukan Eksternal Eksternal MenetapMenetap •

• Rujukan Rujukan Eksternal Eksternal SementaraSementara

Transfer

Transfer JenazahJenazah

•   Transfer  Transfer jenazah dalam kota jenazah dalam kota •

•   Transfer  Transfer jenazah luar kota jenazah luar kota

Pelayanan Event Pelayanan Event

•   Event  Event terjadwalterjadwal •

•   Event  Event insidentilinsidentil

Administrasi Administrasi

• Pendaftaran Pendaftaran pemesanan pemesanan ambulansambulans •

• PembayarPembayaran an jasa jasa ambulansambulans •

• Pengaturan Pengaturan jadwal jadwal jaga jaga staf staf ambulansambulans •

• Pengaturan Pengaturan jadwal jadwal jaga jaga staf staf ‘code‘code blue’blue’

PANDUAN PELAYANAN RUMAH SAKIT

PANDUAN PELAYANAN RUMAH SAKIT

BAB

BAB I DEFINISII DEFINISI

Berisi penjelasan dari

Berisi penjelasan dari kegiatkegiatan yangan yang diceritakdiceritakan dalam an dalam panduan pelayanan ini panduan pelayanan ini 

BAB

BAB II RUANGII RUANG LINGKUPLINGKUP

Berisi jenis

Berisi jenis kegiatkegiatan yangan yang akan dibahas di akan dibahas di  dalam tata laksanadalam tata laksana

BAB

BAB III TATAIII TATA LAKSANALAKSANA

Berisi detail 

Berisi detail dari kegiatan yangdari kegiatan yang dilakukdilakukan yg an yg telah disebutkan dlm ruang telah disebutkan dlm ruang lingkuplingkup

BAB

BAB IV DOKUMENTASIIV DOKUMENTASI

Berisi judul regulasi yang

(18)

PANDUAN PRODUKSI FARMASI

PANDUAN PRODUKSI FARMASI

BAB

BAB I I DEDEFIFININISISI

Produksi adalah … Produksi adalah …

BAB

BAB II II RURUANANGG LINGKUPLINGKUP

Produksi di 

Produksi di instalasi farmasi RSinstalasi farmasi RS meliputi:meliputi: produksi sediaan puyer produksi sediaan puyer,, kapsul,kapsul, salep;salep; produksi minyak telon, produksi minyak telon,  produksi OBH

 produksi OBH

BAB

BAB III TATAIII TATA LAKSANALAKSANA

1.

1. ProProdukduksi si PuyPuyer er  2.

2. ProProdukduksi si KaKapsupsul l  3.

3. ProProdukduksi si salsalepep 4

4. . ddlll  l  

BAB

BAB IV DOKUMENTASIIV DOKUMENTASI

• KebijakKebijakan pelayanan instalasi farmasan pelayanan instalasi farmasi i  •

• Pedoman Pedoman pelayananpelayanan instalasi instalasi farmasi farmasi  •

• dll dll 

STAND

STANDAR PROSEDUR

AR PROSEDUR OPERASIONAL

OPERASIONAL

• Perangkat instruksi/langkah Perangkat instruksi/langkah‐‐langkah yg dibakukan untuk menyelesaikan proseslangkah yg dibakukan untuk menyelesaikan proses kerjakerja

rutin tertentu rutin tertentu

• Pendokumentasian langkah kegiatan Pendokumentasian langkah kegiatan •

• Memastikan staf paham bagaimana cara melakukan pekerjaannya Memastikan staf paham bagaimana cara melakukan pekerjaannya •

• Memastikan proses Memastikan proses kerja efesien,kerja efesien, efektif,efektif, konsisten,konsisten, amanaman •

• Istilah lain: Istilah lain: SOP,SOP, SPO,SPO, Protap,Protap, IK,IK, prosedur kerja,prosedur kerja, prosedur tindakan,prosedur tindakan, prosedurprosedur

penatalaksanaan,

penatalaksanaan, juknis juknis

(19)

• Identifikasi Identifikasi prosesproses kerjakerja •

• SPO SPO harusharus ditulis oleh ditulis oleh mereka yang melakukanmereka yang melakukan pekerjaan tersebut atau oleh unitpekerjaan tersebut atau oleh unit

kerja tersebut kerja tersebut

• SPO SPO harus merupakanharus merupakan gambaran alur kerja gambaran alur kerja dari  dari suatu kegiatan,suatu kegiatan, dpt dilengkapidpt dilengkapi

dgn flowchart

dgn flowchart (tidak wajib ada)(tidak wajib ada)

• Subyek, Subyek, predikatpredikat dandan obyekobyek harusharus jelas. jelas. •

• Menggunakan Menggunakan kalimatkalimat perintah/instruksiperintah/instruksi dengandengan bahasabahasa yangyang dikenaldikenal pemakai,pemakai,

ringkas

ringkas dandan mudahmudah dilaksanakan.dilaksanakan.

• Ditandatangani Ditandatangani oleholeh Direktur/PimpinanDirektur/Pimpinan RS.RS. •

• Bila  Bila prosedur prosedur menggunakan menggunakan formform tertentu,tertentu, judul form judul form harus ditulis dlm SPO,harus ditulis dlm SPO,

lampirkan form

lampirkan form didi belakangbelakang

STAND

STANDAR PROSEDUR

AR PROSEDUR OPERASIONAL

OPERASIONAL

1.

1. EvEvaluaaluasi si SPOSPO dilaksanakan sesuai kebutuhan dan maksimal 3dilaksanakan sesuai kebutuhan dan maksimal 3 tahun sekalitahun sekali dilakuk

dilakukan an oleh masingoleh masing

‐‐

masing unit kerjamasing unit kerja 2.

2. PerbaikPerbaikan/revisi pean/revisi perlu dilakukrlu dilakukan bila :an bila :

• Alur Alur didi SPOSPO sudah tidak sesuai dengan keadaan yangsudah tidak sesuai dengan keadaan yang adaada •

• AdanyAdanya a perkembaperkembagan gan IPTEKIPTEK •

• AdanyAdanya perubahan orga perubahan organisasi aanisasi atau ktau kebijakan ebijakan baru.baru. •

• AdanyAdanya a perubahan perubahan fasilifasilitastas

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

(20)

STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN

STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN

SPO vs SPK

SPO vs SPK

STANDAR STANDAR PELAYANAN PELAYANAN KEDOKTERAN KEDOKTERAN PS. PS. 4444 STANDAR STANDAR PROSEDUR PROSEDUR OPERASIONAL OPERASIONAL PS. PS. 5050

‐‐

5151

Permenkes 1438

(21)

STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN

STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN

TERDIRI

TERDIRI DARI:DARI: 1.

1. PNPNPKPK:: Pedoman Nasional Pelayanan KedokteranPedoman Nasional Pelayanan Kedokteran 2

2. . SSPPOO Kedokteran:Kedokteran:

•   Clinical  Clinical practicepractice guidelinesguidelines •

•   Clinical  Clinical pathwaypathway •

• SPOSPO teknis medisteknis medis •

•   Standing  Standing OrderOrder •

•   Protokol  Protokol

Pe

Pedom

doman

an nas

nasion

ional

al

pel

pelaya

ayanan

nan k

kedo

edokte

kteran

ran

• PNPK PNPK disusun oleh sekelompok ahli dan disahkan oleh menteridisusun oleh sekelompok ahli dan disahkan oleh menteri •

• Berdasar bukti ilmiah untuk membantu dokter dalam pengambilan keputusan Berdasar bukti ilmiah untuk membantu dokter dalam pengambilan keputusan

klinis klinis

• Acuan menyusun SPO Acuan menyusun SPO •

• Peninjauan ulang dan revisi sesuai update Peninjauan ulang dan revisi sesuai update ilmuilmu •

(22)

SPO Medis

SPO Medis

• Disusun oleh staf medis yg dikoordinasi komite medis dan ditetapkan oleh Disusun oleh staf medis yg dikoordinasi komite medis dan ditetapkan oleh

pimpinan RS pimpinan RS

• Ditinjau ulang dan diperbarui sekurangnya dua tahun sekali sesuai update Ditinjau ulang dan diperbarui sekurangnya dua tahun sekali sesuai update ilmuilmu

pengetahua

pengetahuan n dan teknologi kedokteran dan dan teknologi kedokteran dan kedoktkedokteran gigieran gigi

• Wajib dijadikan  Wajib dijadikan panduan bagi panduan bagi seluruh tenaga kesehatseluruh tenaga kesehatan dalam an dalam aktivitasaktivitas

pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan

Clinical practice guidelines

Clinical practice guidelines

• Untuk penyakit yang Untuk penyakit yang tidak dibuat atau belum ada PNPK,tidak dibuat atau belum ada PNPK, maka clinicalmaka clinical guidelinesguidelines

dibuat dengan

dibuat dengan mengacu literamengacu literatur tertentu atau tur tertentu atau bestbest practicepractice dan kesepakatandan kesepakatan dari para

dari para staf medisstaf medis

• bisa dibuat dari penyakit bisa dibuat dari penyakit

‐‐

penyakit penyakit terbanyterbanyak ak perper SMFSMF •

(23)

PENDEKATAN PENGELOLAAN PASIEN PENDEKATAN PENGELOLAAN PASIEN

•• Diagnosis kerjaDiagnosis kerja

•• Kondisi klinisKondisi klinis

Standar pelayanan di RS : Standar pelayanan di RS : Panduan Praktik Klinis Panduan Praktik Klinis

•• DefinisiDefinisi •• AnamnesisAnamnesis

•• PemeriksaanPemeriksaan fisisfisis •• KriteriaKriteria diagnosisdiagnosis •• DiagnosisDiagnosis bandingbanding •• PemeriksaanPemeriksaan penunjangpenunjang •• TerapiTerapi

•• EdukasiEdukasi •• PrognosisPrognosis •• KepustakaanKepustakaan

dapat

dapat diledilengkapingkapi dengan dengan  Alur klinis  Alur klinis  Algoritme  Algoritme Protokol Protokol Prosedur Prosedur Standing orders  Standing orders 

Clinical pathways (CP)

Clinical pathways (CP)

• JCI JCI mensyaratkan minimalmensyaratkan minimal 55 penyapenyakit kit terbanyterbanyak ak dibuat dibuat clinicalclinical pathways,pathways, sisanyasisanya

dilakuka

dilakukan n perawperawatan dengan atan dengan clinicalclinical guidelinesguidelines

• CP CP hanya efektif dan hanya efektif dan efeefesien bila sien bila dilaksanakdilaksanakan an untuk untuk penyakipenyakit/kondit/kondisi si kesekesehatanhatan

yang

(24)

algoritme

algoritme

• Format Format tertulis berupatertulis berupa flowchart  flowchart  untuk pengambilan keputusan klinis secara untuk pengambilan keputusan klinis secara

cepat cepat

• Panduan  Panduan efeefektif untuk ktif untuk kondiskondisi i klinis tertentuklinis tertentu

algoritme

algoritme

(25)

protokol

protokol

• Panduan  Panduan tata laksana untuk kondisi tertentutata laksana untuk kondisi tertentu •

• Harus  Harus jelas menyebutkjelas menyebutkan:an: pelaksana,pelaksana, komplkomplikasi tindakan dan ikasi tindakan dan cara pencegahancara pencegahan

dan mengatasinya,

dan mengatasinya, kapan intervensi kapan intervensi dihentikdihentikan,an, dlldll

Standing orders

Standing orders

• Suatu kelompok instruksi dokter Suatu kelompok instruksi dokter kepada perawkepada perawat/pelaksat/pelaksana lainana lain untukuntuk

dilaksanakan secara otomatis saat dokter tidak di

dilaksanakan secara otomatis saat dokter tidak di tempattempat

• Diberikan  Diberikan untuk pasien untuk pasien tertenttertentu atau secara umum u atau secara umum dengan persetujuan komitdengan persetujuan komitee

medik medik

(26)

Head

Head OfficeOffice

Menara Rajawali 11

Menara Rajawali 11 FloorFloor

Jl.

Jl. MegaMega Kuningan LotKuningan Lot 5.1,5.1, JakartaJakarta 1295012950 P: P: (62(62‐‐21)21) 576576‐‐27272727 F: F: (62(62‐‐21)21) 576576‐‐27362736 E: E: [email protected]@premysisconsulting.com www.premysisconsulting.com www.premysisconsulting.com Regional

Regional OfficeOffice

Komplek Graha Asri K

Komplek Graha Asri K‐‐12B12B

Jl.

Jl. Ngagel 179Ngagel 179‐‐183,183, SurabayaSurabaya 6024660246

P: P: (62(62‐‐31) 50231)502‐‐02030203 F: F: (62(62‐‐31)31) 503503‐‐90349034 E: E: [email protected]@premysisconsulting.com Presented Presented by:by: dr

dr.. AntoniusAntonius AryaArya Aditya,Aditya, MKKMKK M:

M: 08189619950818961995 E:

E: [email protected]@premysisconsulting.com drg.

drg. SylviaSylvia FatridhaFatridha Situngkir,Situngkir, MPHMPH M:

M: 089601292447089601292447 E:

Referensi

Dokumen terkait

Unit penelitian yang penulis ambil di bagian Analisis Rawat inap adalah Analisis Kebutuhan Petugas Analisis Kelengkapan RM dengan Menghitung Beban Kerja

Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui survei secara langsung kepada pelanggan PDAM Kota Gresik khusunya kecamatan

Diharapkan hasil penelitian ini akan menambah informasi-informasi baru tentang pengaruh efektivitas penambahan sukrosa dan susu skim terhadap karakteristik yoghurt nanas (Ananas

Dari hasil wawancara yang dijawab oleh narasumber 5, saya bisa menyimpulkan  bahwa guru yang sudah tersertifikasi wajib menjalankan tugasnya sebagai guru yang profesional dan

Pada proses tersebut senyawa yang tidak larut, dalam hal ini resin menerima ion positif atau negatif tertentu dari larutan dan melepaskan ion lain kedalam

Penelitian ini membahas mengenai eksistensi tokoh Toru Watanabe dalam novel Noruwei no Mori. Eksistensi yang mengalami pasang surut dan juga bagaimana tokoh Toru

Rekayasa proses dalam rangka peningkatan unjuk kerja katalisator zeolit alam Bayah (ZAB) pada reaksi ketalisasi gliserol sebagai tindak lanjut dari penelitian sebelumnya

Klien mengatakan tidak ada riwayat penyakit sebelumnya, klien hanya mengalami sakit seperti pegal pegal, flu, dan sedikit pusing, tapi klien bisa sembuh sendiri dengan obat-obat