Draft Laporan Akhir

67 

Teks penuh

(1)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

BAB I

URAIAN KEGIATAN PELAKSANAAN

Salah satu pilar program pembangunan Pemerintah Kota Tarakan adalah di bidang peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Tidak terlepas dari itu, pembangunan/pengembangan olah raga dan perilaku manusia merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari program pembangunan tersebut.

Perencanaan Gedung fakultas ilmu kesehatan Universitas Borneo Tarakan merupakan bagian dari program pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia dalam hal pelayanan masyarakat, yaitu sebagai bagian dari pembangunan yang diharapkan dapat mendukung terbentuknya manusia yang sehat, bermoral dan sikap perilaku yang baik terutama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan lainnya.

Sehingga pemberdayaan Sumber Daya Manusia sudah menjadi keharusan dalam setiap upaya pembangunan, termasuk juga masalah pelayanan masyarakat yang membentuk bagian yang tidak kecil dari total populasi di Kota Tarakan. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia juga merupakan amanat Konstitusi kepada setiap penyelenggaraan pemerintahan baik ditingkat pusat maupun di Kabupaten. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia itu sendiri adalah proses panjang yang berkelanjutan dan berdimensi ganda, ada yang dalam bentuk keahlian yang bersifat profesi maupun yang bersifat mental-spiritual, berkaitan erat dengan pembentukan karakter.

Perencanaan Gedung fakultas ilmu kesehatan Universitas Borneo Tarakan adalah bagian dari pembangunan gedung pelayanan masyarakat yang bersumber dana dari negara. Oleh karena itu adalah milik Negara dan harus diwujudkan sebaik-baiknya, sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunan sebagai tempat pelayanan masyarakat, andal dan dapat menjadi teladan bagi lingkungannya, serta berkontribusi positif bagi pembangunan di Kota Tarakan maupun perkembangan Arsitek Indonesia.

(2)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

1.1. Lokasi dan Tapak

Tarakan merupakan salah satu kota di Kalimantan Timur. Secara astronomies Kota Tarakan.

1.2. Peraturan Tapak

Berdasarkan Rencana Bagian Wilayah Kota, ketentuan yang berlaku bagi tapak yang disediakan adalah :

Luas lahan : 3 ha

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 15% Koefisien Lantai Bangunan (KLB) : 0.6 Ketinggian Bangunan Maksimum : 3 lantai

Parkir kendaraan mengelilingi kompleks fungsi dan tidak diperkenankan masuk ke dalam kompleks, kecuali sirkulasi servis. Minimal muka bangunan 30% menempel pada GSB depan dengan ketebalan bangunan maksimal 15 meter

Contoh Kriteria Perancangan

ITEM USULAN KRITERIA

Arsitektur Lokal Modifikasi Atap  Dapat diterapkan pada atap bangunan utama

 Dapat diterapkan pada bentuk atap entrance bangunan/ kanopi entrance Modifikasi

Ornamen Lokal

Dapat diterapkan pada bagian :  Atap

 Dinding

 Pintu & jendela  kolom

Sistem Modul Penggunaan Sistem Grid

 Menggunakan ukuran grid dasar 60 cm dan variasinya. Penggunaan

(3)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

ukuran ini digunakan dalam ukuran horisontal dan vertikal bangunan, misalnya pada :

a. Penerapan

modul kolom

b. Penerapan

modul vertikal (pada jendela, railing, dsb)

Perletakan Massa & Ruang

Pembagian margin dengan berupaya mengacu pada modul

Penataan Massa & Lingkungan

Pola peletakan penataan massa bangunan

 Memperhatikan pola arah matahari, bila terpaksa menghadap matahari harus ada desain “Sun Shading”

 Memperhatikan pola kontur tapak (menentukan arah drainase dan desain perletakan massa)

Blok massa bangunan

Ruang terbuka berupa lapangan/ taman menjadi titik orientasi penataan bangunan Ruang terbuka

hijau pada tapak

KDH minimum 30% atau disesuaikan dengan peraturan daerah setempat Pola penataan

vegetasi

Penataan vegetasi berfungsi sebagai buffer terhadap polusi suara dan debu sekaligus sebagai area bermain anak.

Kemungkinan pentahapan dan penambahan

 Penerapan desain yang dapat mengantisipasi pembangunan bertahap, sehingga tidak terlihat sisa pekerjaan yang belum selesai

 Pentahapan horisontal harus mempertimbangkan luas lahan dan pengembangan lahan serta yang ditahapkan diusahakan bangunan penunjang

Klasifikasi bangunan negara kelas bangunan tidak sederhana & non standar

(4)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Klasifikasi dan ketentuan

Program ruang Jumlah dan luas fungsi ruang penunjang

Merupakan bangunan Katholik Center ( Pusat Rohani Katolik )

Aspek ergonomi

 Memperhatikan fleksibilitas ruang  Memperhatikan persyaratan ruang

 Bukaan

 Aksesibilitas

 Bahan bangunan seperti plafon tidak mengandung asbes

 Memperhatikan persyaratan furniture dan penataannya

Aspek Sistem Teknologis Menggunakan struktur konvensional berupa sistem rangka kaku (rigid frame) Sistem modul pada struktur

Pondasi Penggunaan batu belah, beton K-225 atau lebih

Bahan bangunan ( kolom & balok )

Sebaiknya dipakai struktur baja selain struktur beton bertulang (K225) Rangka atap Rangka baja atau kayu kuat kelas II Kemiringan atap Genteng minimal 30º

Aspek Utilitas Sarana dan Prasarana (utilitas) mengacu pada buku biru (KepMen Kimpraswil No.332/KPTSM/2002)

Aspek Keamanan dan Kenyamanan

 Luas bukaan minimal 20% dari luas dinding

 Pemakaian warna cerah untuk dinding bagian dalam

 Pemakaian warna yang mencolok pada elemen aksesibilitas (railing)

(5)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

 Perlunya sistem ventilasi silang pada setiap unit

Aspek Sirkulasi  Lebar selasar minimal 2,4 m  Lebar tangga utama minimal

1,8 m

 Tinggi railing selasar 1,2 m (dengan bagian yang tertutup minimal 90 cm)

 Penggunaan ramp pada lantai dasar

Aspek Psikologis Seyogyanya terdapat pemasangan elemen dekoratif yang berhubungan dengan kebersamaan/ simbol area

(6)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

(7)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

BAB II

URAIAN PERHITUNGAN

2.1. PERHITUNGAN MEKANIKAL PLUMBING A. Air Bersih

Perkiraan jumlah orang pemakai gedung 2000 orang. Kebutuhan air rata-rata setiap hari = 20 liter/orang/hari. Kebutuhan air rata-rata setiap hari = 2000 orang x 20 liter/orang/hari = 40.000 liter/hari.

Auditorium efektif rata-rata 30% dipakai dalam 1 (satu) bulan, jadi kebutuhan air perkiraan 15.000 liter = 15 m3.

Kebutuhan air untuk pemadam kebakaran / fire hydrant minimal 500 GPM = 1,75 m3/menit.

Untuk 1 jam pemadaman kebakaran dibutuhkan 60 x 1,75 m3 = 105 m3. Jadi tandon air bawah = 105 m3 + 15 m3 = 120 m3.

Pemipaan air bersih memakai GIP medium, distribusi air bersih memakai pompa dan Pressure Tank.

B. Air Kotor

Jenis pipa yang dipakai adalah PVC type AW, warna abu-abu atau putih. Air kotor dan kotoran disalurkan ke saluran sampai ke Septictank. C. Air Hujan

Saluran air hujan dari atap dipakai talang PVC type AW. Rumus empiris : 1 m2 atap = 1 sq inch.

Contoh : 1000 m2 atap maka luas total talang 1000 inch2 luas talang Ø 4 inch diameter = π( D/2 )2 = 3,14 x 4 = 12,56 inch2 ( sq inch ).

Talang Ø 8”, luas = π( D/2 )2 = 3,14 x 16 = 50,24 sq inch. Atap 1000 m2 1000 sq inch, jumlah talang

1000/50 = 20 talang Ø 8”.

(8)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

PERHITUNGAN DRAINASE A = 3 Ha ( luas )

C = 0,6( koefisien pengaliran ) PUH = 2 th ( periode ulang hujan ) I = a / (tc+b)( intensitas hujan ) S = 0,002

Perhitungan waktu konsentrasi ( tc ) : C = 0,6 ; S = 0,002

Lo = 50 panjang tali air A = 2,45 Ha

V asumsi = 1,8 m/dt = 1,8 m / (menit x 60) = 108 m/menit Untuk Lo < 300 m to = 3,26(1,1-C)Lo1/2 / So1/3 to = 3,26(1,1-0,6)501/2 / (0,2)1/3 = 19,7 menit ta = L/V = 196 / 1,8 m/dt = 1,81 menit tc = to + ta = 19,7 + 1,81 = 21,51 menit Q = (100/36)C•I•A a < 80 Ha = (100/36) • 0,6 • 2,45 x 1200 / (21,51+20) = 2,77 x 1,47 x 1200/41,51 = 4,07 x 28,9 = 117,6 lt/dt

(9)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Perhitungan dimensi saluran : A saluran = b x h = 0,54 x 0,54 = 0,2916 V = Q / A = 0,1176 / 0,2916 = 0,4 m/dt Q = 117,6 lt/dt Dimensi saluran 50 cm x 50 cm D. PERHITUNGAN SEPTICTANK

Jumlah orang 2000 untuk septictank, jadi tiap septictank melayani 1000 orang. Untuk Gedung Pertemuan rata-rata 6 (enam) hari penggunaan.

Jumlah orang 6/30 x 1000 orang = 200 orang Kebutuhan septictank Bangunan :

= 1/5 Gedung Pertemuan = 1/5 x 200

= 40 orang

Untuk 25 orang ukuran septictank :

15 15 15 50 50 15 50 h b

(10)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

= 3,25 x 1,6 x 1,6 p x l x t = 8,32 M3

Untuk 40 orang ukuran septictank : = 40/25 x 8,32 M3

= 13,31 M3

Jadi ukuran septictank yang direncanakan : = 4,9 x 1,7 x 1,6 = 13,33 M3 p x l x t Lebar resapan 1,5 M 2.2. PERHITUNGAN ELEKTRIKAL FIRE PROTECTION A. Fire Alarm

Sistem untuk mendeteksi kebakaran secara dini dan secara otomatis. Sistem Fire Alarm terdiri atas :

1. Control Panel ( MCFA / Master Control Fire Alarm )

2. Detector ( Smoke Detector, ROR Detector, Fixed Detector ) 3. Manual break glass

4. Alarm bell

5. Indicator red lamp

Semua peralatan ini dikoordinasikan oleh MCFA. B. Hydrant

System penanggulangan kebakaran secara garis besar mempunyai peralatan sbb : 1. Pompa hydrant yang digerakkan dengan motor listrik.

2. Pompa hydrant yang digerakkan dengan diesel set.

3. Pompa jockey yang digerakkan dengan motor listrik untuk menjaga tekanan sistem. 4. Pemipaan luar dan dalam gedung, pipa harus dengan schedule 40.

5. Peralatan, pilar hydrant, box, fire house cabinet, siamese connection, dll.

(11)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

6. Panel kontrol pompa otomatis 7. PAR ( Pemadam Api Ringan )

Dalam gedung untuk luas 500 m2 minimal harus ada 1 buah pilar hydrant. Kapasitas pompa hydrant minimal 500 GPM, 3000 RPM dan head 70 m. Diesel pump kapasitas minimal 65 HP.

AIR CONDITIONING

Sistem penghawaan yang digunakan sebagai berikut : 1. Split duct connection

2. Single split wall mounted Air cooled split duct didesain dengan :

1. Temperatur udara kondensor 35º C

2. Kontrol kapasitas memakai step kontrol atau unloaded with thermo stat. 3. Refrigerant memakai R 22

4. Pengoperasian / fully automatic Perkiraan Beban AC

Ruang Serbaguna

Luas lantai kurang lebih 45 m x 52,5 m = 2362,5 m2

Beban AC 800 BTUH/m2 maka = 2362,5 m2 x 800 BTUH/m2 = 1.890.000 BTUH

Kita pilih AC split duct kapasitas 166.000 BTUH, Jumlah unit AC = 1.890.000/166.000 = 11,2 unit

= 11 unit saja

Perhitungan besaran duct memakai duct calculator, duct terbesar (main duct) 24”x16”, duct terkecil 12”x10”

PEKERJAAN ELEKTRIKAL/LISTRIK

(12)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Prinsip Desain Elektrikal

Supply utama oleh PLN dengan tegangan 20 W, 50 Hz, 3 Phasa melalui transformator di gardu. Pada waktu PLN mengalami gangguan maka supply listrik dilakukan dengan oleh genset dengan tegangan 380/220V, 50 Hz, 3 Phasa secara otomatis oleh AMF (automatic Main Failure).

Prinsip distribusi listrik radial dari LVMDP ke panel-panel distribusi dan sub distribusi. Untuk proteksi sistem listrik dilengkapi dengan pengaman hubungan singkat dan over load. Perkiraan beban listrik

- Beban penerangan umum 3000 m2 x 10 VA/ m2 = 30.000 VA - Beban AC keseluruhan

15 Kw x 11 unit = 165 Kw = 206.000 VA 4 x 2 PK = 8 PK = 8 x 1650 W

= 13.200 W = 16.500 VA

- Beban pompa distribusi 7,5 Kw = 9400 VA - Beban pompa kebakaran 39 Kw = 49.000 VA - Sound System 5000 VA = 5000 VA - Komputer 20 unit x 250 VA= 5000 VA

- Penerangan luar = 10.000 VA

- Penerangan lapangan olah raga = 20.000 VA ( bulutangkis / tenis dll )

- Telepon = 2.500 VA

- Beban gedung yang akan datang = 50.000 VA ( cadangan ) +

= 403.400 VA Beban terpasang Demand factor = 0,8

Beban terpakai = 0,8 x 403.400 VA = 322.720 VA = 325 KVA Back up power ( genset ) = 0,5 x 322.720 VA

(13)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

= 161 KVA Genset yang digunakan = 175 KVA Trafo yang digunakan = 500 KVA

II. SOUND SYSTEM

Ruang Auditorium ( R. Serbaguna ) dilengkapi Public Address System ditambah Wireless System untuk keperluan rapat dua arah.

Loud Speaker Column ada 16 type = 240 GM, 25 W, Mixer Amplifier 2 x 240 W dan wireless 1 unit.

III. TELEPON

Perkiraan jumlah telepon untuk karyawan dan staf sebanyak 30 orang, penyediaan PABX dengan 3 sambungan telkom dan kapasitas extention 50 sambungan.

(14)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

BAB III

SPESIFIKASI TEKNIS

III.1.PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

1. UMUM 1.1. Untuk mencapai hasil konstruksi pondasi yang sesuai dan memenuhi semua kriteria teknis di dalam perencanaan struktur pondasi yang telah dituangkan di dalam gambar rencana, maka pekerjaan pemancangan pondasi tiang di dalam proyek ini perlu mengacu kepada semua persyaratan teknis yang telah digunakan di dalam perencanaannya.

Persyaratan teknis penting yang diperlukan di dalam konstruksi pondasi akan dijelaskan berikut ini, yang meliputi Standard, Spesifikasi Material, Alat Kerja, Persiapan yang harus dilakukan dan Prosedur Pemancangan tiang pancang beton.

2. STANDARD 2.1. Sejumlah peraturan baku yang menjadi acuan di dalam penentuan persyaratan teknis ini adalah:

 Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung; SK SNI T-15-1991-03 dan PBI 1971 N.I-2  Standar Industri Indonesia (SII)

 American Concrete Institute (ACI)  American Welding Society (AWS)

 American Society For Testing and Materials (ASTM)  British Standard Code of Practice BS-8004 and BS-8110 3. MATERIAL Material tiang yang digunakan di proyek ini harus mengikuti

persyaratan mutu bahan maupun tata cara fabrikasi yang menjamin agar semua tiang dapat terpasang dengan baik sesuai rencana.

3.1. Mutu Bahan:

Digunakan dukung rencana per tiang sebesar 47 ton.tiang pancang mini 25 x 25 cm dengan kapasitas/daya

 Mutu beton tiang pancang K-400.

(15)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

 Tulangan utama tiang pancang memakai U40 (baja tulangan ulir) dan tulangan sengkang memakai U24 (baja tulangan polos).

 Pelat penyambung untuk tiang pancang memakai mutu pelat baja BJ-37.3.2.

3.2. Fabrikasi Tiang Pancang

 Semua tiang pancang harus memenuhi persyaratan produksi yang berlaku.

 Setiap tiang pancang yang diproduksi diberi tanda berupa nomor referensi, mutu beton, dimensi tiang dan tanggal pengecoran.

 Setiap nomor produksi harus dibuat sample kubus beton untuk inspeksi mutu beton.

 Setiap tiang pancang yang dikirim ke lokasi proyek harus sudah mencapai kekuatan minimal 325 kg/cm2

4. ALAT KERJA Berdasarkan dimensi tiang yang digunakan di dalam proyek ini (tiang pancang mini 25 x 25 cm dengan panjang effektif ( Leff ) = 14 m dari lantai atau sesuai gambar), maka alternatif alat pancang yang dapat digunakan dalam pemancangan ini adalah :

 Diesel Hamer K – 35 (Type Steem Hamer /kobelco) dengan ram stroke minimal dapat mencapai 1,5 meter.

Semua alat-kerja, seperti rig-pancang, diesel penggerak, hammer, helmet, cushion dan alat-bantu lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan ini harus dalam kondisi prima sehingga mutu pekerjaan maupun schedule yang ditentukan dapat tercapai.

5. PERSIAPAN Sejumlah pekerjaan persiapan yang perlu dilakukan oleh Kontraktor pancang sebelum memulai pekerjaan pemancangan adalah:

Pengukuran dan marking posisi titik pancang sesuai koordinat dalam gambar piling plan terbaru yang disetujui oleh perencana. Pengukuran harus dilakukan oleh surveyor yang qualified di bawah pengawasan Pengawas / Manajemen Konstruksi.

(16)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

 Sebelum pekerjaan pamancangan dimulai, kontraktor pancang akan mengajukan metoda kerja, alat yang digunakan dan schedule pemancangan beserta urutan pemancangan yang akan dilakukan kepada pengawas / pemberi tugas untuk mendapat persetujuan.

 Kontraktor pancang akan bertanggung-jawab terhadap kualitas pekerjaan sehubungan dengan metoda dan alat kerja yang dipilih.

6. PROSEDUR PEMANCANGAN TIANG PANCANG

Sejumlah persyaratan penting yang mutlak dipenuhi di dalam prosedur pemancangan adalah:

Tenaga Kerja Terampil. Kontraktor pancang wajib

menyediakan tenaga-kerja terampil dalam jumlah yang cukup dan terlatih serta di bawah pengawasan tenaga ahli profesional yang berpengalaman. Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor pancang harus menyampaikan struktur organisasi proyek beserta

curriculum vitae tenaga ahli yang terlibat di dalamnya.

Seleksi Tiang Pancang. Semua tiang pancang yang akan

dipancang harus terseleksi dan memenuhi kondisi sebagai berikut:

o Fisik tiang pancang harus cukup lurus dalam sambungan. o Umur beton terpenuhi dan telah mencapai kuat-tekan

minimal 325 kg/cm2.

o Tidak ada cacat atau pecah sampai mencapai tulangannya o Tidak ada retak struktur sampai menembus tulangannya

Pemakaian Cushion. Untuk mencegah kerusakan kepala tiang

akibat konsentrasi beban dinamik hammer pada saat pemancangan, semua kepala tiang yang akan dipancang harus dilindungan dengan cushion block yang cukup. Cushion block harus diperiksa dan diganti secara periodik untuk menjaga elastisitasnya agar tetap berfungsi memproteksi kepala tiang terhadap beban dinamik hammer.

Ketepatan posisi dan toleransi. Semua tiang pancang harus

dipancang pada posisi yang benar sesuai dengan posisi patok

(17)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

yang ditentukan dan dikonfirmasi terhadap gambar rencana yang telah disetujui perencana. Di dalam aplikasi pemancangan, umumnya tiang pancang akan cenderung bergeser dari patok yang ditentukan, oleh karena itu pergeseran yang boleh terjadi harus dibatasi menurut code of practice yang berlaku. Pergeseran arah horizontal kepala tiang harus dibatasi tidak lebih dari 5 cm. Penyimpangan arah vertikal harus dibatasi tidak lebih dari 0.5 % (persen) untuk tiang pancang yang seluruh panjangnya tertanam di dalam tanah, dengan catatan sumbu tiang harus lurus. Untuk kepala tiang yang diharuskan extend di atas muka tanah, maka penyimpangan vertikalnya harus dibatasi tidak lebih dari 0,2 % (persen). Segala biaya perbaikan yang timbul akibat penyimpangan dari ketepatan posisi dan toleransi yang sudah ditentukan adalah menjadi tanggung jawab kontraktor pancang.

Terminasi pemancangan. Setiap tiang pancang akan dipancang

secara kontinyu sampai mencapai kedalaman effektif 25 m dari dasar galian Basement. Apabila selama pemancangan, tiang telah mencapai lapisan tanah keras sebelum kedalaman 25 m dari dasar galian Basement, maka untuk end bearing piles, pemancangan dapat dihentikan bila ujung tiang telah mencapai 3 kali final set yang sesuai (1.5 cm untuk 10 kali pukulan terakhir berulang 3 kali berturut-turut), atau jumlah pukulan telah mencapai 2000 pukulan.

Pencatatan dan Laporan. Setiap tiang pancang yang

dipancang, mulai dari awal hingga akhir harus dicatat dalam

piling record form yang meliputi tanggal pemancangan, nomor

tiang, umur tiang, tipe dan ukuran tiang, jumlah tumbukan per 50 cm, kedalaman dan final set yang dicapai. Setiap lembar pencatatan ini harus diperiksa dan diketahui oleh Manajemen Konstruksi. Untuk ketertiban administrasi, kontraktor pancang perlu membuat laporan harian mengenai progress pemancangan yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi.

 Loading test type PDA kapasitas 100 ton 6 titik.

(18)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

III.2.PEKERJAAN BETON

1.SEMEN 1.1. Semua semen yang digunakan adalah semen portland lokal setara yang sesuai dengan syarat - syarat :

- Peraturan Semen Portland Indonesia ( NI.8-1972 ).

- Peraturan Beton Indonesia ( NI.2-1971 ). - Mempunyai sertifikat Uji ( test sertificate ). - Mendapat Persetujuan Perencana / Pengawas.

Gunakan hanya satu merk semen untuk semua pengecoran.

1.2. Dalam pengangkutan semen harus terlindung

dari hujan. Harus diterimakan dalam sak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat, dan harus disimpan digudang yang cukup ventilasinya dan diletakkan tidak kena air, diletakan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai. Sak-sak semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampaui 2 m atau maximum 10 sak, setiap pengiriman baru harus ditandai dan dipisahkan dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya. Semen yang disimpan lebih dari 60 hari tidak bisa dipakai lagi dalam pekerjaan.

1.3. Untuk semen yang diragukan mutunya dan kerusakan-kerusaka akibat salah penyimpanan dianggap rusak, membatu, dapat ditolak penggunaannya tanpa melalui test lagi. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam.

2.AGREGAT 2.1. Semua pemakaian koral (kerikil), batu pecah (aggregat kasar) dan pasir beton, harus memenuhi syarat-syarat

- Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (NI.3-1956)

(19)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

- Peraturan Beton Indonesia ( NI.2-1971 ).

- Tidak Mudah Hancur ( tetap keras ) , tidak porous.

- Bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanah liat atau kotoran - kotoran lainnya.

2.2. Koral (kerikil) dan batu pecah (aggregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 30 mm, untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan Pengawas.

2.3. Gradasi dari aggregat - aggregat tersebut secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air, dalam proporsi campuran yang akan dipakai.

2.4. Pengawas dapat meminta kepada Kontraktor untuk mengadakan test kualitas dari aggregat - aggregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Pengawas, setiap saat dalam laboratorium yang diakui atas biaya Kontraktor.

2.5. Dalam hal adanya perubahan sumber dari mana aggregat tersebut disupply, maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahukan kepada Pengawas.

Aggregat harus disimpan di tempat yang bersih, yang keras permukaannya dan dicegah supaya tidak terjadi pencampuran satu sama lain dan terkotori.

3.AIR. 3.1. Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjaan -pekerjaan di lapangan adalah air bersih, tidak berwarna, tidak mengandung bahan-bahan kimia (asam alkali), tidak mengandung organisme yang dapat memberikan efek merusak beton, minyak atau lemak. Memenuhi syarat-syarat Peraturan Beton Indonesia (NI. 2-1971) dan diuji oleh Laboratorium yang diakui sah oleh yang berwenang dengan biaya ditanggung pihak Kontraktor.

3.2. Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk dipakai.

(20)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

4.BESI BETON 4.1. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat :

- Peraturan Beton Indonesia (NI.2-1971).

- Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak-minyak, karat dan tidak cacat (retak-retak, mengelupas, luka dan sebagainya).

- Untuk  < 13 mm (polos), dipakai baja mutu U24, fy = 240 MPa.

- Untuk D  13 mm dan D = 10 mm (ulir), dipakai baja mutu U40, fy = 400 MPa.

- Bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan PBI 1971.

- Mempunyai penampang yang sama rata. - Ukuran disesuaikan dengan gambar-gambar.

4.2. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan-ketentuan di atas, harus mendapat persetujuan perencana/pengawas.

4.3. Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak diperkenankan untuk mencampur-adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Setiap pengiriman ke site harus disertakan denganMill Certificate. Produk yang disyaratkan antara lain : Cakra Tunggal Steel atau KS.

4.4. Kontraktor bilamana diminta harus mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai, sesuai dengan petunjuk Pengawas. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Pengawas. Jumlah test besi beton dengan interval setiap 100 ton besi diameter tertentu diadakan 1 buah test besi diameter tersebut atau setiap 1 truk diambil 1 buah tes besi. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap

(21)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

saat bilamana dipandang perlu oleh Pengawas.

4.5. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar atau mendapat persetujuan Pengawas. Hubungan antara besi beton satu dengan yang lainnya harus menggunakan kawat beton, diikat dengan teguh, tidak bergeser selama pengecoran beton dan tidak menyentuh lantai kerja atau papan acuan.

Sebelum beton dicor, besi beton harus bebas dari minyak, kotoran, cat, karet lepas, kulit giling atau bahan -bahan lain yang merusak. Semua besi beton harus dipasang pada posisi yang tepat.

4.6. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi (R.K.S.) diatas, harus segera dikeluarkan dari site setelah menerima instruksi tertulis dari pengawas, dalam waktu 2 x 24 jam.

5.MUTU BETON. 6.1. Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat PBI-1971. Kecuali ditentukan lain pada gambar kerja, kekuatan dan penggunaan beton adalah sebagai berikut : - Tiang Pancang mini 25 x25 cm, mutu beton K-400 - Kolom, balok dan pelat

 Kolom, balok dan pelat : K -400

6.2. Kontraktor diharuskan membuat

adukan percobaan (trial mix) untuk mengontrol kekuatan beton karakteristik dan daya kerja/durability sehingga mudah diratakan dan tidak terjadi segregasi dari agregat.

6.3. Pekerjaan pembuatan adukan percobaan (trial mix) tersebut diatas harus sudah dilakukan dan dilaporkan hasil test kubusnya sebelum pekerjaan beton yang dimaksudkan dimulai.

6.CETAKAN BETON 8.1. Kontraktor harus memberikan sampel bahan dan sistem yang akan dipakai untuk cetakan beton untuk disetujui oleh

(22)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Pengawas.

8.2. Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran yang melekat seperti potongan- potongan kayu, paku, tahi gergaji, tanah dan sebagainya.

8.3. Cetakan beton harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air hujan selama pengecoran, tetap lurus (tidak berubah bentuk) dan tidak bergoyang.

8.4. Design dan konstruksi cetakan beton harus dapat memikul kombinasi beban :

- Berat total cetakan, berat sendiri beton dan penulangannya.

- Beban konstruksi termasuk lalu lintas konstruksi dan efek dinamik dari pekerjaan konstruksi lainnya.

- Beban angin.

8.5. Lendutan maksimum cetakan beton harus < 1/500 bentang untuk beton ekspos dan < 1/360 bentang untuk struktur beton lainnnya.

8.6. Untuk beton exposed, cetakan beton yang digunakan harus memberikan hasil permukaan beton yang baik, halus (tidak kasar), tidak banyak sambungan dan mempunyai warna yang merata pada seluruh permukaan beton tersebut.

8.7. Permukaan cetakan beton yang bersentuhan dengan beton harus dicoating dengan form oli, untuk mempermudah saat pembongkaran cetakan dan memperbaiki permukaan beton. 8.8. Untuk pelat basement 2, basement 1, dinding basement,

GWT, STP, lantai atap/dak, pelat dan dinding kolam renang, balancing tank, fountain serta elemen struktur beton lainnya yang beresiko terhadap terjadinya rembesan air, maka kontraktor harus memasang waterstops pada setiap penghentian pengecoran/cold joint.

8.9. Waterstop yang digunakan adalah tipe swellable waterstop. Dapat digunakan produk Supercast SW10 ex Fosroc atau Masterflex 610 ex Degussa. Lokasi penempatan waterstop

(23)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

adalah di tengah-tengah penampang pelat beton atau dinding beton.

7.PENGECORAN BETON

9.1. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagian utama dari pekerjaan, Kontraktor harus memberitahukan Pengawas dan mendapatkan persetujuannya terlebih dahulu. Jika tidak ada persetujuan, maka kontraktor dapat diperintahkan untuk menyingkirkan/membongkar beton yang sudah dicor tanpa persetujuan, atas biaya Kontraktor sendiri.

9.2. Adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin, sehingga tidak memungkinkan adanya pengendapan aggregat dan tercampurnya kotoran-kotoran atau bahan lain dari luar. Penggunaan alat-alat pengangkutan beton dengan mesin pompa haruslah mendapat persetujuan Pengawas, sebelum alat-alat tersebut didatangkan ke tempat pekerjaan. Semua alat- alat pengangkutan yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan yang mengeras.

9.3. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan Pengawas.

9.4. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran - kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lain - lain) dan dibasahi dengan air semen. 9.5. Pengecoran dilakukan lapis demi lapis

dengan tebal tiap lapis maksimum 30 cm dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian, yang akan menyebabkan pengendapan aggregat.

(24)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

9.6. Untuk menghindari keropos pada beton, maka pada waktu pengecoran digunakan internal concrete vibrator. Pemakaian external concrete vibrator tidak dibenarkan tanpa persetujuan Pengawas.

9.7. Pengecoran dilakukan secara terus menerus (tanpa berhenti). Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton, dan juga adukan yang tumpah selama pengangkutan, tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. 9.8. Pada penyambungan beton lama dan baru,

maka permukaan beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan.

Apabila perbedaan waktu pengecoran kurang atau sama dengan 24 jam, beton lama disiram dengan air semen dan selanjutnya seperti pengecoran biasa.

Apabila lebih dari 24 jam, maka harus digunakan bahan additive untuk penyambungan beton lama dan beton baru. 9.9. Tempat di mana pengecoran akan

dihentikan, harus mendapat persetujuan Pengawas. Pemberhentian pengecoran menggunakan bekisting.

9.10. Apabila pada saat akan dilakukan pengecoran, adukan beton harus disupply lebih dari 1 supplier beton, maka setiap supplier beton harus diatur agar masing-masing mempunyai area pengecoran yang terlokalisir. Sebelum pengecoran, Kontraktor harus mengajukan layout pengecoran kepada MK/Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya terlebih dahulu.

III.3.PEKERJAAN WATER PROOFING

1. LINGKUP

PEKERJAAN

1.1. Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja untuk monitoring, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya termasuk pengangkutannya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan

(25)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

dalam gambar, memenuhi uraian syarat-syarat serta memenuhi spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan

2. PERSYAR

ATAN BAHAN DAN PENGGUNAAN

1.1. Bahan dan prosedur harus memenuhi yang ditentukan oleh pabrik dan standar-standar lainnya. Kontraktor tidak dibenarkan merubah standar dengan cara apapun tanpa persetujuan tertulis dari Direksi/MK.

1.2. Dinding Ground Water Tank (GWT), digunakan integral waterproofing, Conplast X421M ex Fosroc atau 3CC dengan HPI ex CEMENTAID. Water absorbtion yang diisyaratkan < 1,5 % (BS 1881 ; Part 122: 1983, test dilakukan pada umur 7 hari

1.3. Untuk pelat lantai dasar (area driveway, gutter, landscape dan ramp), digunakan waterproofing Conplast X421M ex Fosroc atau AQUAPEL dengan HPI ex CEMENTAID. Water absorbtion yang diisyaratkan < 1,5 % (BS 1881 ; Part 122: 1983, test dilakukan pada umur 7 hari.

1.4. Untuk pelat toilet dan atap/dak, digunakan waterproofing coating, dengan pemakaian minimum 2 kg/m2. Dapat digunakan produk Brushbond Flex ex Fosroc atau Barralastic ex Degussa.

Semua pipa sparing, tie rod, floor drain yang menembus beton waterproof harus menggunakan waterstop.

III.4. PEKERJAAN PASANGAN

1. BAHAN-BAHAN 2.1. Semen

Semen untuk pekerjaan pasangan harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton.

2.1. Pasir

Pasir pasangan untuk pekerjaan pasangan harus sama

(26)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton.

Gradasi pasir yang dipakai minimum 0,35 mm. 2.2. Air

Air yang dipakai untuk pekerjaan pasangan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam pekerjaan beton.

2.3. Bata

Bata harus bata biasa dari tanah liat, hasil produksi lokal dengan ukuran 5 x 12 x 22 Cm yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata, tanpa cacat atau mengandung kotoran.

Meskipun ukuran bata yang diperoleh disuatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut di atas harus diusahakan supaya tidak terlalu menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. Sesuai dengan pasal 81 dari A.V. 1941, minimum daya tekan ultimate 30 kg/cm. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

- Kualitas baik

- Pembakaran matang

- Warna merah (merah merata)

- Sisi dengan permukaan rata, tegak lurus runcing. - Keras dan tidak mudah patah

- Tidak terlihat garis-garis retak

Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh lebih besar dari 3 mm).

Bahan batu bata harus memenuhi syarat-syarat:

- Bermutu, matang, keras, ukuran-ukuran sama rata dan saling tegak lurus, tidak retak-retak, tidak mengandung batu dan tidak berlubang-lubang.

- Memenuhi syarat-syarat PUBB (NI. 3-1956).

Pemborong harus menyerahkan sample daripada bata yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari

(27)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi. Batu Bata yang ternyata tidak memenuhi syarat-syarat harus segera dikeluarkan dari site.

Proporsi adukan:

- Adukan waterproof (kedap air) --- 1 pc : 3 ps

- Pasangan ---- 1pc : 5 ps

Adukan yang tumpah ke bawah pada waktu pemasangan bata dan yang sudah ditinggalkan lebih dari 2 jam tidak boleh dipakai, atau dicampurkan dengan yang baru. 2.4. Bata Ringan

Batu bata ringan yang dipakai adalah produksi setara Hebel atau Jaya Celcon ukuran tebal 10 cm, 8,8 buah per m2. Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. Konsultan MK berhak menolak bata ringan yang tidak memenuhi syarat. Bahan-bahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. a. Pasangan Bata Ringan

Bata ringan yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh.

Tidak diperkenankan memasang batu bata ringan:

1. Yang ukurannya kurang dari setengahnya

2. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap

3. Setiap luas pasangan dinding bata ringan mencapai

12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom, dan ring balk).

Bata ringan dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus.

Dinding yang menempel pada kolom beton harus

(28)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

diberi angker besi setiap jarak 40 cm. Permukaan beton harus dibuat kasar. Pemasangan bata ringan diatas kusen harus dibuat balok latei 10/10. Pemasangan harus dijaga kerapihannya, baik dalam arah vertikal maupun horizontal.

Sela-sela disekitar kusen-kusen harus diisi dengan aduk

b. Perawatan dan Perlindungan.

1. Pasangan batu bata harus dibasahi terus menerus selama sedikitnya 7 hari setelah didirikan.

2. Pasangan batu bata yang terkena udara terbuka, selama waktu – waktu hujan lebat harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok.

3. Siar atau celah antara dinding dengan kolom bangunan, dinding dengan bukaan dinding atau dinding dengan peralatan, harus ditutup dengan bahan pengisi celah seperti disebutkan dalam Spesifikasi Teknis 07920.

2.5. Cladding

a. Lingkup pekerjaan

Meliputi semua pekerjaan, penyediaan bahan Cladding dan rangka Cladding lengkap dengan assesoriesnya pemasangan pada dinding bagian luar.

b. Bahan-bahan Cladding Memakai bahan Alcolux

c. Sebelum pengerjaan diajukan contoh potongan, warna, type dan spesifikasi lain untuk dipilih dan disetujui MK.

(29)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

2. METODE PELAKSANAAN

3.1.Cara dan perlengkapan untuk pengangkutan bata atau adukan harus sedemikian rupa sehingga tidak merusak bata atau menunda pemakaian beton.

3.2.Setelah permukaan pondasi disiapkan dengan baik, batu bata dipasang dengan adukan setebal antara 1,5 – 2,5 cm.

3.3.Bata tidak boleh dipasang pada waktu hujan lama atau hujan besar. Adukan yang hanyut karena hujan harus segera disingkirkan.

3.4.Tidak diperkenankan berdiri di atas pekerjaan bata sebelum pasangan mengeras.

3.5.Pada waktu pemasangan bata tersebut harus bebas dari air yang melekat.

3.6.Bata harus dipasang dengan baik, rata, horisontal, dikerjakan dengan alat-alat pengukur datar ataupun tegak (‘lot”, dan sebagainya), tegak tidak segaris (silang) permukaan baik dan rata, “bergigi” (tiap sambungan saling menutup).

3.7.Pada hubungan-hubungan dengan tiang-tiang beton atau pada ujung pasangan harus bergigi.

3.8.Pengakhiran pasangan bata harus dibuat bertangga menurun dan tidak diperkenankan tegak bergigi.

3.9.Setiap hari hanya diperkenankan memasang setinggi 1 m, kecuali dengan seijin Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi.

3.10.Jika setelah pekerjaan pemasangan ternyata ada bata yang menonjol atau tidak rata, maka bagian-bagian ini harus dibongkar dan diperbaiki kembali atas biaya kontraktor, kecuali Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi mengijinkan penambahan-penambahan.

3.11.Pemasangan bata harus dirawat/disiram dengan air sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi mengijinkan penambahan-penambahan.

3.12.Sebelum pemasangan, semua bata harus dibasahi dengan air bersih sampai kenyang, atau direndam dengan air.

(30)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

3.13.Bata yang pecah dengan ukuran yang kurang dari setengah tidak dibenarkan untuk dipakai. Untuk yang patah dua tidak boleh melebihi 5 % (lima persen).

3.14. Adukan 1 pc:3ps digunakan untuk:

- Dinding dalam, setinggi 20 Cm dari peil lantai dalam. - Dinding luar, setinggi 50 Cm dari peil lantai dalam.

- Dinding kamar mandi, WC, tempat cuci, setinggi pasangan keramik dinding sesuai gambar perencanaan.

3.15. Pemasang dilakukan secara bertahap, tiap tahap tidak boleh melebihi ketinggian 120 Cm.

3.16. Semua pemasangan harus terikat kuat dengan kolom, dinding-dinding beton, balok atau pelat beton dan bagian-bagian struktur lainnya. Penguatan untuk pasangan bata dilakukan menurut kebutuhannya atau atas petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas / Manajemen Konstruksi. Kolom-kolom praktis untuk penguat pasangan bata harus dibuat sedemikian rupa sehingga maximum setiap luas 12 m2 pasangan bata harus dikelilingi beton praktis ukuran 12 x 12 cm2 dengan mutu beton K-175 dengan tulangan 4  8 mm dan sengkang  6 jarak 20 cm. Demikian pula untuk pertemuan tegak lurus antara pasangan bata.

Pada sisi tegak yang berhubungan dengan beton/kolom harus dipasang angkur  12 mm dan sepanjang sisi tegak tersebut harus dicor dengan adukan 1 pc : 2 ps dengan tulang kawat ayam selebar minimum 30 cm (15 cm ke beton dan 15 cm ke bata).

Penguatan beton juga diberikan pada daerah-daerah pembukaan seperti bagian atas pintu/jendela dan lubang-lubang lainnya menurut petunjuk Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi. Pemasangan yang terhenti, harus dilindungi dari kerusakan-kerusakan dari air hujan dan sebagainya. Segera sesudah pemasangan selesai maka adukan-adukan yang menempel pada bata dan bagian luar yang tidak dipakai harus segera dibuang.

3.17. Pemasangan batu bata dilaksanakan pada bangunan genset,

(31)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

rumah pompa, lokasi kamar mandi dan pasangan yang kedap air (pasangan bawah lantai dan pasangan dinding tendon bawah).

III.5. PEKERJAAN PLESTERAN 1. PENGGUNAAN

JENIS PLESTERAN

3.1. Plesteran Kasar (Berapen)

Permukaan pasangan batu yang teredam di dalam tanah harus kedap air, harus diplester dengan menggunakan jenis plesteran 1 PC + 4 Pasir pasang.

3.2. Plesteran Halus

- Untuk penyelesaian permukaan dinding bata dengan plesteran, digunakan jenis plesteran 1 PC : 5 Pasir.

- Jenis plesteran 1 PC : 3 Ps. dipakai untuk semua permukaan trasram yang kelihatan dan tidak ditutup dengan keramik atau bahan penutup lainnya, beserta dinding yang berhubungan langsung dengan udara luar. Semua permukaan beton bertulang, ujung-ujung dan sudut-sudut dipakai jenis plesteran 1 PC : 2 Ps.

3.3. Acian

Setelah diplester dengan jenis plesteran seperti diuraikan dalam butir (b) di atas, selanjutnya permukaan plesteran diaci (semen dan air) hingga lurus.

3.4. Plesteran Siar

Bila ada plesteran siar untuk penyelesaian permukaan pasangan batu pecah atau bahan-bahan penutup lainnya digunakan jenis plesteran 1 PC : 3 Pasir.

2. PELAKSANAAN PLESTERAN

5.1. Guna penyelesaian muka beton dan dinding dipasang plesteran dengan tebal lapisan tidak kurang dari 1.50 cm kecuali ditentukan lain.

5.2. Lapisan harus dibentuk sedemikian rupa hingga merupakan permukaan yang rata, plesteran harus dilaksanakan dengan memakai alat hampar dari kayu dan disebarkan ke

(32)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

pinggir dengan memakai alat perata adukan sampai permukaannya rata dan halus.

5.3. Plesteran dibiarkan basah selama paling sedikit 2 (dua) hari setelah dipasang.

5.4. Mulailah membasahi dinding dan permukaan beton secukupnya begitu plesteran mengeras untuk menghindari kerusakan. Waktu kering dan panas, plesteran harus dijaga agar tidak terjadi penguapan terlalu banyak dan tidak rata.

III.6. PEKERJAAN KAYU

1. BAHAN-BAHAN Seluruh bahan kayu harus memenuhi persyaratan yang tercantum

pada:

NI-3-1970 (Peraturan Umum untuk Bahan Bangunan di Indonesia)

NI-5-1961 (Peraturan Konstruksi Kayu di Indonesia) Kayu yang dipakai adalah sebagai berikut:

Rangka pintu papan kayu kamper ukuran 6 x 15 cm

Kayu-kayu harus dari kualitas baik, tua, tidak ada getah, kering udara, tidak ada celah dan cacat lainnya.

Kelembaban kayu harus kurang dari 15 % untuk tebal kurang dari 7 cm.

Kayu untuk daun pintu/jendela kualitas cat.

Slimar kayu kamper untuk rangka pintu disesuaikan gambar detail daun pintu/jendela.

2. PEKERJAAN DAUN PINTU DAN

JENDELA

3.1. Pintu teakwood dari rangka/slimar kayu kamper dilapis kedua permukaan dengan teakwood tebal 4 mm difinish politur. 3.2. Pintu triplek dari rangka kayu kamper dilapis kedua

permukaan dengan triplek tebal 4 mm difinish cat kayu. 3.3. Pintu KM/WC/toilet pada permukaan dalam (arah basah)

ditutup Triplex lapis formica dan permukaan luar ditutup

(33)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

teakwood tebal 4 mm sesuai gambar.

3.4. Teakwood atau triplek ditempel dengan menggunakan lem Aica Aibon dan paku triplek pada bagian-bagian tertentu tertanam dengan kepala paku tempel dan didempul. Pemasangan harus rata tidak menggelembung.

III.7. PEKERJAAN KACA

1. LINGKUP

PEKERJAAN

1.1. Meliputi penyediaan bahan dan tenaga untuk pemasangan kaca pada daun jendela, bovenlicht, dan lain-lain sesuai gambar.

Pemasangan cermin pada semua wastafel sesuai gambar.

2. KACA 2.1.Produksi dari pabrik terkenal ex. Lokal Asahi atau setaraf

2.2.Mempunyai bidang licin, sejajar, tidak bergelombang-gelombang dan tidak menunjukkan effek lensa (tinted float glass).

2.3.Ukuran disesuaikan dengan gambar atau atas petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi.

2.4.Tebal disesuaikan dengan gambar rencana. Pada lantai 1 semua kaca menggunakan ketebalan 6 mm dan 8 mm

2.5.Warna kaca disesuaikan dengan permintaan.

III.8. PEKERJAAN PENGUNCI DAN PENGGANTUNG

1.BAHAN  Semua ‘Hardware’ yang

digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau penggantian ‘hardware’ akibat material yang ditunjuk sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik yang bersangkutan, maka dari pemilihan merek, kontraktor wajib melaporkan hal tersebut kepada Perencana/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan ulang.

 Semua anak kunci harus

dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat aluminium

(34)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal ini dihubungkan dengan cincin nikel ke setiap anak kunci.

Harus disediakan lemari penyimpanan anak kunci dengan’Backed Enamel Finish’ yang dilengkapi dengan kait-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan nomor pengenalnya. Lemari berukuran lebar x tinggi adalah 40 x 50 cm dengan tebal 15 cm berdaun pintu tunggal memakai engsel piano dan handel aluminim.

3. METODE PELAKSANAAN

o Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.

Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.

Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut.

o Untuk pintu toilet, engsel atas dan bawah dipasang +/- 28 cm dari permukaan pintu. Engsel tengah dpasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut.

o Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.

o Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus rapi, lurus dan sesuai letak posisi yang telah ditentukan oleh Konsultan Pengawas, apabila hal tersebut tidak tercapai Kontraktor wajib memperbaiki tanpa tambahan biaya. o Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur

agar daun pintu dan kunci tidak membentur tembok pada saat pintu dibuka.

o Door holder di dasar daun pintu dipasang 6 cm dari tepi daun pintu. Pemasangan harus baik sehingga pada saat ditekan ke bawah karet holder akan menekan lantai pada posisi yang dikehendaki. Door holder dipasang hanya pada pintu yang tidak menggunakan door closer.

o Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik,

(35)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

untuk itu harus dilakukan pengujian secara halus dan kasar. o Tanda pengenal anak kunci harus dipasang pada

pintu.

o Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detai pelaksanaan) berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Di dalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan poduk, cara pemasangan atau detail khusus yang belum tercakup secara lengkap dalam gambar dokumen kontrak sesuai dengan Standar Spesifikasi Pabrik.

o Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dulu oleh Konsultan Pengawas/Perencana.

III.9. PEKERJAAN PELAPIS LANTAI 1. PEKERJAAN

PELAPIS LANTAI DAN KERAMIK

Bahan lantai keramik gedung dari merk Roman atau Setara. Dengan ukuran 50 x 50 cm sesuai gambar warna standart – polos, tidak bergelombang permukaan rata.

Untuk keramik lantai teras 30 x 30 cm – warna standart

Untuk KM/WC menggunakan ukuran 20 x 20 cm – warna standart.

2. PELAKSANAAN Seluruh pekerjaan dinding, plafond

dan dibawah lantai yang akan dipasang keramik harus sudah selesai dikerjakan.

Adukan untuk alas/sambungan; 1pc : 3 ps.

Pemasangan harus rata, lurus dan saling tegak lurus.

Selesai pemasangan dalam ruangan, lantai harus bebas dari beban berat diatasnya.

(36)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Dibawah lantai keramik di lantai 1 dipasang rabat beton 1 : 3 : 5 tebal 5 cm.

III.10. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT

1. PELAKSANAAN Pasang Plafond plywood tebal 4 mm merk Jaya Boord dan setara, untuk kamar mandi menggunakan calcium silikat

tebal 4 mm merk Jaya Bord. ukuran 60 x 120 cm (tempat nat) sesuai gambar.

Panil-panil plywood tersebut dipasang pada kerangka plafond, dari besi hollow.

Lis profil menggunakan bahan list profil kayu (ukuran sesuai gambar).

III.11. PEKERJAAN PELAPIS DINDING 1. PELAPIS DINDING

DENGAN CAT

Dinding yang telah diplester dan diaci rapi perlu dilapisi oleh bahan pelapis plamir tembok, penyelesaiannya dengan menggunakan cat tembok

2. PEKERJAAN DINDING DARI KERAMIK

Bahan

Dinding keramik yang dipakai harus memenuhi syarat uji keramik menurut SII 0583-81, produk kelas 1 (KW 1) Proses single firing sekualitas IKAD/Roman atau setara ukuran 20 x 25 cm ( warna standart ).

Pelaksanaan

- Pemasangan dinding keramik dengan campuran perekat 1 pc : 3 psr.

- Pemasangan harus rata, lurus dan saling tegak lurus. Selesai pemasangan dinding, harus diberi semen pewarna untuk memberi kesan warna yang sama dengan warna

(37)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

keramik atau dengan tile grout.

III.12. PEKERJAAN PENGECATAN

1. BAHAN-BAHAN Sekualitas ICI Catylac untuk bagian interior.

Sekualitas Dulux Weather Shield Full Acrylic untuk exterior.

2. PELAKSANAAN Sebelum diadakan pengecatan dasar maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Dinding dan bagian yang akan dicat harus bebas dari retak-retak, pecah atau kotoran yang menempel harus dibersihkan.

Permukaan dinding sudah rata/kering dan halus serta rapih, dianggap wajar oleh Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi untuk dilapisi dengan lapisan dasar (pertama).

Semua proses pengecatan harus mengikuti petunjuk dari pabrik pembuat cat tersebut.

3.1. Pekerjaan Pengecatan untuk Tembok - Cat Tembok Dalam

a. Tembok yang akan dicat harus mempunyai cukup waktu untuk mengering, setelah permukaan tembok kering/dilakukan dengan membersihkan permukaan tembok dari pengapuran/pengkristalan yang biasa terjadi pada tembok-tembok baru, dengan amplas kemudian dengan lap sampai benar-benar bersih.

b. Kemudian dilapis tipis dengan plamir.

c. Pada bagian dimana banyak terjadi reaksi alkali dan rembesan air harus diberi lapisan Wall Sealer.

d. Setelah kering permukaan

(38)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

tersebut, diamplas lagi sampai halus.

e. Kemudian dicat dengan lapisan pertama

f. Bagian-bagian yang masih kurang baik, diberi plamir lagi dan diamplas halus sampai kering.

g. Kemudian dicat dengan lapisan kedua dan seterusnya.

- Cat Tembok Luar

Sama halnya dengan proses cat tembok dalam, Cuma pada pengecatan akhir tembok luar ini diberi cat khusus tembok luar (highly weather resistant exterior wall paint)

3.2. Pekerjaan Pekerjaan untuk baja dan logam

- Bersihkan debu, karat, minyak, gemuk dan kotoran-kotoran lainnya untuk permukaan yang akan dicat dengan lap kering. Penyikatan dengan sikat kawat harus diperhatikan, jangan sampai merusak lapisan / permukaan logam yang bersangkutan.

- Oleskan 1 (satu) lapis cat metal primer

- Setelah kering (kurang dari 6 (enam) jam), dibersihkan dari debu dan kotoran (bila ada) dengan kain lap, kemudian dilanjutkan dengan cat akhir.

- Bahan-bahan logam yang tertanam didalam pasangan atau beton tidak diizinkan untuk dimeni.

III.13. PEKERJAAN KUSEN ALUMINIUM 1. STANDAR /

RUJUKAN

2.1. Standar Nasional Indonesia (SNI)

- SNI 07-0603-1989 – Produk Alumunium Ekstrusi untuk Arsitektur.

2.2. British Standard (BS)

- BS 5368 (Part 1) – Air Inflitration - BS 5368 (Part 2) – Water Inflitration

(39)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

- BS 5368 (Part 3) – Structural Performance

2.3. American Society for Testing and Materials (ASTM). - ASTM B221M-91 – Specification for

Alumunium-Alloy Extruded Bars, Rods, Wire Shapes and Tubes.

- ASTM E-283 – Metode Pengujian Kebocoran Udara untuk Jendela dan Curtain Wall

- ASTM E-330 – Metode Pengujian Struktural untuk Jendela dan Curtain Wall

- ASTM E-331 – Metode Pengujian Kebocoran Air untuk Jendela dan Curtain Wall

2.4. American Architectural Manufactures Association (AAMA). - AAMA – 101 – Spesifikasi untuk Jendela dan

Pintu Alumunium

2.5. Japanese Industrial Standard (JIS)

- JIS H – 4100 – Spesifikasi Komposisi Alumunium Extrusi

- JIS H – 8602 – Spesifikasi Pelapisan Anodise untuk Alumunium

2.6. Spesifikasi Teknis

- 07920 – Penutup dan Pengisi Celah - 08700 – Alat Penggantung dan Pengunci - 08800 – Kaca dan Aksesoris

Digunakan setara YKK 4” warna Anodize 18 mikron

III.14. PEKERJAAN ATAP

1.U M U M 1.1. Pekerjaan yang berhubungan

 Pekerjaan Logam Struktural  Pekerjaan Logam Non Struktural  Pekerjaan Waterproffing Talang beeton

1.2. Contoh Bahan

Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan memberikan contoh bahan material yang digunakan

(40)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

lengkap dengan brosur.

2.BAHAN /PRODUK 2.1. Bahan yang digunakan adalah Metal Roof dengan ketebalan 0.35 mm.

2.2. Standard :

Memenuhi Standard Nasional Indonesia BJTTAS – 40

3.PELAKSANAAN 3.1. Pemasangan atap metal roof ini agar dilaksanakan tanpa sambungan, dengan kemiringan minimal 5%

3.2. Setiap lembaran atap alumunium dibutuhkan 4 buah sekrup untuk setiap gording.

3.3. Letak sekrup pada gording pada puncak gelombang.

Pihak kontraktor agar menyerahkan contoh bahan yang akan digunakan, dan memasangnya sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik.

III.15. PEKERJAAN RANGKA ATAP 1. 1. U M U M 1.1. Standard

a. Bahan Struktur / Konstruksi

(1). Kecuali kalau diatur secara tersendiri, bentuk profil, pelat dan kisi-kisi untuk tujuan semua konstruksi dibaut atau dilas harus baja karbon yang memenuhi persyaratan ASTM. A36 atau yang setara dan harus mendapat persetujuan MK.

(2). Kecuali kalau diatur secara tersendiri pipa-pipa untuk konstruksi dengan las harus dari baja karbon yang memenuhi ASTM. A53 type E atau S.

(3). Kecuali kalau diatur secara tersendiri bahan-bahan harus memenuhi spesifikasi “American Institute of Steel Construction ( AISC )” dan PPBBI Mei 1984.

b. Pengikat-pengikat : baut-baut, mur-mur / sekerup-sekerup

(41)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

dan ring-ring harus sebagai berikut :

(1). Untuk sambungan bukan baja ke baja :

Pengikat-pengikat harus dari baja karbon yang memenuhi persyaratan ASTM A370 dan harus digalvanis.

(2). Untuk sambungan baja ke baja :

Pengikat-pengikat harus dari baja karbon yang memnuhi persyaratan ASTM A325 dan atau : ASTM A490 dan harus terlapis Cadmium.

(3). Untuk sambungan logam yang berlainan ( tidak sama ) pengikat-pengikat harus baja tahan korosi memenuhi persyaratan ASTM A276 type 321 atau type lainnya dari baja tahan korosi.

(4). Ring-ring bulat untuk baut biasa harus memenuhi A.N.S.I. B27, type A.

c. Bahan-bahan las : bahan-bahan las harus memenuhi persyaratan dari “American Welding Society” ( AWS D1.0-69 : Code for Welding in Building Construction ).

(1). Baut angkur dan sekrup-sekrup / mur-mur harus memenuhi persyaratan ASTM. A36 atau A325.

(2). Lapisan seng : baja berlapis seng harus memenuhi persyaratan ASTM A123. Lapisan seng untuk produksi uliran sekrup harus memenuhi persyaratan ASTM A153.

(3). Baut dan mur yang tidak berlapis ( unfinished ) harus memenuhi persyaratan ASTM A307 dan harus biasanya type segi enam

( hexagon-bolt type ).

d. Semua bahan baja yang dipergunakan harus merupakan bahan baru, yaitu bahan yang belum pernah dipergunakan untuk

(42)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

konstruksi lain sebelumnya dan harus disertai sertifikate dari pabrik.

e. Peraturan-peraturan dan standar atau publikasi yang dipakai Peraturan-peraturan dan standar di bawah ini atau publikasi yang dapat dipakai harus dipertimbangkan serta merupakan bagian dari spesifikasi ini.

Dalam hal ini ada pertentangan, spesifikasi ini menentukan.

(1). Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia ( PPBBI ) Mei 1983.

(2). American Institute of Steel Construction ( AISC ) “Manual of Steel Construction-7th Edition”.

(3). American National Standards Institute ( ANSI ) : B27.265 Plain Washers.

(4). American society for Testing and Materials (ASTM ) specifications :

A 36 – 70a Struktur Steel

A 53 – 72a Welded and Seamless Steel Pipe

A153 – 71 Zink Coating (hot dip ) on Iron and Steel Hardware

A307 – 68 Carbon Steel externally Threaded Standard Fasteners

A325 – 71a High Strength Bolts for / structural Steel Joint, Including Sutiable Nuts and Palin Hardener Washers

A490 – 71 Quenched and Tempered Alloy Steel Bolts for Structural Steel Joints

(43)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

Contoh Bahan

a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh material : baja profil, kawat las, cat dasar / akhir dan lain-lain untuk mendapatkan persetujuan Pengawas / MK.

b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh MK akan dipakai sebagai standar / pedoman untuk pemeriksaan / penerimaan material yang dikirim kontraktor ke site. c. Kontraktor diwajibkan untuk membuat tempat

pesnyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui di bengkel Pengawas / MK.

III.16. PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITASI/PLUMBING

1. BAHAN-BAHAN 2.1. Perlengkapan Sanitasi harus dilengkapi fitting-fitting, stop

kran dan perlengkapannya.

2.2. Barang yang dipakai adalah produk merk INA, atau yang setaraf, mempunyai permukaan yang halus, licin dan mengkilap dari bahan keramik.

2.3. Perlengkapan Sanitasi terdiri dari: - Closet duduk

- Urinoire - Washtafel

- Fixed shower head

- Kran (putar, lengan panjang )

- Tempat sabun (cuci tangan dan mandi) - Floor drain

- Clean out

(44)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

- Cermin

Atau seperti yang dicantumkan dalam gambar

2. PEKERJAAN PELAKSANAAN

4.1. Sebelum pemasangan dimulai, kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar. 4.2. Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar

dengan gambar, gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Perencana/Konsultan Pengawas.

4.3. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat bila ada kelainan/perbedaan di tempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.

4.4. Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pekerjaaan dan fungsinya.

4.5. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik.

4.6. Pekerjaan Wastafel

a. Wastafel yang digunakan merk TOTO atau setara lengkap dengan segala accessoriesnya seperti tercantum dalam brosurnya. Type-type yang dipakai dapat dilihat pada schedule sanitair terlampir

b. Wastafel dan perlengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi, baik tidak ada bagian yang cacat dan telah disetujui oleh Konsulta Pengawas.

c. Ketinggian dan konstruksi pemasangan disesuaikan gambar serta petunjuk-petunjuk dari produksennya dalam brosur. Pemasangan harus baik, rapi, waterpass dan dibersihkan dari semua kotoran dan noda dan penyambungan instalasi plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran

(45)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

4.7. Pekerjaan Urinal

a. Urinal berikut kelengkapannya yang digunakan adalah merk TOTO type yang dipakai adalah; dengan fitting standard

b. Urinal yang dipasang adalah urinal yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian-bagian yang rusak atau cacat dan telah disetujui Konsultan Pengawas.

c. Pemasangan urinal pada tembok menggunakan baut fischer atau stainless steel dengan ukuran yangcukup untuk menahan beban seberat 20 kg tiap baut.

d. Setelah urinal terpasang, letak dan ketinggian pemasangan harus sesuai gambar.untuk itu, baik waterpassnya. Semua celah-celah yang mungkin ada antara dinding dan urinal ditutup dengan semen berwarna sama dengan urinal sempurna. Sambungan instalasi plumbingnya harus baik tidak ada kebocoran air.

4.8. Pekerjaan kloset

a. kloset duduk dengan segala kelengkapannya yang dipakai adalah TOTO, AMSTAD atau yang setara.

b. Kloset jongkok berikut kelengkapannya dipakai merk TOTO. Type-type yang dipakai termasuk kran tekan, warna akan ditentukan Perencana.

c. Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian yang retak atau cacat dan telah disetujui Konsultan Pengawas.

d. Untuk dudukan dasar kloset dipakai papan jati tua tebal 3 cm dan telah dicelup dalam larutan pengawet tahan air, dibentuk seperti dasar kloset. Kloset disekrupkan pada papan tersebut dengan sekrup kuningan.

(46)

Kampus : Jl. Amal Lama No.01 Tarakan 77123 Po.Box 170 Telp.0551-5507023 Fax.0551-2028655, 36324 e-mail : ubt@borneo.ac.id

e. Kloset harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggiannya sesuai gambar, waterpass. Semua noda-noda harus dibersihkan, sambungan-sambungan pipa tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.

4.9. Pekerjaan kran

a. Semua kran yang dipakai kecuali kran dinding adalah merk TOTO dengan chromed finish. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat sanitair. Kran-kran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyai ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding tipe T.23 B 13 v 7(N). Kran-kran yang dipasang di halaman harus mempunyai ulir sink dan dapat disambung dengan pipa leher angsa (extention). b. Stop kran yang dapat digunakan merk Kitazawa

bahan kuningan dengan putaran berwarna hijau diameter dan penempatan sesuai gambar.

c. Kran harus dipasang pada pipa air bersih dengan kuat, siku, penempatannya harus sesuai dengan gambar.

4.10. Floor drain dan clean out

a. Floor drain dan clean out yang digunakan adalah metal verchroom, lubang dia. 2” dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor rain dan depverchron dengan draad untuk clean out merk TOTO atau setara.

b. Floor drain di pasang di tempat-tempat sesuai gambar.

c. Floor drain yang dipasang telah diseleksi baik, tanpa cacat dan disetujui konsultan pengawas. d. Pada tempat yag akan dipasang floor drain, penutup

lantai harus dilubangi dengan rapi, menggunakan pahat kecil dengan ukuran dan bentuk sesuai ukuran floor drain

e. Hubungan pipa metal dengan beton/ lantai

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :