• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PROSES FISIOLOGIS TUMBUHAN 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH PROSES FISIOLOGIS TUMBUHAN 2"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PROSES FISIOLOGIS TUMBUHAN 2

Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Konsep Dasar IPA 2 Dosen Pengampu : Prima Mutia Sari, M. Pd.

Oleh : Kelompok 5 1. Seprida Tuvani 2001025043 2. Siti Afifah Fadhilah 2001025218

3. Ryah Amelya 2001025288

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah - Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul PROSES FIOLOGIS TUMBUHAN 2 ini tepat pada waktunya . Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Prima Mutia Sari, M.Pd pada bidang study PGSD mata kuliah Konsep Dasar IPA 2. Selain itu , makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta reproduksi tumbuhan bagi para pembaca dan juga bagi penulis . Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Prima Mutia Sari M.Pd , selaku dosen Konsep Dasar IPA 2 di PGSD yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesua i dengan bidang studi yang kami tekuni . Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagi an pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini . Kami menyadari , makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna . Oleh karena itu , kritik da n saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 15 Maret 2021

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I...1

PENDAHULUAN... 1

a. Latar Belakang Masalah... 1

b. Rumusan Masalah...1

c. Tujuan Penulisan... 2

BAB II... 3

ISI DAN PEMBAHASAN... 3

1. Pertumbuhan pada Tumbuhan... 3

1.1. Perkembangan Pada Tumbuhan...7

1.2. Reproduksi Pada Tumbuhan... 10

1.3. Penyerbukan dan Pembuahan... 15

BAB III... 18

PENUTUP... 18

a. Kesimpulan...18

b. Saran... 19

(4)

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Masalah

Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Maka dari itu terdapat pohon yang tadinya kecil kemudian menjadi besar. Hal tersebut terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organisme. Pertumbuhan bersifat tidak dapat kembali (irreversible). Sedangkan, perkembangan merupakan proses untuk mencapai kematangan fungsi suatu organisme. Walaupun berbeda dari segi pengertian, namun kedua proses ini berjalan secara simultan atau pada waktu yang bersamaan dan saling terkait. Adapun perbedaannya terletak pada faktor kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu tejadi perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya, perkembangan hanya dapat dinyatakan secara kualitatif karena terjadi perubahan fungsional dalam tubuh suatu organisme sehingga tidak dapat diamati.

Sistem reproduksi pada tumbuhan terdiri dari reproduksi reksual (Generatif) dan reproduksi aseksual (vegetatif). Pada reproduksi seksual atau generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru.Sistem reproduksi seksual (generatif) dilakukan oleh tumbuhan berbiji atau yang biasa disebut dengan Spermatophyta. Tumbuhan berbiji ini diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok, yaitu gimnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Hal ini diliat dari ada atau tidak adanya kotiledon pada biji tumbuhan tersebut. Perkembangbiakan secara genaratif terjadi jika benang sari menempel di atas kepala putik. Benangsari merupakan alat kelamin jantan pada bunga,sedangkan kepala putik merupakan alat kelamin betina pada bunga.Penyerbukan dapat dibantu oleh angin,air,serangga dan tangan manusia. Penyerbukan yang dibantu oleh angin contohnya tanaman:padi,gandum,pohon jambu dan lain lain.Tanaman yang penyerbukannya di bantu manusia contohnya tanaman vanili dan anggrek. Tanaman yang memiliki bunga biasanya penyerbukannnya dibantu oleh serangga.

b. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan ? 2. Uraikan Tahap Awal Pertumbuhan !

3. Apa saja Jenis Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan ? 4. Apa itu reproduksi seksual (generatif) pada tumbuhan ?

(5)

5. Apa itu tumbuhan biji terbuka (gimnospermae) ? 6. Apa itu tumbuhan biji tertutup (angiospermae) ?

c. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan 2. Menguraikan Tahap Awal Pertumbuhan

3. Menjelaskan Jenis Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan 4. Mengetahui itu reproduksi seksual (generatif) pada tumbuhan. 5. Mengetahui itu tumbuhan biji terbuka (gimnospermae). 6. Mengetahui itu tumbuhan biji tertutup (angiospermae)

(6)

BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN

1. Pertumbuhan pada Tumbuhan

Pertumbuhan merupakan suatu ciri fundamental dari seluruh makhluk hidup. Pertumbuhan sering diartikan secara sederhana sebagai suatu pertambahan ukuran, tetapi harus hati-hati dalam menggunakan definisi yang kurang lengkap ini. Sebagai contoh, ukuran sel tumbuhan mungkin menjadi lebih besar pada saat menyerap air melalui osmosis, tetapi proses ini kemungkinan akan kembali ke ukuran asal dan oleh karenannya tidak bisa diartikan sebagai pertumbuhan yang sebenarnya. Juga, selama pembelahan zigot dan embrio awal, dalam hal ini peningkatan jumlah sel tanpa peningkatan dalam ukuran (volume atau massa). Disini hasilnya pembelahan sel tanpa diikuti oleh peningkatan ukuran sel turunan. Proses ini merupakan suatu perkembangan di satu sisi dan mungkin hal ini dapat dipandang sebagai pertumbuhan meskipun fakta bahwa tidak terjadi peningkatan ukuran selnya.

Phrase pertumbuhan dan perkembangan biasanya digunakan untuk menjelaskan prosesproses yang diartikan secara umum sebagai pertumbuhan. Berawal dari satu individu sel, pertumbuhan organisme multiseluler dapat dibagi menjadi 3 fase :

1) Pembelahan sel (hyperplasia), suatu peningkatan jumlah sel sebagai suatu hasil pembelahan mitosis dan pembelahan sel,

2) Ekspansi sel (hypertrophy), suatu peningkatan ukuran sel yang irreversible sebagai hasil dari pengambilan air atau sintesis dalam protoplasma.

3) Diferensiasi sel, spesialisasi sel, dalam pengertian disini tumbuh juga mencakup berkembang.

Setiap proses tersebut dapat terjadi pada waktu tertentu yang terpisah. Contohnya, pembelahan yang sudah disebutkan di atas. Suatu peningkatan dalam volume tanpa perubahan jumlah sel mungkin juga terjadi, seperti pada daerah dari sel yang mengalami pemanjangan pada ujung akar dan ujung batang pada tumbuhan tinggi. Dalam kasus organisme bersel tunggal seperti bakteri, pembelahan sel berkaitan dengan reproduksi (bukan pertumbuhan dari individu tapi pertumbuhan dari populasi).

Seluruh tahapan pertumbuhan mencakup aktivitas biokimiawi. Sintesis protein merupakan bagian penting, karena hal ini berarti pesan-pesan dari DNA diekspresikan dalam sintesis enzim oleh sel. Enzim-enzim mengontrol aktivitas sel. Perubahan-perubahan pada tingkat sel membawa perubahan dalam

(7)

keseluruhan bentuk dan struktur, baik pada tingkat organ-organ tersendiri maupun organisme secara keseluruhan, dan proses ini dikenal sebagai morfogenesis

Definisi pertumbuhan sebaiknya memenuhi kriteria peningkatan dalam ukuran yang terjadi pada seluruh organisme bersel tunggal sampai hewan dan tumbuhan tingkat tinggi, yang mencerminkan aktivitas metabolisme berasosiasi dengan pertumbuhan. Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai suatu peningkatan dalam berat kering protoplasma yang irreversible. Pada pengertian disini mencerminkan suatu pengingkatan dalam jumlah protein yang sudah disintesis, dan fakta bahwa proses sisntesis protein membentuk dasar pertumbuhan.

Pertumbuhan bisa positif atau negatif. Pertumbuhan positif terjadi bila anabolisme melebihi katabolisme, sedangkan petumbuhan negatif terjadi bila katabolisme melebihi anabolisme. Sebagai contoh, dalam peristiwa perkecambahan biji dan produksi semaian berdasarkan variasi parameter fisik, besarnya meningkat, seperti jumlah sel, ukuran sel, berat basah, panjang, volume dan kompleksitas bentuk, tetapi pada sisi lain seperti berat kering secara aktual menurun. Dari definisi, perkecambahan dalam kasus ini adalah contoh yang tepat saat pertumbuhan negatif.

Berbeda dengan sebagian besar hewan yang memiliki pertumbuhan terbatas, sebagian besar tumbuhan terus tumbuh selama mereka masih hidup, suatu keadaan yang dikenal sebagai pertumbuhan tidak terbatas. Walapun demikian untuk organ tumbuhan tertentu, seperti daun dan bunga, memperlihatkan pertumbuhan yang terbatas.

Selama tumbuhan masih mampu untuk bertahan hidup, tumbuhan dapat tumbuh tidak terbatas karena tumbuhan memiliki jaringan embrionik yang selalu tersedia, yang disebut meristem, pada daerah pertumbuhan. Sel-sel meristematik terus membelah menghasilkan selsel baru. Beberapa produk pembelahan ini tetap berada pada daerah meristematik untuk menghasilkan lebih banyak lagi sel. Sementara yang lain menjadi terspesialisasi dan digabungkan ke dalam jaringan dan organ tumbuhan yang sedang tumbuh. Sel- sel yang tetap berfungsi untuk menghasilkan sel-sel baru di dalam meristem disebut sel-sel inisial atau permulaan. Sel-sel baru yang digantikan dari meristem, yang disebut derivatif atau turunan, terus membelah selama beberapa saat, sampai sel-sel yang mereka hasilkan mulai mengalami spesialisasi di dalam jaringan yang sedang berkembang.

(8)

Meristerm apikal, berada pada ujung akar dan pada pucuk tunas, menghasilkan sel-sel bagi tumbuhan untuk tumbuh memanjang. Pemanjangan ini disebut pertumbuhan primer, memungkinkan akar membuat jalinan di dalam tanah dan tunas untuk meningkatkan pemaparannya terhadap cahaya matahari dan karbon dioksida. Pertumbuhan primer menghasilkan apa yang disebut tubuh primer tumbuhan, yang terdiri dari tiga sistem jaringan: jaringan dermal, jaringan pembuluh, dan jaringan dasar. Pada herba (bukan tumbuhan berkayu), yang terjadi hanya pertumbuhan primer. Namun demikian, pada tumbuhan berkayu terdapat juga pertumbuhan sekunder, yaitu adanya aktivitas penebalan secara progresif pada akar dan tunas yang terbentuk sebelumnya oleh pertumbuhan primer. Pertumbuhan sekunder adalah produk meristem lateral, kambium pembuluh dan kambium gabus, berupa silinder-silinder yang terbentuk dari sel- sel yang membelah ke samping di sepanjang akar dan tunas. Kambium gabus, menggantikan epidermis dengan jaringan dermis sekunder, seperti kulit yang lebih tebal dan keras. Sedangkan kambium pembuluh, menambahkan lapisan jaringan pembuluh, seperti xilem sekunder yang terakumulasi selama bertahun- tahun.

Pada tumbuhan berkayu (Gimnospermae dan Angiospermae hanya Dikotil), pertumbuhan primer dan sekunder terjadi pada waktu yang bersamaan akan tetapi pada lokasi yang berbeda. Pertumbuhan primer dibatasi pada bagian termuda, ujung akar dan tunas, dimana terletak meristem apikal. Meristem lateral berkembang di daerah yang sedikit lebih tua pada akar atau tunas yang agak jauh dari ujung. Pada tempat tersebut terjadi pertumbuhan sekunder untuk menambah diameter organ. Bagian tertua dari akar dan tunas, misalnya pangkal cabang pohon, memiliki akumulasi jaringan sekunder yang paling besar yang dibentuk oleh meristem lateral. Setiap musim tumbuh, pertumbuhan primer menghasilkan perbesaran bagian muda pada akar dan tunas, sementara pertumbuhan sekunder menebalkan dan menguatkan bagian yang lebih tua tumbuhan tersebut. Proses pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan tidaklah sesederhana seperti uraian di atas. Pertumbuhan pada setiap organ tumbuhan memiliki kharakteristik tersendiri. Untuk memahami secara mendalam Anda dapat mempelajari lebih jauh pada buku sumber yang ada (lihat daftar pustaka). Secara ringkas sebagai contoh pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder pada batang tumbuhan berkayu dibagankan seperti di bawah ini.

(9)

Pertumbuhan dalam embrio terjadi melalui pembelahan sel, pemanjangan, dan diferensiasi. Jumlah protein, selulosa, asam nukleat dan sebagainya terus meningkat di daerah pertumbuhan, sementara berat kering cadangan makanan menurun. Ciri pertama yang dapat dilihat dari pertumbuhan adalah munculnya akar embrio yang disebut radikula. Radikula bersifat geotropisme positif dan akan tumbuh ke bawah dan menjadi jangkar embrio. Berikutnya, batang embrio yang disebut plumule, muncul dan bersifat geotropisme negatif (dan bersifat fototrpisme positif jika di atas tanah) akan tumbuh ke atas.

Ada dua tipe perkecambahan mengacu pada ada tidaknya kotiledon yang tumbuh di atas tanah atau tetap di dalam tanah. Pada kotiledon, jika pada bagian aksis batang atau internodus, hanya hipokotil (kotiledon bawah) yang memanjang, kemudian kotiledon diangkat ke atas tanah. Perkecambahan seperti ini disebut perkecambahan epigeal. Jika internodus di bagian atas kotiledon (epikotil yang memanjang) kemudian kotiledon tetap tinggal di dalam tanah. Perkecambahan seperti ini disebut perkecambahan hipogeal.

Pada perkecambahan epigeal, hanya bagian kait pada hipokotil yang tumbuh menembus tanah, sehingga bagian plumule yang halus tidak terkena tanah dan dilindungi oleh kotiledon yang tertutup. Pada perkecambahan hipogeal, epikotil membentuk kait, kembali melindungi ujung plumule. Pada dua kasus, struktur kait segera lurus terhadap pendedahan cahaya, respon ini dikontrol oleh fitokrom.

Pada rumput, yang termasuk monokotiledon, plumule dilindungi oleh sebuah pelepah yang disebut koleoptil yang bersifat fototropisme positif dan geotropisme negatif. Daun Xilem primer pertama tumbuh melalui koleoptil dan membuka gulungannya sebagai respon terhadap cahaya. Pada saat muncul terkena cahaya sejumlah respon yang dikontrol fitokrom terjadi dengan cepat, secara kolektif dikenal sebagai fotomorfogenesis. Proses ini secara keseluruhan

(10)

berpengaruh terhadap suatu perubahan dari etiolasi ke pertumbuhan normal.

1.1. Perkembangan Pada Tumbuhan

Perkembangan adalah penjumlahan seluruh perubahan secara progresif merincikan tubuh organisme. Zigot tumbuhan adalah sebuah sel tunggal yang tidak memiliki kemiripan apapun dengan organisme yang akan dibentuknya nanti. Tiga proses perkembangan yang saling tumpang tindih merubah sel telur yang dibuahi itu menjadi sebuah tumbuhan: pertumbuhan, morfogenesis, dan diferensiasi seluler.

Pertumbuhan, suatu peningkatan ukuran yang prosesnya tidak dapat dibalik, dihasilkan dari pembelahan sel dan pembesaran sel. Melalui suatu rangkaian pembelahan mitosis, zigot akan menjadi embrio multiseluler di dalam sebuah biji. Setelah perkecambahan, mitosis akan dimulai, yang sebagian besar terpusat pada meristem apikal dekat dengan ujung akar dan ujung tunas. Akan tetapi pembesaran sel-sel yang baru dibuat inilah yang bertanggung jawab terhadap peningkatan ukuran sesungguhnya dari suatu tumbuhan.

Jika perkembangan hanya sekedar masalah pertumbuhan, maka zigot akan menjadi sebuah bola sel yang mengembang. Pada kenyataannya, pertumbuhan disertai dengan morfogenesis, yaitu perkembangan bentuk. Dalam proses ini dihasilkan sel-sel, jaringanjaringan, dan organ-organ, yang memberi struktur dan bentuk organisme dewasa. Embrio yang terbungkus dalam biji memiliki kotiledon dan akar, serta tunas rudimenter, yaitu produk mekanisme morfogenetik yang mulai beroperasi dengan pembelahan pertama zigot. Setelah benih berkecambah, morfogenesis terus membentuk sistem akar

(11)

dan tunas tumbuhan yang sedang tumbuh. Sebagai contoh, morfogenesis pada ujung tunas akan memantapkan bentuk daun dan sifat morfologis lainnya.

Perbedaan mendasar antara tumbuhan dan hewan tercermin dalam morfogenesisnya. Sebagian hewan bergerak melalui lingkungannya; tumbuhan, sebaliknya, tumbuh melalui lingkungannya. Pertumbuhan tumbuhan yang tanpa batas, merupakan fungsi dari bagian tumbuhan yang berada di daerah ujung tunas dan ujung akar yang tetap bersifat embrionik selama kehidupan tumbuhan tersebut. Daerah ini bukan saja merupakan pusat untuk pertumbuhan berkelanjutan, tetapi juga untuk morfogenesis berkelanjutan.

Bentuk saja, tentunya, tidak memungkinkan suatu organ tumbuhan melaksanakan fungsinya. Masing-masing organ seperti misalnya daun, memiliki suatu keragaman jenis sel yang dikhususkan untuk fungsi tertentu dan ditempatkan dilokasi tertentu. Sebagai contoh, sel pelindung yang membatasi stomata sangat berbeda struktur dan fungsinya dari sel-sel di sekitarnya pada

(12)

epidermis. Contoh lain adalah perkembangan xilem dan floem dari kambium pembuluh selama pertumbuhan sekunder. Perolehan ciri struktur dan fungsi sel yang spesifik ini disebut diferensiasi sel.

Sangat luar biasa bahwa sel-sel yang begitu beragam seperti sel pelindung, anggota pembuluh tapis, dan pembuluh xilem yang semuanya berasal dari satu sel yang sama, yaitu zigot. Diferensiasi seperti itu akan tersu berlangsung sepanjang hidup tumbuhan, begitu juga meristem yang mempertahankan pertumbuhan tak terbatas.

Diferensiasi menunjukkan sintesis protein yang berbeda pada jenis sel yang berbeda. Sebagai contoh, suatu sel xilem yang sedang berkembang membuat enzim yang menghasilkan lignin, yang mengeraskan dinding sel. Sebaliknya, sel pelindung tidak membuat enzim untuk sintesis lignin dan memiliki dinding yang lentur. Perbedaan dalam produksi enzim ini memberikan sumbangan pada perbedaan struktur yang berhubungan dengan fungsi yang berlainan pada kedua jenis sel ini. Pembuluh xilem berfungsi sebagai penyokong ( dan juga dalam transpor), dan dinding selnya yang keras cocok dengan fungsi ini. Sel pelindung, sebaliknya, mengontrol ukuran stomata dengan cara menubah bentuknya, suatu fungsi yang memerlukan dinding yang lentur. Dalam tahap akhir diferensiasi, suatu sel xilem akan melepaskan enzim hidrolitik yang merusak protoplas, dan meninggalkan dinding selnya. Tidak ada tahapan metabolik seperti itu pada yang terjadi selama diferensiasi sel pelindung.

Apa yang membuat diferensiasi sedemikian menarik adalah bahwa sel- sel sautu organisme yang sedang berkembang mensintesis protein yang berbeda dan memiliki struktur dan fungsi yang berlainan meskipun mereka memiliki kumpulan gen yang sama. Pengklonan keseluruhan tumbuhan secara utuh dari sel somatik mendukung kesimpulan bahwa gen-gen sel yang sedang berdiferensiasi tetap utuh. Jika suatu sel dewasa dikeluarkan dari akar atau daun dapat dibuat mengalami diferensiasi dalam biakan jaringan dan menjadi berbagai jenis sel tumbuhan, maka sel tersebut harus memiliki semua gen yang diperlukan untuk membuat berbagai jenis sel ini. Hal ini berarti bahwa diferensiasi seluler bergantung, sampai pada keadaan tertentu, pada kontrol ekspresi gen yang berperan penting dalam pengaturan transkripsi dan translasi yang mengarah pada produksi protein spesifik. Sel-sel yang memiliki gen-gen yang sama akan mengikuti jalur perkembangan yang berbeda karena mereka secara selektif mengekspresikan gen tertentu pada waktu tertentu selama diferensiasinya. Suatu sel pelindung memiliki gen yang memprogram penghancuran diri sendiri untuk suatu protoplas xilem, akan tetapi ia tidak akan

(13)

mengekspresikan gen tersebut. Suatu unsur pembuluh xilem memang mengekspresikannya, akan tetapi hanya pada waktu tertentu pada diferensiasinya, setelah sel itu memanjang dan menghasilkan dinding sekundernya. Para peneliti mulai mengetahui mekanisme molekuler yang menghidupkan atau mematikan gen tertentu pada waktu yang kritis dalam perkembangan sel. Dari uraian yang panjang di atas, jelaslah bahwa diferensiasi sel bergantung pada kontrol ekspresi gen yang berinteraksi baik langsung maupun tidak langsung dengan lingkungannya.

1.2. Reproduksi Pada Tumbuhan

A. Reproduksi Vegetatif

1) Reproduksi Vegetatif atau Aseksual

Reproduktif vegetatif yaitu terjadinya individu baru tanpa didahului adanya peleburan dua sel kelamin. Reproduksi vegetatif dapat terjadi karena bantuan manusia, yang disebut perkembang biakan vegetatif buatan dan terjadi tanpa bantuan manusia, yang di sebut perkembangbiakan vegetatif alami. Macam reproduksi vegetatif alami yaitu : pembelahan sel, fragmentasi, Pembentukan Tunas Tunas Adventif. Gemmae Pembentukan Spora Rhizoma (Akar Tinggal atau Rimpang) Stolon . Geragih Umbi Batang . Umbi Lapis Umbi Akar a. Reproduksi Vegetatif Alami

 Pembelahan Sel

Pembelahan sel terjadi pada tumbuhan berel satu.Misalnya, pada bakteri dan alga yang bersel satu antara lain Chlorella.  Fragmentasi

Fragmentasi adalah reproduksi aseksual dengan cara memisahkan sebagian tubuhnya yang kemudian menjadi individu baru. Misalnya dengan pembentukan hormogonium adalah potongan benang yang terpisah dari benang lama dan kemudian menjadi benang baru, antara lain terjadi pada Oscillatoria atau alga biru.

 Pembentukan Tunas

Reproduksi vegetatif pada ragi (Saccharomyces cerevisiae) yaitu dengan pembentukan tunas. Tunas tersebut akan lepas dan menjadi individu baru. selain itu sel ragi dapat menjadi askus

(14)

yang kemudian mengalami meiosis dan terbentuk empat askospora yang haploid.

Pembentukan tunas terjadi pula pada tumbuhan tingkat tinggi dan biasanya disebut anakan, misalnya paku, rumput, dan pisang. pada tumbuhan tersebut, bagian batang yang ada di dalam tanah dapat membentuk tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru dekat induknya dan membentuk koloni.

1. Tunas Adventif

Tunas adventif dalah tunas yang tidak tumbuh pada ketiak daun atau ujung batang, tetapi tumbuh pada bagian tanaman yang biasanya tidak bertunas, misalnya pada akar atau daun. contoh cocor bebek (Bryophyllum), kesemek, dan sukun.

2. Gemmae

Gemmae, misalnya terdapat pada lumut hati dan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.

3. Pembentukan Spora

Reproduksi vegetatif dengan pembentukan spora, misalnya pada jamur, lumut, dan paku.

4. Rhizoma (Akar Tinggal atau Rimpang)

Rhizoma adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah dan membengkak karena berisi cadangan makanan. pada ketiak dari sisik dan ujung rhizoma terdapat tunas yang dapat tumbuh menjadi individu baru , misalnya: kana, lengkuas, ganyong, kunyit, dan keladi.

5. Stolon

Stolon adalah batang yang tumbuh menjalar dalam tanah, tetapi tidak membengkok, seperti halnya dengan rhizoma. Di ketiak sisi dan ujung stolon terdapat tunas yang dapat tumbuh menjadi individu baru. misalnya : alang – alang dan rumput teki.

6. Geragih

Geragih adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan tanah, tidak menyimpan cadangan makanan. misalnya : pegagan, rumput, dan strawberry.

7. Umbi Batang

Umbi batang adalah batang di dalam tanah yang berubah fungsi menjadi tempat cadangan makanan. Di beberapa tempat dari umbi terdapat mata tunas. Jika umbi batang ditanam, tunas

(15)

tersebut akan tumbuh menjadi individu baru. misalnya : kentang, gadung, dan uwi.

8. Umbi Lapis

Umbi lapis adalah batang yang pendek, ruas – ruasnya sangat rapat, dan dikelilingi oleh berlapis – lapis daun yang saling menutup. Pada ketiak daun terdapat calon tunas (siung) yang dapat tumbuh menjadi individu baru. misalnya : bawang merah dan bawang putih.

9. Umbi Akar

Umbi akar adalah pangkal akar yang membengkak berisi cadangan makanan. misalnya: ketela pohon, dahlia , ubi jalar, dan wortel. jika pada umbi akar tidak terdapat tunas adventif. maka tidak merupakan alat reproduksi vegetatif, misalnya ketela pohon.

2) Reproduksi Vegetatif Buatan

Reproduksi vegetatif buatan ada beberapa macam, yaitu :Mencangkok, menempel (okulasi), merunduk, Enten (menyambung), stek, dan Kultur Jaringan.

1. Mencangkok

Mencangkok adalah cara perkembiakan vegetatif dengan membuang sebagian kulit dan kambium secara melingkar.kambium harus di buang sampai bersih. Tujuan mencangkok adalah untuk memperoleh tumbuhan yang cepat berbuah dan sifatnya sama dengan induknya , misalnya : mangga, sawo, jeruk , dan rambutan.

2. Menempel (okulasi)

Menempel adalah menggabungkan bagian tubuh dua tanaman yang mempunyai sifat berbeda. masing – masing tanaman umumnya mempunyai kelebihan. misalnya : dengan menempelkan mata tunas tumbuhan yang buahnya banyak pada tumbuhan yang sistem perakarannya baik. contohnya : jeruk, kopi, dan karet.

3. Merunduk

Merunduk adalah membengkokkan bagian batang atau cabang kebawah, kemudian di benamkan ke dalam tanah. pada bagian cabang yang tertimbun tanah akan tumbuh akar. setelah akarnya kuat bagian cabang ini di potong. misalnya : alamanda, anyelir, apel, dan anggur.

(16)

Pada dasarnya menyambung sama dengan menempel, yaitu menggabungkan bagian dua tanaman yang mempunyai sifat berbeda. tanaman yang perakarannya kuat di sambung dengan tanaman yang buahnya baik, misalnya : kopi dan buah – buahan.

5. Stek

Stek adalah cara mengembangbiakkan tanaman dari potongan – potongan batang atau cabang yang di tancapkan dalam tanah,misalnya: ketela pohon.

6. Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah menanam jaringan tmbuhan pada substrat (bahan makanan buatan), sehingga tumbuhan menjadi tanaman yang sempurna dan mampu di pindahkan, misalnya : anggrek.

3) Reproduksi Generatif

Merupakan gamet jantan dan gamet betina.pada tumbuhan biji(spermatophyta),terdapat alat kelamin jantan penghasil serbuk sari yang akhirnya menghasilkan sel sperma dan alat kelamin yang mempunyai ovum.proses perkembangbiakan tumbuhan biji mempunyai dua pristiwa yaitu penyerbukan dan pembuahan.penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) adalah menempelnya serbuk sari ke mikrofil (liang bakal biji),sedang pada tumbuhan biji tertutup (angiospermae) adalah menempelnya serbuk sari ke kepala putik. Pembuahan adalah bersatunya inti sperma dengan ini ovarium.pada tumbuhan gymnospermae terjadi pembuahantunggal , sedangkan pada angiospermae terjadi pembuahan ganda.Bunga memiliki peranan yang penting dalam proses perkembangbiakan.

Secara umum bunga memiliki :

a.Alat perkembangbiakan (putik dan benang sari) b.Alat perhiasan bunga (mahkota dan kelopak bunga) c.Dasar bunga

d.Tangkai bunga

Alat Reproduksi Alat perkembangbiakan tumbuhan biji adalah putik (pistil) dan benang sari (stamen)

(17)

Putik adalah alat kelamin betina yang dapat menghasilkan sel kelamin betina dan di sebut sel telur (ovum) Bagian – bagian putik sebagai berikut :

b) Kepala putik (stigma)

Kepala putik berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan di atas kepala putik terdapat bulu-bulu yang sangat halus dan berlendir sehingga dapat membantu menangkap serbuk sari.

c) Tangkai putik dan d) Bakal buah

Bakal buah terdapat paling dekat dengan dasar bunga (Reseptakulum) bakal buah berisi satu ? lebih bakal biji (ovulum). e) Benang Sari

Benang sari adalah alat kelamin jantan yang dapat menghasilkan sel kelamin jantan yang di sebut sel sperma (Spermatozoid).

Alat Perhiasan Bunga:

 Mahkota Bunga

Fungsinya untuk menarik serangga penyerbuk, pelindung benang sari dari putik dan sebagai tempat hinggap serangga yang akan menghisap madu.

 Kelopak Bunga

Fungsinya melindungi bunga pada waktu masih menguncup untuk menarik perhatian serangga dan hewan agar dapat membantu proses penyerbukan.

Macam – macam Bunga Berd asarkan kelengkapannya bunga di bedakan menjadi :

1. Bunga Lengkap

Bunga yang memiliki seluruh bagian bunga. Contohnya kembang sepatu, bunga mawar, bunga melati.

2. Bunga Tidak Lengkap

Bunga yang tidak memiliki satu/lebih bagian bunga. Contohnya bunga kelapa dan bunga sulak. Berdasarkan kelengkapannya alat perkembangbiakan, bunga di bedakan menjadi 2 : Bunga Sempurna Bunga yang memiliki benang sari dan putik sekaligus / bunga berkelamin ganda, contohnya bunga pepaya, bunga kacang panjang, bunga aster, dan bunga padi. Bunga Tidak Sempurna Bunga yang memiliki benang sari/putik saja. Jika memiliki benang sari di sebut

(18)

bunga jantan yang menghasilkan spermatozoid (contoh mata pada bunga jagung). Jika hanya memiliki putik disebut bunga betina, menghasilkan sel telur (contoh tangkai pada bunga jagung).

1.3. Penyerbukan dan Pembuahan

1. Penyerbukan Peristiwa sampai melekatnya serbuk sari ke kelapa putik. Macam – macam Penyerbukan Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari ke kepala putik:

a. Anemogami (Dengan perantara oleh angin) Ciri – cirinya : 1. Tidak mempunyai perhiasan bunga/ memiliki , tetapi

sanngat kecil dan sederhana.

2. Warna bunga tidak menarik,Mirip daun. 3. Putiknya tidak tersembunyi dan panjang

4. Kepala putik besar, berbulu dan terentang keluar bunga. 5. Benang sari panjang & bergantung, sehingga mudah

bergoyang jika di tiup angin.

6. Serbuk sari sangat banyak, kecil, ringan dan kering, tidak berdekatan sehingga mudah di tiup angin.

7. Tidak mempunyai kelenjar madu (nektar).

b. Hidrogami adalah penyerbukan yang di perantarai oleh air. contohnya kangkung.

c. Zoidiogami adalah penyerbukan dengan perantara hewan. 1. Entomogami (serangga), contohnya kupu – kupu dan

kumbang.

2. Ornitogami (burung), contohnya bunga sepatu dan alamanda

3. Kriptogami (kelelawar), contohnya jambu dan mangga. 4. Malakogami (siput), contohnya pisang dan talas.

d. Antropogami adalah penyerbu kan sengaja atau buatan yang dilakukan manusia. contohnya fanili.

Berdasarkan asal serbuk sarinys penyerbukan dapat di bedakan menjadi : 1. Penyerbukan sendiri (Autogami) adalah penyerbukan yang terjadi jika

serbuk sari berasal dari bunga itu sendiri. Penyerbukan di lakukan pada saat bunga masih menguncup/ kleistogami.

2. Penyerbukan Tetangga (Geitonogami) adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga lain pada satu pohon.

3. Penyerbukan silang (Allogami) adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang sejenis.

(19)

4. Bastar (hidrogami) adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang berbeda jenis.

Macam - macam Bastar

1. Bastar Antarkulvitar (Varietas) contohnya antar mangga golek dengan mangga gadung.

2. Bastar Antar jenis (Spesies) contohnya antar mangga dengan mangga kweni.

3. Bastar antar marga (Genus) contohnya antar cabai dengan terong.

2. Pembuahan adalah bersartunya sperma dengan ovum. a. Gymnospermae

Alat reproduksi tumbuhan gymnospermae, bakal biji dan serbuk sari masing – masing berkumpul dalam satu badan di ebut strobilus. Jalannya Penyerbukan :

1. Serbuk sari pada tetes penyerbukan melalui lubang mikrofil terdiri atas 1 sel generatif dan 1 sel vegetatif. 2. Serbuk sari berubah menjadi buluh serbuk dan menuju

ruang arkegonium, sel generatif membelah menjadi dinding sel (dislokalor) dan sel spermatogen, selanjutnya spermatogen membelah membentuk sel spermatozoid. 3. Buluh serbuk sari sampai ruang arkegonium, sel

vegetatif lenyap dan masing – masing sel spermatozoid membuahi 1 sel telur (di sebut pembuahan tunggal) yang akhirnya menjadi zigot dan dewasa.

b. Angiospermae Jalannya Pembuahan :

1. Serbuk sar sampai ke kepala putik dengan gerak kemotropisme, serbik sari menuju ka bakal biji dan berubah menjadi buluh serbuk sari.

2. Pada saat buluh serbuk sari mancapai mikrofil, inti vegetatif mati dan terjadi pembuahan sebagai berikut :

 Satu inti generatif membuahi sel telur yang kemudian manjadi embrio.

 Satu inti generatif membuahi inti kandung lembaga sekunder yang akan menjadi endospermae, sebagai cadangan makanan embrio

(20)

3. Setetah pembuahan yang akan terjadi selanjutnya adalah berikut ini

 Kelopak bunga dan mahkota bunga akan layu sebagai usaha penghematan energi.

 Daun buah akan menjadi kulit buah.

Pembuahan angiospermae disebut pembuahan ganda, karena satu inti generatif membuahi sel telur dan lainnya sel kandung lembaga sekunder.

No Pembeda Pembuahan Tunggal Pembuahan Ganda

1 Proses pembuahan 1 kali 1 kali

2 Jumlah inti sperma 1 2

3 Hasil pembuahan Embrio (zigot) Embrio (zigot)

Emdospermae 4 Selisih waktu penyerbukan

dan Pembuahan

Relatif cepat Sangat lama (sampai berbulan–bulan)

5 Jumlah serbuk sari 2 sel 1 sel

6 Struktur spermatozoid Seperti rumah siput dan rambut getar

Seperti rumah siput tapi tak berambut

(21)

BAB III PENUTUP

a. Kesimpulan

Pertumbuhan adalah suatu proses pertumbuhan ukuran dan volume serta jumlah secara irreversibel , yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula . Sedangkan perkembangan merupakan suatu proses menuju kedew asaan yang bersifat kualitatif . Bila kita menanam biji tanaman , dapat diamati bahwa dari hari ke hari terjadi perubahan tinggi . Secara kualitatif , terlihat bentuk awal ( biji ) yang demikian sederhana menjadi bentuk tanaman yang lengkap . Faktor eksternal atau lingkungan yang berpengaruh adalah faktor iklim, tanah dan biologis.Faktor internal ( dalam ) terdiri atas faktor intrasel yaitu sifat dari induknya , dan faktor intersel yaitu macam-macam hormon antara lain auksin , giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumalin, dan kalin.

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) merupakan Heterospora. Tumbuhan berbiji membentuk struktur megasporangia dan mikrosporangia yang berkumpul pada suatu sumbuh pendek.Miasalnya struktur seperti konus atau strobilus pada conifer dan bunga pada tumbuhan berbunga . Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Dengan ciri sebagai berikut :

 Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar  Ujung akarnya terlindung oleh tudung akar atau kaliptra

 Endodermis pada akar maupun batang mengandung banyak zat tepung  Pada silinder pusat akar dan batang terdapat fasis atau ikatan pembuluh

yang sel-selnya belum berfungsi sempurna.

 Angiospermae merupakan golongan tumbuhan yang memiliki tingkat perkembangan lebih tinggi dibandingkan golongan tumbuhan lain. Ciri dan struktur angiospermae. Memiliki bakal biji yang tidak tampak karena terbungkus dalam suatu badan yang berasal dari daun buah. Badan itu disebut bakal buah (ovary). Alat reproduksi angiospermae adalah bunga sesungguhnya dengan bermacam-macam bentuk dan susunan, kebanyakan bunga bersifat hemafrodit karena memiliki alat kelamin jantan dan betina. Daun angi ospermae kebanyakan pipih dan lebar . Ada berupa daun tunggal da nada juga berupa daun majemuk. Batang dan akar angiospermae ada yang memiliki cambium dan ada yang tidak memiliki cambium. Sedangkan akarnya dapat berupa akar

(22)

tunggang atau serabut.

Biji merupakan perkembangan dari bakal biji. Pada tumbuhan spermatophyta, biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena setiap biji mengandung lembaga (embrio) sebagai calon individu baru. Bantuk, struktur dan ukuran biji bervariasi ditentukan oleh perkembangan jaringan- jaringan penyusun bakal biji setelah prmbuahan.

b. Saran

Diharapkan kepada para pembaca sekalian, agar setelah memahami materi yang kami sampaikan ini, pembaca dapat mengerti dan menambah ilmu serta wawasannya. Dengan dibentuknya makalah ini kami berharap kita semua dapat lebih menghargai seberapa pentingnya tumbuhan tumbuhan bagi kehidupan kita.

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Rudyatmi E, Peniati E, Setiati N,

REPRODUKSI PADA TUMBUHAN, diakses 11 Maret 2021

https://fkip.unri.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/BIOLOGI-BAB-6-Reproduksi-PadaTumbuhan.pdf

Menulis artikel dan karya ilmiah , diakses 11 Maret 2021,

file:///C:/Users/windows/Documents/KD%20IPA%201/Pertumbuhan_dan_perkemba ngan_pada_tumbuhan.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Akibatnya, proses perubahan UUD 1945 tidak didasari oleh suatu desain yang komprehensif, minimnya keterlibatan masyarakat secara substantif, dan hasil perubahan UUD 1945 yang

Dinamakan sebagai piagam karena isi naskah ini mengakui hak-hak kebebasan beragama dan berkeyakinan, kebebasan berpendapat dan kehendak umum warga madinah suapya

Standar akuntansi yang digunakan sebagai prinsip syariah merupakan kunci sukses bagi bank atau lembaga keuangan syariah untuk menjalankan sistemnya dalam rangka

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan pendapatan petani karet di Desa Bhakti Negara diantaranya faktor luas lahan, modal, tenaga

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari simulasi numerik metode elemen hingga dengan perangkat lunak komputer untuk studi kasus sambungan balok ke kolom,

Bila kita identifikasi sesuai dengan arsitektur aplikasi e-business perusahaan, maka disana kita akan melihat Garuda Indonesia memberikan kerangka kerja konseptual yang

(2) Perencanaan operasional harus diterjemahkan ke dalam jadwal produksi utama yang menentukan kuantitas dan waktu jangka pendek produksi utama yang menentukan

Pemasaran internasional yang merupakan keadaan suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat