• Tidak ada hasil yang ditemukan

resiko tidak dapàt nélayani langganan sesuai denkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "resiko tidak dapàt nélayani langganan sesuai denkan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 11 LANDASAN TEORI

PEHGERT IAH PERSEDIAA;

Setiap perusahaan dalam mempertahankan kelanearan dan kesinanbungan proses produksi, selalu :enerlukan persediaan bahan baku baik perusahaan besar, menengih lnaupuh

perusahaan kecil, akan tetagi keadAan dan Jumlahnya

ber6eda-beda . Tanpa adanya persed iaan , perusahaan akan mengalam i

. '

resiko

tidak

dapàt nélayani langganan

sesuai denkan

pérm intaan tepat pada uaktunya.

Kurang terkontrolnya dan terorganisas inya persed iaan akan menghilangkan kesempatan bag i pengusaha didalan menperoleh keuntungan yang seharusnya d idapatkan.

Dua pendapat Sarjana Ekononi mebumuskan pengertian

persediaan sebaga i berikut

''Persed iaan adalah sebagai suatu aktiva yang neliputi

bàrang-babang nilik perusahaan dengan maksqd dijuàl dalan

suatu periode usaha yang nornal,

atau persediaan

bahan

baku yang lnenunggu penggunaannya dalam suatu proses

produksi.'

'

(Assauri,

1980 :

176)

'

'Pqrsediaan barang sebagai elemen utama dari modal kerja

merupakan aktiva yang selalu dalan keadaan berputar, d imana secara terus-menerus mengalami perubahan.

''

(Riyanto,

1964

59)

Sehubungan dengan ha1 tersebut d iatas naka penulis menérik

l

tesimpulan

bahwa

persediaan

merupal

tan sejumlah bahan

baku yang disediakan oleh pèrusahaan untuk menjaga

kelan-caran operasi perusahaan yang harus dilaksanakan secara teratur dan berturu t-turut guna memenuhi permintaan konsumen

t e p a t W a k t u .

(2)

% s y VYN

y

/'

-

.

4

x

-

z

,

h

'

.

N

%

#+ .

$

l

.x ,< q za ., $: v ; . -v1 a >*> % 'ee / ? t. -.. . m .) -.v> . j,

.- x --v,

$

.

.

:

$

e

.

'

:

:

'

'

a

,r;.j;).,,/

j

j

j

r

'

-'

j .

.

,

.

.

. --,,j-., ,

j

,

.

r,

,

a

,

y

;

,

.

,

.

-

,

,

$

..

.

..

,

. .L-. u - '.k -t.- p f I . .. , .

jo.

a

x

.

t

**.

.

. .

.

)

j

k

,

PEHTIHGKYA PERSEDIAAL) BAHAM BAKtJ

Persediaan bahan baku merupakan salaln satu unsur yang d 'o m i n a n

d i p e r o l e 17 , d iu b a h

d a lam op e r as i pe rusahaan yang s e e ara lton t inu e

dan dijual kembali.

Bagi perusahaan

per s ed iaan bahan b aku sang at pen t ing industri atau pabrik,

artinya karena dengan adanya persed iaan bahan baku akah

mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan

yang h a r u s d i. laltukan secar a berturut-turut untuk

memproduksi barang-barang yang

selanlutnya

kepada konsumen .

men yampa i kan

Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka ditegaykan o leh Assaur i ( 1980

p e r lu d i ad akan ., a n t a 1*a

Henghilangkan resiko keterlambatan datanknya bahan baku

yang dibutuhkan perusahaan .

bahua persed iaan bahan baku b e 1.gu n a u n t u k

Henghilangkan

baik,

sehing#a'r

e

s i ko d

a.

r i b

a

h

an b aku yan

g d ip e

s

an t

id

a

k

altan memakan gaktu un tu k men g'emb a l i kannya . H empe r tahan kan s tab i l i tas ope r as i pe ru sahaan at au

m

e

n

j am

i

n k

e l

an r

2

a

r

an a

r

u

s p

r

od

u

l

t

s i .

H en e ap a i p en gfun aan me s in s e c ar a op t, i ma l .

Supaya dapat memberiltan pelayanan kepada langganan untuk dapat d ipenuhi éetiap waktu .

Dengan d em i k i an malta p e r s ed i aan b ahan b aku mempunya i. peran penting bagi setiap perusahaarl, sebab dengan adanya pe r s ed i aan yang eu kup d an d engan ltu a l i t as yang b a i k t en tu'n ya akan d ap a t nte mp e 1- l all c a r p r o s e s p r odu 1ts i d an o p e r as i

(3)

FAKTOR-FAKTOR YAIqG HEHPEKGARUHI PERSEDI AAH BA!qAt$ BAKU F ak t o r - f a k t o r y a 11 g m e m p e n ga r u 17 i p e r s ed i a aln b al7an b a ltu ada beberapa maeam dan faktor tersebut salipg berhubungan ,

yang sama-sama mempengaruhi jul

nlah persediaan bahan

baku

yang ad a d a lam pe ru s ahaan . Fakto r - f ak to r yang mempengaru h'i persediaan menurut Ahyari (1985 60) adalah sebagai berikut

Perkiraan Pemakaian Bahan Baku

Herupakan perkiraan tentang berapa banyaknya junlah unit

bahan baku yang akan dspergunakan untuk kepentingan proses produksi dan suatu periode berdasarkan atas

perencanaan produksi maupun jadgal produksi yang telah

disusun oleh perusahaan . . '

Harga Bahan baku

Herupakan faktor penentu seberapa besar dana yang harus disediakan oleh perusahaan untuk investasi d>lam persediaan ini . Sehubungan dengan masalah ini maka besarnya biaya modal yang harus d itangggng oleh perusahaan tentunya harus d iperhitungltan dengan baik pula . Semakin tingg i harga bahan baku yang d ipergunakan

maka untul

t mencapai sejumlah persediaan tentu

akan

d iperlukan dana yang senakin besar pu la . Dengan demikian lnalta b iaya modsl dari modal yang tertanam d idalam persediaaln akan semakin t'inggi pula .

Blaya-biaya Pqrsediaan

Persediaan bahan baku perusahaan tentunya tidak akan melepaskan diri dari adanya biaya-biaya persed iaan yang harus d itanggung oleh perusahaan , seperti biaya pesan ,

sekalipùn .

Keb i.J aksanaan Pembelian

S ebe r ap a b e s ar d an a yan g d ap at d igun a ltàn un t u k in ve s t as i

d

a

lam p

e r s

ed i aal

) in i akan d ip

e

n

ga

1*

u l

n

i o 1 e

h k

eb i

J a

ks

an aan

pembe

lanj aan p

e ru sahaan .

Se l

a

in

i.

tu'

J uga

d i l i.hat

apakah d an a un tu k p e r sed i. aan i'n i. altan mempero l e h

p

r i o

r i

t

as p

e r t

am

a ,

1

1

ed u

a a

t,

au j u s t r

u y

an

g t e

r

a

k

h i

1*

.

Pemakaian Yang Sebenarnya

S e b e r ap a b e s a 1- p e n ye r ap an b a h a.n b a ku ,0 l e h p r o t e s

p 1* od u k s i , s e r t a b aga i man a hu b u ng an n ya d e n gaI t p e r k i r 'aan

emaka

i@n yang te

l

ah d

i

su

sun haru

s sen

an

t iasa d

i

an

isa

p

s e h ingga akan d ap at d i su su n p e r lt i r aan ltebu tu haln p p ma k a i an b alnan b aku ln e n d e kat i 1( e n ya t aan s eb e n a r n ya . 6 . @aktu Tunggu

(4)

14

p eme s an an bahan b aku d engan d a tangn ya LJa han b a ku ' i tu s e nd i r i , d en gan d i. ke t alnu inya galt tu tu n ggu yang tfep a t ma ka e r u s a h a an a k a n d a p a t m e mb e ). i p a d a s a a t y a n g t e p a t p u 1 Et , s e h ingga r e s i ko p en u mpu kan 1) e ru s a h aan a t au ke ku r angàn d ap a t d i t e lt an .

Hodel Pembelian Bahan

hf od e 1 in i d ip e r gun aka n un tu k men en tu kan b e s ar d an 1<e e i lnya pe r s ed i aan b a.h an b a ku yang d i s e su a i kan d engan

s i tu as i d an Q ond i s i d ar i p e r s ed i aan b a han b aku un tu k

nasing-nas ing perusahaan . '

Persed ipan Penganan

H e ru p akan p e r s ed i aan ln in imu m y an g h a ru s d i p e r t ahan ltan

uh

tu

k menj am in ke l

angsu

ngan p

1%

o

s

e

s p r

odu k s

i:

.

Pembelian Kembal i

7

ah

an b

aku y

an

g d i 2

3

e

r lu kan u

n t

u l

t p r o

s

e

.s p r od u k s i t id a k

a lt an e u ku p ap ab i l a d i ). a ks a n a k an d e1) gan s e k a 1 i p emb e l i an

s

aj a .

D e ngan d e m i 11 i a n s e c a r a b e r ka l a p e r u s a h aan a.k an mengad altan p emb e 1 i an ltemb a l i t e 1- lnad ap b a han b altu yiang

dipergunakan dengan menpertimbangkan panjangnya uaktu tunggu

yang d ipe r lu ltan .

Untul

t lebih jelasnya dari hubungan faktor-faktor tersebut

(5)

Gamb ar

FAKTOH-FAKTOR YAHG HEHPEHGARUHI PERSEDIAAX BAHAH BAKU

Biaya-biaya

kebijaksanaan

persediaan

harga bahan

pembelanj aan

pe'rlt i r aan E 0 Q p ena kq i all

. #y.

pemakaian > pebsed iaan > persediaan

senyatanka

>

penganan

>

bahan

waktu > pembelian

tunggu kembali PRODUKSI

Sumber : Ahyari (1981:7 )

4 . ALASAH DAH TUJUAH DIADAKANHYA PERSEDIAA: BAHAN BAKD

, '

Ada beberapa alasan bag i suatu perusahaan didalam pengadaan persed iaan , alasan-alasan ini diuraikan dengan

jelas oleh Amiruddin Unar (1985

34) sebagai berikut :

Dengan memelihara persediaan , perusabaan memililti suatu

bantalan

yang

berguna '

sebag@i alat pendatur pfoses

pembelian,

produksi dan

penjualan.

Tanpa

memiliki

persediaan , perusahaan baru akan me lakultan pembelian

tatkala

barang

harus diproduksi atau dijual.

Karena rangsangan potongan ltuantum perusahaan eenderung

membeli

barang dalam

junlah besar sebagai akibatnya

muneu l persed iaan .

(6)

18

menjual dah tiadanya persediaan,

bisa beral

tibat beralihnya

pelanggan ke tangan pesaing . Perlu disadari bahwa kemampuan , untuk melayan i kebutuhan konsumen dengpm cepat merupakan siasat pemasaran yang ampgh, karenanya perusahaan dipaksa memelihara persed iaan .

- Henghindari kenaikan harga barang yang diduga sebelumnya .

Hengurangi biaya pemesan'an , b iaya pemesanan ini dapat d itekan b ila perusahaan nelnbeli dalam kwantuln y>ng besar sehingga frekuensi pesanan dapat diperkqcil . Haksud inâ

jelas menimbulkan persediaan .

Persed iaan ekstra diperlukan untult mqnghindari kemungkinan terhentinya proses produksi karena keterlambatan peng iriman .

uraian d iatas , setiap perusahaah d ihadapkan pada dua resik; dalam pengadaan persed iaan bahan bakunya .

Dengan melihat

D isatu s is i Pe ru sahaan, akan keh i. l angan

memenuhi keing inan kesempatan untuk

barang-barang

kehabisan bahan baku,

perusahaan tidak dapat melanjutkan

konsumen terhadap

hasil produltsinya , karena kekurangan atau

proses produksinya . Dilain pihak, perusahaan akan menanggung lebih besar biaya-biaya yang ditimbu lkan sehubungan dengan ad anya pe rsed i aan yang be r 1eb ihan , s ep er t i b i aya peny impanan d an b i aya pelne l i har aan , yang ke semuanya i Eu akan memper kee i l keuntungan yang akan diperoleh perusalnaan .

Agar berhasil secara efeltt if dalam mengelola bahan baku maka d ip e r lu ka n su atu s i s tem t e rpad u d an t e r o rgan i s i r yang berkaftan dengan perkiraan bahan baku , produksi dan

penjualan.

Sehingfa

perusahaan dapat menjamin kelancai'an

operasi perusahaan dengan jumlah biaya yang minimum.

Henurut

Sofyan Assauri (1980

185) Pel

ngendalian

Persed iaan ada lah

''Sebagai salah satu lteg iatan dari urutan keg iatan-lteg iatan yang berkaitan satu sana lain dalam seluruh

(7)

operasi produksi perusahaan , d irencanakan terleb ih dahulu mu tu maupun biaya .''

sesua i dengan baik mengena i

apa yâng telah

Waktu,

jumlah,

Sedangkan tujuan pengendaliam persediaan bahan baku itu

sendiri, menurut

secara terperinci sebagai berikut

Sofyan Assauri (1980

187) dijelaskan

Sebagai

usaha untuk menjaga jangan sanpai perusahaan

kehab isan persed iaan bahan baku sehingga dgpat mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi .

Henjaga agar

supaya

pembentukan

persediaan

oleh

Perusahaan tidak terlalu besar dan berlebih-lebihan , sehingga b iaya yang timbul dari persediaan tidak terlalu besar .

3.

Henjaga agar pembelian se6ara kecil-kecil dapat dihindari

karena hal ini akan berakibat biaya pemesanan menjadi

besar .

lteterangan diatas , maka dapatlah ditarik

kesimpulan bahwa tujuan pengendalian persediaan

adalah

menentukan besarnya persediaan yang optîm/l yang harus

dimiliki oleh pergsahaan guna menunjang kelancaran proses

produksi dengan biaya m ininal . Dari

LAHGKAH-LAHGKAH PEHGENDALIAH PERSEDIAAE BAHAN BAKU 5 .1 Henentukan Pembelian Paling Ekonom is (EOO )

merupakan jumlah penbelian

yang paling ekonomis,

maksudnya adalal

n jumlah pembelian

atau

pesanan yang disertai dengan Jumlah biaya yang

paling rendah . Dalam pengamb ilan keputusan mengenai pengadaan atau pembelian tersebut/dengan E0Q

dipengaruhi oleh dua Jenis biaya djantaranya adalah

sebagai berikut

(8)

a.Biaya Pemesanan (Set up cost/order cost)

B iaya ini timbul karena adanya proses pemesanan bahan baku pada setiap pengadaan atau pembeliah bahan baku tersebut . Biaya in i bukan berfluktuasi dengan

jumlah yang dipesan,

tetapi dengan frekuenéi pesanan

sehingga makin tingg i frekuensi pesanan maltin besar pula biaya pesan . Biaya pesan dalam satu periode merupakan perkalian antara biaya pesan perpesanan

dengan frekuensi pesanan dalam periode tersebut.

Yan:

termasuk b iaya pesanan antara lain yaitu

- Pemrosesan pesanan dan b iaya eksped isi . -

Biaka pengeluaran surat.

- Biqya telepon .

- Biaya pemeriksaan , penerimaan , upah .

Biaya Penyimpanan (Rolding Cost/carrying cost)

Biaya

terjadi karena adanya penyimpanan bahan

baku

perusahaan untuk jumlah tertentu éesuai

dengan jumlah yang dibeli pada suatu periode.

Biaya

berfluktuasi sesua i dengan tingkat persediaan . Semakin

berarti

semakin besar pula biaya simpannya .

banyak barang yang dipesan atau d ibeli

semakin besar

Jumlah persediaan,

maka

Biaya simpan

kadang-kadang dinyatakan dalam prosentasë dari rati-rata persed iaan atau dalam bentuk rupiAh perunit per &.7a lt t u .

Yang termasuk biaya antara lain adalah

(9)

- b iaya modal .

-

biaya keusangan/kerusakan.

- biaya perlnitungan fisik dan konsolidasi lapo r an

.

b iaya penanganan persed iaan.

Kedua biaya tersebut (biaya pesan dan biaya simpan)

dirumuskan oleh Al Qadiri dan Supardi (1984

sebagâi

betikut B i pesan dimana S B i. s i nlp an Q 2

jumlah bahan yang dipesan dalam Sel

tali pembelian

.

* '

o

biaya penyimpanan per unit per periode peny impanan.

S biaya pesan setiap kali pesan.

R kebutuhan bahan satu periode.

Total biaya persediaan minimal terjadi Jika biaya simèan

saèa dengan biaya pesan dan pada saat itulah EOQ terjadi

.

Dengan dem ikian EOQ dapat d ifom nu lasikan sebagair berikut R Q 2 q R 2 .. Q -Q 2 . R C

(10)

RNT'%-)

=.

D imana P harg a p emb e l i an p e run i t yang d ib aya r .

,

I

z aarrying cost yang dinyatakan dalam prosentasé

d ar i r a t a - r a t a d a l am 1*u p i. ah d ar i

persediaan .

Jadi dengan demikian E0Q diformu lasikan

EOQ

Dalam menggunakan sistem sebagai berikut

Jum lah kebutuhan bahan mentah sudah dapat ditentukan leb iln dahulu seeara pasti untuk penggunian selama satu tahun .

Penggunaan bahan kontinue.

se l a lu pad a t ingkat yang te tap s ec ar'a

Pesanan persis d iterima pada saat sama dengan nol atau berada diatas

4.

Harga l

tonstan (AlWi 1980

19)

Contoà

tingkat persed iaan safety stoek.

Jumlah bahan yang dibutuhkan selama tahun 2.400

d ipergun altan an ggap an

- Harga perunit Rp 1.00

,-- B iaya pesanan adalah Rp 30 ,00 setiap kali pesan .

- B iaya peny impanan dan peneliharaan d i gudang àdalah

nilai rata-rata persed iaan . x 2 .400 30 E0Q 144 . 000 O , 4 f' 3 6 0 . 0 0 () 6 0 0 B e r d a s a r k an p e 1- ln i t u n g a n d i a t a s m a k a p e mb e 1 i an

(11)

9 >1 I yalRg t..I j.:o y.xa r t. yj*. L1 rl 1 -I. p ''.'#s a l') a n s e b a n v a 1( 6.R $3 (3 '1 n a' t. ,) n t u k s e t 1- a p li n t .u 1-.' s e t 1- a p k e t)!.1 t u ln a. n t a in 1 1 !) a k a n :B e b an y a k d e 1) g a n p e S a n . Pada J u 'In .l a 17 p e s a n a n i. 13 j 1. . a h t e 1-.ia a .p a 1 b 1 a vl.a p e lrle s a In a n y'a n @'. m $- n Jl m a 1 . B u lt t, 1' t ab e 1 b e ,1.. 7.- l,.'u t T a b e l p tz r 1. --t : t,U l-lV S.IR jy '1 3.y 3 pf2tl11efS a.n 3.n p-. e n 1L-'e l j. a n .; u m l a h u IR i t S e t. i a 1:, 1..-.*1t!l6E; lil.1-1 i n v e ln t o r y 19 i l a i i n v e n t o r y r a t a ( R p ) B i a.y a p e :'ly j.mp a n a.n d a l a.m s e t a h 1.1 n ( zl 0 :t: ) ( R p ) B i ay a p e 2; a IR al7 ( R p -) s e l u r u h -.. ! Yn * rn . q''N o j. g . .. . ) . Z.t$11 tNvœ 1-1 , 1<.8.fl.-L.%.t% S e-ktl-a a n .-.r2 IR ,Gn a lI1 'a 1'1. (..0 c% L .e -u 1,r -. '-(..ut.-' lw'ui..t -P e r S e l 8 J1d - l l- t3 e n ; ,a ll1:1.13 l(113 r .l'i r) .a : ls' a n s t; a ',. ' 1.2 l.n e 1' s e ,.n- 2.- a a l-t j - I -î it a I) s e to a g a 1 1-.,e n g s l?1a n '31 ru l a i-, jo-s a n .o-a n Y a I7 g, f :1 ta a .c a n s, . . - o ta. a .4 * r- t3'i : S e k: 1 3. :3. lR

(12)

M M A =

penganan ini d imaksudkan untuk nenghindari kemungkinan

kekurangan bahan sehingga dapat menjamin keselamatan

operasi atau kelancaran proses produksi .

Henurut Harsono (1984

ù5)

bahwa persediaan

pengaman

(éafety stock) adalah merupakan persediaan

yang harus selalu ada untuk mencegah kehabisan persediaan , sehingga persed iaan in i tidak d igunakan a/abila tidak dalam keadaan terpaksa . Kegunaan

diadakannya persediaan penkaman ini adalah :

Untuk

menjaga kemungkinan

terjadinya k4kuradgan

persediaan

(stock

out) yang

disebabkan

karena

penggunaan bahan baku yang lebih besar dari yang d irencanakan semu la .

Untuk

menjàga kemungkinan

terjadinya kekurangan

. '

persed iaan yang disebabltan oleh keterlambatan peneri-maan bahan yang dipesan .

besarnya dapat digunakan berbagai maeam

Anali.sa Statistik

Untuk menentukan persed iaan pengaman

an tara

Yaitu memperhitungkan

penyimpangan-penyinpangan

yang

terjadi

antara

pemakaian rata-rata sesungguhnya dengan pemakaian sesungguhnya , sehingga dapat diketahui besarnya standard dari peny impangan tersebut . Bila diandaikan penakaian bahan meng ikuti suatu d istribusi nprmal

maka resiko terjadinya kekurangan bahan

diperhitung-dengan menetapl

tan suatu tingkat

dimana (1-a)

(13)

A .. .

100Z kebutuhan bahan masih terpenuhi. Ha1 dinyatakan dengan penentuan K sebagai

d irumuskan sebagai berikut

dan dapAt D i m an a SS K S s a f e t y s t o o lt s u a t u h a r g a tabel

yan g d a.p a t d i 1 i hat, p ad e

S S d imana X n nornal dengan sign ifikan 5Z . standar penyimpangan pemakaian sesungguhnya pemakaian rata-rata

r jumlah data

level Contoh * ' . .

Xf

X

(Xi - X)

(Xî

X)2

, ' 1 . 10 14 -4 16 2 . 15 14 1 3 . 14 4 . 14 6 5 . 10 14 16 0 70

H a ka b e sarn ya s t and ar p eny imp angannya 7 0

s 1 7 , ,5 5 - 1

(14)

s t o c k yang mempu n ya i t i ngk a t ltentunglt in an d ap àt memenuhi kebutuhan bahan sebesar 95Z maka besarnya 1,64 in,i dapat d ilihat pada tabel kurva normal standart , sehingga besarnya Safety stoek adalah

1,64 17 ,5 28 ,7

Henfgunakan Rumus Safety Stock

SS u lead time kebutuhan bahan baku perhari

H isal kebutuhan bahan baku perhari 1000 unit, lead timenya 3 hari, maka SS 1000 3000 unit

Dari kedua cara d iatas lnaka pembahasan skripsi in i, penulis menggunakan cara b dengan menggunakaù rumus safety stock , karena rumus lebih praktis d iband

ing-kan dengan rumus lqin.

5 .3 Henentukan Pemesanan Kembali (Reorder Point )

Henentukan pemesanan kembali (ROP) merupaltan

j u

m la

h

,

h a r u s persediaan

diadakan pemesanan kembali untuk mengganti persediaan d imiliki perusahaan

yang d i man a

yang telah d igunakan .

Ada 2 cara uni uk menentukan besarnya Dengan fixed-order-quantity system

Denkan

çara

reorder

point

dilal

tsanakan

dalam jangka waktu yang berbed:,

tçtapl dalam Jumlah

R0P yaitu

yang tetap

-Hisal suatu perusahaan telah lnenetapkan LT hari, setiap hari diperlukaln bahan baku 18 unit dan

(15)

gs -xu D s a f e t y s t o e lt 3 6 H a 11 a u ,-1 i t . D e n g a n f i x e d - o r d e 1*- p e r i. o d s y s t e m C a r a m e r u r-' a kan 11 e b a l i lt a n

d

en

gan m

e l

a

ku

1

1

aI

b p

e

me

s

an

an d a l

a,1

J U

m 1 a

l

n y

a

n

g b

e

rb

ed a

a

k

a

n t

e t

a

p i d

e

n

g

a

n j a

n

g

k

a g

a

k

t

12 y

a

,

7

g t

e

t

, a p . p e r t am a y a i t u

H i

s a.

l

s

u

a

t

u p e

r

u

s

a

h

a

an t e

) a

h m

e

:

7

e t a

p

l

t

an E0Q 4

0

I

,0 1*a t a - r at a p e m a. ka i an p e r h a 1- i 2 0 L e ad j-. l *1l1 e ln ta 1- 2-: Haka R0P D a r i. lt e d u a ta a 1-a i n i :3 e n u 1 i s m e n gg u n a k an e a r a F i x e d O r d e r Q u a 17 t i t y S y s t è m , k a r e 13 a k o n d i s i d an l e ad t i m e b aha n ID a ku kon s t a n . y a i t u p e rm i 11 t aan 5 . 4 H e n e n t u k a n P e.r s e d 1 a a.a- .H a lt s i.m-

kl-

l

n-.

.

t /1

-

1 l

P e r s ed i a a n m a k s i m u ln m e r u p a.1.'.a1l b a t a s p e r s e d i a an

p a l i ng b e s ar yang s eb a î kn ya d in1 i l i. k i . p e ru sahaan .

Batas pe r sed iaan màlts imum in i kad ang - kadang tidak d id a s a r kan a t a s p e 1- t imb an g an e f i s i e n s i d an e f e k t i f i t as p e r u s a h a an , s e ln i n gga b e s a r n ya p e r s ed i aa ln m a lts i mu m d a l am h a l i n i 13 a n y a d i d a s q r k a 17 a t a s k e m a nlp u a n b i d a n g k e u an g an a t au p u n gu d an g p e r 11 s a h a an .

Tu J !

;

s

n d i.

ad

a ka n n

ya p

e r s

ed i aan m

ak

s i

l

t

luc)

ad

a

l ah

agaz- p e 'ru s ahaan t id alt Me l aku ltan p eng ad aan b ahan yang '

b e r l eb i h'an yan g akan mengak ib at ltan b anyalrn ya d an a gang

t e r t an am p ad a p e r s ed i aan , d an ke rug i a.n - ke rug i a.n yallg

(16)

2 6

14 erusakap . Jum la h pe ru sa haan malts imum

d engan m

en j l

j

l

n ).a h 1

1

an be s

arn

ya p

e

s

an an s

t

and a

rd

yap

g

dilakukan secara tetap dalam suatu periode dan besarnya persediaan pengaman yang d itetapkan .

dapat d ihitung

Setelah besarnya A conomic!

Order Quantity,

safety

stock , Reorder Po int dan Haksimun Inventory telah d iketahu i maka dapat d igambarkan hubungannya sebagai berikut

Ganbar 2

HUBUHGAH ANTARA ECONOHIC ORDER QUAHTITY ,

REORDER POIICT DAtP SAFETY STOCK A

B

Safety stock

, *

E. 0 H a lf t u

Economic Order Quantity .

Penggunaan selalna Proeurement Lead Time.

Safety Stock .

Procurement Juead T ime ,

. D

E

meliputi

usaha yang d iper lukan un tu k melnesan barang sampa i d iter ima d i gud ang .

Re o rd e r P o in t p eme s a n aln kenlb a l i )

J um la 13 s t o c k p ad a ualtt u ma t e r i a ). y an g d ip e s a:)

yaitu gaktu d imana saat d imu lainya pelaksanaan

(17)

usaha-d a t a n g .

S

u

mb

e

r

R

i

y

an t

o ( 19

8 1 :

7

5 )

HERAHALKAN TINGKAT PEICJUALAH

Peramalan d i l aku kan d engan makslnd agar peru sahaan

dapat mengetahui berapa besar penjualan dimasa mendatan:

.

I D e n g an d e m i k i an P e 1- u s a h a an d ap a t m e mb u a t r e n e an a u n t u k

r

odu

ks

inya

,

s

e

h

ingga p

e

ru

s

ahaan dap

a

t mel

nbu

a

t p

e

1*

en

can

aln

P

u n tu k b ahan b altu n ya . d an d a.p a t ln e 13 e a p a i t i n g k a t b i aya

y an g op t i m a 1 .

U

n

t

u

k m

e

n

e

n

t

U

k

a

n f

o 1

-

e

c

a

s t p

e

n

j u a l

an

garis trend secara sistematis yaitu

d i.gu 13 ak an p en e r ap an d e n g a n m e t od e le a s t Sq ua re . Rumus n a P e r s amaan Persamaan ZXY

x adalah periode tahun

P emb a n t.u b Z x 2 P e r s am a an F'e ln b a :7 t u D imana

Y adalah junlah penjualan pada periode

Jika inlin dicari besarnya ramalan pemjualan produk z

dari perusahaan x pada tahun 1975

,

maka nilai penjualan

barang dari perusahaan Lersebut (dalam ribaan unit) dari

(18)

I *n. 'n = ID

-

1

T

a

hu

n

J

u

m

l

a

h P

e

n

j

u

:

a l

an

1 9 7 0 2 5 0 0 1 9 7 1 3 2 0 0 l 9 7 2 34 50 1 9 7 3 30 O 0 : 9 7 4 36 tl O

IXX S '

6

s > 4

* vo

s z

*

#. v . o 1 * a

> 4

y

'

z

2

)

Z

k

r

k

Q .. . :5 j

1

v

j!

J

@.

,

1

1

y: kt . ,

j

l 1

'

.

1

*

?

.

R m R

Cara Perhi tunlan :

T r en

d p

en

j u a l

a.

n b

a

1

-

an

g

-

b a

r

an

g *

.g'al:g d i h i t u n g d e n g an

metode diatas dari tahun 1970-1974 adalah sebagai berikut

T a h u n . X XY .X 2 '>

t

9

7

O

-

2

2

.

50

0

-

50

0

0 l

4

:97

1

- 1 3200 ..3200 1/ 1 .

1ù72

O

3450

0

1

0

1

9

7

3

1

3

O

0

0

3

O

0

O (

1

1974

2

3600

7200 j

4

0

15.750

2000

l

.

10

.* na bZx 15 .750 5a + ZXY a ZX 2 .000 x 3150 .0 + b .10 200

Jad i persamaan fungsi bx

Yaitu 3150 2000% dengan tahun dasar

( 197 2 ) maka r

ama

l an p

enj u a l

an t

ahun

ad a 1ah

3150 + 200 .3 3750

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa bahwa hal ini Ho ditolak atau dengan kata lain variabel X1 (Gaya kepemimpinan transformasional) berpengaruh signifikan

The protective effect of the E3 / 2 genotype on the development of carotid atherosclerosis could be medi- ated by differences in the lipid metabolism because the association of E3 /

Dalam pengelolaannya Dompet Dhuafa Jawa Barat sebagai Lembaga Amil Zakat mengelola dana-dana yang bersumber dari masyarakat yaitu dana zakat, dana infak, dan dana sosial

Berdasarkan simpulan tersebut, maka dapat disarankan kepada (1) para guru untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbasis penilaian kinerja dalam

Kedua satuan kebudayaan dapat saling mempengaruhi, rendahnya hasil kerja dan kerjasama dalam suatu organisasi bisnis sebagian besar disebabkan oleh adanya kurang

XYZ telah melakukan implementasi best practice ITIL terhadap IT Service Desk yang beroperasi dan PT.XYZ juga sedang melakukan penyempurnaan dan penyelarasan lebih

Di lokasi ini penulis menemukan referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang penulis kaji yaitu mengenai bukti-bukti sejarah mengenai hubungan wilayah Irian

Penelitian ini dilaksanakan dengan fokus pada proses pendeskripsian strategi yang ditempuh PT PAL Indonesia (Persero) untuk mencapaian kesiapan yang dibutuhkan dalam membangun