BAB IV. ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO No.1537/Pdt.G/2009/PA. Pwt TENTANG PENGINGKARAN KEABSAHAN ANAK
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil penelitian yang menganalisis putusan Pengadilan Agama Kalianda mengenai perceraian dengan alasan cerai talak dan gugatan rekonvensi, majelis hakim
Majelis hakim dalam memenuhi suatu permohonan itsbat nikah hendaknya melakukan penelusuran yang jelas mengenai alat bukti dan saksi yang diajukan pemohon agar terhindar dari
Selanjutnya majelis hakim Pengadilan Agama Sumber mengacu pada petunjuk Mahkamah Agung dalam buku Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan buku II di mana khusus
Sm adalah tidak sesuai dengan pasal-pasal di dalam Undang-Undang tersebut, karena di dalam bagian akhir putusan tersebut hakim yang pertama mencantumkan majelis
Setelah melangsungkan perkawinan Hanik (Penggugat) dan Jefri (Tergugat) bertempat tinggal di rumah kediaman bersama / di rumah orangtua Penggugat di Desa Bulurejo, Kecamatan
Menimbang, bahwa setelah majelis Hakim memperhatikan alat bukti P.1 dan T.1 yang masing-masing diajukan oleh penggugat dan tergugat tidak terbukti adanya perjanjian
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat bahwa antara Penggugat dan Tergugat telah terjadikeretakan ikatan lahir batin sebagai
Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima niet ovankelijke verklaard Pernyataan majelis hakim pengadilan Agama Kediri yang tertuang dalam putusan Nomor 0457/Pdt.G/2016/PA.Kdr