LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN A.
A. ANAANATOMTOMI FI FISIOLISIOLOGIOGI
Secara harafah pernapasan berarti pergerakan oksigen dari atmoser Secara harafah pernapasan berarti pergerakan oksigen dari atmoser menuju ke sel-sel dan keluarnya karbon dioksida dari sel-sel ke udara bebas. menuju ke sel-sel dan keluarnya karbon dioksida dari sel-sel ke udara bebas. Proses pernap
Proses pernapasan terdiri dari asan terdiri dari beberapa langkah di beberapa langkah di mana sistem mana sistem pernapapernapasan,san, sis
sistem tem sarsara a pupusat sat dan dan sissistem tem kakardrdioviovaskaskululer er memmemegaegang ng peperanranan an yanyangg sa
sangngat at pepentntining. g. PPadada a dadasasarnrnyaya, , sisiststem em pepernrnapapasasan an teterdrdiriri i dadari ri susuatatuu rangkaian saluran udara yang menghantarkan udara luar agar bersentuhan rangkaian saluran udara yang menghantarkan udara luar agar bersentuhan deng
dengan an membmembran ran kapkapiler iler alveoalveoli, li, yang merupakyang merupakan an pemipemisah sah antaantara ra sistsistemem pernapasan dengan sistem kardiovaskuler.
pernapasan dengan sistem kardiovaskuler.
Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung, Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung, ari
aring, ng, larilaring, ng, traktrakea, ea, brobronkunkus, s, dan dan brobronkionkiolus lus atau atau brobronkionkiolus lus terterminaminalis.lis. Salu
Saluran ran perpernapanapasan san dari dari hidhidung ung sampsampai ai brbronkioonkiolus lus diladilapisi pisi oleh membranoleh membran mukosa yang bersilia. Ketika udara masuk ke dalam rongga hidung, udara mukosa yang bersilia. Ketika udara masuk ke dalam rongga hidung, udara te
tersrsebebut ut didisasariringng, , didihahangngatatkakan n dadan n didilelembmbababkakan. n. KKetetigiga a prprososes es ininii merupakan ungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiri dari epitel toraks merupakan ungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiri dari epitel toraks bertingkat
bertingkat, bersilia , bersilia dan bersel goblet.dan bersel goblet. Setel
Setelah ah brobronkionkiolus lus termterminalinalis is terdterdapat apat asinasinus us yang yang merumerupakapakan n unitunit ungsional paru-paru, yaitu tempat pertukaran gas. Asinus terdiri dari
ungsional paru-paru, yaitu tempat pertukaran gas. Asinus terdiri dari !.
!. brbronkonkioliolus us rerespspirairatortoriusius, , yanyang g terterkakadandang g memmemililiki iki kakantuntung ng udaudarara kecil atau alveoli pada
kecil atau alveoli pada dindingnya.dindingnya. ".
". duktduktus alveous alveolarilaris, selus, seluruhnruhnya dibatya dibatasi oleh alasi oleh alveolveoli.i. #.
#. sakus sakus alveolaris alveolaris terminalisterminalis, merup, merupakan akan struktur struktur akhir pakhir paru-paru.aru-paru. Alv
Alveoleolus us padpada a hakhakekaekatnytnya a mermerupaupakakan n suasuatu tu gelgelembembung ung gagas s yanyangg dik
dikelielilinlingi gi oleoleh h susuatu atu jaljalinainan n kakapilpiler, er, makmaka a batbatas as antantara ara cacairairan n dan dan gasgas membe
membentuk ntuk suatsuatu u tegategangan ngan perpermukamukaan an yang yang cendcenderunerung g mencemencegah gah suatsuatuu pen
pengemgembanbangan gan papada da $ak$aktu tu insinspipirasrasi i dan dan cencenderderung ung kokolaplaps s padpada a $a$aktuktu eks
ekspirpirasasi. i. %%etaetapi, pi, untuntungunglah lah alvalveoleolus us didilaplapisi isi oleoleh h &at &at liplipoproproteotein in yanyangg dina
dinamakamakan n sursuraktaaktan, n, yang yang dapadapat t mengmenguranurangi gi tegategangan ngan permpermukaaukaan n dandan meng
menguranurangi gi resresisteistensi nsi terterhadahadap p pengpengembanembangan gan pada pada $aktu $aktu inspinspirasirasi, i, dandan mencegah kolaps alveolus pada $aktu ekspirasi.
mencegah kolaps alveolus pada $aktu ekspirasi.
'uang alveolus dipisahkan dari interstisium paru oleh sel epitel alveoli 'uang alveolus dipisahkan dari interstisium paru oleh sel epitel alveoli tipe (, yang dalam kondisi normal membentuk suatu barrier yang relati tipe (, yang dalam kondisi normal membentuk suatu barrier yang relati non-permeabel terhadap aliran cairan dari interstisium ke rongga-rongga udara. permeabel terhadap aliran cairan dari interstisium ke rongga-rongga udara.
)
)raraksksi i yayang ng bebesasar r ruruanang g inintetersrstitisisial al didibebentntuk uk ololeh eh kakapipileler r paparu ru yayangng dindingnya terdiri dari satu lapis sel endotel di atas membran basal, sedang dindingnya terdiri dari satu lapis sel endotel di atas membran basal, sedang sisanya merupakan jaringan ikat yang terdiri dari jalinan kolagen dan jaringan sisanya merupakan jaringan ikat yang terdiri dari jalinan kolagen dan jaringan elastik, fbroblas, sel agositik, dan beberapa sel lain. )aktor penentu yang elastik, fbroblas, sel agositik, dan beberapa sel lain. )aktor penentu yang pe
pentntining g dadalalam m pepembmbenentutukakan n cacairiran an ekekststraravavaskskulular ar adadalalah ah peperbrbededaaaann tekanan hidrostatik dan onkotik dalam lumen kapiler dan ruang interstisial, tekanan hidrostatik dan onkotik dalam lumen kapiler dan ruang interstisial, serta permeabilitas sel endotel terhadap air, solut, dan molekul besar seperti serta permeabilitas sel endotel terhadap air, solut, dan molekul besar seperti protein plasma. )aktor-aktor penentu ini dijabarkan dalam hukum starling. protein plasma. )aktor-aktor penentu ini dijabarkan dalam hukum starling.
A.
A. DEDEFIFININISISI Ac
Acute ute *u*ung ng +de+dema ma A*A*+ + ataatau u ededema ema parparu u akakut ut adaadalah lah terterjadjadinyinyaa pen
penumpumpukukan an caicairaran n secsecara ara masmassi si di di roronggngga a alvalveoleoli i yanyang g menmenyebyebabkabkanan pa
pasisien en beberarada da dadalalam m kkededararururatatan an rresespipirarasi si dadan n anancacamaman n gagagagal l nanaaass umi$ang, "//0.
umi$ang, "//0. 1dema paru
1dema paru akut adalah keadaan patologi dimana cairan akut adalah keadaan patologi dimana cairan intravaskintravaskuleruler keluar ke ruang ekstravaskuler, jaringan interstisial dan alveoli yang terjadi keluar ke ruang ekstravaskuler, jaringan interstisial dan alveoli yang terjadi secara akut. Pada keadaan normal cairan intravaskuler merembes ke jaringan secara akut. Pada keadaan normal cairan intravaskuler merembes ke jaringan int
interserstistisial ial melmelalualui i kakapilpiler er endendoteoteliulium m daldalam am jumjumlah lah yanyang g sedsedikiikit t sesekakali,li, ke
kemudmudian ian caicairaran n ini ini akakan an menmengalgalir ir ke ke pempembulbuluh uh limlime e menmenuju uju ke ke venvenaa pulmonalis untuk kembali ke dalam sirkulasi, *ippincott 2illiams 3 2ilkins. pulmonalis untuk kembali ke dalam sirkulasi, *ippincott 2illiams 3 2ilkins. "//
"//", ", 1d1dema ema parparu u akakut ut dapdapat at terterjadjadi i kakarerena na penpenyakyakit it janjantuntung g maumaupunpun penyakit di luar jantung atau edema paru kardiogenik dan non kardiogenik, penyakit di luar jantung atau edema paru kardiogenik dan non kardiogenik, )lick, "///, 4ollenberg, "//#.
)lick, "///, 4ollenberg, "//#. An
Angkgka a kkemematatiaian n ededemema a paparu ru akakut ut kakarrenena a ininaark rk mimiokokarard d akakutut mencapai
mencapai #5 #5 6 76 708 08 sedangkasedangkan kn karena arena gagal gagal jantung jantung mencapai mencapai #/8 #/8 4aas,4aas, "//
"//". ". PePengngetaetahuahuan n dan dan penpenananganganan an yanyang g teptepat at padpada a edeedema ma parparu u akakutut dap
dapat at menmenyelyelamaamatkatkan n ji$ji$a a pependenderitrita. a. PePenananganganan nan yanyang g rarasiosional nal harharusus berdasar
berdasarkan penyebab dan patofsiologi yang terjadi Alpert, "//".kan penyebab dan patofsiologi yang terjadi Alpert, "//".
9enurut 9ery :aradero."//5 +edema Paru Akut adalah suatu keadaan 9enurut 9ery :aradero."//5 +edema Paru Akut adalah suatu keadaan darurat medis yang diakibatkan oleh kegagalan berat ventrikel kiri. Selain darurat medis yang diakibatkan oleh kegagalan berat ventrikel kiri. Selain kegagalan berat ventrikel kiri, edema paru akut dapat pula diakibatkan oleh kegagalan berat ventrikel kiri, edema paru akut dapat pula diakibatkan oleh a.
a. (nha(nhalasi gas yalasi gas yang memberng memberi rangsi rangsangaangan, sepern, seperti karbti karbon monokon monoksidasida b.
b. +ver+verdosidosis obas obat bart barbitubiturat arat atau otau opiatpiatee c.
1dema paru yang disebabkan oleh kegagalan jantung menimbulkan peningkatan tekanan vena kapiler-kapiler pulmonal. Peningkatan takanan pulmonal ini melebihi tekanan intravaskular osmotik. +leh karena itu, cairan plasma dari kapiler dan venula dapat masuk ke dalam alveoli melalui membran alveolar-kapilar. ;ari alveoli, cairan dapat dengan cepat memasuki bronkiale, dan bronki pasien dapat tenggelam dalam cairan ini.
1dema paru adalah akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peningkatan tekanan intravaskular. 1dema paru terjadi oleh karena adanya aliran cairan dari darah ke ruang intersisial paru yang selanjutnya ke alveoli paru, melebihi aliran cairan kembali ke darah atau melalui saluran limatik.
B. ETIOLOGI
Penyebab A*+ dibagi menjadi " yaitu !. Kardiogenik
a. Penyakit pada arteri koronaria
b. Arteri yang menyuplai darah untuk jantung dapat menyempit karena adanya deposit lemak pla<ues. Serangan jantung terjadi jika terbentuk gumpalan darah pada arteri dan menghambat aliran darah serta merusak otot jantung yang disuplai aleh arteri tersebut. Akibatnya otot jantung yang mengalami gangguan tidak mampu memompa darah lagi seperti biasanya.
c. Kardiomiopati penyebabnya masih idiopatik, menurut beberapa ahli diyakini penyebab terbanyak disebabkan oleh ineksi pada miokard jantung miokarditis.
d. angguan katup jantung mitral atau aorta, katup yang berungsi untuk mengatur aliran darah tidak mampu membuka secara adekuat.
e. 4ipertensi tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya penebalan pada otot ventrikel.
". =on Kardiogenik a. (neksi pada paru
b. *ung injury seperti emboli paru, smoke inhalation dan inark paru. c. Paparan to>ic
d. 'eaksi alergi
e. A';S Acute 'espiratory ;istress Syndrome . =eurologic
C. KLASIFIKASI
:erdasarkan penyebabnya, edema paru terbagi menjadi ", yaitu kardiogenik dan non-kardiogenik. 4al ini penting diketahui oleh karena pengobatannya sangat berbeda. 1dema Paru Kardiogenik disebabkan oleh adanya Payah ?antung Kiri apapun sebabnya. 1dema Paru Kardiogenik yang akut disebabkan oleh adanya Payah ?antung Kiri Akut. %etapi dengan adanya aktor presipitasi, dapat terjadi pula pada penderita Payah ?antung Kiri Khronik.
!. @ardiogenic pulmonary edema
1dema paru kardiogenik ialah edema yang disebabkan oleh adanya kelainan pada organ jantung. 9isalnya, jantung tidak bekerja semestinya seperti jantung memompa tidak bagus atau jantung tidak kuat lagi memompa.
@ardiogenic pulmonary edema berakibat dari tekanan yang tinggi dalam pembuluh-pembuluh darah dari paru yang disebabkan oleh ungsi jantung yang buruk. agal jantung kongesti yang disebabkan oleh ungsi
pompa jantung yang buruk datang dari beragam sebab-sebab seperti arrhythmias dan penyakit-penyakit atau kelemahan dari otot jantung, serangan-serangan jantung, atau klep-klep jantung yang abnormal dapat menjurus pada akumulasi dari lebih dari jumlah darah yang biasa dalam pembuluh-pembuluh darah dari paru-paru. (ni dapat, pada gilirannya, menyebabkan cairan dari pembuluh-pembuluh darah didorong keluar ke alveoli ketika tekanan membesar.
". =on-cardiogenic pulmonary edema
=on-cardiogenic pulmonary edema ialah edema yang umumnya disebabkan oleh hal berikut
a. Acute respiratory distress syndrome A';S
Pada A';S, integritas dari alveoli menjadi terkompromi sebagai akibat dari respon peradangan yang mendasarinya, dan ini menurus
pada alveoli yang bocor yang dapat dipenuhi dengan cairan dari pembuluh-pembuluh darah.
b. kondisi yang berpotensi serius yang disebabkan oleh ineksi-ineksi yang parah, trauma, luka paru, penghirupan racun-racun, ineksi-ineksi paru, merokok kokain, atau radiasi pada paru-paru.
c. agal ginjal dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam pembuluh-pembuluh darah, berakibat pada pulmonary edema. Pada orang-orang dengan gagal ginjal yang telah lanjut, dialysis mungkin perlu untuk mengeluarkan kelebihan cairan tubuh.
d. 4igh altitude pulmonary edema, yang dapat terjadi disebabkan oleh kenaikan yang cepat ke ketinggian yang tinggi lebih dari !/,/// eet. e. %rauma otak, perdarahan dalam otak intracranial hemorrhage,
sei&ure-sei&ure yang parah, atau operasi otak dapat adakalanya berakibat pada akumulasi cairan di paru-paru, menyebabkan neurogenic pulmonary edema.
. Paru yang mengembang secara cepat dapat adakalanya menyebabkan re-e>pansion pulmonary edema. (ni mungkin terjadi pada kasus-kasus ketika paru mengempis pneumothora> atau jumlah yang besar dari cairan sekeliling paru pleural eusion dikeluarkan, berakibat pada ekspansi yang cepat dari paru. (ni dapat berakibat pada pulmonary edema hanya pada sisi yang terpengaruh unilateral pulmonary edema.
g. ?arang, overdosis pada heroin atau methadone dapat menjurus pada pulmonary edema. +verdosis aspirin atau penggunaan dosis aspirin tinggi yang kronis dapat menjurus pada aspirin into>ication, terutama pada kaum tua, yang mungkin menyebabkan pulmonary edema.
h. Penyebab-penyebab lain yang lebih jarang dari non-cardiogenic pulmonary edema mungkin termasuk pulmonary embolism gumpalan darah yang telah berjalan ke paru-paru, luka paru akut yang berhubungan dengan transusi atau transusion-related acute lung injury %'A*(, beberapa ineksi-ineksi virus, atau eclampsia pada $anita-$anita hamil.
;. PA%42AB %1'*A9P('
1. PA%+)(S(+*+(
1dema Paru terjadi ketika alveoli dipenuhi dengan kelebihan cairan yang merembes keluar dari pembuluh-pembuluh darah dalam paru sebagai gantinya udara. (ni dapat menyebabkan persoalan-persoalan dengan pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida, berakibat pada kesulitan bernapas dan pengoksigenan darah yang buruk. Adakalanya, ini dapat dirujuk sebagai Cair dalam paru-paruD ketika menggambarkan kondisi ini pada pasien-pasien. Pulmonary edema dapat disebabkan oleh banyak aktor-aktor yang berbeda. (a dapat dihubungkan pada gagal jantung, disebut cardiogenic pulmonary edema, atau dihubungkan pada sebab-sebab lain, dirujuk sebagai non-cardiogenic pulmonary edema.
Penigkatan tekanan hidrostatik tekanan yang mendorong cairan keluar sel pada kapiler paru terjadi jika kerja pemompaan ventrikel kiri tidak adekuat. Penyebabnya adalah penurunan kekuatan miokardium atau keadaan yang menuntut peningkatan kerja miokardium gagal jantung, stenosis katup mitral atau regurgitasi. Akibatnya, peningkatan atrium kiri akan dihantarkan ke belakang pembuluh darah paru. angguan drainase limatik mempermudah pembentukan edema paru. :iasanya, kelebihan cairan fltrasi akan dibuang melalui system limatik. ?ika gagal jantung kanan bersamaan dengan gagal jantung kiri, tekanan vena sistemik akan meningkat, begitu pula tekanan pada tempat drainase pembuluh limatik ke dalam vena sehingga menghambat drainase limatik.
%ekanan onkotik di kapiler berkurang pada hipoproteinemia, sehingga mendukung terjadinya edema paru tidak ada cukup perotein untuk mendorong cairan ke dalam sel. Pada edema paru interstisial, ruang interstisial di antara kapiler dan alveolus meningkat. Akibatnya terjadi gangguan diusi yang terutama mengganggu pengambilan +". Sehingga
pada aktiftas fsik dimana kebutuhan +" meningkat, konsentrasi +" dalam darah akan turun hipoksemia, sianosis. %ekanan yang terus meningkat dan kerusakan dinding alveolus menyebabkan fltrasi ke dalam ruang alveolus. Alveolus yang terisi dengan cairan tidak lagi terlibat dalam proses pertukaran gas, cairan memasuki jalan naas sehingga meningkatkan resistensi jalan naas. 1dema paru memaksa pasien untuk bernaas dalam posisi tegak ortopneu. Pada posisi duduk atau berdiri setelah berbaring, aliran balik vena dari bagian tubuh terba$ah akan turun semakin turun bila dalam posisi tegak sehingga tekanan atrium kanan dan curah jantung kanan menurun. Aliran darah ke paru akan berkurang sehingga menyebabkan penurunan teknan hidrostatik di kapiler paru dan dalam $aktu yang bersamaan, aliran vena pulmonalis dari bagian tubuh di atas paru akan meningkat. Selain itu, penurunan tekanan vena sentralis membantu drainase limatik dari paru. Akibatnya, bendungan paru, serta edema alveolus dan interstisial akan berkurang.
F. MANIFESTASI KLINIS
9enurut ;iane @. :aughman "//"
a. Serangan khas terjadi pada malam hari setelah berbaring selama beberapa jam dan biasanya didahului dengan rasa gelisah, ansietas, dan tidak dapat tidur.
b. A$itan sesak napas mendadak dan rasa asfksia seperti kehabisan napas, tangan menjadi dingin dan basah, bantalan kuku menjadi sianotik, dan $arna kulit menjadi abu-abu.
c. =adi cepat dan lemah, vena leher distensi.
d. :atuk hebat menyebabkan peningkatan jumlah sputum mukoid.
e. ;engan makin berkembangnya edema paru, ansietas berkembang menjadi mendekati panik, pasien mulai bingung dan kemudian stupor. . =apas menjadi bising dan basah, dapat mengalami asfksia oleh cairan
bersemu darah dan berbusa dapat tenggelam oleh cairan sendiri.
ejala yang paling umum dari pulmonary edema adalah sesak napas. (ni mungkin adalah penimbulan yang berangsur-angsur jika prosesnya berkembang secara perlahan, atau ia dapat mempunyai penimbulan yang tiba-tiba pada kasus dari pulmonary edema akut. ejala-gejala umum lain mungkin termasuk mudah lelah, lebih cepat mengembangkan sesak napas daripada normal dengan aktivitas yang biasa dyspnea on e>ertion, napas
yang cepat tachypnea, kepeningan, atau kelemahan. %ingkat oksigen darah yang rendah hypo>ia mungkin terdeteksi pada pasien-pasien dengan pulmonary edema. *ebih jauh, atas pemeriksaan paru-paru dengan stethoscope, dokter mungkin mendengar suara-suara paru yang abnormal, sepeti rales atau crackles suara-suara mendidih pendek yang terputus-putus yang berkoresponden pada muncratan cairan dalam alveoli selama bernapas.
Manifestasi klinis Edea Pa!" se#a!a s$esi%k &"'a di(a'i dala ) stadi"*
a. Stadium !.
Adanya distensi dan pembuluh darah kecil paru yang prominen akan memperbaiki pertukaran gas di paru dan sedikit meningkatkan kapasitas diusi gas @+. Keluhan pada stadium ini mungkin hanya berupa adanya sesak napas saat bekerja. Pemeriksaan fsik juga tak jelas menemukan kelainan, kecuali mungkin adanya ronkhi pada saat inspirasi karena terbukanya saluran napas yang tertutup pada saat inspirasi.
b. Stadium ".
Pada stadium ini terjadi edema paru intersisial. :atas pembuluh darah paru menjadi kabur, demikian pula hilus juga menjadi kabur dan septa interlobularis menebal garis Kerley :. Adanya penumpukan cairan di jaringan kendor inter-sisial, akan lebih memperkecil saluran napas kecil, terutama di daerah basal oleh karena pengaruh gravitasi. 9ungkin pula terjadi reEeks bronkhokonstriksi. Sering terdapat takhipnea. 9eskipun hal ini merupakan tanda gangguan ungsi ventrikel kiri, tetapi takhipnea juga membantu memompa aliran lime sehingga penumpukan cairan intersisial diperlambat. Pada pemeriksaan spirometri hanya terdapat sedikit perubahan saja.
c. Stadium #.
Pada stadium ini terjadi edema alveolar. Pertukaran gas sangat terganggu, terjadi hipoksemia dan hipokapnia. Penderita nampak sesak sekali dengan batuk berbuih kemerahan. Kapasitas vital dan volume paru yang lain turun dengan nyata. %erjadi right-to-let intrapulmonary shunt. Penderita biasanya menderita hipokapnia, tetapi pada kasus yang berat dapat terjadi hiperkapnia dan acute respiratory acidemia. Pada keadaan
ini morphin hams digunakan dengan hati-hati (ngram and :raun$ald, !F55.
1dema Paru yang terjadi setelah (nark 9iokard Akut biasanya akibat hipertensi kapiler paru. =amun percobaan pada anjing yang dilakukan ligasi arteriakoronaria, terjadi edema paru $alaupun tekanan kapiler paru normal, yang dapat dicegah de-ngan pemberian indomethacin sebelumnya. ;iperkirakan bah$a dengan menghambat cycloo>ygenase atau cyclic nucleotide phosphodiesterase akan mengurangi edemaG paru sekunder akibat peningkatan permeabilitas alveolar-kapilerH pada ma-nusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kadang kadang penderita dengan (nark 9iokard Akut dan edema paru, tekanan kapiler pasak parunya normalH hal ini mungkin disebabkan lambatnya pembersihan cairan edema secara radiograf meskipun tekanan kapiler paru sudah turun atau kemungkinan lain pada beberapa penderita terjadi peningkatan permeabilitas alveolar-kapiler paru sekunder oleh karena adanya isi sekuncup yang rendah seperti pada cardiogenic shock lung.
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
!. 1K 4iportrof atrial atau ventricular, penyimpangan aksis, iskemia, dan kerusakan pola mungkin terlihat, disritmia misI takikardia, fblirasi atrial, munkin sering terdapat KJP, kenaikan segmen S%% persisten L minggu atau lebih setelah inark miokard menunjukan adanya aneurisme ventricular dapat mengakibatkan gagal disungsi jantung
". Sonogram ekokardiogram, ekokardiogram dopple dapat menunjukan dimensi perbearan bilik, perubahan dalam ungsistruktur katup, atau area penurunan kontraktilitas ventricular. 1kokardiograf ambaran penyebab gagal jantung kelainan katup, hipertrof ventrikel hipertensi, Segmental $all motion abnormally Penyakit ?antung Koroner, dan umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan atrium kiri.
#. Scan jantung 9ultigated Ac<uisition9MA %indakan penyuntikan raksi dan memperkirakan gerakan dinding.
N. Kateterisasi jantung tekanan abnormal merupakan indikasi dan membedakan gagal jantung sisi kanan versus sisi kiri, dan stenosis katup atau insufsiensi. ?uga mengkaji patensi arteri koroner. Oat kontras disuntik ke dalam ventrikel menunjukan ukuran abnormal dan ejeksi raksi perubahan kontraktilitas.
7. 'ontgen dada dapat menunjukan perbesaran jantung, bayangan mencerminkan dilatasihipertrof bilik, atau perubahan dalam pembuluh darah mencerminkan peningkatan tekanan pulmonal. Kontur abnormal mis .. bulging pada perbatasan jantung kiri, dapat menunjukan aneurisme ventrikel. Pelebaran atau penebalan hilus dilatasi vaskular di hilus, @orakan paru meningkat lebih dari !# lateral, Kranialisasi vaskuler, 4ilus suram batas tidak jelas, (nterstitial fbrosis gambaran seperti granuloma-granuloma kecil atau nodul milier.
4ilus melebar dan densitas meningkat disertai tanda bendungan paru, akibat edema interstisial atau alveolar.
o Pelebaran atau penebalan hilus dilatasi vaskular di hilus o @orakan paru meningkat lebih dari !# lateral
o Kranialisasi vaskuler
o 4ilus suram batas tidak jelas
o Interstitial fibrosis (gambaran seperti granuloma-granuloma kecil atau nodul milier).
L. 1lektrokardiograf. :isa sinus takikardia dengan hipertrof atrium kiri atau fbrilasi atrium, tergantung penyebab gagal jantung. ambaran inark, hipertrof ventrikel kiri atau aritmia bisa ditemukan.
ambaran penyebab gagal jantung kelainan katup, hipertrof ventrikel hipertensi, segmental $all motion abnormality P?K, dan umumnya ditemukan dilatasi ventrikel dan atrium kiri.
0. *aboratorium
a. Analisa gas darah p+" rendah, p@+" mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia. P4 =ilai normal P4 0,#7 - 0,N7 P +" 5/ - !// mm4g p@ +" #7 - N7 mm4g Saturasi +" F/ 8 4 @+# "" 6 #L m1<* %otal @+" dalam plasma normal "N-#! m1<l
b. 1n&im kardiospesifk meningkat jika penyebabnya inark miokard.
c. ;arah rutin, ureum, kreatinin, , elektrolit, urinalisis, oto thoraks, 1K, en&im jantung @K-9:, %roponin %, angiograf koroner.
5. Pengukuran plasma :-type natriuretic peptide :=P.
Alat-alat diagnostik lain yang digunakan dalam menilai penyebab yang mendasari dari pulmonary edema termasuk pengukuran dari plasma :-type natriuretic peptide :=P atau =-terminal pro-:=P. (ni adalah penanda protein hormon yang akan timbul dalam darah yang disebabkan oleh peregangan dari kamar-kamar jantung. Peningkatan dari :=P nanogram sepermilyar gram per liter lebih besar dari beberapa ratus #// atau lebih adalah sangat tinggi menyarankan cardiac pulmonary edema. Pada sisi lain, nilai-nilai yang kurang dari !// pada dasarnya menyampingkan gagal jantung sebagai penyebabnya.
F. Pulmonary artery catheter S$an-an&
Pulmonary artery catheter S$an-an& adalah tabung yang panjang dan tipis kateter yang disisipkan kedalam vena-vena besar dari dada atau leher dan dimajukan melalui ruang 6 ruang sisi kanan dari jantung dan diletakkan kedalam kapiler-kapiler paru atau pulmonary capillaries cabang-cabang yang kecil dari pembuluh-pembuluh darah dari paru-paru. Alat ini mempunyai kemampuan secara langsung mengukur tekanan dalam pembuluh-pembuluh paru, disebut pulmonary artery $edge pressure. 2edge pressure dari !5 mm4g atau lebih tinggi adalah konsisten dengan cardiogenic pulmonary edema, sementara $edge pressure yang kurang dari !5 mm4g biasanya menyokong non-cardiogenic cause o pulmonary edema. Penempatan kateter S$an-an& dan interpretasi data dilakukan hanya pada intensive care unit (@M.
H. PENATALAKSANAAN MEDIS
%ujuan penatalaksanaan medis adalah a. 9engendalikan hipoksemia
b. 9emperlambat pengembalian darah vena ke jantung c. 9emperbaiki ungsi jantung
d. 'elaksasi fsik dan mental
Pasien diberi posisi o$ler tinggi. :iasanya dokter memberi obat morfn sulat !/-!7 mg (J. +bat ini dapat mengurangi rasa cemas dan mengurangi
tekanan atrium kiri. Mntuk menangani hipoksemia, pasien diberikan oksigen N/-0/ 8. Kadang-kadang pasien perlu diintubasi selang endotrakea atau trakeostomi agar volume tidal adekuat dan konsentrasi oksigen yang diperlukan dapat diberikan. (ntubasi juga dapat mempermudah pengisapan untuk mengeluarkan sekresi yang banyak.
+bat-obat yang diberikan adalah aminoflin intravena untuk bronkodilatasi, meningkatkan haluaran urine, dan curah jantungH digitalisH diuretikH dan vasodilator. Apabila tindakan-tindakan diatas tidak membantu, ada dua terapi yang kontroversial, tetapi juga dipakai dokter, yaitu Eebotomi dan torniket rotasi. )lebotomi adalah insisi pada pembuluh darah vena untuk mengambil sejumlah darah guna mengurangi darah yang beredar dalam seluruh tubuh. %ekanan pulmonal dapat berkurang dengan mengurangi jumlah darah yang beredar. Akan tetapi, prosedur ini juga mengurangi hemoglobin pasien dan dapat memperberat hipoksemia. %ujuan dari torniket rotasi adalah menahan sejumlah darah pada keempat ekstremitas sehingga overloading jantung berkurang. Sekitar ! liter darah dapat ditahan pada ekstremitas dengan torniket rotasi. %orniket dipasang pada tiga ekstremitas sekaligus. %iap !7 menit menurut arah jarum jam satu torniket dilepas dan dipasang ke ekstremitas yang belum ada torniketnya. ;engan demikian setiap ekstremitas memakai torniket selama N7 menit. 9esin torniket rotasi dapat menggembungkan dan mengempiskan manset torniket secara automatis.
%orniket rotasi tidak boleh menghalangi sirkulasi darah arteria pada ekstremitas, yang dihalangi adalah sirkulasi darah vena. Setelah dilepas satu torniket dan $arna kulit pada tungkai tersebut tidak kembali normal, pera$at harus segera memberi tahu dokter. Apabila prosedur akan dihentikan, torniket dilepas satu per satu tiap !7 menit untuk menghindari peningkatan tekanan darah vena secara tiba-tiba dan timbul kembali edema paru.
Penatalaksanaan ke$e!a+atan * !. Posisi Q duduk.
". +ksigen N/ 6 7/8 sampai 5 litermenit bila perlu dengan masker. #. =itrogliserin !/ 6 "/ mcgmenit
N. 9onitor tekanan darah secara teratur
• @ek darah lengkap • @K9: en&im jantung • 9onitor 1K
• +ksimetri bila ada.
L. A@1-(nhibitor, Kaptopril "7 mg sublingual. 0. 9odifkasi gaya hidup lie style.
• Kontrol diit makanan pasien dengan tidak mengkonsumsi
makan-makanan yang tinggi garam, tinggi lemak.
• Kontrol :: pasien
• +lah raga secara teratur
I. KOMPLIKASI
Perinatal asfksia berasal dari bahasa Bunani sphy&ein yang artinya Rdenyut yang berhentiR merupakan kondisi kekurangan oksigen pada pernaasan yang bersiat mengancam ji$a. Keadaan ini bila dibiarkan dapat mengakibatkan hipoksemia dan hiperkapnia yang disertai dengan metabolik asidosis. Asfksia timbul karena adanya depresi dari susunan sara pusat @=S yang menyebabkan gagalnya paru-paru untuk bernaas.
Karakteristik 1sensial
%anda-tanda khusus dari bayi baru lahir dengan asfksia, harus memenuhi N kriteria berikut
a. 9etabolik asidosis, darah diperiksa dari arteri umbilical cord etus p4 0 dan basa defsit T!" mmol*
b. Skor Apgar /-# selama lebih dari 7 menit.
c. Adanya kelainan neurologis seperti kejang, koma atau hipotonis neonatal ensealoati
d. ;isungsi multiorgan
9ekanisme Asfksia Selama Periode Partus dan Post-Partum
:eberapa mekanisme yang dapat menimbulkan asfksia diantaranya a. angguan sirkulasi umbilikal, contohnya karena kompresi UUumbilical cordUU b. %idak mencukupinya perusi plasenta, contohnya yaitu hipotensi maternal,
hipertensi kehamilan, dan kontraksi uterus yang abnormal.
c. angguan oksigenasi maternal, contohnya penyakit jantung-paru dan anemia
d. Adanya gangguan pada pertukaran gas di plasenta, contohnya yaitu abruptio plasenta dan plasenta previa.
KONSEP ASUHAN KEPERA,ATAN
A. PENGKA-IAN
a.
(dentitas Klien(dentitas klien meliputi nama, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status perka$inan, agama, suku bangsa, alamat, tanggal dan jam masuk
rumah sakit, diagnosa medik.
(.
Keluhan utamaKlien biasanya mengeluh sesak naas, badan lemas
#.
'i$ayat penyakit sekarangAdanya sesak naas dan kelemahan,sianosis.
d.
'i$ayat penyakit dahulupada pengkajian ri$ayat kesehatan terdahulu sering kali klien mengeluh merasakan nyeri dada hebat dan pasien pernah mengalami hipertensi,
Penyakit paru, jantung serta kelainan organ vital ba$aan serta penyakit ginjal mungkin ditemui pada klien.
e.
'i$ayat penyakit keluargaPenyakit keturunan yang pernah dialami keluarga seperti ;9, hepatitis,dan hipertensi
f.
Pola )ungsional ordon a. Pola persepsi kesehatan b. Pola =utrisic. Pola 1liminasi
d. Pola Aktivitas- latihan e. Pola (stirhat-%idur
. Pola Kogniti perseptual g. Pola Konsep diri
h. Pola Peran 4ubungan i. Pola seksualitas-produksi j. Pola Koping-toleransi stress
k. Pola nilai kepercayaan
'.
P191'(KSAA= )(S(K ;ata +bjektia. Keadaan umum ku lemah b. Kesadaran @omposmentis c. %anda-tanda vital
P191'(KSAA= )(S(K 41A; %+ %+1
.
Kepala(nspeksi 2arna rambut, kebersihan rambur,rontoktidak, bentuk$ajah.
Palpasi ada benjolan atau tidak
/.
9ata(nspeksi :entuk mata, $arna sklera dan konjungtiva, akomodasi mata
).
4idung(nspeksi Ada benjolan atau tidak, bentuk hidung
0.
%elinga(nspeksi :entuk, kebersihan telinga, terdapatsedikit cilia Palpasi %eksturpina, heli> kenyal.
1.
9ulut2.
*eher(nspeksi Simetris atau tidak
Palpasi Kelenjar lime tidak teraba, kelenjar tiroid tidak membesar.
3.
Paru(nspeksi :entuk dada asimetris
Palpasi Jokal remitus kanan kiri tidak sama Perkusi pekak
Auskultasi terdengar ronki basah setengah lapangan paru atau lebih dan terdapat $hee&ing.
%erdapat takipnea, ortopnea meniestasi lanjutan. %akikardia, hipotensi atau teknan darah bisa meningkat. Pasien biasanya dalam posisi duduk agar dapat mempergunakan otot-otot bantu naas dengan lebih baik saat respirasi atau sedikit membungkuk ke depan, akan terlihat retraksi inspirasi pada sela interkostal dan ossa supraklavikula yang menunjukan tekanan negati intrapleural yang besar dibutuhkan pada saat inpsirasi, batuk dengan sputuk yang ber$arna kemerahan serta ?JP meningkat. Pada pemeriksaan paru akan terdengar ronki basah setengah lapangan paru atau lebih dan terdapat $hee&ing. Pemeriksaan jantung dapat ditemukan ditemukan gallop, bunyi jantung # dan N. %erdapat juga edem perier, akral dingin dengan sianosis . ;an pada edem paru non kardiogenik didapatkan Pada pemeriksaan fsik, pada perkusi terdengar keredupan dan pada pemeriksaan auskultasi di dapat ronki basah dan bergelembung pada bagian ba$ah dada.
5.
?antung(nspeksi (ctus kordis terlihat Palpasi P9( teraba
Perkusi Pekak
Auskultasi %erdengar 9urmur
F.
Abdomen(nspeksi simetris
Auskultasi 4itung bising usus Palpasi tidak ada nyeri tekan Perkusi %impani
!/.
1kstremitas(nspeksi Atas ba$ah simetris atau tidak, hitung jumlah jari
!!.
(ntegumen(nspeksi %erlihat sianosis pada kuku Palpasi Akral dingin
B. DIAGNOSA KEPERA,ATAN
!. angguan pertukaran gas yang berhubungan dengan akumulasi protein dan cairan dalam interstitialarea alveolar
". Ketidakeektian bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan secret
#. 'isiko ineksi berhubungan dengan pemasangan intubasi endotrakeal N. angguan pola naas yang berhubungan menurunnya ekspensi paru
skunder terhadap penumpukan cairan dalam alveoli
7. 9enurunnya (ntoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan, ketidak seimbangan suplai nutrisi dan kebutuhan oksigen
C. RENCANA KEPERA,ATAN
;iagnosa %ujuan (ntervensi 'asional
;> angguan pertukaran gas berhubungan dengan akumulasi protein dan cairan dalam interstitial area alveolar Jentilasi dan oksigenasi adekuat setelah dilakukan pemasangan endotrakeal kriteria hasil • sesak napas berkuran g, tidak sianosis !. :4SP pada pasien atau keluarga pasien ". +bservasi %%J #. :erikan oksigen yang dilembabkan dengan humidifer N. :erkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi 7. 9otivasi pasien !. ;engan :4SP dapat memperoleh pemberian tindakan ". peningkatan '' dan %akikardia merupakan indikasi adanya penurunan ungsi paru #. sehingga jalan napas buatan meniadakan mekanisme
untuk naas dalam dan panjang pertahanan tubuh untuk pelembapan dan penghangatan N. pengobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam proses terapi 7. naas dalam dapat membantu membebaskan jalan napas
;> ketidakeektia n bersihan jalan naas berhubungan dengan penumpukan sekret
:ersihan jalan napas eekti setelah dilakukan fsioterapi napas dan penghisapan sekret Kriteria 4asil • 4ilangnya dispnea • :unyi napas bersihtidak ada ronkhi • 9engeluarkan sekret tanpa kesulitan !. :4SP pada pasien dan keluarga pasien ". *akukan fsioterapi napas dan penghisapan sekret secara kontinu #. :erikan oksigenasi sebelum dilakukan penghisapan !. ;engan :4SP dapat mempermudah pemberian tindakan ". Sehingga dengan fsioterapi napas akan melepaskan sekret dari dinding alveoli sehingga memudahkan
sekret
N. Kaji dan catat karakteristik sputum 7. :erkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi seperti 9orfn, urosemid, aminoflin. untuk dialkukan penghisapan #. Sehingga menambah cadangan oksigen sehingga pada saat dilakukan penghisapan sekret klien tidak mengalami kekurangan oksigen karena dengan menghisap sekret oksigen juga ikut terhisap N. Mntuk mengidentifkasi sputum 7. Pengobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam proses terapi kepera$atan
DAFTAR PUSTAKA
Alpert, ?S, 1$y A , "//". Pulmonary 1dema. (n 9anual o @ardiovascular ;iagnosis and %herapy. Mnkno$n *ippincott 2illiams 3 2ilkins
9ananers. "/!!. Asuhan kepera$atan edema paru.
:aughman, ;iane @. "///. Kepera$atan 9edikal-:edah buku saku untuk :runner dan Suddarth. ?akarta 1@
:aradero 9ery. "//5. Klien angguan Kardiovaskularseri asuhan kepera$atan. ?akarta 1@
Ane. "/!!. kumpulan inormasi kesehatan, reerrat kedokteran, dan artikel
kedokteran islam.
%ersedia httpdokmud.$ordpress.com"/!//#!0edema-paru-non-kardiogenik. jakarta /L april "/!#. !!.#! 2(: acces online
httpid.$ikipedia.org$ikiAsfksia. ?akarta /L april "/!#. "!./N 2(: acces online ;oengoes, 9arilynn 1. "///. 'encana Asuhan Kepera$atan. edisi ke-#. ?akarta 1@
;e$i, '. K. "/!". 1dema Paru Akut. $$$.scribd.com. ;iakses %anggal !F ?uli "/!N 9ichellia, "/!". Acute *ungs +edema A*+. $$$.scribd.com. ;iakses %anggal !F ?uli "/!N.
Pangestu, 2. "/!". 1dema Paru. $$$.scribd.com. ;iakses %anggal !F ?uli "/!N.
)ernando, *. "/!". Asuhan Kepera$atan pada Pasien ;engan 1dema Paru Akut Acute *ung +edem. $$$.lent&eksplore.$ordpress.com . ;iakses tanggal !F ?uli "/!N