• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Laporan Individual Morfologi Gigi Dan Uji Aktivitas Karies

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Laporan Individual Morfologi Gigi Dan Uji Aktivitas Karies"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pendahuluan Pendahuluan

Seluruh gigi geligi susu akan lengkap erupsi pada anak berumur lebih kurang 2,5 tahun. Pada periode Seluruh gigi geligi susu akan lengkap erupsi pada anak berumur lebih kurang 2,5 tahun. Pada periode ini lengkung gigi pada umumnya berbentuk oval dengan gigitan dalam ( Deep bite ) pada overbite dan ini lengkung gigi pada umumnya berbentuk oval dengan gigitan dalam ( Deep bite ) pada overbite dan overjet dan dijumpai adanya “ ge

overjet dan dijumpai adanya “ generalizedneralizedinterdental spacing ( celahinterdental spacing ( celah –  – celah diantara gigi- geligi ). Halcelah diantara gigi- geligi ). Hal ini terjadi karena adanya pertumbuhan tulang rahang kearah transversal untuk mempersiapkan tempat ini terjadi karena adanya pertumbuhan tulang rahang kearah transversal untuk mempersiapkan tempat gigi

gigi –  – gigi permanen yang kan tumbuh celah ygigi permanen yang kan tumbuh celah yang terdapat ang terdapat dimenssial cainus atas dan dimenssial cainus atas dan disebelah distadisebelah distall caninus bawah disebut

caninus bawah disebut “primate space “ . Primate space ini diperlukan pada “ early mesial shift “.“primate space “ . Primate space ini diperlukan pada “ early mesial shift “. Adanya celah

Adanya celah –  – celah ini memberi kemungkinan gigi-gigi permanen yang akan erupsi mempunyaicelah ini memberi kemungkinan gigi-gigi permanen yang akan erupsi mempunyai cukup tempat, sebaiknya bila tidak ada memberi indikasi kemungkinan terjadi gigi berjejal cukup tempat, sebaiknya bila tidak ada memberi indikasi kemungkinan terjadi gigi berjejal (crowding).

(crowding). 33

Oklusi adalah perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada Maksila dan mandibula, yang terjadi Oklusi adalah perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada Maksila dan mandibula, yang terjadi selama pergerakan Mandibula dan berakhir dengan kontak penuh dari gigi geligi pada kedua rahang. selama pergerakan Mandibula dan berakhir dengan kontak penuh dari gigi geligi pada kedua rahang. Oklusi terjadi karena adanya interaksi antara Dental system, Skeletal systemdan iluscular system. Oklusi terjadi karena adanya interaksi antara Dental system, Skeletal systemdan iluscular system. Oklusi gigi geligi bukanlah merupakan keadaan yang statis selama mandibula bergerak, sehingga ada Oklusi gigi geligi bukanlah merupakan keadaan yang statis selama mandibula bergerak, sehingga ada bermacam-macam bentuk oklusi, misalnya : centrik, excentrik, habitual, supra-infra, mesial, bermacam-macam bentuk oklusi, misalnya : centrik, excentrik, habitual, supra-infra, mesial, distal,lingual dsb.

distal,lingual dsb.33

Deskripsi topik Deskripsi topik

Seorang ibu membawa anak laki-lakinya yang berusia 14 tahun ke praktik dokter gigi dengan keluhan Seorang ibu membawa anak laki-lakinya yang berusia 14 tahun ke praktik dokter gigi dengan keluhan utama gigi taring atas dewasa sebelah kanan belum tumbuh sedangkan gigi taring susunya masih ada utama gigi taring atas dewasa sebelah kanan belum tumbuh sedangkan gigi taring susunya masih ada dan

dan belum goyang belum goyang dan terlihat berlubang pada dan terlihat berlubang pada bagian tepinya. Dari bagian tepinya. Dari pemeriksaan klinis, gigi 53 pemeriksaan klinis, gigi 53 tidak tidak  goyang dan trdapat karies proksimal, gigi 13, 18, 28, 38 dan 48 belum tumbuh sedangkan gigi goyang dan trdapat karies proksimal, gigi 13, 18, 28, 38 dan 48 belum tumbuh sedangkan gigi permanen yang lain sudah tumbuh

permanen yang lain sudah tumbuh

Learning Issue Learning Issue

1.

1. Jelaskan morfologi umum gigi 53 dan 13Jelaskan morfologi umum gigi 53 dan 13 2.

2. Jelaskan variasi apa saja yang terdapat pada gigi 13Jelaskan variasi apa saja yang terdapat pada gigi 13 3.

3. Sebuntukan persarafan yang terdapat pada gigi 53 dan 13Sebuntukan persarafan yang terdapat pada gigi 53 dan 13 4.

4. Pada usia berapa gigi desidui tersebut di atas seharusnyaberganti dengan gigi permanen?Pada usia berapa gigi desidui tersebut di atas seharusnyaberganti dengan gigi permanen? 5.

(2)

7.

7. Variasi Molar TigaPermanenVariasi Molar TigaPermanen 8.

8. Sebutkan bakteri yang terlibat pada kasus gigi desidui di atas dan lokasinyaSebutkan bakteri yang terlibat pada kasus gigi desidui di atas dan lokasinya 9.

9. Jelaskan beberapa metode uji aktivitas karies dan sebuntukan keuntungan UAKJelaskan beberapa metode uji aktivitas karies dan sebuntukan keuntungan UAK

Pembahasan Pembahasan

1.

1. Morfologi umum gigi 53 dan 13Morfologi umum gigi 53 dan 13

MORFOLOGI GIGI CANINUS MAXILLA KANAN DESIDUI (53) MORFOLOGI GIGI CANINUS MAXILLA KANAN DESIDUI (53)1,21,2 Aspek Labial

Aspek Labial

Lebar mesiodistal mahkota pada servikal sempit Lebar mesiodistal mahkota pada servikal sempit Permukaan mesial dan distal lebih cembung Permukaan mesial dan distal lebih cembung  Insisal edge

 Insisal edge lurus panjang dan memiliki tonjolan yg tajamlurus panjang dan memiliki tonjolan yg tajam Lereng mesial cusp lebih panjang drpd distal

Lereng mesial cusp lebih panjang drpd distal

Akarnya panjang langsing dan runcing, 2x lebih panjang dari crown Akarnya panjang langsing dan runcing, 2x lebih panjang dari crown Aspek Insisal

Aspek Insisal

Bentuk mahkota tampak seperti diamond shape Bentuk mahkota tampak seperti diamond shape

Sudut kontak area sebelah mesial dan distal, cingulum, enamel ridge permukaan labial, Sudut kontak area sebelah mesial dan distal, cingulum, enamel ridge permukaan labial, tampak lebih bulat drpd kaninus permanen

tampak lebih bulat drpd kaninus permanen Titik puncak cuspnya lebih ke distal

Titik puncak cuspnya lebih ke distal

Lereng mesial lebih panjang dari lereng distal. Lereng mesial lebih panjang dari lereng distal. Aspek Palatal

Aspek Palatal

Adanya cingulum dan tuberkel pd titik puncaknya Adanya cingulum dan tuberkel pd titik puncaknya Akar runcing ke arah palatal

Akar runcing ke arah palatal Inklinasi ke arah

Inklinasi ke arah distal pd distal pd 1/3 tengah 1/3 tengah ke bawahke bawah Aspek Mesial

Aspek Mesial

Ukuran labiopalatal 1/3 servikal tampak lebih besar Ukuran labiopalatal 1/3 servikal tampak lebih besar Mahkota lebih besar sesuai lebar dan panjang akarnya Mahkota lebih besar sesuai lebar dan panjang akarnya Aspek Distal

Aspek Distal

Lengkung garis servikal ke arah cusp ridge lebih kecil drpd di permukaan mesial Lengkung garis servikal ke arah cusp ridge lebih kecil drpd di permukaan mesial

(3)

MORFOLOGI CANINUS MAXILLA KANAN PERMANEN (13) MORFOLOGI CANINUS MAXILLA KANAN PERMANEN (13)1,21,2 Aspek Labial

Aspek Labial

Ukuran mesiodistal mahkota dan akarnya lebih sempit drpd Insisivus Sentralis Ukuran mesiodistal mahkota dan akarnya lebih sempit drpd Insisivus Sentralis Garis servikal sebelah labial lebih cembung ke arah akar

Garis servikal sebelah labial lebih cembung ke arah akar

Titik kontak mesial dipertemuan 1/3 tengah dan 1/3 insisal crown Titik kontak mesial dipertemuan 1/3 tengah dan 1/3 insisal crown Titik puncak cusp segaris dengan pusat akar

Titik puncak cusp segaris dengan pusat akar Lereng mesial lebih pendek dr lereng distal Lereng mesial lebih pendek dr lereng distal

Akar gigi ramping berbentuk kerucut dgn titik apeks yg bulat Akar gigi ramping berbentuk kerucut dgn titik apeks yg bulat Aspek Mesial

Aspek Mesial

Ukuran labiopalatal lebih besar Ukuran labiopalatal lebih besar

Cervical line melengkung ke arah insisal tinggi lebih kurang 2,5 mm Cervical line melengkung ke arah insisal tinggi lebih kurang 2,5 mm Aspek Distal

Aspek Distal

Servikal line kurang melengkung Servikal line kurang melengkung

Distal marginal ridge lebih besar dan irreguler Distal marginal ridge lebih besar dan irreguler Facies palatinalis lebih konkaf.

Facies palatinalis lebih konkaf. Aspek Insisal

Aspek Insisal

Ukuran labiopalatal lebih besar dr mesiodistal Ukuran labiopalatal lebih besar dr mesiodistal

Ujung cusp terlihat lebih ke labial dan ke mesial drpd tengah

Ujung cusp terlihat lebih ke labial dan ke mesial drpd tengah –  – tengah gigi.tengah gigi.

Ukuran rata

Ukuran rata

 – 

 – 

rata rata gigi gigi 53 53 Ukuran Ukuran ratarata

 – 

 – 

rata gigi 13rata gigi 13

Panjang

Panjang keseluruhan keseluruhan : : 19 19 mm mm Panjang Panjang keseluruhan keseluruhan : : 27 27 mmmm

Mahkota : 6.5 mm Mahkota : 6.5 mm

Lebar mesiodistal mahkota : 7mm Lebar mesiodistal mahkota : 7mm Lebar labiopalatal : 7 mm

Lebar labiopalatal : 7 mm

Mahkota : 10 mm Mahkota : 10 mm

Diameter mesiodistal mahkota : 7,6 mm Diameter mesiodistal mahkota : 7,6 mm Diameter mesiodistal servikal mahkota : Diameter mesiodistal servikal mahkota : 5,6 mm

5,6 mm

Diameter labiopalatal mahkota : 8,1 mm Diameter labiopalatal mahkota : 8,1 mm

(4)

2.

2. VARIASI GIGI 13VARIASI GIGI 13 11

Mahkota panjang 1/3 apikal akar melengkung Mahkota panjang 1/3 apikal akar melengkung

Gigi terlalu panjang dgn hipersementosis pd ujung akar Gigi terlalu panjang dgn hipersementosis pd ujung akar Mahkota pendek akar pendek dan malformasi

Mahkota pendek akar pendek dan malformasi Ukuran mesiodistal kontak area sangat besar Ukuran mesiodistal kontak area sangat besar Servikal sempit dan akar pendek 

Servikal sempit dan akar pendek 

Ukuran labiolingual sangat besar akarnya melengkung Ukuran labiolingual sangat besar akarnya melengkung Gigi yg malformasi

Gigi yg malformasi

Mahkota besar akarnya pendek  Mahkota besar akarnya pendek 

Akar terlalu panjang dan ujungnya membulat Akar terlalu panjang dan ujungnya membulat Akar sangat panjang dan melengkung

Akar sangat panjang dan melengkung

Mahkota yg kurang sempurna dan akar sangat panjang Mahkota yg kurang sempurna dan akar sangat panjang

3.

3. Persarafan yang terdapat pada gigi 53 dan 13Persarafan yang terdapat pada gigi 53 dan 13

Saraf Trigeminal (V) Saraf Trigeminal (V)

Saraf cranial terbesar dan terpenting di bidang kedokteran gigi yang merupakan innervasi Saraf cranial terbesar dan terpenting di bidang kedokteran gigi yang merupakan innervasi sensory dari wajah, kulit kepala, gigi, hidung dan mulut, dan innervasi motorik terhadap otot sensory dari wajah, kulit kepala, gigi, hidung dan mulut, dan innervasi motorik terhadap otot pengunyahan, kel saliva dan kel lacrimalis. Sel-sel sensory terletak di ganglion semi lunar pengunyahan, kel saliva dan kel lacrimalis. Sel-sel sensory terletak di ganglion semi lunar (gasserian) pada petrosa tulang temporal.

(gasserian) pada petrosa tulang temporal. Saraf Trigeminal memiliki 3 divisi/cabang : Saraf Trigeminal memiliki 3 divisi/cabang : 1.

1. saraf saraf Ophthalmicus Ophthalmicus (V1) (V1) murni murni sensorik sensorik  2.

2. saraf saraf maxilla maxilla (V2) (V2) murni murni sensorik sensorik  3.

3. saraf saraf mandibula mandibula (V3) (V3) Campuran Campuran sensorik sensorik dan dan motorik motorik 

Saraf Ophthalmicus Saraf Ophthalmicus

Saraf ini memasuki mata melewati fisur orbital superior yang merupakan innervasi sensory pada mata, Saraf ini memasuki mata melewati fisur orbital superior yang merupakan innervasi sensory pada mata, hidung, kel air mata, kulit dan kelopak mata, dan mempunyai 3 cabang tetapi tidak mensarafi rongga hidung, kel air mata, kulit dan kelopak mata, dan mempunyai 3 cabang tetapi tidak mensarafi rongga mulut.

(5)

Saraf maksilla Saraf maksilla

Divisi kedua dari saraf Trigeminal ini berjalan melalui foramen rotundum dan melewati fossa Divisi kedua dari saraf Trigeminal ini berjalan melalui foramen rotundum dan melewati fossa pterygopalatina. Pada fossa ini saraf maksilla mebentuk 4 cabang yaitu zigomatic, infraorbital, pterygopalatina. Pada fossa ini saraf maksilla mebentuk 4 cabang yaitu zigomatic, infraorbital, alveolar superior posterior dan pterygopalatina.

alveolar superior posterior dan pterygopalatina.

Saraf Zygomatic Saraf Zygomatic Saraf Infraorbital Saraf Infraorbital

-- Saraf ini menembus wajah melalui foramen infraorbitalis, tetapi sebelum keluar melaluiSaraf ini menembus wajah melalui foramen infraorbitalis, tetapi sebelum keluar melalui foramen infraorbital memiliki 2 cabang yaitu :

foramen infraorbital memiliki 2 cabang yaitu :

-- saraf alveolar superior media yang menginnervasi mesiosaraf alveolar superior media yang menginnervasi mesio  –  – bucal akar gigi M atas, P2 atas,bucal akar gigi M atas, P2 atas, gingivaldan sinus maxilla

gingivaldan sinus maxilla

-- saraf alveolar superior saraf alveolar superior anterior yang manterior yang mensuplai insisivus atas ensuplai insisivus atas dan kaninus, gingival ldan kaninus, gingival labial sertaabial serta sinus maxillaris.

sinus maxillaris.

Saraf Alveolar superior posterior Saraf Alveolar superior posterior

Saraf Pterygopalatine mempunyai 5 cabang yaitu : Saraf Pterygopalatine mempunyai 5 cabang yaitu :

1.

1. Saraf Phanyngeal (pharing, mucosa pharing)Saraf Phanyngeal (pharing, mucosa pharing) 2.

2. Saraf Palatina Mayor mensarafi mukosa palatum keras dan gingiva palatal gigi molar,Saraf Palatina Mayor mensarafi mukosa palatum keras dan gingiva palatal gigi molar, premolar, dan kaninus atas

premolar, dan kaninus atas 3.

3. Saraf Palatina Minor mensarafi mukosa palatum lunak dan tonsilSaraf Palatina Minor mensarafi mukosa palatum lunak dan tonsil 4.

4. Saraf Nasopalatina mensarafi gingiva palatal gigi Insisivus atasSaraf Nasopalatina mensarafi gingiva palatal gigi Insisivus atas 5.

5. Saraf nasalis lateral superior posterior mensarafi concha nasalis superior dan tengahSaraf nasalis lateral superior posterior mensarafi concha nasalis superior dan tengah dan septum nasalis superior.

dan septum nasalis superior.

Saraf Mandibula Saraf Mandibula

Merupakan divisi terbesar dari saraf trigeminal dan keluar tengkorak melalui faramen ovale pada Merupakan divisi terbesar dari saraf trigeminal dan keluar tengkorak melalui faramen ovale pada tulang sphenoid. Memiliki saraf sensorik dan motorik. Dipersyarafi oleh Nervus Alveolaris Inferior, tulang sphenoid. Memiliki saraf sensorik dan motorik. Dipersyarafi oleh Nervus Alveolaris Inferior, mempersarafi gigi anterior dan posterior gigi rahang bawah

(6)

4.

4. Pada usia berapa gigi desidui tersebut di atas seharusnyaberganti dengan gigiPada usia berapa gigi desidui tersebut di atas seharusnyaberganti dengan gigi permanen?

permanen?

WAKTU ERUPSI GIGI SUSU WAKTU ERUPSI GIGI SUSU22

Jenis

Jenis gigi gigi PembentukanPembentukan awal jaringan awal jaringan keras di keras di dalam uterus dalam uterus ( minggu) ( minggu) Mahkota Mahkota lengkap lengkap (bulan) (bulan) Erupsi Erupsi (bulan) (bulan) Pembentukan Pembentukan akar lengkap akar lengkap (tahun) (tahun) Rah Rah ang ang atas atas Insisivus 1 Insisivus 1 Insisivus 2 Insisivus 2 Kaninus Kaninus Molar1 Molar1 Molar 2 Molar 2 14 14 16 16 17 17 15 1/2 15 1/2 19 19 1 ¼ 1 ¼ 2 ½ 2 ½ 9 9 6 6 11 11 7,5 7,5 –  – 88 9 9 –  – 1010 16 16 –  – 1919 12 12 –  – 1414 24 24 –  – 2929 1 ½ 1 ½ 2 2 3 ¼ 3 ¼ 2 ¼ 2 ¼ 3 3 Rah Rah ang ang baw baw ah ah Insisivus 1 Insisivus 1 Insisivus 2 Insisivus 2 Kaninus Kaninus Molar1 Molar1 Molar 2 Molar 2 14 14 16 16 17 17 15 1/2 15 1/2 18 18 2 ½ 2 ½ 3 3 6 6 5 ½ 5 ½ 10 10 6 6 –  – 88 8 8 –  – 99 15 15 –  – 1818 12 12 –  – 1414 23 23 –  – 2828 1 ½ 1 ½ 1 ½ 1 ½ 3 ¼ 3 ¼ 2¼ 2¼ 3 3

WAKTU ERUPSI GIGI PERMANEN WAKTU ERUPSI GIGI PERMANEN 22

Erupsi bagi gigi Erupsi bagi gigi permenen permenen Waktu Waktu klasifikasi klasifikasi Waktu Waktu terbentuk  terbentuk  mahkota mahkota (thn) (thn) Waktu Waktu erupsi erupsi (thn) (thn) Waktu Waktu terbentuk  terbentuk  akar (thn) akar (thn) Mandibular

Mandibular M1 M1 Saat Saat lahir lahir 3-4 3-4 6-7 6-7 9-109-10 Maxilla

Maxilla M1 M1 Saat Saat lahir lahir 4-5 4-5 6-7 6-7 9-109-10 Mandibular

(7)

5.

5. Oklusi gigi 13 dan 53Oklusi gigi 13 dan 53 33

Oklusi adalah kontak maksimum antara gigi-gigi pada rahang atas dan rahang bawah dimana Oklusi adalah kontak maksimum antara gigi-gigi pada rahang atas dan rahang bawah dimana lengkung gigi atas dan bawah dalam keadaan tertutup.

lengkung gigi atas dan bawah dalam keadaan tertutup. 2

2 macam macam istilah oklusi istilah oklusi :: 1.

1. Oklusi Ideal - Untuk mendapatkan oklusi ini, bentuk dan kedudukan gigi dgn jaringan sekitarOklusi Ideal - Untuk mendapatkan oklusi ini, bentuk dan kedudukan gigi dgn jaringan sekitar harus

harus semua semua dlm dlm bentuk bentuk normal normal jarang jarang dijumpai.dijumpai. 2.

2. Oklusi Normal - Oklusi dgn sedikit variasi abnormal yang masih cocok, atau tampak normalOklusi Normal - Oklusi dgn sedikit variasi abnormal yang masih cocok, atau tampak normal untuk individu tersebut dan tidak dapat dikatakan abnormal untuk individu tersebut.

untuk individu tersebut dan tidak dapat dikatakan abnormal untuk individu tersebut. Penggolongan Oklusi

Penggolongan Oklusi33

• Kelas IKelas I Angle disebut juga neutro oklusi ditandai dengan tonjol mesiobukal dari M1 permanenAngle disebut juga neutro oklusi ditandai dengan tonjol mesiobukal dari M1 permanen

maksila terletak pada bukal groove dari M1 permanen mandibula. C maksila terletak pada maksila terletak pada bukal groove dari M1 permanen mandibula. C maksila terletak pada ruangan antara tepi distal dari C mandibula dan tepi mesial dari P1 mandibula

ruangan antara tepi distal dari C mandibula dan tepi mesial dari P1 mandibula

• Kelas IIKelas II Angle disebut juga disto oklusi yaitu tonjol mesio bukal dari M1 permanen maksilaAngle disebut juga disto oklusi yaitu tonjol mesio bukal dari M1 permanen maksila

beroklusi pada ruangan antara tonjol mesio bukal dari M1 permanen mandibula dan tepi distal beroklusi pada ruangan antara tonjol mesio bukal dari M1 permanen mandibula dan tepi distal dari tonjol bukal M2 mandibula

dari tonjol bukal M2 mandibula Maxilla Maxilla I1 I1 3-4 3-4 bl bl 4-5 4-5 7-8 7-8 1010 Mandibular Mandibular I2 I2 3-4 3-4 nl nl 4-5 4-5 7-8 7-8 9-109-10 Maxilla Maxilla I2 I2 10-12 10-12 bl bl 4-5 4-5 8-9 8-9 10-1110-11 Mandibular Mandibular C C 4-5 4-5 bl bl 5-6 5-6 9-10 9-10 12-1312-13 Maxilla Maxilla P1 P1 1-2 1-2 thn thn 6-7 6-7 10-11 10-11 12-1412-14 Mandibular Mandibular P1 P1 1-2 1-2 thn thn 6-7 6-7 10-11 10-11 12-1412-14 Maxilla Maxilla P2 P2 2-3 2-3 thn thn 7-8 7-8 10-12 10-12 13-1413-14 Mandibular Mandibular P2 P2 2-3 2-3 thn thn 7 7 11-12 11-12 14-1514-15 Maxilla Maxilla C C 4-5 4-5 bl bl 6-7 6-7 11-12 11-12 14-1514-15 Mandibular Mandibular M2 M2 2-3 2-3 thn thn 7-8 7-8 11-12 11-12 14-1514-15 Maxilla Maxilla M2 M2 2-3 2-3 thn thn 7-8 7-8 12-13 12-13 15-1615-16 Mandibular Mandibular M3 M3 8-10 thn 8-10 thn 12-16 12-16 17-20 17-20 18-2518-25 Mandibular Mandibular M3 M3 7-9 7-9 thn thn 12-16 12-16 18-20 18-20 18-2518-25

(8)

• Kelas IIIKelas III Angle, memperlihatkan tonjol mesio bukal dari M1 permanen maksila beroklusiAngle, memperlihatkan tonjol mesio bukal dari M1 permanen maksila beroklusi

pada ruangan inter dental, di antara bagian distal dari tonjol distal M1 permanen mandibula pada ruangan inter dental, di antara bagian distal dari tonjol distal M1 permanen mandibula dengan tepi mesial dari tonjol mesial M2 permanen mandibula

dengan tepi mesial dari tonjol mesial M2 permanen mandibula

6.

6. Morfologi umum 48 dan 18Morfologi umum 48 dan 18

MORFOLOGI GIGI 18 (MOLAR 3 MAKSILA)

MORFOLOGI GIGI 18 (MOLAR 3 MAKSILA)1,21,2

Aspek bukal Aspek bukal

Koronanya lebih pendek serviko oklusal dan lebih sempit mesio-distal. Koronanya lebih pendek serviko oklusal dan lebih sempit mesio-distal. Ujung

Ujung –  – ujung akar menjadi satu, meruncing pada apeksnya.ujung akar menjadi satu, meruncing pada apeksnya. Mesial dari akar membengkok ke distal.

Mesial dari akar membengkok ke distal. Aspek palatal

Aspek palatal

Palatal cusp besar tanpa adanya palata l groove, distopalatal cusp tidak terlalu besar dengan Palatal cusp besar tanpa adanya palata l groove, distopalatal cusp tidak terlalu besar dengan satu

satu developmental groovedevelopmental groove.. Aspek mesial

Aspek mesial

Terlihat penyatuan akar diantara bifurkasi disekitar sepertiga apikal Terlihat penyatuan akar diantara bifurkasi disekitar sepertiga apikal Akar lebih pendek bila dibandingkan dengan panjang mahkota Akar lebih pendek bila dibandingkan dengan panjang mahkota Aspek oklusal

Aspek oklusal

Palatal cusp besar dan tinggi, distopalatal cusp sedikit atau tidak sama sekali Palatal cusp besar dan tinggi, distopalatal cusp sedikit atau tidak sama sekali Mahkota molar tiga lebih sempit ke arah palatal daripada molar dua

Mahkota molar tiga lebih sempit ke arah palatal daripada molar dua MORFOLOGI GIGI 48 (MOLAR 3 MANDIBULA)

MORFOLOGI GIGI 48 (MOLAR 3 MANDIBULA)1,21,2

Aspek bukal Aspek bukal

Koronanya hampir sama panjangnya serviko-oklusal, tetapi lebih sempit mesio-distal Koronanya hampir sama panjangnya serviko-oklusal, tetapi lebih sempit mesio-distal Lebar mesiodistal mahkota pada kontak area lebih lebar daripada bagian servikal Lebar mesiodistal mahkota pada kontak area lebih lebar daripada bagian servikal Bukal cusp pendek dan bulat

Bukal cusp pendek dan bulat Aspek lingual

Aspek lingual

Molar tiga mandibula menyerupai aspek lingual molar dua mandibula, kecuali ukuran dan Molar tiga mandibula menyerupai aspek lingual molar dua mandibula, kecuali ukuran dan pertumbuhan akarnya

pertumbuhan akarnya Aspek distal

Aspek distal

Koronanya lebih sempit buko-lingual Koronanya lebih sempit buko-lingual Akarnya lebih pendek 

Akarnya lebih pendek 

Mahkota yang sangat besar dan bentuk yang lebih bulat. Mahkota yang sangat besar dan bentuk yang lebih bulat.

(9)

Aspek mesial Aspek mesial

Ukuran akar lebih pendek  Ukuran akar lebih pendek 

Akar mesial meruncing ke arah apeks Akar mesial meruncing ke arah apeks

Apeks akar mesial lebih runcing daripada akar distal. Apeks akar mesial lebih runcing daripada akar distal. Aspek oklusal

Aspek oklusal

Garis luarnya lebih pendek  Garis luarnya lebih pendek 

Ukuran bukolingual bagian distal terlihat lebih kecil daripada bagian mesial Ukuran bukolingual bagian distal terlihat lebih kecil daripada bagian mesial

7.

7. Variasi Molar TigaPermanenVariasi Molar TigaPermanen Maksila

Maksila o

o Akar sangat pendek , menyatu, panjang, angulasi akar ke arah distal, memiliki tiga akarAkar sangat pendek , menyatu, panjang, angulasi akar ke arah distal, memiliki tiga akar yang sangat melebar.

yang sangat melebar. o

o Garis luar mahkota berbentuk jajargenjang denganGaris luar mahkota berbentuk jajargenjang dengan developmental groovedevelopmental grooveyang letaknyayang letaknya tidaknya tidak lazim, mesiobukal terlalu besar, mahkota terlalu lebar.

tidaknya tidak lazim, mesiobukal terlalu besar, mahkota terlalu lebar. o

o Gigi memiliki lima cusps yang abnormal, gigi berukuran kecil dengan cusps yangGigi memiliki lima cusps yang abnormal, gigi berukuran kecil dengan cusps yang

abnormal. abnormal. Mandibulla Mandibulla

o

o Ukuran gigi sangat besar, dengan akar tambahan sebelah lingual.Ukuran gigi sangat besar, dengan akar tambahan sebelah lingual.

o

o Gigi yang kerdil dengan cusps tambahan.Gigi yang kerdil dengan cusps tambahan.

o

o Mahkota gigi lebar dengan malformasi akar.Mahkota gigi lebar dengan malformasi akar.

o

o Mahkota lebar dan akar kerdilukuran servikooklusal mahkota gigi panjang, akarMahkota lebar dan akar kerdilukuran servikooklusal mahkota gigi panjang, akar menyatu dan malformasi.

menyatu dan malformasi.

8.

8. Bakteri yang terlibat pada kasus gigi desiduiBakteri yang terlibat pada kasus gigi desidui Enamel

Enamel o

o  Basillus acidophilus Basillus acidophilus,,

o

o Cludothrix placoidesCludothrix placoides, dan, dan

o

o Leptotrichia bukalis .Leptotrichia bukalis .

Dentin Dentin

(10)

o

o Permukaan luar:Permukaan luar: StreptococcusStreptococcus spp.,spp.,  Lactobacillus Lactobacillus spp.,spp.,  Actinomyces Actinomyces spp. dan Gram-spp. dan

Gram-positive rods yang lain. positive rods yang lain. o

o Bagian pulpa: bakteri Gram-positif anaerob rods,Bagian pulpa: bakteri Gram-positif anaerob rods, Eubacterium, Propionibacterium Eubacterium, Propionibacterium, dan, dan

 Bifidobacterium

 Bifidobacterium species,species, Actinomyces Actinomycesdandan Lactobacillus. Lactobacillus. Akar

Akar o

o Streptococci, Streptococci, Lactobacilli Lactobacilli dandan  Actinomyces Actinomyces, , obligately obligately anaerobic anaerobic species,species,

Fusobacterium, Peptostreptococcus

Fusobacterium, Peptostreptococcus,,  Eubacterium Eubacterium,, Propionibacterium,,Propionibacterium VeillonellaVeillonella,, Wolinella

Wolinella,, PrevotellaPrevotella, and, and PorphyromonasPorphyromonasmendominasi karies akar.mendominasi karies akar. o

o Mikroorganisma lain sepertiMikroorganisma lain seperti CandidaCandida andandSaccharomycesSaccharomycesdan Spirochetes,dan Spirochetes, Treponema,Treponema,

dijumpai setelah akar gigi sembuh dari infeksi. dijumpai setelah akar gigi sembuh dari infeksi.

9.

9. Metode Uji Metode Uji Aktivitas Aktivitas KariesKaries 1.

1. Jumlah Jumlah LaktobasillusLaktobasillus Prosedur kerja:

Prosedur kerja:

•• Spesimen diperoleh dengan mengumpulkan dengan cara mengunyah 1 gr parafin wafer atauSpesimen diperoleh dengan mengumpulkan dengan cara mengunyah 1 gr parafin wafer atau karet

karet

•• Disediakan 10 tabung yang berisi 9ml larutan salineDisediakan 10 tabung yang berisi 9ml larutan saline •• Tabung pertama diberi 1ml salivaTabung pertama diberi 1ml saliva

•• Kemudian tabung berikutnya diambil 1ml dari tabung sebelumnyaKemudian tabung berikutnya diambil 1ml dari tabung sebelumnya

•• Setiap tabung dikultur dengan media rogosa agar lalu dimasukkan dalam inkubatorSetiap tabung dikultur dengan media rogosa agar lalu dimasukkan dalam inkubator •• Setelah 4 hari koloni dihitungSetelah 4 hari koloni dihitung

•• Skor yang diberi 1-4. 35-100 hari adalah ideal, >10000/ml dalah tinggiSkor yang diberi 1-4. 35-100 hari adalah ideal, >10000/ml dalah tinggi 2.

2. Uji SnyderUji Snyder Prosedur Kerja: Prosedur Kerja:

 Sebagian tabung uji diisi glukosa + medium nutrien dan bromocresol hijauSebagian tabung uji diisi glukosa + medium nutrien dan bromocresol hijau 

 Setelah penderita bangun disuruh mengunyah wax dan tuangkan ke tabung UAKSetelah penderita bangun disuruh mengunyah wax dan tuangkan ke tabung UAK 

 Lalu tabung diinkubasikan pada suhu 37˚Celcius selama 3 hari dan dilakukan pembacaan padaLalu tabung diinkubasikan pada suhu 37˚Celcius selama 3 hari dan dilakukan pembacaan pada 24, 48, 72 jam

24, 48, 72 jam 

 Warna medium dicatat 1-4 warna dapat berubah menjadi hijau terang, kuning terang, kuning,Warna medium dicatat 1-4 warna dapat berubah menjadi hijau terang, kuning terang, kuning, dan tidak ada perubahan warna.

dan tidak ada perubahan warna. 

(11)

 Perubahan 24 jam dari hijau menjadi kuning menunjukkan adany aktivitas kariesPerubahan 24 jam dari hijau menjadi kuning menunjukkan adany aktivitas karies 

 Perubahan 48 jam dianggap resisten kariesPerubahan 48 jam dianggap resisten karies 3.

3. Uji AlbanUji Alban Prosedur Kerja: Prosedur Kerja:

 Tabung solid 5 mlTabung solid 5 ml 

 Saliva dituangkan pada tabung dari mulut sehingga merupakan lapisan tipis, bisa dibantuSaliva dituangkan pada tabung dari mulut sehingga merupakan lapisan tipis, bisa dibantu dengan corong kecil.

dengan corong kecil. 

 Lalu diinkubasi selama 4hari dan pencatatan dilakukan setiap hariLalu diinkubasi selama 4hari dan pencatatan dilakukan setiap hari 

 Perubahan diberi scor 0-4Perubahan diberi scor 0-4 4.

4. UjiUjiS.mutansS.mutans Prosedur Kerja: Prosedur Kerja:

Media diaktivasi dengan menggunakan bacitracin disk 15 menit sebelum pemakaian; Media diaktivasi dengan menggunakan bacitracin disk 15 menit sebelum pemakaian; Paraffin dikunyah selama 5 menit untuk mengambil saliva;

Paraffin dikunyah selama 5 menit untuk mengambil saliva;

Paraffin dibuang dan strip plastik diusap sebanyak 10 kali pada permukaan lidah agar strip Paraffin dibuang dan strip plastik diusap sebanyak 10 kali pada permukaan lidah agar strip terkontaminasi oleh saliva;

terkontaminasi oleh saliva;

Kemudian strip dikeluarkan dan dimasukkan dalam tabung reaksi; Kemudian strip dikeluarkan dan dimasukkan dalam tabung reaksi; Tabung diinkubasi selama 37° Celcius dalam waktu 48 jam

Tabung diinkubasi selama 37° Celcius dalam waktu 48 jam 5.

5. Metode dip-slideMetode dip-slide

Menghitung jumlah laktobasilus. Menghitung jumlah laktobasilus.

Menggunakan parafin yang tidak larut dalam saliva. Menggunakan parafin yang tidak larut dalam saliva.

Laktobasilus akan tumbuh seperti koloni tidak berwarna (transparan) atau berwarna putih. Laktobasilus akan tumbuh seperti koloni tidak berwarna (transparan) atau berwarna putih. 6. Kariostat

6. Kariostat

Cairan semi-sintesis yang mengandung 20% sukrosa dan indikator pH. Cairan semi-sintesis yang mengandung 20% sukrosa dan indikator pH. Warna media dari bi

Warna media dari biru kehitaman ru kehitaman menjadi biru, hijau menjadi biru, hijau dan kuning.dan kuning. 7.

7. Traffic Traffic Light Matrix Light Matrix Model (TL-M)Model (TL-M)

Pemeriksaan derajat keasaman saliva pasien. Pemeriksaan derajat keasaman saliva pasien.

Seperti lampu lalu-lintas dengan warna merah, kuning dan hijau pada kolomnya. Seperti lampu lalu-lintas dengan warna merah, kuning dan hijau pada kolomnya. 8. Kariogram

8. Kariogram

Ada 10 parameter yang harus diisi. Ada 10 parameter yang harus diisi.

(12)

Pengalaman karies (DMFT), penyakit umum, diet karbohidrat, frekuensi diet, skor plak (indeks Pengalaman karies (DMFT), penyakit umum, diet karbohidrat, frekuensi diet, skor plak (indeks Plak, Löe & Silness), jumlah S. Mutans (uji S. Mutans), penggunaan fluor, sekresi saliva, Plak, Löe & Silness), jumlah S. Mutans (uji S. Mutans), penggunaan fluor, sekresi saliva, kapasitas bufer saliva (Dentobuff Strip) dan penilaian klinis dari operator.

kapasitas bufer saliva (Dentobuff Strip) dan penilaian klinis dari operator. 9. Oral Tester

9. Oral Tester

Terdiri atas pengukuran kuantitas saliva, uji bufer dan uji Streptokokus mutans dilengkapi Terdiri atas pengukuran kuantitas saliva, uji bufer dan uji Streptokokus mutans dilengkapi dengan perangkat lunak .

dengan perangkat lunak .

Keuntungan UAK Keuntungan UAK

Dapat mengetahui individu yang mempunyai risiko karies tinggi sehingga dapat dilakukan Dapat mengetahui individu yang mempunyai risiko karies tinggi sehingga dapat dilakukan pencegahan primer yang intensif dan efektif.

pencegahan primer yang intensif dan efektif. Penyuluhan kesehatan gigi masyarakat. Penyuluhan kesehatan gigi masyarakat. Memungkinkan pasien membuat asuransi. Memungkinkan pasien membuat asuransi.

Memungkinkan peneliti mengambil manfaat dari UAK seperti: Memungkinkan peneliti mengambil manfaat dari UAK seperti:

o

o mengurangi biaya;mengurangi biaya;

o

o meningkatkan pengembangan cara pengendalian karies;meningkatkan pengembangan cara pengendalian karies;

o

o memahami proses karies gigi lebih baik.memahami proses karies gigi lebih baik. Kesimpulan

Kesimpulan •

• Periode gigi bercampur Periode gigi bercampur adalah periode adalah periode saat saat gigi gigi susu yang susu yang sudah waktunya sudah waktunya tanggal digantikantanggal digantikan oleh gigi dewasa atau permanen.

oleh gigi dewasa atau permanen.44 •

• Kebanyakan kasus maloklusi atau hubungan Kebanyakan kasus maloklusi atau hubungan rahang rahang atas dan bawah atas dan bawah yang tidak iyang tidak ideal,deal, disebabkan oleh kerusakan gigi di periode ini.

disebabkan oleh kerusakan gigi di periode ini. •

• Aspek penting pada periode gigi geligi bercampur adalah :Aspek penting pada periode gigi geligi bercampur adalah :

Penyesuaian perubahan oklusi yang terjadi selama pergantian gigi. Penyesuaian perubahan oklusi yang terjadi selama pergantian gigi.

Daftar pustaka Daftar pustaka

1.

1. Drg Minasari , morfologi gigi.Drg Minasari , morfologi gigi. 2.

2. Geoffrey C.Van Baek , Morfologi gigi: edisi 2; 29-71Geoffrey C.Van Baek , Morfologi gigi: edisi 2; 29-71 3.

3. PERKEMBANGAN OKLUSIPERKEMBANGAN OKLUSI http://rssm.iwarp.com/gigi.htm http://rssm.iwarp.com/gigi.htm 4.

4. periode gigi bercampur pada anak periode gigi bercampur pada anak 

http://www.infogigi.com/article/periode-gigi-bercampur-pada-anak.html http://www.infogigi.com/article/periode-gigi-bercampur-pada-anak.html

Referensi

Dokumen terkait

Karena toko tersebut mempunyai konsumen yang tidak sedikit toko tersebut memerlukan sistem informasi penjualan yang menyediakan informasi yang dioakai oleh fungsi penjualan

The advantages include students are more prepared for the concept, students comprehend better the concept of the text, students have the opportunity to share the ideas, students feel

Harga signifikan ini lebih besar dari 0,05 ( p >0,05) berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan informasi dengan pemenuhan imunisasi dasar anak. Hal

KESI MPULAN DAN

We propose a new battery of dynamic specification tests for the joint hypothesis of iid-ness and density function based on the fundamental properties of independent random

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif komparasi dengan jumlah partisipan 102 orang yang terdiri atas 34 orang anak sulung, 34 orang anak tengah, dan

[r]

mencegah hamil, atau yang dengan terang-terangan dan dengan tiada diminta menawarkan ikhtiar atau pertolongan untuk mencegah hamil atau yang dengan terang-terangan atau