Penerapan Sistem Kogenerasi Pada Pembangkit Listrik Untuk Efesiensi Dan Penghematan Listrik

27 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

 TUGAS TERMODINAMIKA  TUGAS TERMODINAMIKA

PENERAPAN SISTEM KOGENERASI PADA PEMBANGKIT

PENERAPAN SISTEM KOGENERASI PADA PEMBANGKIT

LISTRIK

LISTRIK UNTUK

UNTUK EFESIENSI DAN

EFESIENSI DAN PENGHEMATAN

PENGHEMATAN LISTRIK 

LISTRIK 

D

Diissuussuun n OOlleehh ::

AHMAD

AHMAD DANIEL DANIEL GAZALI GAZALI H1E108065H1E108065 M.

M. AQLY AQLY SATYAWAN SATYAWAN H1E108056H1E108056 M

MEEVVI I AAYYUUNNIINNGGTTYYAASS HH11EE110088005555

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNIK 

FAKULTAS TEKNIK 

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

BANJARBARU

BANJARBARU

2010

2010

(2)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 1..11 LLaattaar Br Beellaakkaanngg

Sejak krisis energi tahun 1970, dimana cadangan energi fosil dunia semakin langka, Sejak krisis energi tahun 1970, dimana cadangan energi fosil dunia semakin langka, ini telah mendorong berkembangnya teknologi mesin dan peralatan proses untuk pabrik  ini telah mendorong berkembangnya teknologi mesin dan peralatan proses untuk pabrik  gula (PG) yang semakin efisien. Sehingga melalui sistem cogeneration, dengan bahan gula (PG) yang semakin efisien. Sehingga melalui sistem cogeneration, dengan bahan  bakar ampas PG di beberapa Negara yang tidak memiliki sumber cadangan energi fosil  bakar ampas PG di beberapa Negara yang tidak memiliki sumber cadangan energi fosil dapat berperan dalam penyediaan listrik nasional (Miguel, 1994; Paturau, 1989; Riviere, dapat berperan dalam penyediaan listrik nasional (Miguel, 1994; Paturau, 1989; Riviere, 1989). Di Indonesia penyediaan listrik nasional hingga sekarang masih bersumber pada 1989). Di Indonesia penyediaan listrik nasional hingga sekarang masih bersumber pada   penggunaan batu bara, gas, minyak, panas bumu dan tenaga air (Djoko dan Hamzah,   penggunaan batu bara, gas, minyak, panas bumu dan tenaga air (Djoko dan Hamzah, 1997). Menyadari akan pentingnya menghemat devisa negara dan menjaga kelestarian 1997). Menyadari akan pentingnya menghemat devisa negara dan menjaga kelestarian lingkungan, dengan penggunaan sumber energi baru dan terbaharukan pemerintah telah lingkungan, dengan penggunaan sumber energi baru dan terbaharukan pemerintah telah memberi kesempatan bagi pembangkit skala kecil swata dan koperasi (PSKSK). Guna memberi kesempatan bagi pembangkit skala kecil swata dan koperasi (PSKSK). Guna mendorong keikutsertaan swasta dan koperasi, pemerintah melalui menteri pertambangan mendorong keikutsertaan swasta dan koperasi, pemerintah melalui menteri pertambangan dan energi tel

dan energi telah mengeluarah mengeluarkan SK kan SK No.: 1895-No.: 1895-K/437/K/437/M.PE/M.PE/1995, tangga1995, tanggal 8 Desember l 8 Desember  1995, diantaranya tentang ketentuan harga jual listrik dari PSKSK (Yahya, 1998).

1995, diantaranya tentang ketentuan harga jual listrik dari PSKSK (Yahya, 1998). Den

Dengan gan poppopulaulasi si pendpenduduk uduk dan dan pempembanbangunagunan n indindustusti i yanyang g terterus us menmeningingkat kat akanakan memacu kenaikan

memacu kenaikan konsumsi listrikonsumsi listrik nasional. Untuk memenuhi kebutuhan k nasional. Untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional,listrik nasional, PLN dari tahun 1991 hingga tahun 2004 memiliki kapasitas terpasang dari 6.363 MW PLN dari tahun 1991 hingga tahun 2004 memiliki kapasitas terpasang dari 6.363 MW menja

menjadi 31.845 MW, dengan peningkatadi 31.845 MW, dengan peningkatan konsumsi listn konsumsi listrik tiap tahun rik tiap tahun antarantara 14,1 a 14,1 hinggahingga 17,7 % ( Dirjen Batan, 1996). Khususnya pada PG kapasitas besar di Sumatra selatan yang 17,7 % ( Dirjen Batan, 1996). Khususnya pada PG kapasitas besar di Sumatra selatan yang   be

  belaklakangaangan n dihdihadaadapkapkan n padpada a masmasalaalah h kelkelebiebihan han ampampas, as, makmaka a proprogragram m PSPSKSK KSK dapdapatat mejadi peluang dalam peningkatan pendapatan atau kesejahteraan petani, disamping dapat mejadi peluang dalam peningkatan pendapatan atau kesejahteraan petani, disamping dapat menja

menjaga ga kelestkelestarian arian lingklingkungan ungan SistSistim im kogenerkogenerasi asi adalaadalah h serangserangkaian kaian atau atau pembanpembangkitangkitan secara bersamaan beberapa bentuk energi yang berguna (biasanya mekanikan dan termal) secara bersamaan beberapa bentuk energi yang berguna (biasanya mekanikan dan termal) dalam satu sis tim yang terintegrasi. Sistim CHP terdiri dari sejumlah komponen

(3)

listrik – tergabung menjadi suatu integrasi. Jenis peralatan yang menggerakkan seluruh listrik – tergabung menjadi suatu integrasi. Jenis peralatan yang menggerakkan seluruh sistim (mesin penggerak) mengidentifikasi secara khusus

sistim (mesin penggerak) mengidentifikasi secara khusus sistim CHPnya. Mesin penggerak sistim CHPnya. Mesin penggerak  untuk sistim CHP terdiri dari mesin

untuk sistim CHP terdiri dari mesin reciprocating,reciprocating, pembakaran atau turbin gas, turbin uap, pembakaran atau turbin gas, turbin uap, turbin mikro dan sel bahan bakar. Mesin penggerak ini dapat membakar berbagai bahan turbin mikro dan sel bahan bakar. Mesin penggerak ini dapat membakar berbagai bahan   b

  bakaakar, r, yayaititu u gagas s alalamam, , babatutubabarara, , miminynyak ak babakakar, r, dadan n babahan han babakar kar alalteternrnatatif if ununtutuk k  memproduksi daya poros atau energi mekanik. Meskipun umumnya energi mekanis dari memproduksi daya poros atau energi mekanik. Meskipun umumnya energi mekanis dari mesin penggerak digunakan untuk menggerakkan generator untuk membangkitkan listrik, mesin penggerak digunakan untuk menggerakkan generator untuk membangkitkan listrik, te

tetatapi pi dadapapat t jujuga ga didigungunakakan an ununtutuk k memenggnggererakkakkan an perperalalatatan an yayang ng berbergegerarak k seseperpertiti kompresor, pompa, dan fan. Energi termal dari sistim dapat digunakan untuk penerapan kompresor, pompa, dan fan. Energi termal dari sistim dapat digunakan untuk penerapan langsung dalam proses atau tidak langsung untuk memproduksi steam, air panas, udara langsung dalam proses atau tidak langsung untuk memproduksi steam, air panas, udara  panas untuk pengeringan, atau air dingin/

 panas untuk pengeringan, atau air dingin/chilled water chilled water untuk proses pendinginanan.untuk proses pendinginanan.

1

1..22 RRuummuussaan n MMaassaallaahh Dari latar belakang

Dari latar belakang diatas, maka dapat didiatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berrumuskan masalahnya sebagai berikut :ikut :

1.

1. Penjelasan tentang kogenerasi.Penjelasan tentang kogenerasi.

2.

2. Klasifikasi kogenerasi.Klasifikasi kogenerasi. 3.

3. Manfaat kogenerasi.Manfaat kogenerasi.

4.

4. Jenis- jenis kogenerasi.Jenis- jenis kogenerasi.

5.

5. Penjelasan lebih mendalam tentang kogenerasi dalam upaya penghematan Penjelasan lebih mendalam tentang kogenerasi dalam upaya penghematan energi.energi.

6.

6. Sumber bahan bakar dari sistem kogenerasi.Sumber bahan bakar dari sistem kogenerasi.

7.

7. Hubungannya penerapan kogenerasi dengan aplikasi hukum termodinamikaHubungannya penerapan kogenerasi dengan aplikasi hukum termodinamika

8.

8. Kendala dan upaya dalam penggunaan system kogenerasiKendala dan upaya dalam penggunaan system kogenerasi

1

1..33 TTuujjuuaann

Adapun tujuan dibuatnya makalah Pembagkit Listrik Tenaga Panas Bumi ini adalah : Adapun tujuan dibuatnya makalah Pembagkit Listrik Tenaga Panas Bumi ini adalah : 1.

1. UntUntuk uk apa apa ititu su systystem kem kogeogenernerasiasi.. 2.

(4)

3.

3. UntUntuk mengetuk mengetahui tingahui tingkat penghkat penghemaematan energtan energy dan y dan efeefesiesiensi yang dihansi yang dihasilsilkan sistekan sistemm kogenerasi.

kogenerasi. 4.

4. AplikAplikasi asi termotermodinamidinamika ka dalam dalam sistesistem m kogenerkogenerasiasi 5. 5. \\ BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.

2.11 DeDefifininisi si KoKogegenenerarasi si dadan Sn Sisistetem km kogogenenererasasii Menuru

Menurut t defindefinisi, kogenerasi adalah isi, kogenerasi adalah suatu proses suatu proses pembanpembangkitagkitan n dan dan pemanfpemanfaatanaatan ene

energrgi i dadalalam m bebentntuk uk yayang ng berberbebeda da sesecacara ra sesererempmpak ak dadari ri enenerergi gi bahbahan an babakar kar ununtutuk k  men

menghasghasilkilkan an titingkangkat t efiefisiesiensi nsi makmaksimsimum, um, ekonekonomiomis s dan dan ramramah ah linlingkungkungan. gan. AplAplikaikasisi koge

kogenernerasi asi yanyang g lazlazim im digdigunakunakan an adaadalah lah pempembangbangkitkitan an eneenergi rgi lislistrtrik ik dan dan pempembanbangkigkitantan energi termal. Energi listrik akan dipakai untuk catu daya bagi peralatan kelistrikan. Energi energi termal. Energi listrik akan dipakai untuk catu daya bagi peralatan kelistrikan. Energi termalnya akan digunakan untuk membangkitkan uap, air panas, atau untuk proses pendingin termalnya akan digunakan untuk membangkitkan uap, air panas, atau untuk proses pendingin sebuah

sebuahabsorption chiller absorption chiller ..

Sistem kogenerasi adalah serangkaian atau pembangkitan secara bersamaan beberapa Sistem kogenerasi adalah serangkaian atau pembangkitan secara bersamaan beberapa   ben

  bentuk tuk enerenergi gi yanyang g berbergunguna a (bi(biasaasanya nya mekmekanianikan kan dan dan tertermalmal) ) daldalam am satsatu u sissistem tem yanyangg terintegrasi. Sistem CHP

terintegrasi. Sistem CHP (Combined Heat & Power)(Combined Heat & Power) terdiri dari sejumlah komponen individuterdiri dari sejumlah komponen individu  – mesin penggerak (mesin panas), generator, pemanfaatan kembali panas, dan sambungan  – mesin penggerak (mesin panas), generator, pemanfaatan kembali panas, dan sambungan listrik – tergabung menjadi suatu integrasi. Jenis peralatan yang menggerakkan seluruh sistem listrik – tergabung menjadi suatu integrasi. Jenis peralatan yang menggerakkan seluruh sistem (mesin penggerak) mengidentifikasi secara khusus sistim CHPnya. Mesin penggerak untuk  (mesin penggerak) mengidentifikasi secara khusus sistim CHPnya. Mesin penggerak untuk  sistim CHP terdiri dari mesin

sistim CHP terdiri dari mesin reciprocating,reciprocating, pembakaran atau turbin gas, turbin uap, turbin pembakaran atau turbin gas, turbin uap, turbin mikro dan sel bahan bakar. Mesin penggerak ini dapat membakar berbagai bahan bakar, yaitu mikro dan sel bahan bakar. Mesin penggerak ini dapat membakar berbagai bahan bakar, yaitu gas alam, batubara, minyak bakar, dan bahan bakar alternatif untuk memproduksi daya poros gas alam, batubara, minyak bakar, dan bahan bakar alternatif untuk memproduksi daya poros atau energy mekanis. Meskipun umumnya energi mekanis dari mesin penggerak digunakan atau energy mekanis. Meskipun umumnya energi mekanis dari mesin penggerak digunakan untuk menggerakkan generator untuk membangkitkan listrik, tetapi dapat juga digunakan untuk menggerakkan generator untuk membangkitkan listrik, tetapi dapat juga digunakan untuk menggerakkan peralatan yang bergerak seperti kompresor, pompa, dan fan. Energi untuk menggerakkan peralatan yang bergerak seperti kompresor, pompa, dan fan. Energi ter

(5)

langsung untuk memproduksi steam, air panas, udara panas untuk pengeringan, atau air  langsung untuk memproduksi steam, air panas, udara panas untuk pengeringan, atau air  dingin/

dingin/chilled water chilled water untuk proses pendinginanan.untuk proses pendinginanan.

Gambar 1. Efisiensi Energi Advantage Pada Sistim Kogenerasi

Gambar 1. Efisiensi Energi Advantage Pada Sistim Kogenerasi (UNESCAP, 2000)(UNESCAP, 2000)

Gambar 1 menunjukkan efisiensi energi canggih CHP dibandingkan dengan stasiun pusat Gambar 1 menunjukkan efisiensi energi canggih CHP dibandingkan dengan stasiun pusat  pembangkit listrik konvensional dan pembangkit boiler. Sistim CHP hanya menggunakan energi  pembangkit listrik konvensional dan pembangkit boiler. Sistim CHP hanya menggunakan energi tiga perempat bagian dari energi yang digunakan jika sistim panas dan daya terpisah. Penurunan tiga perempat bagian dari energi yang digunakan jika sistim panas dan daya terpisah. Penurunan kon

konsumsumsi si bahabahan n bakabakar r priprimer mer ini ini mermerupaupakan kan keukeuntuntungan ngan utautama ma sissistitim m CHPCHP, , karkarena ena jikjikaa   pembakaran lebih efisien atau kebutuhan bahan bakar lebih sedikit, berarti emisi akan lebih   pembakaran lebih efisien atau kebutuhan bahan bakar lebih sedikit, berarti emisi akan lebih

sedikit untuk hasil yang sama. sedikit untuk hasil yang sama.

2.

2.22 JeJeninis-s-jejeninis Sis Siststeem m KKogogenenererasasii

Jenis–jenis sistem kogenerasi yaitu : kogenerasi turbin gas, dan sistim kogenerasi mesin Jenis–jenis sistem kogenerasi yaitu : kogenerasi turbin gas, dan sistim kogenerasi mesin reciprocating.

reciprocating. Dalam bagian ini juga menyangkut klasifikasi sistem kogenerasi atas dasar urutanDalam bagian ini juga menyangkut klasifikasi sistem kogenerasi atas dasar urutan energi yang digunakan.

(6)

2.2.1

2.2.1 Sistem Sistem Kogenerasi Turbin Kogenerasi Turbin UapUap

Turbin uap merupakan salah satu teknologi mesin penggerak yang multi guna dan tertua Turbin uap merupakan salah satu teknologi mesin penggerak yang multi guna dan tertua yang masih diproduksi secara umum. Pembangkitan energi dengan menggunakan turbin uap yang masih diproduksi secara umum. Pembangkitan energi dengan menggunakan turbin uap te

telalah h beberlrlanangsgsung ung sesekikitatar r 10100 0 tatahuhun, n, ketketikika a alalat at tetersrsebebut ut memenggngganantitikakan n memesisin n ststeaeamm reciprocating 

reciprocating karena efisiensinya yang tinggi dan biayanya yang murah. Kapasitas turbin uapkarena efisiensinya yang tinggi dan biayanya yang murah. Kapasitas turbin uap dapat berkisar dari 50 kW hingga

dapat berkisar dari 50 kW hingga ratusan MWs untuk ratusan MWs untuk  plant  plant utilitas energi yang besar. Turbin uaputilitas energi yang besar. Turbin uap digunakan secara luas untuk penerapan gabunag panas dan daya (CHP). Siklus termodinamika digunakan secara luas untuk penerapan gabunag panas dan daya (CHP). Siklus termodinamika untuk turbin uap merupakan siklus Rankine. Siklus merupakan dasar bagi stasiun pembangkitan untuk turbin uap merupakan siklus Rankine. Siklus merupakan dasar bagi stasiun pembangkitan daya konvensional dan terdiri dari sumber panas

daya konvensional dan terdiri dari sumber panas (boiler)(boiler) yang mengubah air menjadi steamyang mengubah air menjadi steam tekanan tinggi. Dalam siklus steam, air pertama-tama dipompa ke tekanan sedang hingga tinggi, tekanan tinggi. Dalam siklus steam, air pertama-tama dipompa ke tekanan sedang hingga tinggi, kemudian dipanaskan hingga suhu didih yang sesuai dengan tekanannya, dididihkan (dipanaskan kemudian dipanaskan hingga suhu didih yang sesuai dengan tekanannya, dididihkan (dipanaskan dari cair hingga uap), dan kemudian biasanya diberikan panas berlebih/

dari cair hingga uap), dan kemudian biasanya diberikan panas berlebih/ superheated  superheated (dipanaskan(dipanaskan hingga suhu diatas titik didih). Turbin multi tahap mengekspansi steam bertekanan sampai ke hingga suhu diatas titik didih). Turbin multi tahap mengekspansi steam bertekanan sampai ke tekanan rendah dan steam kemudian dikeluarkan ke kondensor pengembun pada kondisi vakum tekanan rendah dan steam kemudian dikeluarkan ke kondensor pengembun pada kondisi vakum atau menuju

atau menuju sistsistim im distdistribusribusi i suhu menengah suhu menengah yang mengirimyang mengirimkan kan steam ke steam ke penggunpenggunaan aan indusindustritri atau komersial. Kondensat dari kondensor atau dari sistim penggunaan steam dikembalikan ke atau komersial. Kondensat dari kondensor atau dari sistim penggunaan steam dikembalikan ke  pompa air umpan untuk keberlanjutan siklus. Dua jenis turbin uap yang banyak digunakan  pompa air umpan untuk keberlanjutan siklus. Dua jenis turbin uap yang banyak digunakan

ada

adalah lah jenjenis is tektekanan anan balbalik ik dan dan eksekstratraksiksikondkondensensasiasi. . PemPemiliilihan han diadiantantara ra kedukeduanyanya a sansangatgat tergantung pada besarnya panas dan daya, kualitas panas dan faktor ekonomi. Titik ekstraksi tergantung pada besarnya panas dan daya, kualitas panas dan faktor ekonomi. Titik ekstraksi steam dari turbin dapat lebih dari satu, tergantung pada tingkat suhu dari panas yang diperlukan steam dari turbin dapat lebih dari satu, tergantung pada tingkat suhu dari panas yang diperlukan oleh proses.

oleh proses.

 A. Turbin Steam Tekanan Balik   A. Turbin Steam Tekanan Balik 

Turbin steam tekanan balik merupakan rancangan yang paling sederhana. Steam keluar  Turbin steam tekanan balik merupakan rancangan yang paling sederhana. Steam keluar  turbin pada tekanan yang lebih tinggi atau paling tidak sama dengan tekanan atmosfir, yang turbin pada tekanan yang lebih tinggi atau paling tidak sama dengan tekanan atmosfir, yang ter

tergangantuntung g padpada a kebukebutuhtuhan an bebbeban an panpanas. as. Hal Hal ini ini yanyang g menmenyebyebabkabkan an digdigunakunakannannya ya ististililahah tekanan balik. Dengan cara ini juga memungkinkan mengekstraksi steam dari tahap

tekanan balik. Dengan cara ini juga memungkinkan mengekstraksi steam dari tahapintermediateintermediate turbin uap, pada suhu dan tekanan yang sesuai dengan beban panas. Setelah keluar dari turbin, turbin uap, pada suhu dan tekanan yang sesuai dengan beban panas. Setelah keluar dari turbin, st

steaeam m didiumumpapankankan n ke ke bebebaban, n, didimamana na ststeaeam m inini i akakan an memelelepapaskskan an panpanas as dadan n kekemumudidianan diemb

(7)

laju alir steam, jika steam digunakan dalam proses atau jika terdapat kehilangan-kehilangan laju alir steam, jika steam digunakan dalam proses atau jika terdapat kehilangan-kehilangan sepanjang jalur pipa. Air 

sepanjang jalur pipa. Air make-upmake-up digunakan untuk menjaga neraca bahan.digunakan untuk menjaga neraca bahan.

Sistim tekanan balik memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut: Sistim tekanan balik memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:

• § Rancangannya sederhana dengan hanya beberapa komponen§ Rancangannya sederhana dengan hanya beberapa komponen •

• § Biaya tahapan tekanan rendah yang mahal dihindarkan.§ Biaya tahapan tekanan rendah yang mahal dihindarkan. •

• § Modalnya rendah§ Modalnya rendah •

• § Kebutuhan air pendingin berkurang atau bahkan tidak ada.§ Kebutuhan air pendingin berkurang atau bahkan tidak ada. •

• § Efisiensi totalnya tinggi, sebab tidak terdapat pembuangan panas ke lingkungan yang§ Efisiensi totalnya tinggi, sebab tidak terdapat pembuangan panas ke lingkungan yang melalui kondensor.

melalui kondensor.

Sistim tekanan balik memiliki kerugian-kerugian sebagai berikut: Sistim tekanan balik memiliki kerugian-kerugian sebagai berikut:

• § Turbin uap lebih besar untuk keluaran energi yang sama, sebab turbin ini beroperasi§ Turbin uap lebih besar untuk keluaran energi yang sama, sebab turbin ini beroperasi  pada perbedaan entalpi steam yang lebih rendah.

 pada perbedaan entalpi steam yang lebih rendah.

• § Laju alir massa steam yang menuju turbin tergantung pada beban termis. Sebagai§ Laju alir massa steam yang menuju turbin tergantung pada beban termis. Sebagai aki

akibatbatnyanya, , lilistrstrik ik yanyang g dihdihasiasilkalkan n oleoleh h stesteam am dikdikendaendaliklikan an oleoleh h bebbeban an panapanas, s, yanyangg menghasilkan sedikit atau tidak ada fleksibilitas pada penyesuaian langsung keluaran menghasilkan sedikit atau tidak ada fleksibilitas pada penyesuaian langsung keluaran listrik terhadap beban listrik. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan bagi hubungan dua arah listrik terhadap beban listrik. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan bagi hubungan dua arah   jaringan listrik untuk pembelian listrik tambahan atau penjualan listrik berlebih yang   jaringan listrik untuk pembelian listrik tambahan atau penjualan listrik berlebih yang dihasilkan. Untuk meningkatkan produksi listrik dapat dilakukan dengan cara membuang dihasilkan. Untuk meningkatkan produksi listrik dapat dilakukan dengan cara membuang

(8)

steam secara langsung ke atmosfir, namun cara ini sangat tidak efisien. Hal ini akan steam secara langsung ke atmosfir, namun cara ini sangat tidak efisien. Hal ini akan mengakibatkan dihasilkannya limbah air boiler yang sudah diolah dan, kemungkinan mengakibatkan dihasilkannya limbah air boiler yang sudah diolah dan, kemungkinan  besar, nilai ekonomis dan kinerja energinya yang buruk 

 besar, nilai ekonomis dan kinerja energinya yang buruk   B.

 B. Ekstraksi Kondensasi Ekstraksi Kondensasi Turbin UapTurbin Uap

Pada sisitim ini, steam untuk beban panas diperoleh dengan cara ekstraksi dari satu atau Pada sisitim ini, steam untuk beban panas diperoleh dengan cara ekstraksi dari satu atau lebih tahap

lebih tahap intermediateintermediate pada tekanan dan suhu yang sesuai. Steam yang tersisa dibuang ke pada tekanan dan suhu yang sesuai. Steam yang tersisa dibuang ke te

tekankanan an kokondendensnsoror, , yayang ng bebesasarnrnya ya 0,0,05 05 babar r dedengngan an susuhu hu sesekikitatar r 33 33 °C°C, , sesehihinggngga a titidadak k  memungkinkan untuk dimanfaatkan karena suhunya sangat rendah. Sebagai akibatnya, steam ini memungkinkan untuk dimanfaatkan karena suhunya sangat rendah. Sebagai akibatnya, steam ini dibuan

dibuang ke g ke atmosatmosfir. Jika dibanfir. Jika dibandingkadingkan dengan sistim tekanan balin dengan sistim tekanan balik, turbin jenis k, turbin jenis kondenskondensasiasi memiliki biaya investasi yang lebih tinggi dan, umumnya, efisiensi totalnya lebih rendah.

memiliki biaya investasi yang lebih tinggi dan, umumnya, efisiensi totalnya lebih rendah. NamunNamun demikian, untuk tingkatan tertentu, turbin ini dapat mengendalikan energy listrik yang tidak  demikian, untuk tingkatan tertentu, turbin ini dapat mengendalikan energy listrik yang tidak  tergantung pada beban panas dengan cara pengaturan laju alir steam yang tepat mela lui turbin. tergantung pada beban panas dengan cara pengaturan laju alir steam yang tepat mela lui turbin.

2.2.2 Turbin Gas Sistem Kogenerasi 2.2.2 Turbin Gas Sistem Kogenerasi

Sistem turbin gas beroperasi pada siklus termodinamika yang dikenal dengan siklus Sistem turbin gas beroperasi pada siklus termodinamika yang dikenal dengan siklus Brayton. Pada siklus Brayton, udara atmosfir dikompresi, dipanaskan, diekspansikan, dengan Brayton. Pada siklus Brayton, udara atmosfir dikompresi, dipanaskan, diekspansikan, dengan kemudian berlebih yang dihasilkan oleh turbin atau ekspander yang dipakai oleh kompresor  kemudian berlebih yang dihasilkan oleh turbin atau ekspander yang dipakai oleh kompresor  digunakan untuk pembangkitan energi. Turbin gas sistim kogenerasi dapat menghasilkan seluruh digunakan untuk pembangkitan energi. Turbin gas sistim kogenerasi dapat menghasilkan seluruh ata

atau u sebsebagiagian an perpermimintantaan an eneenergy rgy setsetempempat, at, dan dan enerenergi gi yanyang g dildilepaepas s pada pada suhsuhu u tintinggi ggi padapada cerobong pengeluaran dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai pengunaan pemanasan dan cerobong pengeluaran dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai pengunaan pemanasan dan

(9)

 pendinginan (lihat Gambar 4). Walau gas alam sudah hampir umum digunakan, bahan bakar lain  pendinginan (lihat Gambar 4). Walau gas alam sudah hampir umum digunakan, bahan bakar lain seperti bahan bakar minyak ringan atau diesel dapat juga dipakai. Ukuran turbin gas yang seperti bahan bakar minyak ringan atau diesel dapat juga dipakai. Ukuran turbin gas yang digunakan bervariasi dari beberapa MW hingga sekitar 100 MW.

digunakan bervariasi dari beberapa MW hingga sekitar 100 MW.

Turbin gas kogenerasi memiliki pengalaman perkembangan yang tercepat akhir-akhir ini Turbin gas kogenerasi memiliki pengalaman perkembangan yang tercepat akhir-akhir ini kar

karena ena besbesarnarnya ya ketketersersediediaan aan gas gas alaalam, m, kemkemajuajuan an tekteknolnologi ogi yanyang g cepacepat, t, penupenurunrunan an biabiayaya   pemasangan yang cukup berarti, dan kinerja lingkungan yang lebih baik. Selanjutnya, masa   pemasangan yang cukup berarti, dan kinerja lingkungan yang lebih baik. Selanjutnya, masa  persiapan untuk perkembangan suatu proyek lebih pendek dan peralatan dapat dikirim

 persiapan untuk perkembangan suatu proyek lebih pendek dan peralatan dapat dikirim dengan cara modul. Turbin gas memiliki waktu

dengan cara modul. Turbin gas memiliki waktu start-up start-up yang pendek dan memberi fleksibilitasyang pendek dan memberi fleksibilitas operasi yang berubah-ubah. Walau turbin tersebut memiliki panas rendah terhadap efisiensi operasi yang berubah-ubah. Walau turbin tersebut memiliki panas rendah terhadap efisiensi energi, panas yang dapat dimanfaatkan kembali pada suhu tinggi lebih banyak. Jika keluaran energi, panas yang dapat dimanfaatkan kembali pada suhu tinggi lebih banyak. Jika keluaran   pa

  panas nas kurkurang ang dardari i yanyang g dipdiperlerlukaukan n oleoleh h pengpenggunguna, a, makmaka a memmemungkungkinkinkan an untuntuk uk memmemiliilikiki  pembakaran tambahan gas alam dengan cara mencampurkan bahan bakar tambahan terhadap gas  pembakaran tambahan gas alam dengan cara mencampurkan bahan bakar tambahan terhadap gas  buang yang masih kaya dengan oksigen untuk meningkatkan keluaran panas yang lebih efisien.  buang yang masih kaya dengan oksigen untuk meningkatkan keluaran panas yang lebih efisien.

A.

A. Turbin gas siklus terbuka sistem kogenerasiTurbin gas siklus terbuka sistem kogenerasi

Hampir seluruh sistim turbin gas yang tersedia saat ini, pada berbagai sektor penggunaan, Hampir seluruh sistim turbin gas yang tersedia saat ini, pada berbagai sektor penggunaan,   beroperasi pada siklus Brayton terbuka (juga dikenal dengan siklus Joule bila ketidak dapat   beroperasi pada siklus Brayton terbuka (juga dikenal dengan siklus Joule bila ketidak dapat  baliknya diabaikan) dimana komp resor mengambil udara dari atmosfir dan membawanya pada  baliknya diabaikan) dimana komp resor mengambil udara dari atmosfir dan membawanya pada tekanan yang lebih tinggi ke pembakar. Suhu udara juga meningkat karena kompresi. Unit yang tekanan yang lebih tinggi ke pembakar. Suhu udara juga meningkat karena kompresi. Unit yang lebih tua dan lebih kecil beroperasi pada perbandingan tekanan sekitar 15:1, sementara unit yang lebih tua dan lebih kecil beroperasi pada perbandingan tekanan sekitar 15:1, sementara unit yang lebih baru dan lebih besar beroperasi pada perbandingan tekanan mendekati 30:1.

(10)

Udara dikirimka

Udara dikirimkan n melalmelalui ui sebuahsebuah diffuser diffuser  ke ke ruaruang ng pempembakbakaraaran n yanyang g berbertektekanaanan n konkonstastan,n, diman

dimana a bahan bakar bahan bakar diinjdiinjeksi dan eksi dan dibakadibakar.r. Diffuser  Diffuser menurunkan kecepatan udara ke nilai yangmenurunkan kecepatan udara ke nilai yang dapat diterima dalam pembakar. Terdapat penurunan tekanan/

dapat diterima dalam pembakar. Terdapat penurunan tekanan/ pressure drop pressure dropdi dalam pembakar di dalam pembakar  sekitar 1,2%. Pembakaran berlangsung dengan udara berlebih. Gas buang keluar pembakar pada sekitar 1,2%. Pembakaran berlangsung dengan udara berlebih. Gas buang keluar pembakar pada suhu tinggi dengan konsentrasi oksigen sampai 15-16%. Semakin tinggi suhu pada siklus ini, suhu tinggi dengan konsentrasi oksigen sampai 15-16%. Semakin tinggi suhu pada siklus ini, akan semakin tinggi efisiensi siklusnya. Batas atasnya ditentukan daya tahan material turbin akan semakin tinggi efisiensi siklusnya. Batas atasnya ditentukan daya tahan material turbin terhadap suhu, juga oleh efisiensi sudu-sudu pendingin. Batasan suhu pada teknologi terbaru terhadap suhu, juga oleh efisiensi sudu-sudu pendingin. Batasan suhu pada teknologi terbaru adalah seki

adalah sekitar 1300°Ctar 1300°C. . Gas buang yang bersuGas buang yang bersuhu dan bertekanahu dan bertekanan tinggi ini menuju turn tinggi ini menuju turbin gasbin gas menghasilkan kerja mekanis untuk menggerakan kompresor dan beban (generator listrik). Gas menghasilkan kerja mekanis untuk menggerakan kompresor dan beban (generator listrik). Gas  b

 buauang ng memenininggnggalalkan kan tuturbrbin in papada da susuhu hu yayang ng cucukup kup besbesar ar (4(450-50-600 600 ° ° C)C), , yayang ng idideaeal l ununtutuk k  dim

dimanfanfaataatkan kan kemkembalbali i panapanas s yanyang g berbersuhsuhu u titingginggi. . UntUntuk uk pempemanfanfaataatan an yanyang g leblebih ih efiefisiesien,n, dipengaruhi oleh boiler pemanfat kembali panas yang bertekanan tunggal atau ganda. Steam dipengaruhi oleh boiler pemanfat kembali panas yang bertekanan tunggal atau ganda. Steam yang dihasilkan dapat memiliki tekanan dan suhu yang tinggi, yang menjadikannya cocok tidak  yang dihasilkan dapat memiliki tekanan dan suhu yang tinggi, yang menjadikannya cocok tidak  ha

hanynya a ununtutuk k prprososes es tetermrmal al sasaja ja namnamun un jujuga ga untuntuk uk memenggnggererakkakkan an tuturbrbin in uap uap sesehihingnggaga menghasilkan energi tambahan.

(11)

B.

B. Sistem kogenerasi turbin gas siklus tertutupSistem kogenerasi turbin gas siklus tertutup

Dalam sistim siklus tertutup, fluida kerja (biasanya gas helium atau udara) bersirkulasi Dalam sistim siklus tertutup, fluida kerja (biasanya gas helium atau udara) bersirkulasi dalam suatu sirkuit tertutup. Fluida ini dipanaskan dalam suatu penukar panas sebelum masuk  dalam suatu sirkuit tertutup. Fluida ini dipanaskan dalam suatu penukar panas sebelum masuk  men

menuju uju turturbinbin, , dan dan diddidinginginkinkan an setsetelaelah h kelkeluar uar turturbin bin dan dan melmelepaepaskaskan n panpanas as yanyang g berbergunaguna.. Sehingga maka fluida kerjanya bersih dan tidak menyebabkan korosi ataupun erosi.

Sehingga maka fluida kerjanya bersih dan tidak menyebabkan korosi ataupun erosi.

BAB III BAB III

(12)

PEMBAHASAN PEMBAHASAN

3.1

3.1 SisSistem tem KogKogenerenerasi asi SebSebagaagai Pi Pembembangkangkit it TenTenaga aga LisListritrik Yk Yang ang HemHemat at Dan Dan EfisEfisienien Pada pembangkit standar berbahan bakar

Pada pembangkit standar berbahan bakar fosilfosil, , pemborpemborosan terjadi ketika osan terjadi ketika batubabatubara ra atauatau gas mulai dibakar. Pada sebagian pembangkit, hanya sejumlah 30% energy yang mengalir ke gas mulai dibakar. Pada sebagian pembangkit, hanya sejumlah 30% energy yang mengalir ke  jaringan distribusi. Sisanya dalam bentuk panas, dibuang melalui cerobong asap. Andai orang  jaringan distribusi. Sisanya dalam bentuk panas, dibuang melalui cerobong asap. Andai orang  bisa membuat pembangkit yang dapat mengubah 80% bahan bakar menjadi energi terpakai  bisa membuat pembangkit yang dapat mengubah 80% bahan bakar menjadi energi terpakai

(useful energy),

(useful energy), betapa menguntungkan. betapa menguntungkan. Dengan sistem pembangkit Dengan sistem pembangkit kogenerasi ini biasa dikogenerasi ini biasa dicapaicapai efisiensi sebesar 80%, dicapai pada system yang menggabungkan panas dan pembangkit listrik, efisiensi sebesar 80%, dicapai pada system yang menggabungkan panas dan pembangkit listrik, dikena

dikenal l dengan pembangkit kogenerasi (cogenerdengan pembangkit kogenerasi (cogeneration plants). Pembangkiation plants). Pembangkit t jenis ini jenis ini ideal bagiideal bagi institusi besar seperti universitas, rumah sakit, dan bandar udara, yang membutuhkan energi institusi besar seperti universitas, rumah sakit, dan bandar udara, yang membutuhkan energi listrik dan panas dalam jumlah besar. Pada pembangkit cogeneration, energi panas tidak dibuang, listrik dan panas dalam jumlah besar. Pada pembangkit cogeneration, energi panas tidak dibuang, tapi digunakan untuk menyediakan energi bagi system pemanas/pendingan, bahkan bisa juga tapi digunakan untuk menyediakan energi bagi system pemanas/pendingan, bahkan bisa juga digunakan kembali untuk membangkitkan listrik.

(13)

Trigeneration sistem dapat meningkatkan efisiensi energi di suatu tempat dimana ketiga Trigeneration sistem dapat meningkatkan efisiensi energi di suatu tempat dimana ketiga output energi tersebut diatas diperlukan, yaitu energi untuk pendingin, energi untuk pemanas dan output energi tersebut diatas diperlukan, yaitu energi untuk pendingin, energi untuk pemanas dan energi listrik. Sistem trigeneration akan memanfaatkan panas gas buang dari turbine pembangkit energi listrik. Sistem trigeneration akan memanfaatkan panas gas buang dari turbine pembangkit listrik (genset) untuk digunakan untuk aplikasi sistem pendingin

listrik (genset) untuk digunakan untuk aplikasi sistem pendingin dengan mengintegrasikan sistemdengan mengintegrasikan sistem genset dengan

genset dengan absorption chiller absorption chiller . Sedangkan sistem. Sedangkan sistem cogenerationcogeneration (sistem yang menghasilkan(sistem yang menghasilkan listrik dan aplikasi pemanasan) akan memanfaatkan panas gas buang untuk aplikasi

listrik dan aplikasi pemanasan) akan memanfaatkan panas gas buang untuk aplikasi hotwater hotwater  atau

atau direct heating direct heating sepertiseperti drying applicationdrying application di di indusindustri tri keramkeramik. ik. PengopePengoperasirasian an pembanpembangkitgkit listrik skala kecil dengan Natural Gas atau LPG untuk trigeneration atau cogeneration disamping listrik skala kecil dengan Natural Gas atau LPG untuk trigeneration atau cogeneration disamping membangkitkan daya listrik dapat menghasilkan output pendingin atau output pemanas yang membangkitkan daya listrik dapat menghasilkan output pendingin atau output pemanas yang diperlukan oleh industri kecil dan menengah seperti industri hotel, tekstil, pengolahan makanan, diperlukan oleh industri kecil dan menengah seperti industri hotel, tekstil, pengolahan makanan, rumah sakit dan apartemen. Dengan memanfaatkan panas gas buang maka akan menghasilkan rumah sakit dan apartemen. Dengan memanfaatkan panas gas buang maka akan menghasilkan   penghe

  penghematan biaya matan biaya energienergi, , sehingsehingga ga investinvestasi asi instinstalasi trigeneralasi trigeneration ation atau cogeneratiatau cogeneration on dapatdapat terbayar dalam 2-3 tahun dari penghematan energi yang didapat, terutama kalau system tersebut terbayar dalam 2-3 tahun dari penghematan energi yang didapat, terutama kalau system tersebut me

menggngganantitikan kan sysyststem em didiesesel el gegensnset et yayang ng mamahahal l harharga ga bahbahan an bakbakar ar sesertrta a mamahahal l bibiayayaa  perawatannya. Pada dasarnya teknologi tersebut sudah siap untuk didatangkan di Indonesia.  perawatannya. Pada dasarnya teknologi tersebut sudah siap untuk didatangkan di Indonesia.

Karena teknologi ini tergolong ramah lingkungan, proyek implementasi untuk proyek ini Karena teknologi ini tergolong ramah lingkungan, proyek implementasi untuk proyek ini  bisa mendapatkan kemudahan peminjaman dari Bank Export/Import USA, jadi calon pemakai di  bisa mendapatkan kemudahan peminjaman dari Bank Export/Import USA, jadi calon pemakai di

Indonesia tidak perlu menyediakan investasi dimuka yang besar. Untuk saat ini

Indonesia tidak perlu menyediakan investasi dimuka yang besar. Untuk saat ini MicroturbineMicroturbine Genset System

Genset System merupakan satu teknologi yang sudah siap secara komersial untuk diaplikasikanmerupakan satu teknologi yang sudah siap secara komersial untuk diaplikasikan sebaga

sebagai i trigtrigenerateneration ion atau atau cogenercogeneration ation systsystem. em. MicroMicroturbiturbine ne dengan dengan daya daya listlistrik rik kelipkelipatanatan 30kW, 60kW dan 200kW didesign sebagai alternative pembangkit listrik sendiri skala kecil 30kW, 60kW dan 200kW didesign sebagai alternative pembangkit listrik sendiri skala kecil (30kW sampai 3.5 MW). Microturbine adalah sebuah pembangkit daya berskala kecil dengan (30kW sampai 3.5 MW). Microturbine adalah sebuah pembangkit daya berskala kecil dengan desain turbin gas yang mutakhir yang mampu menghasilkan daya secara maksimal dan lebih desain turbin gas yang mutakhir yang mampu menghasilkan daya secara maksimal dan lebih efis

efisien, serta ien, serta dapat beroperdapat beroperasi selama 5 asi selama 5 tahun non-stop (40ribtahun non-stop (40ribu u jam)jam), , dengan hanya mematikandengan hanya mematikan mesin turbine satu kali pada setiap 8000 jam (1 tahun) untuk penggantian air filter. Major  mesin turbine satu kali pada setiap 8000 jam (1 tahun) untuk penggantian air filter. Major  overhaul diperlukan pada setiap 40ribu jam operasi (5 tahun)

overhaul diperlukan pada setiap 40ribu jam operasi (5 tahun)

3.2 Penerapan System Kogenerasi Pada Industri Dalam Supply Energy Dan Efesiensi 3.2 Penerapan System Kogenerasi Pada Industri Dalam Supply Energy Dan Efesiensi 3.2.1

3.2.1 Kogenerasi pada industri apartemen Kogenerasi pada industri apartemen Pem

Pembanbangunagunan n perperumaumahan han berberbasbasis is apaapartertemen men dipdipercercaya aya sebsebagaagai i salsalah ah satsatu u upaupayaya  pemecahan masalah tempat tinggal penduduk di kota metropolitan seperti Jakarta. Pemerintah  pemecahan masalah tempat tinggal penduduk di kota metropolitan seperti Jakarta. Pemerintah

(14)

membu

membuka ka peluanpeluang g selebaselebar-lebr-lebarnya untuk arnya untuk pengempengembangan bangan industindustri ri apartapartemen. emen. Mulai dari Mulai dari pihak pihak  swasta murni, maupun yang bersubsidi pemerintah mewarnai maraknya industri ini. Apartemen swasta murni, maupun yang bersubsidi pemerintah mewarnai maraknya industri ini. Apartemen akan

akan dibangdibangun un senyasenyaman man mungkimungkin n dan dan dilendilengkapi fasilitagkapi fasilitas-fass-fasilitilitas as yang yang mendukmendukung ung semuasemua keperluan penghuninya. Salah satunya dibangun apartemen yang bergandengan dengan pusat keperluan penghuninya. Salah satunya dibangun apartemen yang bergandengan dengan pusat  perbe

 perbelanjaalanjaan n atau mal, atau mal, pusat bisnis dan pusat bisnis dan perkanperkantoran. Namun toran. Namun demikdemikian, pesatnya pembangunanian, pesatnya pembangunan industri apartemen di Indonesia tidak diikuti oleh penyediaan infrastruktur vital yang mendukung industri apartemen di Indonesia tidak diikuti oleh penyediaan infrastruktur vital yang mendukung  penyelenggaraan apartemen tersebut yaitu kebutuhan energi listrik. Para pengembang di industri  penyelenggaraan apartemen tersebut yaitu kebutuhan energi listrik. Para pengembang di industri apartemen mulai mengadakan pembangkit listrik mandiri sebagai alternatif pemecahan masalah apartemen mulai mengadakan pembangkit listrik mandiri sebagai alternatif pemecahan masalah ter

tersebsebut. ut. HarHarga ga bahbahan an bakbakar ar minminyak yak yanyang g kiakian n mahmahal al menmenghargharuskuskan an penpengemgembang bang kemkembalbalii  berfikir keras dan mencari cara untuk mengalihkan pemakaian BBM ke bentuk bahan bakar lain  berfikir keras dan mencari cara untuk mengalihkan pemakaian BBM ke bentuk bahan bakar lain yang tersedia, mempunyai stok yang cukup, mudah diadakan, serta mempunyai harga yang yang tersedia, mempunyai stok yang cukup, mudah diadakan, serta mempunyai harga yang masih dapat dijangkau oleh para pengembang. Pembangkit listrik mandiri (Genset) berbahan masih dapat dijangkau oleh para pengembang. Pembangkit listrik mandiri (Genset) berbahan   bakar gas menjadi pilihan utama. Energi listrik untuk penyelenggaraan apartemen memakan   bakar gas menjadi pilihan utama. Energi listrik untuk penyelenggaraan apartemen memakan   bi

  biaya aya opeoperasrasionional al yanyang g titingginggi. . SemSemententara ara pempemakaakaian ian eneenergi rgi lilistrstrik ik terterbesbesar ar adaladalah ah untuntuk uk  ke

kebutbutuhuhan an pependindingngin in ruruanganganan. . PePenggnggununaaaan n bahbahan an babakakar r yayang ng sesebanbanyayak k mumungngkikin n dedemimi tercapainya

tercapainya kebkebutuutuhan han eneenergi rgi jugjuga a akaakan n semsemakiakin n menmenambambah ah bebbeban an penpengemgembanbang. g. OleOleh h sebsebab ab ituitu,, diperlukan skema penggunaan bahan bakar yang lebih hemat dan efisien. Teknologi kogenerasi dapat diperlukan skema penggunaan bahan bakar yang lebih hemat dan efisien. Teknologi kogenerasi dapat menjadi salah satu

menjadi salah satu solusinya.solusinya.

Sistem kogenerasi ini menggunakan bahan bakar untuk memenuhi pasokan energi listrik  Sistem kogenerasi ini menggunakan bahan bakar untuk memenuhi pasokan energi listrik  dasar kebutuhan penghuni apartemen seperti penerangan, pompa-pompa, serta peralatan listrik  dasar kebutuhan penghuni apartemen seperti penerangan, pompa-pompa, serta peralatan listrik  lainnya. Sedangkan kebutuhan energi untuk pendingin ruangan akan diambil dari panas buang lainnya. Sedangkan kebutuhan energi untuk pendingin ruangan akan diambil dari panas buang yang dihasilkan oleh genset berbahan bakar gas. Panas buang dialirkan dari jalur pembuangan yang dihasilkan oleh genset berbahan bakar gas. Panas buang dialirkan dari jalur pembuangan genset menuju

genset menuju absorptiabsorption on chillchiller er . Secara sederhana. Secara sederhana absorptabsorption ion chillchiller er akan mengubah panasakan mengubah panas menjadi pendingin. Sistem kogenerasi yang sederhana

(15)

Gambar 6. Teknik kogenerasi

Gambar 6. Teknik kogenerasi gas engine gas enginedandan Absorption Chiller  Absorption Chiller 

3.3 Prinsip-Prinsip Termodinamika dalam system kogenerasi 3.3 Prinsip-Prinsip Termodinamika dalam system kogenerasi

Termodinamika merupakan cabang fisika yang mempelajari energi dan perubahannya Termodinamika merupakan cabang fisika yang mempelajari energi dan perubahannya dal

dalam am bentbentuk uk kalkalor or dan dan kerkerja ja serserta ta besbesaraaran n makmakrosroskopikopis s lailainnynnya a yanyang g berberkaikaitantan. . DalDalamam   pe

  pembambahas has tertermodmodinainamimika, ka, kitkita a serseringingkalkali i akan akan menmengacu gacu ke ke suasuatu tu sisistestem m tertertententu. tu. SiSistestemm merupakan benda- benda dalam daerah yang kita tinjau perubahan energinya. Benda-benda lain merupakan benda- benda dalam daerah yang kita tinjau perubahan energinya. Benda-benda lain di luar sistem

di luar sistem disebdisebut lingkungaut lingkungan. Ada beberapa macam sistemn. Ada beberapa macam sistem. Sistem tertu. Sistem tertutup adalah sistemtup adalah sistem dim

dimana tidak ada ana tidak ada masmassa sa yanyang g masmasuk uk maumaupun keluar tetapun keluar tetapi pi eneenergirginya dapat dipernya dapat dipertuktukarkarkanan dengan lingkungan. Apabila pada sistem tertutup energy sistem tidak dapat dipertukarkan dengan dengan lingkungan. Apabila pada sistem tertutup energy sistem tidak dapat dipertukarkan dengan li

lingkungkunganngan, , sisistestem m tertersebsebut ut dikdikataatakan kan terterisoisolaslasi. i. PadPada a sissistem tem terterbukabuka, , masmassa sa dapadapat t masmasuk uk  maupun keluar dari sistem demikian pula d

maupun keluar dari sistem demikian pula dengan energinya.engan energinya. 1. Hukum Termodinamika Pertama

1. Hukum Termodinamika Pertama

Aliran kalor atau kerja yang dialami oleh suatu sistem dapat mengakibatkan system Aliran kalor atau kerja yang dialami oleh suatu sistem dapat mengakibatkan system tersebut memperoleh energi dari lingkungannya atau kehilangan energi ke lingkungannya. Hal tersebut memperoleh energi dari lingkungannya atau kehilangan energi ke lingkungannya. Hal ini berarti energi dalam sistem itu berubah. Namun, secara keseluruhan energi itu tidak ada yang ini berarti energi dalam sistem itu berubah. Namun, secara keseluruhan energi itu tidak ada yang hilang. Berdasarkan hukum kekekala energi itulah hukum termodinamika pertama dirumuskan hilang. Berdasarkan hukum kekekala energi itulah hukum termodinamika pertama dirumuskan sebagai berikut: Perubahan energi dalam pada sistem akan sama dengan kalor yang ditambahkan sebagai berikut: Perubahan energi dalam pada sistem akan sama dengan kalor yang ditambahkan ke sistem di

(16)

DU = Q –W...(1) Di mana Q adalah kalor total yang ditambahkan ke sistem dan W adalah DU = Q –W...(1) Di mana Q adalah kalor total yang ditambahkan ke sistem dan W adalah kerja total yang dilakukan oleh sistem. Pada persamaan (1), W adalah kerja yang dilakukan oleh kerja total yang dilakukan oleh sistem. Pada persamaan (1), W adalah kerja yang dilakukan oleh sistem, maka jika kerja dilakukan pada sistem , W akan negatif dan U akan bertambah. Dengan sistem, maka jika kerja dilakukan pada sistem , W akan negatif dan U akan bertambah. Dengan cara yang

cara yang sama, Q sama, Q positpositif bila if bila kalor ditambakalor ditambahkan ke hkan ke sistsistem, sehingga jika em, sehingga jika kalor meninggakalor meninggalkanlkan sistem, Q negatif. Persamaan tersebut berlaku untuk sistem tertutup. Persamaan ini juga berlaku sistem, Q negatif. Persamaan tersebut berlaku untuk sistem tertutup. Persamaan ini juga berlaku untuk system terbuka jika kita memperhitungkan perubahan energi dalam yang disebabkan oleh untuk system terbuka jika kita memperhitungkan perubahan energi dalam yang disebabkan oleh kenaikan atau penurunan jumlah zat. Untuk sistem terisolasi, tidak ada kerja yang dilakukan dan kenaikan atau penurunan jumlah zat. Untuk sistem terisolasi, tidak ada kerja yang dilakukan dan tidak ada kalor yang masuk atau meninggalkan sistem, sehingga W = Q = 0 , dan berarti DU = 0 tidak ada kalor yang masuk atau meninggalkan sistem, sehingga W = Q = 0 , dan berarti DU = 0 2. Penerapan Hukum Termodinamika Pertama pada Beberapa Sistem Sederhana

2. Penerapan Hukum Termodinamika Pertama pada Beberapa Sistem Sederhana

Kita dapat menganalisa beberapa proses sederhana seperti proses isotermal, adiabatik, Kita dapat menganalisa beberapa proses sederhana seperti proses isotermal, adiabatik, isobarik, dan isokhorik dengan pandangan hukum termodinamika pertama. Pada proses isotermal isobarik, dan isokhorik dengan pandangan hukum termodinamika pertama. Pada proses isotermal untuk sistem gas ideal maka PV = nRT , sehingga untuk temperatur konstan, PV = tetap. Gambar  untuk sistem gas ideal maka PV = nRT , sehingga untuk temperatur konstan, PV = tetap. Gambar  men

menunjunjukkaukkan n diadiagragram m PV PV untuntuk uk proproses ses isoisotertermalmal. . SetSetiap iap tittitik ik pada pada kurkurva, va, sepseperterti i tittitik ik AA menyatakan keadaan sistem pada suatu saat yang diketahui yaitu tekanan P dan volume V . Pada menyatakan keadaan sistem pada suatu saat yang diketahui yaitu tekanan P dan volume V . Pada temperatur yang lebih rendah, proses isotermal lainnya akan digambarkan oleh kurva seperti temperatur yang lebih rendah, proses isotermal lainnya akan digambarkan oleh kurva seperti A’B’ pada gambar 7.1.

A’B’ pada gambar 7.1. Kurva yang ditunjuKurva yang ditunjukkan pada kkan pada gambar 7.1 gambar 7.1 disebdisebut isoterm. Mari kitaut isoterm. Mari kita ang

anggap gap bahwbahwa a gas gas berberada ada daldalam am bejbejana ana yanyang g ditditutuutup p dengdengan an pispiston ton yanyang g mudmudah ah berbergergerak ak  (Gambar 7.2) dan bahwa gas bersentuhan dengan reservator kalor (benda yang massanya sangat (Gambar 7.2) dan bahwa gas bersentuhan dengan reservator kalor (benda yang massanya sangat  besar sehingga temperaturnya tidak berubah secara signifikan ketika kalor dipertukarkan dengan  besar sehingga temperaturnya tidak berubah secara signifikan ketika kalor dipertukarkan dengan sistem). Kita juga menganggap bahwa proses penekanan (volume berkurang) atau pemuaian sistem). Kita juga menganggap bahwa proses penekanan (volume berkurang) atau pemuaian (volume bertambah) dilakukan sangat perlahan untuk meyakinkan bahwa semua gas tetap dalam (volume bertambah) dilakukan sangat perlahan untuk meyakinkan bahwa semua gas tetap dalam keset

kesetimbangimbangan an pada temperatupada temperatur r yang sama. Jika yang sama. Jika gas pada gas pada awalnyawalnya a berada dalam keadaan yangberada dalam keadaan yang digambarkan sebagai titik A dalam gambar 7.1, dan sejumlah kalor Q ditambahkan ke sistem, digambarkan sebagai titik A dalam gambar 7.1, dan sejumlah kalor Q ditambahkan ke sistem, sistem akan bergerak ketitik B pada diagram. Agar temperatur tetap konstan, gas harus memuai sistem akan bergerak ketitik B pada diagram. Agar temperatur tetap konstan, gas harus memuai dan melakukan sejumlah kerja W pada lingkungan. Temperatur tetap dijaga konstan sehingga dan melakukan sejumlah kerja W pada lingkungan. Temperatur tetap dijaga konstan sehingga energi dalam tidak berubah. Berarti, dengan hukum termodinamika pertama DU = Q −W = 0 , energi dalam tidak berubah. Berarti, dengan hukum termodinamika pertama DU = Q −W = 0 , sehin

sehingga W gga W = Q; = Q; kerja yang dilakukakerja yang dilakukan n oleh gas pada oleh gas pada proses isotproses isotermal sama dengan kalor yangermal sama dengan kalor yang ditambahkan pada gas.

(17)

Gambar 7.1 Diagram PV untuk Gas

Gambar 7.1 Diagram PV untuk Gas Ideal yang Mengalami Proses Isotermal pada DuaIdeal yang Mengalami Proses Isotermal pada Dua Temperatur yang Bebeda

Temperatur yang Bebeda

Gambar 7.2.

Gambar 7.2. Diagram PV untuk Gas IDiagram PV untuk Gas Ideal yang Mengalami Proses Ideal yang Mengalami Proses Isotermal pada Duasotermal pada Dua Temperatur yang Bebeda

(18)

Proses Adiabatik  Proses Adiabatik 

Proses adiabatik adalah proses dimana tidak ada kalor yang dapat mengalir ke dalam atau Proses adiabatik adalah proses dimana tidak ada kalor yang dapat mengalir ke dalam atau ke luar sistem. Situasi ini dapat terjadi jika sistem terisolasi dengan baik, atau proses terjadi ke luar sistem. Situasi ini dapat terjadi jika sistem terisolasi dengan baik, atau proses terjadi sangat cepat sehingga kalor tidak memilik

sangat cepat sehingga kalor tidak memiliki i waktu untuk mengalir ke waktu untuk mengalir ke dalam atau ke dalam atau ke luar sistemluar sistem.. Pemuaian gas yang sangat cepat pada mesin pembakaran dalam merupakan satu contoh proses Pemuaian gas yang sangat cepat pada mesin pembakaran dalam merupakan satu contoh proses yang hampir adiabatik. Pemuaian adiabatik yang lambat dari gas ideal mengikuti kurva seperti yang hampir adiabatik. Pemuaian adiabatik yang lambat dari gas ideal mengikuti kurva seperti yang diberi label AC di gambar 7.3. Karena Q = 0 , kita dapatkan dari persamaan 7.1 bahwa DU yang diberi label AC di gambar 7.3. Karena Q = 0 , kita dapatkan dari persamaan 7.1 bahwa DU = −W , yaitu energi dalam bertambah jika gas memuai, berarti temperatur berkurang juga. Hal = −W , yaitu energi dalam bertambah jika gas memuai, berarti temperatur berkurang juga. Hal ini jelas pada gambar 7.3

ini jelas pada gambar 7.3 di mana hasil kali (PV = nRT ) di mana hasil kali (PV = nRT ) lebih kecil pada titik C dari pada lebih kecil pada titik C dari pada titik B.titik B. Pada

Pada penekanan adiabatik (dari C penekanan adiabatik (dari C ke A) kerja ke A) kerja dilakukan pada gas, dan dilakukan pada gas, dan dengan demikian energidengan demikian energi dalam bertambah dan temperatur naik.

dalam bertambah dan temperatur naik.

Gambar 7.3. Diagram PV untuk proses adiabatik  Gambar 7.3. Diagram PV untuk proses adiabatik 

Proses Isobarik  Proses Isobarik 

Proses isotermal dan adiabatik hanya merupakan dua dari proses yang mungkin terjadi. Proses isotermal dan adiabatik hanya merupakan dua dari proses yang mungkin terjadi. Dua proses termodinamika sederhana lainnya diilustrasikan pada digram PV gambar 7.4. Proses Dua proses termodinamika sederhana lainnya diilustrasikan pada digram PV gambar 7.4. Proses

(19)

iso

isobarbarik ik adaadalah lah proproses ses dimdimana ana tektekanaanan n dijdijaga aga tettetap ap konkonstastan, n, sehsehingingga ga proproses ses digdigambambarkarkanan sebagai garis lurus pada diagram PV (Gambar 7.4).

sebagai garis lurus pada diagram PV (Gambar 7.4).

Gambar 7.5. Diagram PV untuk proses isobarik  Gambar 7.5. Diagram PV untuk proses isobarik 

Gambar 7.5. Diagram PV untuk proses isokhorik  Gambar 7.5. Diagram PV untuk proses isokhorik 

Proses Isokhorik  Proses Isokhorik  Pro

Proses ses isoisokhorkhorik ik ataatau u isoisovolvolumeumetrtrik ik adaadalah lah proproses ses dimdimana ana volvolume ume tidtidak ak berberubahubah.. Seringkali ada gunanya menghitung kerja yang dilakukan pada sebuah proses. Jika tekanan Seringkali ada gunanya menghitung kerja yang dilakukan pada sebuah proses. Jika tekanan dijaga konstan (isobarik) selama proses, kerja yang dilakukan bisa dihitung dengan mudah. dijaga konstan (isobarik) selama proses, kerja yang dilakukan bisa dihitung dengan mudah. Sebaga

Sebagai contoh, jika i contoh, jika gas pada gas pada gambar 7.5 memuai dengan lambat terhadap piston, kerja yanggambar 7.5 memuai dengan lambat terhadap piston, kerja yang dilakukan oleh gas untuk menaikkan piston adalah gaya F dikalikan jarak d . Tetapi gaya hanya dilakukan oleh gas untuk menaikkan piston adalah gaya F dikalikan jarak d . Tetapi gaya hanya

(20)

 berupa tekanan P dari gas dikalikan luas A dari piston, F = PA . Dengan demikian, W = Fd = Pad  berupa tekanan P dari gas dikalikan luas A dari piston, F = PA . Dengan demikian, W = Fd = Pad atau W = PDV...(2) dengan DV = Ad adalah perubahan volume gas. Persamaan ini juga atau W = PDV...(2) dengan DV = Ad adalah perubahan volume gas. Persamaan ini juga  berlaku jika gas ditekan pada tekanan konstan, dimana DV negatif, yang menunjukkan bahwa  berlaku jika gas ditekan pada tekanan konstan, dimana DV negatif, yang menunjukkan bahwa

kerja dilaku

kerja dilakukan pada kan pada gas. Persamgas. Persamaan 7.2 aan 7.2 juga berlaku untuk zat cair juga berlaku untuk zat cair dan padat, dengan syaratdan padat, dengan syarat tek

tekanan anan konskonstan tan selselama ama proprosesses. . PadPada a proproses ses isoisokorkorik ik (Ga(Gambambar r 7.57.5) ) volvolume ume tidtidak ak berberubahubah,, sehingga tidak ada kerja yang dilakukan, W = 0 . 5

sehingga tidak ada kerja yang dilakukan, W = 0 . 5

3.

3. Hukum Hukum TermodiTermodinamika namika Kedua: Kedua: EntropiEntropi

Kita telah melihat beberapa aspek hukum termodianamika kedua, dan pernyataan yang Kita telah melihat beberapa aspek hukum termodianamika kedua, dan pernyataan yang  berbeda mengenainya yang telah kita bahas dan dibuktikan sama. Tetapi apa yang kita inginkan  berbeda mengenainya yang telah kita bahas dan dibuktikan sama. Tetapi apa yang kita inginkan adalah pernyataan umum dari hukum termodinamika kedua. Baru pada paruh kedua abad ke adalah pernyataan umum dari hukum termodinamika kedua. Baru pada paruh kedua abad ke sembilan belas, hukum termodinamika kedua akhirnya dinyatakan secara umum, yaitu dalam sembilan belas, hukum termodinamika kedua akhirnya dinyatakan secara umum, yaitu dalam  besaran yang disebut entropi, diperkenalkan oleh Clausius pada tahun 1860-an. Entropi, tidak   besaran yang disebut entropi, diperkenalkan oleh Clausius pada tahun 1860-an. Entropi, tidak 

sep

seperterti i kalkalor, or, mermerupaupakan kan funfungsi gsi keadkeadaan aan sissistemtem. . EntEntropropi i dapdapat at diadiangganggap p sebsebagai agai ukuukuranran keteraturan atau ketidakteraturan sistem. Menurut Clausius, perubahan entropi S dari sistem, keteraturan atau ketidakteraturan sistem. Menurut Clausius, perubahan entropi S dari sistem, ketika kalor sejumlah Q ditambahkan kepadanya dengan proses yang reversibel pada temperatur  ketika kalor sejumlah Q ditambahkan kepadanya dengan proses yang reversibel pada temperatur  konstan, dinyatakan sebagai:

konstan, dinyatakan sebagai:

dengan T adalah tempe

dengan T adalah temperatur mutlratur mutlak. ak. EntroEntropi total ternypi total ternyata naik untuk semua prosata naik untuk semua proses alami.es alami. Hukum termodinamika kedua dapat dinyatakan dalam entropi sebagai: Entropi suatu sistem Hukum termodinamika kedua dapat dinyatakan dalam entropi sebagai: Entropi suatu sistem tertutup tidak pernah berkurang. Entropi tersebut hanya bisa tetap atau bertambah. Entropi bisa tertutup tidak pernah berkurang. Entropi tersebut hanya bisa tetap atau bertambah. Entropi bisa tetap sama hanya untuk proses ideal (reversibel). Untuk proses riil, perubahan entropi DS lebih tetap sama hanya untuk proses ideal (reversibel). Untuk proses riil, perubahan entropi DS lebih  besar dari nol:

 besar dari nol:

Jika sistem tidak terisolasi, maka perubahan entropi sistem S DS ditambah perubahan Jika sistem tidak terisolasi, maka perubahan entropi sistem S DS ditambah perubahan entropi lingkungan env DS harus lebih besar dari atau sama dengan nol:

(21)

Hanya pross ideal yang mempunyai ∆S = 0 . Proses riil memiliki ∆S > 0 . Hal ini kemudian Hanya pross ideal yang mempunyai ∆S = 0 . Proses riil memiliki ∆S > 0 . Hal ini kemudian merup

merupakan akan pernypernyataan umum ataan umum hukum termodinahukum termodinamika mika kedua: Entropi total kedua: Entropi total sistsistem em ditamditambahbah  perubahan entropi lingkungannya sebagai akibat dari proses alamiah.

 perubahan entropi lingkungannya sebagai akibat dari proses alamiah.

3.4 Sistem Kogenerasi, Keuntungan Serta Perannya Dalam Penghematan Dan Efesiensi 3.4 Sistem Kogenerasi, Keuntungan Serta Perannya Dalam Penghematan Dan Efesiensi

Energi Energi

Trigeneration atau Sistem Kogerensi adalah suatu energi sistem yang secara simultant Trigeneration atau Sistem Kogerensi adalah suatu energi sistem yang secara simultant memproduksi listrik (electric power), pendingin (aircondition) dan systim pemanasan (hotwater  memproduksi listrik (electric power), pendingin (aircondition) dan systim pemanasan (hotwater  system) dari satu sumber energi. Kebanyakan sumber energy untuk trigeneration yang biasa system) dari satu sumber energi. Kebanyakan sumber energy untuk trigeneration yang biasa digunakan adalah natural gas (gas bumi), selain itu diesel solar dan biodiesel juga bisa dipakai digunakan adalah natural gas (gas bumi), selain itu diesel solar dan biodiesel juga bisa dipakai untuk menggerak

untuk menggerakkan kan systsystem em tsb. Sedangkan sistem kogenerattsb. Sedangkan sistem kogeneration ion adalah system yang adalah system yang secarsecaraa simultant menghasilkan listrik dan aplikasi pemanasan dari satu sumber energi.

simultant menghasilkan listrik dan aplikasi pemanasan dari satu sumber energi.

Gambar 8. Tingkat Penghematan Gambar 8. Tingkat Penghematan

(22)

Jika dilihat dari gambar di atas bias kita bandingkan tingkat penghematan, tingkat efesiensi dan Jika dilihat dari gambar di atas bias kita bandingkan tingkat penghematan, tingkat efesiensi dan tingkat panas yang terbuang . berikut:

tingkat panas yang terbuang . berikut: •

• § Meningkatkan efisiensi konversi energi dan penggunaannya.§ Meningkatkan efisiensi konversi energi dan penggunaannya. •

• § Emisi lebih rendah terhadap lingkungan, khususnya CO2, gas rumah kaca utama.§ Emisi lebih rendah terhadap lingkungan, khususnya CO2, gas rumah kaca utama. •

• § Dalam beberapa kasus, digunakan bahan bakar biomas dan beberapa limbah seperti§ Dalam beberapa kasus, digunakan bahan bakar biomas dan beberapa limbah seperti limbah pengolahan minyak bumi, limbah proses dan limbah pertanian (dengan digester  limbah pengolahan minyak bumi, limbah proses dan limbah pertanian (dengan digester  anaero

anaerobik atau bik atau gasifgasifikasiikasi). Bahan ). Bahan ini akan ini akan menjamenjadi bahan di bahan bakar pada bakar pada sistsistim kogenerasi,im kogenerasi, meningkatkan efektivitas biaya dan mengurangi tempat pembuangan limbah.

meningkatkan efektivitas biaya dan mengurangi tempat pembuangan limbah. •

• § § PenPenghemghemataatan n biabiaya ya yanyang g besbesar ar menmenjadjadikaikan n indindustustri ri ataatau u seksektor tor komkomersersial ial leblebihih kompetitif dan juga dapat memberikan tambahan panas untuk pengguna domestik.

kompetitif dan juga dapat memberikan tambahan panas untuk pengguna domestik. •

• § Memberikan kesempatan lebih lanjut untuk membangkitkan listrik lokal yang didesain§ Memberikan kesempatan lebih lanjut untuk membangkitkan listrik lokal yang didesain ses

sesuai uai kebkebutuutuhan han konskonsumeumen n loclocal al dengdengan an efiefisiesiensi nsi titingginggi, , menmenghighindandari ri kehikehilanlangangan trans

transmisi dan misi dan meninmeningkatkan fleksibigkatkan fleksibilitalitas s pada pada sistsistim im penggunpenggunaan. aan. Hal Hal ini khususnyaini khususnya untuk penggunaan baha n bakar gas alam.

untuk penggunaan baha n bakar gas alam. •

• § Suatu kesempatan untuk meningkatkan diversifikasi§ Suatu kesempatan untuk meningkatkan diversifikasi plant  plant  pembangkit, dan menjadikan pembangkit, dan menjadikan   persaingan pembangkitan. Kogenerasi menyediakan sesuatu kendaraan terpenting untuk    persaingan pembangkitan. Kogenerasi menyediakan sesuatu kendaraan terpenting untuk   promosi pasar energi yang liberal.

 promosi pasar energi yang liberal.

3.5 Sumber Bahan Bakar Dari System Pembangkit Energy Kogenerasi 3.5 Sumber Bahan Bakar Dari System Pembangkit Energy Kogenerasi

Ko

Kogegenenerarattiion on sselelaiain n dadapapat t beberropopererasasi i dedengngan an babahahan n babakakar r fofosisil l jjuguga a dadapapatt digabungkan/dikawinkan dengan sumber energi terbarukan (gas atau padat). Seperti untuk gas digabungkan/dikawinkan dengan sumber energi terbarukan (gas atau padat). Seperti untuk gas terdiri dari biogas yang dihasilkan dari sampah pertanian dan limbah organik yang mengandung terdiri dari biogas yang dihasilkan dari sampah pertanian dan limbah organik yang mengandung ga

gas s sesepepertrti i jejeraramimi. . SeSedandangkgkan an untuntuk uk lilimbmbah ah papadadat t teterdrdiriri i dadari ri lilimbmbah ah huthutan an dadan n lilimbmbahah   perko

  perkotaan. taan. Untuk ituUntuk itulah sekaralah sekarang ini cogenerang ini cogeneration sudah diktion sudah dikembangembangkan menjadi pembkan menjadi pembangkitangkit ganda yang menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan seperti itu. Seperti di Inggeris telah ganda yang menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan seperti itu. Seperti di Inggeris telah memanfaatkan cogeneration untuk mengubah gas limbah menjadi dua macam energi

memanfaatkan cogeneration untuk mengubah gas limbah menjadi dua macam energi

3.6 Kendala Penerapan System Kogenerasi 3.6 Kendala Penerapan System Kogenerasi

Kendal

Kendala a dalam penerapdalam penerapan pertama adalah dana an pertama adalah dana yang cukup besar dalam yang cukup besar dalam penerapenerapan inipan ini dan

(23)

tidak terlal

tidak terlalu u mendukmendukung dengan ung dengan systsystem ini em ini karena berpotekarena berpotensi bagi nsi bagi pelangpelanggan mereka gan mereka untuk untuk   beral

 beralih menggunih menggunakan sistakan sistem em ini sehiini sehingga tidak perngga tidak perlu lagi memlu lagi membeli lisbeli listrik dartrik dari i merekamereka. Salah. Salah satu cara membujuk perusahaan listrik adalah dengan membangun system cogeneration yang satu cara membujuk perusahaan listrik adalah dengan membangun system cogeneration yang  bisa disambungkan dengan jaringan milik perusahaan listrik. Tapi usul ini pun masih dipersulit  bisa disambungkan dengan jaringan milik perusahaan listrik. Tapi usul ini pun masih dipersulit   perus

  perusahaan ahaan listlistrik rik dengan menunda-nundengan menunda-nunda da izin. Elliott menceritizin. Elliott menceritakan akan proseproses s penundaapenundaan n yangyang diamatinya. “Diperlukan 60 hari untuk melakukan studi penyambungan system baru dengan diamatinya. “Diperlukan 60 hari untuk melakukan studi penyambungan system baru dengan   jaringan listrik milik perusahaan listrik, lalu 60 hari untuk mempresentasikan hasil studi ke   jaringan listrik milik perusahaan listrik, lalu 60 hari untuk mempresentasikan hasil studi ke  perusahaan listrik, dan 90 hari untuk dibutuhkan perusahaan listrik untuk menilai hasil studi, jika  perusahaan listrik, dan 90 hari untuk dibutuhkan perusahaan listrik untuk menilai hasil studi, jika mereka punya pertanyaan, dibutuhkan 30 hari. Jika dijumlahkan, bisa memakan waktu satu, dua mereka punya pertanyaan, dibutuhkan 30 hari. Jika dijumlahkan, bisa memakan waktu satu, dua atau tiga tahun.

(24)

BAB VI BAB VI PENUTUP PENUTUP 4 4..11 KKeessiimmppuullaann Pemba

Pembangkit listrik koderensi bukan ngkit listrik koderensi bukan hanya menghasilhanya menghasilkan kan uap, uap, juga menghasilkjuga menghasilkanan listrik, sehingga sangat tepat dimanfaatkan di industri yang masih belum memanfaatkan listrik, sehingga sangat tepat dimanfaatkan di industri yang masih belum memanfaatkan gas buangnya. Sesuai dengan peruntukannya selain bahan bakar fosil yang semakin lama gas buangnya. Sesuai dengan peruntukannya selain bahan bakar fosil yang semakin lama semakin berkurang sehingga perlu adanya penggati system pembangkit listrik yang sudah semakin berkurang sehingga perlu adanya penggati system pembangkit listrik yang sudah ada munuju system pembangkit yang lebih hemat, efesien dan ramah lingkungan. Sistem ada munuju system pembangkit yang lebih hemat, efesien dan ramah lingkungan. Sistem kogenerasi menawarkan itu dengan bahan bakar dari gas alam ataupun biogas dan bahan kogenerasi menawarkan itu dengan bahan bakar dari gas alam ataupun biogas dan bahan terbarukan lainya sebagai sumber bahan bakar. Selain efesien gas uap hasil pemanasan terbarukan lainya sebagai sumber bahan bakar. Selain efesien gas uap hasil pemanasan  juga bias digunakan lagi. Tingkat efesiensinya system kogenerasi juga lebih tinggi jika  juga bias digunakan lagi. Tingkat efesiensinya system kogenerasi juga lebih tinggi jika

dibandingkan dengan system konvensional yang lain dibandingkan dengan system konvensional yang lain

4

4..22 SSaarraann

Dari pembahasan diatas saran-saran yang dapat penulis

Dari pembahasan diatas saran-saran yang dapat penulis sampaikan yaitu:sampaikan yaitu: Diharapkan kepada semua

Diharapkan kepada semua komponen pembuat kebijakan komponen pembuat kebijakan agar agar dapat mengetahui dapat mengetahui tentangtentang  perlunya dipikirkan alternative system kogenerasi

(25)
(26)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Suprianta.2008.

Suprianta.2008. Kaji Kajian an TeknoloTeknologi gi ReaktoReaktor r KogeneKogenerasi rasi Sebagai PendukunSebagai Pendukung g Energi TerbarukanEnergi Terbarukan.. A

Avvaaiillaabbllee ffrroomm UURRLL:: http://www.batan.go.id/ptrkn/file/Epsilon/vol_12_04/5.Piping.pdf 

http://www.batan.go.id/ptrkn/file/Epsilon/vol_12_04/5.Piping.pdf .. Diakses tanggal 15 Mei 2010

Diakses tanggal 15 Mei 2010

Anonym .2010

Anonym .2010. Pembangkit Listrik Paling Efesien Dengan Kogenerasi.. Pembangkit Listrik Paling Efesien Dengan Kogenerasi. Available from URL:Available from URL:

http://www.alpensteel.com/article/53-101-energi-terbarukan--renewable-energy/2722--pembangkit-listrik-paling-efisien-dengan-cogeneration.html energy/2722--pembangkit-listrik-paling-efisien-dengan-cogeneration.html Diakses tanggal 15 Mei 2010

Diakses tanggal 15 Mei 2010

Artikel : Artikel :

Deni almanda . 2010.

Deni almanda . 2010. COGENERATOR :Alat Untuk Mengoptimalkan Bahan-bakar Pembangkit COGENERATOR :Alat Untuk Mengoptimalkan Bahan-bakar Pembangkit   Konvensional 

(27)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :