Makalah Teori Organisasi

21 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Makalah Teori Organisasi

Pengenalan Teori Organisasi

Diajukan sebagai tugas Mata kuliah

Teori Organisasi

Disusun oleh :

Afrizal saputra

1260400012

Fakultas Tehnik di Jurusan Sistem Informasi

Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Bengkulu

(2)

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,

Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan

makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini

dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi kawan

– kawan maupun bapak/ibu dosen dalam mengenal teori organisasi

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah

pengetahuan

dan

pengalaman bagi para Kawan – kawan maupun bapak/ibu dosen yang mengajar saya

, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga

kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang

saya

miliki

sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca

untuk

memberikan

masukan-masukan yang bersifat membangun untuk

kesempurnaanmakalah ini.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... DAFTAR ISI ... BAB I PENDAHULUAN ... A. Latar Belakang ... B. Perumusan Masalah ... C. Tujuan ... BAB II PEMBAHASAN ... 1. Pengertian Organisasi ... 2. Ciri – Ciri Organisasi ... 3 .Unsur – Unsur Organisasi ... 4. Asas – Asas Organisasi ... 5. Macam – Macam Organisasi ... 6. Manajemen dan Organisasi ...

BAB III PENUTUP

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Teori Organisasi

Sejalan dengan dinamika manusia, maka timbullah berbagai jenis organisasi yang seperti telah dikatakan berperan selaku wahana dan saluran utama dalam usaha berkehidupan masyarakat secara tertib. Seirama dengan dinamika itu pula, timbullah berbagai jenis kebutuhan manusia yang kina lama kian kompleks pula sehingga menjadi diluar batas-batas kemampuan seseorang untuk memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri.Dengan perkataan lain, manusia modern menjadi manusia organisasional. Dan dengan perkataan lain juga,kompleksitasnya kebutuhan manusia & masyarakat melahirkan berbagai jenis organisasi yang semakin kompleks pula.Untuk menjadikan organisasi yang semakin kompleks itu, berkembanglah teori organisasi dengan asas-asasnya, rumus-rumusannya,kaidah-kaidahnya & pendekatan-pendekatannya.

B. Rumusan Masalah

Dengan latar belakang yang telah saya jabarkan di atas saya merumuskan beberapa masalah yang berkaitan dengan jenis – jenis organisasi dan apa pentingnya oraganisasi bagi kita semua sebagai berikut :

1. Apa pengertian dari Organisasi tersebut ? 2. Berapa macam ciri – ciri organisasi ? 3. Apa unsur – unsur dari organisasi ?

(5)

4. Apa pengertian asas organisasi ? 5. Berapa macam organisasi ?

6. Apa kegunaan dari manajemen dan organisasi , dan hubungannya ?

C. Tujuan

Dengan di buatnya makalah ini , saya bertujuan untuk : 1. Mengtahui apa itu organisasi

2. Mengtahui macam ciri – ciri organisasi 3. Mengtahui unsur organisasi

4. Mengtahui asas organisasi

5. Mengtahui macam – macam organisasi

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN ORGANISASI

Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terikat dengan peraturan yang ada yang telah disepakati. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Pengertian organisasi menurut para ahli :

 Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

 James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

 Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

 Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

 Thester I. Bernard organisasi merupakan suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih,

sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.

 J. M. Gaus : organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan

tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab. organisasi adalah alat untuk tercapainya tujuan dari sebuah Hubungan manajemen dan organisasi

manajemen.

Teori organisasi merupakan studi dimana kita memandang suatu organisasi baik dari segi fungsi dan struktur , dengan meninjau pendapat atau pendekatan untuk mencari pemecahan masalah dalam suatu organisasi dimana para pelaku organisasi berinteraksi satu dengan yang lain nya, yang membentuk suatu system yang saling mempengaruhi sesama pelakunya agar mencapai tujuan yang lebih baik.

(7)

CIRI-CIRI ORGANISASI.

Dalam membahas suatu bentuk organisasi secara mendetail maka perlu diperinci apa saja yang tercakup dalam seluk beluk organisasi.Adapun dalam pembahasan ini pertama ditekankan pada:

a).Definisi Organisasi b).Proses Organisasi

Sebelum lebih jauh masuk ke pembahasan mengenai cirri-ciri organisasi,kita harus mengerti secara menyeluruh mengenai definisi organisasi dan proses organisasi.Manusia adalah mahluk social yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan.Tetapi karena keterbatasan kemampuan manusia menyebabkan manusia tidak dapat mencapai tujuan tanpa ada hal kerjasama.Hal inilah yang mendasari manusia untuk hidup dalam berbagai organisasi yang ada dalam masyarakat sekarang ini.

Organisasi banyak mempunyai difisi,karena organisasi dapat dipandang dari berbagai perspektif.Tetapi bagaimanapun juga ada semacam kesepakatan pendapat dalam kenyataannya bahwa organisasi pada umumnya dikembangkan sebagai instrument bagi pencapaian tujuan tertentu dan cenderung muncul dalam situasi dimana orang-orang menyadari manfaat organisasi sebagai suatu jalan yang terbaik pelaksanaan kegiatan kolektif.

Ada beberapa macam definisi organisasi. a).Menurut Ernest dale

Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan,pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang orang dalam suatu kelompok kerja.

b)Menurut Cyril Soffer

Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing masing diberi peranan tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas0tugas,dibagikan diantara pemegang peranan dan kemudian digabungkan ke dalam beberapa bentuk hasil.

c).Definisi organisasi secara umun

Organisasi adalah orang-orang yang usahanya harus dikordinasikan,tersusun dari sejumlah subsistem yang saling berhubungan dan tergantung,bekerjasama atas dasr pembagian kerja,peran dan wewenang serta mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai.

Dari hal-hal yang sudah dijelaskan diatas tersebut maka dapat kita ketahui apa saja ciri-ciri organisasi yang harus kita pahami.Diantaranya adalah:

a.Organisasi adalah lembaga social yang terdiri atas sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan

b.Organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan0tujuan tertentu c.Organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun.

d.Organisasi adalah instrument social yang mempunyai batasan-batasan yang secara relative dapat diidentifikasikan.

(8)

UNSUR-UNSUR ORGANISASI a).Manusia

Manusia sebagai mahluk social membutuhkan wadah atau suatu tempat untukmenyalurkan suatu tujuannya atau prinsipnya.Dia membutuhkan suatu alat yang bisa menjadikan kebenaran informasi ,karena itulah manusia membutuhkan organisasi.

b).Lingkungan

Suatu organisasi bias muncul dari kesamaan tempat orang orang yang berada didalam organisasi tersebut.Ini dimaksudkan bahwa lingkungan sangat berpengaruh dalam terbentuknya suatu organisasi.Contohnya adalah organisasi yang bersifat kedaerahan,misalnya perkumpulan atau panguyuban yang walaupun nama mereka tidakmencerminkan organisasi tetapi struktur dan tujuan mereka adalah sama.

c).Tujuan Bersama

Organisasi tidak akan terbentuk jika tidak mempunyai tujuan yang sama.Karena ini akan menyangkut visi dan misi yang dibentuk dalam suatu organisasi.

d).Peralatan(equipment)

Keberadaan peralatan dalam suatu organisasi itu sangat penting.Ini bias dijadikan penunjang dalam rangka menjalankan suatu organisasi.Dan setiap peralatan yang ada akan menjamin suatu organisasi tersebut profesional atau tidak.

e).Kekayaan Alam

Berbicara kekayaan alam dalam suatu organisasi mungkin menurut saya ini menyangkut asset berharga yang dimiliki.Berdirinya suatu organisasi diperlukan materi yang tidak sedikit untuk membuat suatu organisasi tersebut menjadi professional meskipun dilain hal ada anggota yang memang sudah professional dalam menjalankan organisasi tersebut.

f).Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi

Mental yang baik dan mantap dalam berorganisasi sangat dibutuhkan.Ini akan berakibat buruk seperti hancurnya organisasi jiki mental anggota dan pengurus organisasi sangat lemah.

Kesemua unsur tersebut jika terpenuhi maka akan menjadikan suatu organisasi yang sangat kuat dan akan menjadi ukurun atau acuan organisasi lain yang belum barhasil memanajemen organisasinya.Maka dari itu sebaik mungkin smua unsur organisasi diatas harus dipenuhi walaupun dalam waktu yang lama untuk mewujudkannya.

TEORI ORGANISASI

Dalam pembahasan mengenai teori organisasi,mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang.Yaitu meliputi teori organisasi klasik,teori organisasi nonklasik,dan teori organisasi modern.

a.Teori Organisasi Klasik

Teori klasik kadang disebut teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun seribu elapan ratusan.Dalam hal ini,organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sangat sentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialiassi,serta menberikan petunjuk mekanisme structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

(9)

Teori klasik berkembang dalam 3 aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :teori birokrasi,teori administrasi dan teori manajemen ilmiah.

Teori birokrasi :

Teori ini dikembangkan oleh Max Weber dalam buku”The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism’.Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional.Organisasi itu legal,karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan procedure dan peranan yang dirumuskan secara jelas,dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Teori administrasi:

Teori ini sebagian besar dikembangkanatas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.

Henri fayol memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi elemen-elemen manajemen yang dikenal sebagai Fayol’s functionalism atau teori fungsionalisme Fayol yaitu : perencanaan,pengorganisasian,pemberian perintah,pengkoordinasian dan pengawasan.

James D.Money dan Allen Reilly pada tahun 1931 menerbitkan buku mereka,”Onward Industry”.Mereka menyebut koordinasi sebagai factor terpenting dalam perencanaan organisasi, dan menekankan tiga prisip organisasi yaitu :

- Prinsip koordinasi - Prinsip scalar - Prinsip fungsional

Manajemen Ilmiah

Dikembangkan mlai tahun 1900 oleh Fredrick Winslow Taylor.Teori ini masih banyak dijumpai dalm praktek-praktek manajemen modern.Taylor dalam teorinya mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan, yaitu :

- Menggantikan metoda-metoda kerja dalam praktek dengan berbagai metoda yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.

- Mengadakan seleksi-seleksi,latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah. - Pengembangan ilmu tentang kerjasama serta seleksi,latihan dan pengembangan ilmiah harus di

integrasikan.

- .untuk mencapai manfaat menajemen ilmiah,perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan.

b.Teori organisasi Neoklasik

Teori neoklasik dikenal sebagai teori hubungan manusiawi dan dikembangkan atas dasar teori klasik.Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya,sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

Percobaan-percobaan di Howthrone yang dilakukan dari tahun 1924 sanmpai 1932 menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi.Percobaan ini merupakan kristalisasi teori neokalsik.Penemuan Howthrone telah menambah dimensi baru bagi teori organisasi.Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthrone menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.

(10)

Dalam hal pembagian kerja,teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :

 Partisipasi ,yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan

 Perluasan kerja(jon enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi

 Manajemen bottom-up yang akan menberikan kesempatan kepada yunior untuk berpartisipasi

dalam pengambilan keputusan manajemen puncak. c.Teori organisasi modern

Teori modern disebut juga analisa system pada organisasi merupakan aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.Teori ini melihat bahwa semua unsure organisasi merupakan satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil,tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.

Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi sangat

kompleks,dinamis,multilevel,multidimensional,multivariable dan probabilistic.Teori modern

menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya dalam berorganisasi,yaitu :

# komunikasi

# konsep keseimbangan

# proses pengambilan keputusan

Perkembangan teori organisasi yang dibahas,memberikan dasar munculnya berbagai pendekatan manajemen yang berbeda.Pendekatan tersebut adalah :

a) Pendekatan proses,sebagai pendekatan fungsional,operasional,universal dan tradisional b) Pendekatan keperilakuan atau disebut juga pendekatan hubungan manusiawi

c) Pendekatan kuantitatif d) Pendekatan system e) Pendekatan situasional

(11)

ASAS ASAS ORGANISASI Menurut para ahli

A. Menurut alford dan Russel

1.Situation Analysis. (Analisis Situasi) yang mana terdiri dari SWOT Analysis, PEST Analysis, Marketing Mix(bauran kebijakan) dan Competitive Position (posisi persaingan).

2.Objectives. (obyektif) Kemana kita akan pergi (Where do we want to go)? Terdiri dari : Ashridge Mission Model, 5 P’s Model, SMART.

3.Strategy(strategi). Bagiamana kita mendapatkanya (How are we going to get there)? Terdiri dari : Market Segmentation (sekmentasi pasar) dan Positioning.

4.Tactics (taktik). Yang lebih detail dari strategi. Berupa Tools (alat) dan Komunikasi (Communication).

5.Actions (aksi) . Implementasi, pengambilan perencanaan kerja dalam Action Plan (perncanaan aksi) . Terdiri dari RACI Model, CSFs dan, KPIs

6.Control(pengawasan). Track progress melalui pengukuran (measuring), pengawasan (monitoring), pengecekan (reviewing), penempatan (updating and modifying). Terdiri dari Kinerja manajemen (Performance Management) dan Blanced Scorecard. Keunikan metode SOSTAC adalah sederhana (simplicity). Pendekatan adalah memenuhi tahapan secara bersama-sama dalam menciptakan perencanaan pemasaran (marketing plan). Terdiri dari 5 C’s of Marketing Strategy (strategi pemasaran 5C), Feasibility Study (studi kelayakan), VMOST dan Customer Relationship Management (manajemen hubungan dengan pamilih).

B. Menurut Henry G Hodges Fungsi Organisasi dan Metode :

1. Merencanakan, menyusun, menilai / mengembangkan pola pokok / struktur organisasi. 2. Mengarahkan dan menyelenggarakan policy dan taktik organisasi

3. Mendayagunakan tenaga kerja dengan menetapkan orang-orang yang tepat melalui klasifikasi jabatan, uraian jabatan, analisa pada jabatannya pekerjaan dan evaluasi pekerjaan yang setepat-tepatnya.

4. Membantu top manajer dalam merencanakan, menyusun dan menyempurnakan prosedur kerja dan tata kerja

5. Membantu top manajer dalam melaksanakan visualisasi rencana kerja, program kerja dan penjadwalannya

6. Membantu top manajer dalam menemukan pola pokok dan sistem pengumpulan , penyusunan, penyimpanan, dan pemeliharaan serta penetapan jangka waktu atas pemusnahan data, dokumen dan informasi yang amat penting

7. Merencanakan pembuatan dan penggunaan formulir dalam rangka standarisasi tata kerja 8. Membantu top manajer dalam menyusun buku-buku pedoman kerja

9. Mengevaluasi sistem laporan dan pelaksanaan program kerja 10.Memelihara hubungan kerjasama antar unit

11.Melakukan pengawasan atas pelaksanaan intruksi pimpinan

12. Mempercepat dan mempertepat dalam proses pengambilan keputusan

13. Staf O&M membantu dan membebaskan top manajer dari tugas-tugas yang rutin dan teknis Struktur Organisasi

(12)

Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah : 1. Strategi organisasi pencapaian tujuan.

2. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.

3. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.

4. Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi. C. Menurut Richard. N . Owen

a.Mendorong seorang pimpinan mulai dari tingkatan paling atas seperti top manajemen sampai pada bawahan untuk dapat berpikir secara sistematis.

b. Membantu pemimpin dalam melaksanakan koordinasi.

c. Mendorong pemimpin atas untuk menampilkan garis-garis besar haluan organisasi demi tercapainya tujuan.

d. Membantu pelaksanaan pengawasan terhadap perkembangan dari apa yang direncanakan. e. Membantu pemimpin dalam menghadapi perkembangan di masa yang akan datang.

f. Membantu terciptanya gambaran dan hubungan pertanggungjawaban dari masing-masingbagian organisasi

D. Menurut Stanley Vance

1. Menciptakan lingkungan kerja yang produktif 2. Mendelegasikan pekerjaan

3. Membuat keputusan dan mengatasi masalah 4. Berkomunikasi secara efektif di tempat kerja 5. Membina hubungan kerja yang baik

6. Membuat perencanaan yang selaras dengan kehendak Allah 7. Menghindari perangkap tradisi

8. Mengelola waktu

9. Membuat evaluasi kerja yang berguna E. Menurut franklin G More

1. Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.

2. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

3. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.

4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.

5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

(13)

7. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.

8. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.

9. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.

10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan. Proses pelaksanaan kegiatan manajemen, maka fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Ini adalah fungsi-fungsi ke dalam perusahaan, sedang fungsi manajer ke luar perusahaan adalah :

F. Menurut Louis A. Allen

1. Forecasting yaitu memperkirakan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan pada saat yang akan datang yang akan dilakukan oleh manajer. Kegiatan yang dilakukan oleh manajer ini atas dasar sistematisasi dan kontinitas pekerjaan serta berdasarkan dimana ia bekerja.

2. Establising objectives yaitu menentukan tujuan akhir yang akan dicapai dari apa yang telah direncanakan keseluruhannya baik tujuan tiap pekerjaan maupun tujuan globalnya.

3. Programmingyaitu dibuat suatu program yang terdiri dari serangkaian tindakan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan pada prioritas pelaksanaan.

4. Sceduling yaitu membuat jadwal pekerjaan sehingga dapat diselesaikan tepat pada waktunya. 5. Budgeting yaitu penyusunan anggaran untuk mengalikasikan sumber-sumber yang ada atas dasar efisiensi dan efektifitas, anggaran belanja ini dinyatakan dalam bentuk uang.

6. Developing proseduryaitu menentukan cara yang tepat dalam penyelenggaraan pekerjaan di dalam rangka adanya efisiensi, efektivitas dan keseragaman pekerjaan.

7. Establising dan interpreting policyyaitu manajer harus dapat menafsirkan kebijakan yang akan diambil agar terjamin dalam keselarasan dan keseragaman kegiatan serta tindakan yang akan dilakukan.

Bentuk – Bentuk Organisasi

Ada berbagai macam bentuk organisasi diantaranya adalah:

1. Organisasi Staff {Staff Organization} 2. Organisasi Garis {Line Organization}

3. Organisasi Fungsional {Functional Organization}

4. Organisasi Staff dan Garis {Line and staff Organization}

5. Organisasi Garis dan Fungsional {Line and functional Organization} 6. Organisasi Fungsionald dan Staff

7. Organisasi Garis, Functional dan Staff {Line, Functional and staff organization} 8. Organisasi Panitia {Committee Organization}

Dari macam bentuk organisasi diatas dikonsentasikan kepada beberapa bentuk organisasi diantaranya:

1. 1. Organisasi Jalur {Line Organization}

Bentuk organisasi yang mempunyai hubungan interelasi atau keterkaitan dengan adanya garis komando sentra dari atasan kepada bawahan. Pimpinan mempunyai kekuasaan tunggal atas sgala ketentuan, keputusan atau segala kebijaksanaan ada di tangan satu orang yaitu pimpinan didalam bentuk organisasi ini lebih bersifat otoriter.

(14)

1. 2. Organisasi Staff dan Garis {Line and Staff Organization}

Bentuk organisasi dimana pucuk pimpinan mempunyai staff sebagai pembantu yang tidak memiliki kewenangan memberi komando tetapi mempunyai suatu andil untuk memberi nasihat dan memberikan suatu pertimbangan terhadap suatu hal atau masalah sesuai dengan keahliannya

1. 3. Organisasi Fungsional {Functional}

Bentuk organisasi yang mempunyai suatu kinerja atau sistem pola kerja yang didasarkan kapada keahlian. Tiap-tiap fungsi saling berhubungan karena antara satu fungsi dengan lainnya saling bergantung. Dengan demikian wewenang dalam organisasi fungsional dilimpahkan oleh pucuk pimpinan kepada unit-unit {satuan organisasi} berhak untuk memerintah kepada semua pelaksana yang ada dibawahnya sepanjang menyangkut bidang tugas masing-masing.

Peran individu dan kelompok dalam suatu organisasi

Pelibatan dan partisipasi anggota {individu} dalam organisasi menjadi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatanya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi.

Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Peran kelompok dalam suatu organisasi

Pelibatan kelompok dalam suatu organisasi dapat dilakukan dengan mekanisme pembagian atas individu–individu agar membentuk suatu kumpulan yang mempunyai pola dan sistem kerja.

Suatu kelompok pada dasarnya adalah sekumpulan individu yang berada dalam suatu organisasi dimana para anggotanya saling mempunyai ketergantungan satu sama lain dalam melaksanakan suatu kinerja secara berstruktur.

Organisasi lebih mengutamakan atas pencapaian tujuan dasar yang lebih mengedepankan kepada hasil yang ingin dicapai. Suatu kinerja kelompok akan lebih efisien ketika di letakkan di ruang lingkup organisasi karena suatu tujuan akan lebih cepat tercapai jika didalam pengelolaannya dikerjakan secara berstruktur atau berkelompok.

(15)

MACAM-MACAM TEORI ORGANISASI A. Teori Organisasi Klasik

Teori organisasi yang berkembang mulai awal abad ke-19 digolongkan ke dalam teori organisasi klasik atau disebut juga “teori tradisional” atau “teori mesin”. Pada masa ini, organisasi divisualisasikan sebagai sekelompok orang yang membentuk lembaga. Tiap-tiap bagian organisasi tersebut memiliki spesialisasi dan sentralisasi dalam tugas dan wewenang.

Dalam teori organisasi klasik ini, dinyatakan bahwa sebuah organisasi terdiri atas empat unsur pokok, yakni sebagai berikut:

1. Kegiatan yang tersistem dan terkoordinasi.

2. Adanya sekelompok orang dengan spesialisasi tertentu.

3. Kerja sama antara sekelompok orang dengan spesialisasi yang berbeda. 4. Adanya kekuasaan dan kepemimpinan yang mengendalikan sistem tersebut.

Para penganut teori organisasi klasik meyakini bahwa organisasi bergantung pada kekuasaan, saling melayani, doktrin, dan disiplin. Teori organisasi klasik kemudian berkembang menjadi tiga aliran, yaitu teori birokrasi, administrasi, dan manajemen ilmiah.

B. Teori Organisasi Klasik 1 - Teori Birokrasi

Teori organisasi birokrasi berkembang dalam ranah ilmu sosiologi dan menekankan pada aspek legal-rasional. Legal dalam hal ini dimaknai sebagai bentuk wewenang yang dirumuskan dengan jelas berkaitan dengan aturan prosedur dan peranan masing-masing elemen. Sementara rasional, mengacu pada suatu tujuan yang jelas dan ditetapkan bersama.

Salah satu tokoh pengusung teori organisasi klasik adalah Max Weber (21 April 1864-14 Juni 1920), seorang ahli ekonomi politik dan sosiolog Jerman. Dalam salah satu karyanya yang terkenal, The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism dan The Theory of Social and Economic Organization, Weber menjelaskan mengenai karakteristik birokrasi yang tersusun atas hal-hal berikut ini:

1. Pembagian kerja. 2. Hirarki wewenang. 3. Program rasional. 4. Sistem prosedur.

(16)

6. Hubungan antarpribadi yang bersifat impersonal.

C. Teori Organisasi Klasik 2 - Teori Administrasi

Teori administrasi dalam teori organisasi klasik menekankan pada aspek makro dan praktik langsung manajemen. Beberapa tokoh pengusung teori administrasi adalah Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, serta James D. Mooney dan Allen Reily dari Amerika.

Dalam buku Admistration industrtrielle et Generale karya Henry Fayol (terbit 1916), misalnya, industrialis asal Prancis itu menyebutkan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6(enam) kelompok, yakni:

1. kegiatan-kegiatan teknikal; 2. kegiatan-kegiatan komersial; 3. kegiatan-kegiatan financial; 4. kegiatan-kegiatan keamanan; 5. kegiatan-kegiatan akutansi; dan 6. kegiatan-kegiatan manajerial.

Selain itu, Fayol juga menyatakan bahwa terdapat 14 dasar yang menjadi kaidah perkembangan teori administrasi. Kaidah manajemen tersebut terdiri atas pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, mendahulukan kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai skalar, tata tertib, keadilan, kelanggengan personalia, inisiatif, dan semangat korps.

Sementara itu, James D Mooney dan Allen Reilly berpendapat bahwa koordinasi memegang peranan penting dalam sebuah perencanaan organisasi. Sebuah organisasi harus menerapkan tiga prinsip utama, yakni sebagai berikut.

1. Prinsip koordinasi. 2. Prinsip skalar dan hirarki. 3. Prinsip fungsional.

D. Teori Organisasi Klasik 3 - Teori Manajemen Ilmiah

Berbeda dengan teori administrasi, manajemen ilmiah lebih memusatkan teori organisasi pada aspek makro organisasi. Teori ini banyak berkembang di Mesir, Cina, dan Romawi. Salah satu tokoh

(17)

pengusung teori ini, FW Taylor, memberi definisi teori manajemen ilmiah sebagai seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja.

Lebih jauh, FW Taylor menjelaskan bahwa organisasi memiliki empat kaidah, yaitu sebagai berikut. Metode-metode kerja dalam praktik mulai digantikan dengan berbagai metode yang

dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja ilmiah yang benar.

Agar memungkinkan para karyawan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya, perusahaan harus rutin mengadakan seleksi, latihan-latihan, dan pengembangan para karyawan secara ilmiah,

Agar para karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai tingkat upah yang tinggi, sementara manajemen dapat menekan biaya produksi menjadi rendah, pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan.

Perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer sebagai upaya untuk menimbulkan suasana kerja sama yang baik dan tercapainya manfaat manajemen ilmiah.

E. Teori Organisasi - Teori Neoklasik

Aliran teori organisasi Neoklasik muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap teori organisasi klasik, ketiga teori organisasi yang tergabung dalam teori organisasi klasik tersebut dinilai sangat kaku dan mengabaikan hubungan manusiawi. Teori organisasi neoklasik memberi perhatian khusus pada aspek psikologis dan sosial pada diri anggota organisasi, baik sebagai individu maupun kelompok kerja.

Salah satu pencetus teori ini adalah Hugo Munsterberg, tertuang dalam bukunya, Psychology and Industrial Effeciency yang terbit pada 1913, dan dinilai sebagai rantai penghubung evolusi teori manajemen ilmiah menuju neoklasik.

F. Teori Organisasi - Teori Modern

Teori organisasi klasik dan teori organisasi neoklasik ternyata dinilai belum memuaskan untuk tuntutan manajemen modern. Banyak kelemahan dan ketimpangan yang masih ditemukan sehingga mendorong munculnya teori organisasi modern pada 1950.

Teori organisasi modern ini kemudian dikenal dengan nama “analisis sistem” atau “teori terbuka” yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan dari berbagai unsur yang saling bergantung. Beberapa perbedaan mencolok antara teori modern dengan teori klasik adalah sebagai berikut.

1. Teori organisasi klasik menitikberatkan pada analisis dan deskripsi, sementara teori organisasi modern menekankan pada keterpaduan dan perancangan secara menyeluruh.

(18)

2. Teori organisasi klasik terfokus pada konsep, skalar, dan hubungan vertikal, sementara teori organisasi modern cenderung horizontal, dinamis, dan multidimensi.

Ta bel Teo ri per ke mb ang an org ani sasi Kla sik, Ne okl asi k dan Mo der n Su dut pa nd ang To ko h – tok oh dar i Teori Organisasi Klasik :

1. Henry Fayol (1841-1925) Fayol membagi manajemen menjadi lima fungsi yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan. Funsi ini di kenal sebagai fungsionalisme.

2. James D.mooney Mooney mengartikan organisasi sebagai kelompok orang yang terdiri dari atas dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Marry Parker Follet (1886-1933) Follet adalah seorang tokoh antara teori klasik dan teori hubungan manusiawi. Follet menerapkan psikologi dalam perusahaan dan konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan integrasi.

4. Charter I. barnard (1886-1961) Menurut teorinya’ teori penerimaan’ mengatakan bahwa seorang bawahan akan menerima perintah hanya bila dia memahami dan mampu serta berkeinginan untuk mencapainnya.

Nama Teori Tokoh Esensi dasar/karakteristik Teori

Klasik · Henry Fayol (1841-1925)

· James D.mooney

Marry Parker Follet (1886-1933) Charter I. barnard (1886-1961) Memusatkanpandangannyapada analisa dan Deskripsi organisasi, Sasaran organisasi dibagi menjadi bagian- bagian yang lebih kecil sesuai hakikat

pekerjaannya

Neoklasik · Hugo Munsterber

Elton Mayo Chester I. Barnard Argyris Pendekatan hubungan manusiawipenambahan aspek sosiologi dan psikologi pada teori klasik.Berkembang dengan pembenahan Teori

Organisasi Klasik berdasar percobaan Hawthorne yang memandang organisasi sebagai suatu sistem terbuka di mana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan dengan erat dan sikap karyawan merupakan faktor yang penting bagi peningkatan produktivitas.

Modern Alfred Korzybski

Mary Parker Follet

Chester I. Barnard

Norbert Wiener

· Ludwig Von Bertalanffy

menekankan pada perpaduan dan perancangan,menyediakan

pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh. Sebagai suatu sistem keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel, dan memahami adanya proses dinamis.

(19)

Sudut pandang Tokoh – tokoh dari Teori Organisasi Neoklasik:

1. 1. Hugo Munsterberg (1862 1916). Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.

2. 2. Elton Mayo

Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.

Sudut pandang Tokoh – tokoh dari Teori Organisasi Modern:

1. Alfred Korzybski, 1993, General Sementics (manusia hidup dalam tiga dunia yang berbeda, yaitu dunia peristiwa, dunia objek dan dunia simbol, menitik beratkan masalah bahasa dan komunikasi, topik: ringkasan, penyimpulan, kekakuan bahasa, lingkungan komunikasi, sifat kata-kata, dan pentingnya tanggapan),

2. Chester I. Barnard, 1938 (organisasi sebagai suatu sistem sosial yang dinamis; individu, organisasi, penyalur, dan konsumen merupakan bagian dari lingkungan organisasi; aspek organisasi formal dan informal),

3. Mary Parker Follet,1920-an mengerjakan sesuatu sebagai jalan keluar dalam suatu semangat kerja sama; kesadaran cita-cita sehingga setiap orang adalah bagian dari suatu kelompok; dan masyarakat; dorongan individu diterima tanpa mengorbankan kepentingan organisasi),

(20)

MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus

dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.

MANAJEMEN DAN TATA KERJA

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepatpula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :

1. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang

tersedia.

2. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.

3. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :

Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan. Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

MANAJEMEN , ORGANISASI DAN TATA KERJA

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut : a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama. c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan

sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Dengan adanya konsep diatas jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan. Dengan adanya ketiga konsep diatas kita tahu bahwa dari setiap sub memiliki hubungan timbal balik antar satu sam lain dalam dunia organisasi umum, apabila ada salah satu bidang yang tidak melakukan peran dengan baik maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam suatu organisasi tersebut

(21)

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam artis dinamis . terdapat hubungan yang erat antara manajemen , organisasi dan tata kerja .terdapat hubungan yang erat antara manajemen , organisasi dan tata kerja yang ketiganya di arahkan kepada tercapainya tujuan bersama secara efisen . proses mempengaruhi pengambilan keputusan .

proses – proses ini juga merupakan proses – proses organisional karna lebih penting dari pada manajer individualdalam pengaruhnya pada pencapaian tujuan organisasi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :