EVALUASI PEDOMAN UTSAWA DHARMAGITA. O l e h : D r s. I W a y a n B u d h a, M. P d

Teks penuh

(1)

EVALUASI PEDOMAN

UTSAWA DHARMAGITA

(2)

Latar Belakang

Salah satu misi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dalam menguwujudkan visi Ditjen Bimas Hindu yang taat beragama, maju, sejahtera dan cerdas serta saling menghormati sesama umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI adalah mengembangkan seni keagamaan serta keselarasan pemahaman keagamaan Hindu

Pemerintah melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), secara rutin menyelenggarakan Utsawa Dharmagita, yaitu suatu ajang perlombaan untuk menumbuhkan untuk tetap menjaga dan memelihara warisan budaya tradisional yang diabadikan kepada keagamaan.

(3)

Latar Belakang

Istilah Dharma Gita berasal dari bahasa Sansekerta dari kata

Dharma dan Gita. Dharma artinya : kebenaran, agama atau

keagamaan, sedangkan Gita berarti nyanyian atau lagu. Jadi Dharma Gita berarti suatu lagu atau nyanyian kesucian yang secara khusus dilagukan pada saat-saat pelaksanaan upacara agama hindu.

Pelaksanaan Utsawa Dharmagita telah terlaksana yang ke-14 kali di Palembang. Dan sekarang yang ke-15 akan diadakan di Ambon pada tahun 2020, artinya sudah 42 tahun Utsawa Dharmagita terlaksana dan pada Utsawa Dharmagita yang akan datang menjadi 45 tahun.

(4)

PENGERTIAN EVALUASI

Menurut A.D Rooijakkers, pengertian evaluasi adalah suatu usaha atau proses dalam menentukan nilai-nilai. Secara khusus evaluasi atau penilaian juga diartikan sebagai proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan.

Menurut William A.Mehrens dan Irlin J. Lehmann (1978), pengertian evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.

Menurut Anne Anastasi (1978), arti evaluasi adalah proses sistematis untuk menentukan sejauh mana tujuan instruksional dicapai oleh seseorang. Evaluasi merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik, dan terarah berdasarkan tujuan yang jelas.

(5)

TUJUAN UMUM UDG

1. Meningkatkan pehamaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran kitab suci Weda beserta susastra Hindu dalam upaya memperkokoh karakter bangsa.

2. Meningkatkan sraddha dan bhakti sebagai landasan meningkatkan pelaksanaan ajaran Agama Hindu.

3. Menyamakan persepsi tetang dharmagita.

4. Melestarikan dan mengembangkan dharmagita termasuk kearifan budaya lokal dalam rangka membangun peradaban dharma.

5. Memantapkan kerukunan internal umat Hindu yang dinamis dan faktual dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

6. Meningkatkan kajian terhadap kitab suci Weda dan susastra Hindu.

(6)

TUJUAN KHUSUS UDG

1. Meningkatkan keterampilan membaca kitab suci Weda dan susastra Hindu / Nyanyian-nyanyian keagamaan Hindu.

2. Meningkatkan penguasaan materi ajaran agama Hindu. 3. Memperluas wawasan tetang Nyayian keagamaan Hindu. 4. Menyiapkan kader-kader dharmagita dan dharma wacana. 5. Memilih peserta terbaik Utsawa Dharmagita Tingkat

Nasional.

6. Menemukan solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan Utsawa Dharmagita.

(7)

EKSISTENSI UDG

Keberadaan Utsawa Dharmagita, masih dipertengahan jalan. Walaupun pengembangannya sudah dilaksanakan tetapi dimasyarakat masih ada yang belum mengenal Utsawa Dharmagita. Masih memperdebatkan bahwa Utsawa Dharmagita itu adalah Perlombaan dari masyarakat Hindu di Bali, dan banyak yang menyampaikan sulit untuk mempelajari bagaimana melagukan mantra/sloka yang diperlombakan.

(8)

EKSISTENSI UDG

Kita perhatikan saat ini kegiatan Utsawa Dharmagita sudah mengalami perkembangan dan sudah membudaya dalam masyarakat Hindu, contohnya pelaksanaan kegiatan ini bukan saja dilaksanakan pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten bahkan sampai tingkat kecamatan kalau di bali tetapi sudah masuk pada level kantor/perusahaan seperti Pt telkom sudah melaksanakan Utsawa Dharmagita dan kemahasiswaan juga sudah melaksanakan kegiatan Utsawa Dharmagita. Ini adalah hal yang sangat membanggakan.

(9)
(10)

Sloka

Anak-Anak

Putra

2 Orang

Peserta

Anak-Anak

Putri

2 Orang

Peserta

Remaja

Putra

2 Orang

Peserta

Remaja

Putri

2 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

2 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

2 Orang

Peserta

(11)

Palawakya

Remaja

Putra

2 Orang

Peserta

Remaja

Putri

2 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

2 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

2 Orang

Peserta

(12)

Kakawin

Remaja

Putra

2 Orang

Peserta

Remaja

Putri

2 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

2 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

2 Orang

Peserta

(13)

Menghafal

Sloka

Anak-Anak

Putra

1 Orang

Peserta

Anak-Anak

Putri

1 Orang

Peserta

Remaja

Putra

1 Orang

Peserta

Remaja

Putri

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

1 Orang

Peserta

(14)

Dhamawacana

Bahasa Indonesia

Anak-Anak

Putra

1 Orang

Peserta

Anak-Anak

Putri

1 Orang

Peserta

Remaja

Putra

1 Orang

Peserta

Remaja

Putri

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

1 Orang

Peserta

(15)

Dhamawacana

Bahasa Inggris

Remaja

Putra

1 Orang

Peserta

Remaja

Putri

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

1 Orang

Peserta

(16)

Nyanyian

Keagamaan Hindu

Bahasa Indonesia

1 Team

5 Orang

(17)

Nyanyian

Keagamaan Hindu

Bahasa Daerah

1 Team

5 Orang

(18)

Tarka Widya (Dhrama

tula/Debat) (Debat

Pengetahuan Keagamaan

Hindu)

1 Team Remaja

3 Orang Peserta

(19)

Dharma Kriya

(Drama)

1 Team

3 - 5 Orang

Peserta

(20)

Macapat Bahasa

Indonesia

Remaja

Putra

1 Orang

Peserta

Remaja

Putri

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

1 Orang

Peserta

(21)

Membaca Aksara

Dewa Nagari

Anak-Anak

Putra

1 Orang

Peserta

Anak-Anak

Putri

1 Orang

Peserta

Remaja

Putra

1 Orang

Peserta

Remaja

Putri

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putra

1 Orang

Peserta

Dewasa

Putri

1 Orang

Peserta

(22)

Jumlah Peserta

 Jika dilakukan penjumlahan total peserta termasuk total peserta usulan cabang lomba baru maka total peserta di setiap provisi jika mengikuti seluruh kegiatan lambah adalah 75 peserta per provinsi

 Estimasi seluruh peserta; official dan team se Indonesia kurang lebih 3000 orang

(23)

P E R M A S A L A H A N

(24)

KENDALA UDG

 Permasalahan di bidang Transportasi agar jelas metode penjemputan serta pendistribusian peserta daerah.

 Persiapan konsumsi untuk seluruh Peserta kegiatan  Persiapan tempat penginapan untuk peserta

 Persiapan tempat berbagai macam bidang lomba

 Pemberian perhatian kepada setiap pejabat daerah yang datang bersama kontingen, karena peran PEMDA sangat strategis dalam memajukan LPDG disetiap daerahnya.

(25)

KENDALA UDG

 Perlu dipikirkan juga tentang pengembangan jenis lomba yang berimbas dengan bertambahnya jumlah peserta yang mengakibatkan biaya yang bertambah

 Disamping kita mengembangkan jenis lomba yang perlu dipikirkan sekarang adalah mengembangan kualitas pelaksanaan UDG Nasional termasuk kualitas penjurian.

(26)

D Kurangnya koordinasi lembaga terkait dalam pembinaan Utsawa Dharmagita C

Minimnya dana pembinaan Utsawa Dharmagita

A

Kurangnya animo masyarakat Hindu untuk ikut di dalam Utsawa Dharmagita

B

Kurangnya SDM pembina Utsawa Dharmagita

(27)

PENGEMBANGAN JURI UDG

 Untuk pengembangan penjurian perlu dilaksanakan kegiatan tot juri yang sekaligus sebagai ajang rekrutmen juri melalui seleksi

 Jadi tidak ada lagi rekrutmen juri melalui jatah-jatahan daerah tetapi sudah mengarah kepada kompetensi juri

 Disetiap sarasehan juri selalu menjadi ajang komplain bagi peserta, sebenarnya itu manusiawi karena peserta semua pingin menang dan semua sudah merasa bagus. Untuk itu kita berusaha meminimalisir komplain dengan dengan penjurian yang profesional.

(28)

PENGEMBANGAN JURI UDG

 Dan biasanya disetiap kegiatan UDG pada saat rapat dewan juri terjadi deal-deal yang mendadak sehingga panitia terkadang kewalahan untuk memenuhinya

 Memperhatikan hal-hal penting sehingga bisa dibuat kesepakatan bersama apa yang akan di deal pada saat kegiatan UDG nanti.

(29)

PENGEMBANGAN JURI UDG

1. Seperti pemerataan kejuaraan disetiap daerah;

2. Kriteria penghargaan, apakah masih akan memberikan kriteria seperti itu?

3. Kedua hal ini selalu terjadi perubahan saat rapat dewan juri sehingga membuat panitia kelabakan untuk menyiapkan tropy dan itu melibatkan biaya

(30)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

Selain sebagai ajang perlombaan atau penjaringan para umat Hindu yang handal, kegiatan rutin Utsawa Dharmagita seharusnya bisa menjadi momentum peningkatan kualitas moral masyarakat, mengingat lantunan sloka-sloka suci Veda yang di lagukan mengandung makna kebaikan bagi masyarakat.

Kegiatan Utsawa Dharmagita jangan hanya di lihat sebagai kegiatan rutinitas ceremonial semata tetapi harus mampu menjadi memontum strategis mewarnai pelaksanaan pembangunan dan perilaku / budi pekerti kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai Hindu.

(31)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

Setelah kita menyepakati bahwa Utsawa Dharmagita adalah penting, untuk dipahami dan dipelajari maka perlu memikirkan strategi peningkatan kualitas pelaksanaan Utsawa Dharmagita.

Contohnya : Pelaksanaan UDG yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali, hendaknya di masing-masing daerah, memamfaatkan waktu yang ada untuk lebih konsen dalam membina para umat agar kualitas para peserta semakin meningkat.

(32)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

Pembinaan di daerah dapat di lakukan dengan cara antara lain :  Untuk level desa dan kecamatan dapat dilakukan pembinaan

dan penyeleksian di tahun pertama.

 Setelah mendapatakn SDM yang memmiliki kualitas yang baik, maka pada tahun kedua diadakan pembinaan untuk melakukan tahap seleksi di masing-masing Kabupaten/Kota.

(33)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

 Ditahun ke tiga, kita disetiap provinsi telah memiliki kontingen yang akan mewakili ke tingkat nasional. Maka pada tahun ketiga kita tinggal memfokuskan pembinaannya kepada para kontingen ini.

Melalui tahapan seperti di atas, diharapkan kualitas , para peserta semakin baik setiap diadakannya UDG Nasional.

(34)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

Selain strategi tiga tahunan, peran keluarga, tenaga pendidik dan lingkungan sangat lah penting. Peningkatan kualitas Pelaksaaan UDG dapat dilakukan melalui pendekatan TRI SETRAL PENDIDIKAN yaitu:

1. Pendidikan Keluarga, peran orang tua dan Keluarga sangatlah penting dalam menberikan pengetahuan dasar mengenai dharmagita kepada para penerus Hindu selajutnya.

(35)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

2. Pendidikan di sekolah melalui pasaraman formal dan non formal dan di dalam pendidikan agama Hindu, salah satunya dharmagita harus diajarkan kepada anak didik (guru harus memahami dharmagita dan dapat melantunkan lagu – lagu keagamaan)

3. Pendidikan Lingkungan, kemasyarakatan seperti pesantian, yayasan seni, sanggar, dll.

(36)

STRATEGI PENINGKATAN

KUALITAS UDG

1. Selain anak didik perlu juga disiapkan SDM pembina yang lebih mumpuni, melalui pelatihan, TOT tenaga pembina.

2. Penyamaan persepsi bahwa dharma gita penting dipelajari. 3. Mengekfektifkan peran Lemgbaga, khususnya LPDG dan

lembaga agama serta Lembaga keagamaan.

4. Pengkemasan konten-konten UDG yang lebih inovatif, dan disebarkan melalui Media sosial saat ini telah ada CD sebagai pedoman hanya kekawin yang belum ada, agar para peserta didik lebih tertarik dan lebih mudah untuk mencari bahan belajar.

(37)

S T R A T E G I

P E M E C A H A N

M A S A L A H

(38)

Mendorong umat untuk berpartisipasi didalam melestarikan budaya keagamaan Hindu yang berkaitan dengan UDG

Mengupayakan terpenuhinya tenaga pembina dengan mengadakan kerjasama dengan lembaga pendidikan yang ada keterkaitan dengan UDG

Meningkatkan koordinasi dan

kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dengan Utsawa Dharmagita

Mengupayakan terpenuhinya sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan pebinaan UDG

Mengupayakan semakin

meningkatnya dana pembinaan Utsawa Dharmagita

(39)

Burung Cenderawasih Burung Irian

Sekian dan Terimakasih

Klungkung Semarapura

Kirang Langkung Ampura

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :