• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM KOMERSIAL. Economic Faculty of Petra Christian University

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HUKUM KOMERSIAL. Economic Faculty of Petra Christian University"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM

KOMERSIAL

Economic Faculty of Petra Christian University

(2)

Kegiatan Bisnis tidak bisa dipisahkan dari aspek hukum.

Pelanggaran hukum atau kejahatan dalam dunia bisnis tidak lepas dari cara pandang yang keliru

terhadap bisnis itu sendiri.

Apa itu bisnis? Untuk apa berbisnis? Bagaimana berbisnis? Taat Hukum dan Etika Melanggar Hukum dan Etika

(3)

Business berasal dari kata “Busy” dan “ness”, artinya kesibukan.

Apa pun kesibukan manusia disebut dengan bisnis. Non Komersial (Non Profit) ============ Hukum Komersial (Profit) ============ = Hukum

Prinsip: Manusia tidak bekerja identik dengan MATI /tanpa makna. “Siapa yang tidak bekerja tidak patut dihargai, dicintai, dan

(4)

Tujuan Berbisnis untuk memenuhi kebutuhan:Hati Æ dicintai dan

mencintai Tuhan dan sesama, dihargai dan menghargai sesama, kebenaran, keadilan, keindahan, dst

Pikiran Æ ilmu pengetahuan/ wawasan, kebijaksanaan.

Fisik Æ sandang, pangan dan papan. Penuhi dengan Taat Hukum dan Etika

(5)

Manusia hidup bukan sekedar makan, nyaman, reproduksi, lalu hidupnya berakhir, melainkan hidup manusia

bertujuan mulia di hadapan Sang Pencipta (Tuhan) dan sesama, dan suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan

.

Î

Kebutuhan atas Hukum Komersial merupakan wujud eksistensi spiritual dan moralitas manusia.

(6)

Aksiologi atau nilai-nilai utama yang diraih dari tujuan

berbisnis yang TAAT HUKUM

dan ETIKA ialah: * Kemuliaan

* Keagungan * Kesucian * Kebenaran * Keadilan

(7)

Hukum Komersial dan Paradigma Bisnis

Paradigma (world-view) ialah: cara pandang

(8)

Paradigma yang mengutamakan PRINSIP dalam `bisnis disebut paradigma:

Paradigma yang mengabaikan PRINSIP dalam kegiatan bisnis disebut paradigma:

Untung/ manfaat akan mengikuti ketaatan pada prinsip dan kewajiban moral Yang penting untung/ manfaat, biarpun tercela atau

mengorbankan Hak-hak pihak lain.

(9)

PARADIGMA

DEONTOLOGIS

Kegiatan bisnis dan hukum komersial dipandang benar dan baik apabila sesuai dengan prinsip-prinsip atau kewajiban moral, bukan hanya dinilai

(10)

Konsekuensi Deontologi

Kegiatan bisnis dan hukum komersial berangkat dari nilai-nilai kebenaran atau prinsip-prinsip yang benar, serta kewajiban moral.

Prinsip ialah nilai-nilai dasar atau fundamental

kehidupan yang diyakini sebagai suatu kebenaran mutlak dan berlaku universal.

(11)

Prinsip-prinsip dalam berbisnis:

Sesuai dengan kebenaran (jujur dan adil).Tidak mengambil untung dari kerugian orang

lain

Jujur, taat dan loyal kepada pengusaha/majikan (prinsip bagi pekerja)

Jujur dan adil terhadap para pekerjanya (prinsip bagi pengusaha)

Bekerja keras serta bertanggungjawabMemperhatikan kelestarian lingkungan.

Mengutamakan kualitas produk

Mengutamakan keselamatan pekerja, konsumen, masyarakat, dll. Pondasi/ Landasan HUKUM KOMERSIA L

(12)

PARADIGMA TELEOLOGIS

The commonly accepted rules of justice are rules that always increase utility (aturan yang lazim diterima ialah aturan yang sekedar

meningkatkan kemanfaatan).

(13)

KELEMAHAN TELEOLOGIS Hukum bisnis berfilosofi:

The Great Happiness for the Greatest Numbers

Æ Bahayanya, kepentingan jumlah terbanyak manusia

(masyarakat mayoritas) mengorbankan hak-hak masyarakat yang berjumlah terkecil (minoritas), sehingga melanggar prinsip keadilan.

Î Mengutamakan manfaat meskipun melanggar nilai-nilai kebenaran hukum dan etika. Misalnya; dalam film Robin Hood, mencuri demi manfaat bagi banyak orang. Ini

(14)

Contoh problem Teleologis

Pekerja/buruh sekedar alat produksi untuk meraih

untung

yang sebesar-besarnya bagi perusahaan.

Dunia usaha sekedar alat negara untuk meraih

untung

guna memenuhi target APBN dari

penerimaan pajak & retribusi

.

(15)

PENGERTIAN HUKUM KOMERSIAL

(16)

Hukum

Komersial

adalah segala aturan

yang berlaku di

masyarakat bisnis, baik

tertulis maupun tidak

tertulis, yang apabila

dilanggar dapat dikenai

sanksi (hukuman) atau

denda, atau tuntutan

(17)

Tujuan hukum komersial ialah :

=

Mencapai Keadilan

= Mencapai Ketertiban

= Kepastian

(18)

Fungsi Hukum komersial: 1. Sarana Problem solving

2. Dasar kebijakan dan intervensi negara

3. Dasar perlindungan hak warga negara dan

(19)

Penggolongan Hukum Komersial:Private law (hukum perdata)

Hukum komersial yang mengatur hubungan hukum

antara individu dengan individu, badan usaha berbadan hukum dengan individu, dan badan usaha berbadan

hukum dengan badan usaha berbadan hukum.

Î bersumber dari para pihak yang bertransaksi.

(20)

Public law (hukum publik)

Hukum komersial yang mengatur hubungan

hukum antara negara dengan warganya (individu dan badan hukum). Î bersumber dari negara.

(21)

Subjek Hukum Komersial dalam Transaksi Bisnis :

1. Individu (persoon) atau perorangan

2. Badan usaha berbadan hukum (recht persoon): PT, Yayasan, koperasi, BUMN/D, Dana Pensiun.

3. Badan usaha non badan hukum: CV dan Firma 4. Negara (Instansi Pemerintah)

(22)

1. PERORANGAN (Naturlijk Persoon)

Menurut BW, seorang cakap dalam bertindak secara hukum:

1. Telah dewasa, yaitu mencapai usia 21 tahun atau telah kawin (khusus untuk transaksi yang melibatkan notaris)

2. Tidak dibawah pengampuan dan tidak dibawah perwalian

(23)

Tindakan perorangan:

= Atas nama sendiri

(24)

Dokumen perorangan dalam bertransaksi:

Jika Belum Kawin/Menikah: KTP, NPWP, Kartu Keluarga.

Sudah Kawin/Menikah : KTP, NPWP, dan KTP Pasangan Kawin, Kartu Keluarga, Akta Kawin

(25)

2. Firma (FA)

Perusahaan dibawah nama bersama, yaitu nama yang dipakai untuk berdagang atau berbisnis barang/jasa secara bersama-sama.

(26)

Hak & Tanggung Jawab Anggota:

Berhak mengumumkan dan bertindak keluar atas nama Firma.

Transaksi/perjanjian dibuat oleh seorang anggota mengikat anggota

lainnya.

Segala sesuatu yang diperoleh anggota menjadi harta firma.

Tiap anggota tanggung renteng bertanggung jawab atas seluruh

(27)
(28)

Pengurus CV

Pesero/Sekutu Aktif

Memiliki hak mengelola CV

secara pribadi bertanggung jawab untuk seluruh utang CV

Persero/Sekutu Pasif

Tidak memiliki hak untuk mengelola CV Hanya bertanggung jawab untuk transaksi CV sampai sejumlah kontribusinya

(29)

Perseroan Komanditer bersaham. Perusahaan

menerbitkan saham untuk memudahkan penarikan kembali modal yang telah disetorkan.

Tiap pesero aktif dan pasif memegang saham yang tidak dapat diperjualbelikan ini.

(30)
(31)

PT merupakan badan hukum dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar.

Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan

pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri.

(32)

Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan.

Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki.

Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham.

(33)

Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan (dividen) yang besarnya

tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh PT.

(34)

Pendirian PT harus dengan akta resmi (Akta Notaris) yang di dalamnya mencantumkan : 1.Nama lain dari PT. Misalnya; PT Sejahtera 2.Modal

3.Bidang Usaha

4.Alamat perusahaan, dan seterusnya.

(syarat-syarat tercantum dalam UU No. 40 Tahun 2007)

(35)

Akta PT harus disahkan oleh Menteri

Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

(36)

5. Yayasan

Badan Hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang

(37)

Karakteristik Yayasan

* Tidak mempunyai anggota/ persero

* Tidak digunakan sebagai wadah usaha/ komersial

* Tidak dapat melakukan kegiatan usaha secara

langsung tetapi harus melalui badan usaha yang

didirikannya atau melalui badan usaha lain di mana

yayasan menyertakan kekayaannya.

(38)

Yayasan memperoleh status Badan Hukum setelah akta pendirian disahkan Menteri Hukum dan HAM melalui notaris yang membuat akta tersebut (jangka waktu 10 hari sejak akta pendirian ditandatangani).

(39)

Transaksi/ tindakan hukum yang dilakukan oleh Pengurus atas nama yayasan sebelum yayasan

memperoleh status badan hukum menjadi

(40)

Kekayaan Yayasan

Sejumlah kekayaan yang dipisahkan dalam bentuk uang/barang

Sumbangan/ bantuan yang tidak mengikat

* WakafHibah

Hibah wasiat

Dll yang tidak bertentangan dengan AD yayasan/undang-undang.

(41)

Struktur Organisasi Yayasan Pembina

Wewenang:

1. Mengubah Anggaran Dasar

2. Mengangkat/ memberhentikan dewan pengawas dan pengurus

3. Menetapkan kebijakan umum 4. Mengesahkan program kerja 5. Menetapkan

(42)

Pengurus

Melakukan perbuatan hukum

Menjabat dalam jangka waktu 5 (Lima) tahun dan

dapat diangkat kembali.

Terdiri atas:

Ketua, Sekretaris, Bendahara.

Pergantian pengurus disampaikan secara tertulis

kepada Menteri (dalam jangka waktu 30 hari).

(43)

Pengawas

• Mengawasi dan memberi nasihat kepada

pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan (sesuai AD)

• Minimal seorang pengawas.

(44)

Badan Usaha berdasar prinsip koperasi dan merupakan gerakan ekonomi rakyat berasaskan kekeluargaan.

Tujuan: mensejahterakan anggotanya

(45)

Syarat Pembentukan koperasi:

1.Dibentuk oleh minimal 20 orang.

2.Berdasarkan Akta Pendirian

(46)

Status Badan Hukum Koperasi:

1.Akta pendirian disahkan oleh Dinas Koperasi 2.Mendapat SK pengesahan dari Menteri

Koperasi

3.Akta pendirian dan pengesahan diumumkan dalam BNRI & TBNRI

4.Akta pendirian dan perubahannya dibuat secara Notarill

(47)

Perangkat Koperasi

Rapat Anggota

Menetapkan AD/ rencana kerja/ rencana anggaran pendapatan, dan memilih atau memberhentikan pengurus dan

pengawas, dll (minimal 1 tahun sekali). Pengurus & Pengawas

Dipilih oleh anggota koperasi Masa jabatan 5 tahun.

(48)

Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar

modalnya dimiliki oleh negara melalui

penyertaan secara langsung yang berasal dari

kekayaan Negara (APBN) yang dipisahkan

(49)

BUMN terdiri dari

Persero

dan

Perum

BUMN Persero berbentuk PT:

Æ modalnya terbagi dalam saham, baik seluruh atau minimal 51 % sahamnya dimiliki oleh Negara.

(50)

Tujuan pendirian Persero adalah:

Menyediakan barang/jasa yang bermutu

tinggi dan berdaya saing kuat.

Mengejar keuntungan guna meningkatkan

nilai perusahaan

Organ Persero:

RUPS, Direksi, dan

Komisaris

(51)

Perusahaan Umum (Perum)

adalah

BUMN yang seluruh modalnya

dimiliki negara dan tidak terbagi

atas saham.

(52)

Tujuan Perum:

Untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan

barang/jasa berkualitas dan harga yang terjangkau masyarakat berdasarkan prinsip pengelolaan usaha yang sehat

Organ Perum: Menteri, Direksi, dan Dewan

(53)

8. Dana Pensiun

Æ Badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun;

Dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan.

(54)

Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan:

Penyelenggaraan program pensiun dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan:

Dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi

(55)

Manfaat Pensiun adalah pembayaran berkala yang

dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan cara yang ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun.

Manfaat Pensiun Normal adalah manfaat pensiun bagi peserta, yang mulai dibayarkan pada saat peserta

pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya.

(56)

Manfaat Pensiun Dipercepat adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal.

Manfaat Pensiun Cacat adalah manfaat pensiun bagi peserta, yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.

Pensiun Ditunda adalah hak atas manfaat pensiun bagi peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia pensiun normal, yang ditunda pembayarannya sampai pada saat peserta pensiun sesuai dengan peraturan Dana Pensiun.

(57)

Objek Transaksi Bisnis

:

1. Benda (bergerak, tak bergerak, benda terdaftar, benda tak berwujud, dst)

2. HAKI (Cipta, Merek, Paten, Desain industri, rahasia dagang)

3. Jasa (transportasi, telekomunikasi, penginapan, dst)

4. Tenaga kerja (prestasi pekerja) 5. Modal (capital)

6. Surat berharga (obligasi, saham, dst) 7. Hutang / kredit 8. Piutang (tagihan) 9. Mata uang 10.Dan seterusnya Diatur dalam HUKUM KOMERSI AL

(58)

Jenis-jenis transaksi:

• Jual-beli

• Sewa-menyewa

• Sewa Guna Usaha (Leasing) • Sewa-Beli

• Pinjam-meminjam dana • Tukar-menukar jasa/ barang • Investasi

• Hubungan kerja

• Anjak Piutang (Factoring)

• Perjanjian Jaminan (gadai, hak tanggungan, hipotik, fiducia.)

• Frinchise & Perjanjian Lisensi • Perjanjian Asuransi

• Perjanjian Pembentukan Badan Usaha • Perjanjian Penggabungan Badan Usaha • Pemberian Kuasa

• Hibah dan Pewarisan (sebelum dan sesudah meninggal), dan seterusnya.

Diatur dalam HUKUM KOMERSI

Referensi

Dokumen terkait

Jika s olenoid valve electric bagian atas berhenti bekerja, maka pemanas akan berfungsi secara.. otomatis untuk memanaskan air hingga mencapai suhu 70

2) Setiap karyawan maupun para nasabah dan masyarakat umum berhak menjadi peserta, bila berusia 18 tahun atau telah kawin.. 3) Hak atas manfaat pensiun tidak dapat

(1) Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengajukan permohonan berhenti atas permintaan sendiri sebelum mencapai batas usia pensiun maksimum, dapat diberhentikan

Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan pembayaran berkala kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun atau pada

Dalam hal Pekerja masih bekerja setelah mencapai usia 56 tahun, serta tetap menjadi peserta dan membayar iuran, pembayaran manfaat JHT dapat dilakukan. pada saat Peserta