• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM MENUNJANG TER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM MENUNJANG TER"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM MENUNJANG

TERCAPAINYA VISI DAN MISI SUATU ORGANISASI

Tugas Akhir Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan

Dr. Suharto SM, M.Pd., M.M.

Oleh :

Heristiawan Aryo W., S.T. 1561101002

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PASCASARJANA UNIVERSITAS WISNUWARDHANA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Melihat dinamika kepemimpinan dalam dunia dewasa ini telah banyak mencerminkan dan membicarakan masalah krisis kepemimpinan. Konon sangat sulilt untuk mencari kader-kader pemimpin pada berbagai tingkatan. Orang pada zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak atau kurang perduli pada kepentingan public(masyarakat, bangsa dan negara.

Krisis kepemimpinan ini disebabkan karena makin langkanya kepedulian pada kepentingan orang banyak,. Sekurang-kurangnya terlihat ada tiga masalah mendasar yang menandai kekurangan ini. Pertama adanya krisis komitmen. Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan masalah bersama, masalah harmoni dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan. Kedua, adanya krisis kredibilitas. Sangat sulit mencari pemimpin atau kader Pemimpin yang mampu menegakkan kredibilitas tanggung jawab. Kredibilitas itu dapat diukur misalnya dengan kemampuan untukmenegakkan ketika memikul amanah, setia pada kesepakatan dan janji, bersikap teguh dalam pendirian, jujur dalam memikul tugas dan tanggung jawab yang dibebankan padanya, kuat iman dalam menolak godaan dan peluang untuk menyimpang. Ketiga, masalah kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Saat ini tantangannya semakin kompleks dan rumit. Kepemimpinan sekarang tidak cukup lagi hanya mengandalkan pada bakat atau keturunan (John Adair, 2005 : 5).

(3)

Dengan menanggapi masalah-masalah yang terjadi di atas maka sangat dibutuhkan figure seorang pemimpin yang mampu untuk menjadi sumber pengharapan dalam melakukan pembaharuan kepemimpinan yang efektif.

I.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah disampaikan, penulis merumuskan tiga permasalahan utama, yaitu :

1. Apa pengertian kepemimpinan yang efektif itu?

2. Apa saja yang mendasari adanya kepemimpinan yang efektif? 3. Bagaimana ciri, sifat dan fungsi kepemimpinan yang efektif?

I.3 Tujuan

(4)

BAB II PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Kepemimpinan yang Efektif

Sangat penting untuk dapat membedakan apa itu kepemimpinan dengan kepemimpinan yang efektif. Untuk menilai efektif tidaknya sebuah kepemimpinan di sebuah organisasi, kita harus melihat hasil dari kepemimpinan itu sendiri. Kriteria yang biasa dijadikan patokan sebuah kepemimpinan yang efektif adalah hasil kerjasama antar tiap unit di organisasi tersebut dan prestasi sebuah organisasi yang dipimpinnya ataupun unit bagiannya.

Seorang pemimpin yang dapat dikatakan efektif tidak hanya bisa mempengaruhi bawahannya sendiri namun juga dapat memberi motivasi agar para bawahannya bekerja dengan seluruh kemampuan dan potensi yang mereka punya untuk suatu organisasi/kelompok yang ia pimpin, sehingga tercipta suasana dan budaya kerja yang positif.

Banyak hal yang menentukkan kesuksesan suatu organisasi, dan salah satunya ialah kepemimpinan yang sedang berjalan dalam suatu organisasi. Ia juga dapat menetukan sukses atau tidaknya organisasi tersebut. Tentunya kepemimpinan tersebut ialah kepemimpinan yang efektif.

Seorang pemimpin yang efektif adalah yang tidak hanya bekerja sendiri tanpa melibatkan siapapun. Melainkan mampu memanfaatkan berbagai potensi yang mengelilinginya. Kepemimpinan efektif bukan sekedar pusat kedudukan atau kekuatan akan tetapi merupakan interaksi aktif antar komponen yang efektif.

II.2 Hal –hal yang Mendasari Kepemimpinan yang Efektif

Andre Gostik dalam bukunya The Carrot Principle menyebutkan setidaknya ada empat (4) hal yang mendasari kepemimpinan efektif, yaitu :

a. Penentuan tujuan

(5)

bertuliskan Visi, Misi, dan Kebijakan Mutu perusahaan tersebut. Karena top management menginginkan semua yang terlibat di organisasinya tahu arah dan tujuan organisasinya. Team tidak akan kehilangan arah dalam memacu roda organisasi dengan adanya fase penentuan tujuan ini di awal. Inilah fase mendasar dalam organisasi, dan pemimpin efektif terbiasa melaksanakannya.

b. Komunikasi

Semua kebijakan, keputusan, informasi atau berita apapun yang dibuat oleh top management terkait kebaikan perusahaan harus dikomunikasikan dengan baik kepada semua anggota team. Banyak media yang bisa digunakan untuk menyampaikannya. Pemimpin biasa dalam mengomunikasikan sesuatu kepada teamnya tentu sudah terbiasa menggunakan media email, notes, memo dinas, chat-group, atau internal communication tools lainnya. Dan bagi pemimpin efektif, media-media itu saja tidak cukup. Ada banyak alasan dari pemimpin efektif, kenapa media itu saja tidak cukup. Salah satunya adalah, tidak semua karyawan dalam teamnya mau membaca. Membaca pun, belum tentu semua mendapat pemahaman yang sama. Karena itu pemimpin efektif akan membuat cara komunikasi yang lebih ‘intim’. Man-to-man communication. Dia akan temui langsung teamnya, dan memastikan setiap anggota teamnya memahami apa yang dikomunikasikannya tersebut.

c. Kepercayaan

Komunikasi yang efektif didasari dengan adanya saling percaya antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut; dalam hal ini antara leader dengan bawahannya. Penentuan arah tujuan organisasi sudah dibuat, kemudian dikomunikasikan dan komunikasinya dibangun di atas kepercayaan. Bagaimana mungkin bawahan bisa menerima dan mengikuti instruksi atasan bila bawahannya tidak ‘percaya’ kepada leadernya. Prinsip ini sangat dipahami oleh pemimpin efektif.

d. Akuntabilitas (Pertanggungjawaban)

(6)

semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut. Prinsip ini memunculkan kaidah check-list; monitoring. Semua karyawan atau bawahan merasa diawasi sehingga setiap saat mereka terpacu untuk memberikan yang terbaik. Kalaupun suatu saat mereka ‘bisa saja’ merasa tidak diawasi, kinerjanya tetap bisa mengutamakan yang terbaik karena mereka juga akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya tersebut kepada atasannya di akhir pekerjaan / proyek.

Kemudian James M. Black (1997) menyebutkan aspek-aspek yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar kepemimpinnya menjadi efektif, antara lain : a. Menciptakan Visi dan Misi yang Jelas dan Terarah

Tindakan awal bila kita ingin menjadi seorang pemimpin efektif ialah menetukan visi dan misi yang jelas. Seorang pemimpin yang efektif selalu dapat menetapkan tujuan, menetapkan prioritas, dan menetapkan serta dapat memelihara standar organisasi. Dapat diibaratkan seorang pemimpin efektif dapat melukis gambar garis akhir secara jelas. Pemimpin efektif harus berpikir mengenai apa yang benar dan apa yang diinginkan oleh bawahan serta organisasinya. Karena ia sadar bahwa ia tak bisa mengendalikan semesta alam beserta isinya.

b. Berfokus pada Kekuatan Sendiri, Orang lain, dan Organisasi

Setelah pemimpin menetapkan visi dan misi, selanjutnya pemimpin efektif selalu berfokus pada beberapa kekuatan di luar kekuatan sendiri. Kekuatan tersebut ialah kekuatan diri sendiri, kekuatan orang lain, dan kekuatan organisasi. Seorang pemimpin efektif dapat membuat kekuatan menjadi efektif dan kelemahan menjadi tidak relevan. Itu sebabnya pemimpin efektif diharuskan membentuk tim impian yang efektif. Karena di dalamnya, terdapat ide-ide segar dari tiap pribadi dan melebur ke dalam akumulasi akal yang kolektif, dan kreativitas individu-individu menjelma menjadi kreativitas kolektif.

c. Berkarakter dan Berani Mengambil Keputusan

(7)

d. Menanamkan Rasa Loyalitas

Pemimpin efektif mengajarkan loyalitas bagi seluruh bawahannya. Rasa loyalitas ini tidak didapatkan dengan cara dibeli atau sejenisnya, sehingga seorang pemimpin harus mendapatkannya dengan berusaha keras. Dari rasa loyalitas ini, pemimpin dapat memberikan kepercayaan kepada bawahan yang dianggap terbaik, sehingga kinerja bawahannya dapat meningkat. Dengan demikian, pemimpin harus dapat mempraktikkan apa yang dikatakan dengan bersikap loyal kepada para anak buah. Semua itu diikuti pula dengan pemberian masukan yang positif. Dari rasa loyalitas, pemimpin dapat memotivasi serta dapat menginspirasi bawahannya. Sehingga moral bawahannya akan meningkat dan itu akan menaikkan semangat kinerja mereka.

e. Pengetahuan yang Luas

Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas tentang kepemimpinan dan ilmu tentang ruang lingkup kerja profesinya. Ilmu itu terdiri dari pengetahuan kognitif maupun skill/keterampilan. Suatu saat nanti, seorang pemimpin akan dihadapkan pada situasi yang rumit dimana dia harus mengambil keputusan yang tepat untuk menyelasaikan masalah organisasinya. Dan dasar dari pengambilan keputusan tersebut adalah pengetahuan yang luas dan kemampuan berpikir kritis yang ia miliki.

f. Kemampuan Untuk Berkomunikasi

Komunikasi sendiri adalah inti dari kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan yang lebih untuk berkomunikasi ke sesama teman maupun bawahannya. Karena komunikasi yang baik merupakan salah satu strategi dalam mempengaruhi orang lain dan dapat juga menciptakan hubungan yang positif antara bawahan dan atasan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang baik.

g. Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan/Penerusnya

(8)

Kepemimpinan efektif harus memberikan arahan dan tuntunan terhadap kinerja semua bawahan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tanpa kepemimpinan, hubungan antara tujuan perseorangan dan organisasi mungkin akan renggang. Keadaan ini akan menimbulkan situasi dimana perseorangan bekerja untuk mencapai tujuan pribadinya, sementara itu keseluruhan organisasi menjadi tidak efisien dalam mencapai sasaran-sasarannya.

II.2 Ciri-ciri, Sifat dan Fungsi Kepemimpinan yang Efektif

C. Schenk dalam Leadership Infantry Journal (1988) menyatakan delapan ciri-ciri pemimpin yang efektif, yaitu :

a. Mampu mengeksploitasi dan menggunakan sumberdaya lingkungan untuk menjaga kelangsungan fungsi organisasi.

b. Mampu mencapai/merealisasikan tujuan organisasi yang mungkin banyak, beragam, berbeda-beda dan bahkan bertentangan.

c. Mampu memenuhi kebutuhan individu atau kelompok. d. Mampu melakukan penyesuaian tuntutan lingkungan.

e. Mampu merumuskan tujuan dan memobilisasi sumber daya untuk mencapainya.

f. Mampu melakukan integrasi (mengorganisir, mengkoordinir, menyatukan) anggota-anggota yang saling berhubungan.

g. Mampu memelihara dan menjaga keberlanjutan pola kultural dan motivasi organisasi.

h. Mampu menghadapi lingkungan, tujuan, anggota, pilihan waktu yang bersifat plural dan berpotensi konflik.

Pada tahun 1979, Keith Davis menulis dalam bukunya tentang sifat-sifat dari pemimpin yang efektif, yaitu :

a. Intelegensi yang tinggi (Intellegence) b. Kematangan jiwa sosial (social Maturity)

(9)

Dan mengenai fungsi dari kepemimpinan efektif, William G. Scott pada tahun 1983 berpendapat bahwa fungsi dari kepemimpinan yang efektif itu adalah : a. Membantu mencapai sasaran organisasi

b. Menggerakan anggota menuju sasaran tersebut c. Mewujudkan interaksi dan keterikatan antar individu d. Memelihara kekuatan dan kohesi anggota

(10)

PENUTUP

Kepemimpinan efektif saat ini sangat diperlukan bagi semua organisasi. Karena ia tidak hanya bisa mempengaruhi bawahannya sendiri namun juga dapat memberi motivasi agar para bawahannya bekerja dengan seluruh kemampuan dan potensi yang mereka punya untuk mencapai tujuan suatu organisasi/kelompok yang ia pimpin, sehingga tercipta suasana dan budaya kerja yang positif. Rahasia dalam kepemimpinan efektif adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya saja, bukan juga dari kecerdasannya, namun dari kekuatan dalam dirinya/personality.

Seorang pemimpin yang efektif selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri sebelum memperbaiki orang lain. Kata pemimpin disini bukan sekedar gelar, jabatan, atau nama saja yang diberikan dari luar organisasi. Melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan itu sendiri lahir dari proses-proses internal (leadership from the inside out).

(11)

Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Susanto, Feri. 2012. Empat Dasar Kepemimpinan Efektif.

http://www.kompasiana.com/ferisusanto/empat-dasar-kepemimpinan-efektif_550db986a33311241e2e3dc1. Diakses pada tanggal 21 Juni 2016 pukul 08:00 WIB.

Suraja, Yohannes. 2012. Kepemimpinan yang Efektif. http://yohannes-suraja.blogspot.co.id/2012/08/kepemimpinan-yang-efektif.html. Diakses pada tanggal 21 Juni 2016 pukul 08:05 WIB.

Ufie, Kasparina. 2009. Kepemimpinan yang Efektif.

https://stpakambon.wordpress.com/2009/09/04/kepemimpinan-yang-efektif/. Diakses pada tanggal 21 Juni 2016 pukul 08:11 WIB.

Oktriyanto, Dhani. 2011. Kepemimpinan yang Efektif.

Referensi

Dokumen terkait

kualifikasi jabatan atau pekerjaan” Dan pada ayat ke 10 disebutkan kompetensi dasar dalam magang kerja sebagai berikut: “Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu

Terdapat banyak kajian yang telah dijalankan oleh penyelidik berkenaan kepelbagaian budaya seperti Kajian Tahap Perpaduan 2016 (Bity Salwana Aliyas 2016), Kajian

Skripsi yang disusun oleh Resah Anika Maria jurusan Siyasah Jinayah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang berjudul ‚Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap

Masalah keadilan menjadi perbincangan dan wacana masyarakat. Masalah keadilan hingga saat ini menjadi persoalan yang sulit untuk diwujudkan, bahkan keadilan telah menjadi

Common ingroup identity model menurut Gaertner (1993) adalah bias yang ada pada antarkelompok dapat dikurangi dengan mengubah persepsi anggota dari batasan-batasan kelompok

Grafik rerata penilaian organoleptik aroma susu kedelai (K0=tanpa penambahan ekstrak kayu secang, K1=konsentrasi ekstrak kayu secang 0.09 %, K2= konsentrasi ekstrak

Dari beberapa definisi tentang Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah suatu proses yang sistematis yang

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pengawasan intern, sistem informasi akuntansi dan kinerja Pemerintahan pada Dinas yang berada di Kota Tasikmalaya termasuk