PROPOSAL PENELITIAN
Perancanagan Alat dan Pembuatan Secher Mill
Disusun Oleh :
Edi Sutiawan (2014030096)
Ahmad Wahid (2014
Teguh Susanto (2014 Asep Dani Irawan (2014
Yuda Prawira (2014
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL PENELTIAN
Perancanagan Alat dan Pembuatan Secher Mill
Pamulang, Oktober 2016
Peneliti I Peneliti II
Edi Sutiawan Ahmad Wahid
NIM: 2014030096 NIM: 2014
Peneliti III Peneliti IV
Teguh Susanto Asep Dani Irawan
NIM: 2014 NIM: 2014
Dosen Pembimbing
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Lattar Belakang
Perkembangan ekonomi dan industri mengakibatkan semakin besarnya konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk dari minyak bumi. Tingkat konsumsi terhadap minyak rata-rata naik 6 % pertahun (Suroso, 2005). Konsumsi terbesar adalah minyak diesel (solar) yang pada tahun 2002 saja mencapai 22 juta kiloliter. Hal ini diperkirakan akan terus meningkat pada tahun berikutnya, sehingga mengakibatkan persediaan minyak bumi Indonesia semakin menipis (Makmuri, 2003). Produksi kilang-kilang minyak Indonesia juga semakin menurun, bahkan produksi minyak bumi Indonesia saat tinggal 942.000 barrel perhari (Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, 2005), kurang dari quota minimal yang ditetapkan oleh OPEC.
Menurut Soedradjat (1999), jika tidak ditemukan atau dikembangkan sumber minyak baru, maka pada tahun 2010 Indonesia diperkirakan tidak lagi berstatus sebagai net exporter, atau bahkan menjadi net importer. Sari (2002) mengatakan bahwa jika Indonesia tidak bersiap, maka pada tahun 2012 Indonesia akan menjadi net oil importir. Sepuluh tahun kemudian (2022) akan menjadi total oil importer, karena persediaan minyaknya habis sama sekali. sehingga nilai impor Indonesia akan lebih besar daripada nilai ekspornya. Oleh karena itu diperlukan upaya guna mendapatkan bahan bakar alternatif yang bersifat terbarukan, salah satunya adalah biodiesel (Rahayu, 2005; Zuhdi, 2004; Zuhdi dkk, 2003; Zuhdi, 2002; Rahman, 1995; La Puppung, 1986).
Biogas atau sering disebut pula gas bio merupakan gas yang timbul jika bahan-bahan organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, atau sampah direndam dalam air dan disimpan didalam tempat tertutup atau anaerob (tanpa udara). Biogas ini sebenarnya dapat pila terjadi pada kondisi alami. Namun untuk mampercepat dan menampung gas ini, diperlukan alat yang memenuhi syarat terjadinya zat tersebut.
Jika kotoran ternak yang yang telah dicapur air atau isian (slurry) dimasukkan kedalam alat pembuat biogas maka akan terjadi proses pembusukan yang terdiri dari dua tahap, yaitu proses aerobik dan proses anarobik. Pada proses yang pertama diperlukan oksigen dan hasil prosesnya berupa karbon dioksida (CO2). Proses ini berakhir setelah oksigen didalam alat ini habis. Selanjutnya proses pembusukan berlanjut pada tahap kedua (proses anaerobic). Pada proses yang kedua inilah biogas dihasilkan. Dengan demikian, untuk menjamin terjadinya biogas alat ini harus tertutup rapat, tidak berhubungan dengan udara luar sehingga tercipta kondisi hampa udara (tanpa udara).
Biogas yang terbentuk dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung gas metan (CH4) dalam prosesntasenya yang cukup tinggi (54 – 70 %). Akibat lain yang ditimbulkan karena penggunaan kotoran ternak sebagai biogas adalah :
1. Mengurangi ketergantungan pada pemakaian minyak yang jumlahnya terbatas dan harganya mahal.
2. Mengurangi dampak yang muncul dari polisi yang disebabkan oleh kotoran.
3. Dalam jangka panjang, diharapkan mampu mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan bakar sehingga kelestarian hutan menjadi lebih terjaga.
4. Sisa campuran kotoran yang sudah tidak menghasilkan gas (sludge) dapat digunakan pupuk organik yang baik.
I.2. Tujuan Penelitian
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S. Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Sumber energi Biogas yang utama yaitu kotoran ternak Sapi, Kerbau, Babi dan Kuda. Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain 1 m3 Biogas setara dengan :
Tabel kesetaraan biogas dengan sumber bahan bakar lain
1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.
Untuk satu ekor sapi rata-rata dapat menghasilkan 20 kg kotoran per ha, dan setara dengan 1 s.d. 1,2 m kubik. Pada proses penghitungan gas methan yang dihasilkan dari 20kg kotoran sapi per hari, maka akan dihasilkan gas methan sebesar campuran 0.10285 kg dan gas methan murni sebesar 0.061714 Kg. Untuk satu alat biogas dibutuhakan biaya sebesar Rp 1.500.000.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
3.1. Bahan-Bahan Perancangan Alat Secher Mill
1. Sebuah Potonga Plat Seng dengan Panjang....cm dan lebar...cm
2. Pipa dengan diameter 2 inch dan panjang 50 cm
3. Plastik untuk penampung gas
4. Sebuah Kran
5. Karet
6. Lem
3.2. Bahan-Bahan Pembuatan Secher Mill
1. Kotoran sapi 2. Air
3.3. Rangkaian Alat Penelitian
Keterangan
1. Drum 2. Pipa 3. Kran 4. Plastik
3.4. Metedologi Penelitian
3.4.1. Desain Alat
Cara membuat alat sebagai berikut :
1. Menyiapkan sebuah drum bervolume 60 liter dan berdiameter 40cm, dan Pipa dengan diameter 2 inch,panjang 50 cm.
2. Drum diatasnya terdapat penutup yang digunakan untuk memasukkan Bahan dan mengeluarkan Limbahnya
3. Disisi Drum di beri lubang untuk di sambungkan dengan pipa
4. Pipa sebelumnya di sambungkan dengan kran, biar mudah untuk mengeluarkan dan menutup Gas yang dihasilkan
5. Di ujung kran di taruh plastik untuk penampung gas yang dihasilkan.
3.4.2. Cara Pembuatan Secher Mill
1. Yang dilakukan pertama kali adalah membuat isian yaitu campuran dari kotoran ternak yang masih segar dengan air dengan perbandingan 1 ; 1,5
2. Aduk hingga rata dan bersihkan dari benda benda lain yang mengkin terbawa. 3. Masukkan isian ke dalam Drum
4. Sebelumnya kran sudah dibuka
3.4.3. Jadwal Penelitian