BAB 2
TINJAUANPUSTAKA
2.1 MotivasiBelajar
2.1.1 PengertianMotivasi
Motivasiberasaldaribahasalatin“movere”,yang berarti
menggerakkan. Berdasarkan pengertian ini, makna motivasi menjadi
berkembang.Motivasi,menurutWlodkowski(1985,dalam Siregardan
Nara,2011)merupakansuatukondisiyang menyebabkanatau
menimbulkanperilakutertentu,danyang memberi arahsertaketahanan
(presistence)padatingkahlakutersebut. Motivasijugadapatdikatakan
serangkaianusahauntukmenyediakankondisi- kondisitertentu,sehingga
seseorangmau daninginmelakukansesuatudanbilaiatidaksuka,maka
iaakanberusahauntuk meniadakan atau mengelakkanperasaan tidaksuka itu
(Sardiman, 2011).
Motivasidapatdikatakan sebagaikeseluruhan dayapenggerakdi
dalamdirisiswayangmenimbulkankegiatanbelajar,yang menjamin
kelangsungandarikegiatanbelajardanyang memberikanarahpada kegiatan
belajar, sehingga tujuanyang dikehendakioleh subjek belajar itu dapat
tercapai.Dinyatakan“keseluruhan”karenapadaumumnyaada beberapa
motifyang bersama- samamenggerakkansiswauntukbelajar (Sardiman,
2.1.2 KebutuhandanTeoriTentang Motivasi
Padadasarnyadalammengkajiteoritentang motivasidalamdiri
seseorang adaduahalyangperlukitaketahui yakni,“biogenictheoric”
dan“sociogenictheories”.“Biogenic theories”merupakanprosesbiologis
yang lebihmenekankanpadamekanismepembawaanbiologis,seperti insting
dankebutuhan- kebutuhanbiologis.Sedangkan,“sosiogenic
theories”lebihmenekankanpadapengaruhkebudayaan/ kehidupan
masyarakat. Darikeduapandangan tersebutdalamperkembangannya akan
menyangkutpersoalan- persoalaninsting,fisiologis,psikologisdanpola-
polakebudayaan.Sehingga,halinimenunjukanbahwaseseorang akan
melakukan aktivitas karena ada nya dorongan oleh faktor- faktor,
kebutuhan biologis, serta adanya pengaruh perkembangan budaya
manusia.
Hubungannyadengan kegiatan belajar yaitu bagaimanacara
menciptakan kondisiatausuatuprosesyang mengarahkanindividuuntuk
melakukanaktivitasbelajar.Untukdapat belajardenganbaikdiperlukan
motivasiyang baikpula.Dalamhaliniperluditegaskanbhawamotivasi
tidakpernahdikatakanbaik,apabilatujuanyangdiinginkanjugatidak baik.
Dengan demikian, dapatlah ditegaskan bahwa motivasi akan selalu
berkaitdengan soalkebutuhan.
MenurutMorgan(dalamSardiman,2011)manusiahidupdenganmemiliki
2.1.2.1 Kebutuhan untuk berbuatsesuatu untuk sesuatu aktivitas
Kebutuhan ini sangat penting bagi anak, karena perbuatan sendiri
itu mengandung suatu kegembiraan baginya. Hal ini dapat
dihubungkan dengan suatu kegiatan belajar bahwa
pekerjaanataubelajarituakanberhasilapabiladisertaidengan
rasagembira.
2.1.2.2 Kebutuhan untuk menyenangkan oranglain
Hargadiriseseorang dapatdinilaidariberhasil tidaknyausaha
memberikan kesenangan padaoranglain.Konsep inidapat
diterapkanpadaberbagaikegiatan,misalnyaanak- anakiturela
bekerjaatauparasiswaitu rajin/relabelajar apabiladiberikan
motivasiuntuk melakukan sesuatu kegiatan belajar untuk orang
yangdisukainya.
2.1.2.3 Kebutuhan untuk mencapaihasil
Suatu pekerjaan atau kegiatan belajar akan berhasilbaik, apabila
disertai dengan “pujian”. Aspek “pujian ini merupakan
doronganbagiseseorang untukbekerjadanbelajardengangiat.
Pujianataureinforcementharus selaludikaitkandenganprestasi
yang baik.Anak- anakharusdiberikesempatan seluas- luasnya
untuk melakukan sesuatu dengan hasiloptimal.
Suatukesulitanatauhambatan, mungkincacat, mungkin
menimbulkanrasarendahdiri, tetapihal ini menjadidorongan
untukmencarikompensasidenganusahayang tekundanluar
biasa,sehinggatercapai kelebihan/keunggulandalambidang
tertentu.Sikap anak ini terhadapkesulitansangatbergantung
padakeadaan dan sikap lingkungan. Sehubungan dengan ini maka
peranan motivasi sangat penting dalam upaya menciptakan
kondisi- kondisitertentuyang lebihkondusifbagi merekauntuk
memperoleh keunggulan.
Kebutuhantersebut, padadiri manusiasenantiasa menuntut pemenuhan.
Pemenuhan kebutuhan dimulaidaritingkatanyang paling
dasardansecarahierarkismenujupadakebutuhan yang lebihtinggi
(AbrahamMaslow). Jikakebutuhanyang lebih rendah tingkatannya telah
dipenuhi,makakebutuhanyang beradaditingkatkanatasnyaakanmuncul
danmintadipenuhi.Dalamhaliniadabeberapateoritentangmotivasi
yangberkaitan dengan soalkebutuhan, yaitu:
a.Kebutuhan fisiologis (physiological needs), seperti lapar, haus,
kebutuhan untukistirahat, dan sebagainya.
b.Kebutuhanakankeamanan(securityorsafetyneeds),yaknirasaaman,
bebasdarirasa takutdan kecemasan.
c.Kebutuhanakancintadankasih,yaknikasih,rasaditerimadalamsuatu
d.Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri, yakni mengembangkan
bakatdenganusaha mencapaihasildalambidang pengetahuan,sosial
danpembentukanpribadi.Kebutuhan- kebutuhantersebutmenurut
Maslowharusterpenuhi,sebabkebutuhanyang lamatidakterpenuhi, tidak
dapat menjadi active motivator. Jika kebutuhan tersebut
terblokadedan tidak dapat menjaddiactivemotivator,makausaha
manusiahanyabertahan padalevelsebelumnyadantidak ada peningkatan.
Oleh karenaitu,pemenuhan kebutuhanmerupakan hal penting untuk
meningkatkan motivasi seseorang termasuk dalam
konteksmotivasibelajar.
2.1.3 Teori-Teori Motivasi
Adabeberapateori yangmemberikangambarantentangseberapajauh peranan
stimulusinternaldan eksternal.Teori-teori tersebut antaralain:
2.1.3.1 Teoriinsting(insticnttheory),merupakanpredisposisiyangalami untuk
berbuatapabilamenghadapistimulustertentu.
2.1.3.2Teoridorongan (drive theory),teoriberdasarkan atasdasar biologis
yaitu berkaitan dengandriveataudrivereduction.
2.1.3.3 Teori gejolak (arousal theory), pada teori ini asumsinya ialah
organisme mencari atau mengurangi ketegangan (tension),
sehinggadengandemikianorganismeini mempertahankangejolak
atauarousalinidalamkeadaan yangrelatif rendah.
2.1.3.4Teoriinsentif(incentivetheory),adalahmendasarats keadaan
berpijakpadafaktoreksternalyangdapatmemicuataumendorong
organimismeberbuatdanmenstimuluseksternal.
2.1.4 Ciri- CiriMotivasiBelajar
Motivasimerupakandayapenggerakpsikis dalamdirisiswayang
menimbulkan kegiatan, menjamin kelangsungan belajar demi mencapai
satu tujuan.MenurutSardiman,(2011) mengemukakanbahwamotivasi
dalamdirisetiap orangmemilikiciri-cirisebagaiberikut:
2.1.4.1Tekunmenghadapitugas(dapatbekerjaterusmenerusdalam
waktuyang lamadan tidakpernahberhentisebelumselesai).
TekunmenurutKBBI adalahrajin,berkerashati,dansungguh-
sungguh. Seoranganaktelahtermotivasiuntukbelajarsesuatu akan
berusahamempelajarinyadenganbaik dan tekun dengan harapan
memperoleh hasil yang baik. Dalam hal ini tampak bahwa untuk
motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang
tekunbelajar,sebaliknyaapabilaseseorang kurang atautidak
memiliki motivasiuntukbelajar makaseseorang tersebuttidak akan
tahan lamabelajar, iniberarti motivasisangatberpengaruh terhadap
ketahanan dan ketekunan belajar.
2.1.4.2Tidak cepat putus asa. Tidak memerlukan dorongan dari luar
untukberprestasisebaik mungkin.Siswadenganmotivasibelajar yang
tinggidantidakmudahputusasa, kerjakerasdanwaktu untuk kegiatan
2.1.4.3Berminat terhadap bermacam- macam masalah untuk orang
dewasa(masalah pembangunan agama, politik, ekonomi,
pemberantasankorupsi, dansebagainya).Halinidapatdikatakan
rasaingintahu yang adadalamdiriseseorang.Rasaingintahu dapat
dilihat dari perilaku yang aktif, suka mengeksplorasi
sesuatu,danpenerimaanterhadaphal- halyang tidakbiasadapat
mendorongrasa ingin tahu siswa.
2.1.4.4Cepatbosan pada tugas- tugasyang rutin(hal- halyang bersifat
mekanis,berulang- ulang begitusaja,sehinggatidakmenciptakan
suasanayangkreatif).
2.1.4.5Tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya. Keyakinan
individuatasapayang terjadidalamhidupnyayang disebabkan
karenakemampuansendiriataudariluar diri(lingkungan).Jika
siswapercayabahwakesuksesandanpenghargaanyang mereka
raihdikarenakankemampuan merekasendiri,maka mereka telah
dianggap mampu untuk mengendalikan tujuan mereka.
Apabilaseseorang telahmemilikiciri- ciritersebut,dapat
diartikanorang tersebutmemiliki motivasiyang cukupkuat.Ciri-
cirimotivasitersebutsangatpentingdalamprosespembelajaran
dilingkungansekolah.Sehinggaprosespembelajaranyang terjadi pun
2.1.5 Fungsi MotivasiBelajar
Secara umum, terdapat dua peranan penting motivasi dalam
belajar,pertama,motivasimerupakandayapenggerakpsikisdalamdiri
siswayang menimbulkankegiatanbelajar,menjaminkelangsunganbelajar
demimencapaisatutujuan.Kedua,motivasimemegangperananpenting dalam
memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga
siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi banyak untuk
melaksanakan kegiatan belajar (Siregar dan Nara, 2011). MenurutSardiman
(2011)adatigafungsimotivasi,yakni:
2.1.5.1Mendorong manusia untuk berbuat, jadi penggerak atau motor
yangmelepaskan energi. Motivasidalamhal ini merupakan motor
penggeak darisetiap kegiatan yangakan dikerjakan.
2.1.5.2Menentukanarahperbuatan,yakni ke arah tujuan yanghendak
dicapai.Dengan demikianmotivasidapatmemberikanarahdan
kegiatan yangharusdikerjakan sesuaidengan rumusan tujuannya.
2.1.5.3Menyeleksiperbuatan, yakni menentukanperbuatan-perbuatan apa
yangharus dikerjakanuntukmencapaitujuandanmenyisihkan
perbuatan yangtidak bermanfaatbagi tujuan tersebut.
Disamping ituadajugafungsi- fungsilainyaitumotivasisebagai
pendorong usahadalampencapaianprestasi.Adanyamotivasiyang baik
adanyausahayangtekundanterutamadidasariadanyamotivasi,maka seseorang
yangbelajar akanmendapatkanprestasiyangbaik.
2.1.6 Faktor- Faktoryang Mempengaruhi Motivasi
Berdasarkan buku Belajar dan Pembelajaran, AliImron (1996,
dalamSiregardanNara,2011)mengemukakanenamunsurataufaktor
yangmempengaruhi motivasidalaprosespembelajaran, yakni;
2.1.6.1 Cita- cita indivivu, yaitu faktor yang mempengaruhi motivasi
belajar. Hal inidapatdiamatidaribanyaknyakenyataan, bahwa
motivasi seorang individu menjadi begitu tinggi ketika ia
sebelumyasudah memiliki cita-cita.
2.1.6.2Kemampuansiswa,seseorangyang memilikikemampuandibidang
tertentu,belumtentu memilikikemampuandibidang lainnya.
Kemampuan siswa jugademikian, hubungannyadengan motivasi
akanterlihatketika siswamengetahuikemampuannyapadabidang
tertentu.
2.1.6.3 Kondisiindividu,padakondisifisikhubungannyadenganmotivas
dapatdilihatdarikeadaan fisikseseorang. Jikakondisifisik seseorang
sedang kelelahan, maka akancenderung memiliki motivasiyang
rendahuntukbelajarataumelakukanberbagai
aktivitas.Sedangkanjikakondisifisiksehatdanbugarmaka akan
cenderungmemilikimotivasiyangtinggi.
2.1.6.4 Kondisi lingkungan, merupakan faktor yang mempengaruhi
sosialindividu.Contohnya,lingkunganfisikyang tidak nyaman untuk
belajar akan berdampak pada menurunnya motivasibelajar. Selain
itu, lingkungansosialjugaberpengaruh,diamatidari interaksiterhadap
teman sepermainan, lingkungan keluarga atau teman sekelas.
2.1.6.5 Unsur- unsur dinamis, faktor dinamis ini juga mempengaruhi
motivasikarena, dapatdiamatibahwaupaya memotivasi tersebut
dilakukandenganbahanpelajaran,alat bantubelajar,suasana
belajar,dan sebagainyayang dapatmendinamisasiproses
pembelajaran.
Selainituadapaunfaktor-faktorlainyangdapatmempengaruhimotivasi belajar
yakni:
a. MotivasiIntrinsik
Motivasiintrinsikmerupakanmotivasiyang fungsinyatidakperlu
rangsangan dari luar, karenadalamdirisetiap individu sudah ada dorongan
untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh konkret, seorang siswa ingin
belajar karena ingin mendapatpengetahuan, nilaiatau keterampilan agar
dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif tidak karena adanya
tujuan lain. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat jugadikatakan
sebagaibentukmotivasiyangdidalamnya aktivitas
belajardimulaidanditeruskanberdasarkandorongandaridalamdiri dan
b. Motivasi ekstrinsik
Motivasiekstrinsik merupakan motivasiyang berasaldari luar diri
individu karena adanyarangsangan dariluar. Motivasi ekstrinsik yang
berasaldariluar yakni lingkungan, teman, keluargadan sebagainya.
Contohnya,seorangsiswabelajarkarena tahubesokpagiiaakanujian
danberharapnilaiyang baik,sehinggadenganbegituiajadidisenangi
danmendapatpujian. Jadi, kalaudilihatdarisegitujuankegiatanyang
dilakukan, tidaksecara langsung berhubungandenganesensiapayang
dilakukannya. Oleh karena itu motivasi intrinsik dapat dikatakan
sebagaibentukmotivasiyang didalamnyaaktivitasbelajardimulaidan
diteruskanberdasarkandorongandarikuaryang tidaksecaramutlak
berkaitan dengan aktivitasbelajar.
2.1.7 Bentuk-BentukMotivasidiSekolah
Padaprosespembelajaranperanan motivasibaik,intrinsikdan
ekstrinsik sangatdiperlukan. Dengan motivasi, individu dapat
mengembangkanaktivitasdan inisiatif, dandapat mengarahkandan
memeliharaketekunan dalammelakukan kegiatanbelajar.Adabeberapa
carauntukmenumbuhkan motivasidalamkegiatanbelajardisekolah, yakni:
2.1.7.1Memberi angka
Dalamhaliniangkasebagaisimboldari nilaikegiatanbelajarnya.
Angka- angkayang baikitubagiparasiswamerupakanmotivasi yang
mengejar naik kelasnyasaja. Ini menunjukan bahwa motivasiyang
dimilikikurang berbobotbiladibandingkandengansiswa-siswa
yangmenginginkan angkabaik.
2.1.7.2Hadiah
Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah
selalu demikian. Karenahadiah untuk suatu pekerjaan, mungkin
tidakakanmenarikbagiseseorangyangtidaksenang dantidak
berbakatuntuk sesuatu pekerjaan.
2.1.7.3Saingan/Kompetisi
Saingan/Kompetisidapatdijadikan sebagai alat motivasiuntuk
mendorong belajarsiswa.Baikpersainganantar individumaupun
kelompokdapatmeningkatkan prestasibelajarsiswa.Unsuru
persainganinisering dimanfaatkandidalamduniaindustriatau
perdagangan, tetapi juga sangat baik digunakan untuk
meningkatkan kegiatan belajar siswa.
2.1.7.4 Ego-involvement
Tindakan ini dilakukan agar dapat menumbuhkan kesadaran
kepadasiswabahwapentingnyatugas danmenerimanyasebagai
tantangansehinggabekerjakerasdenganmempertaruhkanharga diri
merupakan salah satu bentuk motivasiyangcukup tinggi.
2.1.7.5Memberiulangan
Memberikan ulangan kepada siswa juga merupaka salah satu bentuk
2.1.7.6Mengetahuihasil
Denganmengetahuihasildariproses pembelajaran,apalagijika
hasilnyamemuaskanmakahaltersebut akanmendorong siswa untuk
lebih giatbelajar. Mengetahuibahwahasilgrafik daribelajar
mengalamipeningkatan maka ada motivasidalamdiri individu untuk
terusbelajar.
2.1.7.7Pujian
Pujian merupakanreinforcementyang positif dan sekaligus
merupakan motivasiyang baik. Denganmemberikan pujianyang
tepat makaakanmemupuksuasanayang menyenangkandan
mempertinggigairahbelajarsertasekaligus akanmembangkitkan
hargadiri.
2.1.7.8Hukuman
Hukuman sebagaireinforcementyang negatif, tetapi apabila
diberikan secara tepatdan bijak bisa menjadi alat motivasi.
2.1.7. Hasratuntuk belajar
Hasratuntukbelajarmerupakanunsurkesengajaan,yang artinya
bermaksud untuk belajar. Hasratuntuk belajar pada individu berarti
adanya motivasiuntuk belajar, sehinggahasilyang didapatkan
2.1.7.10 Minat
Motivasi munculkarena adanyakebutuhan, begitu jugadengan
minatyang merupakanalatmotivasiyangpokok.Prosesbelajaritu akan
muncul apabiladisertaidenganminat.Adapuncarauntuk
membangkitkanminat tersebut, yaitu:
a. Membangkitkan adanyasuatu kebutuhan
b. Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yanglampau
c. Memberikesempatan untuk mendapatkan hasilyangbaik.
2.7.11 Tujuan yangdiakui
Tujuanyang diakuijugamerupakan alatmotivasiyangsangat
penting.Sebabdenganmemahami tujuan yang harusdicapai,maka
akan timbulgairah untukterusbelajar.
2.1.8 Perlunya AktivitasdalamBelajar
Padaajaran agamadiakuibahwa manusiaadalahsebagaipencipta
yangkedua(setelahTuhan). PrinsipyangdikemukakanFrobelbahwa
anakituharusbekerjasendiri.Untukmemberikan motivasi,maka dipopulerkan
suatu semboyan “berpikirdan berbuat”. Dalam dinamika
kehidupanmanusia,berpikirdanberbuatsebagaisuaturangkaian yang tidak
2.2 InteraksiSosial
2.2.1 KonsepDasarInteraksiSosial
Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psiko-fisik
dalam individuyang turutmenentukan cara- carayang khasdalam
menyesuaikandirinyadenganlingkungannya(Allpert,dalamGerungan,
2009). Pribadi manusia tidak dapatdirumuskan sebagaisuatu keseluruhan
ataukesatuanansich(suatuindividusaja) tanpasekaligusmeletakkan
hubungannyadengan lingkungan.Individu memerlukan hubungan dengan
lingkunganyang mengiatkannya,merangsang perkembangannya,atau
memberikan segalasesuatu yangiaperlukan.
MenurutWoodworth (Gerungan, 2009),padadasanya terdapat empat
jenishubungan antara individu dengan lingkungannya. Individu
dapatbertentanganlingkungan,individudapat menggunakan lingkungannya,
individu dapat berpartisipasi (ikut serta) dengan
lingkungannya,danindividudapat menyesuaikandirinyadengan
lingkungannya.Individu manusiasenantiasa menyesuaikan dirinyadengan
lingkunganfisik,psikis,danrohaniah. Dalamhal ini lingkunganfisik,
merupakan alambenda- bendayang konkret,sedangkanlingkunganpsikis
yaitujiwaragaorang- orang dalamlingkungan,danlingkunganrohaniah
merupakankeyakinan,ide,ataupunfilsafatyang terdapatdilingkungan
Menyesuaikan diridapatdiartikan secaraluas,yakni mengubah diri
sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan
sesuaidengan keinginan sendiri. Penyesuaian diridalam artinyayang
pertamadisebutjugapenyesuaiandiriyangautoplastis(dibentuk sendiri),
sedangkanpenyesuaiandiriyang kedua,yaknipenyesuaiandiriyang
aloplastis(alo=yang lain).Jadi,penyesuaiandiri ada artinyayang “pasif”,
dimanakegiatan inidividu ditentukan oleh lingkungan, dan adayang “aktif”,
yangartinyaindividuyangmempengaruhi lingkungan.
Padadasarnya,lingkunganhiduporang atau aspekdaripadanya
senantiasaberubah- ubah.Olehkarenaitu,individumanusiasenantiasa
menjelaskan dirinya dengan lingkungan hidupnya senantiasa berubah-
ubah, baik secaraautoplastis maupun secaraaloplastis.Biasanya individu
manusiamenggunakan kedua carapenyesuaian dirinya. Demikian bentuk-
bentuk utamadarihubungan individu manusiadengan lingkungannyapada
umumya,yaitu penyesuain diri.
Interaksisosialmerupakansalahsatu bentukhubunganantara
individumanusia denganlingkunganya,khususnyalingkunganpsikis.
Hubunganindividudanlingkunganpada umumnyaberkisarpadausaha
menyesuaikan diri (autoplastis dan aloplastis) dengan lingkungannya.
Jadi, berlangsungnyahubunganindividuyang satudenganyang lain
2.2.2 Pengertian InteraksiSosial
Interaksisosial merupakan suatu hubungan antara individu satu
denganindividulainnyadimanaindividuyang satudapatmempengaruhi
individuyanglainnyasehingga terdapathubunganyangsalingtimbalbalik
(BimoWalgito,1990dalamDayakisni,danHudaniah,2009). Interaksi
sosialdapatterjadiapabilamemenuhiduasyarat,yaitu:
2.2.2.1 Adanyakontaksosial,halinidapatterjadiantaraindividudengan
individu, antara individu dengakelompok, dan antarakelompok
dengankelompok. Kontakjugadapatbersifatprimerjika itu terjadi
secaralangsung (facetoface),dansekunderjikahubunganitu
melaluiperantaraorangataumedia lainnya.
2.2.2.2Adanyakomunikasi,yaknikomunikasiverbaldannonverbalyang
merupakan saluranuntuk menyampaikan perasaan atauide/pikiran
dansekaligussebagaimediauntuk dapatmenafsirkanatau
memahamipikiranatau perasaan oranglain.
Menghadapiduniasekitar individu tidak bersifatpasif, tetapi bersifat
aktif, yang artinyaberusahamempengaruhi,menguasai, mengubah
dalambatas- bataskemungkinannya.Demikian pulaalamsekitarnya
mempunyaiperananterhadap individu,artinyamelalui individu
mempengaruhi individu,tingkahlaku,perbuatan,pikiran, sikap,perasaan,
Kehidupan manusiadalammasyarakatmempunyai2 macamfungsi
yaitu berfungsisebagaiobjek dan sebagaisubjek. Dengan demikian manusia
lain,berfungsisebagaisubjek danobjek.Halinisebenarnya
merupakankeuntunganyangbesarbagimanusia,sebabdenganadanya
duamacamfungsiyangdimilikiitulahtimbulkemajuan- kemajuandalam hidup
bermasyarakat.
2.2.3 Aspek- AspekInteraksiSosial
Individuharusmengetahuiaspek- aspekyangyang berkaitan dengan
interaksisosial, yaitu:
2.2.2.1Adanyahubungan
Setiapinteraksiterjadi karenaadanya hubungan antaraindividu
dengan individu maupun antara individu dengan kelompok.
2.2.2.2Ada individu
Setiapinteraksisosialmenuntuttampilnyaindividu- individuyang
melaksanakan hubungannya.
2.2.2.3 Ada tujuan
Setiapinteraksisosial memilikitujuantertentuseperti mempengaruhi
individu lain.
2.2.2.4 Adanyahubungan dengan struktur dan fungsikelompok
Interaksisosialyang adahubungandenganstrukturdanfungsi
kelompok kelompok terjadikarena individu dalamhidupnya tidak
2.2.4 Faktor- FaktorInteraksiSosial
Kelangsungan interaksisosialini, sekalipun dalambentuk yang
sederhana,ternyatamerupakanyangprosesyangkompleks,tetapipada
dasarnyadapatkitabedakanmenjadibeberapafaktoryangmendasarinya, yakni:
2.2.4.1FaktorImitasi
Gabriel Tarde(Dayakisni, danHudaniah, 2009), seorang
ilmujiwasosial menyatakanbahwaseluruhkehidupansosialitu
sebenarnya berdasarkan faktorimitasi saja. Imitasidapat
mendorong individu atau kelompok untuk melaksanakan
perbuatan- perbuatanyang baik.Dalamlingkunganpendidikandan
perkembangan kepribadian individu, imitasi mempunyaiperanan
yang sangatpenting karenadenganmengikutisuatuyang contoh yang
baikakan merangsang seseorang untukmelakukanperilaku yang
baik.Apabilaseseorang telahdididikuntukmengikutisuatu
tradisitertentuyang melingkupisegalasituasisosial makaorang
tersebut akan memiliki suatu kerangka tingkah laku dan sikap
moralyang dapatmenjadipokokpangkalgunamemperluas
perkembanganperilakuyang positif(Gerungan,1996dalam
DayakisnidanHudaniah, 2009). Sedangkan dampak negatif dari
diimitasiadalahperilakuyangsalah,baiksecaramoralmaupun hukum,
sehinggadiperlukan upayayangkuatuntuk menolaknya.
2.2.4.2Faktor Sugesti
Sugestimerupakanpengaruhpsikis,baikyang datangdari
dirinyasendirimaupundariorang lain,yang padaumumnya diterima
tanpaadanyadayakritik. Soekanto(1990, dalam Dayakisni,
danHudaniah,2009)menyatakanbahwaproses sugesti dapat
terjadiapabila individuyang memberikan pandangan tersebut adalah
orangyang berwibawaataukarenasifatnyayang otoriter. Ada beberapa
perbedaan yang mempermudah terjadinya sugesti dan
dapatditerimaolehindividu lainnya:
a.Sugestikarenahambatan berpikir
Dalamprosesiniterjadigejalabahwa individuyang dikenai
mengambil alihpandangan- pandangandariindividulaintanpa
memberikan pertimbangan kritis terlebih dahulu. Proses ini
akanlebihmudahterjadiapabila individuyang dikenaiberada dalam
kondisi yang lelah karena dalam kondisi lelah kemampuan
berpikir kritisindividu menjadi terhambat.
b.Sugestikarenapikiranterpecah
Prosesiniakanmudah terjadiapabilaindividuyang dikenai
berada dalam kondisi berpikir yang terpecah, contohnya
individuyangsedang mengalamikonflik.Karenaapabila seseorang
berpikirsecarabaik atausecarakritis,sehinggaindividuyang
mempunyai sifat seperti itu akan lebih mudah untuk
dipengaruhi.
c.Sugestikarenaotoritas
Padaprosesindividucenderung akan denganmudah
menerimapandanganatausikap tertentu dariindividulain yang
dianggap ahlipadabidangnya.
d.Sugestikarena mayoritas
Padaprosesiniindividuakanlebih mudahmenerima
pendapatataupandangannyayang didukung olehmayoritas
kelompok atau anggotamasyarakat.Orang akanmerasa terasing
apabilaiamenolakpendapat,pandanganataunorma- normadan
sebagainya yangtelah mendapatkandukungan dan mayoritas
itu.Orangyang beranggapanolehkarenasebagianbesardari
anggotatelahmenerimanya,makaakanterasing atautersingkir dari
mayoritasbilatidakikutmenerimanya.
e.Sugestikarenawillto believe
Diterimanyasuatuataupendapatyang diberikanoleh
individulainkarena individuyang bersangkutantelah memiliki
pendapatyang samasebelumnya.
2.2.4.3FaktorIdentifikasi
Identifikasi merupakan faktor yang memegang peranan
berlangsung secara tidak sadar, keduanya secara irasional.Jadi,
berdasarkanperasaan- perasaanataukecenderungandirinyayang
tidakdiperhitungkansecararasioanl danketigaidentifikasi
mempunyaimanfaatuntukmelengkapisistemnorma, cita- citadan
pedoman tingkah laku orang yangmengidentifikasi tersebut.
Identifikasimemungkinkanterjadinyapengaruhyang lebih
mendalamdaripadaproses imitasidansugestiwalaupunada
kemungkinan bahwapada mulanya identifikasidiawalioleh adanya
imitasidan sugesti.
2.2.4.4Faktor Simpati
Simpatimerupakanperasaantertariknya orangyangsatu
terhadap orang lain.Simpati timbultidak atasdasarlogisrasional,
melainkanberdasarkanpenilaianperasaanseperti jugapada proses
identifikasi. Timbilnyasimpati itu merupakan prosesyang sadar
bagidirimanusiayang merasasimpati terhadaporang lain.Simpati
menghubungkanseseorang denganoranglain,sebaliknyaperasaan
antipaticenderung menghambatatau menghilangkanproses interaksi
Tabel2.2.4.4 Perbedaanfaktorsimpatidanfaktoridentifikasi
Identifikasi Simpati
1.Dorongan utamaadalah ingin mengikutijejaknya, ingin mencontoh dan inginbelajardari oranglain yang dianggapnya ideal.
2.Hubungan identifikasihanya mengkehendakibahwayang satu inginmenjadisepertiyang lain dalamsifat- sifatnyayang dikaguminya.
3. Identifikasibermaksud belajar
1.Dorongan utama adalah ingin mengertidan kerjasama dengan oranglain.
2.Hubungan simpati menghendaki hubungan kerjasama antara2 orang atau lebih yangsetaraf
3.Simpatibermaksud bekerjasama.
Padaperbedaanidentifikasidansimpati menjelaskanbahwakedua
haltersebutsaling mempengaruhidalaminteraksisosialyang
berdasarkansimpati jauhlebihmendalam akibatnyadaripadayang
terjadiatasdasar imitasidan sugesti.
Dengan demikian simpatihanya akan berlangsungdan berkembang
dalamrelasikerjasama antaraduaorang atau lebih,bila terdapat
salingpengertian.
2.2.5 Bentuk- BentukInteraksiSosial
Didalam interaksisosial adapunbentuk- bentukinteraksisosialyang
berperan didalamnya. MenurutMerton Deuttah dan Park, mengemukakan
2.2.5.1Kerjasama(Cooperation)
Kerjasamamerupakan suatubentuk interaksisosialketika
tujuananggotakelompokyang satuberkaitan eratdengantujuan
anggotayang lainatautujuankelompoksecarakeseluruhan
sehinggasetiapindividuhanyadapatmencapaiapabilaindividu lain
juga mencapai tujuan.
Kerjasama terdiridari3 bentuk:
a.Kerukunanyangmencakupgotong- royong dantolong- menolong.
b. Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran
barang-barangdan jasa antaraduaoraganisasi atau lebih.
c. Koalisi(coalition), yaitu kombinasi antaraduaorganisasi atau
lebihyang mempunyaitujuan- tujuan yang sama.Koalisidapat
memberikansuatukeadaanyang tidakstabiluntuksementara
waktu,karenakeduaorganisasiatau lebihkemungkinan
mempunyaistrukturyangberbedasatu denganyanglain.
2.2.5.2Persaingan(Competition)
Persaingan merupakan suatu bentuk interaksisosialketika
seorang individu dapat mencapai tujuan sehingga individu lain
akanterpengaruhdalammencapaitujuantersebut. Dalam
berupa persaingan pribadi atau persaingan kelompok. Ada
beberapatipepersaingan:
a.Persaingan kebudayaan. Persaingan kebudayaan merupakan
usahauntuk memperbesar pengikutkelompok, baik itu dalam
ideologi maupun bidang-bidanglainnya.
b.Persaingankedudukandanperanan.Setiaporang ataukelompok
selalu mempunyaikeinginanuntuk mendapatkan kedudukan dan
peranan yangterpandang.
c.Persainganrasmerupakanpersainganyang hampirsamadengan
persaingan kebudayaan. Hanyasaja lebih spesifik dalamhal
warnakuliatdan jenisrambutsertabentuktubuh.
2.2.5.3Pertentangan(Conflict)
Konflik adalah suatu bentuk interaksisosialketika individu
ataukelompokdapatmencapaitujuan sehinggaindividuatau
kelompoklainakanhancur.Konflikdapatterjadikarena adanya
perbedaan pendirian antarindividu sehingga terjadikonflik diantara
mereka, adanyaperbedaan kepribadianyang disebabkanoleh
perbedaanlatar belakangkebudayaan.
Perbedaaninisering dipertajamdanbahkandieksploitasi
sedemikian sehingga menimbulkan pertentangan atau konflik.
Beberapakelompok menganggap kelompoknya lebih hebat, lebih
sehingga terkadang kelompok yang satu berusaha melawan
kelompok lain dengan menggunakan kekerasan atauancaman.
Adapun penyebab timbulnyapertentangan, sebagaiberikut:
a. Perbedaanantara individu
b. Perbedaan kebudayaan
c. Perbedaan kepentingan
d. Perubahan sosial
2.2.5.4Persesuaian (Accomodation)
Akomodasiadalahusaha- usahaindividu untukmeredakan
suatupertentangan,yaituusaha- usahauntukmencapaikestabilan.
Tujuandari akomodasiyaitu,mengurangipertentanganantar individu
akibatperbedaan paham, dan mencegah pertentanganyang
bersifatsementara.Akomodasimenunjukkansuatuusaha manusia
untuk menyelesaikan pertentangan untuk mencapai suatu kestabilan.
Adapun tujuan dari akomodasiyakni:
a.Untukmengurangipertentanganantarindividuataukelompok-
kelompok sebagai akibatdariperbedaan paham.
b.Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
c.Untukmemungkinkanterjadinyakerjasamaantarakelompok-
d.Mengusahakan peleburan antara kelompok- kelompok sosial
yangterpisah.
2.3 Remaja
2.3.1 Pengertian Remaja
Kata “remaja”berasal dari bahasa Latin yaitu adolescene yang
berartito growatauto grow maturity(Golinko, 1984 dalamYudrik, 2011).
Menurut Papalia dan Olds (2001, dalam Yudrik, 2011), masa remaja adalah
masa transisiperkembanganantaramasakanak- kanakdandewasa yang
padaumumnyadimulaipadausia12 atau13 tahundanberakhirpada usiaakhir
belasan tahun atau awal20 tahun.Yang dimaksuddengan
perkembanganadalahperubahanyangterjadipadarentang kehidupan.
Perubahan inidapatterjadisecarakuantitatif, misalnyapertambahan tinggi
atau berat tubuh, dan kualitatif misalnyaperubahan caraberpikir secara
konkretmenjadi abstrak.Dalamhal ini ada3 aspekperkembanganyang
terjadipadaremaja, yakni;(1) perkembangan fisik, (2) kognitif, (3)
kepribadian dan sosial.
2.3.2 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menyimpang Pada
Remaja
Perilaku menyimpangremaja antaralain:
2.3.2.1 Pergaulannegatif(temanbergaulyangsikapdanperilakunya
kurangmemperhatikan nilai-nilai moral.
2.3.2.2 Kurangdapat memanfaatkan waktuluang
2.3.2.4 Kehidupan moralitasmasyarakatyangmenurun
2.3.2.5 Kehidupan ekonomikeluargayangrendah
2.3.2.6 Sikap perlakuan orangtuayangburuk terhadap anak
2.3.3 PerkembanganMasa Remaja
MenurutMappieare(dalamDewi,2012) masaremajaberlangsung
antaraumur12 tahunsampaidengan21 tahunbagiwanitadan13tahun
sampaidengan22bagipria. Rentang usiaremajainidapatdibagidua
bagianyakni12/13tahunsampaidengan 17/18tahunadalahremaja awal dan
usia 17/18 sampai dengan 21/22 tahun adalahremajaakhir. Pada
umumnyausiainiadalahusiasaatremajasedang dudukdibangkusekolah
menengah.
PenggolonganremajamenurutThornburg (dalamDewi,2012),
terbagidalam tigatahap yaitu:
2.3.3.1 Remaja awal(usia13-14 tahun)
Masa remaja dimana individu telah memasuki pendidikan di bangku
Sekolah Menengah Pertama(SMP).
2.3.3.2Remaja tengah ( usia15-17 tahun)
Masa remaja ini merupakan masa dimana individu duduk di
Sekolah Menengah Atas(SMA).
2.3.3.3Remaja akhir (usia18-21 tahun)
Masa remajapadausiaini umumnya individu sudah memasuki
Masa ini merupakan masa- masa sulit bagi remaja maupun orangtua.
Adapun alasan terkaityangdapatdihubungkan,yakni:
a. Remaja mulai menyampaikan kebebasan dan haknya untuk
mengemukakan pendapatnyasendiri.Halinidapatmenciptakan
ketegangan dan perselisihan, dan dapat menjauhkan diri dari
keluarga.
b. Remajalebihmudahdipengaruhiolehteman-temannyadaripada
ketikamasih lebih muda. Anak remajaberperilaku dan mempunyai
kesenanganyang berbedbahkanbertentangandenganperilakudan
kesenangan keluarga.
2.3.3.3 Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik
pertumbuhanmaupun seksualitasnya.
2.3.3.4 Remajajadiseringterlalupercayadiridandapatmeningkatkan
emosinya,yang mengakibatkansukarmenerimanasehatorang tua.
Adapun beberapa kesulitan yang mungkin dialami remaja dan ini
merupakan halyangnormaldalamperkembangan remaja, yakni:
a.Variasikondisikejiwaan,terkadang individudapatterlihatpendiam,
cemberut,dan mengasingkandiri, danpadasaatyang laindapatterlihat
jugamenjadiseorang periang,berseri- seri,danyakin.Inimerupakan
perilakuyangsusahditebaknamunbukanperilakuyang abnormal. Perilaku
seperti inihanyaperlu perhatian saja, agar tidak terjerumus
b.Membolos,tidakadagairahataumalas kesekolahsehinggaindividu lebih
sukamembolosmasuk sekolah.
c.Perilaku antisosial,yaknisukamenganggu,berbohong,kejamdan
agresif.Penyebabyang mendasaradalah pengaruhburukteman,dan
kedisplinanyang salahdariorangtuaterutamabilaterlalukerasatau terlalu
lunak dan seringtidakadasamasekali.
2.3.4 Perkembangan Remaja MasaKini
Pergaulan remajasaat iniperlu mendapatsorotan utama, karena
padamasasekarang pergaulanremajasangatmengkhawatirkan karena
perkembanganarusmodernisasiyang menduniasertamenipisnyamoral
sertakeimananseseorangkhususnyaremajasaatini.Generasimudasaat
inikurang memilikirasa cintaTanahAir,inidapatdilihatdarilebih gemarnya
anak muda untuk pergi kebioskop daripada ke museum- museumsejarah
perjuangan bangsa.
Pergaulan remajasaat inisangatmengkhawatirkan, inidapatdilihat
dari beberapa hal yakni tingginya angka pemakai narkoba di kalangan
remaja,danadanyaseks bebas dikalanganremajadiluarnikah.Halini
perludiatasiagartidak menyebabkankemandulan dalambangsakarena
perludiingatlagibahwamasadepanbangsasangatbergantung pada generasi
muda. Pendidikan formal merupakan upayapencegahan perlu dilakukan
agarpendidikanmoralselainpendidikankeagamaanyakni
adanyapendidikantentang bahayanarkoba,hubunganseksdiluarnikah,
2.3.5 Aspek-AspekPerkembanganPada Masa Remaja
2.3.5.1PerkembanganFisik
Perkembangan fisik adalah perubahan- perubahan pada tubuh,
otak,kapasitassensorik, danketrampilan motorik (Papiladan Olds,2001
dalamYudrik,2011).Tubuhremajamulaiberalihdaritubuhkanak- kanak
menjaditubuhorang dewasayang cirinyaadalahkematangan.Perubahan
fisikotak ataustrukturnyasemakinsempurnauntuk meningkatkan
kemampuan kognitif.
2.3.5.2 Perkembangan Kognitif
Perkembangankognitifmerupakanperubahankemampuan mental
sepertibelajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. MenurutPiaget
(dalamSantrock,2001dalamYudrik,2011)seorang remajatermotivasi
untukmemahamiduniakarenaperilaku adaptasisecarabiologismereka.
Seorang remajatidakmengorganisasikanapayang dialamidandiamati, tetapi
remajamampu mengolah caraberpikir merekasehingga memunculkan
suatuidebaru.
2.3.5.3 Perkembangan Kepribadian dan Sosial
Perkembangankepribadianadalah perubahancaraindividu
berhubungandenganduniadan menyatakanemosisecaraunik,sedangkan
perkembangan sosialberartiperubahan dalamberhubungan dengan
oranglain(PapiladanOlds,2001 dalamYudrik,2011).Perkembangan
Proses pencarian jati diri adalah proses menjadi seseorang yang unik dengan
peranyangpentingdalamhidup.
Perkembangan sosial pada remaja lebih melibatkan kelompok
teman sebayadibandingkan orangtua. Padadiriremaja, pengaruh lingkungan
dalammenentukanperilakucukup kuat. Kelompokteman sebayadiakuidapat
mempengaruhipertimbangandnakeputusan seorang remaja
tentangperilakunya.
2.3.6Ciri- CiriMasa Remaja
Masaremaja adalah suatu masaperubahan. Pada masaremajaterjadi
perubahanyang cepatbaiksecarafisik,maupunpsikologis.Berikut perubahan
yangterjadipadaremaja:
2.3.6.1 Peningkatan emosional, merupakan tanda bahwa remaja berada
dalam kondisibaruyang berbedadarisebelumnya.Padamasa ini
remaja lebih sering mengalami tekanan, misalnya remaja
diharapkan agar tidak bersikap seperti anak- anak lagi, mereka
harusbisa mandiridan bertanggungjawab.
2.3.6.2 Perubahan yang cepat secara juga disertai kematangan seksual.
Perubahan ini membuatremajamerasatidakyakinakan diridan
kemampuan merekasendiri.Perubahan fisikini meliputiperubahan
internalyaknisistemsirkulasi, pencernaan, dan sistemrespirasi
maupun perubahan eksternalseperti tinggibadan, beratbadan, dan
2.3.6.3 Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan
denganoranglain.Perubahanyang dialamiremajadalamhalini
yakniremaja tidak lagiberhubungan dengan individuyangjenis
kelaminnyasama, tetapi jugadengan lawan jenisdan orangtua.
2.3.6.4 Perubahannilai,merupakanhalyang merekaanggapyang dulunya
penting ketika mereka masihusiakanak- kanakmenjadikurang
pentingkarenatelah mendekatidewasa.
2.3.6.5 Remaja akan bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan
yangterjadi
2.3.7Masa Usia SekolahMenengah
Masaremajamerupakanmasayang banyakmenarikperhatian
karenasifat- sifatkhasdanperananyayang menentukandalamkehidupan
individu dalammasyarakat.
2.3.7.1 MasaPraremaja(remaja awal)
Masa ini ditandai oleh sifat- sifat negatif pada remaja
sehinggaseringkalimasainidisebut masanegatifdenganjalanya
spertitidaktenang,kurangsukabekerja, danpesimis.Secaragaris besar
sifat-sifatnegatifinidapatdiringkas,yaitu:
a. Negatif dalamprestasi, baik prestasijasmanimaupun mental
b. Negatifdalamsikapsosial,baikdalambentukmenarikdiri dalam
2.3.7.2 MasaRemaja
Padamasaini, timbuldorongandalamdiriremajauntuk
hidup,kebutuhanakan adanyatemanyang dapatmemahamidan
menolongnya, dan temanyangdapat merasakan suka dan duka
bersama.Proses terbentuknyapendirianataupandanganhidupatau
cita- citahidupdapatdipandang sebagaipenemuannilai- nilai
kehidupan.
2.3.7.3 MasaRemajaAkhir
Padadasarnya remajayang telahmemasukitahapremaja
akhiryaitudapatmenentukanpendirianhidupnyadandapat masuk
kedalam masadewasa.Pada tahap iniremaja akan mengalami
perkembanganpsikisyang ditandaidengan;kemampuanberpikir
operasional nampaknyamencapai kematangansehinggamampu
menyusun rencanadan menentukan pilihan dalamhidup dan
kehidupannya,sertasikapdanperasaan relatifstabil(Mubindan Ani,
2006).
2.3.8 Tugas-TugasPerkembanganRemaja
Salah satu periode dalam rentangkehidupan remajamerupakan
segmenkehidupanyang penting dalamsiklusperkembanganindividu,dan
merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan
masadewasayang sehat.Adapun tugasperkembangan remaja menurut
2.3.8.1 Menerimafisiknyasendiriberikutkeragaman kualitasnya.
2.3.8.2Mencapaikemandirianemosionaldariorangtuaataufigur-figur
yangmempunyaiotoritas.
2.3.8.3Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan
belajarbergauldenganoranglain, baiksecara individual ataupun
kelompok.
2.3.8.4Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap