• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan bahan organik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan bahan organik"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah

BAHAN ORGANIK

NAMA : LIA ASMIRA

NIM : G011 17 1304

KELAS : DASAR-DASAR ILMU TANAH C

KELOMPOK : 9

ASISTEN : NURUL FAJRI

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI DEPARTEMEN ILMU TANAH

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

(2)

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bahan organik tanah adalah kumpulan beragam (continium) senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi (disebut biontik) termasuk mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dalam suatu pembentunkan bahan organik (Hanafiah, 2014).

Menurut Hardjowigeno (2002), menyatakan bahwa tanah yang mengandung banyak humus atau mengandung banyak bahan organik adalah tanah-tanah lapisan atas atau tanah-tanah top soil. Bahan organik tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu sebagai granulator yang berfungsi memperbaiki struktur tanah, penyediaan unsur hara dan sebagainya. Yang mana nantinya akan mempengaruhi seberapa jauh tanaman memberikan hasil produktifitas tinggi.

Tanah tersusun oleh bahan padatan, air dan udara. Bahan padatan ini meliputi bahan mineral berukuran pasir, debu dan liat, serta bahan organik. Bahan organik tanah biasanya menyusun sekitar 5% bobot tanah total, meskipun hanya sedikit tetapi memegang peran penting dalam menentukan kesuburan tanah baik secara fisika, kimiawi dan biologis tanah (Hanafiah, 2014).

Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan pengamatan bahan organik tanah dalam langkah awal penelitian dan pengamatan terhadap tanah sehingga kita dapat mengetahui bagaimana jenis tanah yang memiliki kadar bahan organik yang tinggi maupun yang rendah sehingga kita dapat memberikan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan tanah.

1.2. Tujuan dan Kegunaan

(3)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bahan Organik

Menurut Sabaruddin (2001), kandungan bahan organik tanah dapat berubah sebagai akibat proses alami seperti suksesi dan akumulasi biomassa dan adanya faktor antropogenik, seperti konversi spesies penutup lahan.

Bahan organik merupakan komponen penting ditinjau dari siklus hara, siklus hidrologi, produktivitas hutan, dan neraca karbon global. Secara global, tanah diklasifikasikan mengandung cadangan karbon yang lebih besar daripada kawasan daratan lainnya dan bahan organik pada tanah hutan menjadikan ekosistem berkembang dengan sangat dinamis (Jobággy, 2000).

Bahan organik mempengaruhi struktur tanah dan cenderung menjaga menaikkan kondisi fisik yang diinginkan. Hewan-hewan tanah tergantung pada bahan organik untuk makanan dan mendukung kondisi fisik yang diinginkan dengan mencampur tanah membentuk alur-alur. Umumnya banyak hal-hal menarik dalam mengelola bahan organik agar tanah lebih produktif. Sumber primer bahan organik dalam tanah Alfisol adalah jaringan tanaman berupa akar, batang, ranting dan daun. Jaringan tanaman ini akan mengalami dekomposisi dan akan terangkut ke lapisan bawah (Mulyadi, 2008).

Bahan organik yang diberikan berupa kotoran ayam, kotoran sapi dan kompos dapat meningkatkan kandungan C-organik di dalam tanah. Pada umumnya bahan organik mengandung unsur hara N, P dan K serta hara mikro yang diperlukan bagi tanaman (Afandi, 2015).

2.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bahan Organik

Menurut Hanafiah (2014), faktor-faktor yang mempengaruhi bahan organik dalam tanah Alfisol yaitu :

1. Kedalaman Tanah

(4)

2. Iklim

Iklim merupakan rerata cuaca pada jangka panjang minimal permusim atau per-periode, dan seterusnya, dan cuaca adalah kondisi iklim pada suatu waktu berjangka pendek misalnya harian, mingguan dan se-maksimal mungkin. 3. Drainase

Drainase yang buruk dan air berlebih akan menjadikan bahan-bahan organik tersapu dan hilang sehingga biasanya pada tanah dengan drainase buruk kandungan bahan organik meningkat. Sedangkan pada tanah atau lahan dengan drainase yang baik akan memiliki kadar bahan organik yang rendah. 4. Tekstur Tanah

Bahan organik akan lebih tinggi pada tanah dengan tekstur liat. Pada tanah pasir karena oksigen dalam tanah banyak (dikarenakan pori-pori) maka oksidasi terhadap bahan organik akan berjalan lebih cepat.

5. Vegetasi

Fungsi vegetasi adalah dalam melindungi lapisan atas tanah (lapisan yang paling banyak mengandung bahan organik) dari tekanan air hujan.Sehingga bahan organik tidak tersapu oleh air. Sedangkan kapur sangat mempengaruhi pH tanah karena pengoksidasi hanya dapat bekerja pada pH tertentu.

2.3. Peranan Bahan Organik Bagi Kesuburan Tanah

Menurut Mulyadi (2008), menyatakan bahwa bahan organik tanah menjadi salah satu indikator kesehatan tanah karena memiliki beberapa peranan kunci di tanah.Disamping itu bahan organik tanah memiliki fungsi yang saling berkaitan, sebagai contoh bahan organik tanah menyediakan nutrisi untuk aktivitas mikroba yang juga dapat meningkatkan dekomposisi bahan organik, meningkatkan stabilitas agregat tanah, dan meningkatkan daya pulih tanah.

(5)

aktivitas mikrobia pula akan terlepas berbagai zat pengatur tumbuh (auksin) dan vitamin yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan dan kesuburan tanaman yang mendapat pengaruh bahan organik yang tinggi (Atmojo, 2003).

(6)

III. METODOLOGI

3.1. Tempat dan Waktu

Praktikum tekstur tanah ini dilaksanakan di Teaching Farm, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar pada hari sabtu, 14 Oktober 2017 pukul 10.00 – Selesai WITA.

3.2. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah alat tulis menulis. Adapun bahan yang digunakan yaitu tanah yang ada pada penampang profil tanah yang telah dibuat pada praktikum sebelumnya.

3.3. Prosedur Kerja

(7)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Berdasarkan hasil percobaan bahan organik maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil Pengamatan Bahan Organik

Faktor yang diamati Warna tanah Biota tanah Struktur tanah

Warna matriks Coklat -

-Bahan organik termasuk ke dalam materi vital suatu tanah. Tanah dikatakan subur apabila kandungan bahan organik, air, mineral dan komponen lainnya seimbang dalam suatu solum. Kesuburan tanah mendapat pengaruh besar dari bahan organik penyusunnya yang didapat dari pelapukan serasah daun dan organisme mati yang terurai di dalam tanah (Mulyadi, 2008).

Pada praktikum bahan organik tanah, media pengamatan yang diambil adalah penampang hasil pengamatan profil tanah. dari kenampakan profil tanah yang diamati, terlihat warna tanah tidak berubah dan tetap konsisten berwarna coklat. Namun ketika memperhatikan tanah lebih lanjut, ternyata tanah tersebut tidak tampak biota di dalamnya, Hal ini sesuai dengan pendapat Atmojo (2003), bahwa meskipun peran bahan organik terhadap suplai hara tanaman kurang, namun perannya terhadap kesuburan fisik tanah sangatlah penting. Apabila tanah kandungan ahumusnya semakin berkurang, maka lambat laun tanah akan menjadi keras, kompak dan bergumpal, sehingga kurang produktif.

(8)
(9)

V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tanah dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah dan beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti bahan induk, iklim, topografi, organisme, dan waktu. Tanah yang baik adalah tanah yang mengandung banyak bahan organik yang berguna untuk kesuburan tanaman. Dalam menentukan kesuburan tanah, terkadang digunakan metode pengamatan ciri fisik tanah seperti warna, tekstur dan kondisi air nya. Kadar bahan organik dalam suatu solum tanah sejalan dengan indikator ciri tanah yang subur.

5.2. Saran

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Hanafiah, K.A. 2014. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers : Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2002. Ilmu Tanah. Jakarta :Akademika Pressindo. Diakses pada tanggal 26 Oktober 2017.

Jobággy E.G. and R.B Jackson. 2000. The vertical distribution of soil organic carbon and its relation to climate and vegetation. Ecol. Appl. 10: 423-36. Sabaruddin, S. dkk. 2001. Characteristics of Ultisols under different wildfire

history in South Sumatra, Indonesia: I. Physicochemical properties. Tropics 10: 565-580. Diakses pada tanggal 26 Oktober 2017.

Mulyadi, A. 2008. Bahan Organik dalam pupuk kompos. Institute Pertanian Bogor press: Bogor.

Afandi, FN. Dkk. 2015. Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar di Entisol Ngrangkah Pawon, Kediri. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan vol.2: 237-244. Brawijaya university press: Malang. Atmojo, Suntoro W. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah

(11)

LAMPIRAN

Gambar

Tabel 1. Hasil Pengamatan Bahan Organik
Gambar 1&2. Demonstrasi di Lahan Mengenai Bahan Organik

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Bahan organik di dalam tanah adalah hasil dekomposisi organisme hidup yang tersusun dari campuran polisakarida, lignin, protein, dan bahan organik yang berasal dari batuan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis tanah memberi pengaruh nyata terhadap C-organik tanah dan N-total tanah, serta bahan organik yang berbeda memberi pengaruh

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan cacing tanah dan jenis bahan organik secara interaksi pada tanah yang terkompaksi tidak berpengaruh nyata terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan cara aplikasi bahan organik pada piringan kelapa sawit terhadap populasi serta diversitas mesofauna tanah..

Adapun pengaruh bahan organik terhadap sifat kimia tanah di antaranya adalah : (1) bagian yang mudah terurai dari proses mineralisasi bahan organik akan menyumbangkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman lidah buaya yang diberi mineral zeolit dan bahan organik guna mendapatkan dosis zeolit dan jenis bahan

Cara penggunaan bahan organik : - Bahan organik disebar secara merata diatas hamparan sawah, dua minggu sebelum pengolahan tanah - Kadang jerami dibiarkan melapuk langsung disawah

Kecernaan bahan organik %KcBO =Konsumsi Bahan Organik − Bahan Organik Ekskreta Konsumsi Bahan Organik X100% HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil pengamatan dan perhitungan nilai