SKRIPSI
Diajukan Oleh :
Agustine Permatasari 0812010019/FE/EM
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Untuk Manajemen Skripsi S-1 Jurusan Manajemen
Diajukan Oleh :
Agustine Permatasari 0812010019/FE/EM
FAKULTAS EKONOMI
INDEKS LQ45
Yang diajukan
Agustine Permatasari 0812010019/FE/EM
Disetujui untuk ujian skripsi oleh :
Pembimbing Utama
Dr. Eko Purwanto, MSi Tanggal : ……..
NIP. 030 191 237
Mengetahui
Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur
DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERCANTUM DALAM
INDEKS LQ45
Disusun Oleh : Agustine Permatasari
0812010019/FE/EM
Telah Dipertahankan Dihadapan Dan Diterima Oleh Tim Penguji Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada Tanggal 24 Februari 2012
Pembimbing : Tim Penguji :
Pembimbing Utama Ketua
Dr. Eko Purwanto, Msi Dr. Eko Purwanto, Msi Sekretaris
Drs. RA Suwaidi, MS Anggota
Dra. Ec. Suhartuti, MM
Mengertahui Dekan fakultas Ekonomi
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan
hidayah-Nya yang diberikan kepada peneliti sehingga skripsi yang berjudul
“Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan Yang Tercantum Dalam Indeks LQ45”, dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Penyusunan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi syarat penyelesaian Studi
Pendidikan Strata Satu, Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi, Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberi bimbingan, petunjuk serta bantuan baik spiritual
maupun materiil, khususnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Sudarto, Mp selaku Rektor Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Bapak Dr. Dhani Ichsanudin Nur, SE, MM, selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Drs. Muhajir Anwar, Msi. Selaku Ka. Progdi Manajemen
Keuangan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
4. Dr. Eko Purwanto, Msi, selaku Dosen pembimbing Utama yang telah
memberikan bimbingan skripsi dan dukungan untuk penelitian sehingga
6. Ucapan terima kasih kepada mama, papa, bapak, ibu, serta keluarga yang
senantiasa memberikan do’a dan dukungan baik moral maupun materiil
dengan tulus ikhlas.
7. Ucapan kepada pak Andri Arthamex dan pak Rudi di IDX Surabaya
8. Teman geng the Bunthel (Ferry Madi, Vira (adek saya) dan Refi Tri
Puspitasari). Terimakasih karena kalian telah banyak membantu saya
dalam menyelesaikan skripsi saya hingga selesai. Serta Teman-teman yang
tidak bisa saya sebutkan satu per satu terima kasih banyak.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya atas semua bantuan
yang telah mereka berikan selama penyusunan skripsi ini.
Saya menyadari bahwa dengan terbatasnya pengalaman serta
kemampuan, memungkinkan sekali bahwa bentuk maupun isi skripsi ini
jauh dari sempurna. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran dari
berbagai pihak yang mengarah kepada kebaikan dan kesempurnaan skripsi
ini.
Sebagai penutup saya mengharapkan skripsi ini dapat memberikan
sumbangan kecil yang berguna bagi masyarakat, almamater, dan ilmu
pengetahuan.
Surabaya, Februari 2012
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
ABSTRAKSI ... xi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Perumusan Masalah ... 9
1.3. Tujuan Penelitian ... 10
1.4. Manfaat Penelitian ... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Penelitian terdahulu ... 12
2.2. Landasan Teori ... 14
2.2.1.Laporan Keuangan ... 14
2.2.1.1.Arti Penting Laporan Keuangan ... 14
2.2.1.2.Pihak – Pihak yang Berkepentinga terhadap posisi Keuangan ... 14
2.2.1.3.Pengertian Laporan Keuangan ... 14
2.2.1.4.Bentuk Laporan keuangan ... 15
2.2.3.Pasar Modal ... 18
2.2.3.1.Pengertian Pasar Modal ... 18
2.2.3.2.Fungsi Pasar Modal ... 19
2.2.3.3.Pelaku Pasar Modal ... 20
2.2.3.4.Bentuk Pasar Modal ... 22
2.2.3.5.Instrumen Pasar Modal ... 23
2.2.3.6.Peranan Pasar Modal ... 24
2.2.3.7.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasar Modal ... 25
2.2.4.Investasi ... 26
2.2.4.1.Pengertian Investasi ... 26
2.2.4.2.Proses Investasi ... 26
2.2.4.3.Manfaat Evaluasi Kinerja ... 24
2.2.4.4.Pengukuran Atau Penilaian Evaluasi Kinerja ... 25
2.2.5.Saham ... 27
2.2.5.1.Pengertian Saham ... 27
2.2.5.2.Jenis-Jenis Saham ... 28
2.2.5.3.Nilai Saham ... 31
2.2.5.4.Keuntungan Investasi Dalam bentuk Saham ... 32
2.2.8.Return On Assets (ROA) ... 38
2.2.9.Return On Equity (ROE) ... 39
2.2.10.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham ... 40
2.2.11.Pengaruh Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham ... 42
2.2.12.Pengaruh Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham ... 44
2.2.13.pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham ... 45
2.3. Kerangka Berfikir ... 47
2.4. Hipotesis ... 48
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Opearsional dan Pengukuran Variabel ... 49
3.2. Teknik Penentuan Sampel ... 51
3.3. Teknik Pengumpulan Data ... 52
3.4. Teknik pengolahan Data ... 53
3.5. Teknik Analisis Dan Uji Hipotesis ... 53
3.5.1. Teknik Analisis ... 53
3.5.2. Uji Hipotesis ... 54
4.1.1.Bursa Efek Indonesia ... 61
4.1.1.1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia ... 61
4.1.1.2. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia ... 64
4.1.1.3. Persyaratan Perusahaan Untuk Go Public ... 65
4.1.1.4. Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia ... 66
4.1.2. Gambaran Umum Perusahaan ... 66
4.1.2.1. PT. Aneka Tambang Tbk (Persero) ... 66
4.1.2.2. PT. Bumi Resources Tbk ... 67
4.1.2.3. PT. Energi mega Persada Tbk ... 68
4.1.2.4. PT. Internasional Nickel indonesia Tbk ... 69
4.1.2.5. PT. Medco Energi Internasional Tbk ... 70
4.1.2.6. PT. Bukit Asam (persero) Tbk ... 71
4.1.2.7. PT. Perusahaan Gas negara (Persero) Tbk ... 72
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian ... 78
4.2.1. Harga Saham ... 78
4.2.2. Data NPM (Net Profit Margin) ... 75
4.2.3. Data ROA (Return On Assets) ... 50
4.2.4. Data ROE (Return On Equity) ... 77
4.3. Deskripsi Hasil Analisis dan Uji Hipótesis ... 79
4.3.1.4. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 81
4.3.2. Analisis Regresi Berganda ... 84
4.3.3.Pengujian Hipotesis ... 86
4.3.3.1. Uji Parsial NPM (Net Profit Margin), ROA
(Return On Assets) Dan ROE (Return On
Equity)Terhadap Harga Saham ... 66
4.3.3.2. Uji Simultan NPM, ROA dan ROE Terhadap
Harga Saham ... 88
4.3.3.3. Koefisien Determinasi ... 89
4.4. Pembahasan ... 90
4.4.1. Pengaruh Simultan NPM (Net Profit Margin), ROA
(Return On Assets) dan ROE (Return On Equity )
Terhadap Harga Saham ... 90
4.4.2. Pengaruh Parsial NPM (Net Profit Margin), ROA
(Return On Assets) dan ROE (Return On Equity)
Terhadap Harga Saham ... 92
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan ... 99
5.2. Saran ... 100
(Persero)Tbk Yang Tercantum Dalam Indeks LQ45 ... 6
Tabel 4.1. Hasil Harga Saham Pada Perusahaan Petambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 74
Tabel 4.2. Hasil NPM (Net Profit Margin) Pada Perusahaan Pertambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 75
Tabel 4.3. Hasil ROA (Return On Assets) Pada Perusahaan Petambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 76
Tabel 4.4. Hasil ROE (Return On Equity) Pada Perusahaan Petambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 78
Tabel 4.5. Hasil Pengujian Normalitas ... 79
Tabel 4.6. Hasil Pengujian Autokorelasi ... 90
Tabel 4.7. Hasil Pengujian Multikolinieritas ... 81
Tabel 4.8. Hasil Uji Hetoroskedastisitas ... 82
Tabel 4.9. Besarnya Pengaruh Variabel NPM (Net Profit Margin) (X1) Dan ROA (Return On Assets) (X2) ROE (Return On Equity) (X3) Terhadap Harga Saham (Y) ... 84
Tabel 4.10. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ... 85
Tabel 4.11. Hasil Pengujian Hipotesis (uji t) ... 87
Agustine Permatasari
Abstrak
Pasar modal merupakan sarana bagi pihak yang mempunyai kelebihan dana untuk melakukan investasi dalam jangka menengah ataupun jangka panjang. Investasi pasar modal perlu memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar bisa mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak untuk dipilih. Harga dari saham atau efek lainnya berfluktuasi sesuai dengan penawaran dan permintaan terhadap faktor yang bersangkutan. Diantara saham – saham yang ada di pasar modal Indonesia, saham LQ 45 yang ada di Bursa Efek Indonesia merupakan banyak diminati oleh para investor. Investor
saham mempunyai kepentingan terhadap informasi tentang Net Profit Margin
(NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dalam melakukan
penentuan harga saham. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara empiris pengaruh NPM, ROA dan ROE terhadap harga saham perusahaan tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45.
Populasi yang dijadikan objek penelitian adalah laporan keuangan perusahaan yang meliputi neraca dan rugi laba perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ 45 dari periode 2006 sampai dengan 2010, yang berjumlah 11 perusahaan. Dari sejumlah populasi yang dijadikan obyek penelitian diambil sampel sebanyak 7 perusahaan pertambangan yang terdaftar pada BEI.
Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini adalah purposive
sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Untuk mengetahui pengaruh Net
Profit Margin, Return On Assets dan Return On Equity terhadap harga saham dapat diketahui dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil dari penelitian ini adalah Net Profit Margin (NPM) tidak mampu
meningkatkan harga saham pada perusahaan pertambangan. Return On Assets
(ROA) mampu meningkatkan harga saham pada perusahaan pertambangan dan
Return On Equity (ROE) tidak mampu meningkatkan harga saham pada
perusahaan pertambangan.
Kata kunci : Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Return On
1.1. Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi seperti sekarang ini persaingan dalam dunia
usaha semakin ketat dan perkembangan perekonomian yang didukung oleh
peningkatan komunikasi, persaingan tersebut terjadi di semua bidang usaha.
Lingkungan usaha yang semakin kompetitif merupakan tantangan bagi setiap
perusahaan untuk memenangkan persaingan tersebut, cara yang paling mudah
adalah dengan meningkatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki dan
menerapkan perbaikan secara terus menerus pada setiap aspek organisasinya
guna meningkatkan nilai perusahaan.
Pengembangan pasar modal sangat diperlukan dalam
perekonomian Indonesia saat ini. Pasar modal merupakan sarana bagi pihak
yang mempunyai kelebihan dana untuk melakukan investasi dalam jangka
menengah ataupun jangka panjang. Investasi pasar modal perlu memiliki
sejumlah informasi yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar bisa
mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak untuk dipilih. Di
dalam pasar modal, investor dapat membeli dan menjual saham atau efek
lainnya. Harga dari saham atau efek lainnya berfluktuasi sesuai dengan
penawaran dan permintaan terhadap factor yang bersangkutan. Adapun faktor
fundamental yang ingin dituju oleh setiap pasar modal adalah adanya
keterbukaan informasi secara lengkap dan akurat bagi calon emiten yang
perusahaan. Harga dari saham atau efek merupakan barometer dari
pandangan mereka mengenai masa depan industry dan ekonomi pada
umumnya. Penilaian saham secara akurat bisa meminimalkan resiko sekaligus
membantu investor mendapatkan keuntungan wajar.
Salah satu tolok ukur peningkatan nilai perusahaan adalah dengan
peningkatan harga saham. Tetapi hal tersebut tidak mudah untuk dicapai
karena hampir setiap saat terjadi fluktuasi harga saham. Persoalan yang
timbul adalah sejauh mana perusahaan mampu menpengaruhi harga saham di
pasar modal, dan variabel apa saja yang dapat dijadikan indikator sehingga
memungkinkan perusahaan untuk mengendalikannya dan tujuan
meningkatkan nilai perusahaan akan tercapai.
Perkembangan pasar modal di Indonesia telah menjadi salah satu
alternative dan saran investasi yang menarik bagi para pelaku pasa modal,
salah satu instrument yang diperdagangkan dipasar modal adalah saham.
Diantara saham – saham yang ada di pasar modal Indonesia, saham LQ 45
yang ada di Bursa Efek Indonesia merupakan banyak diminati oleh para
investor. Hal ini dikarenakan saham LQ 45 memiliki kapitalisasi tinggi serta
frekuensi perdagangan yang tinggi sehingga prospek pertumbuhan dan
kondisi keuangan saham baik. Namun demikian, saham LQ 45 merupakan
saham yang aktif sehingga terus – menerus dapat mengalami perubahan
harga. Oleh karena investasi yang dilakukan menyangkut kelangsungan dan
mengetahui seberapa besar risiko yang ditanggung oleh para pemegang
saham, sehingga dapat digunakan untuk mengantisipasi perubahan harga
saham yang dapat terjadi di Bursa Efek Indonesia.
Investasi di pasar modal sekurang–kurangnya perlu memperhatikan
dua hal yaitu keuntungan yang diharapkan dan resiko yang mungkin terjadi.
Investasi dalam bentuk saham menjanjikan keuntungan sekaligus resiko.
Semakin besar return yang diharapkan, semakin besar pula peluang resiko
yang terjadi. Variasi harga saham ditentukan oleh banyak factor. Usman
(1997), faktor yang memperngaruhi terhadap harga saham dapat dibagi
menjadi tiga kategori. Yaitu faktor fundamental, faktor teknis, faktor sosial,
ekonomi dan politik.
1. Factor fundamental
Informasi yang berkaitan dengan keadaan perusahaan, kondisi umum
industri yang sejenis dan faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi dan
prospek perusahaan tersebut di masa yang akan datang, misalnya
perubahan – perubahan peraturan pemerintah.
2. Factor teknis
Infomasi ini mencerminkan kondisi perdagangan efek, fluktuasi kurs,
volume transaksi. Informasi sangat penting bagi para pemodal untuk
menentukan kapan suatu efek harus dibeli, dijual atau ditukar dengan efek
3. Factor sosial, ekonomi, politik
Tingkat inflasi, kebijakan moneter, musim, neraca pembayaran dan
APBN, kondisi ekonomi, kondisi politik.
Bolten dan Weigand (1998: 77-84, dalam Mulyono 2000: 100)
mengatakan bahwa ekspektasi untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar
di masa mendatang berpengaruh positif terhadap harga saham. Variasi harga
saham ditentukan oleh banyak faktor, baik yang berasal dari lingkungan
eksternal maupun internal perusahaan.
Ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan
pertambangan yang tercantum dalam emiten LQ 45. Indeks LQ 45 sebagai
salah satu indikator indeks saham di BEI, dapat dijadikan acuan sebagai bahan
untuk menilai kinerja perdagangan saham. Indeks ini hanya terdiri dari 45
saham yang telah terpilih setelah melalui beberapa kriteria pemilihan sehingga
akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas tinggi. Perusahaan
pertambangan di Indonesia menjadi sasaran utama bagi para investor. Hal ini
dikarenakan harga saham yang terus meningkat. Memilih industri
pertambangan sebagai objek penelitian karena industri ini adalah industri yang
memiliki kemungkinan terbesar untuk berkembang, sebagaimana fakta bahwa
Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang menarik minat para
investor untuk menanamkan dananya.
Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Co-Chairman Indonesian
saat terjadi krisis keuangan yang sempat melanda Indonesia, namun industri
ini tidak terlalu parah terkena imbasnya. Alasan lain adalah untuk melengkapi
penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang telah meneliti sektor industri
yang lain.
Informasi tentang fluktuasi harga saham sangat penting bagi
investor untuk dijadikan pertimbangan dalam penelitian ini pada perusahaan
Pertambangan. Terdapat 7 perusahaan pertambangan yang go public yang
tercantum dalam Indeks LQ45 tahun 2006 - 2010 Berikut ini di sajikan data
harga saham tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode
2006 – 2010 :
Tabel 1.1.
Harga Saham pada Perusahaan Pertambangan yang Tercantum dalam Indeks LQ45
Periode tahun
(dalam rupiah)
No Nama perusahaan
2006 2007 2008 2009 2010
1. PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk 5506 7594 2494 1870 2241
2. PT. Bumi Resources Tbk 825 2858 5229 1956 2222
3 PT. Energi Mega Persada Tbk 675 895 805 258 130
4. PT. International Nickel Indonesia Tbk 21363 62729 5016 3490 4346
5. PT. Medco Energi International Tbk 3806 4069 3679 2647 3035
6. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 11188 11308 8540 8706 7229
7. PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 2986 6473 10940 11942 18204
Dari data yang diperoleh peneliti mengenai harga saham masing –
LQ45 juga mengalami perubahan setiap bulannya untuk masing – masing
periode 2006 sampai dengan 2010. Hal ini menunjukkan adanya harga saham
pada beberapa perusahaan pertambangan yang tercantum dalam indeks LQ 45
cenderung mengalami penurunan. Oleh karena itu, perubahan saham menjadi
hal yang penting untuk diperhatikan oleh para pelaku dalam pasar saham baik
dari para modal atau emiten dan harga pasar saham baik dari para modal atau
emiten dan harga pasar saham terbentuk dari adanya kekuatan permintaan
serta penawaran di pasar modal.
Informasi tentang fluktuasi harga saham sangat penting bagi investor
untuk dijadikan pertimbangan dalam penelitian ini pada perusahaan
Pertambangan. Berikut ini di sajikan data harga saham tahunan perusahaan
pertambangan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk periode 2006 – 2010 :
Tabel 1.2.
Harga Saham pada Perusahaan Pertambangan PT. Aneka Tambang (Persero)Tbk yang Tercantum dalam Indeks LQ45
Periode Tahun (dalam Rupiah) No Bulan
2006 2007 2008 2009 2010
1 Januari 4275 7800 3575 1110 2125
2 Februari 4025 9100 4100 1200 2075
3 Maret 4350 11850 3350 1090 2400
4 April 5750 15600 3500 1430 2450
5 Mei 4450 14000 3250 1980 2025
6 Juni 4625 12550 3175 2025 1940
7 Juli 5200 2700 2475 2200 2100
8 Agustus 5400 2250 1890 2275 2075
9 September 5500 2775 1460 2450 2375
10 Oktober 6950 3350 1040 2275 2550
11 November 7550 4675 1020 2200 2325
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui harga saham perusahaan
tambang PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk, harga saham LQ 45 pada
perusahaan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk, mengalami perubahan setiap
bulannya untuk masing–masing periode 2006 sampai dengan 2010.
Berdasarkan data tersebut dapat diduga bahwa naik turunnya harga saham
dipengaruhi oleh bagaimana para investor menghargai saham pada perusahaan
tersebut dilihat pada perkembangan perusahaan. Apabila perusahaan tersebut
laju perkembangannya mengalami kemunduran atau sering mengalami
kerugian maka para investor tersebut akan membeli saham dengan harga yang
murah atau rendah, begitupun sebaliknya apabila laju perkembangan
perusahaan tersebut mengalami kemajuan dengan hasil yang baik maka para
investor akan membeli saham dengan harga yang tinggi pula. Hal tersebut
juga ditunjang dengan pernyataan di surat kabar Kompas yang dikutip pada
tanggal 30 Agustus 2008 laba bersih PT Aneka Tambang Tbk atau Antam
turun cukup tajam menyusul melemahnya harga nikel dunia. Sepanjang
semester I-2008, Antam hanya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp
1,465 triliun atau turun 49 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama
tahun 2007 sebesar Rp 2,873 triliun. Penurunan itu terutama disebabkan
merosotnya harga nikel seiring melemahnya permintaan global. Hal itu
diperparah kenaikan biaya produksi menyusul naiknya harga bahan bakar
minyak dan harga sejumlah material. Adanya rugi selisih kurs senilai Rp 95
miliar ikut mendorong penurunan laba bersih Antam. Selama semester I-2008,
31 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007. Harga jual
bijih nikel juga turun 22 persen menjadi 63,76 dollar AS per metrik ton.
Turunnya permintaan global itu, juga mengakibatkan volume penjualan bijih
nikel kadar rendah Antam turun 22 persen menjadi 1,55 juta metrik ton pada
semester I-2008.
Hal ini menunjukkan harga saham LQ 45 berfluktuasi. Oleh karena itu,
perubahan saham menjadi hal yang penting untuk diperhatikan oleh para
pelaku dalam pasar saham baik dari para modal atau emiten dan harga pasar
saham baik dari para modal atau emiten dan harga pasar saham terbentuk dari
adanya kekuatan permintaan serta penawaran di pasar modal.
Investor saham mempunyai kepentingan terhadap informasi tentang
Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE)
dalam melakukan penentuan harga saham. Karena itu, perlu untuk mengkaji
pengaruh Net Profit Margin, Return on Assets, Return on Equity terhadap
harga saham, mengingat pasar modal Indonesia semakin menuju ke arah yang
efisien sehingga informasi yang relevan bisa digunakan sebagai masukan
untuk menilai harga saham.
Menurut Syamsuddin (1998:62), Net Profit Margin (NPM) merupakan
rasio antara laba bersih (net profit) yaitu penjualan sesudah dikurangi dengan
seluruh expenses termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. semakin
tinggi Net Profit Margin, semakin baik operasi suatu perusahaan dan akan
Dalam penelitian ini difokuskan pada Return on Assets (ROA) merupakan
mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat
kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset yang
tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset, yang berarti
efisiensi manajemen. Semakin tinggi ROA maka semakin besar kemampuan
membayar seluruh kewajiban termasuk di dalamnya adalah membayar dividen,
capital gain, hak suara dan tingkat pengembalian saham. (Husnan, 1993 : 4).
Menurut Syamsuddin (2004:74), Return On Equity (ROE) merupakan suatu
pengukuran dari penghasilan yang tersedia bagi para pemilik perusahaan atas
modal yang mereka investasikan di dalam perusahaan. Semakin tinggi return atau
penghasilan yang diperoleh semakin baik kedudukan pemilik perusahaan. Jadi
dapat disimpulkan bahwa makin tinggi angka NPM, ROA, dan ROE maka
fundamental juga akan semakin baik dan bisa menaikkan harga saham.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka peneliti mengambil
judul “PENGARUH NET PROFIT MARGIN (NPM), RETURN ON ASSETS
(ROA), DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN yang TERCANTUM DALAM INDEKS LQ45”.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan
1. Apakah Net Profit Margin ( NPM ) mempunyai pengaruh terhadap harga
saham pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ45
?
2. Apakah Return On asset ( ROA ) mempunyai pengaruh terhadap harga
saham pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ45
?
3. Apakah Return On Equity ( ROE ) mempunyai pengaruh terhadap harga
saham pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ45
?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian pada latar belakang dan permasalahan di atas, maka
tujuan penelitian ini adalah :
1. Menguji secara empiris pengaruh NPM terhadap harga saham perusahaan
tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45
2. Menguji secara empiris pengaruh ROA terhadap harga saham perusahaan
tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45
3. Menguji secara empiris pengaruh ROE terhadap harga saham perusahaan
tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45
1.4. Manfaat Penelitian
Penyusunan skripsi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
berbagai pihak, antara lain :
Diharapkan dapat memberikan pertimbangan dan masukan bagi
perusahaan dalam mengambil keputusan dalam menginvestasikan dananya
dan dapat menjadi referensi yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja
perusahaan.
2. Bagi investor
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan bahan evaluasi
dan informasi dalam mengambil keputusan investasi saham.
3. Bagi ilmu pengetahuan
Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang secara teoritis telah
dipelajari diperkuliahan dan diharapkan dapat dijadikan dasar untuk
2.1. Hasil Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang yang digunakan sebagai awal penulisan ini
adalah penelitian dari :
1. Dhita Ayudia Wulandari (2009) tentang “ANALISIS FAKTOR
FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM INDUSTRI
PERTAMBANGAN DAN PERTANIAN DI BEI”. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pada Industri Pertambangan terdapat pengaruh
signifikan baik secara simultan maupun parsial atau bisa dikatakan semua
variabel independen secara bersama – sama berpengaruh terhadap harga
saham. Pada Industri Pertanian hanya variabel EPS, PER, BVS, ROI,
PBV, DER, serta Beta yang secara bersama – sama maupun secara
individu berpengaruh terhadap harga saham. Naik turunnya harga saham
yang diperdagangkan di lantai bursa ditentukan oleh kekuatan pasar.
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian Dhita
Ayudia Wulandari adalah sama – sama meneliti tentang pengaruh ROA
dan ROE. Perbedaannya adalah Dhita Ayudia Wulandari meneliti variabel
– variabel faktor fundamental ( EPS, PER, BVS, ROI, PBV, DER dan
Resiko Sistematis ) dan tidak meneliti tentang variabel Net Profit Margin
2. Indah Nurmalasari (2009) tentang “ANALISIS PENGARUH RASIO
PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM EMITEN LQ45
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN
2005-2008”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan baik secara simultan atau parsial antara Return on Assets
(ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan (Earning
per Share (EPS) terhadap harga saham Emiten LQ45 yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia.
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian Indah
Nurmalasari adalah sama – sama meneliti tentang pengaruh NPM, ROA,
dan ROE. perbedaannya adalah Indah Nurmalasari meneliti tentang
variabel EPS.
3. Ucok Saut Timbul,SE dan Dr. Widyo Nugroho, MM. (2009) tentang
“ANALISIS PENGARUH EVA,ROA,ROE DAN PERSENTASE
KEPEMILIKAN MODAL SAHAM ASING TERHADAP HARGA
SAHAM PERBANKAN DI BEI”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama (simultan)
variabel bebas yaitu EVA ( Economic Value Added ), ROA ( Return On
Asset ), ROE( Return On Equity ) dan PKMSA ( Persentase Kepemilikan
Modal Saham Asing ) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan
secara bersama-sama terhadap Harga Saham. Sedangkan variabel yang
tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian Ucok
Saut Timbul,SE dan Dr. Widyo Nugroho, MM. adalah sama – sama
meneliti pengaruh ROA dan ROE. Perbedaannya adalah Ucok Saut
Timbul,SE dan Dr. Widyo Nugroho, MM. meneliti variabel EVA dan
PKMSA ( Persentase Kepemilikan Modal Saham Asing ).
2.2. Landasan Teori 2.2.1. Laporan Keuangan
2.2.1.1. Arti Penting Laporan Keuangan
Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah
sebagai alat penguji dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk
laporan keuangan tidak hanya sebagai dasar untuk dapat menentukan atau
menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa
tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan
(Munawir, 2002 : 1)
2.2.1.2.Pihak yang Berkepentingan Terhadap Posisi Keuangan
Pihak – pihak tersebut adalah para pemilik perusahaan, manajer
perusahaan yang bersangkutan, kreditur, banker, para investor dan
pemerintah (Munawir, 2002:2).
2.2.1.3.Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi
yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Menurut
Myer dalam bukunya Financial Analysis mengatakan bahwa yang
dimaksud dengan laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh
akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu
adalah daftar neraca dan daftar rugi laba. Pada waktu akhir – akhir ini
sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan untuk menambahkan daftar ketiga
yaitu laba ditahan (Munawir, 2002:5).
2.2.1.4.Bentuk Laporan Keuangan A. Neraca
Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari
suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah untuk
menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal
tertentu, biasanya pada waktu dimana buku – buku ditutup dan
ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender,
sehingga neraca sering disebut dengan Balance Sheet (Munawir,
2002:13)
Bentuk Neraca :
Skonto
Dimana semua aktiva terncantum sebelah kiri/debet dan hutang
sebelah kanan/ Kredit
Dalam bentuk ini semua aktiva Nampak dibagian atas yang
selanjutnya diikuti dengan hutang jangka pendek, hutang
jangka panjang, modal.
Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi
keuangan perusahaan.
(Munawir, 2002:20)
B. Laporan Laba Rugi
Merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan,
biaya rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode
tertentu (Munawir, 2002:26).
Bentuk Laporan Rugi Laba
Bentuk Single Step yaitu dengan menggabungkan semua
penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam
satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi laba bersih
hanya memerlukan satu langkah yaitu mengarangkan total
biaya terhadap total penghasilan.
Bentuk Multiple Step yaitu bentuk ini dilakukan
pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang
2.2.2. Analisis Laporan Keuangan
2.2.2.1.Tujuan Analisa Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk
memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil
yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Datan keuangan
tersebut akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila
data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih. Dan analisa
lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akannn dapat mendukung
keputusan yang akan diambil (Munawir, 2002:31).
2.2.2.2. Dasar Pembandingan Analisa Laporan Keuangan
a. Perbedaan letak perusahaan dengan tingkat harga dan biaya operasi yang
berbeda-beda, seperti besar kecilnya perusahaan.
Time Interest Ratio = EBIT : pembayaran Bunga
Cash Coverage Ratio = (EBIT + depresiasi) : pembayaran bunga
b. Liquidity Ratio mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial yang berjangka pendek tepat pada waktunya.
Current Ratio = Aktiva lancer : kewajiban lancer
Quick Ratio = (aktiva lancer – persediaan) : kewajiban lancer
Cash Ratio = [(kas + sekuritas) : hutang lancar] x 100%
c. Efficiency Ratio mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menggunakan assets untuk memperoleh penjualan.
Day Sales Outsanding Ratio = [(piutang) / (penjualan / 360)]
Fixed Asset Turnover Ratio = penjualan : aktiva tetap
Total Asset Turnover Ratio = penjualan : total aktiva
d. Profitability Ratio mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba baik hubungannya dengan penjualan, assets maupun
laba bagi modal sendiri
Return on Assets = EAT : total aktiva
Return on Equity = EAT : modal sendiri
Net Profit Margin = EAT : penjualan
2.2.3.Pasar Modal
2.2.3.1.Pengertian Pasar Modal
Ada beberapa pengertian tentang pasar modal. Menurut Darmadji
(2001 : 01), Pasar modal adalah pasar untuk berbagi instrument keuangan
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan baik dalam bentuk utang atas
modal sendiri. Sedangkan menurut Husnan (1998 : 3) secara formal pasar
modal didefinisikan sebagai instrument keuangan jangka panjang yang
bisa diperjualbelikan baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri,
baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.
Menurut Tandelilin (2001 : 14) pasar modal adalah pertemuan
antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang
membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Dengan
memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari
satu tahun.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar modal
merupakan tempat bertemunya para investor untuk memperjualbelikan
sekuritas dalam waktu jangka panjang.
2.2.3.2. Fungsi Pasar Modal
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001 : 2), manfaat pasar modal
adalah
1. Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha
sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal
2. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus meningkatkan
upaya diversifikasi
3. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai ke masyarakat menengah
4. Penyebaran kepemilikan perusahaan, keterbukaan dan profesionalisme
5. Menciptakan iklim berusaha yang sehat
6. Menciptakan lapangan pekerjaan
7. Memberikan kesempatan kepada perusahaan yang sehat dan
mempunyai prospek
8. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan
resiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan
9. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan
pemanfaat manajemen professional
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikatakan bahwa fungsi dari
pasar modal itu sendiri adalah menjadi salah satu tempat alternative
penghimpunan dana bagi perusahaan baik dana jangka panjang ataupun
jangka pendek yang memberikan potensi untuk mendapatkan keuntungan,
melalui pasar modal perusahaan.
2.2.3.3. Pelaku Pasar Modal
Menurut Usman (1990:27), pelaku pasar modal adalah :
1. Emiten
Emiten merupakan perusahaan yang mengeluarkan sekuritas (saham)
2. Pemodal / Investor
Pemodal tersebut dapat dibagi menjadi 4 kelompok :
a. Pemodal yang bertujuan memperoleh dividen
Bagi kelompok ini, pembagian dividen lebih penting daripada
keinginan untuk memperoleh kenaikan harga saham (capital gain)
b. Pemodal yang bertujuan berdagang
Fluktuasi harga saham yang tergantung pada kekuatan pasar
menjadikan pemodal untuk mengambil posisi sebagai pedagang.
Mereka membeli saham pada saat harga jatuh dan menjualnya
ketika harga saham naik.
c. Kelompok yang berkepentingan dalam pemilikan perusahaan
Pemodal ini cenderung memilih saham perusahaan yang memiliki
d. Kelompok speculator
Kelompok ini menyukai perusahaan yang sedang berkembang
karena dianggap bisa berkembang dengan baik.
3. Lembaga Penunjang
a. Penjamin Emisi
Merupakan lembaga yang diminta oleh emiten untuk menjamin
agar penerbitan sekuritas di pasar perdana terjual semua.
b. Penanggung (Guarantor)
Posisi penanggung adalah sebagai penengah antara yang
memberikan kepercayaan dana dan yang membutuhkan
kepercayaan.
c. Wali Amanat (Trustee)
Jasa wali amanat diperlukan pada emisi obligasi. Lembaga ini
bertindak sebagai wali dari si pemberi amanat. Pemberi amanat
adalah pemodal. Jadi wali amanat mewakilkan kepentingan modal.
d. Perantara perdagangan efek (Pialang, broker)
Merupakan pihak yang menawarkan jasa untuk menjualbelikan
saham dan memberikan informasi emiten kepada para calon
pembeli saham.
e. Pedagang efek (dealer)
Pihak yang melakukan transaksi jual beli saham dimana bila harga
efek naik atau turun yang mendapat keuntungan atau kerugian
f. Perusahaan Surat Berharga (Securities Cmpanies)
Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam perdagangan saham –
saham yang tercatat di Bursa Efek.
g. Perusahaan Pengelolaan Dana (Investment Company)
Perusahaan yang menolong pemodal jika mereka kesulitan dalam
menghitung resiko yang dihadapi.
h. Kantor (Biro) Administrasi Efek
Merupakan pihak yang melaksanakan aktifitas yang diminta oleh
emiten ataupun pemodal.
2.2.3.4. Bentuk Pasar Modal
Dalam perdagangan efek dikenal 2 macam pasar, yaitu :
a.Pasar Perdana
Pasar Perdana adalah bursa tempat perusahaan pertama kali
menerbitkan dan menjual saham baru untuk menambah modalnya
(Weston, Bringham, 1993:73). Menurut Tandelilin (2001:35), pasar
perdana adalah pasar dimana untuk pertama kalinya sekuritas baru
dijual kepada investor oleh emiten.
Berdasarkan uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar
perdana merupakan tempat dikeluarkannya saham untuk pertama kali.
b.Pasar Sekunder
Pasar sekunder adalah bursa tempat sekuritas dan aktiva
sekunder adalah pasar dimana para investor memperdagangkan saham
dari pasr perdana.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar
sekunder adalah pasar yang memperdagangkan saham dari saham
perdana.
Ada 2 (dua) tempat terjadinya pasar sekunder, yaitu :
1) Bursa Reguler
Bursa Reguler adalah bursa efek resmi yang menempati suatu
tempat yang terorganisasi dalam arti memiliki lokasi pusat
dimana sekuritas itu diperdagangkan.
2) Bursa Paralel (Over The Counter Market / OTC)
Bursa Paralel adalah semua kegiatan penjualan dan pembelian
surat berharga yang tidak terjadi di bursa saham, tetapi tersebar
diantara kantor para broker atau dealer.
2.2.3.5. Instrumen Pasar Modal
Sekuritas yang diperjualbelikan dipasar modal tidak hanya jenis
saham saja. Menurut Tandelilin (2001:18), sekuritas yang biasanya
diperdagangkan adalah saham, obligasi, reksadana dan instrument
derivative.
1.Saham
Merupakan surat bukti kepemilikan atas asset – asset perusahaan yang
menerbitkan saham. Dengan memilik saham, maka investor maka
2.Obligasi
Obligasi merupakan sekuritas yang memberikan pendapatan dalam
jumlah tetap kepada pemiliknya.
3.Reksadana
Reksadana atau mutual fund adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa
pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada perusahaan reksadana
untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar modal.
4.Instrument Derivatif
Instrument Derivatif merupakan sekuritas yang nilainya merupakan
turunan dari sekuritas lain, sehingga nilai instrument derivative sangat
tergantung dari hasil seuritas lain yang ditetapkan sebagai patokan.
2.2.3.6. Peranan Pasar Modal
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001:2) peranan pasar modal
menjalankan dua fungsi, yaitu :
1.Fungsi Ekonomi
Merupakan pasar yan menyediakan fasilitas atau wahana yang
mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan
dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Maka
dengan adanya pasar modal pihak yang memiliki kelebihan dana dapat
menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh imbalan
(return) sedangkan pihak issuer dapat memanfaatkan dana tersebut
2. Fungsi Keuangan
Merupakan pasar modal yang memberikan kemungkinan dan
kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dan sesuai
dengan karakteristik investasi yang dipilih.
2.2.3.7.Faktor Yang Mempengaruhi Pasar Modal
Menurut Husnan (1998:6), factor yang mempengaruhi
keberhasilan pasar modal :
1. Supply sekuritas, dimana banyak perusahaan yang bersedia
menerbitkan sekuritas di pasar modal
2. Demand sekuritas, dimana terdapat anggota masyarakat yang
memiliki jumlah dana yang cukup besar untuk dipergunakan
membeli sekuritas yang ditawarkan.
3. Kondisi politik dan ekonomi, merupakan syarat perkembangan
dunia bisnis.
4. Masalah hukum dan peraturan, merupakan peraturan yang
melindungi para pemodal dari kecurangan (abuse) pihak emiten.
5. Peran lembaga pendukung pasar modal seperti BAPEPAM, calon
emiten, bursa efek, pialang, underwriter, akuntan, ahli hukum, dan
sebagainya harus bisa bekerja secara professional untuk
2.2.4. Investasi
2.2.4.1.Pengertian Investasi
Menurut Tandelilin (2001:3), Investasi merupakan komitmen atas
sejumlah dana atau sumber dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan
pada saat ini dengan tujuan mendapatkan sejumlah keuntugan di masa
yang akan datang. Sedangkan menurut Arifin (2005:21), Investasi adalah
kegiatan menunda konsumsi untuk mendapatkan (nilai) konsumsi yang
lebih besar di masa yang akan datang.
Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa investasi
adalah dana atau sumber dana yang digunakan untuk mendapatkan
keuntungan di masa yang akan datang.
2.2.4.2. Proses Investasi
Menurut Husnan (1998:12), Pasar investasi menunjukkan
bagaimana pemodal seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas
seperti seberapa banyak investasi tersebut dan kapan investasi dilakukan,
proses tersebut adalah :
a. Menentukan kebijakan investasi
Pemodal perlu menentukan apa tujuan investasinya, dan berapa banyak
investasi tersebut akan dilakukan.
b. Analisis Sekuritas
Pemodal melakukan analisis dengan menggunakan analisis
fundamental untuk memperkirakan harga saham di masa yang akan
datang.
c. Pembentukan Portofolio
Merupakan identifikasi sekuritas mana yang akan dipilih, dan berapa
proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing – masing sekuritas
tersebut.
d. Melakukan revisi portofolio
Merupakan pengulangan terhadap tiga tahap sebelumnya.
e. Evaluasi kinerja portofolio
Pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio baik dalam
aspek tingkat keuntungan yang didapat ataupun resiko yang
ditanggung.
Investasi dilakukan untuk memperoleh pendapatan. Seseorang akan
tertarik untuk menginvestasikan dananya dalam suatu asset. Jika asset
trsebut memberikan keuntungan yang memadai, keuntungan yang didapat
adalah kenaikan saham.
2.2.5.Saham
2.2.5.1. Pengertian Saham
Menurtu Darmadji dan Fakhruddin (2001:5) saham merupakan salah
satu jenis sekuritas yang cukup diperjualbelikan di pasar modal. Porsi
kepemilikan yang ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang
ditanamkan di perusahaan tersebut. Wujud saham adalah selembar kertas
perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Sedangka menurut
Tandeliln (2001:18) saham merupakan surat bukti bahwa kepemilikan atas
asset – asset perusahaan yang menerbitkan saham.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa saham merupakan
sekuritas berupa surat tanda kepemilikan atas asset-aset perusahaan yang
diperjualbelikan di pasar modal.
2.2.5.2.Jenis – Jenis Saham
Saham merupakan surat berharga yang paling popular dan dikenal
luas di masyarakat, maka saham dapat terbagi atas :
1.Saham Biasa (Common Stock)
Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior
terhadap pembagian dividend dan hak atas harta kekayaan perusahaan
apabila perusahaan tersebut dilikuidasi (Darmadji dan Fakhruddin,
2001:6). Menurut Jogiyanto (2000:73), saham biasa adalah saham
dikeluarkan perusahaan dalam satu kelas saham saja.
Apabila ditinjau dari kinerja perdagangan maka saham biasa dapat
dikategorikan atas :
a.Blue-chip stocks / LQ 45
Merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi
tinggi, sebagai leader di industry sejenis, memiliki pendapatan yang
b.Income Stocks
Merupakan saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan
membayar dividen lebuh tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan
pada tahun sebelumnya.
c.Growth Stocks
Merupakan saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan
yang tinggi, sebagai leader di industry sejenis yang mempunyai reputasi
tinggi.
d.Speculative Stocks
Merupakan saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten
memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai
kemungkinan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang, meskipun
belum pasti
e.Counter Cyclical Stocks
Merupakan saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro
maupun situasi bisnis secara umum.
2.Saham Preferen
Merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara
obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap,
tetapi juga biasa tidak mendapatkan hasil seoerti yang dikehendaki
investor. Menurut Jogiyanto (2006:67), saham preferen merupakan saham
yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Adapun
a. Convertible preferren stocks
Merupakan saham yang memungkinkan pemegangnya untuk
menukar saham ini denga saham biasa rasio penukaran yang sudah
ditentukan.
b.Callable preferren stocks
Merupakan saham yang memberikan hak kepada perusahaan yang
mengeluarkan untuk membeli kembali saham ini dari pemegang saham
pada tanggal tertentu.
c. Floating preferren stocks
Saham preferen ini tidak membayar dividen secara tetap, tetapi tingkat
dividen yan dibayar tergantung dari tingkat return dari sekuritas
Treasury bill.
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh pemodal
dengan membeli atau memiliki saham, yaitu :
a.Dividen
Merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan
penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
Merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain
berbentuk dengan adanya aktifitas perdagangan saham di pasar
sekunder.
b.Saham treasuri
perusahaan untuk disimpan sebagai sebagai treasuri yang nantinya
dapat dijual kembali.
2.2.5.3.Nilai Saham
Beberapa nilai yang berhubungan dengan saham merupakan hal
yang perlu dan berguna, karena dapat digunakan untuk mengetahui
saham-saham mana yang bertumbuh (growth) dan mana yang murah
(undervalued).
Ketiga konsep nilai saham yang akan dibahas adalah :
1. Nilai Buku
Menurut Jogiyanto (2000:79) nilai buku merupakan nilai saham
menurut pembukuan perusahaan emiten. Sedangkan menurut Zaenal
Arifin (2005:151), nilai buku merupakan jumlah rupiah yang akan
diterima dari setiap lembar saham biasa jika asset perusahaan dijual
seharga nilai bukunya. Menurut Setia Atmadja (2003:412), nilai buku
atau book value merupakan pencatatan aktiva di Neraca berdasarkan
harga perolehannya (Historical Cost) yang telah disesuaikan dengan
depresiasi.
2. Nilai Pasar
Menurut Jogiyanto (2000:79) nilai pasar adalah harga diri saham di
3. Nilai Instrinsik
Menurut Jogiyanto (2000:79) nilai intrinsik adalah nilai yang
seharusnya dari suatu saham, yang terdiri dari dua macam analisis
yaitu analisis sekuritas fundamental dan analisis teknis untuk
menentukan nilai dari saham.
Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa apabila harga pasar lebih
besar dari nilai instrinsiknya, maka saham tersebut layak untuk dijual,
karena overvalued (dengan harga yang mahal). Sebaliknya, apabila
harga pasar lebih kecil dan nilai instrinsiknya, maka saham tersebut
layak untuk dibeli, karena undervalued (dengan harga murah), Halim
(2003:16).
2.2.5.4.Keuntungan Investasi Dalam Bentuk Saham
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor yang
berinvestasi pada saham yaitu :
1.Deviden
Pembagian keuntungan yang diberikan oleh emiten atas
keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Deviden diberikan
setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Deviden yang dibagikan
perusahaan dapat berupa deviden uang tunai yaitu deviden yang
diberikan kepada setiap pemegang saham berupa uang tunai dala
jumlah saham, sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh investor
akan bertambah.
2.Capital Gain
Capital gain merupaka selisih antara harga jual dan harga beli yang
disebut dengan selisi kenaikan kurs. Capital gain terjadi bila
pemilik saham atau nvestor menjual saham dengan kurs yang lebih
tinggi dibandingkan dengan kurs pada waktu membeli.
2.2.5.5. Risiko Investasi Dalam Bentuk Saham
Seseorang investor yang melakukan investasi akan menghadapi
risiko sebagai berikut :
1.Tidak mendapatkan deviden
Deviden dibagikan jika operasi perusahaan menghasilkan
keuntungn. Sehingga jika perusahaan mengalami kerugian, maka
investor tidak memperoleh deviden.
2.Capital Loss
Dalam investasi saham seseorang investor tidak selalu
mendapatkan capital gain, ada kalanya investor harus menjual saham
dengan harga jual lebih rendah dari harga beli sehingga investor
mengalami capital loss.
3.Perusahaan bangkrut atau likuidasi
Jika suatu perusahaan bangkrut, maka akan berdampak secara
langsung kepada saham perusahaan tersebut. Pada perusahaan yang
dari pada kreditor atau pemegang saham preferen. Artinya setelah
semua asset perusahaan tersebut dijual, hasilnya terlebih dahulu
dibagikan kepada kreditor atau pemegang obligasi dan jika masih ada
sisanya barulah dibagikan kepada para pemegang saham.
4.Saham didelist dari bursa
Suatu saham didelist atau dikeluarkan dari pencatatan dari bursa
efek karena kinerja saham tersebut buruk, misalnya menjalani kerugian
selama beberapa tahun, selama beberapa waktu tertentu tidak pernah
diperdagangkan, dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan peraturan
pencatatan di bursa efek. Saham ini telah didelist tidak lagi
diperdagangkan diluar bursa tetapi tetap dapat diperdagangkan bursa
dengan konsekuensi tidak terdapat patokan harga yang jelas dan jika
terjual biasanya harganya jauh lebih rendah dari harga sebelumnya.
2.2.5.6.Indeks LQ 45
Indeks LQ 45 merupakan salah satu dari lima macam indeks harga
saham. Indeks harga saham merupakan ukuran yang didasarkan pada
perhitungan statistic yang menggambarkan pergerakan harga – harga saham
terhadap tahun dasarnya. Saat ini PT. Bursa Efek Indonesia memeliki lima
macam indeks harga saham yaitu IHSG, Indeks Sekuritas, Indeks LQ 45,
Jakarta Islamis Index (JII), Indeks individual, berikut ini akan dijelaskan
secara singkat mengenai salah satu indeks harga saham LQ 45.
terpilih 45 emiten yang meliputi 72% dari total kapitalisasi pasar dan
72,5% dari nilai transaksidi pasar regular. Indeks ini terdiri dari 45 saham
yang diseleksi melalui beberapa criteria penilaian yang memiliki
likuiditasm kapitalisasi pasar perdagangan yang tertinggi serta memilik
prospek dan frekuensi pertumbuhan dan kondisi keuangan baik. Untuk
dapat masuk dalam indeks LQ 45, suatu saham harus memenuhi criteria
berikut ini :
a. Harga termasuk dalam urutan 60 terbesar dari total transaksi saham di
pasar regular (rata – rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).
b. Harga termasuk dalam urutan 60 terbesar berdasarkan kapitalisasi
pasar (rata –rata nilai kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).
c. Telah tercatat di PT. Bursa Efek Indonesia minimal selama 3 tahun.
Saham yang telah memenuhi criteria diatas kemudian dinilai
dengan memberikan peringkat antara 1 sampai 45. Untuk peringkat 1
sampai 35 masuk dalam perhitungan indeks, sedangkan peringkat 36
sampai 45 belm tentu masuk dalam perhitungan indeks kecuali saham
tersebut telah masuk criteria selama tiga kuartal berturut – turut.
2.2.6. HARGA SAHAM
Di dalam suatu pasar modal terjadi tawar – menawar harga atas
suatu efek atau sekuritas, maka harga yang terjadi di pasar modal tersebut
adalah harga saham atau kurs saham. Harga saham akan selalu berfluktuasi
penawaran pasar. Hal ini akan terus terjadi selama saham tersebut terdaftar
di bursa.
Menurut Widoatmodjo (1996:43), harga saham adalah nilai dari
penyertaan atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan dalam
bentuk sekuritas atau surat – surat berharga.
Ada beberapa macam harga saham dalam pasar modal Indonesia di
antaranya adalah :
a. Harga Nominal
Merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar
saham yang dikeluarkan.
b. Harga Perdana
Merupakan harga sebelum saham dicatat di bursa efek. Setelah
bernegosiasi dengan underwriter, akan diketahui berapa saham perusahaan
emiten itu akan dijual ke masyarakat.
c. Harga Pasar
Merupakan harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain.
Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa.
d. Harga Pembukaan
Merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli saham pada saat
e. Harga Penutupan
Merupakan harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir
hari bursa.
f. Harga Tertinggi
Merupakan harga trtinggi yang terjadi dalam satu hari.
g. Harga Terendah
Merupakan harga yang terjadi di bursa, pada suatu saham mencapai harga
yang terendah.
h. Harga Rata – rata
Merupakan perataan dari harga tertinggi dan terendah. Harga ini bisa
dicatat untuk transaksi harian,bulanan atau tahunan.
2.2.7 Net Profit Margin (NPM)
Menurut Alexandri (2008:200) Net Profit Margin (NPM) adalah
rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak. Sedangkan
Menurut Kasmir (2008:200) Net Profit Margin (NPM) adalah ukuran
keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak
dibandingkan dengan penjualan. Menurut Bastian dan Suhardjono (2006:
299) Net Profit Margin adalah perbandingan antara laba bersih dengan
penjualan.
Berdasarkan uraian tersebut , maka dapat disimpulkan bahwa Net
Profit Margin (NPM) merupakan suatu cara untuk mengukur kemampuan
antara laba bersih setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan.
(Kasmir, 2008)
2.2.8 Return On Assets (ROA)
Menurut Mardiyanto (2009: 196) ROA adalah rasio digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang
berasal dari aktivitas investasi. Sedangkan menurut Dendawijaya (2003:
120) rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam
memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Menurut Lestari dan
Sugiharto (2007: 196) ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Return on
Assets juga sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis merupakan
ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua
aktiva yang dimiliki oleh perusahaan (Sutrisno, 2000:266). ROA sering
disebut sebagai rentabilitas ekonomi memberikan informasi seberapa
efisien suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya. Rasio ini
menunjukan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam
keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor
(Riyanto, 1995). Rasio ini mengukur tingkat pengembalian investasi yang
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ROA
(Return On Assets) merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan secara
keseluruhan yang diperoleh dari penggunaan aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan.
(Kasmir, 2008)
2.2.9 Return On Equity (ROE)
Menurut Tandelilin (2001:240), ROE adalah rasio yang
menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba
yang bisa diperoleh oleh pemegang saham. Menurut Syamsuddin
(2004:64), ROE merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income)
yang tersedia bagi para pemilik perusahaan atas modal yang mereka
investasikan di dalam perusahaan. Menurut Mardiyanto (2009: 196) ROE
adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan
dalam menghasilkan laba bagi para pemegang saham. ROE dianggap
sebagai representasi dari kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan.
Menurut Riyadi (2006: 155) Return On Equity (ROE) adalah perbandingan
antara laba bersih dengan modal (modal inti) perusahaan. Menurut
Tambunan (2007: 179) ROE digunakan untuk mengukur rate of return
(tingkat imbalan hasil) ekuitas.. Menurut Harahap (2007: 156) ROE
digunakan untuk mengukur besarnya pengembalian terhadap investasi para
rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh
dari pengelolaan modal yang diinvestasikan oleh pemilik perusahaan. ROE
diukur dengan perbandingan antara laba bersih dengan total modal.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ROE
merupakan suatu cara untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba untuk para pemegang saham.
(Kasmir, 2008)
2.2.10 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001: 10) harga saham
dibentuk karena adanya pemintaan dan penawaran atas saham. Permintaan
dan penawaran tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang
sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri
dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro
seperti kondisi ekonomi negara, kondisi sosial dan politik, maupun
informasi-informasi yang berkembang, selanjutnya Husnan dan Pudjiastuti
(1998: 134) mengatakan apabila kemampuan perusahaan menghasilkan
laba meningkat, harga saham akan meningkat. Dengan kata lain,
profitabilitas akan mempengaruhi harga saham.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham dapat dibagi
menjadi tiga kategori, yaitu:
Merupakan faktor yang memberikan informasi tentang kinerja
perusahaan dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhinya.
Faktor-faktor ini meliputi:
a. Kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan operasional
perusahaan.
b. Prospek bisnis perusahaan di masa datang.
c. Prospek pemasaran dari bisnis yang dilakukan.
d. Perkembangan teknologi yang digunakan dalam kegiatan
operasi perusahaan.
e. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
2. Faktor yang bersifat teknis
Faktor teknis menyajikan informasi yang menggambarkan pasaran
suatu efek, baik secara individu maupun secara kelompok. Para analis
teknis dalam menilai harga saham banyak memperhatikan hal-hal
sebagai berikut:
a. Perkembangan kurs
b. Keadaan pasar modal
c. Volume dan frekuensi transaksi suku bunga
d. Kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham
perusahaan.
3. Faktor sosial politik
a. Tingkat inflasi yang terjadi
c. Kondisi perekonomian
d. Keadaan politik suatu Negara
Dalam penelitian ini, faktor analisis yang digunakan adalah faktor
fundamental. Dalam investasi saham para investor harus menganalisis
faktor - faktor yang mempengaruhi perubahan harga saham untuk
memprediksi harga saham di masa yang akan datang agar memperoleh
keuntungan. Analisis fundamental merupakan salah satu cara menilai
saham dengan mempelajari atau mengamati berbagai indikator terkait
kondisi ekonomi dan kondisi industri perusahaan termasuk berbagai
indikator keuangan dan manajemen perusahaan
2.2.11.Pengaruh Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham
Net Profit Margin merupakan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan penjualan yang dicapai
(Sutrisno, 2003:254). Menurut Bastian dan Suhardjono (2006: 299),
Semakin besar NPM, maka kinerja perusahaan akan semakin produktif,
sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan
modalnya pada perusahaan tersebut. Rasio ini menunjukkan berapa besar
persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar
rasio ini, maka dianggap semakin baik kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan laba yang tinggi. Hubungan antara laba bersih sesudah pajak
dan penjualan bersih menunjukkan kemampuan manajemen dalam
margin tertentu sebagai kompensasi yang wajar bagi pemilik yang telah
menyediakan modalnya untuk suatu resiko. Hasil dari perhitungan
mencerminkan keuntungan netto per rupiah penjualan. Para investor pasar
modal perlu mengetahui kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.
Menurut Syamsuddin (1998:62), merupakan rasio antara laba
bersih (net profit) yaitu penjualan sesudah dikurangi dengan seluruh
expenses termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. semakin tinggi
Net Profit Margin, semakin baik operasi suatu perusahaan dan akan
menaikkan harga saham. Suatu Net Profit margin dikatakan baik akan
sangat tergantung dari jenis industry. Menurut jurnal Rajio Suwahyono
dan Hening Widi Oetomo (2003) menunjukkan Net Profit Margin (NPM)
mempunyai pengaruh terhadap harga saham.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan jika
perbandingan antara laba bersih dari penjualan semakin besar profit
margin, maka semakin baik kegiatan operasional perusahaan. Rasio ini
adalah suatu indicator yang mempengaruhi harga saham, karena para
investor percaya bahwa nila suatu saham akan tergantung dari kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan bersihnya.
Pencapaian tingkat NPM yang tinggi akan menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan dan
2.2.12.Pengaruh Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham
ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan
bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Menurut Dendawijaya
(2003: 120) rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen
dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar
ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh
perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari
segi penggunaan asset.
Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) semakin tinggi rasio ini
maka semakin baik produktivitas asset dalam memperoleh keuntungan
bersih. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan daya tarik perusahaan
kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan
perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat pengembalian
akan semakin besar. Hal ini juga akan berdampak bahwa harga saham dari
perusahaan tersebut di Pasar Modal juga akan semakin meningkat
sehingga ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan.
Menurut Ang (1997:18.33), Semakin besar ROA menunjukkan kinerja
yang semakin baik, karena tingkat pengembalian yang semakin besar.
Menurut Astuti (2004:37), rasio ini mengukur pengembalian atas total
aktiva atau total investasi menunjukkan kinerja manajemen dalam
menggunakan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba. Perusahaan
penggunaan alternative dari dana tersebut. Sebagai salah satu ukuran
keefektifan, maka semakin tinggi hasil pengembalian akan semakin
efektiflah perusahaan dan akan meningkatkan harga saham.
Berdasarkan atas uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa ketika
semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktivitas asset dalam
memperoleh keuntungan bersih. Hal ini akan meningkatkan daya tarik
perusahaan kepada investor sehingga menjadikan perusahaan makin
diminati investor, karena tingkat pengembalian akan semakin besar maka
dapat berdampak pada harga saham akan semakin meningkat dari
perusahaan tersebut di Pasar Modal.
2.2.12.1.Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham
Return On Equity (ROE) menunjukkan tingkat pengembalian
terhadap modal pemilik jika menanamkan modalnya ke dalam perusahaan.
Tingkat pengembalian modal disini mempunyai kecenderungan dapat
mempengaruhi perilaku investor dalam berinvestasi. Para investor lebih
melihat seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam mengelola modal
sendiri untuk menghasilkan laba bersih. Menurut Husnan (1998:317), jika
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, harga saham
akan meningkat, dengan kata lain profitabilitas akan mempengaruhi harga
saham. Menurut Harahap (2007) Tingkat ROE memiliki hubungan yang
positif dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE semakin besar
pula harga saham karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa
akan tertarik untuk membeli saham tersebut dan hal itu menyebabkan
harga pasar saham cenderung naik. Menurut Riyadi (2006: 155), ROE
sangat penting bagi para pemegang saham dan calon investor, karena ROE
yang tinggi berarti para pemegang saham akan memperoleh dividen yang
tinggi pula dan kenaikan ROE akan menyebabkan kenaikan
saham.menurut Tambunan (2007: 179), Para analis sekuritas dan
pemegang saham umumnya sangat memperhatikan rasio ini, semakin
tinggi ROE yang dihasilkan perusahaan, akan semakin tinggi harga
sahamnya.
Menurut Syamsuddin (2004:74), Return On Equity mengukur
tingkat penghasilan bersih yang diperoleh oleh pemilik perusahaan atas
modal yang diinvestasikan semakin tinggi penghasilan yang diperoleh
semakin baik kedudukan perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapt disimpulkan jika suatu
perusahaan mempunyai tingkat ROE yang tinggi, maka investor
menganggap bahwa perusahaan tersebut telah menggunakan modal dengan
baik dimana akan membuat meningkatnya harapan investor akan
pendapatan yang diterima. Dengan adanya harapan meningkatnya ROE,
maka akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan
tersebut dimana hal tersebut akan menyebabkan harga saham meningkat di
2.3. Kerangka Konseptual
Kecenderungan harga saham yang berfluktuasi pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam indeks LQ 45
Permasalahan :
1. Apakah terdapat pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) dan Return On Equity
(ROE) secara serempak (bersama-sama) terhadap harga saham ?
2. Apakah terdapat pengaruh