• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Dan Return On Eqquity (ROE) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan Yang Tercantum Dalam Indeks LQ45.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Dan Return On Eqquity (ROE) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan Yang Tercantum Dalam Indeks LQ45."

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Oleh :

Agustine Permatasari 0812010019/FE/EM

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

(2)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Untuk Manajemen Skripsi S-1 Jurusan Manajemen

Diajukan Oleh :

Agustine Permatasari 0812010019/FE/EM

FAKULTAS EKONOMI

(3)

INDEKS LQ45

Yang diajukan

Agustine Permatasari 0812010019/FE/EM

Disetujui untuk ujian skripsi oleh :

Pembimbing Utama

Dr. Eko Purwanto, MSi Tanggal : ……..

NIP. 030 191 237

Mengetahui

Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”

Jawa Timur

(4)

DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERCANTUM DALAM

INDEKS LQ45

Disusun Oleh : Agustine Permatasari

0812010019/FE/EM

Telah Dipertahankan Dihadapan Dan Diterima Oleh Tim Penguji Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada Tanggal 24 Februari 2012

Pembimbing : Tim Penguji :

Pembimbing Utama Ketua

Dr. Eko Purwanto, Msi Dr. Eko Purwanto, Msi Sekretaris

Drs. RA Suwaidi, MS Anggota

Dra. Ec. Suhartuti, MM

Mengertahui Dekan fakultas Ekonomi

(5)

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan

hidayah-Nya yang diberikan kepada peneliti sehingga skripsi yang berjudul

“Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan Yang Tercantum Dalam Indeks LQ45”, dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Penyusunan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi syarat penyelesaian Studi

Pendidikan Strata Satu, Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi, Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan terima kasih kepada semua

pihak yang telah memberi bimbingan, petunjuk serta bantuan baik spiritual

maupun materiil, khususnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Sudarto, Mp selaku Rektor Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Dr. Dhani Ichsanudin Nur, SE, MM, selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Bapak Drs. Muhajir Anwar, Msi. Selaku Ka. Progdi Manajemen

Keuangan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

4. Dr. Eko Purwanto, Msi, selaku Dosen pembimbing Utama yang telah

memberikan bimbingan skripsi dan dukungan untuk penelitian sehingga

(6)

6. Ucapan terima kasih kepada mama, papa, bapak, ibu, serta keluarga yang

senantiasa memberikan do’a dan dukungan baik moral maupun materiil

dengan tulus ikhlas.

7. Ucapan kepada pak Andri Arthamex dan pak Rudi di IDX Surabaya

8. Teman geng the Bunthel (Ferry Madi, Vira (adek saya) dan Refi Tri

Puspitasari). Terimakasih karena kalian telah banyak membantu saya

dalam menyelesaikan skripsi saya hingga selesai. Serta Teman-teman yang

tidak bisa saya sebutkan satu per satu terima kasih banyak.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya atas semua bantuan

yang telah mereka berikan selama penyusunan skripsi ini.

Saya menyadari bahwa dengan terbatasnya pengalaman serta

kemampuan, memungkinkan sekali bahwa bentuk maupun isi skripsi ini

jauh dari sempurna. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran dari

berbagai pihak yang mengarah kepada kebaikan dan kesempurnaan skripsi

ini.

Sebagai penutup saya mengharapkan skripsi ini dapat memberikan

sumbangan kecil yang berguna bagi masyarakat, almamater, dan ilmu

pengetahuan.

Surabaya, Februari 2012

(7)

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

ABSTRAKSI ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 9

1.3. Tujuan Penelitian ... 10

1.4. Manfaat Penelitian ... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Penelitian terdahulu ... 12

2.2. Landasan Teori ... 14

2.2.1.Laporan Keuangan ... 14

2.2.1.1.Arti Penting Laporan Keuangan ... 14

2.2.1.2.Pihak – Pihak yang Berkepentinga terhadap posisi Keuangan ... 14

2.2.1.3.Pengertian Laporan Keuangan ... 14

2.2.1.4.Bentuk Laporan keuangan ... 15

(8)

2.2.3.Pasar Modal ... 18

2.2.3.1.Pengertian Pasar Modal ... 18

2.2.3.2.Fungsi Pasar Modal ... 19

2.2.3.3.Pelaku Pasar Modal ... 20

2.2.3.4.Bentuk Pasar Modal ... 22

2.2.3.5.Instrumen Pasar Modal ... 23

2.2.3.6.Peranan Pasar Modal ... 24

2.2.3.7.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasar Modal ... 25

2.2.4.Investasi ... 26

2.2.4.1.Pengertian Investasi ... 26

2.2.4.2.Proses Investasi ... 26

2.2.4.3.Manfaat Evaluasi Kinerja ... 24

2.2.4.4.Pengukuran Atau Penilaian Evaluasi Kinerja ... 25

2.2.5.Saham ... 27

2.2.5.1.Pengertian Saham ... 27

2.2.5.2.Jenis-Jenis Saham ... 28

2.2.5.3.Nilai Saham ... 31

2.2.5.4.Keuntungan Investasi Dalam bentuk Saham ... 32

(9)

2.2.8.Return On Assets (ROA) ... 38

2.2.9.Return On Equity (ROE) ... 39

2.2.10.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham ... 40

2.2.11.Pengaruh Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham ... 42

2.2.12.Pengaruh Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham ... 44

2.2.13.pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham ... 45

2.3. Kerangka Berfikir ... 47

2.4. Hipotesis ... 48

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Opearsional dan Pengukuran Variabel ... 49

3.2. Teknik Penentuan Sampel ... 51

3.3. Teknik Pengumpulan Data ... 52

3.4. Teknik pengolahan Data ... 53

3.5. Teknik Analisis Dan Uji Hipotesis ... 53

3.5.1. Teknik Analisis ... 53

3.5.2. Uji Hipotesis ... 54

(10)

4.1.1.Bursa Efek Indonesia ... 61

4.1.1.1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia ... 61

4.1.1.2. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia ... 64

4.1.1.3. Persyaratan Perusahaan Untuk Go Public ... 65

4.1.1.4. Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia ... 66

4.1.2. Gambaran Umum Perusahaan ... 66

4.1.2.1. PT. Aneka Tambang Tbk (Persero) ... 66

4.1.2.2. PT. Bumi Resources Tbk ... 67

4.1.2.3. PT. Energi mega Persada Tbk ... 68

4.1.2.4. PT. Internasional Nickel indonesia Tbk ... 69

4.1.2.5. PT. Medco Energi Internasional Tbk ... 70

4.1.2.6. PT. Bukit Asam (persero) Tbk ... 71

4.1.2.7. PT. Perusahaan Gas negara (Persero) Tbk ... 72

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian ... 78

4.2.1. Harga Saham ... 78

4.2.2. Data NPM (Net Profit Margin) ... 75

4.2.3. Data ROA (Return On Assets) ... 50

4.2.4. Data ROE (Return On Equity) ... 77

4.3. Deskripsi Hasil Analisis dan Uji Hipótesis ... 79

(11)

4.3.1.4. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 81

4.3.2. Analisis Regresi Berganda ... 84

4.3.3.Pengujian Hipotesis ... 86

4.3.3.1. Uji Parsial NPM (Net Profit Margin), ROA

(Return On Assets) Dan ROE (Return On

Equity)Terhadap Harga Saham ... 66

4.3.3.2. Uji Simultan NPM, ROA dan ROE Terhadap

Harga Saham ... 88

4.3.3.3. Koefisien Determinasi ... 89

4.4. Pembahasan ... 90

4.4.1. Pengaruh Simultan NPM (Net Profit Margin), ROA

(Return On Assets) dan ROE (Return On Equity )

Terhadap Harga Saham ... 90

4.4.2. Pengaruh Parsial NPM (Net Profit Margin), ROA

(Return On Assets) dan ROE (Return On Equity)

Terhadap Harga Saham ... 92

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ... 99

5.2. Saran ... 100

(12)

(Persero)Tbk Yang Tercantum Dalam Indeks LQ45 ... 6

Tabel 4.1. Hasil Harga Saham Pada Perusahaan Petambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 74

Tabel 4.2. Hasil NPM (Net Profit Margin) Pada Perusahaan Pertambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 75

Tabel 4.3. Hasil ROA (Return On Assets) Pada Perusahaan Petambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 76

Tabel 4.4. Hasil ROE (Return On Equity) Pada Perusahaan Petambangan Yang Go Public Periode Tahun 2006-2010 ... 78

Tabel 4.5. Hasil Pengujian Normalitas ... 79

Tabel 4.6. Hasil Pengujian Autokorelasi ... 90

Tabel 4.7. Hasil Pengujian Multikolinieritas ... 81

Tabel 4.8. Hasil Uji Hetoroskedastisitas ... 82

Tabel 4.9. Besarnya Pengaruh Variabel NPM (Net Profit Margin) (X1) Dan ROA (Return On Assets) (X2) ROE (Return On Equity) (X3) Terhadap Harga Saham (Y) ... 84

Tabel 4.10. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ... 85

Tabel 4.11. Hasil Pengujian Hipotesis (uji t) ... 87

(13)
(14)

Agustine Permatasari

Abstrak

Pasar modal merupakan sarana bagi pihak yang mempunyai kelebihan dana untuk melakukan investasi dalam jangka menengah ataupun jangka panjang. Investasi pasar modal perlu memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar bisa mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak untuk dipilih. Harga dari saham atau efek lainnya berfluktuasi sesuai dengan penawaran dan permintaan terhadap faktor yang bersangkutan. Diantara saham – saham yang ada di pasar modal Indonesia, saham LQ 45 yang ada di Bursa Efek Indonesia merupakan banyak diminati oleh para investor. Investor

saham mempunyai kepentingan terhadap informasi tentang Net Profit Margin

(NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dalam melakukan

penentuan harga saham. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara empiris pengaruh NPM, ROA dan ROE terhadap harga saham perusahaan tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45.

Populasi yang dijadikan objek penelitian adalah laporan keuangan perusahaan yang meliputi neraca dan rugi laba perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ 45 dari periode 2006 sampai dengan 2010, yang berjumlah 11 perusahaan. Dari sejumlah populasi yang dijadikan obyek penelitian diambil sampel sebanyak 7 perusahaan pertambangan yang terdaftar pada BEI.

Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini adalah purposive

sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Untuk mengetahui pengaruh Net

Profit Margin, Return On Assets dan Return On Equity terhadap harga saham dapat diketahui dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil dari penelitian ini adalah Net Profit Margin (NPM) tidak mampu

meningkatkan harga saham pada perusahaan pertambangan. Return On Assets

(ROA) mampu meningkatkan harga saham pada perusahaan pertambangan dan

Return On Equity (ROE) tidak mampu meningkatkan harga saham pada

perusahaan pertambangan.

Kata kunci : Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Return On

(15)

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi seperti sekarang ini persaingan dalam dunia

usaha semakin ketat dan perkembangan perekonomian yang didukung oleh

peningkatan komunikasi, persaingan tersebut terjadi di semua bidang usaha.

Lingkungan usaha yang semakin kompetitif merupakan tantangan bagi setiap

perusahaan untuk memenangkan persaingan tersebut, cara yang paling mudah

adalah dengan meningkatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki dan

menerapkan perbaikan secara terus menerus pada setiap aspek organisasinya

guna meningkatkan nilai perusahaan.

Pengembangan pasar modal sangat diperlukan dalam

perekonomian Indonesia saat ini. Pasar modal merupakan sarana bagi pihak

yang mempunyai kelebihan dana untuk melakukan investasi dalam jangka

menengah ataupun jangka panjang. Investasi pasar modal perlu memiliki

sejumlah informasi yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar bisa

mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak untuk dipilih. Di

dalam pasar modal, investor dapat membeli dan menjual saham atau efek

lainnya. Harga dari saham atau efek lainnya berfluktuasi sesuai dengan

penawaran dan permintaan terhadap factor yang bersangkutan. Adapun faktor

fundamental yang ingin dituju oleh setiap pasar modal adalah adanya

keterbukaan informasi secara lengkap dan akurat bagi calon emiten yang

(16)

perusahaan. Harga dari saham atau efek merupakan barometer dari

pandangan mereka mengenai masa depan industry dan ekonomi pada

umumnya. Penilaian saham secara akurat bisa meminimalkan resiko sekaligus

membantu investor mendapatkan keuntungan wajar.

Salah satu tolok ukur peningkatan nilai perusahaan adalah dengan

peningkatan harga saham. Tetapi hal tersebut tidak mudah untuk dicapai

karena hampir setiap saat terjadi fluktuasi harga saham. Persoalan yang

timbul adalah sejauh mana perusahaan mampu menpengaruhi harga saham di

pasar modal, dan variabel apa saja yang dapat dijadikan indikator sehingga

memungkinkan perusahaan untuk mengendalikannya dan tujuan

meningkatkan nilai perusahaan akan tercapai.

Perkembangan pasar modal di Indonesia telah menjadi salah satu

alternative dan saran investasi yang menarik bagi para pelaku pasa modal,

salah satu instrument yang diperdagangkan dipasar modal adalah saham.

Diantara saham – saham yang ada di pasar modal Indonesia, saham LQ 45

yang ada di Bursa Efek Indonesia merupakan banyak diminati oleh para

investor. Hal ini dikarenakan saham LQ 45 memiliki kapitalisasi tinggi serta

frekuensi perdagangan yang tinggi sehingga prospek pertumbuhan dan

kondisi keuangan saham baik. Namun demikian, saham LQ 45 merupakan

saham yang aktif sehingga terus – menerus dapat mengalami perubahan

harga. Oleh karena investasi yang dilakukan menyangkut kelangsungan dan

(17)

mengetahui seberapa besar risiko yang ditanggung oleh para pemegang

saham, sehingga dapat digunakan untuk mengantisipasi perubahan harga

saham yang dapat terjadi di Bursa Efek Indonesia.

Investasi di pasar modal sekurang–kurangnya perlu memperhatikan

dua hal yaitu keuntungan yang diharapkan dan resiko yang mungkin terjadi.

Investasi dalam bentuk saham menjanjikan keuntungan sekaligus resiko.

Semakin besar return yang diharapkan, semakin besar pula peluang resiko

yang terjadi. Variasi harga saham ditentukan oleh banyak factor. Usman

(1997), faktor yang memperngaruhi terhadap harga saham dapat dibagi

menjadi tiga kategori. Yaitu faktor fundamental, faktor teknis, faktor sosial,

ekonomi dan politik.

1. Factor fundamental

Informasi yang berkaitan dengan keadaan perusahaan, kondisi umum

industri yang sejenis dan faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi dan

prospek perusahaan tersebut di masa yang akan datang, misalnya

perubahan – perubahan peraturan pemerintah.

2. Factor teknis

Infomasi ini mencerminkan kondisi perdagangan efek, fluktuasi kurs,

volume transaksi. Informasi sangat penting bagi para pemodal untuk

menentukan kapan suatu efek harus dibeli, dijual atau ditukar dengan efek

(18)

3. Factor sosial, ekonomi, politik

Tingkat inflasi, kebijakan moneter, musim, neraca pembayaran dan

APBN, kondisi ekonomi, kondisi politik.

Bolten dan Weigand (1998: 77-84, dalam Mulyono 2000: 100)

mengatakan bahwa ekspektasi untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar

di masa mendatang berpengaruh positif terhadap harga saham. Variasi harga

saham ditentukan oleh banyak faktor, baik yang berasal dari lingkungan

eksternal maupun internal perusahaan.

Ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan

pertambangan yang tercantum dalam emiten LQ 45. Indeks LQ 45 sebagai

salah satu indikator indeks saham di BEI, dapat dijadikan acuan sebagai bahan

untuk menilai kinerja perdagangan saham. Indeks ini hanya terdiri dari 45

saham yang telah terpilih setelah melalui beberapa kriteria pemilihan sehingga

akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas tinggi. Perusahaan

pertambangan di Indonesia menjadi sasaran utama bagi para investor. Hal ini

dikarenakan harga saham yang terus meningkat. Memilih industri

pertambangan sebagai objek penelitian karena industri ini adalah industri yang

memiliki kemungkinan terbesar untuk berkembang, sebagaimana fakta bahwa

Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang menarik minat para

investor untuk menanamkan dananya.

Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Co-Chairman Indonesian

(19)

saat terjadi krisis keuangan yang sempat melanda Indonesia, namun industri

ini tidak terlalu parah terkena imbasnya. Alasan lain adalah untuk melengkapi

penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang telah meneliti sektor industri

yang lain.

Informasi tentang fluktuasi harga saham sangat penting bagi

investor untuk dijadikan pertimbangan dalam penelitian ini pada perusahaan

Pertambangan. Terdapat 7 perusahaan pertambangan yang go public yang

tercantum dalam Indeks LQ45 tahun 2006 - 2010 Berikut ini di sajikan data

harga saham tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode

2006 – 2010 :

Tabel 1.1.

Harga Saham pada Perusahaan Pertambangan yang Tercantum dalam Indeks LQ45

Periode tahun

(dalam rupiah)

No Nama perusahaan

2006 2007 2008 2009 2010

1. PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk 5506 7594 2494 1870 2241

2. PT. Bumi Resources Tbk 825 2858 5229 1956 2222

3 PT. Energi Mega Persada Tbk 675 895 805 258 130

4. PT. International Nickel Indonesia Tbk 21363 62729 5016 3490 4346

5. PT. Medco Energi International Tbk 3806 4069 3679 2647 3035

6. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 11188 11308 8540 8706 7229

7. PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 2986 6473 10940 11942 18204

Dari data yang diperoleh peneliti mengenai harga saham masing –

(20)

LQ45 juga mengalami perubahan setiap bulannya untuk masing – masing

periode 2006 sampai dengan 2010. Hal ini menunjukkan adanya harga saham

pada beberapa perusahaan pertambangan yang tercantum dalam indeks LQ 45

cenderung mengalami penurunan. Oleh karena itu, perubahan saham menjadi

hal yang penting untuk diperhatikan oleh para pelaku dalam pasar saham baik

dari para modal atau emiten dan harga pasar saham baik dari para modal atau

emiten dan harga pasar saham terbentuk dari adanya kekuatan permintaan

serta penawaran di pasar modal.

Informasi tentang fluktuasi harga saham sangat penting bagi investor

untuk dijadikan pertimbangan dalam penelitian ini pada perusahaan

Pertambangan. Berikut ini di sajikan data harga saham tahunan perusahaan

pertambangan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk periode 2006 – 2010 :

Tabel 1.2.

Harga Saham pada Perusahaan Pertambangan PT. Aneka Tambang (Persero)Tbk yang Tercantum dalam Indeks LQ45

Periode Tahun (dalam Rupiah) No Bulan

2006 2007 2008 2009 2010

1 Januari 4275 7800 3575 1110 2125

2 Februari 4025 9100 4100 1200 2075

3 Maret 4350 11850 3350 1090 2400

4 April 5750 15600 3500 1430 2450

5 Mei 4450 14000 3250 1980 2025

6 Juni 4625 12550 3175 2025 1940

7 Juli 5200 2700 2475 2200 2100

8 Agustus 5400 2250 1890 2275 2075

9 September 5500 2775 1460 2450 2375

10 Oktober 6950 3350 1040 2275 2550

11 November 7550 4675 1020 2200 2325

(21)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui harga saham perusahaan

tambang PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk, harga saham LQ 45 pada

perusahaan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk, mengalami perubahan setiap

bulannya untuk masing–masing periode 2006 sampai dengan 2010.

Berdasarkan data tersebut dapat diduga bahwa naik turunnya harga saham

dipengaruhi oleh bagaimana para investor menghargai saham pada perusahaan

tersebut dilihat pada perkembangan perusahaan. Apabila perusahaan tersebut

laju perkembangannya mengalami kemunduran atau sering mengalami

kerugian maka para investor tersebut akan membeli saham dengan harga yang

murah atau rendah, begitupun sebaliknya apabila laju perkembangan

perusahaan tersebut mengalami kemajuan dengan hasil yang baik maka para

investor akan membeli saham dengan harga yang tinggi pula. Hal tersebut

juga ditunjang dengan pernyataan di surat kabar Kompas yang dikutip pada

tanggal 30 Agustus 2008 laba bersih PT Aneka Tambang Tbk atau Antam

turun cukup tajam menyusul melemahnya harga nikel dunia. Sepanjang

semester I-2008, Antam hanya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp

1,465 triliun atau turun 49 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama

tahun 2007 sebesar Rp 2,873 triliun. Penurunan itu terutama disebabkan

merosotnya harga nikel seiring melemahnya permintaan global. Hal itu

diperparah kenaikan biaya produksi menyusul naiknya harga bahan bakar

minyak dan harga sejumlah material. Adanya rugi selisih kurs senilai Rp 95

miliar ikut mendorong penurunan laba bersih Antam. Selama semester I-2008,

(22)

31 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007. Harga jual

bijih nikel juga turun 22 persen menjadi 63,76 dollar AS per metrik ton.

Turunnya permintaan global itu, juga mengakibatkan volume penjualan bijih

nikel kadar rendah Antam turun 22 persen menjadi 1,55 juta metrik ton pada

semester I-2008.

Hal ini menunjukkan harga saham LQ 45 berfluktuasi. Oleh karena itu,

perubahan saham menjadi hal yang penting untuk diperhatikan oleh para

pelaku dalam pasar saham baik dari para modal atau emiten dan harga pasar

saham baik dari para modal atau emiten dan harga pasar saham terbentuk dari

adanya kekuatan permintaan serta penawaran di pasar modal.

Investor saham mempunyai kepentingan terhadap informasi tentang

Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE)

dalam melakukan penentuan harga saham. Karena itu, perlu untuk mengkaji

pengaruh Net Profit Margin, Return on Assets, Return on Equity terhadap

harga saham, mengingat pasar modal Indonesia semakin menuju ke arah yang

efisien sehingga informasi yang relevan bisa digunakan sebagai masukan

untuk menilai harga saham.

Menurut Syamsuddin (1998:62), Net Profit Margin (NPM) merupakan

rasio antara laba bersih (net profit) yaitu penjualan sesudah dikurangi dengan

seluruh expenses termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. semakin

tinggi Net Profit Margin, semakin baik operasi suatu perusahaan dan akan

(23)

Dalam penelitian ini difokuskan pada Return on Assets (ROA) merupakan

mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat

kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset yang

tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset, yang berarti

efisiensi manajemen. Semakin tinggi ROA maka semakin besar kemampuan

membayar seluruh kewajiban termasuk di dalamnya adalah membayar dividen,

capital gain, hak suara dan tingkat pengembalian saham. (Husnan, 1993 : 4).

Menurut Syamsuddin (2004:74), Return On Equity (ROE) merupakan suatu

pengukuran dari penghasilan yang tersedia bagi para pemilik perusahaan atas

modal yang mereka investasikan di dalam perusahaan. Semakin tinggi return atau

penghasilan yang diperoleh semakin baik kedudukan pemilik perusahaan. Jadi

dapat disimpulkan bahwa makin tinggi angka NPM, ROA, dan ROE maka

fundamental juga akan semakin baik dan bisa menaikkan harga saham.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka peneliti mengambil

judul “PENGARUH NET PROFIT MARGIN (NPM), RETURN ON ASSETS

(ROA), DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN yang TERCANTUM DALAM INDEKS LQ45”.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan

(24)

1. Apakah Net Profit Margin ( NPM ) mempunyai pengaruh terhadap harga

saham pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ45

?

2. Apakah Return On asset ( ROA ) mempunyai pengaruh terhadap harga

saham pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ45

?

3. Apakah Return On Equity ( ROE ) mempunyai pengaruh terhadap harga

saham pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam Indeks LQ45

?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan permasalahan di atas, maka

tujuan penelitian ini adalah :

1. Menguji secara empiris pengaruh NPM terhadap harga saham perusahaan

tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45

2. Menguji secara empiris pengaruh ROA terhadap harga saham perusahaan

tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45

3. Menguji secara empiris pengaruh ROE terhadap harga saham perusahaan

tambang yang tercantum dalam Indeks LQ45

1.4. Manfaat Penelitian

Penyusunan skripsi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

berbagai pihak, antara lain :

(25)

Diharapkan dapat memberikan pertimbangan dan masukan bagi

perusahaan dalam mengambil keputusan dalam menginvestasikan dananya

dan dapat menjadi referensi yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja

perusahaan.

2. Bagi investor

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan bahan evaluasi

dan informasi dalam mengambil keputusan investasi saham.

3. Bagi ilmu pengetahuan

Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang secara teoritis telah

dipelajari diperkuliahan dan diharapkan dapat dijadikan dasar untuk

(26)

2.1. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang yang digunakan sebagai awal penulisan ini

adalah penelitian dari :

1. Dhita Ayudia Wulandari (2009) tentang “ANALISIS FAKTOR

FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM INDUSTRI

PERTAMBANGAN DAN PERTANIAN DI BEI”. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa pada Industri Pertambangan terdapat pengaruh

signifikan baik secara simultan maupun parsial atau bisa dikatakan semua

variabel independen secara bersama – sama berpengaruh terhadap harga

saham. Pada Industri Pertanian hanya variabel EPS, PER, BVS, ROI,

PBV, DER, serta Beta yang secara bersama – sama maupun secara

individu berpengaruh terhadap harga saham. Naik turunnya harga saham

yang diperdagangkan di lantai bursa ditentukan oleh kekuatan pasar.

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian Dhita

Ayudia Wulandari adalah sama – sama meneliti tentang pengaruh ROA

dan ROE. Perbedaannya adalah Dhita Ayudia Wulandari meneliti variabel

– variabel faktor fundamental ( EPS, PER, BVS, ROI, PBV, DER dan

Resiko Sistematis ) dan tidak meneliti tentang variabel Net Profit Margin

(27)

2. Indah Nurmalasari (2009) tentang “ANALISIS PENGARUH RASIO

PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM EMITEN LQ45

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

2005-2008”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang

signifikan baik secara simultan atau parsial antara Return on Assets

(ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan (Earning

per Share (EPS) terhadap harga saham Emiten LQ45 yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia.

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian Indah

Nurmalasari adalah sama – sama meneliti tentang pengaruh NPM, ROA,

dan ROE. perbedaannya adalah Indah Nurmalasari meneliti tentang

variabel EPS.

3. Ucok Saut Timbul,SE dan Dr. Widyo Nugroho, MM. (2009) tentang

“ANALISIS PENGARUH EVA,ROA,ROE DAN PERSENTASE

KEPEMILIKAN MODAL SAHAM ASING TERHADAP HARGA

SAHAM PERBANKAN DI BEI”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama (simultan)

variabel bebas yaitu EVA ( Economic Value Added ), ROA ( Return On

Asset ), ROE( Return On Equity ) dan PKMSA ( Persentase Kepemilikan

Modal Saham Asing ) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan

secara bersama-sama terhadap Harga Saham. Sedangkan variabel yang

tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham

(28)

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian Ucok

Saut Timbul,SE dan Dr. Widyo Nugroho, MM. adalah sama – sama

meneliti pengaruh ROA dan ROE. Perbedaannya adalah Ucok Saut

Timbul,SE dan Dr. Widyo Nugroho, MM. meneliti variabel EVA dan

PKMSA ( Persentase Kepemilikan Modal Saham Asing ).

2.2. Landasan Teori 2.2.1. Laporan Keuangan

2.2.1.1. Arti Penting Laporan Keuangan

Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah

sebagai alat penguji dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk

laporan keuangan tidak hanya sebagai dasar untuk dapat menentukan atau

menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa

tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan

(Munawir, 2002 : 1)

2.2.1.2.Pihak yang Berkepentingan Terhadap Posisi Keuangan

Pihak – pihak tersebut adalah para pemilik perusahaan, manajer

perusahaan yang bersangkutan, kreditur, banker, para investor dan

pemerintah (Munawir, 2002:2).

2.2.1.3.Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi

yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data

(29)

berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Menurut

Myer dalam bukunya Financial Analysis mengatakan bahwa yang

dimaksud dengan laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh

akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu

adalah daftar neraca dan daftar rugi laba. Pada waktu akhir – akhir ini

sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan untuk menambahkan daftar ketiga

yaitu laba ditahan (Munawir, 2002:5).

2.2.1.4.Bentuk Laporan Keuangan A. Neraca

Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari

suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah untuk

menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal

tertentu, biasanya pada waktu dimana buku – buku ditutup dan

ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender,

sehingga neraca sering disebut dengan Balance Sheet (Munawir,

2002:13)

Bentuk Neraca :

 Skonto

Dimana semua aktiva terncantum sebelah kiri/debet dan hutang

sebelah kanan/ Kredit

(30)

Dalam bentuk ini semua aktiva Nampak dibagian atas yang

selanjutnya diikuti dengan hutang jangka pendek, hutang

jangka panjang, modal.

 Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi

keuangan perusahaan.

(Munawir, 2002:20)

B. Laporan Laba Rugi

Merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan,

biaya rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode

tertentu (Munawir, 2002:26).

Bentuk Laporan Rugi Laba

 Bentuk Single Step yaitu dengan menggabungkan semua

penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam

satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi laba bersih

hanya memerlukan satu langkah yaitu mengarangkan total

biaya terhadap total penghasilan.

 Bentuk Multiple Step yaitu bentuk ini dilakukan

pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang

(31)

2.2.2. Analisis Laporan Keuangan

2.2.2.1.Tujuan Analisa Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk

memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil

yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Datan keuangan

tersebut akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila

data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih. Dan analisa

lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akannn dapat mendukung

keputusan yang akan diambil (Munawir, 2002:31).

2.2.2.2. Dasar Pembandingan Analisa Laporan Keuangan

a. Perbedaan letak perusahaan dengan tingkat harga dan biaya operasi yang

berbeda-beda, seperti besar kecilnya perusahaan.

Time Interest Ratio = EBIT : pembayaran Bunga

Cash Coverage Ratio = (EBIT + depresiasi) : pembayaran bunga

b. Liquidity Ratio mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial yang berjangka pendek tepat pada waktunya.

Current Ratio = Aktiva lancer : kewajiban lancer

Quick Ratio = (aktiva lancer – persediaan) : kewajiban lancer

Cash Ratio = [(kas + sekuritas) : hutang lancar] x 100%

c. Efficiency Ratio mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menggunakan assets untuk memperoleh penjualan.

(32)

Day Sales Outsanding Ratio = [(piutang) / (penjualan / 360)]

Fixed Asset Turnover Ratio = penjualan : aktiva tetap

Total Asset Turnover Ratio = penjualan : total aktiva

d. Profitability Ratio mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba baik hubungannya dengan penjualan, assets maupun

laba bagi modal sendiri

Return on Assets = EAT : total aktiva

Return on Equity = EAT : modal sendiri

Net Profit Margin = EAT : penjualan

2.2.3.Pasar Modal

2.2.3.1.Pengertian Pasar Modal

Ada beberapa pengertian tentang pasar modal. Menurut Darmadji

(2001 : 01), Pasar modal adalah pasar untuk berbagi instrument keuangan

jangka panjang yang bisa diperjualbelikan baik dalam bentuk utang atas

modal sendiri. Sedangkan menurut Husnan (1998 : 3) secara formal pasar

modal didefinisikan sebagai instrument keuangan jangka panjang yang

bisa diperjualbelikan baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri,

baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.

Menurut Tandelilin (2001 : 14) pasar modal adalah pertemuan

antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang

membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Dengan

(33)

memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari

satu tahun.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar modal

merupakan tempat bertemunya para investor untuk memperjualbelikan

sekuritas dalam waktu jangka panjang.

2.2.3.2. Fungsi Pasar Modal

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001 : 2), manfaat pasar modal

adalah

1. Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha

sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal

2. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus meningkatkan

upaya diversifikasi

3. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai ke masyarakat menengah

4. Penyebaran kepemilikan perusahaan, keterbukaan dan profesionalisme

5. Menciptakan iklim berusaha yang sehat

6. Menciptakan lapangan pekerjaan

7. Memberikan kesempatan kepada perusahaan yang sehat dan

mempunyai prospek

8. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan

resiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan

9. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan

pemanfaat manajemen professional

(34)

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikatakan bahwa fungsi dari

pasar modal itu sendiri adalah menjadi salah satu tempat alternative

penghimpunan dana bagi perusahaan baik dana jangka panjang ataupun

jangka pendek yang memberikan potensi untuk mendapatkan keuntungan,

melalui pasar modal perusahaan.

2.2.3.3. Pelaku Pasar Modal

Menurut Usman (1990:27), pelaku pasar modal adalah :

1. Emiten

Emiten merupakan perusahaan yang mengeluarkan sekuritas (saham)

2. Pemodal / Investor

Pemodal tersebut dapat dibagi menjadi 4 kelompok :

a. Pemodal yang bertujuan memperoleh dividen

Bagi kelompok ini, pembagian dividen lebih penting daripada

keinginan untuk memperoleh kenaikan harga saham (capital gain)

b. Pemodal yang bertujuan berdagang

Fluktuasi harga saham yang tergantung pada kekuatan pasar

menjadikan pemodal untuk mengambil posisi sebagai pedagang.

Mereka membeli saham pada saat harga jatuh dan menjualnya

ketika harga saham naik.

c. Kelompok yang berkepentingan dalam pemilikan perusahaan

Pemodal ini cenderung memilih saham perusahaan yang memiliki

(35)

d. Kelompok speculator

Kelompok ini menyukai perusahaan yang sedang berkembang

karena dianggap bisa berkembang dengan baik.

3. Lembaga Penunjang

a. Penjamin Emisi

Merupakan lembaga yang diminta oleh emiten untuk menjamin

agar penerbitan sekuritas di pasar perdana terjual semua.

b. Penanggung (Guarantor)

Posisi penanggung adalah sebagai penengah antara yang

memberikan kepercayaan dana dan yang membutuhkan

kepercayaan.

c. Wali Amanat (Trustee)

Jasa wali amanat diperlukan pada emisi obligasi. Lembaga ini

bertindak sebagai wali dari si pemberi amanat. Pemberi amanat

adalah pemodal. Jadi wali amanat mewakilkan kepentingan modal.

d. Perantara perdagangan efek (Pialang, broker)

Merupakan pihak yang menawarkan jasa untuk menjualbelikan

saham dan memberikan informasi emiten kepada para calon

pembeli saham.

e. Pedagang efek (dealer)

Pihak yang melakukan transaksi jual beli saham dimana bila harga

efek naik atau turun yang mendapat keuntungan atau kerugian

(36)

f. Perusahaan Surat Berharga (Securities Cmpanies)

Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam perdagangan saham –

saham yang tercatat di Bursa Efek.

g. Perusahaan Pengelolaan Dana (Investment Company)

Perusahaan yang menolong pemodal jika mereka kesulitan dalam

menghitung resiko yang dihadapi.

h. Kantor (Biro) Administrasi Efek

Merupakan pihak yang melaksanakan aktifitas yang diminta oleh

emiten ataupun pemodal.

2.2.3.4. Bentuk Pasar Modal

Dalam perdagangan efek dikenal 2 macam pasar, yaitu :

a.Pasar Perdana

Pasar Perdana adalah bursa tempat perusahaan pertama kali

menerbitkan dan menjual saham baru untuk menambah modalnya

(Weston, Bringham, 1993:73). Menurut Tandelilin (2001:35), pasar

perdana adalah pasar dimana untuk pertama kalinya sekuritas baru

dijual kepada investor oleh emiten.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar

perdana merupakan tempat dikeluarkannya saham untuk pertama kali.

b.Pasar Sekunder

Pasar sekunder adalah bursa tempat sekuritas dan aktiva

(37)

sekunder adalah pasar dimana para investor memperdagangkan saham

dari pasr perdana.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar

sekunder adalah pasar yang memperdagangkan saham dari saham

perdana.

Ada 2 (dua) tempat terjadinya pasar sekunder, yaitu :

1) Bursa Reguler

Bursa Reguler adalah bursa efek resmi yang menempati suatu

tempat yang terorganisasi dalam arti memiliki lokasi pusat

dimana sekuritas itu diperdagangkan.

2) Bursa Paralel (Over The Counter Market / OTC)

Bursa Paralel adalah semua kegiatan penjualan dan pembelian

surat berharga yang tidak terjadi di bursa saham, tetapi tersebar

diantara kantor para broker atau dealer.

2.2.3.5. Instrumen Pasar Modal

Sekuritas yang diperjualbelikan dipasar modal tidak hanya jenis

saham saja. Menurut Tandelilin (2001:18), sekuritas yang biasanya

diperdagangkan adalah saham, obligasi, reksadana dan instrument

derivative.

1.Saham

Merupakan surat bukti kepemilikan atas asset – asset perusahaan yang

menerbitkan saham. Dengan memilik saham, maka investor maka

(38)

2.Obligasi

Obligasi merupakan sekuritas yang memberikan pendapatan dalam

jumlah tetap kepada pemiliknya.

3.Reksadana

Reksadana atau mutual fund adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa

pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada perusahaan reksadana

untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar modal.

4.Instrument Derivatif

Instrument Derivatif merupakan sekuritas yang nilainya merupakan

turunan dari sekuritas lain, sehingga nilai instrument derivative sangat

tergantung dari hasil seuritas lain yang ditetapkan sebagai patokan.

2.2.3.6. Peranan Pasar Modal

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001:2) peranan pasar modal

menjalankan dua fungsi, yaitu :

1.Fungsi Ekonomi

Merupakan pasar yan menyediakan fasilitas atau wahana yang

mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan

dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Maka

dengan adanya pasar modal pihak yang memiliki kelebihan dana dapat

menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh imbalan

(return) sedangkan pihak issuer dapat memanfaatkan dana tersebut

(39)

2. Fungsi Keuangan

Merupakan pasar modal yang memberikan kemungkinan dan

kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dan sesuai

dengan karakteristik investasi yang dipilih.

2.2.3.7.Faktor Yang Mempengaruhi Pasar Modal

Menurut Husnan (1998:6), factor yang mempengaruhi

keberhasilan pasar modal :

1. Supply sekuritas, dimana banyak perusahaan yang bersedia

menerbitkan sekuritas di pasar modal

2. Demand sekuritas, dimana terdapat anggota masyarakat yang

memiliki jumlah dana yang cukup besar untuk dipergunakan

membeli sekuritas yang ditawarkan.

3. Kondisi politik dan ekonomi, merupakan syarat perkembangan

dunia bisnis.

4. Masalah hukum dan peraturan, merupakan peraturan yang

melindungi para pemodal dari kecurangan (abuse) pihak emiten.

5. Peran lembaga pendukung pasar modal seperti BAPEPAM, calon

emiten, bursa efek, pialang, underwriter, akuntan, ahli hukum, dan

sebagainya harus bisa bekerja secara professional untuk

(40)

2.2.4. Investasi

2.2.4.1.Pengertian Investasi

Menurut Tandelilin (2001:3), Investasi merupakan komitmen atas

sejumlah dana atau sumber dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan

pada saat ini dengan tujuan mendapatkan sejumlah keuntugan di masa

yang akan datang. Sedangkan menurut Arifin (2005:21), Investasi adalah

kegiatan menunda konsumsi untuk mendapatkan (nilai) konsumsi yang

lebih besar di masa yang akan datang.

Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa investasi

adalah dana atau sumber dana yang digunakan untuk mendapatkan

keuntungan di masa yang akan datang.

2.2.4.2. Proses Investasi

Menurut Husnan (1998:12), Pasar investasi menunjukkan

bagaimana pemodal seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas

seperti seberapa banyak investasi tersebut dan kapan investasi dilakukan,

proses tersebut adalah :

a. Menentukan kebijakan investasi

Pemodal perlu menentukan apa tujuan investasinya, dan berapa banyak

investasi tersebut akan dilakukan.

b. Analisis Sekuritas

Pemodal melakukan analisis dengan menggunakan analisis

(41)

fundamental untuk memperkirakan harga saham di masa yang akan

datang.

c. Pembentukan Portofolio

Merupakan identifikasi sekuritas mana yang akan dipilih, dan berapa

proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing – masing sekuritas

tersebut.

d. Melakukan revisi portofolio

Merupakan pengulangan terhadap tiga tahap sebelumnya.

e. Evaluasi kinerja portofolio

Pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio baik dalam

aspek tingkat keuntungan yang didapat ataupun resiko yang

ditanggung.

Investasi dilakukan untuk memperoleh pendapatan. Seseorang akan

tertarik untuk menginvestasikan dananya dalam suatu asset. Jika asset

trsebut memberikan keuntungan yang memadai, keuntungan yang didapat

adalah kenaikan saham.

2.2.5.Saham

2.2.5.1. Pengertian Saham

Menurtu Darmadji dan Fakhruddin (2001:5) saham merupakan salah

satu jenis sekuritas yang cukup diperjualbelikan di pasar modal. Porsi

kepemilikan yang ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang

ditanamkan di perusahaan tersebut. Wujud saham adalah selembar kertas

(42)

perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Sedangka menurut

Tandeliln (2001:18) saham merupakan surat bukti bahwa kepemilikan atas

asset – asset perusahaan yang menerbitkan saham.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa saham merupakan

sekuritas berupa surat tanda kepemilikan atas asset-aset perusahaan yang

diperjualbelikan di pasar modal.

2.2.5.2.Jenis – Jenis Saham

Saham merupakan surat berharga yang paling popular dan dikenal

luas di masyarakat, maka saham dapat terbagi atas :

1.Saham Biasa (Common Stock)

Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior

terhadap pembagian dividend dan hak atas harta kekayaan perusahaan

apabila perusahaan tersebut dilikuidasi (Darmadji dan Fakhruddin,

2001:6). Menurut Jogiyanto (2000:73), saham biasa adalah saham

dikeluarkan perusahaan dalam satu kelas saham saja.

Apabila ditinjau dari kinerja perdagangan maka saham biasa dapat

dikategorikan atas :

a.Blue-chip stocks / LQ 45

Merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi

tinggi, sebagai leader di industry sejenis, memiliki pendapatan yang

(43)

b.Income Stocks

Merupakan saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan

membayar dividen lebuh tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan

pada tahun sebelumnya.

c.Growth Stocks

Merupakan saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan

yang tinggi, sebagai leader di industry sejenis yang mempunyai reputasi

tinggi.

d.Speculative Stocks

Merupakan saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten

memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai

kemungkinan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang, meskipun

belum pasti

e.Counter Cyclical Stocks

Merupakan saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro

maupun situasi bisnis secara umum.

2.Saham Preferen

Merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara

obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap,

tetapi juga biasa tidak mendapatkan hasil seoerti yang dikehendaki

investor. Menurut Jogiyanto (2006:67), saham preferen merupakan saham

yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Adapun

(44)

a. Convertible preferren stocks

Merupakan saham yang memungkinkan pemegangnya untuk

menukar saham ini denga saham biasa rasio penukaran yang sudah

ditentukan.

b.Callable preferren stocks

Merupakan saham yang memberikan hak kepada perusahaan yang

mengeluarkan untuk membeli kembali saham ini dari pemegang saham

pada tanggal tertentu.

c. Floating preferren stocks

Saham preferen ini tidak membayar dividen secara tetap, tetapi tingkat

dividen yan dibayar tergantung dari tingkat return dari sekuritas

Treasury bill.

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh pemodal

dengan membeli atau memiliki saham, yaitu :

a.Dividen

Merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan

penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain

berbentuk dengan adanya aktifitas perdagangan saham di pasar

sekunder.

b.Saham treasuri

(45)

perusahaan untuk disimpan sebagai sebagai treasuri yang nantinya

dapat dijual kembali.

2.2.5.3.Nilai Saham

Beberapa nilai yang berhubungan dengan saham merupakan hal

yang perlu dan berguna, karena dapat digunakan untuk mengetahui

saham-saham mana yang bertumbuh (growth) dan mana yang murah

(undervalued).

Ketiga konsep nilai saham yang akan dibahas adalah :

1. Nilai Buku

Menurut Jogiyanto (2000:79) nilai buku merupakan nilai saham

menurut pembukuan perusahaan emiten. Sedangkan menurut Zaenal

Arifin (2005:151), nilai buku merupakan jumlah rupiah yang akan

diterima dari setiap lembar saham biasa jika asset perusahaan dijual

seharga nilai bukunya. Menurut Setia Atmadja (2003:412), nilai buku

atau book value merupakan pencatatan aktiva di Neraca berdasarkan

harga perolehannya (Historical Cost) yang telah disesuaikan dengan

depresiasi.

2. Nilai Pasar

Menurut Jogiyanto (2000:79) nilai pasar adalah harga diri saham di

(46)

3. Nilai Instrinsik

Menurut Jogiyanto (2000:79) nilai intrinsik adalah nilai yang

seharusnya dari suatu saham, yang terdiri dari dua macam analisis

yaitu analisis sekuritas fundamental dan analisis teknis untuk

menentukan nilai dari saham.

Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa apabila harga pasar lebih

besar dari nilai instrinsiknya, maka saham tersebut layak untuk dijual,

karena overvalued (dengan harga yang mahal). Sebaliknya, apabila

harga pasar lebih kecil dan nilai instrinsiknya, maka saham tersebut

layak untuk dibeli, karena undervalued (dengan harga murah), Halim

(2003:16).

2.2.5.4.Keuntungan Investasi Dalam Bentuk Saham

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor yang

berinvestasi pada saham yaitu :

1.Deviden

Pembagian keuntungan yang diberikan oleh emiten atas

keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Deviden diberikan

setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Deviden yang dibagikan

perusahaan dapat berupa deviden uang tunai yaitu deviden yang

diberikan kepada setiap pemegang saham berupa uang tunai dala

(47)

jumlah saham, sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh investor

akan bertambah.

2.Capital Gain

Capital gain merupaka selisih antara harga jual dan harga beli yang

disebut dengan selisi kenaikan kurs. Capital gain terjadi bila

pemilik saham atau nvestor menjual saham dengan kurs yang lebih

tinggi dibandingkan dengan kurs pada waktu membeli.

2.2.5.5. Risiko Investasi Dalam Bentuk Saham

Seseorang investor yang melakukan investasi akan menghadapi

risiko sebagai berikut :

1.Tidak mendapatkan deviden

Deviden dibagikan jika operasi perusahaan menghasilkan

keuntungn. Sehingga jika perusahaan mengalami kerugian, maka

investor tidak memperoleh deviden.

2.Capital Loss

Dalam investasi saham seseorang investor tidak selalu

mendapatkan capital gain, ada kalanya investor harus menjual saham

dengan harga jual lebih rendah dari harga beli sehingga investor

mengalami capital loss.

3.Perusahaan bangkrut atau likuidasi

Jika suatu perusahaan bangkrut, maka akan berdampak secara

langsung kepada saham perusahaan tersebut. Pada perusahaan yang

(48)

dari pada kreditor atau pemegang saham preferen. Artinya setelah

semua asset perusahaan tersebut dijual, hasilnya terlebih dahulu

dibagikan kepada kreditor atau pemegang obligasi dan jika masih ada

sisanya barulah dibagikan kepada para pemegang saham.

4.Saham didelist dari bursa

Suatu saham didelist atau dikeluarkan dari pencatatan dari bursa

efek karena kinerja saham tersebut buruk, misalnya menjalani kerugian

selama beberapa tahun, selama beberapa waktu tertentu tidak pernah

diperdagangkan, dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan peraturan

pencatatan di bursa efek. Saham ini telah didelist tidak lagi

diperdagangkan diluar bursa tetapi tetap dapat diperdagangkan bursa

dengan konsekuensi tidak terdapat patokan harga yang jelas dan jika

terjual biasanya harganya jauh lebih rendah dari harga sebelumnya.

2.2.5.6.Indeks LQ 45

Indeks LQ 45 merupakan salah satu dari lima macam indeks harga

saham. Indeks harga saham merupakan ukuran yang didasarkan pada

perhitungan statistic yang menggambarkan pergerakan harga – harga saham

terhadap tahun dasarnya. Saat ini PT. Bursa Efek Indonesia memeliki lima

macam indeks harga saham yaitu IHSG, Indeks Sekuritas, Indeks LQ 45,

Jakarta Islamis Index (JII), Indeks individual, berikut ini akan dijelaskan

secara singkat mengenai salah satu indeks harga saham LQ 45.

(49)

terpilih 45 emiten yang meliputi 72% dari total kapitalisasi pasar dan

72,5% dari nilai transaksidi pasar regular. Indeks ini terdiri dari 45 saham

yang diseleksi melalui beberapa criteria penilaian yang memiliki

likuiditasm kapitalisasi pasar perdagangan yang tertinggi serta memilik

prospek dan frekuensi pertumbuhan dan kondisi keuangan baik. Untuk

dapat masuk dalam indeks LQ 45, suatu saham harus memenuhi criteria

berikut ini :

a. Harga termasuk dalam urutan 60 terbesar dari total transaksi saham di

pasar regular (rata – rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).

b. Harga termasuk dalam urutan 60 terbesar berdasarkan kapitalisasi

pasar (rata –rata nilai kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).

c. Telah tercatat di PT. Bursa Efek Indonesia minimal selama 3 tahun.

Saham yang telah memenuhi criteria diatas kemudian dinilai

dengan memberikan peringkat antara 1 sampai 45. Untuk peringkat 1

sampai 35 masuk dalam perhitungan indeks, sedangkan peringkat 36

sampai 45 belm tentu masuk dalam perhitungan indeks kecuali saham

tersebut telah masuk criteria selama tiga kuartal berturut – turut.

2.2.6. HARGA SAHAM

Di dalam suatu pasar modal terjadi tawar – menawar harga atas

suatu efek atau sekuritas, maka harga yang terjadi di pasar modal tersebut

adalah harga saham atau kurs saham. Harga saham akan selalu berfluktuasi

(50)

penawaran pasar. Hal ini akan terus terjadi selama saham tersebut terdaftar

di bursa.

Menurut Widoatmodjo (1996:43), harga saham adalah nilai dari

penyertaan atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan dalam

bentuk sekuritas atau surat – surat berharga.

Ada beberapa macam harga saham dalam pasar modal Indonesia di

antaranya adalah :

a. Harga Nominal

Merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar

saham yang dikeluarkan.

b. Harga Perdana

Merupakan harga sebelum saham dicatat di bursa efek. Setelah

bernegosiasi dengan underwriter, akan diketahui berapa saham perusahaan

emiten itu akan dijual ke masyarakat.

c. Harga Pasar

Merupakan harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain.

Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa.

d. Harga Pembukaan

Merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli saham pada saat

(51)

e. Harga Penutupan

Merupakan harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir

hari bursa.

f. Harga Tertinggi

Merupakan harga trtinggi yang terjadi dalam satu hari.

g. Harga Terendah

Merupakan harga yang terjadi di bursa, pada suatu saham mencapai harga

yang terendah.

h. Harga Rata – rata

Merupakan perataan dari harga tertinggi dan terendah. Harga ini bisa

dicatat untuk transaksi harian,bulanan atau tahunan.

2.2.7 Net Profit Margin (NPM)

Menurut Alexandri (2008:200) Net Profit Margin (NPM) adalah

rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak. Sedangkan

Menurut Kasmir (2008:200) Net Profit Margin (NPM) adalah ukuran

keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak

dibandingkan dengan penjualan. Menurut Bastian dan Suhardjono (2006:

299) Net Profit Margin adalah perbandingan antara laba bersih dengan

penjualan.

Berdasarkan uraian tersebut , maka dapat disimpulkan bahwa Net

Profit Margin (NPM) merupakan suatu cara untuk mengukur kemampuan

(52)

antara laba bersih setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan.  

(Kasmir, 2008)

2.2.8 Return On Assets (ROA)

Menurut Mardiyanto (2009: 196) ROA adalah rasio digunakan

untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang

berasal dari aktivitas investasi. Sedangkan menurut Dendawijaya (2003:

120) rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam

memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Menurut Lestari dan

Sugiharto (2007: 196) ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur

keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Return on

Assets juga sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis merupakan

ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua

aktiva yang dimiliki oleh perusahaan (Sutrisno, 2000:266). ROA sering

disebut sebagai rentabilitas ekonomi memberikan informasi seberapa

efisien suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya. Rasio ini

menunjukan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam

keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor

(Riyanto, 1995). Rasio ini mengukur tingkat pengembalian investasi yang

(53)

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ROA

(Return On Assets) merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan secara

keseluruhan yang diperoleh dari penggunaan aktiva yang dimiliki oleh

perusahaan.

(Kasmir, 2008)

2.2.9 Return On Equity (ROE)

Menurut Tandelilin (2001:240), ROE adalah rasio yang

menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba

yang bisa diperoleh oleh pemegang saham. Menurut Syamsuddin

(2004:64), ROE merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income)

yang tersedia bagi para pemilik perusahaan atas modal yang mereka

investasikan di dalam perusahaan. Menurut Mardiyanto (2009: 196) ROE

adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan

dalam menghasilkan laba bagi para pemegang saham. ROE dianggap

sebagai representasi dari kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan.

Menurut Riyadi (2006: 155) Return On Equity (ROE) adalah perbandingan

antara laba bersih dengan modal (modal inti) perusahaan. Menurut

Tambunan (2007: 179) ROE digunakan untuk mengukur rate of return

(tingkat imbalan hasil) ekuitas.. Menurut Harahap (2007: 156) ROE

digunakan untuk mengukur besarnya pengembalian terhadap investasi para

(54)

rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh

dari pengelolaan modal yang diinvestasikan oleh pemilik perusahaan. ROE

diukur dengan perbandingan antara laba bersih dengan total modal.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ROE

merupakan suatu cara untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk

menghasilkan laba untuk para pemegang saham.

 (Kasmir, 2008)

2.2.10 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001: 10) harga saham

dibentuk karena adanya pemintaan dan penawaran atas saham. Permintaan

dan penawaran tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang

sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri

dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro

seperti kondisi ekonomi negara, kondisi sosial dan politik, maupun

informasi-informasi yang berkembang, selanjutnya Husnan dan Pudjiastuti

(1998: 134) mengatakan apabila kemampuan perusahaan menghasilkan

laba meningkat, harga saham akan meningkat. Dengan kata lain,

profitabilitas akan mempengaruhi harga saham.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham dapat dibagi

menjadi tiga kategori, yaitu:

(55)

Merupakan faktor yang memberikan informasi tentang kinerja

perusahaan dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhinya.

Faktor-faktor ini meliputi:

a. Kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan operasional

perusahaan.

b. Prospek bisnis perusahaan di masa datang.

c. Prospek pemasaran dari bisnis yang dilakukan.

d. Perkembangan teknologi yang digunakan dalam kegiatan

operasi perusahaan.

e. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

2. Faktor yang bersifat teknis

Faktor teknis menyajikan informasi yang menggambarkan pasaran

suatu efek, baik secara individu maupun secara kelompok. Para analis

teknis dalam menilai harga saham banyak memperhatikan hal-hal

sebagai berikut:

a. Perkembangan kurs

b. Keadaan pasar modal

c. Volume dan frekuensi transaksi suku bunga

d. Kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham

perusahaan.

3. Faktor sosial politik

a. Tingkat inflasi yang terjadi

(56)

c. Kondisi perekonomian

d. Keadaan politik suatu Negara

Dalam penelitian ini, faktor analisis yang digunakan adalah faktor

fundamental. Dalam investasi saham para investor harus menganalisis

faktor - faktor yang mempengaruhi perubahan harga saham untuk

memprediksi harga saham di masa yang akan datang agar memperoleh

keuntungan. Analisis fundamental merupakan salah satu cara menilai

saham dengan mempelajari atau mengamati berbagai indikator terkait

kondisi ekonomi dan kondisi industri perusahaan termasuk berbagai

indikator keuangan dan manajemen perusahaan

2.2.11.Pengaruh Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham

Net Profit Margin merupakan kemampuan perusahaan untuk

menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan penjualan yang dicapai

(Sutrisno, 2003:254). Menurut Bastian dan Suhardjono (2006: 299),

Semakin besar NPM, maka kinerja perusahaan akan semakin produktif,

sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan

modalnya pada perusahaan tersebut. Rasio ini menunjukkan berapa besar

persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar

rasio ini, maka dianggap semakin baik kemampuan perusahaan untuk

mendapatkan laba yang tinggi. Hubungan antara laba bersih sesudah pajak

dan penjualan bersih menunjukkan kemampuan manajemen dalam

(57)

margin tertentu sebagai kompensasi yang wajar bagi pemilik yang telah

menyediakan modalnya untuk suatu resiko. Hasil dari perhitungan

mencerminkan keuntungan netto per rupiah penjualan. Para investor pasar

modal perlu mengetahui kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.

Menurut Syamsuddin (1998:62), merupakan rasio antara laba

bersih (net profit) yaitu penjualan sesudah dikurangi dengan seluruh

expenses termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. semakin tinggi

Net Profit Margin, semakin baik operasi suatu perusahaan dan akan

menaikkan harga saham. Suatu Net Profit margin dikatakan baik akan

sangat tergantung dari jenis industry. Menurut jurnal Rajio Suwahyono

dan Hening Widi Oetomo (2003) menunjukkan Net Profit Margin (NPM)

mempunyai pengaruh terhadap harga saham.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan jika

perbandingan antara laba bersih dari penjualan semakin besar profit

margin, maka semakin baik kegiatan operasional perusahaan. Rasio ini

adalah suatu indicator yang mempengaruhi harga saham, karena para

investor percaya bahwa nila suatu saham akan tergantung dari kemampuan

perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan bersihnya.

Pencapaian tingkat NPM yang tinggi akan menunjukkan kemampuan

perusahaan dalam tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan dan

(58)

2.2.12.Pengaruh Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham

ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan

bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Menurut Dendawijaya

(2003: 120) rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen

dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar

ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh

perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari

segi penggunaan asset.

Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) semakin tinggi rasio ini

maka semakin baik produktivitas asset dalam memperoleh keuntungan

bersih. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan daya tarik perusahaan

kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan

perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat pengembalian

akan semakin besar. Hal ini juga akan berdampak bahwa harga saham dari

perusahaan tersebut di Pasar Modal juga akan semakin meningkat

sehingga ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan.

Menurut Ang (1997:18.33), Semakin besar ROA menunjukkan kinerja

yang semakin baik, karena tingkat pengembalian yang semakin besar.

Menurut Astuti (2004:37), rasio ini mengukur pengembalian atas total

aktiva atau total investasi menunjukkan kinerja manajemen dalam

menggunakan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba. Perusahaan

(59)

penggunaan alternative dari dana tersebut. Sebagai salah satu ukuran

keefektifan, maka semakin tinggi hasil pengembalian akan semakin

efektiflah perusahaan dan akan meningkatkan harga saham.

Berdasarkan atas uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa ketika

semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktivitas asset dalam

memperoleh keuntungan bersih. Hal ini akan meningkatkan daya tarik

perusahaan kepada investor sehingga menjadikan perusahaan makin

diminati investor, karena tingkat pengembalian akan semakin besar maka

dapat berdampak pada harga saham akan semakin meningkat dari

perusahaan tersebut di Pasar Modal.

2.2.12.1.Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham

Return On Equity (ROE) menunjukkan tingkat pengembalian

terhadap modal pemilik jika menanamkan modalnya ke dalam perusahaan.

Tingkat pengembalian modal disini mempunyai kecenderungan dapat

mempengaruhi perilaku investor dalam berinvestasi. Para investor lebih

melihat seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam mengelola modal

sendiri untuk menghasilkan laba bersih. Menurut Husnan (1998:317), jika

kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, harga saham

akan meningkat, dengan kata lain profitabilitas akan mempengaruhi harga

saham. Menurut Harahap (2007) Tingkat ROE memiliki hubungan yang

positif dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE semakin besar

pula harga saham karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa

(60)

akan tertarik untuk membeli saham tersebut dan hal itu menyebabkan

harga pasar saham cenderung naik. Menurut Riyadi (2006: 155), ROE

sangat penting bagi para pemegang saham dan calon investor, karena ROE

yang tinggi berarti para pemegang saham akan memperoleh dividen yang

tinggi pula dan kenaikan ROE akan menyebabkan kenaikan

saham.menurut Tambunan (2007: 179), Para analis sekuritas dan

pemegang saham umumnya sangat memperhatikan rasio ini, semakin

tinggi ROE yang dihasilkan perusahaan, akan semakin tinggi harga

sahamnya.

Menurut Syamsuddin (2004:74), Return On Equity mengukur

tingkat penghasilan bersih yang diperoleh oleh pemilik perusahaan atas

modal yang diinvestasikan semakin tinggi penghasilan yang diperoleh

semakin baik kedudukan perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapt disimpulkan jika suatu

perusahaan mempunyai tingkat ROE yang tinggi, maka investor

menganggap bahwa perusahaan tersebut telah menggunakan modal dengan

baik dimana akan membuat meningkatnya harapan investor akan

pendapatan yang diterima. Dengan adanya harapan meningkatnya ROE,

maka akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan

tersebut dimana hal tersebut akan menyebabkan harga saham meningkat di

(61)

2.3. Kerangka Konseptual

Kecenderungan harga saham yang berfluktuasi pada perusahaan pertambangan yang tercantum dalam indeks LQ 45

Permasalahan :

1. Apakah terdapat pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) dan Return On Equity

(ROE) secara serempak (bersama-sama) terhadap harga saham ?

2. Apakah terdapat pengaruh

Gambar

Tabel 1.1.
Tabel 1.2.
Gambar 3.1 : daerah kurva Ho melalui Kurva Distribusi t
Gambar 3.2 : Daerah kritis Ho melalaui Kurva Distribusi F
+7

Referensi

Dokumen terkait

dengan judul “Penggunaan Gross Profit Margin (GPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) , Net Profit Margin dalam memprediksi pertumbuhan laba pada Perusahaan

Apakah terdapat pengaruh return on assets (ROA) , return on equity (ROE) dan net profit margin (NPM) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur food and beverage

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variable Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) memiliki

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga

Dalam penelitian yang dilakukan Rinati (2008:9) Net Profit Margin (NPM) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham, sedangkan Return On Assets (ROA) diperoleh

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: ”Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) dan Return On Equity

penelitian dengan judul : “Pengaruh Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan

54 3.7.3.4 Penentuan Variabel Dominan Untuk mengetahui variabel mana yang dominan antara variabel bebas yang terdiri dari Net Profit Margin NPM X1, Return On Asset ROA X2, dan