• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA AIR DI BLAHKIUH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA AIR DI BLAHKIUH."

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh i with water rides facilities to give both physically and emitionally pleasure. Water tourism is some kind of water rides which is intended for all ages of consuments. This place had it own water sources as it valuable potention. Beside of that, the water source is used as the Gopalji drinking water's main material and the traditional bath place or pancoran. But this place not just had good potential, there's some problems too which can't be unseen. Because of developing is the best way to fix the problems of this place, so this water tourism is worth to be developed.

Keywords: development, water tourism, water rides.

ABSTRAK

Pengembangan fasilitas wisata air di kawasan wisata remaja atau dikenal dengan Bumi Perkemahan Dukuh berdasarkan potensi dan permasalahan seperti kurangnya fasilitas wisata air, kapasitas parkir, aktivitas atlet dan umum pada fasilitas eksisting berupa kolam renang atlet. Wisata air yang dikembangkan bermaksud untuk lebih mengoptimalkan kolam renang atlet dengan fasilitas-fasilitas wahana air yang bertujuan untuk memberikan kesenangan bagi tubuh secara fisik maupun mental. Wahana air adalah berbagai macam wahana permainan yang ditujukan untuk anak-anak maupun dewasa. Objek memiliki potensi utama, yaitu sumber mata air yang melimpah. Selain digunakan untuk wisata air, sumber mata air juga diproduksi untuk air minum Gopalji dan pemandian tradisional atau pancoran. Setelah membahas potensi, objek eksisting juga memiliki permasalahan yang tidak boleh dikesampingkan. Karena peran pengembangan merupakan pemecahan permasalahan dari objek sehingga wisata air layak untuk dikembangkan.

(5)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini berjudul “Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh”

dengan materi yang disajikan, yaitu perencanaan pengadaan objek arsitektur hingga perencanaan desain grafis.

Pada periode perkuliahan Seminar Tugas Akhir mahasiswa diwajibkan untuk menentukan sebuah judul terkait dengan perencanaan dan perancangan objek arsitektur. Laporan tersebut selanjutnya diterjemahkan dalam bentuk desain grafis atau gambar-gambar dua dimensi dan tiga dimensi rancangan selama proses perkuliahan Studio Tugas Akhir. Laporan ini disusun sebagai salah satu prasyarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Dalam penyusunan laporan ini, penulis mengambil judul Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh yang memiliki fungsi utama sebagai tempat rekreasi dan fungsi tambahan sebagai tempat olahraga renang atau prestasi. Rancangan berlokasi di wilayah Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, selama proses penyusunan laporan ini banyak pihak-pihak yang ikut terlibat baik dengan memberi bimbingan maupun dukungan pada penulis, oleh karenanya ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada pihak-pihak berikut.

1. Ibu D r . Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT. selaku Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana atas bimbingan dan bantuan selama proses pengurusan ijin survey dan observasi.

2. Bapak I Wayan Yuda Manik, ST., MT. selaku Dosen Pembimbing Akademik atas dukungan serta bimbingan yang selalu diberikan selama penulis menempuh proses kuliah di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana.

(6)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh iii

4. Bapak Ir. I Nyoman Surata, MT. selaku Dosen Koordinator Mata Kuliah Studio Tugas Akhir yang telah memberi kesempatan dan bimbingan kepada penulis.

5. Ibu Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT. selaku Dosen Pembimbing I atas bimbingan, doa, waktu dan saran serta dukungan moral yang diberikan selama penyusunan laporan ini.

6. Bapak Ir. Evert Edward Moniaga selaku Dosen pembimbing II atas bimbingan, doa, waktu dan saran serta dukungan moral yang diberikan selama penyusunan laporan ini.

7. Bapak Ir. Ida Bagus Gde Primayatna, MErg. selaku Dosen Penguji I atas bimbingan, saran, dukungan dan waktunya.

8. Bapak Ir. I Ketut Muliawan Salain, MT. selaku Dosen Penguji II atas bimbingan, saran, dukungan dan waktunya.

9. Bapak I Putu Sugiantara, ST. selaku Dosen Penguji III atas bimbingan, saran, dukungan dan waktunya.

10.Kepada seluruh narasumber yang ikut membantu proses penyusunan laporan ini dengan memberikan informasi-informasi terkait objek perancangan sebagai bahan studi banding.

11.Teman-teman angkatan 2012 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana atas segala dukungan lahir dan bathin yang diberikan.

12.Kedua orang tua, saudara, kerabat yang selalu memberikan doa dan dukungan sehingga laporan ini dapat terselesaikan.

13.Kepada sahabat yang selalu memberikan doa, dukungan dan bantuan dalam penyusunan laporan ini.

14.Kepada pacar yang sudah membantu mencarikan data-data yang dibutuhkan untuk menyusun laporan studio tugas akhir.

15.Kepada instansi Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memberikan data-data dalam penyusunan laporan ini.

16.Kepada semua pihak yang membantu dengan memberi saran, dukungan, bimbingan dan doanya yang tidak dapat penulis jabarkan satu persatu.

(7)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh iv

ada. Oleh karena hal tersebut, penulis mohon adanya saran dan kritik yang bersifat membangun demi adanya perbaikan penulisan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak terkait.

Denpasar, 3 Juli 2016 Penyusun,

(8)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh v

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ...viii

DAFTAR TABEL... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

1.2Rumusan Masalah ... 4

1.3Tujuan ... 4

1.4Metode Perancangan ... 5

BAB II POTENSI DAN PERMASALAHAN PADA FASILITAS WISATA AIR DI BLAHKIUH 2.1Tinjauan Umum Eksisting Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ... 7

2.2Tinjauan Potensi Kondisi Eksisting Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ... 8

2.2.1Kondisi Fisik Eksisting Pada Lokasi... 8

2.2.2Kondisi Non Fisik Eksisting Pada Lokasi ... 17

2.2.3Potensi Eksisting Pada Lokasi ... 18

2.3Tinjauan Permasalahan Eksisting Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ... 21

2.3.1Analisis Fungsi ... 21

2.3.2Analisis Fasilitas ... 25

2.3.3Analisis Potensi ... 25

(9)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh vi

BAB III PEMAHAMAN TERHADAP PROYEK PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA AIR 3.1Tinjauan Umum Pengembangan Fasilitas Wisata Air ... 28

3.1.1Pemahaman Pengembangan ... 28

3.1.2Pemahaman Wisata ... 30

3.1.3Pemahaman Wisata Air ... 32

3.1.4Pemahaman Rekreasi Air ... 34

3.2Tinjauan Terhadap Fasilitas Sejenis... 43

3.2.1Waterboom Bali ... 43

3.2.2Taman Segara Madu ... 49

3.2.3Waterboom Bukit Jati ... 52

3.2.4Kesimpulan Tinjauan Fasilitas Sejenis ... 58

3.3Spesifikasi Umum Proyek ... 59

3.4Spesifikasi Khusus Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ... 60

BAB IV TEMA DAN PROGRAM PENGEMBANGAN RUANG 4.1Tema ... 64

4.1.1Pendekatan Tema ... 64

4.1.2Perumusan Tema ... 66

4.2Program Pengembangan Ruang ... 67

4.2.1Program Fungsional ... 67

4.2.2Program Performansi ... 75

4.2.3Program Arsitektural ... 84

4.3Program Pengembangan Tapak... 99

4.3.1 Pengembangan Lahan Eksisting ... 99

4.3.2 Analisis Tapak ... 102

4.3.3 Karakteristik Tapak ... 108

BAB V KONSEP PERANCANGAN PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA AIR DI BLAHKIUH 5.1Konsep Perancangan Tapak ... 109

(10)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh vii

5.1.2 Konsep Zoning Tapak ... 113

5.1.3 Konsep Sirkulasi Tapak ... 116

5.1.4 Konsep Bentuk Massa ... 117

5.1.5 Konsep Orientasi dan Pola Massa ... 119

5.1.6 Konsep Ruang Luar ... 121

5.1.7 Konsep Parkir ... 123

5.1.8 Konsep Utilitas Tapak ... 125

5.2Konsep Perancangan Bangunan ... 128

5.2.1 Konsep Entrance Bangunan ... 128

5.2.2 Konsep Zoning Bangunan ... 130

5.2.3 Konsep Sirkulasi Bangunan ... 133

5.2.4 Konsep Tampilan Bangunan ... 134

5.2.5 Konsep Ruang Dalam ... 136

5.2.6 Konsep Struktur ... 137

5.2.7 Konsep Utilitas Bangunan ... 140

(11)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh viii

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tugu batu peresmian Kolam Renang Tirta Arum ... 8

Gambar 2.2 Lokasi Objek Kolam Renang Tirta Arum ... 9

Gambar 2.3 Batas Lokasi Objek Eksisting Kolam Renang Tirta Arum ... 10

Gambar 2.4 Build Up Area Objek Eksisting Kolam Renang Tirta Arum ... 10

Gambar 2.5 Akses Pencapaian Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ... 11

Gambar 2.6 Karakteristik jalan menuju objek eksisting ... 12

Gambar 2.7 Karakteristik fasilitas objek eksisting ... 12

Gambar 2.8 Denah kolam renang atlet berstandar nasional sebagai fasilitas utama ... 13

Gambar 2.9 Potongan kolam renang atlet berstandar nasional sebagai fasilitas utama ... 13

Gambar 2.10 Kolam renang atlet berstandar nasional sebagai fasilitas utama .... 13

Gambar 2.11 Denah kolam renang anak-anak ... 14

Gambar 2.12 Kolam renang anak-anak ... 14

Gambar 2.13 Denah dan perspektif shower outdoor ... 14

Gambar 2.14 Denah dan tampak ruang ganti pria dan wanita terpisah ... 15

Gambar 2.15 Perspektif ruang ganti pria dan wanita terpisah ... 15

Gambar 2.16 Denah dan persepktif fasilitas lainnya yang berupa pos pantau... 15

Gambar 2.17 Denah dan tampak fasilitas penunjang kantin ... 16

Gambar 2.18 Persepktif fasilitas penunjang kantin... 16

Gambar 2.19 Denah dan perspektif tempat parkir umum ... 16

Gambar 2.20 Data Pengunjung bulan Juni pada objek eksisting ... 17

Gambar 2.21 Lokasi sumber mata air pada site eksisting ... 19

Gambar 2.22 Sumber Mata Air yang menjadi Potensi Utama pada Lokasi ... 19

Gambar 2.23 Pemandian tradisional atau pancoran ... 19

Gambar 2.24 Kawasan Wisata Remaja Bumi Perkemahan Dukuh Abiansemal berjarak 300 m dari lokasi eksisting ... 20

Gambar 2.25 Site Plan pada lokasi objek kolam renang tirta arum ... 21

(12)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ix

Gambar 2.27 Kolam renang utama yang digunakan oleh atlet dan pengunjung . 22 Gambar 2.28 Denah Kolam Renang untuk Anak-Anak... 23

Gambar 2.29 Situasi di Kolam Anak-Anak pada Pagi dan Sore Hari ... 23

Gambar 2.30 Denah parkir Umum ... 24

Gambar 2.31 Situasi pada parkir Umum ... 24

Gambar 2.32 Sisa air dari kolam dibuang ke sungai ... 26

Gambar 2.33 Kolam Ikan di lingkungan eksisting dukuh blahkiuh... 26

Gambar 3.1 Wahana Permainan Flying Fox ... 39

Gambar 3.2 Wahana Permainan Birma Crosser ... 39

Gambar 3.3 Denah Wahana Permainan Aqua Play ... 40

Gambar 3.4 Tampak Wahana Permainan Aqua Play ... 40

Gambar 3.5 Wahana Permainan Aqua Play ... 41

Gambar 3.6 Denah Wahan Permainan Body Slide ... 41

Gambar 3.7 Wahana Permainan Aqua Play ... 41

Gambar 3.8 Wahana Permainan Body Slide ... 42

Gambar 3.9 Denah Wahana Permainan Lazy River ... 42

Gambar 3.10 Wahana Permainan Wave River ... 43

Gambar 3.11 Peta Kabupaten Badung Bali... 44

Gambar 3.12 Peta Kecamatan Kuta Bali... 44

Gambar 3.13 Lokasi Waterboom Bali, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali ... 44

Gambar 3.14 Map Waterboom Bali dengan berbagai macam fasilitas wahana air ... 45

Gambar 3.15 Wahana air Funtastic (kiri) dan Lazy River (kanan) yang digunakan oleh pengunjung anak-anak dan dewasa ... 46

Gambar 3.16 Wahana air Constrictor dengan panjang mencapai ¼ km ... 46

Gambar 3.17 Wahana air Super Bowl yang digunakan untuk 1-2 orang, bisa mencapai kecepatan 50kph dengan selang waktu 19 detik. ... 47

(13)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh x

Gambar 3.19 Wahana air Fast N Fierce hamper sama dengan wahana smash down perbedaannya terletak pada jalur bentuk wahana naik turun (fast n fierce) dengan lurus terjun dari atas (smash down)... 47

Gambar 3.20 Wahana air Double Twist dirancang menelusuri kombinasi dari kecepatan, tikungan atau belokan dan sensasi dengan tujuan sebagai hiburan yang menyenangkan ... 48

Gambar 3.21 Wahana air Pipeline diselubungi oleh oleh pipa dengan tinggi wahana mencapai 20 meter memberikan sensasi panorama alam kuta bali dan taman tropis waterboom... 48

Gambar 3.22 Wahana air Boomerang menggunakan tube sebagai perosotan (untuk 1-2 orang) naik dan turun layaknya boomerang dengan ketinggian 20 meter ... 48

Gambar 3.23 Peta Kabupaten Badung Bali... 49

Gambar 3.24 Peta Kecamatan Kuta Utara Bali ... 49

Gambar 3.25 Lokasi Taman Segara Madu ... 49

Gambar 3.26 Site Plan Taman Segara Madu ... 50

Gambar 3.27 Kolam Renang Sliding untuk rekreasi anak-anak ... 51

Gambar 3.28 Fasilitas Pendukung berupa Gazebo ... 51

Gambar 3.29 Kolam Renang Olympic Untuk Atlet Renang ... 52

Gambar 3.30 Kolam air yoga dengan bentuk oval ... 52

Gambar 3.31 Peta Kabupaten Gianyar Bali ... 53

Gambar 3.32 Peta Kecamatan Gianyar Bali ... 53

Gambar 3.33 Lokasi Objek Wisata Waterboom Bukit Jati ... 53

Gambar 3.34 Lay Out dari objek wisata waterboom bukit jati ... 54

Gambar 3.35 Tampilan Pintu Masuk WBJ dengan konsep Octopus (gurita) ... 55

Gambar 3.36 Wahana air Tube Slide... 56

Gambar 3.37 Wahana air Body Slide ... 56

Gambar 3.38 Fasilitas Penunjang Photo Station ... 56

Gambar 3.39 Wahana air River Pool ... 56

Gambar 3.40 Ruang Pengelola, penunjang dan pelengkap ditepatkan pada bagian depan bangunan atau selatan site ... 56

(14)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh xi

Gambar 3.42 Besaran ruang restoran (16mx16m) ... 57

Gambar 3.43 Fasilitas pendukung wahana berupa Flying Fox ... 57

Gambar 3.44 Wahana air Sliding ... 57

Gambar 3.45 Wahana air anak-anak Playground ... 57

Gambar 3.46 Ilustrasi fasilitas wisata air ... 63

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Wisata Air di Blahkiuh ... 69

Gambar 4.2 Alur Kegiatan Pengunjung dari datang sampai selesai ... 70

Gambar 4.3 Alur Kegiatan Pengelola dari datang sampai selesai ... 70

Gambar 4.4 Hubungan Ruang Secara Makro ... 94

Gambar 4.5 Hubungan Ruang Fasilitas Utama ... 94

Gambar 4.6 Hubungan Ruang Fasilitas Penunjang... 95

Gambar 4.7 Hubungan Ruang Fasilitas Pelengkap ... 96

Gambar 4.8 Hubungan Ruang Fasilitas Servis ... 97

Gambar 4.9 Sirkulasi ruang pada pengembangan fasilitas wisata air ... 98

Gambar 4.10 Organisasi ruang pada pengembangan fasilitas wisata air ... 99

Gambar 4.11 Lokasi eksisting terletak di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal dengan situasi disekitarnya ... 100

Gambar 4.12 Pengukuran layout eksisting... 100

Gambar 4.13 Pengukuran pengembangan tapak pada lokasi eksisting... 101

Gambar 4.14 Bentuk dan Dimensi Tapak ... 102

Gambar 4.15 Topografi dan Drainase Tapak ... 103

Gambar 4.16 Kondisi Iklim Tapak... 103

Gambar 4.17 Kondisi Tanah dan Vegetasi Tapak ... 104

Gambar 4.18 Vegetasi di dalam tapak ... 104

Gambar 4.19 Vegetasi di luar tapak ... 105

Gambar 4.20 Kondisi Aksesibilitas dan Sirkulasi Kendaraan pada Tapak ... 105

Gambar 4.21 Konidisi View Tapak ... 106

Gambar 4.22 Kondisi Kebisingan pada Tapak ... 107

Gambar 4.23 Kondisi Utilitas Tapak ... 107

Gambar 4.24 Jaringan PLN ... 108

(15)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh xii

pada rancangan tapak wisata air ... 111

Gambar 5.2 Alternatif 2 letak Main Entrance dan Side Entrance pada rancangan tapak wisata air ... 111

Gambar 5.3 Letak Main Entrance dan Side Entrance yang terpilih adalah alternatif 2 pada rancangan tapak wisata air ... 112

Gambar 5.4 Bentuk, dimensi dan tampilan main entrance pada tapak ... 113

Gambar 5.5 Bentuk, dimensi dan tampilan side entrance pada tapak ... 113

Gambar 5.6 Alternatif 1 Pen-zoning-an fasilitas ruang pada tapak ... 115

Gambar 5.7 Alternatif 2 Pen-zoning-an fasilitas ruang pada tapak ... 115

Gambar 5.8 Alternatif 2 sebagai konsep zoning terpilih... 116

Gambar 5.9 Sirkulasi pengunjung, pengelola dan loading area pada tapak ... 117

Gambar 5.10 Hasil eksplorasi bentuk atap ... 118

Gambar 5.11 Konsep bentuk massa bangunan ... 119

Gambar 5.12 Alternatif konsep pola massa ... 120

Gambar 5.13 Konsep pola massa linear pada tapak ... 120

Gambar 5.14 Konsep orientasi pada tapak ... 121

Gambar 5.15 Penataan ruang luar pada tapak ... 122

Gambar 5.16 Sistem parkir kendaraan dengan posisi 45o ... 123

Gambar 5.17 Sistem parkir kendaraan dengan posisi 90o ... 124

Gambar 5.18 Rancangan konsep parkir dengan posisi 45o dan posisi 90o... 124

Gambar 5.19 Sistem penyediaan sumber enegri listrik ... 125

Gambar 5.20 Sistem penyediaan sumber air bersih ... 126

Gambar 5.21 Sistem pembuangan sisa air kolam ... 127

Gambar 5.22 Sistem pembuangan air kotor dan air bekas ... 127

Gambar 5.23 Sistem pembuangan air hujan ... 127

Gambar 5.24 Sistem jaringan komunikasi dengan system PABX ... 128

Gambar 5.25 Sistem penyediaan dan pembuangan sampah ... 128

Gambar 5.26 Letak entrance pada massa bangunan ... 129

Gambar 5.27 Pen-zoning-an dalam bangunan lobby... 131

Gambar 5.28 Pen-zoning-an dalam ruang pelengkap ... 131

(16)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh xiii

rekreasi... 132

Gambar 5.31 Pen-zoning-an dalam ruang fasilitas kolam renang atlet ... 132

Gambar 5.32 Pen-zoning-an dalam ruang fasilitas penunjang ruang pengelola ... 132

Gambar 5.33 Pen-zoning-an dalam ruang fasilitas utama wahana air ... 133

Gambar 5.34 Sirkulasi menyebar pada massa bangunan lobby pengunjung ... 133

Gambar 5.35Sirkulasi linier lengkung pada massa bangunan vertical (seluncur air) ... 134

Gambar 5.36 Sirkulasi organik pada massa bangunan pengelola ... 134

Gambar 5.37 Tampilan entrance bangunan lobby ... 135

Gambar 5.38 Tampilan bangunan wahana perosotan air atau sliding ... 135

Gambar 5.39 Tampilan Bangunan Pengelola... 135

Gambar 5.40 Tampilan ruang dalam bangunan kantor pengelola ... 137

Gambar 5.41 Tampilan ruang dalam bangunan restoran ... 137

Gambar 5.42 Strutkur pondasi menerus dan pondasi footplat pada bangunan .. 138

Gambar 5.43 Struktur beton bertulang pada bangunan bertingkat ... 139

Gambar 5.44 Bentuk struktur atap ... 140

Gambar 5.45 Ilustrasi pencahayaan alami dan pencahayaan buatan ... 141

Gambar 5.46 Contoh lampu LED (kiri), downlight (tengah) dan TL (kanan) ... 141

Gambar 5.47 Ilustrasi penghawaan alami dan penghawaan buatan ... 142

Gambar 5.48 Contoh AC split ... 142

Gambar 5.49 Contoh Hydrant ... 143

Gambar 5.50 Contoh fire extinguisher atau APAR ... 143

Gambar 5.51 Contoh sprinkler dan smoke detector ... 143

Gambar 5.52 Contoh fire alarm ... 144

Gambar 5.53 Penggunaan sistem utilitas pemadam kebakaran pada massa bangunan ... 144

Gambar 5.54 Sistem keamanan dengan teknologi CCTV ... 145

Gambar 5.55 Penggunaan sistem utilitas CCTV pada massa ... 145

Gambar 5.56 Contoh Telephone ... 146

(17)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Terkait Peraturan Pemerintah Daerah ... 33

Tabel 3.2 Kesimpulan Terhadap Tinjauan Fasilitas Sejenis ... 58

Tabel 3.3 Fasilitas pada Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh ... 62

Tabel 4.1 Fungsi pada objek eksisting ... 71

Table 4.2 Pengembangan Fungsi pada objek eksisitng ... 71

Table 4.3 Penambahan Fungsi pada objek eksisting ... 72

Tabel 4.4 Program Fungsional Civitas Pengunjung ... 72

Tabel 4.5 Program Fungsional Civitas Pengelola ... 73

Tabel 4.6 Program Fungsional Seluruh Civitas ... 73

Tabel 4.7 Rekapitulasi Ruang Pengembangan Fasilitas Wisata Air ... 75

Table 4.8 Sifat, Persyaratan, Suasana dan Karakter Ruang Kota pada Wisata air di Blahkiuh... 78

Table 4.9 Studi Besaran Kebutuhan Ruang Pengembangan Wisata Air ... 87

(18)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 1

PENDAHULUAN

Pada bab pendahuluan ini dibahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan metode perancangan. Latar belakang pada bab ini membahas tentang seluk beluk atau dasar pemikiran tentang pengembangan fasilitas wisata air, rumusan masalah didapatkan melalui penjabaran latar belakang dan jawabannya didapatkan pada bab berikutnya. Tujuan berisi tentang bagaimana hasil akhir yang diharapkan dapat terjawab dari proyek pengembangan tersebut dan metode perancangan berisi tentang sebuah tahapan atau proses yang dilakukan secara berurutan sehingga tercapai rancangan sesuai proses tersebut.

1.1Latar Belakang

Bali merupakan lokasi yang banyak dikunjungi oleh tourist maupun masyarakat dari luar daerah. Wisatawan yang datang ke Bali melakukan kegiatan dengan urusan yang berbeda-beda, seperti olahraga, bekerja, rekreasi dan lain-lain. Berbagai macam fasilitas dibuat untuk mewadahi semua kegiatan yang dilakukan demi memenuhi kebutuhan manusia. Fasilitas-fasilitas yang disediakan dengan potensi alam dan kebudayaan Bali menjadi sorotan banyak wisatawan seperti resort, hotel, villa, kantor dan termasuk fasilitas sebagai sarana olahraga dan hiburan.

(19)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 2

Olahraga adalah kegiatan yang dilakukan berdasarkan kesukaan atau hobi yang bisa menjadi langkah awal dalam mencapai sebuah prestasi. Terdapat berbagai macam olahraga yang dapat ditemukan, seperti sepak bola, volley, basket, badminton, soft ball, renang dan lain-lain. Olahraga tidak hanya digunakan dalam ajang kompetisi atau tournament tetapi dapat juga difungsikan sebagai tempat rekreasi atau hiburan, yang termasuk dalam kategori rekreasi tersebut adalah olahraga renang. Olahraga renang memang banyak diminati, terlebih dengan fasilitas yang disediakan lengkap dengan kebutuhan. Renang adalah olahraga yang menggunakan air, tidak hanya difungsikan sebagai sarana olahraga untuk mendapatkan prestasi tetapi dapat dijadikan sebagai sarana hiburan seperti tempat wisata air. Air tidak akan lepas dari tubuh manusia karena air merupakan komponen yang membentuk seluruh jaringan tubuh (menurut dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK : speasialis gizi klinik dari Departement Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UI).

Wisata air adalah salah satu tempat yang menjadi pilihan terbaik melakukan kegiatan olahraga atau rekreasi untuk mengilangkan suasana penat dan rasa bosan di tengah-tengah kesibukan yang biasa dilakukan setiap harinya. Wisata air dapat dibedakan menjadi wisata air yang memanfaatkan air laut sebagai daya tarik dan wisata air dengan sumber mata air yang digunakan untuk membuat wahana rekreasi air. Rekreasi air yang dimaksud adalah wisata air yang memiliki berbagai macam wahana air dengan sensasi berbeda-beda pada setiap wahananya. Jenis wahana air dibagi menjadi 2 kategori, yaitu wahana untuk dewasa dan wahana untuk anak-anak. Wahana air ini berupa prosotan atau sliding, pertualangan, bersantai dan bermalas-malasan yang berfungsi sebagai tempat hiburan yang bersahabat dengan air.

(20)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 3

(renang) juga terdapat wisata makanan. Contohnya, waterboom bali menyediakan sebuah tempat makanan dan minuman siap saji yang berada di dalam kolam renang, yaitu pool bar. Tempat tersebut menyediakan berbagai macam minuman dan makanan siap saji (makanan ringan) sehingga walau dalam keadaan berenang dapat menikmati makanan dan minuman sekaligus.

Berbicara mengenai olahraga air dan wisata air mengacu pada sebuah objek yang memiliki fasilitas kolam renang, biasa digunakan untuk perlombaan atau kompetisi se-tingkat Nasional adalah Kolam Renang Tirta Arum di Blahkiuh-Badung. Kolam renang tersebut merupakan sebuah kolam renang berstandar nasional yang khusus digunakan oleh atlet dalam latihan ataupun kejuaran renang. Namun, bagaiamana jadinya kalau kolam renang tersebut digunakan oleh wisatawan umum dengan aktivitas yang senantiasa untuk mendapatkan hiburan. Jika dilihat dari kondisi tersebut, maka yang terjadi hanya akan menggangu aktivitas satu sama lainnya. permasalahan lainnya berupa kolam renang anak-anak yang tidak memiliki wahana permainan untuk menarik minat pengunjung, tempat parkir yang tidak efisien dan kantin yang tidak ramah dengan lingkungan (kebersihan). Maka, untuk menjaga Kolam Renang Tirta Arum dapat digunakan dengan baik oleh atlet atau kolam renang yang digunakan oleh masyarakat umum sehingga perlu adanya pengembangan berupa wisata air sebagai fasilitas untuk menunjang kegiatan dalam olahraga air. Hal tersebut dimaksudkan agar aktivitas antara atlet dengan masyarakat umum tidak terganggu dan dapat berjalan sesuai dengan fungsinya.

(21)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 4

Maka dari itu dilihat dari potensi, usulan berupa pengembangan wisata air untuk mendukung kolam renang standar nasional dapat menjadi saran yang baik dan tidak mengganggu kegiatan atau aktivitas antara atlet maupun pengunjung (hiburan atau rekreasi). Pengembangan yang dimaksud adalah pengembangan sebuah wisata air yang menampilkan wahana-wahana permainan sekaligus menyatukan wisata kuliner sebagai dasar pertimbangan yang dilakukan dalam menyediakan olahraga air yang menyehatkan.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang yang dijelaskan diatas, dapat ditarik beberapa permasalahan, adalah sebagai berikut :

a. Apa saja spesifikasi umum dan spesifikasi khusus pada Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh?

b. Apa tema dalam arsitektur yang diungkapkan dalam Pengembangan Fasilitas Wisata Air yang menarik bagi masyarakat?

c. Bagaiamana proses pemrograman berdasarkan kebutuhan untuk mewadahi aktivitas pada Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh?

d. Bagaiamana konsep perancangan sebuah wisata air ini dalam memenuhi kebutuhan manusia?

1.3Tujuan

Tujuan dari penulisan Seminar Tugas Akhir ini antara lain :

a. Untuk mengetahui spesifikasi umum dan spesifikasi khusus dari Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh.

b. Untuk menentukan tema dalam arsitektur yang terkandung di dalam Pengembangan Fasilitas Wisata Air dan memiliki karakter yang dapat menarik perhatian masyarakat.

c. Untuk mengetahui bagaiamana pemrograman dalam merancang Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh.

(22)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 5

1.4Metode Perancangan

Metode yang digunakan dalam menyusun laporan ini adalah dengan cara metode perancangan. Terdapat lima langkah yang digunakan dalam proses perancangan antara lain, yaitu proses permulaan, proses persiapan, proses pembuatan usulan, proses evaluasi dan proses tindakan. Hal tersebut dikemukakan pada buku yang berjudul “Pengantar Arsitektur” (Snyder dan Catanese, 1989 : 225). Berikut dibawah ini diuraikan tentang lima langkah atau proses dalam perancangan, yaitu :

A. Proses Permulaan

Proses permulaan adalah langkah awal dari sebuah perancangan yang meliputi permasalahan yang ditemukan dari Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh. Hal itu dilakukan dengan mengidentifikasi dan apa latar belakang mengapa judul proyek ini perlu untuk diusulkan dan dikembangkan.

B. Proses Persiapan

Pada tahap ini adalah berupa pengumpulan data, menganalisis secara sistematik tentang permasalahan yang ada pada objek, dan penyusunan konsep perancangan Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh. Jenis data yang diperlukan dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Data Primer

Adalah data yang didapatkan langsung dari sumbernya yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara.

- Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan ke lapangan untuk melihat langsung keadaan, gejala, peristiwa, permasalahan, dan potensi pada objek yang kemudian layak untuk dikembangkan.

- Wawancara adalah teknik yang dilakukan dengan cara tanya jawab langsung dengan pihak terkait yang berhubungan dengan pengembangan fasilitas wisata air di blahkiuh.

b. Data Sekunder

(23)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 6

majalah, jurnal, standar-standar ruang yang menyangkut tentang pengembangan pengembangan fasilitas wisata air di blahkiuh.

Kedua data ini (data primer dengan data sekunder) kemudian digabungkan untuk mendapatkan mengenai pengertian, sasaran dan tujuan dari proyek ini. Dengan demikian pemecahan tentang kebutuhan ruang yang dibutuhkan baik secara kualitas atau kuantitas dapat terselesaikan melalui studi program fungsional, program peformansi dan program arsitektural yang mengarah ke desain perancangan.

C. Proses Pembuatan Usulan

Tahap ini adalah tahap untuk menyampaikan gagasan untuk memcahkan permasalahan yang dianalisis sebelumnya. Tahap ini juga bisa disebut sintesis, yaitu memadukan serangkaian pertimbangan dari konteksnya (sosial, ekonomi, fisik), program, kondisi tapak, teknologi baru, estetika dan nilai-nilai dari perancangnya.

D. Proses Evaluasi

Adalah tahap untuk mengevaluasi atau penilaian usulan-usulan yang dijelaskan sebelumnya meliputi pembandingan pemecahan-pemecahan rancangan yang disusulkan dengan sasaran dan kriteria untuk dikembangkan. E. Proses Tindakan

Merupakan tahap dari proses perancangan yang meliputi aktivitas yang dihubungkan dengan persiapan dan pelaksanaan pada sebuah proyek. Dapat diambil contoh seperti penyiapan dokumen sebaai hubungan antara pemilik dengan kontraktor.

(24)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 7

POTENSI DAN PERMASALAHAN PADA FASILITAS

WISATA AIR DI BLAHKIUH

Pada bab ini menjelaskan tentang bagaiamana keadaan di lapangan secara nyata dan dievaluasi sehingga layak untuk dikembangkan. Yang termasuk di dalamnya adalah karakteristik, potensi dan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada objek eksisting.

2.1Tinjauan Umum Fasilitas Eksisting Wisata Air di Blahkiuh

Merupakan data yang dijabarkan secara umum mengenai objek eksisting berdasarkan hasil lapangan yang didapatkan. Data tersebut meliputi nama objek, tanggal pendirian, tanggal dibuka, alamat, fungsi, ruang lingkup, sasaran pelayanan dan waktu pelayanan.

Objek eksisting yang dijadikan sebagai bahan untuk seminar tugas akhir yang berjudul Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh adalah Kolam Renang Tirta Arum, yang beralamat di Jalan Sutomo, Dukuh-Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Objek ini didirikan sekaligus dikelola oleh Pemrintahan Kabupaten Badung pada tanggal 9 September 1999 yang pada saat itu diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Badung, yaitu Ida Bagus Alit

(25)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 8

Putra (tugu peresmian dapat dilihat pada gambar 2.1). Objek yang sudah dikelola selama 16 tahun tersebut masih tetap berfungsi aktif sampai saat ini. Kolam renang pada objek merupakan kolam renang berstandar nasional yang sering digunakan untuk kompetisi atau olimpiade sehingga banyak para atlet renang datang untuk berlatih. Selain digunakan para atlet, kolam renang tersebut juga dibuka untuk umum. Waktu pelayanannya dibuka pada setiap hari pada pukul 09.00 – 18.00 WITA.

Gambar 2.1 Tugu batu peresmian Kolam Renang Tirta Arum Sumber : Observasi 4 Oktober 2015

2.2Tinjauan Potensi Kondisi Eksisting Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh

Data yang ditampilkan berupa bagaimana keadaan eksisting di lapangan yang dievaluasi sesuai dengan kenyataan. Hal tersebut dianalisis sehingga menjadi tonggak awal dalam pengembangan fasilitas wisata air yang ada di Blahkiuh.

2.2.1Kondisi Fisik Eksisting Pada Lokasi

2.2.1.1Lokasi Proyek Pengembangan Fasilitas Wisata Air

(26)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 9

sebuah kawasan wisata remaja yang meliputi bumi perkemahan Dukuh di Desa Blahkiuh (lihat gambar 2.2).

Dukuh merupakan lokasi proyek pengembangan fasilitas wisata air yang mudah diakses dan ditemukan karena lokasi proyek pengembangan letaknya berdekatan dengan kawasan wisata remaja sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Badung, lokasi ini biasa dikenal dengan bumi perkemahan Dukuh di Desa Blahkiuh.

Gambar 2.2 Lokasi Objek Kolam Renang Tirta Arum Sumber : www.google.com/maps/22November 2015

Gambar Peta Kabupaten Badung Sumber :

https://petatematikindo. .wordpress.com

Gambar Pulau Bali Sumber :

https://www.google.co.id d/maps/12102015

Jalan Sutomo (Lokasi Eksiting)

(27)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 10

2.2.1.2Batas-Batas Lokasi Site

Proyek pengembangan fasilitas wisata air memiliki batas wilayah sebagai berikut :

a. Batas Utara : Sumber Mata Air, Pabrik Air Minum Gopalji dan Rumah Penduduk

b. Batas Timur : Lahan Kosong

c. Batas Selatan : Lahan Kosong dan Rumah Penduduk d. Batas Barat : Kawasan Wisata Remaja dan Persawahan

Gambar 2.3 Batas Lokasi Objek Eksisting Kolam Renang Tirta Arum Sumber : www.google.com/maps/22November 2015

2.2.1.3Lingkup Luasan Area Eksisitng

Berdasarkan data yang didapatkan lingkup dari wilayah sebagai proyek pengembangan masih dikelilingi oleh lahan kosong dan pepohonan yang dimiliki oleh Desa Adat. Luas area eksisitng proyek pengembangan ini adalah 47,2 are.

Gambar 2.4 Build Up Area Objek Eksisting Kolam Renang Tirta Arum Sumber : www.google.com/maps/22November 2015

(28)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 11

2.2.1.4Aksesibilitas

Lokasi objek yang berdekatan dengan kawasan wisata remaja sehingga memudahkan bagi wisatawan untuk menemukan lokasi tersebut dan pencapaian dalam menuju lokasi dapat melalui beberapa daerah seperti Petang, Ubud, Tabanan dan Kota Denpasar dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut.

Gambar 2.5 Akses Pencapaian Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh Sumber : https://www.google.co.id/maps/7 Oktober 2015.

Gambar akses pencapaian dari Petang melalui Jl. Raya Puncak Mangu dan Jl. I GST. NGR. Rai

dengan waktu 33 menit tanpa macet

Gambar akses pencapaian dari Ubud dapat melalui Jl. Raya Semana (31 menit) dan Jl. Raya

Mambal (35 menit) tanpa macet

Gambar akses pencapaian dari Tabanan dapat melalui Jl. Raya Denpasar-Gilimanuk (1jam) dan

Jl. Dr. Ir. Soekarno (1jam 3menit) tanpa macet

Gambar akses pencapaian dari Denpasar melalui Jl. Oleg Penarungan (41menit), Jl. Ahmad Yani

(29)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 12

2.2.1.5Karakteristik Fasilitas Objek Eksisting

Karakter yang dimiliki pada objek eksisting ditampilkan dalam beberapa fasilitas yang sebagai pendukung dari aktivitas pengunjung. Fasilitas tersebut seperti kolam renang atlet, kolam renang anak-anak, shower outdoor, kamar mandi atau toilet pria dan wanita, ruang ganti, pos pantau, kantin dan parkir.

Gambar 2.6 Karaksteristik jalan menuju objek eksisting Sumber : Observasi 24 September 2015

Berikut karakter fasilitas yang terdapat pada objek dapat dilihat pada gambar 2.6 – 2.13 sebagai berikut :

Gambar 2.7 Karaksteristik fasilitas objek eksisting Sumber : wiranata, 2015

Kolam Renang Atlet

Kolam Renang Anak-Anak

Kantin

Shower Outdoor

R. Ganti dan Kamar Mandi/WC

Pos Pantau

(30)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 13

 Kolam Renang Atlet (Standar Nasional)

Kolam renang dengan standar nasional yang biasa digunakan untuk perlombaan renang dengan ukuran 50m x 21m. dengan kedalaman mencapai 1,5m (utara) – 2,5m (selatan).

Gambar 2.8 Denah kolam renang atlet berstandar nasional sebagai fasilitas utama Sumber : wiranata, 2015

Gambar 2.9 Potongan kolam renang atlet berstandar nasional sebagai fasilitas utama Sumber : wiranata, 2015

(31)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 14

 Kolam Renang Anak-Anak

Kolam renang anak-anak yang berada disebelah timur kolam renang atlet berukuran 12m x 6m dengan kedalaman 50cm.

Gambar 2.11 Denah kolam renang anak-anak Sumber : wiranata, 2015

Gambar 2.12 Kolam renang anak-anak Sumber : Observasi 24 September 2015

Shower Outdoor

Tempat bilas untuk membersihkan badan setelah selesai berenang yang memiliki 4 buah shower dengan ukuran ruangnya 3m x 4m.

Gambar 2.13 Denah dan perspektif shower outdoor

(32)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 15

 Ruang Ganti, Kamar Mandi/Toilet

Ruang ganti dan kamar mandi dijadikan dalam satu bangunan berukuran 10m x 6m.

Gambar 2.14 Denah dan tampak ruang ganti pria dan wanita terpisah Sumber : wiranata, 2015

Gambar 2.15 Perspektif ruang ganti pria dan wanita terpisah Sumber : Observasi 24 September 2015

 Pos Pantau

Pos pantau adalah tempat bagi para pegawai dalam mengawasi aktivitas yang terjadi pada kolam renang dengan ukuran 4m x 4m.

(33)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 16

 Kantin

Kantin sebagai tempat untuk membeli makanan dan minuman bagi wisatawan atau masyarakat yang berkapasitas kurang lebih 20 orang dengan ukuran 9,5m x 8,5m.

Gambar 2.17 Denah dan tampak fasilitas penunjang kantin Sumber : wiranata, 2015

Gambar 2.18 Persepktif fasilitas penunjang kantin Sumber : Observasi 11 Oktober 2015

 Parkir

Parkir yang letaknya disebelah timur dari kantin memiliki kapasitas untuk kendaraan roda empat kurang lebih 4-5 mobil, sedangkan kendaraan roda dua kurang lebih 10 motor. Terkadang kendaraan roda dua maupun roda empat melebihi dari kapasitasnya.

(34)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 17

2.2.2Kondisi Non Fisik Eksisting Pada Lokasi

Data yang dimaksud dalam hal non fisik adalah data yang memiliki arti diluar dari data fisik yang ada di lapangan secara langsung. Berikut dijabarkan mengenai data non fisik yang didapatkan di lapangan adalah sebagai berikut :

2.2.2.1Data Pengunjung dan Pegawai

a. Kedatangan pengunjung tiap harinya bisa mencapai ± 20-50 orang termasuk pengunjung kategori dewasa dan anak-anak. Data statistik dilakukan setiap bulan sekali dengan mengecek penjualan karcis pada setiap harinya. Terdapat 594 karcis yang terjual pada bulan Juni 2015 terhitung 310 lembar untuk dewasa dan 284 lembar untuk anak-anak. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar 2.16 sebagai berikut.

Gambar 2.20 Data Pengunjung bulan Juni 2015 pada objek eksisting Sumber : Observasi 14 November 2015

(35)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 18

c. Menurut Bapak Wayan Arsana (2014), untuk jumlah kepegawaian kolam renang tirta arum pada tahun 2015 berjumlah 7 orang yang pada saat ini diketuai oleh Bapak Putu Bagus Suputra Wijaya sebagai kepala bagian dalam menangani aktivitas maupun fasilitas pada objek eksisting.

2.2.2.2Sosial Budaya

Kondisi sosial budaya yang dimaksud adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh warga yang berasal dari Desa Blakiuh sekitar objek eksisting. Pada objek eksisting terdapat sebuah tempat pemandian tradisional atau pancoran sehingga pada waktu pagi hari, siang hari dan sore hari, masyarakat datang untuk membersihkan badan atau mencuci pakaian. Karena air pancoran berasal dari sumber mata air yang dijaga kebersihannya maka air tersebut juga dapat digunakan sebagai air minum yang dapat dikonsumsi sehari-hari.

2.2.3Potensi Eksisting Pada Lokasi

Selain fasilitas yang dijelaskan sebelumnya, objek eksisting memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh berupa Sumber Mata Air. Potensi lainnya adalah lokasi sebagai kawasan peruntukan pariwisata dan Kolam Renang Tirta Arum juga sudah dikenal orang banyak melalui kompetisi yang telah diadakan. Potensi-potensi yang mendukung proyek pengembangan fasilitas wisata air adalah sebagai berikut.

2.2.3.1Potensi Fisik a. Sumber Mata Air

(36)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 19

Gambar 2.21 Lokasi sumber mata air pada site eksisting Sumber : Observasi 19 Oktober 2015

Gambar 2.22 Sumber Mata Air yang menjadi Potensi Utama pada Lokasi Sumber : Observasi 4 Oktober 2015

Gambar 2.23 Pemandian tradisional atau pancoran Sumber : Observasi 4 Oktober 2015

Kolam Renang Tirta

Pemandian Tradisional

(37)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 20

b. Kawasan Wisata Remaja

Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Badung, bahwa daerah Dukuh (Blahkiuh) merupakan tempat atau kawasan wisata remaja yang biasa dikenal sebagai Bumi Perkemahan Dukuh. Lokasi kolam renang hanya berjarak ± 300 meter dari bumi wisata remaja (perkemahan) di Blahkiuh.

Gambar 2.24 Kawasan Wisata Remaja Bumi Perkemahan Dukuh Abiansemal berjarak 300 m dari lokasi eksisting

Sumber: bali.panduanwisata.id

2.2.3.2Potensi Non Fisik

Potensi non fisik yang terdapat pada objek eksisting berupa :

a. Kompetisi yang diadakan memberikan potensi yang baik, karena kompetisi yang pernah diadakan sudah mencapai tingkat nasional sehingga membuat objek eksisting ramai dipenuhi oleh pentonton. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai daya tarik untuk pengembangan fasilitas wisata air nantinya.

(38)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 21

2.3Tinjuan Permasalahan Eksisting Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh

Permasalahan yang dimaksud dalam hal ini adalah masalah-masalah yang didapatkan dari studi objek di lapangan. Data yang didapatkan dievaluasi dan ditarik kesimpulan bahwa Kolam Renang Tirta Arum ini layak atau tidaknya untuk dikembangkan. Berikut dipaparkan mengenai permasalahan yang timbul di lapangan adalah sebagai berikut.

2.3.1Analisis Fungsi

a. Kolam Renang Utama

Gambar 2.25 Site Plan pada lokasi objek kolam renang tirta arum Sumber : wiranata, 2015

Dilihat dari beberapa kejadian yang terjadi di lapangan bahwa, kolam renang yang sebenarnya difungsikan untuk latihan atlet juga dibuka untuk umum. Namun sayangnya memberikan dampak yang kurang baik. Itu dikarenakan areal kolam yang ada dibagi menjadi 2, yaitu pada bagian selatan untuk latihan para atlet dan pada bagian utara untuk umum (lihat gambar 2.20). Terkait dengan masalah fungsi, kolam utama tidak berfungsi dengan baik dan berakibat bagi pengunjung tentunya. Terutama atlet yang merasa terganggu dalam melakukan latihannya, begitu juga dengan pengunjung yang ingin merasakan kebebasan bermain bersama keluarga, kerabat, teman dan sahabat.

(39)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 22

Gambar 2.26 Aktivitas dan Permasalahan pada Kolam Renang Standar Nasinal Sumber : Observasi 11 Oktober 2015

Gambar 2.27 Kolam renang utama yang digunakan oleh atlet dan pengunjung Sumber : Observasi 11 Oktober 2015

 Rekomendasi Pemecahan :

Pada perencanaan proyek pengembangan ini akan tetap mempertahankan kolam renang dengan standar nasional sebagai potensi dan khusus digunakan oleh para atlet dan pemula yang ingin berlatih olahraga renang. Untuk masyarakat umum dialokasikan dengan mengembangkan wisata air berupa kolam renang rekreasi yang khusus untuk bersantai ataupun bermain yang sifatnya sebagai hiburan sehingga permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik.

b. Kolam Renang Anak-Anak

Terdapat kolam untuk anak-anak di depan areal kolam utama (kolam renang standar nasional) atau dekat dengan entrance masuk Kolam renang Tirta Arum.

Kolam ini tidak berfungsi dengan baik, dilihat dari penempatannya kurang

U

MU

M

A

T

LE

(40)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 23

strategis, dimana kolam renang ini begitu terlihat terbuka (lihat gambar 2.17 – 2.18). Setelah beberapa kali survey ke lokasi, kolam renang anak-anak sepi pengunjung dikarenakan kurangnya hiburan yang dapat menarik minat anak-anak untuk bermain dengan air. Anak-anak identik dengan permainan sehingga dapat menghibur dirinya sendiri. Lebih dari itu, areal kolam anak-anak tidak adanya penyejuk atau penutup atap yang dapat menjadi penetralisir hawa panas karena pancaran sinar matahari.

Gambar 2.28 Denah Kolam Renang untuk Anak-Anak Sumber : wiranata, 2015

Gambar 2.29 Situasi di Kolam Anak-Anak pada Pagi dan Sore Hari Sumber : Observasi 24 September 2015

 Rekomendasi Pemecahan :

Untuk kolam anak-anak yang sifatnya lebih pada taman bermain, sehingga akan ditambahkan beberapa wahana permainan yang dapat menarik minat anak-anak untuk melakukan aktivitas olahraga air tersebut. Wahananya berupa perosotan (sliding), jembatan, air yang ditampung pada suatu bak yang kemudian sengaja dijatuhkan, lorong-lorong dan lain-lain. Dan pada bagian atasnya akan dibuatkan transisi sebagai penahan panas sehingga pengunjung dapat bermain walau pada siang hari.

(41)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 24

c. Parkir Umum

Parkir umum adalah parkir yang yang digunakan oleh pengelola maupun pengunjung. Berdasarkan survey ke lapangan, kurangnya lahan untuk tempat parkir sehingga membuat parkir kendaraan tidak teratur dan membludak (lihat gambar 2.26 dan 2.27). Sirkulasi ruang dalam manufer kendaraan tidak relevan sehingga bisa terjadi kemacetan.

Gambar 2.30 Denah parkir Umum Sumber : wiranata, 2015

Gambar 2.31 Situasi pada parkir Umum Sumber : Observasi 24 September 2015

 Rekomendasi Pemecahan :

Sesuai dengan proyek pengembangan sangat tepat dilakukan sehingga kapasitas parkir dapat diasumsikan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan aktivitas yang terjadi pada wisata air. Pengembangan memberikan kemudahan dalam menata parkir dan fasilitas-fasilitas penunjang yang dibutuhkan dapat dirancang dengan baik.

(42)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 25

2.3.2Analisis Fasilitas

Fasilitas yang kurang memadai sehingga menyebabkan turunnya intensitas pengunjung yang datang dalam menggunakan kolam renang ini. Fasilitas yang ada hanya terdapat 2 buah kolam renang untuk remaja atau dewasa dan anak-anak. Kolam renang utama digunakan oleh atlet dan juga digunakan untuk umum. Dari hal tersebut sangat minim fasilitas yang dimiliki, lain dari pada hal itu fasilitas untuk penyediaan atau penyewaan alat renang juga masih kurang. Selain fasilitas hiburan, fasilitas seperti kebugaran dan perawatan tubuh juga diperlukan yang berfungsi sebagai tempat untuk menenangkan pikiran secara fisik maupun mental.

 Rekomendasi Pemecahan :

Fasilitas-fasilitas yang ada pada objek eksisting akan dikembangkan lebih lanjut dan akan ditambahkan demi memenuhi kebutuhan manusia dalam berekreasi di wisata air Blahkiuh. Fasilitas tambahannya seperti SPA, First Aid,

Restoran, Kiosatau Outlet, Gazebo, Tempat duduk kolam dan lain-lain.

2.3.3Analisis Potensi

Potensi yang dianalisis mengenai sumber mata air dapat digunakan 2-3x lipat dari penggunaan yang sekarang (menurut Bapak Wayan Dani, 2006-2013). Dari beberapa tahun mengabdi, air tersebut terus mengalir dengan tenang dan lancar. Namun agar menjaga sumber mata air tidak habis untuk kedepannya perlu adanya pembuatan penampungan agar air dapat diolah dan digunakan kembali.

Potensi lainnya berupa tempat atau lokasi dari objek adalah sebuah tempat wisata remaja. Sesuai dengan proyek yang dikembangkan dengan judul Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh harus berada pada wilayah pariwisata (RTRW Badung), untuk itu tidak perlu adanya pemilihan lokasi karena sudah sesuai dengan syarat dan kriteria.

(43)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 26

harus diganti dengan air baru dan air sebelumnya dibuang ke sungai. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar 2.28 berikut.

Gambar 2.32 Sisa air dari kolam dibuang ke sungai Sumber : Observasi 11 Oktober 2015

Pengaruh air dari sisa kolam renang yang dibuang ke sungai digunakan kembali oleh masyarakat untuk menanam atau memelihara benih ikan yang merupakan hobi dari masyarakat setempat. Sisa air kolam menggunakan 10% (Bapak Wayan Arsana, 2014) kandungan zodium sehingga aman digunakan untuk memelihara ikan dan untuk pengairan persawahan atau subak. Perkembangbiakan ikan yang masih berjalan dengan baik seirng pertumbuhannya yang menggunakan sisa dari campuran air kolam dapat dilihat pada gambar 2.29 berikut.

Gambar 2.33 Kolam Ikan di lingkungan eksisting dukuh blahkiuh Sumber : Observasi 14 November 2015

(44)

Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh 27

2.4Simpulan Potensi Dan Permasalahan Eksisting Pengembangan Fasilitas Wisata Air di Blahkiuh

Dari data yang sudah dianalisis terkait dengan pengembangan fasilitas wisata air di Blahkiuh dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

1. Kolam Renang Tirta Arum berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata air yang menyediakan fasilitas wisata air seperti, kolam renang khusus untuk atlet, kolam rekreasi untuk umum (rekreasi), berbagai macam wahana air (water slide, lazy river, kolam air deras dan lain-lain), restoran, SPA dan fasilitas lainnya. Dengan memanfaatkan potensi seperti sumber mata air, kawasan pariwisata, kolam renang kompetisi tingkat nasional dan permasalahan-permasalahan yang sudah direkomendasikan pemecahannya dengan mengalokasikan masing-masing kegiatan menjadi terpisah. Hal tersebut bertujuan agar pengunjung tidak saling mengganggu aktivitasnya masing-masing.

2. Fasilitas-fasilitas yang dikembangkan demikian tentu akan berdampak pada pengembangan lahan agar dapat menampung semua fasilitas yang dibutuhkan. Kemudian permasalahan lainnya seperti daya tamping parkir yang masih kurang, penerangan jalan dan penanda lainnya yang masih minim dan perlu untuk diperbaharui. Terdapat lahan kosong sebagai alternative dalam pengembangan sehingga dapat ditanggulangi dengan baik dan menjadikan Desa Blahkiuh sebagai kawasan Daya Tarik Wisata.

Gambar

Gambar 2.1 Tugu batu peresmian Kolam Renang Tirta Arum Sumber : Observasi 4 Oktober 2015
Gambar 2.2 Lokasi Objek Kolam Renang Tirta Arum Sumber : www.google.com/maps/22November 2015
Gambar 2.4 Build Up Area Objek Eksisting Kolam Renang Tirta Arum Sumber : www.google.com/maps/22November 2015
Gambar akses pencapaian dari Ubud dapat
+7

Referensi

Dokumen terkait

13.30 -14.00 PENGEMBANGAN PROTOTIPE ALAT PENGERASAN PERMUKAAN SKALA INDUSTRI UNTUK APLIKASI PADA RODA GIGI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI

Setiap buku memiliki format bentuk buku pop-up dengan inside booklet yang berisikan alur cerita serta ilustrasi atau pop-up tambahan.. Buku yang dibuat adalah satu buku Semangka

Mean dan standar deviation (M±SD) jumlah frekuensi (jumlah gelombang/menit) kontraksi otot uterus tikus galur Sprague dawley tanpa oksitosin dan kontraksi

Dari analisa data terhadap solusi do nothing , diperoleh bahwa dari awal tahun rencana tiap-tiap simpang pada pagi hari dan sore hari sudah tidak mampu menampung arus lalu

Apakah hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Watampone yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project lebih baik dari

Adapun hipotesis penelitian ini adalah Ha; Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar

1) Secara parsial menunjukan: Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa hal ini dikarenakan jika Inflasi yang terjadi dalam suatu Negara tinggi maka harga barang

Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembayaran tagihan rekening Pembangkit Listrik Tenaga Diesel