~~~~-)~@
\
0
kolom__-, /"-
"(
"' \)
A'-)
J
~
-
C
Senin0
Selasa0
Rabu0
Kamis.
Jumat
-~--,
.--1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
17 18 19 20 21 22 23
@
25 26o
Jan0
Peb0
Mar0
Apr0
Mei0
Jun.
Jul0
Ags_.~-~
~...-.-.--....---.---[(OMPAS
o
Sabtu0
Minggu12 13 14 15 16
27 28 29 30 31
o
Sep0
Okt0
Nav0
DesIWAN ABDULRACHMAN:
Perbuatan Teroris
1;;;1I_ _~ < '-."- ~,-..', ..~. ~-.<:88 . .~ ~Tak Memakai
... ----Hati
PENGANTAR REDAKSI:
M
enjelang Ekspedisi Ndugu-Ndugu-sebuah ekspedisi pendakian Cartenz Piramyd (4.884 meter) guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus 2009-penggubah lagu Iwan Abdulrachman menyem-patkan waktu untuk menjawab pertanyaan pembaca Kompas dalam rubrik Tokoh Pilihan-Kompas Kita Pertanyaannya beragam, mulai dari keinginan berkenalan dengan Abah Iwan-yang nama lengkapnya Iwan Armansjah Abdulrachman-sampai dengan persoalan peledakan born di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton serta persoalan lingkungan hidup.Seorang pembaca dari Yogyakarta, Budi Asmarawati, mengaku mengagumi karya Iwan. Namun, tulis Budi Asmarawati, sulit sekali menemukan CD karya Iwan di Yogyakarta. Dalam jawabannya, juga melalui e-mail, penggubah lagu-Iagu balada ini menanggapi, "Untuk CD kumpulan beberapa lagu saya ada pada Kang Erik; no telp
08122010245, e-mail: [email protected]. siapa tabu masih ada."
Jawaban 12 pertanyaan pembaca Kompas dan jawaban dari Iwan bisa Anda baca di "Kompas Kita" yang kini Anda pegang. Adapun jawaban lengkap lwan atas pertanyaan pembaca lain bisa Anda akses di http://kitajkompas.com. Hingga edisi yang keempat, !'Kompas Kita" telah menerima usulan sejumlah tokoh publik, baik itu atlet olahraga, politisi, pemusik, maupun siapa saja. Sosok lwan yang hari ini Anda baca termasuk usulan dari pembaca yang ingin tabu mengenai Ekspedisi Ndugu-Ndugu. Redaksi "Kompas Kita" tetap menunggu usulan tokoh dari pembaca melalui e-mail [email protected].
Untuk tokoh pilihan Riri Riza, seorang pembaca, Jujur Prananto dari Cimanggis, Depok, menambahkan informasi yang ditulis Kompas. Dalam Kompas Jumat (17/7) disebutkan karya Riri antara lain Ada Apa dengan Cinta (AADC)? Jujur menulis, sepertinya kurang tepat menyebut AADCsebagai karya Riri karena di situ Riri berperan sebagai produser bersama Mira Lesmana. Sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo.
009--TENTANG TERORISME:
Menurut Anda, seberapa besar pe-ngaruh kejadian bom Marriott terhadap para musisi di Indonesia dan kira-kira otak pelaku pengeboman itu diletakkan di mana?
Marhalim-Banda Aceh Terhadap manusia yang punya hati nurani, kejadian itu sangat menyentak, memilukan, dan menimbulkan rasa prihatin yang sa'ngat mendalam. Keji-nya membunuh orang-orang yai1gtidak berdaya, ibu-ibu, anak-anak keeil, dan orang-orang yang tidak berdosa! Saya kira rekan-rekan musisi, seperti halnya para seniman lain, karena kepekaan kesenimanannya tentu lebih-Iebih ter-sentuh. Mestinya dampak dari peristi-wa itu akan memberikan pengaruh yang mendalam terhadap karya dan kiprah bermusik mereka selanjutnya. Kata Bang Marhalim, otak pelaku pe-ngeboman ditaruh di mana? Saya kira perbuatan keji seperti itu masih mema-kai otak, hanya hati nuraninya yang mati!
Anda dikenal sebagai pencinta lagu balada.Apakah terpikir untuk membuat lagu balada untuk menyentuh hati para teroris yang suka meledakkan bom dan mengakibatkan orang tak berdosa me-ninggal dunia?
Bramantyo-Bekasi Orang-otang ini Mas Bram, jangan-kan oleh lagu dan nyanyian, mendengar jeritan para korban dan tangisan pilu keluarga korban yang ditinggalkan aki-bat perbuatan mereka saja hatinya ti-dak tersentuh....
Iwan Armansiah Abdulraclm1an
. Nama panggilan: Abah Iwan
.
Tempat, tanggallahir.Sumedang, 3 September 1947
.
Anak ke: 2 dari 8 bersaudara..
Pendidikan:.Fakultas Pertanian Uni-versitas Padjadjaran, Bandung. Keluarga:
Istri: Djawarsih Sariawati, dokter dan dosen Fakultas Kedokteran Uni-versitas Padjadjaran, Bandung. Anak: Adri (31), Agung (30), Arfi (28), Banis (26), Aya (25) . Profesi: musikus, penggubah lagu,
pendnta alam . Kegiatan lain:
1 Karyawan Sub-Bire Bidang ke-mahasiswaan dan Asisten di ba-gian tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2. Wanadri (sejak tahun 1964)
.
Kelompok musik: Grup Pencinta La-gu, sebuah kelompok musik kum-pulan 40-46 laki-laki yang menyanyi dengan warna khas dan memas uk-kan unsur balada dalam bunyi dawai gitar.. Diskografi: "Balada Seorang Kelana" (1964), "Melati dari Jayagiri", "Bu-Ian Merah", "Angin November', "Flamboyan" (1967), ''Tajam Tak Bertepi", "Anggrek Merah", "Doa", "Sejuta Kabut", "Surat", "Pohon Randu", "Tentara", "Nyanyian La-ngit", "Burung (amar'.
.
Penghargaan: Piagam penghargaan dari pemerintah RI berupa Satyalan-(ana Wira KaryaSumber : litbang Kampas
Apa yang salah dari negeri ini Bang, peristiwa demiperistiwa peledakan bom terus saja terjadi.Bagaimana Anda me-nyikapinya?
Rizon Effendy-Yogyakarta Orang-orang ini orang yang putus asa.Persepsi mereka tentang hidup, tentang kehidupan sesudah mati, ten-tang sabar, tenten-tang perbedaan, tenten-tang soliparitas, tentang pengorbanan, ten-tang banyak hal, perlu diluruskan. Me-reka bagian dari kehidupan kita, bah-kan mereka yang hidup jauh di negeri lain, di Palestina, di Mganistan, di Afri-ka, di Amerika Latin, di Irlandia Utara, di Nepal, dan di banyak tempat lain. Mungkin kita semua perlu memeriksa kembali dengan tenang dan jernih, tingkah laku lahir dan sikap batin setiap kita; mungkin kita semua harus mem-benahi ekspresi-ekspresinya dalam ke-hidupan sehari-hari kita, di rumah ma-sing-masing, dijalan, di pasar, di tempat bekeIja, di program institusi, di pang-gung hiburan, di televisi, di mana-ma-na. Disertai kesiapan aparat dan kete-gasan penegak hukum. Siapa tabu de-ngan eara demikian, hati mereka men-jadi lebih tenang, lalu mereka merasa bahwa hidup di dalam keragaman ini indah dan berharga.
TENTANG KARYA
Abah Iwan melegenda dal9-m hal musik dan pencinta alamoNamun, sam-pai saat ini saya masih sulit menda-patkan riwayat hidup lengkap Abah Iwan, seperti keluarga dan sebagainya. Bagaimana sebenarnya riwayat hidup dan pengalaman terpenting yang di-anggap paling berkesan? Adakah buku biografi Abah Iwan?
M Masad Masrur-Bekasi, Jawa Barat Bang Masad yang baik, anak saya sering buka internet, katanya kalau klik "Iwan Abdulrachman" atau klik "Abah lwan", banyak tulisan mengenai saya yang dibuat oleh ternan-ternan saya. Beberapa kali saya rnernbacanya juga dan terharu karena ternan-ternan itu menuliskan banyak hal yang baik-baik-nya.' Terirna kasih ternan-ternan! Ko-non katanya, hebatnya seorang sahabat adalah dia yang lebih suka melihat dan mengungkapkan yang baik-baiknya sa-ja dari sahabatnya. Padahal pasti
ba-nyak juga yang jeleknya! (he-he-he) Mengenai pengalaman yang terpen-ting dan dianggap berkesan?
Sernua pengalaman bagi saya pen-ting dan berkesan. Saya punya eatatan tentang hal itu yang saya tulis di dalam lagu:
Tapak-tapak yang dulu kulalui Kutelusuri balik satu-satu Tertegun aku
Terhenyak bagai mimpi
Saat lalu yang tak mungkin kan kembali
Diam-diam kutemui satu-satu... Terkejut aku, begitu banyak noda, Tak terasa
Takkanlah mungkin 'kan terhapus kini
Yang tlah terjadi, kan tetap tlah ter:Jadi
Perlahan lahan kusadar kembali Saat lalu itu bukan Cuma mimpi Dan langkah baru, harus aku mulai
Saat ini
Ada satu lagu, kalau tidak salah judulnya "Seribu Mil Lebih Sedepa". Teman saya menyanyikannya dengan penghayatan, berikut liriknya:
on
Gubuksunyidi tepi danau...
diam-diam termenung... dibelai mentari senja,yang juga nakal meraba-raba Ujung bunga rerumputan, Sayang.. Lagu alam memang sunyi, Sayang.. Apalagi sore ini... sore ini sore Sabtu, sore biasa kita bertemu
Membelai mentari senja di ujung jalan Bandung utara...
Mentarinya yang inijuga, cumajarak memisah kita
Seribu millebih sedepa... seribu mil pun lebih sedepa....
Bagi saya, lagu itu li-riknya sangat unik, paduan metafora alam dengan su-asana hati yang sedang me-rindu kekasih. Kalau boleh
saya tahu, saat Bapak mem- .
buat lirik lagu itu, apakah ..
Bapak sedang berada jauh dari kekasih Bapak (mung-kin sudah jadi istri) dengan jarak kira-kira seribu mil
lebih sedepa, di daerah mana Pak?
Andya Ayu Ningrat-Perumnas 1 Bekasi
"Seribu Mil Lebih Sedepa" memang saya tulis di atas perahu, di pedalaman Kalimantan Tengah, anak Sungai mandau, namanya Sungai Bengaris. La-gu ini laLa-gu setiap orang yang rindu, yang walaupun jaraknya dapat diukur, kedalaman kerinduannya masing-ma-sing sangat pribadi; seperti jarak "se-depa" yang berbeda-beda pada setiap orang.
Lagu gubahan Kang Iwan meng-gambarkan kecintaan pada alam, se-perti "Melati dari Jayagiri" sampai "Flamboyan".Belakangan ini, ketika
du-nia, termasuk Indonesia, berusaha
memperbaiki lingkungan yang semakin tercemar, kok Kang Iwan malah "ber-henti" menciptakan lagu dengan lirik kecintaan pada alamoKenapa?
loge-Tangerang
Sekarang sudah sangat banyak la-gu-Iagu bertemakan cinta lingkungan diciptakan orang. Saya masih menulis satu dua lagu. Belakangan ini ada lagu saya yang judulnya "Berguru Pada Sa-liara"
Bunga putih, bunga ungu
Bunga kecil yang bahkan namamu pun aku tak tahu
Bunga putih, bunga ungu
Bunga yang bahkan bin tang di langit
pun hormat padamu
Kau ajarkan aku tentang ikhlas Hmhmhmhm
Kau ajarkan aku tentang syukuf
--Hm hm hm hm
Bunga putih, bunga ungu
Bungayang bahkan bintang di langit
pun hormat padamu
TENTANG
LINGKUNGAN
HIDUP
Indonesia adalah zamrud khatulis-tiwa. Tapi tampaknya beberapa tahun lagi itu hanya sebuah kenangan belaka. Apakah Kang Iwan tidak menangis me-lihat bumi Kalimantan dan Sulawesi sudah habis hutannya karenapenebang-an liar, Sumatera sudah dibabat habis hutanT/,Yauntuk perkebunan kelapa sa-wit, Papua terus dikeruk barang tam-bangnya, apalagi Pulau Jawa diper-kirakan bakal tenggelam karena terlalu banyak penduduknya?
Aan P-Ganlt Kang Aan di Garut, menyadari ke-adaan hutan-hutan di Sumatera, Ka-limantan, Sulawesi, bahkan hutan San-cang di tempat akang Garut Selatan, d~ dengan berbagai alasan, yang kadang-kadang seolah-olah baik dan bah-kan oleh orang-orang yang kita kenal, sungguh pilu! di dalam lagu "Nyanyian La-ngit" saya tulis: dan air mata
meleleh didalam hdtiku.
.
Sekalipun kita kejar de-ngan ramai-ramai mena-nam pahon sebanyak-ba-nyaknya, tidaklah mungkin mampu mengimbangi kehilangan pohon-po-hon dengan ekosistemnya yang umur-nya mungkin ratusan tahun. Namun, saya teringat riwayat yang diceritakan orang-orang tua kita bahwa konon Ra-sulullah SAW pemah berujar, sean-dainya pun esok hari kiamat, bila ada saja sebiji kurma di tanganmu, ta-namkanlah itu!
Ada yang
menggelitikhati saya di
Bandung sehingga ingin bertanya. Se-jauh mana kerusakan lingkungan di . cekungan Bandung sekarang? Dan, apa prediksi Akang tentang kerusakan ling-kungan yang terjadi di kawasan Ban-dung Utara atau seputar Lembang khu-susnya? Faktanya, banyak sekali pem-bangunan perumahan atau vila-vila di sana.
Mas Kundrat-Bandung
pertirnbangan di "alam sana".
TENTANG EKSPEDISI
DAN PENCINTA ALAM
Salam rimba. Mau tanya ke Abah Iwan, ekpedisi Ndugu-Ndugu ini at-letjtimnya anggota Wanadri atau ada kerja sama dengan pihakjorganisa-si/lembaga lain? Apakah dalam eks-pedisi tersebut ada unsur konservasi,
pertanyaannya apa yang
akan
diteli-tijdikonservasi dan di tempaljlokasi mana soja?
Deden B Sarwono-Komp Cetarip Barat, Kopo, Bandung
Untuk Ekspedisi Ndugu Ndugu, ren-cana anggota timnya tidak seluruhnya anggota Wanadri, ada Tio dari Mapala UI, ada Lodi dari Arus Liar, ada war-tawan, dan lain-lain. Masing-rnasing dengan tugasnya, tugas abah adalah rnenyampaikan '~pesan-pesan" untuk spirit konservasi.
tan dan gunung-gunung bertasbih de-ngan khidmat kepada Yang Maha Ku-asa, siapa tahu dengan rnenziarahi dan bergaul dengannya kita terbawa untuk itu.
Kang Ridwan yang baik, sungguh sulit untuk rnenerangkan rasa rnanis gula, kecuali rnernpersilakan orang un-tuk rnencicipinya.
Kang lwan selama ini tak hanya dikenal sebagai pencipta lagu berlirik sadar lingkungan, tetapi juga seCaT-a
langsung menunjukkannya seCaT-afisik
dengan mendaki gunung. Bagaimana Kang Iwan membagi waktu antara
men-daki gunung
yangperlu waktu dengan
pekerjaan dan keluarga.Apa anak-anak Kang Iwan tidak protes bapaknya pergi melulu?
Dicky-Bekasi
Supaya tidak perlu rnernbagi waktu, seringnya rnengupayakan pekerjaan yang rnenyangkut adventure, jadi kerja sambil senang atau hobi sambil kerja.
Barn-barn ini saya diajak untuk ikut ekspedisi penelitian di Pulau Waigeo di utara Papua sebagai tim pendamping bersama Prof Suparka dari LIPI.
Nah! sambil bekerja berpetualang! asyiiik!
Anak-anak protes? Saya dengar ka-tanya dulu, kalau saya sedang beper-gian, istri saya suka bercerita kepada anak-anak tentang bapaknya dan rnengajak ikut rnendoakan,jadi katanya spirit bapaknya tetap hadir di rumah.
Atmojo Eko Wibowo- Nah, setelah rnereka dewasa,
ta-Purwokerto hu-tahu pada rnasuk Wanadri! saya Pirnpinan dan perencana ekspedisi kaget juga, berarti rnungkin rnenurnt Saudara Yopi, Ogun, dan Iwan Bungsu, rnereka kegiatan bapaknya keren juga rnernbuat program latihan yang sudah ya?
dan sedang kami jalani, rnenyangkut
'-"'-physical fitness, technical ski/~ dan
la-in-lain. Masalahnya alam tidak rnern-berikan dispensasi kepada usia,jadi apa boleh buat. Waktu sirnulasi tracking
antara 11rlnke Gunung Gede,
.te-rnan-ternan httihan anggota Wanadri yang rnuda rnencapai puncak 2 jam! Va, abah cuma bisa 5 jam lebih, tapi kan umur rnereka 20 tahunan, abah 60 tahunan, 3 kalinya! Va, okelah kata pelatih! Begitu juga sewaktu latihantechnical climbing di tebing Citatah!
Nah, rnengenai izin, ini yang seka-rang rnenjadi rnasalah! Dengan alasan keamanan karena beberapa peristiwa di Freeport, rnungkin izin untuk eks-pedisi belurn dapat diberikan, apa boleh buat, kalau harus diundur, ya akan di sesuaikan.
Akan tetapi, latihim jalan terns.
Abah lwan yang saya kagumi tentang rencana pendakian Cartenz Pyramid pada Agustus 2009 nanti, saya merasa bangga dan memberikan apresiasi ting-gi. Bagaimana persiapan yang harus
dilakukan (berkaitan dengan faktor
usia), apakah ada porsi latihan khusus untuk ekspedisi tersebut? Untuk pen-dakian ke Cartenz sering terkendala mengenai perizinan, mengingat wi/ayah tersebut merupakan kawasan PT Free-port, bagaimana untuk proses
perizin-annya?
Pertanyaan saya, apa yang membuat Anda tertarik untuk mendaki gunung dan kepuasan apa yang A1?da dapat setelah mendaki gunung, serta apa yang membuat Anda ketagihan untuk terus mendakigunung?
Ridwan Kurniawan-Sukabumi
Orang-orang tua kita rnenyampai-kan bahwa kalau kita bergaul dengan orang-orang jahat, kecenderungan un-tuk rnenjadi jahat akan timbul dan bila kita bergaul dengan orang-orang baik kecenderungan untuk rnenjadi baik le-bih terbuka.