• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

6.1 Kerangka Penyajian

Hasil penelitian Kepuasan dokter keluarga terhadap sistem pembayaran dengan konsep kapitasi di PT. Askes (Persero) Cabang Jakarta Selatan tahun 2009 disajikan dalam 2 bentuk, yaitu Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil Analisa univariat disajikan dengan tabelan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel, sedangkan hasil Analisa bivariat disajikan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara variabel dependen dengan independen serta kemaknaannya secara statistik.

6.2 Analisa Univariat

6.2.1 Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik a. Usia

Tabel 6.1

Distribusi responden berdasarkan usia

Usia Frekuensi Persentase (%)

<= 60 tahun 6 20

> 60 tahun 24 80

(2)

Hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kolese Dokter Keluarga Indonesia (1995) yang menyatakan bahwa sebagain besar dokter keluarga (83,5%) yang diteliti berusia antara 39-55 tahun

b. Jenis Kelamin

Tabel 6.2

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Usia Frekuensi Persentase (%)

Laki-laki 7 23

Perempuan 23 77

Jumlah 30 100

Responden terbanyak adalah perempuan yaitu sebanyak 23 responden (77%) dan laki-laki sebanyak 7 responden (23%). Hal ini berbeda dengan hasil penelitian Kolese Dokter Keluarga Indonesia (1995) yang menyatakan bahwa jumlah dokter keluarga yang diteliti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.

Hal ini berkaitan dengan nilai yang cukup lama dominan dalam kultur berbagai bangsa menyatakan bahwa pada dasarnya tempat perempuan adalah di dapur (Siagian, 1989). Tetapi bila dihubungkan dengan teori menurut Siagian (1989) bahwa semakin tingginya pendidikan masyarakat, termasuk pendidikan kaum perempuan dewasa ini tidak lagi dipersoalkan ada tidaknya perbedaan dalam hal kemampuan antara laki-laki dan perempuan yang bekerja.

c. Lama bekerjasama

Tabel 6.3

Distribusi Responden Berdasarkan Lama Bekerjasama Usia Frekuensi Persentase (%)

>= 5 tahun 8 27

< 5 tahun 22 73

Jumlah 30 100

(3)

Berdasarkan lama kerjasama Tabel 6.3 menyatakan bahwa responden terbanyak adalah yang telah bekerjasama dengan PT. Askes lebih dari 5 tahun sebanyak 22 responden (73%) dan kemudian adalah yang telah bekerjasama kurang dari 5 tahun yaitu sebanyak 8 responden (27%).

Kenyataan ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Kolese Dokter Keluarga Indonesia (1995), dimana seluruh dokter yang diteliti telah bekerjasama lebih dari 3 tahun.

d. Pendidikan

Tabel 6.4

Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Lanjutan Pendidikan Lanjutan Frekuensi Persentase (%)

Tidak ada(S1) 25 83.3%

S2 5 16.7%

Jumlah 30 100

Distribusi responden berdasarkan tabel 6.4 diketahui bahwa responden terbanyak adalah yang berpendidikan S1 (pendidikan kedokterannya) yaitu sebanyak 25 responden (83.3%) dan yang berpendidikan S2 yaitu sebanyak 5 responden (16.7%). Hal ini mungkin karena untuk melanjutkan studinya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit (Leonita;84).

(4)

e. Pelatihan

Tabel 6.5

Distribusi Responden Berdasarkan Pernah Tidaknya Mengikuti Pelatihan Dokter Keluarga Yang Diadakan PT. Askes

Pelatihan Frekuensi Persentase (%)

Pernah ikut 7 23

Tidak pernah ikut 23 77

Jumlah 30 100

Dari tabel 6.5 diketahui bahwa responden yang pernah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PT. Askes adalah sebanyak 7 responden (23%) dan yang tidak pernah mengikuti pelatihan adalah 23 responden (77%).

Kenyataan ini hampir sama dengan penelitian Kolese Dokter Keluarga Indonesia (1995), dimana 82,6% dokter keluarga yang diteliti belum pernah mengikuti pelatihan dokter keluarga. Hal ini mungkin karena dokter keluarga merasa tidak berarti banyak dalam kehidupan sehari-hari dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan (seperti dikutip dari Leonita) dimana peranan dokter masih bersifat kuratif, sedangkan peranan dokter keluarga antara lain memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian kepada penderita secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan yang disampaikan (Azwar, 1997).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan oleh dokter keluarga yang bekerjasama dengan PT. (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan konsep pelayanan dokter keluarga yang ingin dicapai dalam program JPK, yaitu pelayanan kesehatan bersifat komprehensif, meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan (PT. (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia, 1993).

(5)

6.2.2 Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Kapitasi

Tabel 6.6

Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Kapitasi

Kepuasan Frekuensi Persentase (%)

Tahu 22 73

Tidak tahu 8 27

Jumlah 30 100

Tabel 6.6 menunjukkan bahwa dokter keluarga yang mengetahui konsep kapitasi lebih banyak yaitu sebanyak 22 responden (73%) daripada responden yang tidak mengetahui kapitasi yaitu sebanyak 8 responden (27%)

Pengetahuan dokter keluarga Terhadap kapitasi di PT. Askes (Persero) cabang Jakarta Selatan tahun 2009 dihasilkan dari penyebaran kuesioner dengan item-item pertanyaan sebagai berikut:

(6)

Tabel 6.7

Distribusi Pengetahuan Dokter Keluarga Berdasarkan Pertanyaan Terhadap Kapitasi

Di PT. Askes Persero Cabang Jakarta Selatan Tahun 2009

Tidak tahu

Tahu Total No Item Pertanyaan

N % N % N % 1 Pengertian Kapitasi 0 0 30 100 30 100.0

2

Cara pembayaran kapitasi

1 3.3 29 96.7 30 100.0

3

Fungsi Kapitasi 8 26.7 22 73.3 30 100.0 4 Kapitasi dibagi menjadi

2, yaitu kapitasi total dan

kapitasi partial 9 30 21 70 30 100.0

5

Dokter akan menerima insentif apabila jumlah biaya yang ditetapkan

tidak terpakai 5 16.7 25 83.3 30 100.0

6

dokter berperan sebagai

“gate keeper”. (gate keeper adalah

pengontrol biaya) 4 3.3 26 86.7 30 100.0

7

Kapitasi merupakan program adaptasi dari

managed care. 7 23.3 23 76.7 30 100.0

(7)

Dari tabel 6.7 diketahui bahwa semua responden yaitu sebanyak 30 responden (100%) mengetahui pengertian kapitasi, sebanyak 29 responden (96.7%) mengetahui tentang pada saat kapan kapitasi dibayarkan, sebanyak 22 responden (73.3%) mengetahui fungsi kapitasi, sebanyak 21 responden (70%) mengetahui jenis-jenis kapitasi, sebanyak 25 responden (83.3%) mengetahui akan menerima insentif jika biaya tidak terpakai, sebanyak 26 responden (86.7%) mengetahui perannya sebagai dokter keluarga PT. Askes, dan sebanyak 23 responden (76.7%) mengetahui bahwa kapitasi adalah adaptasi dari managed care.

6.2.3 Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan

a. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Tarif Yang Ditetapkan Tabel 6. 8

Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Tarif Yang Telah Ditetapkan

Tarif Frekuensi Persentase (%)

Puas 9 30

Tidak puas 21 70

Jumlah 30 100

Dari tabel 6.8 diketahui bahwa distribusi responden yang merasa tidak puas terhadap tarif yang telah ditetapkan jauh lebih besar (70%) dibandingkan dengan yang puas yaitu sebesar ( 30%).

(8)

b. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Ketepatan Pembayaran

Tabel 6.9

Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Data Peserta Yang Diterima

Ketepatan pembayaran

Frekuensi Persentase (%)

Puas 10 33

Tidak puas 20 67

Jumlah 30 100

Tabel diatas menyatakan bahwa distribusi responden yang merasa tidak puas terhadap data peserta yang diterima sebanyak 20 responden (67%) dan yang merasa puas terhadap data peserta yang diterima sebanyak 10 responden (33%).

Kepuasan responden diukur berdasarkan besaran tarif kapitasi yang telah dibayarkan dan ketepatan pembayaran kapitasi. Dikatakan puas jika responden menjawab puas atas kedua hal tersebut.

(9)

Saran yang diberikan para dokter adalah:

• Hampir semua dokter menyarankan agar PT. Askes meninjau kembali besaran tarif kapitasi yang ada sekarang ini.

• Kalau dulu jika ada pasien dari dokter lain mereka akan menerima laporannya, kenapa sekarang tidak lagi.

• Data pasien yang ada seringkali tidak cocok antara pasien yang datang berobat dengan yang terdaftar dimereka, karenanya PT. Askes harus lebih memperbaiki sistem administrasinya.

6.3 Analisa Bivariat

6.3.1 Hubungan Usia Dengan Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Konsep Kapitasi

Tabel 6.10

Hubungan Usia Dengan Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi Kepuasan dokter

tidak puas puas Total P value Usia

N (%) N % N %

<= 60

tahun 5 83.3 1 16.7 6 100 0,628

> 60

tahun 15 62.5 9 37.5 24 100

(10)

Thi et al (2002), menyatakan bahwa usia mempunyai hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan, usia termasuk salah satu faktor yang paling konsisten mempengaruhi tingkat kepuasan.

Dari tabel 6.10 diketahui bahwa dokter yang berusia <= 60 tahun sebanyak 16.7%

menyatakan puas terhadap konsep kapitasi dan kelompok umur > 60 tahun sebanyak 37.5% menyatakan puas.

Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa nilai (p value > 0,05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan tingkat kepuasan. Penelitian ini sama dengan penelitian tesis yang dilakukan oleh Neneng (2000) di RSUD Bekasi dan Emmy (2001) di Poliklinik RS Islam Siti Khadijah Palembang, serta penelitian skripsi oleh Abdul Salim (2003) di PT. Asuransi Bina Dana Arta, Tbk.

6.3.2 Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Tabel 6.11

Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Kepuasandokter

tidak puas puas Total P value Jenis

Kelamin

N (%) N % N %

Laki-laki 2 28.6 5 71.4 7 100 0,047

Perempuan 18 78.2 5 21.7 23 100

Total 20 66.7 10 33.3 30 100

Dari tabel 6.11 diketahui bahwa laki-laki yang puas dengan konsep kapitasi yaitu sebesar 71,7% dan perempuan yang puas hanya sebesar 21,7%. Setelah dilakukan uji statistik diperoleh nilai (p = <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin dengan kepuasan dokter keluarga terhadap konsep kapitasi.

(11)

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, dimana hasilnya menyatakan bahwa responden laki-laki memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan responden perempuan.

Thi et al (2002) menyatakan jenis kelamin laki-laki cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada perempuan.

Menurut hasil penelitian Sumanto (1998), Yani (1999) dan Yanuarti (2000), menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.

6.3.3 Hubungan Antara Pendidikan Lanjutan Dengan Tingkat Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Tabel 6.12

Hubungan Antara Pendidikan Lanjutan Dengan Tingkat Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Kepuasandokter

tidak puas puas Total P value Pendidikan

Lanjutan

N (%) N % N % Tidak

ada/S1 15 60 10 40 25 100 0,225

S2 5 100 0 0 5 100

Total 20 66.7 10 33.3 30 100

(12)

disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepuasan dokter keluarga terhadap konsep kapitasi.

Menurut Lumenta (1980) menyatakan bahwa pendidikan rendah umumnya cukup puas dibandingkan dengan pendidikan yang lebih tinggi.

Carr dan Hill (1992) menyatakan bahwa masyarakat yang berpendidikan tinggi, karena pengetahuan yang dimilikinya lebih menuntut layanan yang lebih baik dan tidak lagi merasa puas dengan pelayanan dasar, namun semakin membutuhkan dan menuntut lebih banyak dari sistem pemberian layanan.

6.3.4 Hubungan Antara Lama Kerjasama Dengan Tingkat Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Tabel 6.13

Hubungan Antara Lama Kerjasama Dengan Tingkat Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Dokter keluarga yang tidak puas terhadap kapitasi berdasarkan tabel 6.13 lebih besar pada dokter yang telah bekerjasama > 5 tahun yaitu sebesar 68.1 %. Setelah dilakukan uji statistik didapat nilai (p = > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lama kerjasama dengan kepuasan dokter keluarga Terhadap konsep kapitasi. Penelitian ini sama dengan penelitian skripsi yang dilakukan oleh Leonita di PT. Askes KC Bogor.

Kepuasan dokter

tidak puas puas Total P value Lama

Kerjasama

N (%) N % N %

<= 5

tahun 5 62.5 3 37.5 8 100 1,000

> 5 tahun 15 68.1 7 31.8 22 100

Total 20 66.7 10 33.3 30 100

(13)

6.3.5 Hubungan Antara Pelatihan Dengan Tingkat Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Tabel 6.14

Hubungan Antara Pelatihan Dengan Tingkat Kepuasan Dokter Keluarga Terhadap Kapitasi

Kepuasan dokter

tidak puas puas Total P value Pelatihan

N (%) N % N %

Pernah ikut 2 28.6 5 71.4 7 100 0,047

Tidak pernah

ikut 18 78.3 5 21.7 23 100

Total 20 66.7 10 33.3 30 100

Dari tabel 6.14 diketahui bahwa sebanyak 78.3% dokter yang tidak pernah ikut pelatihan dokter keluarga yang diadakan PT. Askes merasa tidak puas terhadap konsep kapitasi. Secara statistik melalui uji chi square, di dapat nilai (p = <0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pernah tidaknya dokter keluarga mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PT.

Askes dengan kepuasan terhadap konsep kapitasi.

(14)

6.3.6 Hubungan Kepuasan Dokter Keluarga Dengan Pengetahuan Dokter Keluarga Mengenai Kapitasi

Tabel 6.15

Hubungan Kepuasan Dokter Keluarga Dengan Pengetahuan Dokter Keluarga Mengenai Kapitasi

Kepuasandokter p value

tidak puas puas Total

Kepuasan

Dokter N (%) N % N %

tidak tahu 8 100 0 0 8 100 0,058

tahu 12 54.5 10 45. 5 22 100

Total 20 66. 7 10 33.3 30 100

Dari tabel 6.15 semua dokter yang tidak tahu Terhadap konsep kapitasi menyatakan tidak puas (100%). Dari hasil uji statistik menunjukkan (p > 0,05) menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kepuasan dokter dengan tingkat Kepuasan dokter keluarga Terhadap kapitasi.

Hal ini mungkin dikarenakan pemikiran dokter yang merasa bahwa mereka hanya dibayar Rp.4000,- seperti yang banyak diutarakan oleh para dokter keluarga ketika diwawancara.

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan dari ketiga video profile tersebut dengan Perancangan Video Profil sebagai Media Informasi Pada Lorin Solo Hotel adalah dilihat dari konsep video dengan

Identifikasi natrium alginat secara kualitatif memberikan hasil yang positif terhadap semua perlakuan, rendemen natrium alginat tertingi adalah 16,63% dengan konsentrasi pemutih

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Mumbul Jember adalah subjek pajak badan dalam negeri yang bekerja sebagai pemungut Pajak Penghasilan Pasal 23 atas jasa sewa kendaraan

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Caregiver Self-efficacy dengan

Untuk membantu anak dalam bersosialisasi, program bimbingan dan konseling di sekolah dasar sebaiknya memasukan kegiatan permainan kelompok, hasil penelitian Landreth

The Effectiveness of a Group Psycho-educational Program on Family Caregiver Burden of Patients with Mental Disorder.. BMC Research

Sehingga berdasarkan syarat kestabilan sistem permainan maka titik ekuilibrium Nash dapat diperoleh dari titik potong kedua hiperbola pada daerah yang memenuhi