87
KEWAJIBAN DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA
Kevin KellyMahasiswa BK-FKIP UKSW Salatiga ABSTRAK
Kewajiban belajar yaitu suatu kegiatan yang harus di kerjakan dan di taati siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah. kewajiban belajar sebagai kebutuhan setiap siswa di dalam belajarnya, sehingga jika kewajibannya itu tidak dilakukan maka akan berpengaruh terhadap kedisiplinan belajarnya sehingga tidak maksimal dalam belajarnya tersebut. Oleh karena itu tidak heran jika banyak siswa yang masih kurang melakukan kewajibannya dikarenakan mungkin mereka merasa jenuh ataupun bosan terhadap kegiatan dalam belajar.
Kata kunci: kewajiban dan kedisplinan
PENDAHULUAN
Di dalam proses Belajar mengajar siswa dikatakan berhasil yaitu jika siswa tersebut melakukannya secara bertanggung jawab dan displin dalam belajarnya. Di harapkan siswa dapat mampu meningkatkan kedisplinannya dalam belajar ketiak juga menyelesaikan pendidkannya..Menurut slameto(2015) belajar yaitu proses seseorang dalam mendapatkan suatu hasil perubahan perilaku yang baru secara menyeluruh. Juga menurut hamalik (2014) belajar yaitu proses dalam suatu kegiatan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya.
Displin yang di terapkan di sekolah sangatlah penting agar siswa dapat membatasi perilaku mereka di sekolah dan supaya siswa dapat lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Di lingkungan sekolah, masih banyak anak yang kurang bertanggung jawab di dlaam belajarnya. Contohnya ketika guru memberi tugas kepada siswa setelah itu siswa tersebut bukannya mereka mengerjakan tetapi mereka ada yang tiduran, bermain hp, ada yang makan. Itulah yang dapat menyebabkan siswa menjadi tidak bertanggung jawab, maka hal itu yang bisa berpengaruh terhadap kediplinan belajar siswa.
Sebenarrya fasilitas belajar contohnya handphone dapat mempermudah kita dalam kegiatan belajar siswa. Dapat juga bisa untuk memecahkan masalah apa yang timbul ketika saat jam pelajaran berlangsung. Jadi ketika siswa ketika memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal dapat menunjang tanggung jawabnya sebagai pelajar.
Kurangnya fasilitas maupun peralatan dalam belajar sehingga dapat menyebabkan siswa menjadi malas belajar dan tidak fokus.Berdasarkan identifikasi masalah bertanggung jawab dan displin belajar tersebut, agar lebih fokus dalam menghadapi permaslahan yang terjadi.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi disiplin dalam belajar 1. Disiplin ketika belajar di sekolah
Contohnya: taat ketika di dalam kelas agar lebih fokus dalam belajar 2. Peralatan belajar di sekolah
Contohnya: peralatan belajar kondisi ruangan kelas maupun ruang belajar siswa.
Salah satu aspek afektif yang penting dan perlu diperhatikan yaitu disiplin belajar.
Disiplin belajar memiliki hubungan yang erat dengan sikap untuk melakukan suatu kegiatan.
Mengabaikan disiplin belajar siswa dalam pembelajaran berarti membuat siswa enggan untuk melakukan kegiatan belajar sehingga hasil belajar disekolah kurang baik.
Kewajiban dan Kedisiplinan Belajar Siswa (Kevin Kelly)
88
Disiplin belajar merupakan faktor pendukung guna untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa memiliki tanggapan yang seperti itu, karena di dalam proses belajar mengajar, guru terfokuskan pada buku yang mereka punyai sebagai satu-satunya sumber belajar mengajar. Hal ini yang menjadi kelemahan guru dalam membawakan suatu materi.
KAJIAN TEORI Kewajiban belajar Pengertian wajib belajar
Di dalam UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat 1 disebutkan, “ setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Mendapatkan pendidikan merupakan hak asasi manusia dan menjadi hak dasar warga negara indonesia.namun kenyataannya banyak penduduk indonesia yang belum mendapatkan pendidikan disebabkan banyak hal, diantaranya hidup di lingkungan yang terpencil. Hal ini berdampak pada kurangnya sumber daya manusia untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.
Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan hak pendidikan bagi warga negaranya. Oleh sebab itu, program wajib belajar di laksanakan sejak tahun 1984 (wajib belajar pendidikan dasar 6 tahun) kemudian setelah 10 tahun diluncurkan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sejak 1994, melalui instruksi presiden nomor 1 tahun 1994.
Wajib belajar merupakan program pendidikan nasional yang harus diikuti oleh warga negara indonesia atas tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah. Wajib belajar ini merupakan pendidikan minimal yang harus di ikuti oleh setiap warga negara indonesia.
Adapun belajar ialah aktifitas yang dilakukan seseorang atau peserta didik secara pribadi dan sepihak. Sedangkan pembelajaran itu melibatkan dua pihak, yaitu guru dan peserta didik yang di dalamnya mengandung dua unsur sekaligus, yaitu mengajar dan belajar (teaching and learning), jadi perubahan istilah yang sebelumnyadi kenal dnegan istilah proses belajar mengajar (PBM) atau kegiatan belajar mengajar (KBM). (Ismail, 2008:
8-9).
Tujuan kewajiban belajar
Secara umum, masyarakat di haruskan untuk mengikuti wajib belajar sesuai dengan UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat 1 disebutkan, “ setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka sehingga memiliki pekerjaan yang layak.
Kedisiplinan Belajar
Pengertian Kedisiplinan Belajar
Kedisiplinan belajar diartikan sebagai bentuk kepatuhan dan ketaatan siswa dalam menjalankan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah dan guru dalam proses pembelajaran karena didorong oleh kesadaran yang ada pada kata hatinya, kesadaran ini diperoleh karena melalui latihan-latihan.
Disiplin dalam belajar merupakan hal yang penting di dalam pendidikan. Dengan menjalankan disiplin akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Disiplin belajar merupakan proses untuk membantu siswa dalam mengubah tingkah lakunya ke arah yang lebih baik.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang mempunyai sikap disiplin yang tinggi. Disiplin adalah kunci kesuksesan, sebab dengan disiplin orang menjadi berkeyakinan bahwa disiplin membawa manfaat yang dibuktikan dengan tindakan disiplinnya sendiri.
Menurut Arikunto, kedisiplinan belajar diartikan sebagai tindakan yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran.
WIDYA WASTARA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 3, Agustus 2022
89
Menurut E. Mulyasa, kedisiplinan belajar ialah suatu keadaan tertib, dimana orang- orang (siswa) tergabung dalam suatu proses pembelajaran tunduk pada peraturan- peraturan yang telah ditetapkan dengan kesadaran diri sendiri tanpa ada paksaan, baik peraturan secara tertulis maupun tidak tertulis dalam perubahan tingkah laku.
Berdasarkan beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan kedisiplinan belajar adalah mengajarkan kepatuhan kepada siswa dan memberikan kenyamanan pada siswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar serta perkembangan dari pengembangan diri sendiri dan pengarahan diri sendiri tanpa pengaruh atau kendali dari luar.
FUNGSI KEDISIPLINAN BELAJAR
Menurut Tulus Tu’u, fungsi kedisiplinan belajar ialah sebagai berikut:
1) Dengan kedisiplinan yang muncul karena kesadaran diri akan mendorong siswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya siswa yang sering melanggar ketentuan sekolah akan menghambat optimalisasi potensi dan prestasinya.
2) Tanpa kedisiplinan yang baik, suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Kedisiplinan memberi dukungan yang tenang tertib bagi proses pembelajaran.
3) Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma- norma, nilai kehidupan dan kedisiplinan. Dengan demikian anak-anak dapat menjadi individu yang tertib dan teratur.
4) Kedisiplinan merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak kerja.
Menurut Surya Subroto, kedisiplinan belajar sangat penting bagi perkembangan anak karena memenuhi beberapa kebutuhan tertentu. Adapun fungsi kedisiplinan belajar siswa antara lain:
1) Memberi rasa aman dengan memberi tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.
2) Sebagai pendorong ego yang mendorong anak mencapai apa yang diharapkan darinya.
3) Persiapan mental yang kuat
4) Anak belajar menafsir, bahwa pujian sebagai tanda rasa kasih sayang dan penerimaan.
5) Memungkinkan hidup menurut standar yang disetujui kelompok siswa.
6) Membantu anak mengembangkan hati nurani, suara hati, membimbing dalam mengambil keputusan dan pengembangan tingkah laku.
Tujuan Kedisiplinan Belajar
Guru dapat menanamkan sikap kedisplinan di dalam belajarnya agar anak dapat memperoleh tujuan dan hasil yang lebih baik. Tujuan dari kedisplinan belajar itu sendiri yaitu mengajarkan kepatuhan kepada siswa dan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif saat belajar di kelas. Menurut Sulistyorini, tujuan kedisiplinan siswa dalam belajar yaitu untuk mendidik para siswa agar sanggup mengatur dan mengendalikan dirinya dalam berprilaku serta bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik- baiknya.
Menurut Maman Rahman dalam bukunya Ngainun Naim mengemukakan bahwa tujuan kedisiplinan belajar siswa ialah:
1) Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang 2) Mendorong siswa melakukan perbuatan yang baik dan benar
Kewajiban dan Kedisiplinan Belajar Siswa (Kevin Kelly)
90
3) Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah
4) Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya
Berdasarkan beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan kedisiplinan belajar adalah mengajarkan kepatuhan kepada siswa dan memberikan kenyamanan pada siswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar serta perkembangan dari pengembangan diri sendiri dan pengarahan diri sendiri tanpa pengaruh atau kendali dari luar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi kedisiplinan Belajar
Permasalahan- permasalahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, pada umumnya berasal dari faktor internal yaitu dari siswa itu sendiri maupun faktor eksternal yang berasal dari luar. Beberapa faktor yang mempengaruhi kedisiplinan belajar adalah sebagai berikut:
1. Kesadaran diri, berfungsi sebagai pemahaman diri bahwa kedisiplinan dianggap penting bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Selain kesadaran diri menjadi motif sangat kuat bagi tebentuknya kedisiplinan.
2. Pengikut dan ketaatan, sebagai langkah penerapan dan praktik atas peraturan- peraturan yang mengatur perilaku individunya. Hal ini sebagai kelanjutan dari adanya kesadaran diri yang dihasilkan oleh kemampuan dan kemauan diri yang kuat.
3. Alat pendidikan, untuk mempengaruhi, mengubah, membina dan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan dan diajarkan.
4. Hukuman sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi dan meluruskan yang salah sehingga orang kembali pada perilaku yang sesuai dengan harapan.
Menurut Arikunto, faktor- faktor yang dapat mempengaruhi terciptanya kedisiplinan belajar siswa adalah:
1) Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor yang berada dalam diri setiap siswa.
Oleh karenanya faktor internal ini meliputi:
Minat
Minat ialah kesediaan dari dalam jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar. Seorang siswa yang memiliki perhatian yang cukup serta kesadaran yang baik terhadap segala aturan-aturan yang ditetapkan oleh sekolah, sedikit banyak akan berpengaruh pula terhadap kesadaran mereka untuk melakukan perilaku kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Emosi
Emosi merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang yang mempengaruhi dan menyertai penyesuaian di dalam diri secara umum, Keadaan ini merupakan penggerak mental dan fisik bagi setiap individu dan dapat diobservasi melalui tingkah laku.
2) Faktor eksternal Faktor eksternal merupakan faktor luas yang akan sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan belajar siswa. Faktor ini meliputi hal- hal sebagai berikut:
Sanksi dan Hukuman
Hukuman merupakan perbuatan yang secara intensional diberikan kepada seseorang untuk membuka hati nurani dan penyadaran seseorang akan kesalahannya.
Fungsi hukuman dalam konteks pendidikan adalah sebagai alat untuk memberikan sanksi kepada siswa terhadap pelanggaran yang telah dilakukan. Sanksi atau hukuman ini dilakukan sebagai bentuk penyadaran. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto dalam teori sistem motivasinya. Ia menyatakan bahwa jika seorang
WIDYA WASTARA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 3, Agustus 2022
91
individu mendapat hukuman, maka akan terjadi perubahan dalam sistem motivasi diri individu yang bersangkutan. Perubahan motivasi dimaksud akan mengakibatkan penurunan pada setiap individu dalam mengulangi perilaku dan tindakan yang berhubungan dengan timbulnya suatu hukuman kepada yang bersangkutan.
Situasi dan Kondisi Sekolah
Faktor situasional akan sangat berpengaruh pada pembentukan perilaku setiap manusia. Seperti faktor ekologis, faktor rancangan dan arsitektural, faktor temporal, suasana perilaku dan faktor sosial. Tetapi manusia akan mampu memberikan reaksi yang berbeda- beda terhadap situasi yang dihadapinya. Hal ini sesuai dengan karakteristik personal yang dimilikinya. Perilaku manusia merupakan hasil interaksi yang tentu sangat menarik berkaitan dengan keunikan individu dan keunikan situasional.
Sejalan dengan pendapat Arikunto, Unaradjan juga mengemukakan dua faktor yang mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa, yaitu:
1) Faktor Internal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari siswa sendiri. Dalam hal ini faktor internal dibagi menjadi dua yaitu keadaan fisik dan psikis..
2) Faktor eksternal. Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang berasal dari lingkungan luar yang meliputi kebiasaan keluarga, penerapan tata tertib sekolah, dan kondisi masyarakat.
INDIKATOR KEDISPLINAN BELAJAR
Agus Wibowo dalam bukunya Pendidikan Karakter Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban mengemukakan indikator kedisiplinan belajar siswa adalah:
a. Membiasakan hadir tepat waktu b. Membiasakan mematuhi aturan
Arikunto membagi tiga macam indikator kedisiplinan belajar siswa, yaitu:
Kedisiplinan di dalam kelas, meliputi:
1. Absensi (kehadiran di sekolah/kelas)
2. Memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran (mencatat, memperhatikan, membaca buku pelajaran)
3. Mengerjakan tugas yang diberikan guru
4. Membawa peralatan belajar (buku tulis, alat tulis, buku paket)
2) Kedisiplinan di luar kelas di lingkungan sekolah, meliputi: memanfaatkan waktu luang/istirahat untuk belajar (membaca buku di perpustakaan, berdiskusi/bertanya dengan teman tentang pelajaran yang kurang dipahami.
3) Kedisiplinan di rumah, meliputi:
a) Memiliki jadwal belajar
b) Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Menurut Tulus Tu’u indikator kedisiplinan belajar siswa ialah:
a) mengatur waktu dirumah b) rajin dan teratur belajar
c) perhatian yang baik saat belajar di kelas d) ketertiban diri saat belajar dikelas.
Kewajiban dan Kedisiplinan Belajar Siswa (Kevin Kelly)
92 PEMBAHASAN
Siswa merupakan bagian dari warga sekolah , sehingga tak luput dari kewajiban.
Kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan agar dapat memperoleh hak. Apabila kewajiban-kewajiban tersebut tidak dilaksanakan atau dipatuhi, maka siswa akan mendapatkan sanksi dari sekolah. Lantas, apa saja hak dan kewajibab siswa di sekolah?
Dilansir dari laman resmi Yayasan BPK Penabur, berikut ulasannya.
Kewajiban Siswa di sekolah
1. Mengikuti peraturan dan tata tertib sekolah Setiap sekolah tentu memiliki regulasi dan tata tertib yang berbeda-beda. Dengan demikian siswa wajib mentaati peraturan serta tata tertib yang berlaku. Anak juga harus belajar menjaga sikap dan ketertiban selama proses belajar di sekolah agar proses belajar mengajar menjadi kondusif. Hal itu juga melatih kedisiplinan anak, serta membuat lingkungan sekolah menjadi tertib.
2. Hadir tepat waktu dan memberi keterangan jika tidak bisa hadir sekolah Sudah menjadi aturan umum seorang siswa wajib datang ke sekolah tepat waktu sebelum bel sekolah dibunyikan, yaitu ada yang pukul 06:30, atau 07.00, tergantung dari kebijakan sekolah. Peraturan ini dibuat agar siswa bisa sesuai dengan jadwal pelajaran yang telah dibuat, dari jam masuk hingga jam pulang. Selanjutnya jika anak berhalangan masuk sekolah, orang tua atau wali wajib memberikan surat izin tidak masuk sekolah atau menghubungi guru dan pihak staf sekolah.
3. Menjaga sopan santun kepada seluruh warga sekolah Seorang siswa juga wajib menjunjung tinggi nilai sopan santun selama berada di lingkungan sekolah. Hal ini berlaku untuk seluruh warga sekolah.
Dengan demikian, seorang siswa wajib menghargai dan menghormati seluruh warga sekolah.Kedisiplinan belajar adalah suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan siswa untuk melaksanakan dan menjalankan peraturan dan tata tertib guru atau sekolah sehingga diperoleh perubahan dalam diri siswa, baik perbuatan maupun sikap dalam proses belajar di rumah maupun di sekolah. Keberhasilan belajar akan dicapai apabila siswa disiplin, namun akan lebih baik apabila disiplin tersebut tumbuh karena kesadaran yang muncul dari dalam diri siswa itu sendiri. Disiplin dalam hal ini adalah disiplin belajar. Kedisiplinan belajar merupakan tindakan yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Disiplin belajar yang baik akan melahirkan suasana yang nyaman ketika pembelajaran. Siswa yang disiplin belajar secara otomatis akan belajar dengan teratur dan bersungguh-sungguh. Sehingga suasana belajar di kelas akan lebih kondusif dan lebih nyaman yang menyebabkan pengoptimalan potensi dan tujuan pendidikan akan lebih mudah untuk dicapai.
Disiplin belajar adalah bentuk latihan yang membuat orang merelakan dirinya untuk melaksanakan tugas tertentu atau menjalankan pola perilaku tertentu walaupun bawaannya adalah malas. Disiplin diperlukan dalam rangka menggunakan pemikiran sehat untuk menentukan jalannya tindakan yang terbaik yang menentang hal-hal yang lebih dikehendaki.
Di dalam belajar di sekolahan tentu membutuhkan tanggung jawab maupun kedisiplinan dari para siswa, dimana siswa harus mematuhinya dalam melakukan tugas tanggung jawabnya tersebut. Jika tidak melakukan tugas tanggung jawabnya itu maka akan berpengaruh terhadap kedisiplinan belajarnya sehingga tidak maksimal dalam belajarnya tersebut. Seperti halnya ketika siswa di dalam kelas saat belajar dimana siswa mendapatkan tugas dari guru dan di beri tugas dari guru tersebut siswa tersebut mengulur waktunya untuk beristirahat hingga waktunya habis dan tidak di kerjakan tugasnya tersbut, itu merupakan salah satu contoh kewajiban belajar yang tidak baik untuk di lakukan.
Kedisiplinan merupakan hal yang harus di lakukan baik itu di lingkungan sekolah maupun bermasarakat, sehingga di sekolah memiliki tata tertib atau aturan yang berlaku
WIDYA WASTARA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 3, Agustus 2022
93
untuk siswa maupun guru khususnya untuk siswa. Kewajiban seorang siswa yaitu menaati peraturan dan meningkatkan kedisplinan, baik itu menaati aturan sekolah maupun di dalam belajarnya. Ketika siswa menaati semua aturan dan kedisiplianannya dalam belajar maka akan semakin meningkat angka tanggunmg jawab maupun kedisiplinanya.
Kewajiban jika dilaksanakan dengan teratur akan menjadi kebiasaan baik dan dapat membentuk kepribadian yang baik dan mampu bertanggung jawab. Kedisiplianan siswa di sekolah merupakan gambaran siswa apakah siswa tersbeut menati semua peraturan di sekolah atau tidak di dalam belajarnya.
Dalam menanamkan kewajiban maupun kedisiplinan pada siswa, guru harus bertanggung jawab di dalam mengarahkan yang baik, sabar, pengertian. Guru harus mengajarkan sikap kedisiplinan kepada siswa, guru harus dapat: pertama, guru dapat membantu dalam mengembangkan pola tingkah laku siswa, kedua, guru dapat menggunakan aturan yang berada di sekolahan guna untuk menegakkan kedisplinannya.
Dengan disiplin dan tanggung jawab, siswa dapat patuh dan dapat mengikuti peraturan dan menjauhi kegiatan yang tidak seharusnya mereka kerjakan. Hal ini dapat di pelajari dan diterima oleh siswa secara lapang dada dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
SOLUSI
Berdasarkan apa yang di bahas di mengenai kewajiban dan kedisiplinan belajar siswa yang kurang ditaati oleh siswa dapat di simpulkan bahwa, Kewajiban siswa harus perlu di jalankan hingga siswa dapat berhasil dalam menjalankan kewajibannya tersebut akan tetapi jika kewajiban tersebut tidak berjalan dengan lancar maka kegagalanlah yang di peroleh dari apa ayng dilakukan oleh siswa tersbut.
KESIMPULAN
Kedisplinan harus juga di jalankan hingga berhasil, tetapi jika tidak berjalan semestinya nantinya bakalan akan memeperoleh suatu kegagalan juga. Cara agar meningkatkan kesadaran akan kewajiban maupun kedisiplinan belajar tersebut yaitu dengan menggunakan layanan bimbingan kepada setiap siswa agar kewajiban maupun kedisiplinannya dapat berjalan dnegan baik dan berhasil.
DAFTAR PUSAKA
Agus Wibowo, Pendidikan Karakter Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hal.100
Ali Imron, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hal.173 Suharmi Arikunto, Op. Cit., hal. 132
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi,(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), hal.108
Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, (Surabaya: Elkaf, 2014), hal. 148 Siska Yuliantika, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Belajar Siswa, , E-Journal Vol: 9 No. 1 Tahun 2017, Diakses pada tanggal 25 Maret 2017 Ngainun Naim, Op. Cit. Hal. 145
Novan Ardy Wiyana, Manajemen Kelas, (Jogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hal.162 Ibid. hal.48-50, 147-148
1Tulus Tu’u, Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa, (Jakarta: PT. Grasindo, 2006), hal.37
Kewajiban dan Kedisiplinan Belajar Siswa (Kevin Kelly)
94
Irawati Istadi, Agar Hadiah dan Hukuman Efektif, Jakarta: Pustaka Inti, 2005, h., 85.
Heryanto
Sutedja, Mengapa Anak Anda Harus Belajar?, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991, h.
46.
Agoes Soejanto, Bimbingan Kearah Belajar yang Sukses, Jakarta: Rineka Cipta, 1995, h. 74.
Suharmi Arikunto, Op. Cit. hal. 138-139
Unaradjan Dolet, Manajemen Disiplin, (Jakarta: PT. Grasindo, 2013), hal. 125