• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERJASAMA INDONESIA DAN NORWEGIA DALAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION (REDD+) PERIODE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KERJASAMA INDONESIA DAN NORWEGIA DALAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION (REDD+) PERIODE"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KERJASAMA INDONESIA DAN NORWEGIA DALAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION (REDD+) PERIODE

2013-2016

SKRIPSI

NHABIELA PRATHAMA 1310412101

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

PROGRAM STUDI S1 HUBUNGAN INTERNASIONAL

2017

(2)

KERJASAMA INDONESIA DAN NORWEGIA DALAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION (REDD+) PERIODE

2013-2016

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Hubungan Internasional

NHABIELA PRATHAMA 1310412101

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

PROGRAM STUDI S1 HUBUNGAN INTERNASIONAL

2017

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

KERJASAMA INDONESIA DAN NORWEGIA DALAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION(REDD+) PERIODE 2013-2016

Nhabiela Prathama

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerjasama Indonesia dan Norwegia dalam Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation periode 2013-2016. Penelitian ini menggunakan konsep REDD+ dan teoriKerjasama Bilateral. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk memahami, bagaimana implementasi kerjasama REDD+ di Indonesia yang berisikan berbagai hambatan, tantangan dan permasalahan yang dimulai sejak awal perjanjian dimulai yaitu pada tahap kesatu dan tahap kedua membuat Indonesia dapat dikatakan gagal dalam kerjasama ini, hingga akhirnya Norwegia dan Indonesia memperpanjang kerjasama, pada periode 2013-2016, perkembangan program REDD+ Indonesia seperti membuat pendekatan pengaman REDD+, kerjasama antar pemerintah, dan membuat program jangka panjang. Pada periode ini pun mempunyai hasil yang dapat dikatakan gagal, seperti deforestasi yang masih tinggi, gagalnya mencapai target reforestasi, proyek percontohan dan moratorium yang masih kurang jelas. Bahkan Indonesia melanggar beberapa poin dari perjanjian seperti dalam membubarkan kelembagaan khusus REDD+ yaitu BP REDD dan melanggar aturan moratorium dengan masih memberikan izin kepada beberapa kepentingan lain.

Kata Kunci : REDD+ Indonesia-Norwegia, Kegagalan REDD+, Perpanjangan REDD+.

(7)

vi

KERJASAMA INDONESIA DAN NORWEGIA DALAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION(REDD+) PERIODE 2013-2016

Nhabiela Prathama

Abstract

This study was conducted to determine the cooperation between Indonesia and Norway in Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation period 2013-2016. This study uses the concept of REDD + and Bilateral Cooperation theory. This study also uses descriptive research method with qualitative approach type. This study was conducted to understand how the implementation of REDD + cooperation in Indonesia which contains various obstacles, challenges and problems that started at the beginning of the agreement started in the first and second phase made Indonesia failed to be in this cooperation, until finally Norway and Indonesia extended the cooperation, According to the research results in the period of 2013-2016, the development of Indonesia's REDD + program such as creating a REDD + security approach, intergovernmental cooperation, and creating long-term programs. In this period it also has failed results, such as high deforestation, failure to achieve reforestation targets, pilot projects and a moratorium that is still unclear. Even Indonesia violated several points of agreement such as in dissolving REDD + special institutions namely BP REDD and violating moratorium rules by still giving permission to some other interests.

Keyword: REDD+, failure of REDD+, extension of REDD+.

(8)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini. Skripsi ini merupakan salah satu persyaratan yang wajib ditempuh di Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk mendapatkan gelar Sarjana.

Dengan selesainya Skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah memberikan bimbingan dan saran kepada Penulis. Untuk itu, Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya demi kelancaran skripsi ini;

2. Dekan FISIP, Bapak Antar Venus danKaprogdi HI, Bapak Asep Kamaludin;

3. Dosen pembimbing Skripsi, Asep Kamaludin, yang telah membimbing saya hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik;

4. Keluarga, yang telah memberikan dukungan moril dan materi kepada saya 5. Para sahabat, Rina, Nia, Dini dan Gabby yang selalu memberikan semangat

untuk saya.

6. Teman-teman Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2013 yang telah bersama saat susah dan senang melewati masa perkuliahan di UPNVJ.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, baik dari segi materi maupun teknik penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat Penulis harapkan.Terimakasih.

Jakarta, Juli 2017

Penulis

(9)

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

ABSCTRACT ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR DIAGRAM GRAFIK ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN I.1Latar Belakang ... 1

I.2 Rumusan Masalah ... 6

I.3Tujuan Penelitian ... 7

I.4 Manfaat Penelitian ... 7

I.5Tinjauan Pustaka ... 7

I.6 Kerangka Pemikiran ... 11

I.6.1 Konsep REDD+ ... 11

I.6.2 Teori Kerjasama Bilateral ... 13

(10)

ix

I.7Alur Pemikiran ... 14

I.8 Metode Penelitian ... 15

I.9 Sistematika Penulisan ... 17

BAB II KERJASAMA INDONESIA-NORWEGIA DALAM REDD+ ... 18

II.1 Kerjasama Indonesia-Norwegia ... 18

II.2 Implementasi REDD+ di Indonesia... 36

II. 3 Tantangan dan Hambatan ... 41

II.4 Permasalahan Tahap 1 dan 2 ... 48

BAB III KERJASAMA INDONESIA-NORWEGIA DALAM REDD+ PERIODE 2013-2016 ... 50

III.1 Bentuk Kerjasama ... 50

III.1.1 Bantuan Dana ... 50

III.1.2 Bantuan Pelatuhan ... 55

III.2 Hasil Kerjasama... 56

III.3 Tantangan dan Hambatan ... 69

III.3.1 Pembubaran BP-REDD ... 69

III.3.2 Moratorium Hutan ... 71

BAB IV PENUTUP IV.1Kesimpulan ... 72

IV.2Saran ... 73

Daftar Pustaka ... 74 Riwayat Hidup

Lampiran

(11)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Komitmen Indonesia dalam Pengurangan Emisi Hingga

tahun 2020 ... 26

Gambar II.2 Perjalanan REDD+ ... 31

Gambar II.3 Perbedaan REDD dengan REDD+ ... 35

Gambar II.4 Tahap Implementasi di Indonesia ... 38

Gambar III.1 Program REDD+ di 11 Provinsi ... 60

Gambar III.2 Konsentrasi Kebakaran Hutan di Indonesia ... 63

Gambar III.3 Proyek Percontohan Nasional tahun 2014 ... 66

(12)

xi

DAFTAR DIAGRAM GRAFIK

Diagram Grafik II.1 Kehutanan Indonesia 2015 ... 41 Diagram Grafik II.2 Konflik Kehutanan Indonesia 2015 ... 42 Diagram Grafik III.1 Perkembangan Kegiatan Rehabilitasi Hutan Indonesia

tahun 2011-2015 ... 57 Diagram Grafik III.2 Emisi Kebakaran Hutan Indonesia Mengalahkan

Seluruh Emisi Perekonomian AS ... 63 Diagram Grafik III.3 Deforestasi Indonesia 2001-2014 ... 65 Diagram Grafik III.4 Penurunan Kehutanan Indonesia ... 67

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel III.1 Tahap Implementasi ke 2 ... 55 Tabel III.2 Perkembangan Rehabilitasi tahun 2011-2015 ... 58 Tabel III.3 Perkembangan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan untuk

Tanaman Industri 2011-2015... 58

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Form A Lampiran 2 Surat Riset

Lampiran 3. Transkip Wawancara

Lampiran4 LoI kerjasama Indonesia dan Norwegia dalam Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) seberapa besar potensi karbon yang dikelola melalui sistem silvikultur TPTII, (b) bagaimana model dinamika

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) seberapa besar potensi karbon yang dikelola melalui sistem silvikultur TPTII, (b) bagaimana model dinamika

Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Riau Dalam Mempersiapkan Kelembagaan REDD yaitu Pertama, Keluarnya Peraturan Gubernur Riau Nomor 26 Tahun 2008

Program REDD+ di Indonesia dan Provinsi Kalimantan Tengah .... Masyarakat Adat

Berdasarkan basis referensi tidak adanya perubahan dalam tatanan rezim, perlu dipertanyakan sejauh mana rezim mampu mempengaruhi tindakan dan sikap para aktor,

Indonesia memiliki paham yang sedikit berbeda terkait keamanan dan pertahanan yang berkaitan di dalamnya sehingga di dalam penelitian ini pandangan terkait environment

Jurnal dan Makalah Feby Ivalerina, Peranan Hukum Lingkungan Dalam Mewujudkan Keadilan Lingkungan dalam Percikan Gagasan Tentang Hukum IV Mewujudkan keadilan Sosial Di Tengah Arus