• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBA YARAN UTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBA YARAN UTANG"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

(1)

r- ---

' . ~ · . . ··.:·' '

RANCANGAN

I

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR ... TAHUN •••

KEP AI LIT AN DAN

PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBA YARAN UTANG

...

'

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(2)

. .

I

NOMOR ... TAHUN ...

TENTANG

KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG

Menimbang:

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

a. bahwa pembangunan hukwn nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan PancasiJa dan Undang-Undang Dasar 1945, harus dapat mendukung dan menja.tnin kepastian, ketertiban, penegakan, dan perlindungan hukum yang b{:rintikan keadilan dan kebenaran;

b. bahwa dengan semakin pesatnya perkeJ"lbangan perekonomian dan perdagangan, maka semakin

banyak

permasalahan utang piutang yang timbul di masyarakat;

c. bahwa krisis moneter yang terjadi di Indonesia telah memberikan datnpak yang tidak menguntungkan terhadap perekonomian nasional sehingga menimbulkan kesulitan besar terhadap dunia usaha dalam menyelesaikan utang piutang untuk meneruskan kegiatannya;

d. bahwa sebagai salah satu sarana hukum untuk penyelesaian utang piutang, Undang-undang tentang Kepailitan (Faillissements-verordenlng, Staatsblad /905:217 juncto Staatsblad 1906:348) sebagian besar materinya tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat dan oleh karena itu telah diubah dc;ngan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Wldang Nomor l TahWl 1998 tentang Perubahan Atas Undang-mtdang tentang Kepaili~ yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Wldang

berdasarkan

Undang- Wldang Nomor 4 TahWl 1998, namWl perubahan tersebut belwn juga memenuhi perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat;

· e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalatn huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(3)

I

'

Mengingat

Menetapkan

2

dibentuk U ndang-undang yang baru tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang;

1.

Pasal

5

ayat

(I )

dan Pasal

20

ayat

(2 J

dan ayat (

4)

Undang-Undang Dasar

1945;

2.

Reglemen Indonesia yang Diperbaharui

(flet Herziene /ndonesisch Reglement, Staatsblad /926:559 juncto Staatsb/ad /94 I :4-1);

3. Reglemen Hukum Acara untuk Daerah Luar Jawa dan Madura

(Rechtsreglement Buitengeweslen, Staatsblad

1927:227);

4.

Undang-undang Nomor

14

Tahun

1970

tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

1970

No:nor

74,

Tambahan Lembaran Negara Nomor

295 I)

sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor

35

Tahun

1999

tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor

14

Tahun

1970

tentang Ketentuan·ketentuan Pokok Kekuasaa11 Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

1999

Nomor

147,

Tambahan Lembaran Negara Nomor

3879)

5. Undang-Wldang Nomor 14 TahWl 1985 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

1985

Nomor

73;

Tambahan Lembaran Negara Nomor

3316);

6.

Undang-undang Nomor

2

Tahun

1986

tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

1986

Nomor

20;

Tambahan Lembaran Negara Nomor

3327);

Dengan persetujuan

bersama

DEWAN PERW AKILAN RAKY

; AT

REPUBLIK:iNDONESIA dan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :

UNDANG-UNDANG TENTANG KEPAILITAN. DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG.-

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(4)

Pasal l Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :

I. Kreditor adalah orang yang mempunyai piutang karena perjanjian atau . undang-undang yang dapat ditagih di muka pengadilan.

2. D~bitor adalah orang yang mempunyai utang karena perjmjian atau undang- undang yang pelunasannya dapat ditagih di muka pengadilan.

3. Debitor pailit adalah Debitor yang sudah dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan.

4. Utang adalah kewajiban yang dinyatakan atau dapat dinyatakan dalamjwnlah uang baik dalam mata uang Indonesia maupun mata uang a: .ing, baik secara langsung maupun yang akan timbul dikemudian hari (kontinjen), yan$ timbul karena perjanjian atau undang-undang dan yang wajib dipenuhi oleh Debitor dan bila tidak dipenuhi memberi hak kepada Kreditor untuk mendapat pernenuhannya dari harta kekayaan Debitor.

5. Pengadilan adalah Pengadilan Niaga dalam lingkwtgan peradilan

umum.

6. Hakim Pengawas adalah hakim yang ditunjuk oleh Pengadilan dalam.

putusan pailit atau putusan penundaan kewajiban pembayaran utang.

7. Hari adalah hari kalender dan apabila hari terakhir dari suatu tenggang waktu jatuh pada hari Minggu atau hari libur, maka berlaku hari betikutnya.

8. Tenggang waktu adalah jangka waktu

yang

harus dihitung dengan tidak memasukkan hari mulai berlakunya tenggang waktu tersebut.

9. Setiap orang adalah orang perseorangan atau ko1p0rasi termasuk korporasi yang berbentuk badan hukum maupwt yang bukan badan hukum dalam likuidasi.

BAB II KEPAILITAN Bagian Kesatu Putusan Pailit

Pasa12

( 1) Debit or yang mempunyai dua a tau lebih Kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan yang berwenang, baik atas pennohonannya sendiri maupwt atas pennohonan satu atau ·~bib kreditomya.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(5)

t;

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapatjuga diajukan olet, Kejaksaan untuk kepentingan wnum.

(3) Dalam hal Debitor adalah bank, permohonan pemyataan pailit hanya dapa·.

diajukan oleh Bank Indonesia.

( 4) Dalam hal Debitor adalah Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga

Klirinf

dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, pennohonat:

pemyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal.

(5) Dalam hal Debitor adalah Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, atat

pana

Pensiun, permohonan pemyataan pailit hanya dapat diajukan olel:

Menteri Keuangan.

Pasal3

( 1)

Putusan atas permohonan pemyataan pailit dan

hal-hal

lain yang berkaitar:

dan atau diatur dalam Undang-undang ini, diputuskan o1eh Pengadilan yanr daerah hukwnnya meliputi daerah tempat kedudukan hukwn Debitor .

(2) Dalam hal Debitor telah meninggalkan wilayah t-legara Republik Indonesia Pengadilan yang berwenang menjatuhkan putusan atas permohoDai pemyataan pailit adalah Pengadilan yang daerah hukwnnya meliputi tempa:

kedudukan hukum. terakhir Debitor .

(3) Dalam hal Debitor adalah pesero suatu

firma,

Pengadilan yang daeral hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum

firma

tersebut juga berwenant memutuskan.

( 4) Dalam hal debitur tidak berkedudukan di wilayah negara Republik Indonesk tetapi menjalankan profesi atau usahanya di wilayah negara Republil Indonesia, Pengadilan yang berwenang memutuskan

adalah

Pengadilan

yan1

daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan atau kantor pusat Debito1 menjalankan profesi atau usahanya di wilayah negara Republik Indonesia.

(5) Dalam hal Debitor merupakan badan hukum, tempat kedudukan hukumny1 ada1ab sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasamya.

Pasal4

(1) Dalam hal permohonan pemyataan pailit diajukan oleh Debitor yang

masi1

terikat dalam pemikahan yang sah, permohonan hanya dapat diajukan ata:

persetujuan suami atau isterinya.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1)

tidak

berlaku apabila

tidal

ada persatuan

harta.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(6)

Pasal5

Pennohonan pemyataan pailit terlladap suatu finna harus memuat nama dan tempat

tinggal

masing-masing pesero yang secara tanggung renteng terikat

untuk

seluruh utang

firma.

Pasal6

( 1) Pennohonan pemyataan pailit diajukan kepada Ketua Pengadilan.

(2) Panitera mendaftarkan pennohonan pemyataan pailit pada tanggal pennohonan yang bersangkutan diajukan, dan kepada pemohon diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dengan tanggal yang sama dengan tanggal pendaftaran.

(3) Panitera wajib menolak pendaftaran pennohonan pemyataan pailit bagi institusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal2 ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), jika dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan dalam ayat-ayat tersebut.

( 4) Panitera menyampaikan pennohonan pemyataan pailit kepada Ketua Pengadilan paling···lambat 2 (dua) hari ·.· setelah tanggal permohonan didaftarkan.

(5) Dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal pcrmohonan pemyataan pailit didaftarkan, Pengadilan mempelajari pennohonan dan menetapkan hari sidang.

(6) Sidang pemeriksaan atas pennohonan pemyataan pailit diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 20 ( dua puluh) hari setelah tanggal pennohonan did.aftarkan.

(7) Atas permohonan Debitor dan berdasarkan alasan yang cukup, Pengadilan dapat menunda penyelenggaraan sidang sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) sampai dengan paling lambat 25 (dua puluh lima) hari setelah tanggal pennohonan didaftarkan.

Pasa17

(I) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 43, Pasal 56, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 68, Pasal 161, Pasal 171, Pasal 207, dan Pasal 212 harus diajukan oleh seorang advokat, pengacara praktek, atau penasihat hukum yang mempunyai

izin

praktek.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku dalam

hal

pennohonan diajukan oleh J aksa, Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal, dan Menteri Keuangan.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(7)

Pasa18 (I ) Pengadilan :

a. wajib memanggil Debitor , dalam hal pennohonan pemyataan paili diajukan oleh Kreditor, Kejaksaan, Bank Indonesia, Badan Pengawa:

Pasar Modal, atau Menteri Keuangan;

·b. dapat memanggil Debitor • dalam hal pennohonan pemyataan paili diajukan oleh Debitor dan terdapat keraguan bahwa persyaratan untul dinyatakan pail it sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat ( 1) telal terpenuhi.

{2) Pemanggilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (I) dilakukan oleh juru sit:

dengan surat kilat tercatat paling lambat

7

(tujuh)

hari

sebelum sidan~

pemeriksaan pertama diselenggarakan.

(1) Pemanggilan adalah sah dan dianggap telah diterima oleh Debitor, jik:

dilakukan oleh juru sita sesuai dengan ketentuan sebagilimana dimaksuc dalatn ayat (2 ).

{'~) Permohonan pemyataan pailit harus dikabulkan .apabila terdapat fakta atat . keadaan yang terb.ukti secara sederhana bahwa persyaratan untuk dinyatakat

pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (I) telah dipenuhi.

(5) Putusan atas permohonan pemyataan pailit harus diucapkan paling lambat 6<;

( enam puluh) hari setelah tanggal permohonan pemyataan pailit didaftarkan.

(6) Putusan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) wajib memua pula:

a. pasal tertentu dari peraturan penmdang·mtdangan yarig bersangkutaJ dan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar

untW

· mengadili; dan

b. pe~bangan bukwn dan pendapat yang berbeda dari Hakim anggot<

atau ketua majelis .

. (7) Putusan atas permohonan pernyataan pailit sebagaimana

dimaksud

dalam ayat (6) yang memuat secara lengkap pertirnbangan hukwn

yang

mendasar putusan tersebut harus diucapkan dalam sidang terbuka mttuk

wnwn

dat dapat dilaksanakan terlebih dahulu, meskipun terhadap putusan tersebu:

diajukan suatu upaya hukum.

Pasal9

Salinan putusan Pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (6) wajil.

disampaikan oleh juru sita dengan surat kilat tercatat kepada Debitor , pihak yan1 mengajukan .pennohonan pernyataan pailit, kurator, dan Hakim Pengawas palin!

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(8)

lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal putusan atas pennohonan pemyataan pailit diucapkan.

Pasal 10

( 1 ) Selama putusan atas permohonan pemyataan pailit belum diucapkan, setiap Kredjtor, Kejaksaan, Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal, atau Menteri Keuangan dapat mengaj ukan pennohonan kepada Pcngadilan untuk : a. meletakkan sita jaminan terhadap sebagian atau seluruh kekayaan

Debitor ; atau

b. menunjuk kurator sementara untuk mengawasi:

l) pengelolaan usaha Debitor ; dan

2) pembayaran kepada Kreditor, pengalihan, at!u pengagtman kekayaan Debitor yang dalam kepailitan merup.Lkan wewenang kurator.

(2) Pennohonan s~bagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) hanya dapat dikabulkan, apabila hal tersebut diperlukan guna melindungi kepentingan Kreditor.

(3) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) huruf a dikabulkan, Pengadilan dapat menetapkan syarat agar Kreditor · pemohon memberikanjaminan yang dianggap wajar oleh Pengadilan.

Pasal ll

(I) Upaya hukwn yang dapat diajukan terhadap putusan atas pennohonan pemyataan pailit adalah kasasi ke Mahkamah Agung. . (2) Pennohonan kasasi sebagaimana dimaksud dalarn ayat (I) diajukan paling

lambat 8 ( delapan) hari setelah tanggal putusan yang dimohonkan kasasi . diucapkan, dengan mendaftarkan kepada Panitera Pengadilan yang telah

memutus pennohonan pemyataan pailit.

(3) Pcnnohonan kasasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), selain dapat diajukan oleh Debitor dan Kreditor yang merupakan pihak pada pcrsidangan

t~gkat pertama, juga dapat diajukan oleh Kreditor lain

yang

bukan merupakan pihak pada persidangan tingkat pertama yang tidak puas t~rha~p

putusan atas pennohonan pemyataan pailit.

( 4) Panitera mendaftar permohonan kasasi pada tanggal pennohonan yang bersangkutan diajukan dan kepada pemohon diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani panitera dengan t~al yang sama dengan tanggal penerimaan pendaftaran. ·

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(9)

Pasal 12

( 1 ) Pemohon kasasi wajib menyampaikan kepada Panitera Pengadilan memori ka.:;asi pada tanggal pennohonan kasasi didaftarkan .

(2) Pa'titera wajib mengirimkan pennohonan kasasi dan memori kasasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (I ) kepada pihak tennohon kasasi paling lambat 2 ( dua) hari setelah pennohonan kasasi didaftarkan.

(3) Termohon kasasi dapat mengajukan kontra memori kasasi kepada panitera

Pe~tgadilan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah tanggal tennohon kasasi m'enerima memori kasasi sebagaimana dimaksud dalam ayat {2), da1 panitera Pengadilan wajib menyampaikan kontra memori kasasi · kepada pemohon kasasi paling lambat 2 (dua) hari setelah kontra memori kasasi diterima.

( 4) · Panitera wajib menyampaikan pennohonan kasasi, memori kasasi, dan kontra memo i kasasi beserta berkas perkara yang bersangkutan kepada Mahkamah Agung paling lambat 14 (empat belas) hari setelah tanggal pennohonan kasasi didaftarkan.

. ..

Pasall3

(l) Mthkamah Agung ·wajib mempelajari pennohonan kasasi dan me1etapkan hari sidang paling lambat 2 ( dua) hari setelah tanggal permohonan kasasi diterima oleh Mahkamah Agung.

(2). Sidang pemeriksaan atas permohonan kasasi dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah tanggal permohonan kasasi diterima oleh Mahkamah

Agung.

. . (3) Putusan atas permononan kasasi hams diucapkan paling lambat 60 ( enam

puluh) hari

setelah tanggal pennohonan kasasi diterima oleh Mahkamah

Agung.

( 4) Putusan atas permohonan kasasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) yang memuat secara lengkap pertimbangan hukwn yang mendasari putusan tersebut

harus

diucapkan dalam sidang terbuka

untuk

wnum.

· (5) Dalam hal tc:rdapat perbedaan pendapat antara anggota dengan ketua majelis, maka perbedaan pendapat tersebut wajib

dimuat

dalam putusan kasasi.

(6) Panitera pada Mahkamah Agwtg wajib menyampaikan salinan putusan kasasi kepada Panitera pada Pengadilan Niaga paling lambat 3 {tiga)

hari

setelah tanggal putusan atas permohonan kasasi diucapkan.

(7) Jurusita Pengadilan wajib menyampaikan salinan putusan kasasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) kepada pemohon kasasi, tennohon kasasi, kW'ator, dan Hakim Pengawas paling lambat 2 ( dua) hari setelah putusan kasasi

diteriina.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(10)

I ,

Pasal 14

(I) Terhadap putusan atas pennohonan pemyataan pailit yang telah memperoleh kekuatan huku,:m tetap, dapat diajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dan Pasal 13 berlaku mutatis mutandis bagi peninjauan kembali.

Pasal 15

(I) Dalam putm 1n pemyataan pail it, hams diangkat kurator dan seorang Hakim '

Pengawas yang ditunjuk dati hakim Pengadilan.

(2) Dalam hal Debitor, Kreditor, atau pihak yang berwenang mengajukan pennohonan pemyataan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal

2

ayat

(2),

ayat (3 ), ayat ( 4 ), a tau ayat ( 5) tidak mengajukan usul pengangkatan kurator kepada Pengadilan, maka Balai Harta Peninggalan diangkat selaku kurator.

(3) -Kurator yar g diangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), hams independen, tidak mempunyai benturati. kepentingan dengan Debitor atau Kreditor, da'l tidak sedang menangani perkara kepailitan dan penundaan kewajiban pc mbayaran utang lebih dari 3 (tiga) perkara.

(4) Dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari setelah tanggal putusan pemyataan pailit diterima oleh kurator dan Hakim Pengawas , kurator mengumwnkan dalam Berita Negara Republik Indonesia dan

2 (dua)

surat kabar harlan yang ditetapkan oleh Hakim Pengawas , mengenai ikhtisar putusan pemyataan pailit yang memuat hal-hal sebagai berikut;

a. nama, alamat, dan pekerjaan Debitor ; b. nama Hakim Pengawas ;

c. nama, alamat, dan pekerjaan kurator;

d.

nama,

alamat, dan pekerjaan anggota paititia kreditor sementara, apabila telah ditunjuk; dan

e. tempat dan waktu penyelenggaraan rapat pertama Kreditor.

Pasall6

(I) Kurator berwenang melaksanakan tugas pengurusan dan atau pemberesan atas harta pailit sejak tanggal putusan pailit diucapkan,

meskipun

terhadap putusan tersebut diajukan kasasi atau peninjauan kembali.

(2) Dalam hal putusan pemyataan pailit dibatalkan sebagai akibat adanya kasasi atau peninjauan kembali, segala perbuatan yang telah dilakukan oleh kurator sebelum atau pada tanggal kurator menerima pemberitahuan tentang putusan pembatalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 tetap sah dan mengikat

Debitor. •

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(11)

Ill

Pasal 17

( 1} Kurator wajib mengumumkan putusan kasasi atau peninjauan kembali yang membatalkan putusan pailit dalam Berita Negara Republik Indonesia dan 2 (dua) surat kabar harlan sebagaimana c.limaksud dalam Pas:al 16 ayat (4).

(2) Majelis hakim yang membatalkan putusan pernyataan pailit juga menetapkan biaya kepailitan dan imbalanjasa kurator.

(3) Biaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dibebankan kepada pemohon

p~myataan pailit atau kepada pemohon dan Debitor dalam perbandingan yang ditetapkan oleh majelis hakim tersebut.

( 4) Untuk pelaksanaan pembayaran biaya kepailitan dan imbalan jasa kurator sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), Ketua Pengadilan mengeluarkan penetapan eksekusi atas pennohonan kurator.

(5) Dalam hal p·utusan pemyataan pailit dibatalkan, perdamaian yang mungkin terjadi gugur demi hukum.

Pasal 18

( 1) Dalam hal harta pailit tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan, maka Pengadilan atas

usul

Hakim Pengawas dan setelah mendengar pan.itia kreditor sementara jika ada, serta setelah memanggii dengan sah atau mendeugar Debitor, dap~t memutuskan pencabutan putusan pemyataan pailit.

(2} Putusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) diucapkan dalam sidang

terbuka untuk

umum. ··

(3} Majel.is hakim yang memerintahkan pencabutan pai!it menetapkan jwnlah biaya kepailitan dan imbalanjasa kurator.

( 4)

Jumlah

biaya kepailitan dan imbalan jasa kurator sebaga~ dimaksud dalam ayat (3) dibebankan kepada Debitor .

'(5) Biaya dan imbalan jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)

harus

didahulukan atas semua utang yang tidak dijamin dengan agunan.

(6) Terhadap penetapan majel.is hakim mengenai biaya kepailitan dan imbalan jasa kurator sebagaimana dimaksud dalam ayat (3 ), tidak dapat diajukan

upaya hukwn. ..

(7) Untuk pelaksanaan pembayaran biaya kepailitan dan iinbalan jasa kurator sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Kerua Pengadilan mengel~an penetapan eksekusi atas permohonan kurator.

, Pasall9

( 1) Putusan yang memerintahkan pencabutan pemyataan pailit, diwnwnkan oleh Panitera Pengadilan dalam Berita Negara Republik Indonesia dan 2 {dua) surat kabar harlan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat ( 4).

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ______.,j

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(12)

(2) (3);

Terhadap putusan pencabutan pemyataan pailit sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) dapat diajukan kasasi dan atau peninjauan kembali.

Dalam hal setelah putusan pencabutan pemyataaan pailit diucapkan diajukan lagi pennohonan pemyataan paiiit, maka Dcbitor atau pemohon wajib membuktikan bahwa ada cukup harta untuk membayar biaya kepailitan.

Pasal20

( 1) Panitera Pengadilan wajib menyelenggarakan suatu daftar wnum untuk mencatat setiap perkara kepailitan secara tersendiri.

(2) Daftar umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (I) harus memuat secara 'Jerurutan :

a. ikhtisar putusan pailit atau putusan pembatalan pemyataaan pailit;

J. isi singkat perdamaian dan putusan pengesahannya;

c. pembatalan perd~maian;

d. jwnlah pembagian dalam pemberesan;

e. pencabutan kepailitan sebagaimana dimaksud dalam Pas d 18; dan f. rehabilitasi,

dengan menyebutkan tanggal masing-masing.

(3) Ketentuan mengenai bentuk dan isi daftar umum sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) ditetapkan dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung.

( 4) Daftar wnum sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) terbuka untuk umwn dan dapat dilihat oleh setiap orang dengan cwna-cwna. ·

Bagian Kedua Akibat Kepailitan

Pasal21

Kepailitan meliputi seluruh kekayaan Debitor pada saat putusan pemyataan pailit diucapkan serta segala sesuatu yang diperoleh selama kepailitan.

Pasa122

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 tidak berlaku terhadap :

a

benda, tennasuk bewan yang benar-benar dibutuhkan oleh Debitor sehubungan dengan pekerjaannya, tempat tidur dan perlengkapannya yang dipergunakan oleh Debitor dan keluarganya, dan bahan makanan untuk 30 (riga puluh) hari bagi Debitor dan keluarganya, yang terdapat di tempat itu;

b. segala sesuatu yang diperoleh Debitor dari pekerjaannya sendiri sebagai penggajian

dari

suatu jabatan atau jasa, sebagai upah, pensiun, uang tunggu atau uang tunjangan, sejauh yang ditentukan oleh Hakim Pengawas ; atau

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(13)

12

c. uang yang diberikan kepada Debitor untuk memenuhi suatu kewajiban memberi nafkah menUillt undang-undang.

Pasal23

Debitor pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 22 meliputi isteri atau suami dati Debitor pailit yang menikah dalam persatuan harta.

Pasal24

(I ) Debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang tennasuk dalam harta pailit. sejak tanggal putusan pemyataan pailit diucapkan.

(2) Tanggal putusan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dihitung sejak jam 00.00 waktu setempat.

(3) Dalam hal sebelum putusan pemyataan pailit diucapkan telah dilaksanakan transfer dana melalni bank pada tanggal putusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) maka transfer tersebut dapat diteruskan .

Pasa125 . ·

Semua perikatan Debitor yang terbit sesud~h putusan pemyataan pailit, tidak lagi dapat dibayar dari harta pailit, kecuali perikatan tersebut menguntungkan

harta

pail it.

Pasal26

(1) Tmttutan mengenai hak atau kewajiban yang menyangkut harta

pailit harus

diajukan olch atau terhadap kurator.

(2) Dalam hal tuntutan sebagaimana dimaksud dalam ayat. (1) diajukan atau diteruskan oleh atau terhadap Debitor pailit, maka apabila tuntutan tersebut mengakibatkan suatu penghukwnan terhadap Debitor pailit, penghukuman tersebut tidak mempWlyai akibat hukum terhadap harta pailit.

Pasal27

Selama berlangsmtgnya kepailitan tuntutan mttuk memperoleh.pemenuhan periR:atali

dari harta

pailit yang ditujukan terhadap Debitor pailit, hanya dapat diajukan dengan mendaftarkannya untuk dicocokkan.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(14)

Pasal28

(I) Suatu tuntutan hukum yang diajukan oleh Debitor dan yang sedang betjalan selama kepailitan berlangsung, atas pennohonan tergugat, perkara l}arus ditangguhkan untuk memberikan kesempatan kepada tergugat meme.nggil kurator untuk mengambil alih perkara dalam jangka waktu yang ditentukan oleh hakim.

(2) Dalam hal kurator tidak mengindahkan panggilan tersebut, maka tergugat berhak memohon supaya perkara digugurkan, dan jika hal ini tidak dimohonkan, maka perkara dapat diteruskan antara Debitor dan tergugat, di luar tanggungan harta pailit.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlaku juga dalam 1-al kurator menolak mengambil alih perkara tersebut.

( 4) T anpa mendapat panggilan, setiap waktu kurator berwenang mengambil a' ih perkara dan mohon agar Debitor dikeluarkan dari perkara.

-.·'

Pasa129

Suatu nmtutan hukum di Pengadilan yang diajukan terhadap Debitor sejauh bertujuan untuk memperoleh pemenuhan kewajiban dari harta pailit dan perkaranya sedang betjalan, gugur demi hukum dengan diucapkan putusan pemyataan pailit terhadap Debitor .

Pasal30

Dalam hal suatu perkara dilanjutkan oleh kurator terhadap pihak lawan, maka kurator dapat mengajukan pembatalan atas segala perbuatan yang dilakukan oleh Debitor sebelum yang bersangkutan dinyatakan pailit, apabila dapat dibuktikan bahwa perbuatan Debitor tersebut dilakukan dengan maksud untuk merugikan Kreditor

dan

hal ini diketahui oleh pihak lawannya

Pasal31

. ( l) Putusan pemyataan pailit berakibat bahwa segala penetapan pelaksanaan Pengadilan terhadap ·setiap bagian dari kekayaan De.bitor yang telah dimulai sebelum kepailitan, hams dihentikan seketika dan sejak itu tidak ada suatu putusan yang dapat dilaksanakan termasuk atau juga dengan menyandera Debitor.

(2) Semua penyitaan yang telah dilakukan, menjadi hapus dan jika diperlukan Hakim Pengawas

hams

memerintah.kan pencoretannya.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(15)

14.

(3) Dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 Debitor yang sedang disandera harus dilepaskan seketika setelah putusan J=;emyataan pailit diucapkan.

Pasal32

Selama kepailitan, Debitor tidak dikenakan uang paksa.

Pasa133

Dalam hal sebelum pu~usan pemyataan pailit diucapkan, penjualan benda milik Debitor baik bergerak maupun tidak bergcrak dalam rangka eksekusi sudah sedemikian jauhnya hinggt. hari penjualan benda itu sudah ditetapkan, maka dengan izin Hakim Pengawas , kurator dapat meneruska11 penjualan itu atas tanggungan

harta pailit.

Pasal34

Kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang

ini,

perjanjian yang bennaksud memindahtangankan hak atas tanah, balik nama kapal, pembebanan hak tanggungan, hipotek, atau jaminan rdusia yang telah diperjanjikan terlebih dahulu, tidak dapat dilaksanakan setelah putusan pemyataan pailit diucapkan.

Pasal35

Dalam hal suatu tagihan diajukan Wltuk dicocokkan, maka hal tersebut mencegah berlakunya daluwarsa.

Pasal36

( 1) Dalam hal pada saat putusan pemyataan pailit diucapkan, terdapat perjanjian timba1 ba1ik yang belwn atau barn sebagian dipenuhi, pihak yang mengadakan perjanjian dengan Debitor dapat meminta kepada kurator untuk memberikan kepastian tentang kelanjutan pelaksanaan perjanjian tersebut da1am jang~a

waktu yang disepakati oleh kurator dan pihak tersebut.

(2) Dalam hal kesepakatan mengenai jangka waktu sebagaimana

dimaksud dalam.

ayat (1) tidak tercapai, Hakim Pengawas menetapkanjangka waktu-tersebut.

(3) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) dan ayat (2) kurator tidak memberikan jawaban atau tidak bersedia melanjutkan pelaksanaan perjanjian tersebut, maka petjanjian

berakhir

dan pihak sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) dapat menuntut ganti rugi dan akan

diperlakuk~n sebagai kreditor konkuren.

( 4) Apabila kurator menyatakan kesanggupannya, maka kurator wajib memberi jaminan atas kesanggupan untuk melaksanak~ perjanjian tersebut.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(16)

(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1), ayat (2), ayat (3) dan ayat ( 4) tidak berlaku terhadap perjanjian yang mewajibkan Debitor melakukan sendiri perbuatan yang diper:janjikan.

Pasal 37

(I) Apabila dalam perJanJian sebagaimana dimaksud dalam

Pasai· ·

34 telah

diperjanjikan penyerahan benda dagangan yang biasa diperdagangkan dengan suatu jangka waktu dan pihak yang harus menyerahkan benda tersebut Sebelwn penyerahan dilaksanakan dinyatakan pail it, rna· ~a perjanjian menjadi hapus dengan diucapkannya putusan pernyataan pailit, dan dalam hal pihak lawan dirugikan karena penghapusan, maka yang bersangkutan dapat mengajukan diri sebagai kreditor konkuren untuk mendapatkan ganti rugi.

r2) Dalam hal harta pailit dirugikan karena penghapusan sebagaimana dimaksud dalam ayat (I), maka pihak law an wajib membayar ganti kerugian tersebut.

Pasal38

{ 1) Dalam hal Debitor telah menyewa suatu benda, maka baik kurator maupWl pihak yang menyewakan benda, dapat menghentikan perianjian sewa, dengan syarat pemberitahuan penghentian dilakukan sebelum berakhimya perjanjian sesuai dengan adat kebiasaan setempat.

( 2) Dalam hal melakukan penghentian sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ), harus pula diindahkan pemberitahuan penghentian menurut perjanjian atau menurut kelaziman dalam jangka waktu paling singkat 90 (sembilan puluh) hari.

(3) Dalam hal uang sewa telah dibayar di muka, maka perjanjian sewa tidak dapat dihentikan lebih awal sebelum berakhimya jangka waktu yang telah dibayar uang sewa tersebut.

( 4) Sejak tanggal putusan pemyataan pailit diucapkan, uang sewa merupakan utang harta pailit.

Pasal39

( 1) · Pekerja yang bekerja pada Debitor dapat memutuskan bubungan kerja, dan sebaliknya kurator dapat memberhentikannya den8an · mengindahkan jangka waktu menurut persetujuan atau ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan pengertian bahwa hubungan kerja tersebut dapat diputuskan dengan pemberitahuan paling singkat 45 ( empat lima) hari sebelwnnya.

(2) Sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan, upab yang terutang sebelum maupun sesudah putusan pemyataan pailit diucapkan merupakan utang harta pailit.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(17)

If•

Pasal40

(I} Warisan yang selama kepailitan jatuh kepada Debitor pailit, oleh kurator tidak boleh diterima kecuali dengan catatan apabila menguntungkan harta

~~ '

(2} Untuk tidak menerima suatu warisan, kurator memerlukan izin dari Hakim Pengawas.

Pasal41

(I } Untuk kepentingan harta pailit, kepada Pengadilan dapat dimintakan pembatalan segala perbuatan hukwn Debitor yang telah dinyatakan pailit yang merugikan kepentingan Kreditor, yang dilakukan sebelwn pl·tusan pemyataan pailit diucapkan.

(2} Pembatalan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1} hanya dapat dilakukan apabila dapat dibuktikan bahwa pada saat perbuatan hUkum dilakukan, Debitor dan pihak dengan siapa perbuatan hukwn tersebut dilakukan . mengetahui atau sepatutnya mengetahui bahwa perbuatan hukwn terse but

akan mengakibatkan ·kerugian bagi Kreditor.

(3} Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) adalah perbuatan hukwn Debitor yang wajib dilakukannya berdasarkan peijanjian dan atau karena undang-undang.

Pasal42 .

Apabila perbuatan hukwn yang merugikan K.reditor dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sebelum putusan pemyataan pailit diucapkan, sedangkan perbuatan tersebut tidak wajib dilakukan Debitor , kecuali dapat dibuktikan sebaliknya, Debitor dan pihak dengan siapa perbuatan tersebut dilakukan dianggap mengetahui atau sepatutnya mengetahui bahwa perbuatan tersebut akan mengakibatkan kerugian bagi Kreditor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2), dalam hal perbuatan tersebut:

a. ~erupakan peijanjian dimana kewajiban Debitor jauh melebihi kewajiban pihak dengan siapa peljanjian tersebut dibuat;

b. merupakan pembayaran atas, atau pemberianjaminan untuk utang yang belwn jatuh tempo dan atau belwn atau tidak dapatditagih;

c. dilakukan oleh Debitor perorangan, dengan atau untuk kepentingan:

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(18)

I) suami atau isterinya, anak angkat, atau keluarganya sampai derajat ketiga;

. 2) suatu ~adan hukwn dimana Debitor atau pihak sebagaimana dimaksud dalam 'angka 1) adalah anggota direksi atau pengurus atau apabila pihak tersebut, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, ikut serta secara langsung atau tidak langsung dalam kepemilikan badan hukwn terse\>Ut lebih dari 50% (lima puluh persen) dari modal disetor atau dalam J ,engendalian badan hukwn tersebut.

d. dilakukan oleh Debitor yang merupakan badan hukum, dengan atau untuk kepentingan:

I) anggota d !reksi a tau pengurus dari Debit or , suami atau isteri, anak angkat atau keluarga sampai derajat ketiga, dari anggota direksi atau pengurus 1 ersebut;

2) perorangan, baik sendiri atau bersama-sama dengan suami atau isteri, anak angkat, atau keluarga sampai derajat ketiga: yang ikut serta secara langsung atau tidak Jangsung dalam kepemilikan pada Debitor lebih dari 50% (lima puluh persen) dari modal disetor atau dalam pengendalian badan hukum tersebut;

3) peroraugan yang suami atau isteri, anak angkat, atau keluarganya sampai denljat ketiga, ikut serta secara langsung atau tidak langsung dalam kepemilikan pada Debitor lebih dari 50% (lima puluh persen) dari modal disetor atau dalam pengendalian badan hukwn tersebut.

e. dilakukan oleh Debitor yang merupakan badan hukwn dengan atau untuk kepentingan badm. hukwn lainnya, apabila:

1) perorangan anggota direksi atau pengwus pada kedua badan usaha tersebut adalah orang yang sama;

2) suami atau isteri, anak angkat, atau keluarga sampai derajat ketiga dari perorangan anggota direksi atau pengurus Debitor yang juga merupakan anggota direksi atau pengurus pada badan hukum lainnya, atau sebaliknya;

3) perorangan anggota direksi atau pengurus, atau anggota badan pengawas pada Debitor , atau suami atau isteri,

anak

angkat, atau keluarga sampai derajat ketiga, baik sendiri atau bersama-sama, ikut serta secara langsung atau tidak langsung dalam· kepemilikan badan hukwn lainnya lebih dari 50% (lima puluh persen) dari modal disetor atau dalam pengendalian badan hukwn tersebut, atau sebaliknya;

4) Debitor adalah anggota direksi atau pengurus pada badan hukwn lainnya, atau sebaliknya;

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(19)

IX

5) badan hukum yang sama, atau perorangan yang sama baik bersama, atau tidak dengan suami atau isterinya, dan atau para anak angkatnya dan keluarganya sampai derajat ketiga ikut serta secara langsung atau tidak Jangsung dalam kedua badan hukum tersebut paling kw-ang sebesar 50% (lima puluh persen) dari modal yang disetor;

f. dilakukan oleh Debitor yang merupakan badan hukum dengan atau terhadap badan hukwn lain dalam satu grup dimana Debitor adalah anggotanya;

g. ketentuan-ketentuan dalam huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f berlaku mutatis mutandis dalam hal dilakukan oleh Det itor dengan atau untuk kepentingan:

I ) anggota penhrurus dari suatu badan hukum, suami atau isteri, anak angkat atau keluarga sampai derajat ketiga dari anggota pengurus tersebut;

2) · perorangan, baik sendiri maupun bersama-sama dengan suami atau isteri, anak angkat, atau keluarga sampai deraiat ketiga yang ikut serta secara langsung atau tidak langsung dalam pe:tgendalian badan hukum tersebut.

Pasal43

· Hibah yang dilakukan Debitor dapat ditnintakan pembatalan kepada Pengadilan, apabila kurator dapat membuktikan bahwa pada saat hibah tersebut dilakukan Debitor mengetahui atau patut mengetahui bahwa tindakan tersebut akan mengakibatkan kerugian bagi Kreditor.

Pasal44

Kecuali dapat dibuktikan sebaliknya, Debitor dianggap mengetahui atau patut mengetahui bahwa hibah tersebut merugikan Kreditor, apabila hibah tersebut dilakukan dalam jangka waktu l (satu) tahun sebelwn putusan pemyataan pailit diucapkan.

Pasal45

Pemhayaran suatu utang yang sudah dapat ditagih hanya dapat dibataJkan apabila.

dibuktikan bahwa penerima pembayaran mengetahui bahwa pennohonan pemyataan pailit Debitor sudah didaftarkan, atau dalam hal pembayaran tersebut merupakan akibat dari persekongkolan antara Debitor dan Kreditor dengan maksud menguntungkan Kreditor tersebut melebihi Kreditor lainnya.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(20)

Pasal46

(I) Berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45, pembayaran yang telah ~iterima oleh pemegang surat pengganti atau surat atas tWljuk yang karena: hubungan hukum· dengan pemegang terdahulu wajib menerima pembayaran, pembayaran tersebut tidak dapat diminta kembali.

(2) Dalam hal pembayaran tidak dapat diminta kembali sebagail118lla dimaksud dalam ayat (I), orang yang mendapat keuntungan sebagai akibat

diterbitkann~ra surat pengganti atau surat atas tWljuk, wajib mengembalikan kepada harta pailit jwnlah uang yang telah dibayar oleh Debitor apabila : a. dapat dibuktikan bahwa pada waktu penerbitan surat sebagaimana

dimaksuc1 dalam ayat (I) yang bersangkutan mengetahui bahwa permohonan pemyataan pailit Debitor sudah didaftarkan; atau

b. penerbitan surat tersebut merupakan akibat dari persekongkolan antara Debitor dan pemegang pertama.

Pasal47

(I) Tuntutan hak berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal45, dan Pasa146 diajukan oleh kurator ke Pengadilan.

(2) Kreditor berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 Pasal42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 45, dan Pasal 46 dapat mengajukan bantahan terhadap tuntutan kurator.

Pasal48

( l) Dalam hal kepailitan berakhir dengan disahkannya perdamaian, maka tuntutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 7 gugur.

(2) Tuntutan sebagaimana dimaksud dalam Pasa147

tidak gugur,

jika perdarnaian tersebut berisi pelepasan atas harta pailit, untuk itu tuntutan dapat dilanjutkan atau diajukan oleh para pemberes harta untuk kepentingan Kreditor.

Pasal49

( 1) Setiap orang yang telah menerima benda yang menipakan bagian dari harta Debitor yang tercakup dalam perbuatan hukwn yang dibatalkan, . harus ..

mengembalikan benda tersebut kepada kurator.

(2 )' · Dalam hal orang sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) tidak dapat mengembalikan benda yang telah diterima dalam keadaan semula, wajib membayar ganti rugi kepada harta pailit.

(3) Hak · pihak ketiga atas benda sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) yang diperoleh dengan itikad baik dan tidak dengan cuma-cuma,

harus

dilindungi .

..

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(21)

211

( 4) Benda yang diterima oleh Debitor atau nilai penggantinya wajib dikembalikan oleh kurator, sejauh harta pailit diuntungkan, sedangkan untuk.

kekurangannya, orang terhadap siapa pembata 'an tersebut dituntut dapat tampil sebagai kreditor konkureu. ·

Pasal50

(I ) Setiap orang yang sesudah putusan pemyataan pailit diucapkan tetapi belum diwnwnkan, membayar kepada Debitor pailit untL k memenuhi perikatan yang teroit sebelwn putusan pemyataan pailit diucapkan, dibebaskan terhadap harta pailit sejauh tidak dibuktikan bahwa yang bersangkutan mengetahui adanya putusan pemyataan pailit tersebut

(2) Pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat ( I) yang dilakukan sesudah putusan pemyataan pailit diumwnkan, tidak meml ebaskan terhadap harta pailit kecuali apabila yang melakukan dapat membuktikan bahwa pengumuman putusan pemyataan pailit yang dilakukan menurut Widang- undang tidak mungkin diketahui di tempat tinggalnya.

(3) Pembayaran yang dilakukan kepada Debitor pailit, membebaskan Debitor nya terhadap harta pailit, jika pembayaran itu menguntungkan harta pailit.

Pasal 51

( 1) Setiap orang yang mempunyai utang atau piutang terhadap Debitor pailit, dapat meinohon diadakan perjwnpaan utang, apatJila utang atau piutang tersebut diterbitkan sebelum putusan pemyataan pailit diucapkan, atau akibat perbuatan yang dilakukannya dengan Debitor pailit sebelum putusan pemyataan pailit diucapkan.

(2) Dalam hal diperlukan, piutang terhadap Debitor pailit dihitung menurut ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 137.

Pasal 52

. ( 1) Setiap orang yang telah mengambil alih

suatu

utang atau piutang dari pihak ketiga ~ebelum putusan pe!Jlyataan pailit diucapkan,

tidak

dapat memohon diadakan perjwnpaan utang, apabila sewaktu pengambilalihan utang atau piutang tersebut, yang bersangkutan tidak beritikad baik.

(2) Semua utang piutang yang diambil alih setelah putusan pemyataan pailit diucapkan, tidak dapat diperjwnpakan.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(22)

Pasal 53

Setiap orang yang mempunyai utang kepada Debitor pailit, yang hendak menjumpakan utangnya de~gan suatu piutang atas tunjuk atau piutang atas penggunti, wajib membuktikan bahwa pada saat putusan pemyataan pailit diucapkan, orang tersebut dengan itikad baik sudah menjadi pemilik surat atas tunjuk atau surat atas pengganti tersebut.

Pasal54

Setiap orang yang dengan Debitor pailit berada dalam suatu persekutuan yang karena atau selama kepailitan dibubarkan, berhak untuk mengurangi bagian dari keuntungannya yang pada wakt 1 pembaE,rian diadakan jatuh kepada Debitor pailit, dengan kewajiban Debitor pailit untuk membayar utang persekutuan.

Pasal 55

( 1) Dengan tetap memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasa!

56, Pasal 76, dan Pasal 58, setiap Kreditor pemegang

gadai,

jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek, atau hak agunan atas kebendaan lainnya, dapat mengeksekusi haknya seolah-olah tidak terjadi kepailitan.

(2) Dalam hal penagihan SJatu piutang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 13 7, maka mereka hanya dapat berbuat demikian setelah dicocokkan penagihannya dan hanya untuk mengambil pelunasan dari jumlah yang diakui dari penagihan tersebut.

Pasal56

(l)

Hak

eksekusi Kreditor sebagaimana dimaksud dalam Pasal

55

ayat (l) dan

hak

pihak ketiga untuk menuntut hartanya yang berada dalam penguasaan Debitor pailit atau kurator, ditangguhkan untuk jangka waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal putusan pemyataan pailit diucapkan.

(2) Penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) tidak berlaku terhadap tagihan Kreditor yang dijamin dengan uang tunai dan hak Kreditor untuk memperjumpakan utang ...

(3) Selama jangb waktu penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ), kurator dapat menggunakan harta pailit berupa ben4a tidak bergerak maupun benda bergerak atau menjual harta pailit yang berupa benda bergerak

yang

berada Halam penguasaan kurator dalam rangka kelangsungan usaha Debitor , dalam hal telah diberikan perlindungan yang wajar bagi kepentingan Kreditor atau pihak ketiga sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ).

( 4) Selama jangka waktu penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ), kurator dapat menggunakan harta pailit be~pa benda tidak bergerak maupWl

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(23)

22

benda bergerak atau menjual harta pailit berupa benda bergerak yang berada dalam penguasaan kurator dalam rangka kelangsungan usaha Debitor , sejauh untuk itu telah diberikan perlindw1gan yang wajar bagi kepentingan Kreditor atau pihak ketiga sebagaimana dimaksud dalaw ayat ( J j.

Pasal57

( 1 ) Jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat ( 1) berakhir

demi

hukum pada saat kepailitan diakhiri lebih cepat atau pada saat dimulainya keadaan insolvensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178 ayat ( 1 ).

(2) Kreditor atau pihak ketiga yang haknya ditangguhkan dapat mengajukan pennohonan kepada kurator untuk mengangkat penangguhan atau mengubah syarat penangguhan tersebut.

. (3) Apabila kurator menolak pennohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ), Kreditor atau pihak ketiga dapat mengajukan pennohonan tersebut kepada Hakim Pengawas.

( 4) Hakim Pengawas · dalam waktu paling lambat l (satu) hari setelah pennohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diterima, wajib memerintahkan kurator untuk segera memanggil dengan surat tercatat atau melalui kurir, Kreditor dan pihak ketiga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Wltuk didengar pada sidang pemeriksaan atas pennohonan tersebut.

(5) Hakim Pengawas wajib memberikan penetapan atas permohonan dalam waktu paling lambat

to

(sepuluh) hari setelah pennohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diajukan kepada Hakim Pengawas .

(6) Dalam memutuskan permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), Hakim Pengawas mempertimbangkan :

(1)

(2)

a. lamanya jangka waktu penangguhan yang sudah berlangsung;

b. perlindWlgan kepentingan Kreditor dan pihak ketiga dimaksud;

c. kemungkinan terjadinya perdamaian;

d. dampak penan8guhan tersebut atas kelangsungan usaha dan manajemen usaha Debitor serta pemberesan harta pailit.

Pasal58

· Penetapan Hakim Pengawas atas permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) dapat berupa diangkatnya penangguhan untuk satu atau lebih Kreditor, dan atau menetapkan persyaratan tentang lamanya waktu penangguhan, dan atau tentang satu atau beberapa agunan yang dapat dieksekusi oleh Kreditor.

Apabila Hakim Pengawas menolak Wltuk mengangkat atau mengubat persyaratan penangguhan terse but, Hakim· Pengawas wajib memerintahkar

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(24)

agar kurator memberikan perlindungan yang dianggap wajar untuk melindungi kepentingan pemohon.

(3) Terhadap penetapan Hakim Pengawas , Kreditor atau ,pihak ketiga yang mengajukan pennohonan sebagaimana dimaksud dalam Pa:;al57 ayat (2) atau kurator dapat mengajukan perlawanan kepada Pengadtlan dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari setelah puttisan diucapkan, dan Pengadilan wajib memutuskan perlawanan terse but dalam jangka waktu paling lambat I 0 (sepuluh) hari setelah perlawanan tersebut diterima.

(4) Terhadap putusan Pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dapat diajukan upaya hukum apapun tennasuk peninjauan kembali.

Pasal59·

(I) Dengan tetap memperhatikan ketentuan Pasal 56, Pasal 57 dan Pasal 58, Kreditor pemegang hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat ( 1) harus melaksanakan haknya terse but dalam jangka waktu paling lambat 2 ( dua)

·bulan setelah dimulainya keadaan insolvensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178 ayat ( 1 ).

(2) Setelah lew at jangka waktu sebagaimana ditnaksud dalam ayat ( 1 ), kurator harus menuntut diserahkannya benda yang menjadi agunau untuk selanjutnya.

dijual sesuai dengan cara sebagaimana dimaksud dalam

Pasal

185, tanpa mengurangi hak Kreditor pemegang hak tersebut atas hasil P''njualan agunan tersebut.

(3) Setiap waktu kurator dapat membebaskan benda yang menjadl agunan dengan membayar jwnlah terkecil antara harga pasar benda agunan dan jumlah utang yang dijamin dengan benda agunan tersebut kepada Kreditor yang bersangkutan. ·

Pasa160

(1) Kreditor pemegang hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal55 ayat-(1) yang melaksanakan haknya, wajib memberikan pertanggungjawaban kepada kurator tentang hasil penjualan benda yang menjadi agunan dan menyerahkan sisa basil penjualan setelah dikurangi jwnlah utang, bunga, dan biaya kepada kurator.

(2) Atas tuntutan kurator atau Kreditor yang diistimewakan yang kedudukannya lebih tinggi daripada Kreditor pemegang'hak sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ), maka Kreditor pemegang hak terse but wajib menyera~an bagian

dari

hasil penjualan tersebut untuk jumlah yang sama

dengan

jumlah tagihan

yang diistimewakan.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(25)

,---

24

(3) Dalam hal basil penjualan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) tidak cukup untuk m"lunasi piutang yang bersangkutan, Kreditor pemegang hak tersebut dapat me:ngajukan tagihan pelunasan atas kekurangan tersebut dari harta p&ilit sebagai kreditor konkuren, setelah mengajukan pennintaan pencocokan piutang.

Pasal6 I

Kreditor yang mempunyai hak untuk menahan benda milik Debitor , tic ak kehilangan hak karena ada putusan pemyataan pailit.

Pasa162

( J ) Dalam hal ;uami atau isteri dinyatakan pailit, maka isteri atau suaminya berhak mengambil kembali semua benda bergerak dan tidak bergerak yang merupakan parta bawaan dari isteri atau suami dan harta yang dipero'eh masing-masing sebagai hadiah atau warisan.

(2) Jika benda milik isteri atau suami telah dijual oleh suami atau isteri dan harganya belum dibayar atau uang basil penjualan belwn tercampur dalam harta pai,it, maka isteri atau suami berhak mengambil kembali uang basil penjualan tersebut.

(3) Untuk tagihul yang bersifat pribadi terhadap isteri atau suami, maka Kreditor . terhadap harta pailit adalah suami atau isteri.

Pasal63

Isteri atau suami tidak berhak menuntut atas keuntungan yang dipeljanjikan dalam perjanjian perkawinan kepada harta pailit suami atau isteri yang dinyatakan pailit, demikian juga Kreditor suami atau isteri yang dinyatakan pailit

tidak

berhak menuntut keuntungan yang diperjanjikan dalam peijanjian perkawinan kepada isteri atau suami yang dinyatakan pailit.

(1) (2)

Pasal64

Kepailitan suami atau isteri yang kawin · dldam suatu persatuan barta, diperlakukan sebagai kepailitan persatuan harta tersebut.

Dengan tidak mengurangi pengecualian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, maka kepailitan tersebut meliputi semua benda yang termasuk dalam persatuan, se4angkan kepailitan tersebut adalah untuk kepentingan semua K.reditor, yang berhak meminta pembayaran dari harta persatuan.

(3)

Dalam

hal suami atau isteri yang dinyatakan pailit mempunyai benda yang tidak tennasuk persatuan harta, maka ben~a tersebut tennasuk harta pailit,

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(26)

akan tetapi hanya dapat di~:,runakan untuk membayar utang pribadi suami atau isteri yang dinyatakan pailit.

Bagian Ketiga

Pen~:,rurusan Harta Pailit Paragraf 1 Hakim Pengawas

Pasal65

Hakim Pengawas mengawasi pengurusan dan pemberesan harts pailit.

Pasal66

Sebelum mengambil suatu putusan mengenai pengurusan atau pemberesan harta pail it, Pengadi!an wajib terlebih dahulu mendengar pendapat Hakim Pengawas .

Pasal67

( 1) Hakim Pengawas ber venang w1tuk mendengar keterangan saksi atau memerintahkan penyelidikan oleh para ahli l!Otuk memperoleh kejelasan . tentang segala hal mengenai kepailitan.

(2) Saksi dipanggil atas nama Hakim Pengawas.

(3) Dalam hal saksi tidak datang menghadap atau menolak memberi kesaksian maka berlaku ketentuan Hukum Acara Perdata.

( 4) Dalam hal saksi bertempat tinggal di luar daerah hukwn Pengadilan yang memutus pailit, Hakim Pengawas dapat melimpahkan pemeriksaa.n saksi tersebut kepada pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal saksi.

(5) Isteri atau suami, bekas isteri atau suami, dan keluarga sedarah menurut ketunman lurus ke atas dan ke bawah dari Debitor pailit mempunyai hak·

wtdur diri sebagai saksi.

Pasal68

( 1) Terbadap semua . penetapan Hakim Pengawas , dalam

waktu

S (lima) hari

setelah penetapan tersebut dibuat, dapat diajukan pennohonan banding kc

Pengadilan. ·

(2) Permohonan banding tidak dapat diajukan terhadap penetapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 hurufb, Pasal33, Pasal84 ayat (3), Pasall04 ayat (2), Pasal 106, Pasal 125 ayat (1), Pasal 127 ayat (1), Pasal 183 ayat (1), Pasall84 ayat (3), Pasal 185 ayat (1) dan ayat (2), Pasall86, Pasa1188, dan Pasall89.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(27)

Paragraf2 Kurator Pasa169

26

(I) Tugas kurator adalah melakukan pengurusan dan atau pemberesan harta pail it.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya, kurator:

a: tidak diharuskan memperoleh persetujuan dari atau menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Debitor atau salah satu organ Debitor , meskipun dalam keadaan di luar kepailitan persetujuan atau pemberitahuan demikian dipersyaratkan;

b. dapat melakukan pinjaman dari pihak ketiga, hanya dalam rangka meningkatkan nilai harta pailit.

(3) Apabila dalam melakukan pinjaman dari pihak ketiga kurator perlu membebani harta pailit dengan gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek, atau hak agunan atas kebendaan lainnya, maka pinjaman tersebut harus terlebih·dahulu memperoleh persetujuan Hakim Pengawas.

( 4) Pembebanan harta pailit dengan gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek., atau hak agunan atas kebendaan lainnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3 ), hanya dapat dilakukan tcrhadap bagian harta pailit

yang

belwn dijadikan jaminan utang.

(5) Untuk menghadap di sidang Pengadilan, kurator harus terlebih dahulu mendapat izin dari Hakim Pengawas , kecuali menyangkut sengketa pencocokan piutang atau dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, Pasa138, Pasa\39, dan Pasal 59 ayat (3).

Pasal 70

( 1) Kurator sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 adalah : a. Balai Harta Peninggalan; atau

b. kurator lainnya.

(2) Yang dapat menjadi kurator sebagaimana dimaksud dalam ayat.(l) hurufb, adalah:

a. orang perseorangan atau persekutuan perdida

yang

berdomisili d1 Indonesia, yang memiliki keahlian khusus

yang

dibutuhkan

dalan:

rangka mengurus dan atau membereskan harta pailit;

dan

b. telah terdaftar pada Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(28)

Pasal 71

(I ) Pengadilan setiap waktu dapat mengabulkan usul penggantian kurator, setelah memanggil dan mendengar kurator, dan mengangkat kurator lain dan atau mengangkat kurator tambahan:

a. atas pennohonan kurator sendiri;

b. atas permohonan kurator lainnya, jika ada;

c. atas usul Hakim Pengawas ; atau d,. atas permintaan Debitor pailit.

(2) Pengadilan harus memberhentikan a tau mengangkat kurator atas permohonan atau atas usul kreditor konkuren berdasarkan putusan rapat Kreditor yang diselenggarakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ), dengan persyaratan putusan tersebut diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu perdua) jwnlah kreditor konkuren atau kuasanya yang hadir < ·.alam rapat dan yang mewakili lebih dari J/2 {satu perdua) jumlah piutang kredito.r konkuren atau kuasanya yang hadir dalam rapat tersebut.

Pasal 72

Kurator bertanggung jawab terhadap kesalahan attu kelalaiannya dalam

melaksanak~n tugas pengurusan dart atau pemberesan yang menyebabkan kerugian

terhadap harta pailit. ·

Pasal73

(I) Apabila diangkat lebih dari satu kurator, maka untuk melakukan tindakan yang sah dan mengikat, para kurator memerlukan persetujuan lebih dari 1/2 (satu perdua) jwnlah para kurator.

(2) Apabila suara setuju dan tidak setuju

sama

banyaknya,

tindakan

sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) harus memperoleh persetujuan Hakim Pengawas . (3) Kurator yang ditunjuk untuk tugas khusus berdasarkan putusan pemyataan

pailit, berwenang untuk bertindak sendiri sebatas tugasnya.

Pasal74

. {1) .,.. Kurator harus menyampaikan laporan kepada Hakim Pengawas mengenai keadaan harta pailit dan pelaksanaan tugasnya setiap 3 (tiga) bulan.

(2) (3)

Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) bersifat terbuka untuk wnum dan dapat dilihat oleh setiap orang dengan cwna-cwna.

Hakim Pengawas dapat memperpanjang jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (I).

"j

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(29)

Pasal 75

Besamya imbalan jasa kurator ditentukan setelah kepailitan berakhir.

Pasa176

Besamya imbalan jasa yang harus dibayarkan kepada kurator sebagaiman dimaksud dalam Pasal 75 ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan denga Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

(I)

(2)

PasaJ 77

Setiap Kreditor, panitia kreditor, dan Debitor pailit dapat mengajukan sura keberatan kepada Hakim Pengawas terhadap perbuatan yang dilakukan ole!

kw-ator atau memohon keprda Hakim Pengawas untuk mengeluarkan sura perintah agar kurator mela ~ukan perbuatan tertentu atau tidak meJakukaJ.

p~rbuatan yang sudah direncanakan.

Hakim Pengawas harus menyampaikan surat keberatan kepada kurator palinr lambat 3 (riga) hari setelah surat keberatan diterima.

(3) · Kurator harus memberikan tanggapan kepada Hakim Pengaw as palinf (4)

lambat 3 (tiga) hari setela'1 menerima surat keberatan.

Hakim Pengawas harus melT!berikan penetapan paling lambat 3 (tiga)

hari

setelah tanggapan dari kuratc·r diterima.

Pasal78

( 1) Tidak adanya kuasa atau izin dari Hakim Pengawas , dalam hal kuasa atau izin diperlukan, atau tidak diindahkannya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 dan Pasal 84, tidak mempengaruhi sahnya perbuatan yang dilakukan oleh kurator terhadap pihak ketiga.

(2) Sehubungan dengan perbuatan tersebut, kurator ·sendiri bertanggung jawab terltadap Debitor pailit dan Kreditor.

Paragraf3 Panitia Kreditor

Pasa179

....

(I) Dalam pu~an pailit atau dengan penetapan kemudian, Pengadilan dapat membentuk panitia kreditor sementara terdiri atas 3 (tiga) orang yang dipilih dari Kreditor yang dikenal dengan maksud memberikan nasihat kepada kurator.

: (2) Krcditor yang diangkat dapat mewakilkan kepada orang lain semua pekerjaan yang berhubWlgan dengan tugas-tugasnya dalam panitia. ·

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(30)

(3) Dalam hal seorang Kreditor yang ditunjuk menolak pengangkatannya, berhenti, atau meninggal, Pengadilan harus mengganti Kreditor tersebut dengan mengangkat seorang di antara 2 (dua) calon yang diusulkan oleh Hakim Pengawas .

Pasal80

( l) Setelah pencocokan utang selesai dilakukan, Hakim Pengaw~s wajib

m~nawarkan kepada Kreditor untuk membentuk panitia kreditor tetap.

(2) Atas pennintaan kreditor konkuren berdasarkan putusan kred1 tor konkuren

· dengan suara terbanyak biasa dalam rapat Kreditor, Hakim Pengawas :

a. mengganti panitia kreditor sementara, apabila dalam putusan pailit telah ditunjuk panitia kreditor sementara; atau

b. membentuk panitia kreditor, apabila dalam putusan paiJit belum diangkat panitia kreditor.

Pasal81

( l) Panitia kreditor setiap waktu berhak meminta diperlihatkan remua buku, dokwnen, dan surat mengenai kepailitan.

(2) KW"ator wajib memberikan kepada panitia kreditor semua keterangan yang dimlntanya.

Pasal82

Dalam hal diperlukan, kurator dapat mengadakan rapat dengan panitia kreditor,

untuk

meminta

nasihat.

Pasal83

( 1) Sebelwn mengajukan gugatan atau meneruskan perkara yang sedang berlangsung, ataupun menyanggah gugatan yang diajukan atau yang sedang berlangsung, kurator wajib meminta pendapat panitia kreditor .

. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) tidak berlaku terhadap sengketa tentang pencocokan piutang, tentang meneruskan atau tidak meneruskan perusahaan dalam pailit, dalam hal-hal sebagaimarta dimaksud dalam Pasal 36, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 59 ayat (3), Pasal 106, Pasal 107, Pasal 184 ayat (3) dan Pasal 186, tentang cara pemberesan dan penjualan harta pailit, dan tentang waktu maupun jwnlah pembagian yang harus dilakukan.

(3) Pendapat panitia kreditor sebagaimana dimaksud dalam ayat (I) tidak diperlukan, apabila kurator telah memanggil panitia kreditor untuk mengadakan rapat guna memberikan pendapat, namun dalam jangka waktu 7

,.

. .J;F..

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(31)

J{)

(tujuh} hari setelah pemanggilan, panitia kreditor tidak memberikan pendapat tersebut.

Pasal84

(I) Kurator tidak terikat oleh pendapat panitia kreditor.

(2) Dalam hal kurator tidak menyetujui pendapat panitia kreditot; maka kurator dalam waktu 3 (tiga} hari wajib memberitahukan hal itu kepada panitia kteditor.

(3) Dalam hal panitia kreditor tidak menyetujui pendapat kurator, panitia kreditor dalam waktu 3 (tiga) hari setelah pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat meminta penetapan Hakim Pengawas .

( 4) Dalam hal panitia kreditor meminta penetapan Hakim Pengawas ; maka kurator wajib menangguhkan pelaksanaan perbuatan yang direncanakan selama 3 (tiga) hari.

·:' Paragraf4

Rapat Kreditor Pasal85

( l) Dalam rapat Kreditor, Hakim Pengawas bertindak sebagai ketua.

(2)- Kurator wajib hadir dalam rapat Kreditor.

Pasal86

( l) Hakim Pengawas menentukan hari, tanggal, waktu, dan tempat rapat Kreditor pertama, yang harus diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal putusan pailit diucapkan.

(2) Dalam jangka waktu 3 (tiga)

hari

setelah putusan pemyataan pailit diterima oleh Hakim Pengawas dan kurator, Hakim Pe~awas wajib menyampaikan kepada kurator rencana penyelenggaraan rapat Kreditor pertama sebagaimana dimaksud dalam ayat ( l ).

(3)

Dalam

jangka waktu paling lambat 5 (lima)

hari

setelah putusan pemyataan pailit diterima · oleh kurator dan " Hakim Pengawas , kurator wajib memberitahukan penyelenggaraan. nipat Kreditor sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) kepada Kreditor yang dikenal . dengan surat tercafat atau melalui kurir, dan dengan iklan dalam 2 (dua) surat kabar

harlan,

dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasall6 ayat ( 4 ).

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(32)

Pasa187

(I) Kecuali ditentukan lain dalam Undang·undang ini~ segala putusan rapat Kreditor ditetapkan berdasarkan suara setqju rebesar lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah suara yang dikeluarkan oleh Kre< .itor dan atau kuasa Kreditor yang hadir pada rapat yang bersangkutan.

(2) Perhitungan jwnlah hak suara Kreditor diatur lebih lanjut dengan Peraturan

Pemerintah. ·

(3) P.emecahan piutang yang dilakukan setelah putusan pemyataan pailit diucapkan, tidak memiliki hak suara.

Pasal88

Kreditor yang mempWlyai hak suara adalah Kreditor yang diakui, Kreditor yang diterima dengan syarat, dan pembawa suatu piutang atas tunjuk yang telab dicocokkan.

Pasal89

Kreditor yang telah memberitahukan kepada kurator, bahwa untuk kepailitan tersebut telah mengangkat seorang kuasa a tau yarg pada suatu rapat . telah mewakilkan kepada orang Jain, maka semua panggilan dan pemberitahuan wajib.

ditujukan kepada kuasa tersebut, kecuali apabila Kreditor

meminta

kepada kurator untuk,. mengirimkan panggilan dan pemberitahuan itu kepada Kreditor sendiri atau seorang kuasa lain.

Pasal90

( 1) Rapat Kreditor wajib diadakan sesuai dengan ketentuan dalam Undang- Wldang ini.

(2) Selain rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ), Hakim Pengawas dapat mengadakan rapat apabila dianggap perlu atau atas pennintaan:

a. panitia kreditor; atau

b. paling sedikit 5 (lima) Kreditor yang mewakili 1/5 (satu per lima) bagian

dari

semua piutang yang diakui atau diterima dengan syarat.

(3)· Hakim Pengawas wajib menentukan hari, tanggal, waktu, dan tempat rapat.

( 4) Kurator memanggil semua Kreditor yang mempunyai

hak

suara dengan surat tercatat atau melalui kurir, dan dengau iklan dalam 2 (dua) surat kabar harian sebagaimana dimaksud Pasal 16 dalam ayat ( 4 ). ·

(5) Panggilan dengan smat tercatat a tau melalui kurir, dan dengan iklan dalam surat kabar harian sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 4) memuat acara yang akan dibicarakan dalam rapat.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

(33)

.32

(6) Hakim Pengawas harus menetapkan tenggang waktu antara hari pemanggilan dan hari rapat.

Paragraf5 Penetapan Hakim

Pasal91

Semua penet \pan mengenai pengurusan dan atau pemberesan harta pailit, ditetapkan oleh Pengadilan dalam tingkat terakhir, kecuali Undang-undang ini menentukar ·Jain.

Pasa192

Semua penetapan mengenai pengurusan dan atau pemberesan harta pailit, juga yang ditetapkan oleh Hakim dapat dilaksanakan terlebih dahulu, kecuali Undang-undang ini menentukan lain.

Bagian Keempat

Tindakan Setelah Pemyataan Pailit dan Tugas Kurator

Pasal93 ,

( l) Pengadilan dengan putusan pemyataan pailit atau setiap walrtu setelah itu, atas usul Hakim Pengawas , pennintaan kurator, atau atas pennintaan seorang Kreditor atau lebih dan setelah mendengar Hakim Pengawas , dapat memerintahkan supaya Debitor pailit ditahan, baik ditempatkan di

Runlah

Tahanan Negara maupun di rumahnya sendiri, di bawah pengawasan jaksa yang ditunjuk oleh Hakim Pengawas .

(2) Periniah penahanan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) dilaksanakan oleh jaksa yang ditunjuk oleh Hakim Pengawas .

(3) Masa penahanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlaku paling lama 30 (riga puluh)

hari

terhitung sejak penahanan

dilaksanakan.

( 4) Pada akhir tenggang waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), atas usul Hakim Pengawas atau atas pennintaan kurafor atau seorang Kreditor atau lebih dan setelah mendengar Hakim Pengawas , Pengadilan dapat memperpanjang masa penahanan setiap kali untuk jangka waktu paling lama 30 ( tiga puluh)

hari.

( 5) Biaya penahanan dibebankan kepada harta paili~ sebagai utang harta pailit.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

Referensi

Dokumen terkait

Menurut kajian Garfield dan Ben-Zvi (2007) perlaksaan model tersebut di dalam kelas akan memberi impak yang besar kepada pelajar dalam memahami statistik. SRLE

Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan

cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan dalam berdiskusi, keberanian dalam berpendapat, kreativitas dalam pembuatan produk, sehingga rata – rata post

d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses

Selaras dengan amanah dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun

Hal itu salah satunya disebabkan karena adanya penyakit neuropsikiatri pada usia muda, seperti tic facialis pada pasien dengan klinis SJS, atau penggunaan antipiretik (terutama

Dengan kebebasan yang dimilikinya di tanah rantau serta kedekatan emosional dengan kelompok etnis di tanah asal, memungkinkan diaspora untuk menyuarakan dukungan untuk

Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hasil tangkapan pancing ulur dengan menggunakan ukuran mata pancing No.10 memberikan hasil tangkapan yang