Panduan Pelaksanaan
Konsultasi Regional
Kementerian PUPR
Tahun 2016
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Draft #4
Jakarta, 20 April 2016
HASIL PRA KONREG 2016
2
Satminkal
Pra Konreg
Baseline
Pra Konreg
Stok
Penajaman
Satminkal
(Baseline)
Pagu Indikatif
Ditjen SDA
60.903
27.686
56.000
Ditjen Bina Marga
75.622
74.271
61.020
Ditjen Cipta Karya
17.375
21.729
30.800
Ditjen Peny Perumahan
12.046
19.388
11.224
Total 4 ABCP
165.947
143.076
159.044
DJPbP
-
-
DJBK
-
-
Setjen
-
-
Itjen
-
-
Balitbang
-
-
BPSDM
-
-
BPIW
-
-
Total Kementerian PUPR
OUTLINE
1. LATAR BELAKANG
2. ARAHAN PRESIDEN TERKAIT RKP 2017
3. TEMA KONREG
4. TUJUAN
5. AGENDA PELAKSANAAN
6. PESERTA
7. SUSUNAN ACARA
8. MEKANISME PENAJAMAN AKTIVITAS
9. PRESENTASI BPIW DAN DJBK
10. OUTLINE LAPORAN DIREKTUR JENDERAL SDA, BM,
CK, DAN PNP
11. FORMAT-FORMAT KONREG
PANDUAN PELAKSANAAN KONREG KEMENTERIAN PUPR TAHUN 2016
1. LATAR BELAKANG KONREG 2016
Konsultasi Regional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Konreg
PUPR) adalah forum konsolidasi program hasil Pra-Konreg sesuai pagu indikatif dalam
rangka mendukung Agenda Prioritas Nasional
Proses perencanaan,penyiapan program dan penyusunan anggaran yang dikelola secara sistematis
dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi prasyarat keberhasilan pelaksanaan tugas
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara (UU KN) mengamanatkan bahwa Keuangan Negara
harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan
bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU SPPN)
mengamanatkan agar Perencanaan Pembangunan Nasional disusun secara sistematis, terarah,
terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan.
2. ARAHAN PRESIDEN TERKAIT PENYUSUNAN RKP 2017
(HASIL SIDANG KABINET 10 FEBRUARI 2016)
TEMA RKP 2017:
“Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk Meningkatkan Kesempatan
Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antarwilayah”
Setiap Menteri dan Kepala Lembaga wajib mengendalikan anggaran di setiap K/L yang
dipimpinnya. Tidak boleh masalah anggaran hanya diserahkan kepada Biro Perencanaan.
Anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat dan berorientasi pada prioritas
untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
Kebijakan anggaran belanja yang dilakukan tidak berdasarkan money follow function, tetapi
money follow program prioritas. Tidak perlu semua tugas dan fungsi (tusi) harus dibiayai
secara merata.
Memangkas program yang nomenklaturnya tidak jelas dan tidak ada manfaatnya bagi
rakyat. Semua nomenklatur proyek harus jelas, misalnya membeli jaring, membeli benih,
dan seterusnya.
Hal ini sesuai dengan 5 norma pembangunan: 1) pembangunan bersifat holistik, tematik,
dan integrative; 2) pembangunan untuk manusia dan masyarakat, 3) pembangunan tidak
menciptakan ketimpangan yang semakin lebar, 4) pembangunan tidak boleh
merusak/menurunkan lingkungan dan ekosistem, 5) pembangunan mendorong tumbuh
berkembangnya swasta
6
3. TEMA KONREG 2016
“MEMACU PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
UNTUK MENINGKATKAN KESEMPATAN KERJA
SERTA MENGURANGI KEMISKINAN
DAN KESENJANGAN ANTAR WILAYAH’’
Tema tersebut sejalan dengan
Tema RKP 2017:
“Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk
Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan
Kesenjangan Antarwilayah”.
7
4. TUJUAN KONREG
•
TUJUAN : Penajaman Hasil Pra-Konreg di masing-masing provinsi
berbasis Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) sebagai bahan masukan
Renja Kementerian PUPR dan RKP 2017 dalam penugasan kepada
Satminkal pelaksana.
•
FOKUS PEMBAHASAN : Prioritas Program Satminkal dalam mendukung
Agenda Prioritas Nasional.
•
MATERI :
–
Hasil pembahasan Pra-Konsultasi Regional;
–
RENJA masing-masing Satminkal.
•
OUTPUT :
–
Form Isu; Form Renstra; Form Renja; dan Form KSP
–
Rencana Kerja Kementerian PUPR Tahun 2017 dan konsep RKP 2017 yang selaras
dengan Agenda Prioritas Nasional dan isu-isu strategis daerah yang mengakomodasi
keterpaduan pembangunan wilayah dan infrastruktur PUPR di kawasan, antar
8
5. AGENDA PELAKSANAAN
–
Rabu, 20 April 2016; Pukul 08.00 – 17.30 WIB
–
Tempat Gedung Auditorium Kementerian PUPR (Pleno)
–
Pemaparan dari para Dirjen/Irjen/Kepala Badan terkait
penugasan prioritas hasil pembahasan Pra-Konreg pada
satminkal masing-masing.
–
Pembahasan :
•
Prioritas Program dalam mendukung Agenda Prioritas Nasional
termasuk sasaran (benefit dan impact), target output, pendanaan dan
lokus.
•
Pendanaan disesuaikan dengan pagu indikatif untuk masing-masing
satminkal.
–
Tindak lanjut hasil pembahasan
•
Form Isu; Form Renstra; Form Renja; dan Form KSP dikompilasi BPIW
6. PESERTA KONREG 2016
No.
Institusi/Lembaga
Uraian Institusi/Lembaga
1
Balai di Lingkungan Ditjen SDA
Balai (Besar) Wilayah Sungai
2
Balai dan Satker Di Lingkungan Ditjen Bina
Marga
Balai /Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional
Satker P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan
Nasional) Provinsi
3
Satker di Lingkungan Ditjen Cipta Karya
Satker Perencanaan dan Pengendalian
Pengembangan Infrastruktur Pemukiman (PIP)
Provinsi
4
Satker di Lingkungan Ditjen Penyediaan
Perumahan
SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi
5
Satminkal / Ditjen Kementerian PUPR
Ditjen Sumber Daya Air
Ditjen Bina Marga
Ditjen Cipta Karya
Ditjen Penyediaan
Perumahan
Ditjen Pembiayaan
Perumahan
Ditjen Bina Konstruksi
Sekretariat Jenderal
PUPR
Inspektorat Jenderal
BPIW
BPSDM
Balitbang
7. SUSUNAN ACARA KONREG 2016
10
No WAKTU
AGENDA
PEMBICARA
Rabu, 20 April 2016
1
08.00 - 09.00 Registrasi Peserta
Tim Sekretariat
2
09.00 - 09.05 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Tim Sekretariat
3
09.05 - 09.10 Pembacaan Doa
Tim Sekretariat
4
09.10 - 09.15 Laporan Pelaksanaan Kegiatan oleh Ketua Panitia
Ketua Tim Pelaksana
5 09.15 – 10.00 PEMBUKAAN dan ARAHAN oleh Menteri PUPR
Menteri PUPR
10.00 - 10.15 Coffee Break
6 10.15 – 11.15 Laporan Hasil Pra Konreg
Kepala BPIW
7 11.00 – 12.00 Paparan Ditjen Bina Konstruksi
Dirjen Bina Konstruksi
12.00 – 13.30 ISHOMA
12 13.30 - 14.00 LAPORAN Hasil Konreg Ditjen SDA,
Dirjen SDA,
13 14.00 - 14.30 LAPORAN Hasil Konreg Ditjen BM,
Dirjen BM,
14 14.30 – 15.00 LAPORAN Hasil Konreg Ditjen CK,
Dirjen CK,
15 15.00 - 15.30 LAPORAN Hasil Konreg Ditjen PnP
Dirjen PnP
16 15.30 – 16.00 KESIMPULAN Keterpaduan Perencanaan dan Sinkronisasi Program
dalam Mendukung Agenda Prioritas Nasional
Kepala BPIW
8. MEKANISME PENAJAMAN AKTIVITAS
PROGRAM / KEGIATAN
•
Penajaman Aktivitas Satminkal merupakan proses penajaman
rencana aktivitas hasil Pra-Konreg 2016 yang disesuaikan dengan
Pagu Indikatif.
•
Proses penajaman dilaksanakan secara serentak untuk 34 provinsi
yang dikoordinasikan oleh masing-masing Satminkal SDA, BM, CK,
dan PnP mulai tanggal 15 s.d. 19 April 2016;
•
Untuk Satminkal lainnya penajaman dilakukan terhadap rencana
kerja awal yang diarahkan untuk mendukung agenda prioritas
nasional.
•
Tim Sekretariat Pusat (Biro PAKLN dan BPIW) akan memfasilitasi
materi hasil Pra Konreg, supervisi keterpaduan program/kegiatan
antar satminkal, supervisi Sistem Pemrograman (SIP), serta
mengumpulkan Form hasil Konreg 2016.
•
Output dari setiap Satminkal per Provinsi yang dikumpulkan kepada
Tim Sekretariat Pusat adalah: F-ISU, F-RENSTRA, F-RENJA, dan
F-KSP. Dalam bentuk hard copy dan soft file.
1. BPIW: Menyampaikan Laporan hasil Pra-Konreg 2016 mengenai
keterpaduan pengembangan wilayah dan pembangunan infrastruktur
PUPR serta dukungan terhadap kawasan tematik pusat pertumbuhan
dan 15 Agenda Prioritas Nasional.
2. DJBK: Arahan mengenai PBJ 2017, kesiapan penyedia jasa, lelang dini,
dan data Peralatan dan Material Konstruksi dalam mendukung
keterpaduan pengembangan wilayah dan pembangunan Infrastruktur
PUPR, dst.
9. PRESENTASI BPIW dan DJBK
1) Gambaran Umum dalam rangka mendukung 15 Agenda Prioritas Nasional;
2) Rekapitulasi Sasaran Program dan target Output Kegiatan sesuai alokasi Pagu Indikatif
2017;
3) Rencana Dukungan terhadap 15 Agenda Prioritas Nasional pada tahun 2017 sesuai
lingkup program masing-masing satminkal (mencakup Besaran dan Output);
4) Rencana Paket-paket pekerjaan strategis/unggulan pada tahun 2017 termasuk yang akan
mendapatkan alokasi besar;
5) Kesiapan pelaksanaan kegiatan/readiness criteria (Kebutuhan Lahan);
6) Rencana Aksi Pencapaian Target Output/Kegiatan Strategis/Prioritas Nasional dalam
Renstra Kementerian PUPR 2015-2019;
7) Hal-hal khusus yang perlu mendapat perhatian, termasuk sinkronisasi dengan sektor / K/L
lain
10. OUTLINE LAPORAN DIREKTUR JENDERAL
SDA, BM, CK, dan PnP
FORMAT PAPARAN LAPORAN SATMINKAL
15 AGENDA PRIORITAS NASIONAL
RKP 2017 TERKAIT PUPR
1. Kedaulatan Pangan
2. Kedaulatan Energi
3. Kemaritiman dan Kelautan
4. Revolusi Mental
5. Daerah Perbatasan
6. Daerah Tertinggal
7. Pelayanan Kesehatan
8. Antar Kelompok Pendapatan
9. Desa dan Kawasan Perdesaan
10. Perumahan Permukiman
11. Pengembangan Konektivitas Nasional
12. Perkotaan
13. Percepatan Pertumbuhan Industri dan Kawasan Ekonomi (KEK)
14. Pembangunan Pariwisata
1) Gambaran Umum dalam Mendukung Agenda Prioritas Nasional
16
Satminkal A mendukung XX (jumlah) Agenda Prioritas Nasional, yaitu:
1. Agenda 2
dilatarbelakangi oleh ….
2. Agenda 3
dilatarbelakangi oleh …
3. Agenda 5
dilatarbelakangi oleh ….
4. dst
2) Rekapitulasi Target Output Program
Sesuai Pagu Indikatif 2017
17
Program : ………..
Alokasi Pagu Indikatif : Rp. …………..
No
Kegiatan / Output
Sasaran
Kebutuhan Biaya TA.2017
(dalam Juta Rupiah)
Vol.
Sat.
RpM
PHLN
SBSN
Jumlah
2409 …..
xxx
001 …
xxx
002 …
xxx
003 …
xxx
2412
xxx
002 …
004
xxx
005
xxx
xxx
3) Dukungan Terhadap 15 Agenda Prioritas Nasional
18
Program
: ………..
Alokasi Pagu Indikatif : Rp. …………..
No
Kegiatan / Output /
Aktivitas
Lokasi
Sasaran
(TA.2017)
Biaya
Agenda Prioritas Nasional yang Didukung
Vol.
Sat.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
2409 …..
001 …
xxx
√
√
√
002 …
xxx
√
√ √
√
- Aktivitas 1
Kab 1
xxx
√
Kota 1
xxx
√
- Aktivitas 2
Kab 1
xxx
√
- …
Kab 2
xxx
√
2412
002 …
√
√ √
√
√
- Aktivitas 1
Kab 1
xxx
√
- …
Kab 2
xxx
√
- Aktivitas 2
Kab 1
xxx
√
- …
Kab 2
xxx
√
Kota 1
xxx
√
xxx
Data Dukung untuk Dilampirkan
No
Kegiatan / Output /
Aktivitas
Lokasi
Sasaran
(TA.2017)
Biaya
Agenda Prioritas Nasional yang Didukung
Vol.
Sat.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
2409 …..
√ √
√ √ √ √ √ √
√
001 …
xxx
√
√
√
002 …
xxx
√ √
√ √
√
2412
√
√ √
√
√
002 …
√
√ √
√
√
xxx
Rekapitulasi untuk Dipaparkan
Program
: ………..
4) Rencana Paket Strategis 2017
19
Program : ………..
No
Kegiatan / Output / Paket
Lokasi
Sasaran
Biaya (TA.2017)
Vol.
Sat.
2409 …..
013 …
xxx
015 …
xxx
- …
Kab ..
xxx
- …
Kab …
xxx
2414
014 …
- ….
Kota ..
xxx
- ….
Kab ….
xxx
TOTAL
5) Kebutuhan Lahan 2017
20
Program : ………..
No
Kegiatan / Output / Paket
Lokasi
Sasaran
Biaya (TA.2017)
Vol.
Sat.
2409
010 …
xxx
016 …
xxx
- …
Kab ..
Ha
xxx
- …
Kab …
Ha
xxx
5039 Pengelolaan Waduk, Embung …
002 Tanah untuk Konstruksi …
- ….
Kota ..
Ha
xxx
- ….
Kab ….
Ha
xxx
6)
Rencana Aksi Pencapaian Target Output/
Prioritas Nasional dalam Renstra KemenPUPR
•
Rencana pelelangan dini;
•
Koordinasi kebutuhan alat, material
•
Koordinasi kebutuhan penyedia jasa
•
Kesiapan perangkat Satuan Kerja, ULP, Pokja,
dst.
7) Hal-hal khusus yang perlu mendapat perhatian
•
Koordinasi antar Satminkal;
•
Koordinasi dengan KL lain;
•
Koordinasi antar tingkat pemerintahan;
•
Dst……
1. Format Isu Strategis (F-ISU)
Penajaman atas Isu Wilayah/Isu RPIIJM/Kegiatan Strategis yang perlu segera
ditangani di masing provinsi beserta usulan penanganannya dari
masing-masing sektor, yang sudah dihasilkan dari kegiatan Pra-Konreg
2. Format Rencana Aksi Pencapaian Target Renstra 2015-2019 (F-RENSTRA)
Penajaman atas informasi mengenai implementasi rencana/target Output Prioritas
dalam Renstra 2015-2019, sampai pada kedetilan komponen per Output/
Pekerjaan Prioritas/Strategis, yang sudah dihasilkan dari kegiatan Pra-Konreg
3. Format RENCANA KERJA 2017 (F-RENJA)
merupakan penajaman dari Baseline Program yang dihasilkan dari kegiatan
Pra-Konreg sesuai Pagu Sementara tahun 2017, sampai rincian sub aktivitas yang
dilengkapi dengan keterangan readiness criteria.
4. Format Kesepakatan Bersama 2017 (F-KSP)
merupakan kesepakatan bersama konsep Rencana Kerja Kementerian/Lembaga
(Renja KL) Kementerian PUPR untuk tahun 2017 dengan Pemerintah Daerah.
CATATAN:
Semua Format di atas, terisi secara otomatis melalui Sistem Pemrograman (SIP)
ketika dilakukan penajaman Baseline dan Stok hasil Pra-Konreg menjadi
F-RENJA.
Provinsi : ...
Program : ...
Masuk dalam Renja
2017
Program Tahun
Berikutnya
1
2
3
4
1
2
3
4
dst..
ISU STRATEGIS BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
KONSULTASI REGIONAL 2016
No.
(mencakup lokasi dan rencana penanganan)
Isu/Kegiatan Strategis
Keterangan
F-ISU
Format Isu Strategis (F-ISU)
PETUNJUK PENGISIAN F-ISU
1.
Pada bagian atas tabel dituliskan nama Provinsi dan Program;
2.
Kolom 1: Diisi nomor untuk masing-masing Isu/Kegiatan Strategis;
3.
Kolom 2: Diisi Isu/Kegiatan Strategis, dilengkapi dengan lokasi dan rencana Aktivitas penanganan;
dengan SIP akan terisi otomatis saat menginput F-Baseline dengan mode look up table;
4.
Kolom 3: Diisi dengan tanda check apabila Aktivitas penanganan masuk dalam Renja 2017;
5.
Kolom 4: Diisi dengan tanda check apabila Aktivitas penanganan direncanakan untuk masuk dalam
Program tahun 2017+n
Setiap Provinsi setiap Program menghasilkan 1 (Satu) F-Isu
Provinsi : ...
Program : ...
Nomenklatur dan Target Output Prioritas : ... (... Xxx)
Volume
komp.
Satuan
Vol.
Kompo
nen
Alokasi
(Rp juta)
1
2
3
4
5
6
7
1
...
a. DED
b. Dokumen Lingkungan
c. Lahan
d. Konstruksi
2
...
a. DED
b. Dokumen Lingkungan
c. Lahan
d. Konstruksi
dst..
RENCANA AKSI PENCAPAIAN TARGET RENSTRA 2015-2019
KONSULTASI REGIONAL 2016
No.
Detil Lokasi/Ruas/Wilayah Sungai/Daerah Irigasi
Komponen Output
(detil desain/pengadaan
tanah/konstruksi/ dll..)
Tahun
Pelaksanaan
Rencana 2015-2019
F-RENSTRA
Format Rencana Aksi Pencapaian Target
Renstra 2015-2019 (F-RENSTRA)
PETUNJUK PENGISIAN F-RENSTRA
1.
Pada bagian atas tabel dituliskan nama Provinsi dan Program serta nomenklatur dan
target/volume Output Prioritas. Misalnya: Pembangunan Jalan Baru (100 km), yang artinya
pembangunan jalan baru sepanjang 100 km di provinsi tersebut;
2.
Kolom 1: Diisi nomor untuk masing-masing detil lokasi/ruas/wilayah sungai/daerah irigasi;
3.
Kolom 2: Diisi nama detil lokasi/ruas/wilayah sungai/daerah irigasi;
4.
Kolom 3: Komponen Output (detil desain, dokumen lingkungan, pengadaan tanah atau
konstruksi);
5.
Kolom 4: Diisi tahun pelaksanaan tiap-tiap komponen;
6.
Kolom 5: Diisi volume tiap-tiap komponen;
7.
Kolom 6: Diisi satuan volume komponen;
8.
Kolom 7: Diisi kebutuhan biaya yang diperlukan dalam periode 2015-2019 (dana dalam juta
rupiah)
Setiap Provinsi setiap Program menghasilkan beberapa F-Renstra
(Sesuai jumlah Output Prioritas)
Dana dalam Juta Rupiah
Vol.
RPM
PHLN SBSN Jumlah
DED
DOK LINGK LAHAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10=7+8+9
11
12
13
14
15
Dukungan
WPS
Perlu
Sinkroni-sasi dengan
…..
TOTAL
Readiness Criteria (Siap/ Akan Siap
Tahun …….)
FORMAT RENCANA KERJA TAHUN 2017
KONSULTASI REGIONAL KEMENTERIAN PUPR 2016
PROVINSI : ...
PROGRAM : ...
Kode
Kegiatan / Output /
Aktivitas
Lokasi
Kab/Kota
Jenis
Kontrak
Satuan
Output
Rencana Tahun 2017
F-RENJA
Format Rencana Kerja 2017
(F-RENJA)
PETUNJUK PENGISIAN F-RENJA
1. Pada bagian atas tabel dituliskan nama Provinsi dan Program;
2. Kolom 1: Diisi kode kegiatan/output dan/atau ruas jalan;
3. Kolom 2: Diisi nama kegiatan/output/aktivitas;
4. Kolom 3: Dituliskan nama kabupaten/kota (jika memungkinkan);
5. Kolom 4: Diisi Jenis Kontrak apakah Single Year (SYC) / Multiyears Contract (MYC) Baru/ Multiyears
Contract (MYC) Lanjutan / Swakelola (S);
6. Kolom 5: Diisi Satuan Output;
7. Kolom 6: Diisi Volume Output untuk masing-masing aktivitas yang diprogramkan pada tahun 2017;
8. Kolom 7: Diisi kebutuhan biaya yang bersumber dari rupiah murni, termasuk untuk keperluan
pendamping loan (dana dalam juta rupiah);
9. Kolom 8: Diisi kebutuhan biaya yang bersumber dari pinjaman/hibah luar negeri;
10. Kolom 9: Diisi kebutuhan biaya yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara
11. Kolom 10: Diisi jumlah kolom 7+8+9;
12. Kolom11: Diisi Dukungan terhadap Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) di Provinsi bersangkutan
(sesuai tabel panduan Kawasan dalam WPS);
13. Kolom 12, 13, 14: Diisi Tahun kesiapan/ tuntasnya pelaksanaan pekerjaan;
14. Kolom 15: Diisi Direktorat Jenderal atau K/L lain yang terkait untuk dilakukan sinkronisasi program
lintas sektor
Setiap Provinsi setiap Program akan menghasilkan 1 (Satu) F-RENJA.
1.
--
Arahan Kebijakan Operasional oleh Pejabat Eselon I;
-
Isu Strategis dan kebutuhan penanganan di masing-masing Provinsi.
2.
1
2
dst..
3.
pagu dalam juta rupiah
Volume
Pagu
Volume
4.
Nama...
(Direktur/ SekretarisProgram ...)
Berdasarkan kesepakatan pembahasan Program, Sasaran Output Prioritas beserta Rencana Alokasi Anggaran yang teralokasi dalam
Rencana Kerja dan yang menjadi Stok Program di Provinsi ... pada tahun 2017 adalah sebagai berikut:
Pokok-pokok Hasil Pembahasan Program Provinsi akan dijadikan masukan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran
Kementerian/ Lembaga (RKAKL) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2017. Namun demikian tidak menutup
kemungkinan untuk dilakukan peninjauan dan penajaman kembali.
Nama...
Baseline 2017
Stok Program
Pagu
..., ... ... 2016
Kode
Kegiatan/Output
Satuan
Output
(Kepala Balai / Satker ...)
Jumlah
Arahan NAWACITA, RPJMN, dan Renstra Kementerian PUPR;
No.
(mencakup Lokasi dan Penanganan)
Isu/Kegiatan Strategis
Keterangan
Berbagai Isu/Kegiatan Strategis Provinsi yang mengemuka selama pembahasan program dapat dirangkum sebagai berikut:
Masuk dalam
Baseline 2017
Program Tahun
Berikutnya
Pembahasan Program/Kegiatan Provinsi dalam Konsultasi Regional (Konreg) Kementerian PUPR tahun 2017 mengacu pada:
PROVINSI : ...
Program : ...
Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, RTRW Pulau, serta RTRW Daerah/Kawasan yang lebih rinci serta arahan
keterpaduan pengembangan infrastruktur wilayah;
F-KSP
Format Kesepakatan (F-KSP)
PETUNJUK PENGISIAN F-KSP
1. Pada bagian atas tabel dituliskan nama Provinsi dan Program;
2. Tabel 1: Diisi sesuai dengan F-ISU;
3. Tabel 2: Diisi sasaran output prioritas beserta rencana alokasi anggaran yang teralokasi dalam
Baseline dan yang menjadi Stok Program pada tahun 2017;
4. Kolom Penandatanganan diisi nama pejabat dan Instansi yang terkait, dan ditandatangani oleh
pejabat yang bersangkutan/yang mewakili.
Setiap Provinsi setiap Program akan menghasilkan 1 (Satu) F-KSP.
F-KSP dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan masing-masing ditandatangani oleh keempat pemangku
kepentingan, untuk kemudian seluruh copy F-ISU, F-RENSTRA, F-RENJA, dan F-UPB bertandatangan
asli disampaikan kepada:
1. Kepala Balai/Satker / yang mewakili (penanda tangan)
2. Direktur terkait Program dan Perencanaan Satminkal / yang mewakili (penanda tangan)
3. Sekretariat Panitia Konreg 2016.
TERIMA KASIH
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DAN PERUMAHAN RAKYAT
Lampiran
33
HASIL PRAKONREG PULAU SUMATERA
BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total
1 Aceh 2,435,495,830,700 4,507,774,980,700 1,142,260,196,000 4,519,633,846,000 554,122,000,000 1,284,140,150,000 180,886,000,000 463,170,333,200 4,312,764,026,700 10,774,719,309,900 2 Sumatera Utara 1,197,356,342,000 2,849,920,477,000 2,967,174,026,000 8,340,693,581,000 398,687,251,000 1,304,346,023,000 294,866,856,900 380,866,856,900 4,858,084,475,900 12,875,826,937,900 3 Kepulauan Riau 547,139,036,800 1,039,958,948,800 427,049,510,000 2,090,849,722,975 181,789,557,000 259,989,557,000 596,243,500,000 1,278,120,000,000 1,752,221,603,800 4,668,918,228,775 4 Riau 585,103,258,000 1,184,276,873,000 621,156,680,000 2,193,656,680,000 339,016,958,000 969,886,958,000 235,974,750,000 648,219,750,000 1,781,251,646,000 4,996,040,261,000 5 Sumatera Barat 1,296,720,510,600 1,924,563,480,600 3,881,275,571,327 5,035,647,371,327 457,616,289,000 457,616,289,000 234,785,750,000 1,016,929,050,400 5,870,398,120,927 8,434,756,191,327 6 Jambi 1,070,380,076,000 1,606,380,076,000 815,310,966,000 950,310,966,000 420,458,000,000 910,158,000,000 69,050,000,000 442,780,000,000 2,375,199,042,000 3,909,629,042,000 7 Bengkulu 1,857,364,845,300 2,097,048,065,303 1,024,301,969,000 1,802,056,269,000 328,481,549,000 1,219,952,549,000 377,491,428,100 377,491,428,100 3,587,639,791,400 5,496,548,311,403 8 Sumatera Selatan 1,288,560,990,000 4,021,153,861,800 7,632,816,136,168 8,657,961,454,168 1,857,854,440,000 2,551,945,440,000 91,631,866,580 487,099,723,380 10,870,863,432,748 15,718,160,479,348 9 Bangka Belitung 589,778,878,300 833,915,878,300 630,910,892,000 1,845,910,892,000 317,193,000,000 440,033,000,000 21,125,000,000 125,625,000,000 1,559,007,770,300 3,245,484,770,300 10 Lampung 2,130,093,124,000 2,130,093,124,000 1,150,221,990,000 3,295,082,990,000 471,325,723,000 483,325,723,000 384,170,000,001 1,440,085,713,301 4,135,810,837,001 7,348,587,550,301 SUMATERA 12,997,992,891,700 22,195,085,765,503 20,292,477,936,495 38,731,803,772,470 5,326,544,767,000 9,881,393,689,000 2,486,225,151,581 6,660,387,855,281 41,103,240,746,776 77,468,671,082,254
HASIL PRAKONREG PULAU JAWA
BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total
1 Banten 2,317,915,820,000 2,320,915,820,000 951,959,329,500 2,115,240,579,500 271,702,478,000 335,652,478,000 269,702,000,000 409,702,000,000 3,811,279,627,500 5,181,510,877,500 2 DKI Jakarta 2,002,222,722,000 2,249,802,039,000 1,244,120,030,000 3,597,770,030,000 1,343,660,000,000 1,403,160,000,000 4,930,756,600,000 5,208,156,600,000 9,520,759,352,000 12,458,888,669,000 3 Jawa Barat 9,647,738,718,387 10,036,747,279,387 1,853,390,987,000 5,859,866,987,000 519,210,786,000 2,400,637,542,000 1,171,757,500,000 1,182,707,500,000 13,192,097,991,387 19,479,959,308,387 4 Jawa Tengah 7,189,950,057,040 7,258,120,057,040 4,017,153,476,700 5,653,829,476,700 860,673,169,658 1,498,640,419,658 464,025,000,000 645,855,000,000 12,531,801,703,398 15,056,444,953,398 5 Jawa Timur 4,506,720,990,000 5,011,660,990,000 2,618,278,623,650 14,795,146,702,306 548,113,396,921 2,112,848,309,921 415,533,500,000 840,433,500,000 8,088,646,510,571 22,760,089,502,227 6 DI Yogyakarta 734,760,505,000 735,052,142,000 1,140,094,204,000 1,313,094,204,000 423,340,499,000 635,290,499,000 126,978,110,000 483,123,110,000 2,425,173,318,000 3,166,559,955,000 JAWA 26,399,308,812,427 27,612,298,327,427 11,824,996,650,850 33,334,947,979,506 3,966,700,329,579 8,386,229,248,579 7,378,752,710,000 8,769,977,710,000 49,569,758,502,856 78,103,453,265,512 39,397,301,704,127 49,807,384,092,930 32,117,474,587,345 72,066,751,751,976 9,293,245,096,579 18,267,622,937,579 9,864,977,861,581 15,430,365,565,281 90,672,999,249,632 155,572,124,347,766
HASIL PRAKONREG BANUSTRAMAPA
BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total
1 Bali 578,220,392,800 790,192,488,800 1,203,194,296,702 1,363,394,296,702 459,967,341,000 2,062,017,341,000 81,478,000,000 172,663,000,000 2,322,860,030,502 4,388,267,126,502
2 Nusa Tenggara Barat 1,963,092,653,000 1,992,097,543,000 1,873,764,268,740 1,873,764,268,740 456,263,101,622 1,096,563,101,622 158,000,900,000 375,095,730,000 4,451,120,923,362 5,337,520,643,362
3 Nusa Tenggara Timur 1,953,097,455,000 4,414,304,002,000 2,458,511,490,000 2,458,511,490,000 387,069,530,705 694,932,530,705 125,278,500,000 2,005,755,250,000 4,923,956,975,705 9,573,503,272,705
4 Papua 972,818,290,733 1,658,667,390,733 9,932,744,749,000 15,327,974,249,052 554,394,851,000 1,332,728,184,333 78,246,000,000 1,755,481,000,000 11,538,203,890,733 20,074,850,824,118
5 Maluku 812,390,073,000 4,535,338,785,000 2,203,275,767,000 4,837,963,297,000 495,228,061,000 1,276,578,706,000 168,383,000,000 369,963,000,000 3,679,276,901,000 11,019,843,788,000
6 Maluku Utara 722,499,529,000 2,801,299,529,028 1,675,227,094,020 5,789,040,094,020 546,279,463,000 1,492,256,363,000 100,000,000,000 2,094,115,385,000 3,044,006,086,020 12,176,711,371,048
7 Papua Barat 793,875,250,000 1,924,634,379,000 3,523,752,452,000 7,467,923,202,000 477,402,557,000 833,133,557,000 223,756,000,000 1,858,756,000,000 5,018,786,259,000 12,084,447,138,000
Banustramapa 7,795,993,643,533 18,116,534,117,561 22,870,470,117,462 39,118,570,897,514 3,376,604,905,327 8,788,209,783,660 935,142,400,000 8,631,829,365,000 34,978,211,066,322 74,655,144,163,735
HASIL PRAKONREG KALIMANTAN SULAWESI
BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total BASELINE total
1 Kalimantan Barat 841,083,962,000 982,783,962,000 2,554,000,000,000 5,713,045,000,000 432,090,973,254 1,119,827,240,254 55,066,000,000 978,927,120,000 3,882,240,935,254 8,794,583,322,254 2 Kalimantan Utara 444,555,275,000 464,640,275,000 853,939,942,000 5,984,529,712,000 324,969,677,000 1,768,353,826,000 79,489,400,000 79,489,400,000 1,702,954,294,000 8,297,013,213,000 3 Kalimantan Timur 735,309,403,000 1,944,852,413,000 2,369,065,903,840 3,883,565,903,840 683,136,265,000 1,731,144,950,000 84,035,000,000 374,689,980,000 3,871,546,571,840 7,934,253,246,840 4 Kalimantan Tengah 538,677,112,000 1,111,077,112,000 2,775,559,674,000 5,086,759,674,000 384,070,393,000 1,111,366,149,000 214,412,500,000 331,786,750,000 3,912,719,679,000 7,640,989,685,000 5 Kalimantan Selatan 1,755,265,624,000 2,293,365,174,313 1,287,214,475,000 3,282,618,375,000 368,140,236,000 641,695,236,000 208,893,910,000 782,307,660,000 3,619,514,245,000 6,999,986,445,313 6 Sulawesi Utara 810,214,619,000 1,647,139,483,000 2,629,150,300,000 3,708,400,300,000 486,185,620,490 721,352,620,490 49,848,000,000 1,297,875,000,000 3,975,398,539,490 7,374,767,403,490 7 Gorontalo 1,351,826,019,000 1,948,458,019,000 1,394,372,981,771 1,492,302,981,771 292,507,218,000 840,620,131,231 127,443,500,000 514,015,280,000 3,166,149,718,771 4,795,396,412,002 8 Sulawesi Tengah 1,268,532,026,000 2,564,636,709,000 2,163,465,457,300 2,183,465,457,300 329,113,850,000 800,113,850,000 115,100,000,000 1,309,165,750,000 3,876,211,333,300 6,857,381,766,300 9 Sulawesi Barat 1,351,290,773,000 1,887,107,897,000 991,695,754,896 1,455,895,754,896 302,899,946,000 547,832,946,000 56,795,250,000 395,210,250,000 2,702,681,723,896 4,286,046,847,896 10 Sulawesi Selatan 3,938,719,038,000 4,366,246,038,000 2,140,146,813,601 2,215,965,813,601 636,194,980,000 2,039,341,346,000 171,763,000,000 490,845,250,000 6,886,823,831,601 9,112,398,447,601 11 Sulawesi Tenggara 674,466,590,000 1,455,422,794,000 1,476,260,105,400 3,702,760,105,400 466,195,889,460 727,545,889,460 83,310,890,000 818,552,390,000 2,700,233,474,860 6,704,281,178,860 KalSul 13,709,940,441,000 20,665,729,876,313 20,634,871,407,808 38,709,309,077,808 4,705,505,048,204 12,049,194,184,435 1,246,157,450,000 7,372,864,830,000 40,296,474,347,012 78,797,097,968,556 INDONESIA 60,903,235,788,660 88,589,648,086,804 75,622,816,112,615 149,894,631,727,298 17,375,355,050,110 39,105,026,905,674 12,046,277,711,581 31,435,059,760,281 165,947,684,662,966 309,024,366,480,057 0.65 0.56 0.42 0.48 0.53 0.47 0.82 0.49 0.55 0.50 TOTAL
NO PROVINSI SDA BM CK PNP TOTAL
NO PROVINSI SDA BM CK PNP
TOTAL
NO PROVINSI SDA BM CK PNP TOTAL