• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fransiska Ayunintyas W, M.Sc., Apt Akfar Theresiana 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Fransiska Ayunintyas W, M.Sc., Apt Akfar Theresiana 2014"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Fransiska Ayunintyas W, M.Sc., Apt Akfar Theresiana

2014

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Siklus Krebs

(9)
(10)
(11)

• Tahap 1. Sitrat Sintase (hidrolisis)

• Asetil KoA + oksaloasetat + H

2

O → sitrat + KoA-SH

• Merupakan reaksi kondensasi aldol yang disertai hidrolisis dan berjalan searah.

• Tahap 2. Aconitase, memerlukan 2 tahap

• Sitrat diubah menjadi isositrat oleh enzim

akonitase yang mengandung Fe

++

. Mula-mula

terjadi dehidrase menjadi cis-akonitat (yang tetap

terikat enzim) kemudian terjadi rehidrasi menjadi

isositrat.

(12)

• Tahap 3. Isositrat Dehidrogenase (dekarboksilasi pertama)

• Isositrat dioksidasi menjadi oksalosuksinat (terikat enzim) oleh isositrat dehidrogenase yg memerlukan NAD+. Reaksi ini diikuti dekarboksilasi oleh enzim yg sama menjadi α-ketoglutarat. Enzim ini memerlukan Mn++ / Mg++

• Tahap 4. α-Ketoglutarat Dehidrogenase Kompleks (dekarboksilasi)

• Dekarboksilasi oksidatif α-ketoglutarat (caranya seperti pada dekarboksilasi oksidatif piruvat) menjadi suksinil KoA oleh enzim α-ketoglutarat dehidrogenase

kompleks.

• Enzim ini memerlukan kofaktor seperti : TPP, Lipoat,NAD+, FAD dan KoA-SH.

(13)

• Tahap 5. Suksinat Thikonase (fosforilasi tingkat substrat)

• Suksinil KoA→Suksinat

• Reaksi ini memerlukan ADP atau GDP yg dengan Pi akan membentuk ATP atau GTP. Juga memerlukan Mg++.

• Tahap 6: Suksinat dehidrogenase (dehidrogenasi &

oksidasi)

• Suksinat + FAD→ Fumarat + FADH2

• Reaksi ini tdak lewat NAD.

• Tahap 7 : Fumarase (dehidrasi)

• Fumarat + H2O → L-Malat

• Tidak memerlukan koenzim.

• Tahap 8: Malat dehidrogenase

• L-Malat + NAD+ → Oksaloasetat + NADH + H+

• Reaksi ini membentuk kembali oksaloasetat.

(14)

Siklus krebs/asam sitrat

(15)

Mechanism of the citrate synthase reaction.

-Sitroil co A : intermedier reaksi -Hidrolisis senyawa intermedier tioester  menyebabkan reaksi

berikutnya bersifat sangat eksergonik -Co A yang dihasilkan langsung di recycled untuk reaksi pembentukan Asetil CoA

-Dalam keadaan normal  OAA rendah dimitokondria

(16)

Aconitase

(17)

Isocitrate DH

Ensim tersedia dalam mitokondria

Ada dua macam ensim: 1. memerlukan NAD dan 2. memerlukan NADP NADP-dependent enzyme : terdapat di matriks mitokondria dan sitosol

(18)

Ketoglutarat DH compleks

Suksinil coA sintetase Suksinal-Co A,

(19)

Suksinate DH

fumarase

(20)

Malate DH

CO2 yang hilang pada proses tersebut diatas bukan C yang sama dengan asetil Co A

(21)

• Berfungsi mengoksidasi hasil glikolisis mjd CO2 dan juga menyimpan energi ke bentuk molekul berenergi tinggi spt ATP, NADH, FADH2

• Sentral dalam siklus oksidatif dlm respirasi  dimana semua makromolekul dikatabolis (Karbohidrat, Lipid dan Protein)

• Untuk kelangsungannya membutuhkan : NAD, FAD, ADP, Pyr dan OAA

• Menghasilkan senyawa intermedier yg penting  asetil Co A, KG & OAA

• Merupakan prekursor untuk biosintesis makromolekul – makromolekul

(22)

• Berfungsi dalam katabolisme dan juga anabolisme  amfibolik

• Katabolisme  memproduksi molekul berenergi tinggi

• Anabolisme  memproduksi intermedier untuk prekursor biosintesis makromolekul

• Berbagai daur mengambil senyawa antara dlm siklus kreb  berkurang  hrs ada mekanisme utk mengganti senyawa antara tadi  daur anaplerotik

(23)

Overview the reaction

Dalam setiap siklus:

– 1 gugus asetil ( molekul 2C) masuk dan keluar sebagai 2 molekul CO2

– Dalam setiap siklus : OAA digunakan untuk

membentuk sitrat  setelah mengalami reaksi yang panjang  kembali diperoleh OAA

– Terdiri dari 8 reaksi : 4 mrpkn oksidasi  dimana energi  digunakan utk mereduksi NAD dan FAD – Dihasilkan:

• 2 ATP, 8 NADH, 2 FADH2

– Tidak diperlukan O2 pada TCA, tetapi digunakan

pada Fosforilasi oksidatif  untuk memberi pasokan NAD, shg piruvat dapat di ubah menjadi Asetil Co A

(24)

Vitamin dalam siklus krebs

riboflavin

• Bentuk FAD (Flavin Adenin Dinukleotida)

• Kofaktor suksinat hidrogenase

niasin

• Bentuk NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida)

• Akseptor elektron u/ isositrat dehidrogenase, α-ketoglutarat dehidrogenase, malat dehidrogenase

tiamin

• Tiamin difosfat

• Koenzim dekarboksilasi α-ketoglutarat dehidrogenase

Asam pantotenat

• Bagian dr koenzim A, kofaktor yang melekat pada residu as karboksilat aktif

(25)

mulut

Amilase

maltase Maltosa

2 glukosa Pembuluh

darah

GLIKOLISIS

Pati maltosa

(26)

GLIKOLISIS

• Disebut juga EMBDEN MEYER HOFF PATHWAY

• Terjadi di dalam sitosol

• Glikolisis : oksidasi glukosa energi ( ATP )

Aerob Anaerob

( asam piruvat ) ( asam laktat )

• Pada keadaan aerob :

Hasil akhirnya asam piruvat Masuk ke dalam mitokondria Asetil KoA

Siklus Krebs ATP + CO2+ H2O

(27)

FATE of PYRUVATE

C6H12O6 + 2 ADP + 2 NAD++ + 2 Pi  2 pyruvate + 2 ATP + 2 NADH + 2 H++ + 2 H2O

Sangat tergantung pada jenis organismenya

Net reaksi glikolisis ???

(28)
(29)

Tahap pengembalian / pay off

• Memerlukan 2 molekul ATP

• Memecah gula heksosa menjadi molekul 2 triose fosfat

Tahap persiapan

• 4 ATP

• 2 molekul piruvat

• 2 molekul NADH + H

(30)
(31)

• Reaksi2 pd Glikolisis pada umumnya berjalan 2 arah, kecuali 3 reaksi berikut berjajan searah :

1. Glukosa Glukosa 6-p

Dikatalisis oleh enzim : Heksokinase dan Glukokinase

* Enzim Heksokinase :

- terdapat di sel otot ( selain hati dan pankreas ) - dihambat secara allosterik oleh produk akhirnya - mempunyai afinitas tinggi terhadap glukosa

* Enzim Glukokinase :

- terdapat di sel hati dan pankreas

- aktif pada saat konsentrasi glukosa darah

* di jar. selain hati & pankreas, glukosa masuk glikoli- sis dikontrol oleh h. insulin

(32)

*Reaksi ini bersifat irreversible, ATP sbg donor gugus fosfat

• 2. Fruktosa 6-p Fruktosa 1,6-bi-p

* Dikatalisis oleh enzim : Fosfofruktokinase

* bersifat irreversible

* Merupakan enzim pengendali kecepatan alur gliko- lisis ( rate limiting enzyme )

• 3. Fosfoenol piruvat Enol piruvat

* Dikatalisis oleh enzim : Piruvat kinase

(33)

• Anaerob Rantai Respirasi tak berjalan

• NADH + H+ yg dihasilkan dari reaksi 5 tak dapat dibentuk kembali menjadi NAD+ lewat rantai respirasi

• Padahal NAD+ harus selalu tersedia untuk kelangsung an Glikolisis

• Untuk mengatasinya : NADH + H+ akan dibentuk men jadi NAD+ lewat pertolongan enzim Laktat Dehidroge-

nase ( LDH ) yg akan mengubah Piruvat Laktat

(34)
(35)

GLIKOGENESIS

• Sintesis glikogen dari glukosa

• Terjadi di dalam hati dan otot

• Reaksi 1 : Mg++

Glukosa + ATP Glukosa 6-p + ADP

Glukokinase / Heksokinase

• Reaksi 2 :

Glukosa 6-p Glukosa 1-p

Fosfoglukomutase

• Reaksi 3 :

Glukosa 1-p + UTP UDPG + Pirofosfat

UDPG Pirofosforilase

(36)

• Enzim Glikogen sintetase

membentuk ikatan α-1,4 Glikosidik dr glikogen

• Enzim Pencabang (

Branching Enzyme ) membentuk ikatan

α-1,6 dr glikogen

(37)

GLIKOGENOLISIS

• Proses pemecahan glikogen

• Dalam otot :

* tujuannya untuk mendapat energi bagi otot

* hasil akhirnya : piruvat / laktat sebab gluko- sa 6-p yg dihasilkan dr glikogenolisis masuk ke jalur glikolisis di otot

• Dalam hati :

* tujuannya : untuk mempertahankan kadar glukosa darah di antara dua waktu makan

* Glukosa 6-p akan diubah menjadi glukosa

Glukosa 6-p + H2O Glukosa + Pi

Glukosa 6-fosfatase

(38)

• Enzim Glukosa 6-fosfatase terdapat di : hati, ginjal dan epitel usus ( tetapi tidak terdapat

di otot )

• Enzim Glikogen fosforilase memutus ikatan α-1,4 glikosidik dr glikogen

• Debranching enzyme memutus ikatan α-1,6 glikosidik

(39)

GLUKONEOGENESIS

• Pembentukan glukosa dari bahan bukan karbohidrat

• Pada mamalia terutama terjadi di : hati dan ginjal

• Substrat :

1. Asam laktat dr. otot, eritrosit

2. Gliserol dr. hidrolisis Triasilgliserol dlm. jar.

lemak ( adiposa )

3. Asam amino glukogenik

4. Asam propionat pd ruminansia

• Glukoneogenesis penting sekali untuk penyediaan glukosa bila karbohidrat tidak cukup dlm diet

(40)

• Jaringan perlu pasokan glukosa kontinu sebagai sumber energi terutama sistem saraf dan eritrosit

• Enzim bantuan :

1. Piruvat karboksilase

2. Fosfoenolpiruvat karboksikinase 3. Fruktosa 1,6 bifosfatase

4. Glukosa 6-fosfatase

(41)

Jalur Glukoneogenesis

(42)

CORI CYCLE

(43)

HMP SHUNT

(HEKSOSA MONO PHOSPHAT SHUNT)

• Disebut juga : Pentose Phosphate Pathway

• Merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa

• Tidak bertujuan menghasilkan energi ( ATP )

• Aktif dalam : 1. Hati

2. Jar. Lemak

3. Klj. Korteks adrenal 4. Klj. Tiroid

5. Eritrosit

6. Klj. Mammae ( laktasi )

(44)

Jalur HMP Shunt

(45)

GLUKOSA DARAH

• Glukosa dapat dipakai oleh semua jaringan tubuh, disimpan :

* hati dan otot Glikogen

* jaringan lemak Triasilgliserol ( TG )

• Sumber glukosa darah : 1. Karbohidrat Makanan 2. Glikogenolisis hepar 3. Glukoneogenesis

• Hormon yg mengatur glukosa darah :

* Insulin

* Hormon dr. klj. Hipofisa anterior : Growth Hormone

* Hormon klj. Medula adrenal : epinefrin, glukagon

(46)

• PENGARUH HORMON :

* Keadaan kadar glukosa darah

merangsang sekresi hormon glukagon

* Keadaan kadar glukosa darah merangsang sekresi hormon insulin

* Keadaan darurat merangsang sekresi hormon adrenalin

(47)

• Glukagon (hati)

Pembentukan cAMP

• Epinefrin (otot)

1. cAMP menghambat Glikogen sintase menghambat glikogenesis

2. cAMP memacu fosforilase memacu glikogenolisis

• INSULIN :

1. Memacu glikogen sintase

2. Memacu fosfodiesterase yg akan memecah cAMP menjadi 5’AMP

efek : memacu glikogenesis

menghambat glikogenolisis

(48)

Obat2 penyebab stres oksidan

(49)

Daftar pustaka

• Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 1.

Jakarta:Erlangga

• Lehninger (1993)(terjemahan). Dasar-dasar

Biokimia Jilid 2. Jakarta : Erlangga

Referensi

Dokumen terkait

1) Untuk memberikan istirahat pendek pihak perusahaan harus menambah 1 orang tenaga setrika pada setiap shift sehingga jika 1 orang sedang istirahat pendek

Analisis varian gabungan untuk hasil biji dari tujuh galur menunjukkan bahwa varian antarlingkungan, antargalur, dan interaksi galur x lingkungan berbeda nyata (P<0,05)..

v) Pada tanggal 24 Mei 2010, HPAM dan Chalco Shandong International Trading Co, Ltd (Chalco) mengadakan kontrak mengenai penjualan dan pembelian bauksit. Berdasarkan perjanjian

Oleh karena itu Tim Pengabdian IKIP PGRI Semarang memandang perlu menyelengarakan kegiatan pelatihan Dasar untuk pendidik PAUD dengan tema “pentingnya Bintek

Apabila kulit ibu sensitif terhadap intensitas kontraksi yang meningkat maka teknik effleurage dapat dilakukan pada area yang lain atau bila perlu dihentikan saja bila

Melihat dari kondisi masyarakat saat ini, terutama masyarakat Kediri, peneliti ingin melakukan penelitian tentang Bagaimana Praktek program acara sakinah dalam

SALES STRATEGY IN PRODUCT: Paket Produk SALES STRATEGY IN PROMOTION: Advertising STRATEGI KOMISI.. Temukan org-orang yang tepat ( jujur, mau belajar dan

GRAFIK CAPAIAN KINERJA BELANJA UNTUK URUSAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI PAPUA & PAPUA BARAT.. KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DI PAPUA &