• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI Sukmawati. Hs 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI Sukmawati. Hs 1"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

© Copyright 2017

PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP

KINERJA PEGAWAI

Sukmawati. Hs1 Abstrak

Berdasarkan latar belakang penelitian pada dinas pasar di kota samarinda di temukan beberapa hal yang menjadi permasalahan utama yang terjadi di lapangan, diantaranya adalah mengenai pegawai yang mengabaikan tanggung jawab saat bekerja. Sehingga di butuhkan kepemimpinan yang mengatur kinerja pegawai yang kurang tertib dan disiplin (kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan memimpin, kemampuan mengambil keputusan) dan dalam sebuah instansi dinas pasar untuk menciptakan kinerja pegawai. Teori yang dalam digunakan penelitian ini mengambil teori manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, kinerja pegawai dan alat analisisnya menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil pembahasan maka di simpulkan penelitian ini adalah koefesien korelasi diperoleh nilai (R) sebesar 0,617 dengan nilai interprestasi koefisien korelasi 0,60-0,799 berarti kuat. Hal ini mampu menjelaskan bahwa adanya hubungan yang sedang atau cukup kuat antara kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pasar Kota Samarinda. Nilai koefesien

determinasi (R2) sebesar 0,381 atau 38,1 %. Hal iniberarti variabel

kemampuan berkomunikasi (X1) kemampuan memotivasi (X2) Kemampuan pemimpin (X3) kemampuan mengambil keputusan (X4) terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 38,1% sedangkan sisanya sebesar 61,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak di masukkan dalam variabel penelitian ini. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kepemimpinan mempuyai pengaruh terhadap kinerja pegawai dan rata-rata responden memilih jawaban netral atau setuju Disarankan kepada manajemen dinas pasar pengaruh terhadap kinerja pegawai hendaknya lebih memberikan prioritas, perhatian bagaimana cara memimpin pegawai dengan memperhatikan indikator variabel agar kinerja pegawai lebih baik.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Kinerja Pegawai Pendahuluan

Pada sebuah organisasi pemerintahan kesuksesan atau kegagalan dalam pelaksanaan tugas dan penyelenggara pemerintahan di pengaruhi oleh kepemimpinan dan didukung oleh kapasitas organisasi pemerintah yang memadai,maka penyelenggara tata pemerintahan yang baik akan terwujud sebaliknya kelemahan kepemimpinan merupakan salah satu sebab keruntuhan

(2)

kinerja birokrasi di Indonesia instansi pemerintah bertujuan untuk memaksimalkan nilai lembaga pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan dalam mencapai tujuan tersebut banyak sumber daya diantaranya sumber daya manusia (SDM).

Dinas pasar kota samarinda sebuah instansi yang mengelola UPTD (Unit Pelaksana Tekhnis Dinas) pasar-pasar yang ada di samarinda yang sebagaimana kita ketahui pasar adalah sebuah fasilitas umum dimana terjadinya transaksi jual-beli dari pedagang dan pembeli dimana segala kebutuhan sehari-hari kita dapatkan dipasar. Pemerintah kota samarinda dalam hal ini dinas pasar kota samarinda menangani, mengendalikan, menertipkan dan menfasilitasi serta membangun pasar-pasar guna memenuhi kebutuhan masyarakat baik pasar tradisional maupun semi tradisonal dalam hal ini dinas pasar kota samarinda mengelola pasar-pasar di samarinda meliputi pasar segiri, pasar pagi, citra niaga, pasar palaran,pasar baqa, pasar kedondong,pasar kemuning, pasar ijabah, pasar sungai dama, pasar merdeka, pasar bengkuring dan pasar lok bahu.

Berdasarkan kejadian dilapangan tidak sedikit pegawai yang mengabaikan tanggung jawab pada saat jam kerja berlangsung bahkan sebagian dari para pegawai tersebut malah berada diluar kantor saat jam bekerja sedang berlangsung, terkadang juga mereka tidak hadir karena mencari tambahan penghasilan ditempat lain dan hal tersebutlah yang paling dihindari atau yang tidak diinginkan bagi seorang pegawai pemerintahan (PNS). Sebelum menjadi seorang pegawai pemerintahan (PNS) atau masih dalam status pekerja

(honorer) begitu bersemangat dalam melakukan pekerjaan bahkan terkadang

meminta pekerjaan untuk dikerjakan walaupun bukan pada bidangnya, namun sangat disayangkan begitu diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan mendapatkan gaji full maka kinerja yang tadinya baik kini malah menurun. Kondisi ini memang tidak terjadi pada semua pegawai ada juga pegawai yang berdedikasi baikyang bertanggung jawab pada setiap pekerjaan yang diberikan sesuai dengan posisi/jabatan.Masalah-masalah inilah yang sering terjadi kepada lembaga pemerintahan tersebut.

Berdasarkan masalah diatas kondisi itulah yang membuat penulis tertarik untuk mempelajari atau mengetahui secara jelas faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai seperti yang di kemukakan diatas sehingga pegawai tidak melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik, Maka penulis mengangkat judul: ”PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PASAR KOTA SAMARINDA”

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang,maka permasalahannya yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut : “

1. Apakah kepemimpinan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi,

(3)

kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin dan kemampuan mengambil keputusanterhadap kinerja pegawai pada Dinas Pasar Kota Samarinda?

2. Apakah kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikansignifikan terhadap kinerja pegawai yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin dan kemampuan mengambil keputusan terhadap Y (kinerja) pada dinas pasar kota samarinda?

3. Dari variabel kepemimpinan yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemapuan pemimpin dan kemampuan mengambil keputusan manakah yang paling berpengaruh signifikan terhadap Y (kinerja pegawai) pada dinas pasar kota samarinda?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan dengan rumusan masalah penelitian yang telah di ungkapkan di atas,maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui variabel X terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin, kemampuan mengambil keputusan secara simultanberpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawaiDinas Pasar Kota Samarinda.

2. Untuk mengetahui variabel X terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin, kemampuan mengambil keputusan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawaiDinas Pasar Kota Samarinda.

3. Untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dari variabel X (kepemimpinan) terhadap Y (kinerja).

Manfaat Penelitian

Hasil penelitiandiharapkan dapat mempunyai dua manfaat yaitu manfaat akademis dan manfaat praktis sebagai berikut:

1. Manfaat akademis

Untuk mendapatkan dan memperoleh pengetahuan terutama mengenai pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, serta dapat digunakan sebagai bahan tambahan referensi yang akan datang bagi kalangan aktifitas akademik untuk sebagai acuan penelitian lebih lanjut.

2. Manfaat praktis

Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi intansi pemerintahan serta sebagai bahan pertimbangan Dinas pasar kota samarinda dalam memberikan kinerja yang baik untuk pengembangan strategi manajemen yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

(4)

Kerangka Dasar Teori

Manajemen

Menurut Hasibuan (2007:2) pengertian manajemen adalah “ilmu dan seni yang dapat mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu”.

kepemimpinan

Menurut Daft (2002:50) Kepemimpinan mendefinisikan sebagai suatu kemampuan mempengaruhi orang yang mengarah kepada pencapaian tujuan.

Menurut Umar, (2005:31) Mengutip pendapat chapman mengatakan bahwa kepemimpinan memiliki 4 (empat) landasan atau pondasi yang kokoh dan kuat menunjang dan mendukung kepemimpinan dalam suatu organisasi sebagai berikut :

a. Kemampuan berkomunikasi yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam melakukan komunikasi dengan para karyawan baik dalam bentuk berkomunikasi antar personal maupun interpersonal sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan baik demi pencapaian tujuan organisasi.

b. Kemampuan memotivasi yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menciptakan hubungan kerja dan mempertinggi rasa tanggung jawab orang-orang yang dipimpinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

c. Kemampuan pemimpin yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menggerakkan, mengarahkan, dan memberi petunjukkepada orang-orang yang dipimpinnya sehingga pencapaian tujuan yang di tetapkan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.

d. Kemampuan mengambil keputusan yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam proses pengambilan keputusan atas masalah-masalah pekerjaan baik yang berhubungan dengan kepentingan organisasi maupun kepentingan karyawan sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan baik demi pencapaian tujuan organisasi.

kinerja

Pengertian kinerja menurut Tika (2006 : 121), yaitu : “kinerja adalah sebagai hasil-hasil fungsi pekerjaan atau kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang di pengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. Mengenai ukuran-ukuran kinerja pegawai, Ranupandojo dan Husnan (2000) menjelaskan secara rinci sejumlah aspek yang meliputi:

1. Kualitas kerja adalah mutu hasil kerja yang di dasarkan pada standar yang di tetapkan. Kualitas kerja di ukur dengan indikator ketetapan, ketelitian, keterampilan dan keberhasilan kerja. Kualitas kerja meliputi ketetapan, ketelitian, kerapihan, dan kebersihan hasil pekerjaan.

(5)

2. Kuantitas kerja yaitu banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu di perhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat terselesaikan. Kuantitas kerja meliputi output, serta perlu di perhatikan pula tidak hanya output yang rutin saja, tetapi juga seberapa cepat dia dapat menyelesaikan pekerjaan yang extra.

3. Dapat tidaknya di andalkan termasuk dalam hal ini yaitu mengikuti instruksi, inisiatif, rajin, serta sikap hati-hati.

4. Sikap yaitu, sikap terhadap pegawai perusahaan dan pekerjaan serta kerjasama.

Kinerja pegawai

Menurut Keban (2004:1) kinerja pegawai merupakan perihal yang penting dan perlu mendapat perhatian yang cukup dalam dalam rangka untuk peningkatan dan perbaikan kualitas pelayanan publik.

Hipotesis

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan permasalahan yang telah di kemukakan diatas, maka dapat diambil suatu hipotesis sebagai berikut:

1. Diduga bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pasar Kota Samarinda.

2. Diduga bahwa variabel kemampuan berkomunikasi (X1) yang lebih

berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas pasar kota samarinda.

Definisi Konsepsional Kepemimpinan

Kepemimpinan Merupakan Kemampuan Pemimpin untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan, sumber dari pengaruh ini bias formal, seperti misalnya yang di sediakan oleh pemilikan peringkat manajerial dalam suatu organisasi.

Kinerja

Kinerja dapat kinerja merupakan sejumlah output yang di hasilkan oleh seseorang atau kelompok (organisasi) tertentu baik yang berbentuk materi kuantitatif maupun yang berbentuk non materi (kualitatif) dalam suatu periode waktu tertentu.

Metode Penelitian

Analisis Regresi Linear Berganda

Menurut Husein Umar (2008:177)rumus yang digunakan dalam analisis regresi linear berganda ini adalah sebagai berikut:

Y = a+bX

Keterangan :

Y = Kinerja karyawan (variabel terikat) a = Nilai Konstan

b = Nilai Koefisien regresi

(6)

Koefisien Korelasi (R)

Korelasi ganda (multiple correlation ) merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya antara dua variabel secara bersama-sama atau lebih dengan variabel lain. Dinyatakan dengan rumus Sugiono(2003:238):

Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan. Besar kecilnya hasil yang didapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel di bawah ini:

Tabel Interval Koefisien Dan Tingkat Hubungan Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00-0,199 0,20-0,399 0,40-0,599 0,60-0,799 0,80-1,000 Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2008:231)

Perhitungan Koefisien Determinasi Parsial (R2)

Koefisien determinasi di gunakan untuk mengetahui seberapa besar variasi dari variabel independent yang di perhitungkan.Semakin besar nilai R2,maka semakin tepat model regresi yang dipakai.

Rumus koefisien determinasi : Dengan rumus R2 =

Uji F (Uji Simultan)

Pengujian secara simultan (Uji F) adalah untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel bebas secara signifikan terhadap variabel terikat. Dengan rumus Fhitung =

Uji t (Uji Parsial)

Pengujian secara parsial digunakan untuk menguji apakah setiap koefisien regresi variabel bebas mempunyai pengaruh atau tidak terhadap variabel tidak bebas.

(7)

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Tabel Analisis Regresi Liniear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,583 ,418 3,788 ,000 KEMAMPUAN_B ERKOMUNIKASI ,107 ,105 ,139 1,022 ,312 KEMAMPUAN_ MOTIVASI ,172 ,104 ,246 1,655 ,105 KEMAMPUAN_ MEMIMPIN ,147 ,105 ,201 1,393 ,170 KEMAMPUAN_ MENGAMBIL_K EPUTUSAN ,174 ,108 ,231 1,611 ,114

Sumber : data diolah 2016

Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui, nilai a sebesar 1,583 nilai b1 sebesar 0,107, nilai b2 sebesar 0,172, nilai b3 sebesar 0,147, nilai b4 sebesar 0,174 dari data tersebut maka di peroleh nilai persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 1,583 + 0,107 X1 + 0,172 X2 + 0,147 X3 + 0,147 X4

Tabel Analisis Uji Simultan (Uji F)

ANOVAa

Model Sum of

Squares

Df Mean Square F Sig.

1

Regression 10,169 4 2,542 7,226 ,000b

Residual 16,537 47 ,352

Total 26,707 51

Sumber : Data diolah 2016

Tabel di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai Fhitung

sebesar 7,226 dan perhitungan Ftabel di peroleh dari df (4) 47sebesar 2,57.

Pada signifikan 0,000<0,05 maka dapat diketahui bahwa Fhitung >Ftabel. Hal ini

berarti H0 di tolak dan Ha di terima. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh

dari masing-masing variabel independen (kemampuan berkomunikasi ,kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin,kemapuan mengambil keputusan ) terhadap variabel dependen (kinerja pegawai) secara parsial, maka diuji dengan uji t. Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan

(8)

Tabel Analisis Uji Parsial (t hitung) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,583 ,418 3,788 ,000 KEMAMPUAN_ BERKOMUNIK ASI ,107 ,105 ,139 1,022 ,312 KEMAMPUAN_ MOTIVASI ,172 ,104 ,246 1,655 ,105 KEMAMPUAN_ MEMIMPIN ,147 ,105 ,201 1,393 ,170 KEMAMPUAN_ MENGAMBIL_ KEPUTUSAN ,174 ,108 ,231 1,611 ,114

Sumber : Data diolah 2016

Nilai uji parsial (t hitung) variabel kemampuan berkomunikasi (X1)

sebesar 1,022 Nilai koefisien beta sebesar 0,139 dengan tingkat signifikan sebesar 0,312 > 0,05 dan jika di bandingkan dengan t tabel yang di peroleh dari

df (4) 47 diperoleh nilai sebesar 1.67793 maka dapat di ketahui bahwa thitung

<ttabel . Hal ini berarti H0diterima dan Ha ditolak.

Nilai uji parsial (t hitung) variabel kemampuan motivasi (X2) sebesar

1,655 Nilai koefesien beta sebesar 0,246 dengan tingkat sebesar 0,105 > 0,05 dan jika dibandingkan dengan ttabel yang di peroleh df (4) 47 diperoleh nilai

sebesar 1.67793 maka dapat di ketahui bahwa thitung <ttabel . Hal ini berarti

H0diterima dan Ha ditolak.

Nilai uji parsial (t hitung) variabel kemampuan memimpin (X3) sebesar

1,393 Nilai koefesien beta sebesar 0,201 dengan tingkat sebesar 0,170 >0,05 dan jika dibandingkan dengan ttabel yang di peroleh df (4) 47 diperolehnilai

sebesar 1.67793 maka dapat diketahui bahwa thitung <ttabel . Hal ini berarti

H0diterima dan Ha ditolak.

Nilai uji parsial (t hitung) variabel kemampuan motivasi (X4) sebesar

1,611 Nilai koefesien beta sebesar 0,231dengan tingkat sebesar 0, 114 >0,05 dan jika dibandingkan dengan ttabel yang diperoleh df (4) 47 diperolehnilai

sebesar 1.67793 maka dapat diketahui bahwa thitung <ttabel . Hal ini berarti

H0diterima dan Ha ditolak.

Pembahasan

Pengujian hipotesis ini menggunakan signifikan atau (α) sebesar 0,05. Berikut ini merupakan pembahasan mengenai koefesien korelasi (R), koefesien determinasi (R2), uji secara serentak (uji F) maupunuji secara parsial (uji t)

(9)

Berdasarkan analisis yang telah di kemukakan sebelumnya, maka berikut ini dapat di jelaskan nilai persamaan regresi yaitu :

Y = 1,583 + 0,107 X1 + 0,172 X2 + 0,147 X3 + 0,147 X4

Nilai koefesien regresi masing-masing variabel adalah positif artinya jika nilai kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin, kemampuan mengambil keputusan meningkat atau di tingkatkan, maka akan mendorong meningkatnya kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda.

Nilai koefesien korelasi (R) sebesar 0,617 artinya bahwa adanya hubungan yang kuat antara variabel independent. Kemampuan berkomunikasi (X1) Kemampuan memotivasi (X2) Kemampuan pemimpin (X3) Kemampuan mengambil keputusan (X4) Terhadap kinerja pegawai (Y) Pada dinas pasar kota samarinda

Nilai koefesien determinasi (R2) sebesar 0,381 atau 38,1 %. Hal ini berarti variabel kemampuan berkomunikasi (X1) Kemampuan memotivasi (X2) Kemampuan pemimpin (X3) Kemampuan mengambil keputusan (X4) Terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 38,1 % sedangkan sisanya sebesar 61,9% dijelakan oleh variabel lain yang tidak di masukkan dalam variabel penelitian ini.

Untuk mengetahui variabel kemampuan berkomunikasi (X1) Kemampuan memotivasi (X2) Kemampuan pemimpin (X3) Kemampuan mengambil keputusan (X4) Terhadap kinerja pegawai (Y) maka dilakukan uji simultan (f hitung) dengan tingkat kepercayaan 95% atau =0.05 dan diperoleh nilai Fhitung>Ftabel (7,226 >2,57)

Hal ini berarti H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti varibel X (independent

) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y (dependent ) Maka hipotesis pertama yang menyatakan di duga bahwa variabel kepemimpinan yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan pemimpin, kemampuan mengambil keputusan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda ditolak

Uji t dan uji parsial dimasukkan untuk mengetahui pengaruh Dari masing-masing variabel independent (X1, X2, X3, X4 ) Terhadap variabel

dependent (Y) Secara parsial maka untuk menguji pengaruh variabel

independent tersebut di gunakan uji t. Dalam uji t Dilakukan dalam membandingkan nilai thitung dengan ttabel. Untuk mencari ttabel sebagai

pembanding maka menggunakan tingkat kepercayaan 95%( α =0,05), sehingga diperoleh ttabel sebesar 1.67793 dari df (4) 47.

Untuk lebih jelasnya, maka akan di terangkan mengenai pengaruh antara variabel independent terhadap dependent sebagai berikut :

1. Kemampuan berkomunikasi (X1)

Nilai uji parsial (t hitung )variabel kemampuan berkomunikasi dari hasil perhitungan diperoleh nilai sebesar 1,022 <167792 ( thtung <ttabel), nilai koefesien

(10)

bahwa variabel kemampuan berkomunikasi berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda. Berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan pegawai dan dapat menghargai pendapat pegawai bagi kinerja pegawai dinas pasar kota samarinda.

2. Variabel kemampuan memotivasi (X2)

Nilai uji t parsial (t hitung) variabel kemampuan memotivasi dan hasil perhitungan diperoleh nilai sebesar 1,655 < 167792 (t hitung <t tabel), nilai koefesien beta sebesar 0,246 dan dengan tingkat signifikan sebesar 0,105 >0,05 artinya bahwa variabel kemampuan memotivasi berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda, menciptakan hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab terhadap pegawai bagi kinerja pegawai dinas pasar kota samarinda.

3. Variabel kemampuan pemimpin (X3)

Nilai uji parsial (t hitung) variabel kemampuan pemimpin dari hasil perhitungan diperoleh nilai sebesar 1,393 <1,67792 (t hitung <t tabel), nilai koefesien beta sebesar0,201 dan dengan tingkat signifikan 0,170 >0,05 artinya variabel kemampuan pemimpin berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda karena memberikan sikap contoh yang baik terhadap pegawai pada dinas pasar kota samarinda.

4. Variabel kemampuan mengambil keputusan (X4)

Nilai uji parsial (t hitung) variabel kemampuan mengambil keputusan dari hasil perhitungan nilai sebesar 1, 611 < 1,67792 (t hitung <t tabel ), nilai koefesien beta sebesar 0,231 dan dengan tingkat signifikan sebesar 0,114 > 0,05 artinya bahwa variabel kemampuan mengambil keputusan berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda dengan mampu mengenali masalah dan membuat pilihan serta mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil perhitungan, variabel kemampuan berkomunikasi (X1) yang paling berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai (Y) pada dinas pasar kota samarinda, sehingga hipotesis pertama ditolak kebenarannya hal ini ditunjukkan kebenarannya hal ini ditunjukkan pada nilai t sebesar 1,022 <167792 ( thtung <ttabel) dan standardlized coefficient betasebesar yaitu 0,139

dan di dukung nilai signifikan 0,312 > 0,05 hal ini membuktikan bahwa sebagian besar pegawai dinas pasar kota samarinda tidak dipengaruhi oleh ke empat variabel dan variabel kemampuan berkomunikasi yaitu berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan pegawai dan dapat menghargai pendapat pegawai membuat pegawai bekerja dengan semangat dan merasa dihargai oleh pemimpinnya. Maka pemimpin lebih memperhatikan ke empat variabel ini karena variabel ini juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda, sehingga ke empat variabel ini bisa jalan selaras untuk memperbaiki kinerja pegawai pada dinas pasar kota samarinda.

(11)

Penutup

Secara simultan Varabel X (Kemampuan Berkomunikasi, Kemampuan Memotivasi, Kemampuan Pemimpin dan Kemampuan Mengambil Keputusan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Variabel Y (Kinerja Pegawai) di Dinas Pasar Kota Samarinda, yang mana nilai F-hitung sebesar 0,000<0,05 nilai tersebut menunjukkan bahwa besarnya harga signifikan.

Secara Parsial Variabel X (Kemampuan Berkomunikasi, Kemampuan Memotivasi, Kemampuan Pemimpin dan Kemampuan Mengambil Keputusan) tidak berpengaruh signifikan terhadap Variabel Y (Kinerja Pegawai), hal tersebut ditunjukan pada hasil dari nilai uji parsial (t hitung) kemampuan berkomunikasi sebesar 0,312>0,05 kemampuan motivasi sebesar 0,105>0,05 kemampuan pemimpin 0,170>0,05 kemampuan motivasi sebesar 0,114>0,05 Variabel yang paling mempengaruhi dari Variabel X (Kemampuan Berkomunikasi, Kemampuan Memotivasi, Kemampuan Pemimpin dan Kemampuan Mengambil Keputusan) terhadap Variabel Y (Kinerja Pegawai) adalah kemampuan berkomunikasi yang memiliki nilai signifikan sebesar 0,312. Namun pengaruh yang ditunjukkan tidak begitu dominan berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dalam bekerja untuk itu Dinas Pasar Kota Samarinda hendaknya dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan dengan cara pemberian bonus/kenaikan pangkat bagi yang berprestasi, kepemimpinan yang baik yang dapat diterima pegawai serta hasil kerja yang di lakukan sehingga kinerja pegawaipun akan meningkat.

Walaupun kepemimpinan yang di terima pegawai dirasakan telah memuaskan namun dalam bekerja hendaknya instansi tidak hanya memprioritaskan pada kepemimpinan saja, akan tetapi juga harus memperhatikan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi peningkatan kinerja kerja pegawai, pemberian pujian dan bonus dan lain-lain untuk setiap hasil pencapaian kerja yang di lakukan.

Daftar Pustaka

Amstrong, Michael, 2000, Human Resources Management, Kegan Page Limited, Pentoville Road, London.

Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI, Rineka Cipta, Jakarta.

Dessler, Garry, 2008, Human Resource Management, Eight Edition, Prentice Hall, New Jersey.

Daft, Richard L, 2002. Manajemen, Jilid 2 edisi Kelima, Erlangga, Jakarta. Fadillah, Akbar, 2010 . http://akbar-fadilah.blogspot.com/ 2010 / 01 / teori

kepemimpinan – dan – tipe-tipe.html

Furtwergler, Dale, 2002, Penuntun Sepuluh Menit Penilaian Kinerja, Andi,Yogyakata.

(12)

Gomes, Faustino Cardosa, 2003, Human Resource Management, 6 th edition.

Inc. USA

Handoko, T. Hani. 2004. Management Personalia Dan Sumber Daya Manusia. BPFE, Yogyakarta.

Hasibuan. Malayu, S.P. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi revisi).

Kouzes, James M dan Posner, Barry Z, The Leadership Challenge, Fourth Edition, Jossey-Bass, San Fransisco.

Kuncoro Mudrajad, 2003, Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi, Erlangga. Jakarta.

Mangkunegara, Prabu Anwar, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan Cetakan Pertama, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Mangkuprawira, Tb. Sjafri, Aida Vitayala Hubeis, 2007, Manajemen Mutu

SumberDaya Manusia. Cetakan Pertama. Bandung.

Martoyo, Susilo. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Ketiga, Cetakan Keempat, Bpfe,Yogyakarta.

Nasution M.N. 2001, Manajemen Mutu Terpadu, Ghalia Indonesia, Jakarta. Neo, Raymond A, Hollenbeck, Johm R, Gerhart, Barry and Wright, 2006.

Human Resources Manajement, Fifth Edition, Mc. Grow-Hill. New

york.

Rivai, Veithzal. 2003. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Edisi Pertama, PT. Raja Grafindo, Jakarta.

Robbins, Stephen p p. 2007. Management, 7th Edition, prentice Hall, New

Jersey.

Siagian, Sondang P . 2000. Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku

Administrasi, Gunung Agung, Jakarta.

Simamora, Henry. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, STIE, Medan Sugiyono, 2005. Metode Penelitian Administrasi, Alfabet, Bandung.

.2008. Statistika Untuk Penelitian. CV. Alfabeta, Bandung.

Tika, Moh. Pabundu, 2006, Budaya Oragnisasi dan Peningkatan Kinerja

Perusahaan, Cetakan Pertama, PT Bumi Aksara, Jakarta.

Umar, Husein, 2000. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, PT Gramedia Pustaka Utama, Bandung.

2005. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, PT Gramedia PustakaUtama, Bandung.

Yulk, Gary, 2007. Kepemimpinan Dalam Organisasi, Edisi Kelima, PT Indeks, Jakarta.

Gambar

Tabel Interval Koefisien Dan Tingkat Hubungan  Interval Koefisien  Tingkat Hubungan
Tabel  Analisis Uji Simultan (Uji F)  ANOVA a

Referensi

Dokumen terkait

Prinsip dalam hubungankerja sebenarnya “no work no pay” (pekerja yang tidak bekerja, tidak mendapat upah). Dari prinsip tersebut maka upah seorang pekerja dapat dipotong

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa cendawan MVA pada tanah salin hutan pantai Nepa, Sampang, Madura

Reality television covers a wide range of television programming formats, from game or quiz shows which resemble the frantic, often demeaning programmes produced in Japan in the

1) Nurturing trust, memelihara kepercayaan. Kualitas dan gaya kepemimpinan merupakan factor utama untuk mendapatkan kepercayaan dan komitmen pekerja. Kita harus

Dari beberapa pendapat di atas dapat dipahami bahwa minat adalah keterkaitan, kegairahan, kesenangan terhadap sesuatu, tanpa ada yang menyuruh atau berdasarkan dorongan

pembelajaran sebagaimana yang diharapkan oleh amanat Kurikulum 2013. 2) Merumusan tujuan penyelesaian masalah. Dalam penelitian ini peneliti mengambil rencana untuk

When the respondents were group as employees and students, there are no significant differences in the perception of the achievement of the internal control objectives

Berdasarkan Grafik 3 terlihat bahwa potensi penalaran adaptif matematis siswa dalam materi persamaan garis lurus berdasarkan tingkat kemampuan matematika kelompok