• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK

3.1. Kedudukan dan Koordinasi 1. Kedudukan

Pada kegiatan Kerja Praktik ini, penulis diberi kesempatan untuk mengisi jabatan sebagai internship junior architect yang menjalankan dan mengerjakan tugas untuk membantu tim perencanaan senior architects sesuai dengan standar dan kualitas Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang.

2. Koordinasi

Dalam kesempatan Kerja Praktik ini, penulis dibimbing dengan salah satu anggota tim perencanaan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang yang bernama Dedy Hariyanto, ST. Beliau berperan sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan dan Rehabilitasi Bangunan yang akan menjadi penanggung jawab setiap arsitek muda magang atau Internship Junior Architect yang berada dalam tim divisi Pemelihara dan Rehabilitasi Bangunan. Beliau akan mengepalai dan memimpin proyek - proyek tertentu dan membagi pekerjaan tersebut dengan tim divisi Pemelihara dan Rehabilitasi Bangunan termasuk para Internship Junior Architect.

3.2. Tugas yang dilakukan

Pada kesempatan Kerja Paktik kali ini, penulis dipercaya untuk mengerjakan tugas mendesain dan menata interior yang diberikan oleh supervisi. Total pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh penulis selama Kerja Praktik adalah 6 proyek, dengan pembagian tugas kepada seluruh anggota tim divisi Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bangunan, yang berisikan 7 orang pelaksana dan 4 orang intern junior architects termasuk penulis. Kegiatan Kerja Praktik ini menugaskan penulis untuk mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh supervisi, yaitu :

1. Mencari referensi desain interior 2. Membuat konsep desain interior

3. Membuat moodboard sebelum mendesain 3d interior

(2)

4. Membuat gambar kerja dari desain (denah, tampak, potongan) menggunakan software AutoCad dan Archicad

5. Mendesain interior menggunakan software 3d SketchUp dan ArchiCad 6. Menghasilkan rendering dengan menggunakan V-Ray atau Lumion

7. Menampilkan desain dengan post production render menggunakan Photoshop dan AI (Adobe Illustrator)

Berikut adalah task list yang dikerjakan oleh penulis :

MINGGU PROYEK PEKERJAAN YANG DILAKUKAN

1

Desain Interior Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang

1. Melakukan site visit 2. Mencari referensi desain 3. Membuat moodboard 4. Membuat 3D desain lobby 5. Membuat render 3D 6. Membuat gambar kerja dan

gambar detail

7. Membuat post - production 2

3

Desain Balkon Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang

1. Melakukan site visit 2. Mencari referensi desain 3. Membuat moodboard 4. Membuat zoning atau pemetaan

fungsi pada area balkon 5. Membuat 3D desain balkon 6. Membuat render 3D 7. Membuat post - production

(presentasi) 4

5

Renovasi Desain SD Lokal 3

1. Mempelajari prototype atau standar gambar kerja desain SD 2. Membuat salinan gambar kerja

SD

3. Menambahkan jumlah kelas pada desain SD

4. Membuat gambar kerja (denah, tampak, dan potongan), serta melengkapi gambar detail 6

7

Renovasi Desain SD Lokal 3

1. Belajar membuat RAB Desain SD Lokal 3

2. Menghitung pekerjaan struktur RAB Desain SD Lokal 3 3. Menghitung pekerjaan

arsitektural RAB Desain SD Lokal 3

8

9 Desain Balkon Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang

1. Membuat post - production (presentasi)

2. Membuat render 3D

(3)

10

Desain Interior Kantor BPKAD Kabupaten Tangerang

1. Melakukan site visit 2. Mencari referensi desain 3. Membuat moodboard 4. Membuat zoning atau pemetaan

fungsi pada area bekerja 5. Membuat 3D desain interior

kantor BPKAD 6. Membuat render 3D 7. Membuat post - production

(presentasi) 11

12

Renovasi Interior Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang

1. Melakukan site visit serta pengukuran

2. Mencari referensi desain interior kantor

3. Membuat moodboard konsep desain

4. Membuat zoning atau pemetaan fungsi pada area bekerja 5. Membuat 3D desain interior

kantor BPKAD 6. Membuat render 3D 7. Membuat post - production

(presentasi) 13

14 Melakukan field trip ke Bogor

1. Membuat 3D desain interior kantor BPKAD

2. Membuat render 3D 3. Membuat post - production

(presentasi)

15

Renovasi Interior Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang

1. Melakukan site visit serta pengukuran

2. Mencari referensi desain interior kantor

3. Membuat moodboard konsep desain

4. Membuat zoning atau pemetaan fungsi pada area bekerja 5. Membuat 3D desain interior

kantor BPKAD 6. Membuat render 3D 7. Membuat post - production

(presentasi) 16

Tabel 3.1. Rekap Kegiatan Kerja Praktik Sumber: Dokumentasi Pribadi

(4)

3.3. Uraian Kegiatan Kerja Magang 3.3.1. Proses Kegiatan Kerja Magang

3.3.1.1. Desain Interior Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang 1. Jobdesk

Pada proyek Renovasi Interior Kantor Kerjaksaan Kabupaen Tangerang ini, penulis memiliki tugas untuk mendesain interior bagian lobby. Hal pertama yang dilakukan oleh penulis adalah menerima arahan dari supervisi tentang tugas tau proyek yang akan dikerjakan, melakukan site visit atau kunjungan ke lokasi, bertemu dengan client, mengukur bangunan eksisting, mengerjakan moodboard konsep, membuat 3D desain interior lobby, membuat 3D render, dan membuat post - production sebagai bahan presentasi.

2. Daftar Tugas (task list)

Site visit

Mencari referensi desain interior

Membuat moodboard untuk merepresentasikan tema dan konsep desain yang akan diusung.

Membuat 3D desain interior lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang.

Membuat render 3D.

 Membuat gambar kerja dan gambar detail desain.

Membuat post - production desain kedalam bentuk presentasi.

3. Proses Pengerjaan Tugas

Pada proyek ini penulis diberi kesempatan untuk terlibat dalam proses desain untuk renovasi interior Kantor Kejaksaan. Penulis menerima tugas untuk mendesain area lobby Kantor Kejaksaan. Setelah diadakan pengarahan oleh Pak Dedy selaku Ketua Seksi Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bangunan, penulis melakukan site visit atau kunjungan lapangan ke Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang yang terletak di Komplek Perkantoran Pemda, Jl. Somawinata, Kel. Kadu Agung, Kec. Tigaraksa,

(5)

Kadu Agung, Tigaraksa Kec., Tangerang, Banten 15720. Pengukuran dilakukan pada saat kunjungan atau site visit pertama kali, bersama dengan Pak Dedy dan Pak Ading, bersama dengan 2 teman magang lainnya. Disana kami pergi untuk menemui klien dan survei keadaan eksisting. Kami juga mendapatkan denah eksisting dari perusahaan, namun kita tetap harus memastikan kesesuaian bangunan secara eksisting dengan gambar kerja yang telah diberikan. Pada saat pengukuran dan dokumentasi, kita membagi menjadi 3 tim yang mengukur pada bagian kantor, lobby, dan ruang service. Penulis mendapatkan area lobby, kondisi eksisting dan gambar kerjanya terdapat perbedaan pada penataan ruang tunggu dan receptionist, selainnya sudah sesuai.

Gambar 3.1. Kondisi Interior Eksisting Lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(6)

Lalu penulis mencari referensi desain interior lobby sesuai dengan permintaan klien yaitu seperti interior kantor Kejaksaan Negeri Padang, penulis melakukan riset dan berdiskusi dengan supervisi.

Setelah berdiskusi dengan teman magang lainnya mengenai tema serta konsep yang akan diusung, penulis melakukan asistensi dengan supervisi. Ternyata ada beberapa hal yang harus di revisi karena harus menyesuaikan dengan permintaan klien.

Setelah melakukan revisi, penulis lalu membuat moodboard yang merepresentasikan tema dan konsep yang akan dipakai pada desain lobby kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang.

Gambar 3.3. Moodboard Desain 1 Lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Moodboard (Gambar 3.3.) merepresentasikan material yang akan dipakai dalam konsep desain interior lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang. Pada desain ini, penulis ingin memberikan kesan yang nyaman, tetapi tetap mewah. Penggunaan nuansa marmer berwarna gelap, material kayu, dan tanaman akan menghasilkan kesan yang nyaman, tertata, dan juga mewah. Seteah itu penulis melakukan asistensi dengan supervisi mengenai konsep yang akan diusung melalui moodboard.

Supervisi memberikan sedikit ulasan dan revisi sebelum memperbolehkan penulis membuat 3D desain interior. Penulis menata interior lobby kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang dengan mulai membuat gambar denah dengan menggunakan

(7)

aplikasi AutoCad (Gambar 3.4.), penataan ruang yang dibuat sudah sesuai dengan permintaan klien pada saat pertemuan pertama. Posisi receptionist berada didekat ruangan konsultasi, agar foyer dapat terlihat lebih luas dan lowong. Lalu penulis berdiskusi dengan teman magang mengenai penataan area lobby. Klien juga meminta ruang anak dan ruang tunggu dipisah. Hal ini dilakukan agar ruang tunggu tamu tidak terganggu dengan tamu lain yang membawa anak, dan membutuhkan ruang khusus seperti ruang menyususi.

Gambar 3.4. Gambar Kerja Denah Alternatif 1 Sumber: Dokumentasi Pribadi

(8)

Penulis mendapat bagian untuk membuat 3D desain interior lobby kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang menggunakan aplikasi SketchUp, dalam mendesain 3D segala nuansa yang telah dicantumkan pada moodboard digunakan untuk mengisi dan menata bagian interior lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang. Penulis menata dan mendesain meja receptionist dengan menggunakan nuansa marmer hitam dan hiasi dengan tanaman hias yang ditata secara vertikal pada dinding bagian belakangnya.

Gambar 3.4. Render 3D Interior Lobby Kantor Kejaksaan Kab. Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Untuk bagian tempat tunggu untuk anak diberikan ruang ibu menyususi, untuk mempermudah saluran utlitas air bersih dan air kotor, bagian sanitasi ruang menyusui dan kamar mandi memiliki jarak yang dekat. Bagian ruang anak dan ruang menyusui (Gambar 3.6.) memiliki nuansa yang lebih nyaman dengan sofa mini, meja kecil. Partisi digunakan untuk memberikan perbedaan area antara ruang anak dan ruang tunggu, sehingga masing - masing pengguna mendapatkan rasa nyaman dan tidak terganggu.

(9)

Gambar 3.5. Render 3D Interior Lobby Kantor Kejaksaan Kab. Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Penulis diminta untuk membuat desain alternatif lain, dengan menggunakan sudut pandang penulis, mulai dari penataan interior, hingga desain material yang digunakan. Penulis lebih memikirkan tentang penataan pada denah interior lobby daripada nilai estetika. Hal ini membuat penulis memulai mendesain dengan membuat gambar kerja berupa denah agar lebih terlihat penataannya. Penulis merasa jika receptionist lebih baik diletakkan atau berada dibagian depan di dekat pintu masuk, sehingga semua tamu yang datang bisa langsung bertanya kepada penjaga, tanpa harus mengganggu tamu yang sedang menunggu di ruang tunggu.

Pemikiran ini membuat penulis menata interior lobby kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang menjadi seperti (Gambar 3.7.).

(10)

Gambar 3.6. Render 3D Interior Lobby Kantor Kejaksaan Kab. Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Denah alternatif 2 ini dibuat dengan desain yang berbeda, Selain penempatan receptionist yang diletakkan di bagian depan dekat pintu masuk, penulis memanfaatkan area tunggu tamu menjadi lounge , hal ini sengaja dilakukan agar dapat memaksimalkan tingkat kenyamanan untuk para tamu yang datang dan menunggu, serta dapat terlihat mewah tanpa berlebihan, (Gambar 3.8.) karena nuansanya dihasilkan dari material yang dominan adalah marmer hitam, kayu berwarna gelap, dan cat bernuansa krem. Untuk penataan denah ruang lainnya masih tetap sama, karena menurut dari tanggapan supervisi keinginan klien harus diutamakan.

(11)

Gambar 3.7. Render 3D Interior Lobby Kantor Kejaksaan Kab. Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Penulis melakukan asistensi dengan supervisi mengenai desain alternatif 2, beliau banyak memberikan saran tentang perpaduan warna pada ruangan dan peletakan partisi yang berfungsi sebagai pembatas ruang dan ornamen hiasan. Menurut beliau jika warna gelap telah digunakan untuk ornamen, dan furnitur, maka cat tembok dan pemilihan keramik harus dengan warna terang yang sesuai.

Gambar 3.8. Render 3D Interior Lobby Kantor Kejaksaan Kab. Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(12)

3.3.1.2. Renovasi Balkon Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan 1. Jobdesk

Proyek Renovasi Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaen Tangerang ini, terdapat dua tugas besar yaitu renovasi interior kantor dan eksterior kantor.

Penulis dipercaya untuk mengerjakan tugas mendesain interior kantor bagian balkon. Seperti pada umumnya hal pertama yang dilakukan oleh penulis adalah menerima arahan dari supervisi dan pelaksana tentang tugas dan juga proyek yang akan dikerjakan, karena penulis bekerja di kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan, site visit yang dilakukan dapat secara langsung karena berada di satu gedung, rapat klien dilakukan langsung oleh divisi tim Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bangunan, mengukur bangunan eksisting, mengerjakan moodboard konsep, membuat zoning fungsi area balkon, membuat 3D desain balkon, membuat 3D render, dan membuat post - production sebagai bahan presentasi.

2. Daftar Tugas (task list)

Site visit

Mencari referensi desain rooftop kantor dan apartemen

Membuat moodboard untuk merepresentasikan tema dan konsep desain yang akan diusung

Membuat 3D desain balkon Kantor DTRB Kejaksaan Kabupaten Tangerang

Membuat render 3D

 Membuat gambar kerja dan gambar detail desain

Membuat post - production desain kedalam bentuk presentasi.

(13)

3. Proses Pengerjaan Tugas

Site visit atau kunjungan lapangan dilakukan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Tigaraksa, Kadu Agung, Tigaraksa Kec., Tangerang, Banten 15720. Karena penulis melakukan kegiatan Kerja Praktik di Kantor DTRB Kabupaten Tangerang, maka pengukuran dilakukan saat jam kerja.

Site visit dan pengukuran pertama kali dipandu dengan Pak Dedy dan Pak Nukman, hal ini dilakukan untuk memberikan arahan kepada anak - anak intern yang mendapatkan tugas ini, yaitu penulis dan 1 teman intern lainnya. Penulis mendapatkan gambar kerja eksisting yaitu (Gambar 3.9.) denah Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang lantai 2 bagian balkon, karena Kantor DTRB berada di lantai 2.

Gambar 3.9. Gambar Kerja Denah Balkon Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Perusahaan

Klien menginginkan area balkon ini menjadi tempat para pegawai Dinas Tata Ruang dan Bangunan untuk bersantai dan berinteraksi. Tetapi area balkon yang memiliki bentu T dengan luas yang kecil merupakan tantangan tersendiri untuk penulis dan rekan intern lainnya. Klien menginginkan balkon memiliki mini bar,

(14)

tempat duduk, kolam ikan, dan vertical garden. Hal yang dilakukan selanjutnya adalah penulis dan rekan intern yang bernama Citra membagi tugas, yaitu penulis membuat eksisting balkon dalam bentuk 3D dengan SketchUp, sedangkan Citra mencari preseden dan referensi rooftop di internet.

Gambar 3.10. Render 3D Balkon Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Penulis bertugas untuk membuat desain 3D balkon, sedangkan Citra membuat gambar kerja. Desain balkon (Gambar 3.10.) memiliki mini bar diletakkan di area yang tertutup oleh ceiling sedangkan kolam diletakkan disekitar pagar balkon. Hal ini dilakukan untuk memperindah area balkon tanpa mengganggu atau mempersulit sistem utilitas, karena di area itu sudah terdapat pipa aliran air bersih dan juga air kotor, yang bisa langsung digunakan untuk perawatan kolam ikan.

(15)

Gambar 3.11. Render 3D Balkon Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Setelah melakukan asistensi dengan Pak Nukman, beliau memberikan saran untuk menambahkan ceiling pada area depan mini bar, hal ini digunakan sebagai tempat vertical garden dan bersantai. Sehingga penulis menambahkan atap tambahan dengan rangka plafond yang terekspos menggunakan material besi hollow hitam.

Untuk vertical garden digunakan material wiremesh galvanis 40mm, untuk menumbuhkan tumbuhan rambat.

(16)

3.3.1.3. Renovasi Interior Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan 1. Jobdesk

Setelah mengerjakan desain balkon, penulis diberikan tugas lain untuk mengerjakan tugas mendesain interior kantor bagian ruang rapat dan ruang istirahat. Seperti biasa hal pertama yang dilakukan oleh penulis adalah mendengarkan arahan dari supervisi dan pelaksana tentang tugas atau proyek yang akan dikerjakan, melakukan site visit atau kunjungan ke lokasi, mengukur bangunan eksisting, mencari preseden atau referensi desain interior ruang rapat dan ruang istirahat, membuat 3D desain interior ruang rapat dan ruang istirahat, membuat 3D render, dan membuat post - production sebagai bahan presentasi.

2. Daftar Tugas (task list)

Site visit

Mencari referensi desain interior

Membuat moodboard untuk merepresentasikan tema dan konsep desain yang akan diusung

Membuat 3D desain interior ruang rapat dan ruang istirahat Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang

Membuat render 3D

 Membuat gambar kerja dan gambar detail desain

Membuat post - production desain kedalam bentuk presentasi.

3. Proses Pengerjaan Tugas

Penulis melakukan site visit atau kunjungan lapangan ke Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang yang terletak di Komplek Perkantoran Pemda, Jl.

Somawinata, Kel. Kadu Agung, Kec. Tigaraksa, Kadu Agung, Tigaraksa Kec., Tangerang, Banten 15720. Pengukuran dilakukan pada saat kunjungan atau site visit pertama kali. Penulis merasa sangat terhormat karena Pak Engkus yang merupakan Kepala Bidang Bangunan adalah orang yang mempercayai tugas desain interior ruang rapat dan ruang istirahat kepada penulis.

(17)

Hal pertama yang diberikan kepada penulis adalah gambar kerja denah eksisting (Gambar 3.12.). Kondisi eksisting interior Kantor DTRB Kabupaten Tangerang ini dipenuhi dengan meja kerja para pegawai dan gudang berkas - berkas perusahaan.

Lahan yang terbatas membuat penulis kesusahan saat akan mencari tempat yang cocok untuk menambahkan 2 ruang rapat, dan 2 ruang istirahat untuk dinas Tata Ruang dan Bangunan. Ditambah banyak penataan ruang penting yang tidak bisa diubah oleh penulis. Ruang tersebut adalah ruang arsip, ruang Kepala Bidang, dan ruang administrasi. Sehingga hal yang bisa dilakukan penulis adalah mengeksplor bagian ruang kerja para pegawai.

Gambar 3.12. Gambar Kerja Denah Lantai 2 Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Perusahaan

(18)

Penulis meletakan ruang rapat Dinas Tata Ruang didekat ruang kerja pegawai, dibatasi dengan partisi kayu, yang berfungsi untuk menciptakan ruang tanpa harus dengan tembok masif. Ruang rapat (Gambar 3.13.) didominasi dengan nuansa cokelat, yang tercipta dari warna material kayu dan cat berwarna mocca memberikan kesan yang elegean, indah, dan relaks. Sehingga orang - orang yang melakukan rapat di ruangan ini tidak akan terganggu atau salah fokus kepada desain interior yang terlalu menonjol dan dominan.

Gambar 3.13. Render Ruang Rapat 1 Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Ruang istirahat untuk Dinas Tata Ruang, berada di ruang kosong berukuran kecil disebelah ruang Kepala Seksi Tata Ruang. Penulis memberikan ruang istirahat ini dengan mini pantry dan juga tempat duduk, serta meja yang digunakan untuk santai para pegawai Dinas Tata Ruang.

Gambar 3.14. Render Ruang Rapat 1 Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(19)

Untuk ruang rapat Dinas Bangunan, penulis mendapatkan request atau permintaan dari klien untuk membuat nuansanya sesantai dan senyaman mungkin. Ketika penulis tanya, apakah boleh berdekatan dengan ruang istirahat pegawai, klien menjawab dan menyetujuinya dengan sangat antusias. Oleh karena itu, penulis meletakkan ruang rapat Dinas Bangunan berdekatan dengan ruang istirahat, yang hanya dihalangi oleh partisi kayu, sebagai pemisah antara ruang rapat dan ruang istirahat Dinas Bangunan.

Gambar 3.15. Render Ruang Rapat 2 Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

Walau jarak kedua ruang ini berdekatan, tetapi ruang rapat tidak akan terganggu dengan suara bising dari ruang santai (Gambar 3.17.), karena semua pegawai tidak memakai ruang santai pada saat rapat.

Gambar 3.16. Render Ruang Santai 2 Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(20)

Ruang rapat utama Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, berada di bagian dalam kantor. Hal ini dikarenakan ruang rapat utama ini adalah ruang yang digunakan untuk rapat secara umum Dinas Tata Ruang dan Dinas Bangunan.

Sehingga ruangannya pun lebih eksklusif dan lebih luas. Pada ruang rapat ini, klien meminta minimal kapasitas yang ditampung adalah 25 orang.

Gambar 3.17. Render Ruang Rapat Utama Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(21)

Nuansa yang dipakai untuk tema atau konsep interior ruang rapat utama Dinas Tata Ruang dan Bangunan ini adalah fun, and energetic. Hal ini merupakan permintaan dari klien, karena biasanya rapat yang dilakukan pada ruangan ini adalah rapat dengan proyek yang besar dan butuh banyak sekali energi. Para pegawai biasanya merasa lebih tertekan dan serius dengan topik pembahasan pada rapat proyek besar.

Sehingga nuansa ruang rapat yang fun and energetic diharapkan dapat membuat para pegawai merasa lebih relaks dan nyaman. Tetapi desain yang dibutuhkan bukan yang terlalu menonjol dan nyeleneh, karena hal itu dapat membuyarkan fokus pegawai dari topik pembahasan terhadap desain ruang rapat. Oleh sebab itu penulis memberikan nuansa warna cyan atau hijau kebiruan terang, yang dipadukan dengan putih, dan sedikit warna krem.

Gambar 3.18. Render Ruang Rapat Utama Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(22)

Untuk bangku audience atau pendengar lain (pegawai) yang tidak mendapatkan kursi di meja rapat, penulis telah menyediakan kursi disekitarnya untuk digunakan. Sehingga kapasitas ruang rapat ini pun dapat menampung sebanyak 30 orang. Jendela yang berada disalah satu bagian ruang ini, diberikan gorden dengan nuansa abu - abu muda, agar tidak cepat kotor tetapi tetap selaras dengan nuansa interior ruang yang ada. Saat penulis mendesain interior ruang rapat utama ini, klien meminta agar dibuatkan ornamen yang dapat dimanfaatkan (berfungsi), sehingga penulis membuat rak yang multifungsi. Selain indah tetapi rak ini juga berguna untuk menaruh berkas, pot, ataupun barang lainnya.

Gambar kerja untuk desain ini dikerjakan oleh teman intern penulis lainnya, sehingga penulis hanya ditugaskan untuk membuat 3D render dan post - production berupa papan presentasi.

Gambar 3.19. Render Ruang Rapat Utama Kantor DTRB Kabupaten Tangerang Sumber: Dokumentasi Pribadi

(23)

3.3.2. Kendala yang dihadapi

Selama melaksanakan kegiatan Kerja Praktik di Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, penulis menghadapi beberapa kendala, yaitu :

1. Kantor Kejaksaaan Kabupaten Tangerang

Selama proses mendesain Alternatif Desain 2 yang diberikan oleh supervisi, penulis merasa kesulitan karena tidak adanya spesifikasi desain dan permintaan yang diberikan kepada penulis untuk mendesain.

2. Balkon Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab. Tangerang

Desain balkon ini memiliki banyak detail dan permintaan fungsi yang ingin diadakan pada areanya yang kecil. Hal ini membuat penulis merasa bingung untuk menata peletakan setiap fungsi yang diminta pada area balkon tersebut.

3. Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab. Tangerang

Penulis diminta untuk mendesain ruang rapat untuk Dinas Tata Ruang dan Dinas Bangunan secara terpisah, klien juga ingin ruang istirahat terpisah untuk para pegawai. Kesulitan yang dihadapi adalah ketika penulis diminta untuk mendesain tanpa mengubah banyak dari eksisting pada saat ini. Penataan ruang kerja pegawai yang dipenuhi dengan meja kerja, membuat luas area desain minim, cenderung kurang. Selain itu, ketika penulis sudah menemukan tempat yang cocok tetapi ternyata tidak bisa digunakan karena fungsinya tidak bisa diubah.

(24)

3.3.3. Solusi atas kendala yang dihadapi

Penulis dapat menemukan beberapa solusi atas kendala yang didhadapi, yaitu :

1.

Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang

Saat mengerjakan denah, penulis mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda dengan menjadi masyarakat (tamu) yang datang ke kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang. Sehingga penulis dapat mendesain alternatif lain dengan memberikan solusi yang lebih variatif.

2. Balkon Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab. Tangerang

Dalam mengatasi kendala ini, penulis harus mencari beberapa contoh atau preseden dalam bentuk rooftop fungsional pada gedung atau bangunan tinggi seperti apartemen, ataupun bangunan kantor. Penulis juga harus aktif asistensi untuk meminta saran apakah penataan tersebut telah sesuai dengan kebutuhan fungsi serta keinginan klien.

3. Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab. Tangerang

Penulis mencoba untuk mencari referensi interior kantor sebanyak mungkin dengan komposisi penataan ruang yang efisien dan nyaman.

Penulis juga harus rajin melakukan asistensi agar tetap bisa mendapatkan masukan dari anggota tim yang lain, serta mendapatkan referensi - referensi lain untuk menjawab isu pembagian ruang yang ada.

Gambar

gambar detail
Tabel 3.1. Rekap Kegiatan Kerja Praktik  Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 3.1. Kondisi Interior Eksisting Lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang  Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 3.3. Moodboard Desain 1 Lobby Kantor Kejaksaan Kabupaten Tangerang  Sumber: Dokumentasi Pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Sobar, nama “Kampung Gerabah” diperoleh dari pemerintah sehingga desa Anjun Gempol tersebut mulai dikenal dengan nama Kampung Gerabah, namun Kampung

Penelitian yang berjudul “Analisis Strategi Online Marketing Communication Pojok Event pada Acara Smilemotion 2015” ini bertujuan untuk mengetahui strategi seperti

modal diatur secara khusus guna mem- berikan kepastian hukum, mempertegas kewajiban penanam modal terhadap pene- rapan prinsip tata kelola perusahaan yang sehat,

Memberikan informasi mengenai spectrum suatu graf sehingga dapat digunakan oleh peneliti lain untuk mengkaji lebih mendalam tentang karakteristik suatu graf atau untuk aplikasi

isu-isu yang menjadi ancaman dan mengganggu kepentingan nasional suatu Politik luar negeri suatu negara cenderung untuk memperhatikan. kepentingan nasionalnya dan memperjuangkannya

(Orang Dengan HIV dan AIDS). Komunikasi yang dilakukan kepada ODHA ini melalui leading sector yakni KPA, Dinas Kesehatan, dan LSM-LSM yang peduli terhadap HIV

Selain itu, telah dilakukan optimalisasi sintesis polimer PNIPA agar polimer memiliki viskositas yang optimal dalam penggunaan aplikasinya sebagai sumber radiasi

Jika Kelompok Usaha menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan